TERHADAP PERTUMBUHAN TINGGI TANAMAN DAN JUMLAH DAUN CABAI RAWIT VARIETAS CENGEK (Capsicum frutescens L)
BAHAN DAN METODE BAHAN
BAHAN
Bahan yang dipergunakan dalam penelitian ini diantaranya pupuk kandang ayam yang didapatkan dari peternakan ayam di Desa Sukawati, pupuk kompos yang dibeli di agen penjualan pupuk kompos di Desa Batubulan, pupuk kascing yang dibeli di agen penjualan pupuk kascing di Jl. Cargo Permai Denpasar, dan pupuk EM4 Bokashi yang dibeli di agen penjualan pupuk EM4 Bokashi di Jl. Hayam Wuruk Denpasar. Media tanah yang bersifat homogen diambil pada lahan pertanian subak babakan Desa Guwang Kec. Sukawati.
Sementara itu, air yang digunakan dalam penelitian ini berupa air tanah tanah. Benih cabai rawit varietas cengek dibeli di agen penjualan perlengkapan pertanian di Desa Guwang.
Sedangkan peralatan yang dipergunakan dalam penelitian adalah; cangkul, ember, polybag, timbangan, timbangan analitik, pengaris pengukur, buku panduan, alat-alat tulis, sendok, kamera, inkubator, aluminum-foil.
Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tinggi Tanaman dan ... Duarsa dan Israil Sitepu
Media semai disiapkan dengan mencampur pupuk kandang ayam, kompos, kascing dan EM4 Bokashi dengan berat masing-masing pupuk 450 gram dan tanah seberat 1.050 gram, sedangkan control hanya berupa tanah saja.
Media persemaian tersebut dimasukan ke dalam kantong polybag kemudian disiram dengan air tanah. Benih cabai rawit yang yang sudah diseleksi direndam selama 12 jam dengan tujuan untuk mempercepat atau merangsang perkecambahan benih. Benih disemaikan pada polybag yang telah berisi media masing-masing satu benih. Polybag kemudian ditempatkan pada tempat yang mendapat cukup sinar matahari.
METODE
Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu kontrol (K), dan empat perlakuan yaitu, pupuk kandang ayam (KD), pupuk kompos (KO), pupuk kascing (KC), dan pupuk EM4 Bokashi (BO). Perlakuan kemudian diulang tiga kali sehingga diperoleh 15 perlakuan yakni; K1, K2, K3, KD1, KD2, KD3, KO1, KO2, KO3, KC1, KC2, KC3, BO1, BO2, dan BO3. Variabel yang
diamati meliputi; tinggi tanaman, jumlah daun yang diamati pada hari ke 10, 20, 30, dan hari ke 40, sedangkan kadar air diukur pada hari ke 40 dan diukur dengan persamaan (Sudarmadji, 1984):
m1 - m2
x 10%
m1
Keterangan : m1 = berat awal (berat basah), m2 = berat akhir (berat kering)
Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistik dengan uji Anova. Apabila ada perbedaan nyata atau sangat nyata maka akan dilakukan uji lanjut dengan uji RNK (Gasper, 1991).
HASIL
Hasil penelitian tentang pengaruh beberapa jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabai rawit varietas cengek disajikan dalam Tabel 1. Dari hasil uji statistik diperoleh bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabai rawit.
Tabel 1. Hasil rata-rata tinggi tanaman cabai rawit pada hari ke-10, hari ke-20, hari ke-30 dan hari ke-40
Rata-rata (cm)
Perlakuan Total rata-rata (cm)
10 hari 20 hari 30 hari 40 hari
K 6,2b 6,4a 7,5a 8a 28,1
KD 5,3a 8,2ab 11,3b 15,2b 40
KO 6,3b 7,6ab 11,2b 14,3b 39,4
KC 6,8b 8,6b 14c 19,3c 48,7
BO 7b 8,7b 15,1c 22,1c 52,9
Jumlah 31,6 39,5 59,1 78,9 209,1
Keterangan : angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama ke arah vertikal, menunjukan berbeda tidak nyata.
39
Pengaruh beberapa jenis pupuk organik terhadap jumlah daun tanaman cabai rawit varietas cengek disajikan pada Tabel 2. Dari hasil uji statistik diperoleh bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman cabai rawit.
Kadar air tanaman cabai rawit varietas cengek pada hari ke-40 dari masing-masing perlakuan diukur berdasarkan selisih berat basah dan berat kering dibagi berat basah dikali 100%.
Hasil penelitian kadar air tanaman cabai rawit hari ke-40 disajikan pada Tabel 3. Dari Tabel 3 menunjukan bahwa setiap perlakuan menghasilkan kadar air terhadap tanaman cabai rawit yaitu kontrol dengan kadar air 86,40%,
pupuk kandang ayam dengan kadar air 88,49%, pupuk kompos dengan kadar air 87,41% dan pupuk kascing dengan kadar air 89,27%
sedangkan pupuk EM4 Bokashi dengan kadar air 90,83%.
PEMBAHASAN
Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan 5 perlakuan yang berbeda-beda didapat hasil yang bervariasi, karena masing-masing pupuk organik berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun cabai rawit.
Diantara ke-5 media tanam yang digunakan yaitu kontrol, pupuk kandang ayam, kompos, kascing dan EM4 Bokashi, dimana media tanam pupuk kascing dan pupuk EM4 Bokashi yang paling Tabel 2. Hasil rata-rata jumlah daun cabai rawit pada hari ke-10, hari ke-20, hari ke-30 dan hari
ke-40
Rata-rata (lembar)
Perlakuan Total rata-rata
10 hari 20 hari 30 hari 40 hari (lembar)
K 2a 3,6a 4,3ab 5,6a 15,5
KD 2a 4a 5,6cd 7,3ab 18,9
KO 2a 3,6a 5,3bc 7a 17,9
KC 2a 4a 6,6de 9bc 21,6
BO 2a 4a 7e 10,3c 23,3
Jumlah 10 19,2 28,8 39,2 97,2
Keterangan : angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama ke arah vertikal, menunjukan berbeda tidak nyata.
Tabel 3. Hasil persentasi kadar air tanaman cabai rawit hari ke-40
Perlakuan Rerata berat basah (mg) Rerata berat kering (mg) Kadar air (%)
K 366,3 49,86 86,40
KD 2409,86 277,36 88,48
KO 1266,26 154,4 87,41
KC 3653,33 391,9 89,27
BO 5381.4 493,23 90,83
Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tinggi Tanaman dan ... Duarsa dan Israil Sitepu
berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun.
Dari hasil analisis secara statistik dengan uji anova untuk tinggi tanaman pada pengamatan hari ke-10, ke-20, ke-30 dan ke-40 diporoleh F hitung F tabel 1% dan 5% menunjukan ada pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabai rawit. Kemudian untuk pengamatan jumlah daun pada hari ke-10 dan ke-20 diporoleh F hitung F tabel 1% dan 5%
menunjukan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun, sedangkan pada hari ke-30 dan ke-40 diperoleh F hitung F tabel 1% dan 5% menunjukan ada pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman cabai rawit. Hal ini berarti setiap masing-masing perlakuan yaitu pupuk kandang ayam, kompos, kascing dan EM4 Bokashi memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun cabai rawit.
Selanjutnya untuk mengetahui diantara kelima media tanam yang mana memberikan perbedaan tidak nyata atau berbeda nyata maka akan dilakukan uji lanjut dengan uji RNK.
Setelah diuji lanjut dengan uji RNK hasil yang diperoleh untuk tinggi tanaman cabai rawit pada pengamatan hari ke-10 perlakuan kontrol berbeda tetapi tidak nyata dengan kompos, kascing dan EM4 Bokashi, sedangkan pupuk kandang ayam berbeda nyata dengan perlakuan yang lain (Tabel 1). Pada hari ke-20 hasil yang secara statistik didapat kontrol berbeda tidak nyata dengan kandang ayam dan kompos, sedangkan untuk perlakuan kandang ayam, kompos, kascing dan EM4 Bokashi ada perbedaan tetapi tidak nyata (Tabel 1). Pada hari ke-30 hasil yang didapat kontrol berbeda nyata dengan perlakuan yang lain, perlakuan kandang ayam dengan kompos secara statistik berbeda tetapi tidak nyata, perlakuan kascing dengan EM4 Bokashi berbeda tetapi tidak nyata (Tabel 1).
Pada hari ke-40 hasil yang didapat secara statistik kontrol berbeda nyata dengan perlakuan
yang lain, perlakuan kandang ayam dengan kompos berbeda tidak nyata, perlakuan kascing dengan EM4 Bokashi terdapat perbedaan tetapi tidak nyata (Tabel 1).
Hasil yang diperoleh dalam pengamatan untuk jumlah daun tanaman cabai rawit pada hari ke-10 dan ke-20 adalah ada perbedaan. Untuk hasil uji RNK pada hari ke-30 hasil yang didapat secara statistik adalah kontrol berbeda tetapi tidak nyata dengan kompos, perlakuan kandang ayam dengan kompos dan kascing berbeda tidak nyata, perlakuan kompos dengan kascing berbeda nyata, perlakuan kascing dengan EM4 Bokashi berbeda tidak nyata (Tabel 2). Pada hari ke-40 hasil yang didapat perlakuan kontrol dengan kandang ayam dan kompos berbeda tetapi tidak nyata, perlakuan kandang ayam berbeda tidak nyata dengan kascing, perlakuan kascing berbeda tetapi tidak nyata dengan EM4 Bokashi (Tabel 2).
Dari data pengamatan terhadap tinggi tanaman cabai rawit pada hari ke-10 terjadi perbedaan yang nyata, hal ini disebabkan karena kecepatan biji untuk berkecambah bervariasi karena adanya faktor dormansi dari biji benih tersebut. Faktor ini merupakan cara embrio mempertahankan diri dari keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan (Anonim A, 2011).
Pengaruh pupuk organik yaitu pupuk kandang ayam, kompos, kascing dan EM4 Bokashi terhadap pertumbuhan tinggi tanaman mulai terlihat pada hari ke-20 karena sudah mulai pemanfaatan unsur hara yang disediakan oleh masing-masing perlakuan. Pada hari 10, ke-20, ke-30 dan ke-40 kascing dan EM4 Bokashi yang paling berpengruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabai rawit yang menghasilkan total rata-rata yaitu 48,7 cm untuk kascing dan 52,9 cm untuk EM4 Bokashi dibandingkan pupuk kandang ayam dengan total rata-rata 40 cm dan pupuk kompos dengan total rata-rata 39,4 cm.
Pengamatan terhadap jumlah daun pada hari ke-10 dan ke-20 terjadi perbedaan tetapi tidak nyata karena sistem perakaran sedang menglami
41
pertumbuhan sehingga unsur hara yang disediakan masing-masing perlakuan tidak digunakan untuk pembentukan daun. Pada pengamatan hari ke-30 dan ke-40 sudah mulai tampak pengaruh pupuk organik setiap perlakuan terhadap pertumbuhan daun, dimana pupuk kascing dan pupuk EM4 Bokashi yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun cabai rawit yang mengahasilkan total rata-rata 21,6 lembar untuk kascing dan 23,3 lembar untuk EM4 Bokashi dibandingkan pupuk kandang ayam dengan total rata-rata 18,9 lembar dan pupuk kompos dengan total rata-rata 17,9 lembar.
Tingginya tingkat rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun pada cabai rawit dalam pemakaian pupuk kascing dan pupuk EM4 Bokashi disebabkan karena pada kascing dan EM4 Bokashi mengandung unsur hara yang lebih tinggi seperti N, P, K, Mg dan Ca dan juga mengandung mikroorganisme hidup yang membantu proses pelarutan unsur hara yang menghasilkan senyawa organik, hormon tumbuhan auxin, giberelin, sitokinin, antibiotik dan polisakarida yang akan menyebabkan terpacunya sintesis dan pembelahan dinding sel secara antiklinal sehingga akan mempercepat pertumbuhan tinggi tanaman. Peningkatan tinggi batang dan jumlah daun cabai rawit juga disebabkan terdorongnya atau terpacunya sel diujung batang untuk segera mengadakan pembelahan dan pembesaran sel terutama di daerah meristematis (Dibia dkk,2009).
Pemberian pupuk kascing dan pupuk EM4 Bokashi menyebabkan kandungan nitrogen didalam tanah meningkat sehingga serapan nitrogen oleh tanamanpun meningkat pula. Uunsur hara nitrogen dan unsur hara mikro tersebut yang berperan sebagai penyusun klorofil sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis tersebut akan menghasilkan sintesis karbohidrat yang mengakibatkan perkembangan pada jaringan meristematis daun dan akan meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman termasuk pertumbuhan tinggi tanaman dan pembentukkan daun (Wididana 2011).
Pupuk kascing dan pupuk EM4 Bokashi mengandung unsur kalium yang berperan penting dalam setiap proses metabolisme tanaman, yaitu dalam sintesis asam amino dan protein dari ion-ion ammonium serta berperan dalam memelihara tekanan turgor dengan baik sehingga memungkinkan lancarnya proses-proses metabolisme dan menjamin kesinambungan pemanjangan sel. Unsur fosfor berperan dalam menyimpan dan memindahkan energi untuk sintesis karbohidrat, protein, dan proses fotosintesis. Senyawa-senyawa hasil fotosintesis disimpan dalam bentuk senyawa organik yang kemudian dibebaskan dalam bentuk ATP untuk pertumbuhan tanaman. Asam humat dan asam fulfat serta zat pengatur tumbuh yang terkandung dalam pupuk kascing dan EM4 Bokashi akan mendukung dan mempercepat pertumbuhan tanaman (Sutedjo, 2008).
Pada akhir penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap kadar air yang terkandung dalam tanaman cabai rawit dengan cara menimbang berat basah dan berat kering tanaman tersebut. Berat basah tanaman merupakan berat tanaman pada saat tanaman masih hidup atau metabolisme dalam tanaman masih berlangsung dan ditimbang secara langsung setelah dicabut, sebelum tanaman menjadi layu akibat kehilangan air. Dari hasil penelitian ini kadar air dari tanaman cabai rawit yang memakai media tanam pupuk EM4 Bokashi yang paling tinggi yaitu 90,83%
dibandingkan tanaman dengan media tanam tanpa pupuk 86,40%, pupuk kandang ayam 88,49%, pupuk kompos 87,41% dan pupuk kascing 89,27% (Tabel 3).
Hal ini disebabkan karena pupuk EM4 Bokashi yang diberikan mampu memacu metabolisme pada tanaman cabai rawit.
Selanjutnya nitrogen yang terkandung dalam pupuk EM4 Bokashi berperan sebagai penyusun protein sedangkan fosfor dan kalsium berperan dalam memacu pembelahan jaringan meristem dan merangsang pertumbuhan akar dan perkembangan daun yang akibatnya tingkat absorbsi unsur hara dan air oleh tanaman sampai
Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tinggi Tanaman dan ... Duarsa dan Israil Sitepu
batas optimumnya yang akan digunakan untuk pembelahan, perpanjangan dan diferensiasi sel.
Kalium mengatur kegiatan membuka dan menutupnya stomata. Pengaturan stomata yang optimal akan mengendalikan transpirasi tanaman dan meningkatkan reduksi karbondioksida yang akan diubah menjadi karbohidrat. Unsur hara nitrogen, fosfor dan kalium serta unsur mikro yang terkandung dalam pupuk EM4 Bokashi akan meningkatkan aktivitas fotosintesis tumbuhan sehingga meningkatkan karbohidrat yang dihasilkan sebagai cadangan makanan dan produk fotosintesis yang lebih banyak mampu membentuk seluruh bagian tanaman dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk.
(Sutedjo, 2008).
Berat kering tumbuhan adalah keseimbangan antara pengambilan CO2 (fotosintesis) dan pengeluaran CO2 (respirasi). Selanjutnya Krishnawati, (2003) menyatakan bahwa berat kering tanaman merupakan resultan dari tiga proses yaitu penumpukan asimilat melalui fotosintesa, penurunan asimilat akibat respirasi dan akumulasi ke bagian cadangan makanan.
Pupuk EM4 Bokashi mengandung unsur hara kalium dan kalsium yang akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akar lateral sehingga mempengaruhi kemampuan tanaman cabai rawit dalam menyerap air. Hal ini menyebabkan tanaman cabai rawit dengan perlakuan berbeda akan menyerap air dengan jumlah yang berbeda-beda yang selanjutnya air akan menguap pada saat proses pengeringan.
Perlakuan EM4 Bokashi menghasilkan berat basah dan berat kering yang tinggi, sebagai efek jumlah daun yang bertambah dan pertumbuhan yang bagus. Tanaman ini memiliki jumlah daun yang banyak, berukuran lebih luas, akan lebih cepat tumbuh karena mampu menghasilkan berat kering yang lebih banyak.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data maka dapat disimpulkan bahwa beberapa jenis pupuk organik secara signifikan berpengaruh
terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun cabai rawit varietas cengek. Diantara pupuk organik tersebut yang paling berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman adalah pupuk kascing dan pupuk EM4 Bokashi yaitu masing-masing 48,7 cm dan 52,9 cm.
Terhadap jumlah daun pupuk kascing dan pupuk EM4 Bokashi juga memberikan hasil yang terbaik yakni berturut-turut 21,6 dan 23,3 lembar daun.
Kadar air tanaman cabai rawit varietas cengek yang dipupuk dengan pupuk EM4 Bokashi menghasilkan biomassa paling baik
SARAN
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh pupuk kascing dan EM4 Bokashi tehadap produktivitas tanaman cabai rawit varietas cengek.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.a. 2011. Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Pupuk Organik dan Pembenah Tanah Tahun Anggaran 2011. Direktorat Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian. Jakarta Anonim. A. 2011. Pertumbuhan Dan Perkembangan Tanaman. Avaible at:
h t t p : / / f i l e s . i c t p a m e k a s a n . n e t / m e d i a _ p e m b e l a j a r a n / B I O L O G I / PERTUM-PERKEM-print.pdf (Akses 27 April 2011)
Dibia. I.N, M.D. Dana, M.D Trigunasih, T Kusumawati dan M.D.S Sumarniasih.
2009. Pembuatan Kompos Bokashi Dari Limbah Pertanian Dengan Mengunakan Aktivator EM4 Di Desa Megati Tabanan. Fakultas Pertanian Unuversitas Udayana. Denpasar Avaible from: http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/
sudibia090102010.pdf (Akses 17 Maret 2011)
Gasper, V. 1991. Teknik Analisis Dalam Penelitian Percobaan. Tarsito. Bandung
43
Ishanul. A, I. 2007. Pengaruh Cara Dan Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Cabai Rawit (Capsicum frutencens L var.
Cengek). Jurusan Biologi Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang. Avaible from: http://lib.uin-malang.ac.id/fullchapter/
03520030.pdf (Akses 27 April 2011) Krishnawati. D. 2003. Pengaruh Pemberian
Pupuk Kascing Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kentang (Solanum tuberosum). Vol. 4. No. 1 KAPPA.
Jurusan Biologi FMIPA-ITS. Surabaya
Murbandono, HS. L. 2005. Membuat Kompos Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Setiadi. 2002. Jenis & Budi Daya Cabai Rawit Edisi Revisi. Pnebar Swadaya. Jakarta Sutedjo, M.M. 2008. Pupuk dan Cara
Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta Wididana, GD. 2011. Bokashi Kotaku. Yayasan
Indonesia Kyusei Nature Forming Societies. Jakarta.
Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tinggi Tanaman dan ... Duarsa dan Israil Sitepu
PENDAHULUAN
Di dalam mulut terdapat berbagai jenis mikroba yang tergolong sebagai flora normal.
Flora normal tersebut dalam keadaan normal tidak menimbulkan penyakit, namun apabila terjadi gangguan sistem imun maupun perubahan
keseimbangan flora normal dalam mulut, maka flora normal tersebut dapat menjadi patogen yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kesehatan gigi dan mulut. Beberapa spesies flora normal yang dapat dijumpai dalam rongga mulut antara lain; Spirochaeta anaerob, Prevotella,