DAN AKUMULASI PLAK GIGI
HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL
HASIL
Hasil pemeriksaan terhadap total mikroba dalam mulut sebelum dan sesudah berkumur dengan ekstrak daun Sirih (Piper betle L) disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Total Mikroba Sebelum dan Sesudah Berkumur dengan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L) Konsentrasi 20%
Subjek Sebelum Sesudah
Penelitian Berkumur Berkumur Penurunan (cfu) (cfu)
1 72.000 37.530 344.70
2 384.000 106.170 277.830
3 91.930 63.930 28.000
4 73.270 53.470 19.800
5 100.830 63.520 37.310
6 489.000 348.000 141.000
7 86.430 53.570 32.860
8 85.200 65.500 19.700
9 91.400 53.670 37.730
10 86.030 45.630 40.400
11 106.400 64.400 42.000
12 114.700 74.630 40.070
13 130.030 77.660 52.370
14 110.230 59.300 50.930
15 97.070 84.560 12.510
Jumlah 2.118.520 1.251.540 866.980 Rata-rata 141.234,67 83.436,00 57.798,67
Prosentase 40,92%.
Dari tabel 1 terlihat bahwa rerata penurunan jumlah total mikroba yang didapat dari hasil penelitian adalah sebesar 57.798,67 coloni forming unit (cfu) atau (40,92%). penurunan jumlah mikroba hampir mendekati separuh dari jumlah total mikroba sebelumnya
Rerata nilai plak gigi sebelum berkumur adalah 14,40 (tergolong kategori sedang) dan rerata nilai plak gigi sesudah perlakuan adalah 7,8 (tergolong kategori baik). Rerata penurunan nilai plak yang didapat dari hasil penelitian dengan menggunakan indikator zat warna discosing agent adalah sebesar 0,44 (45,83%). Hasil pemeriksaan terhadap akumulasi plak gigi disajikan pada Tabel 2.
Berkumur Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Menurunkan Total Mikroba ... Suartini dan Juliasih
Karakteristik subjek penelitian memiliki rerata umur 36,07 tahun dan rerata kondisi plak gigi sebelum berkumur 0,96 termasuk kriteria sedang, sedangkan setelah berkumur adalah 0,52 tergolong kriteria baik. Sementara itu, rerata total mikroba sebelum berkumur sebesar 141.230 cfu, sedangkan setelah berkumur sebesar 83436 cfu. Karakteristik subjek penelitian yang meliputi; umur, kondisi plak gigi dan total kuman ditampilkan pada Tabel 3.
Dari hasil uji normalitas (Saphiro Wilk- Test) didapatkan bahwa total mikroba dalam mulut dan akumulasi plak gigi subjek penelitian sebelum dan sesudah berkumur menunjukkan hasil yang
signifikan (p < 0,05), yang berarti data total mikroba dalam mulut dan akumulasi plak gigi subjek penelitan sebelum dan sesudah berkumur tidak berdistribusi normal, sehingga uji selanjutnya digunakan adalah uji nonparametrik dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil uji normalitas (Saphiro Wilk) dicantumkan pada Tabel 4.
Untuk mengetahui perbedaan rerata total mikroba dalam mulut dan akumulasi plak gigi subjek penelitian, sebelum dan sesudah berkumur digunakan uji wilcoxon pada á = 0,05 yang hasilnya disajikan pada Tabel 5.
Tabel 2. Keadaan Plak Gigi Sebelum dan Sesudah Berkumur dengan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L) Konsentrasi 20%
Subjek Sebelum Berkumur Setelah berkumur
Penetian Penurunan Nilai
Nilai Kriteria Nilai Kriteria
1 0,8 Sedang 0,5 Baik 0,3
2 2,0 Buruk 1 Sedang 1,0
3 0,6 Baik 0,3 Baik 0,3
4 0,8 Sedang 0,6 Baik 0,2
5 1 Sedang 0,6 Baik 0,4
6 2,1 Buruk 1,3 Sedang 0,8
7 1 Sedang 0,3 Baik 0,7
8 0,8 Sedang 0,3 Baik 0,5
9 1,1 Sedang 0,6 Baik 0,5
10 0,6 Baik 0,3 Baik 0,3
11 0,8 Sedang 0,5 Baik 0,3
12 0,6 Baik 0,3 Baik 0,3
13 0,8 Sedang 0,6 Baik 0,2
14 0,8 Sedang 0,3 Baik 0,5
15 0,6 Baik 0,3 Baik 0,3
Jumlah 14,40 7,8 6,6
Rerata 0,98 Sedang 0,52 Baik 0,44
Prosentase Penurunan 45,83%
49
Dari tabel 5 menunjukkan beda rerata total mikroba dalam mulut dan akumulasi plak gigi sebelum dan sesudah berkumur dengan ekstrak daun Sirih (Piper betle L) konsentrasi 20%
menunjukan hasil yang signifikan (p d” 0,05).
Dengan kata lain bahwa perlakuan berkumur menggunakan ekstrak daun sirih (Piper betle, L) konsentrasi 20% dapat menurunkan rerata total mikroba dalam mulut dan akumulasi plak gigi subjek penelitain secara bermakna.
PEMBAHASAN
Rerata total mikroba dalam mulut subjek penelitian menurun sesudah berkumur dengan ekstrak daun sirih (Piper betle L) sebesar
57.798,67 cfu atau sebesar 40,92%, selanjutnya rerata plak gigi subjek penelitian juga menurun sebesar 0,44 (45,83%). Terjadinya penurunan jumlah total mikroba dalam mulut dan akumulasi plak gigi setelah berkumur dengan ekstrak daun sirih (Piper betle, L) dapat disebabkan oleh kandungan minyak atsiri diantaranya betlephenol, kavikol, seskuiterpen, hidroksikavikol, cavibetol, estragol, eugenol, karvakrol. tanin, enzim diatase, gula, vitamin C, tiamin, asam nikotinat dan riboflavin yang mampu melawan beberapa bakteri gram positif dan gram negatif (Moeljanto dn Mulyono, 2003).
Secara umum daun sirih bersifat anti bakteri, astringen dan anti peradangan serta dapat juga Tabel 3. Karakteristik Subjek Penelitian
Karakteristik N Minimum Maksimum Rerata Standar Deviasi
Umur (Tahun) 15 30,00 45,00 36,07 5,18
Plak gigi awal 15 0,6 2,1 0,96 0,47
Plak gigi akhir 15 0,00 1,30 0,52 0,32
Total Mikroba awal (cfu) 15 72.000 489.000 141.230 122.469 Total Mikroba akhir (cfu) 15 37.530 348.000 83.436 75.061,63
Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Kondisi Total Mikroba dan Plak Gigi Pada Mulut Sebelum dan Sesudah berkumur dengan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L) Konsentrasi 20%
Perlakuan p Uji Normalitas (Saphiro Wilk- Test) Total Mikroba Plak Gigi
Sebelum berkumur 0,03 0,00
Sesudah berkumur 0,00 0,00
Tabel 5. Uji Beda Rerata Total Mikroba dalam Mulut dan Kondisi Plak Gigi Sebelum dan Sesudah berkumur dengan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L) Konsentrasi 20%
Parameter Sebelum berkumur Sesudah berkumur Beda Z p
Total Mikroba 141230 83436 57794 3,408 0,00
Plak Gigi 0,96 0,52 0,44 3,434 0,00
Berkumur Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Menurunkan Total Mikroba ... Suartini dan Juliasih
menyembuhkan sariawan. Kandungan eugenol ekstrak daun sirih (Piper betle, L) mampu membasmi jamur Candida albicans, dan bersifat analgetik atau meredakan rasa nyeri. Senyawa ini banyak digunakan karena memiliki sifat sebagai antiseptik, dan anti peradangan yang berguna dalam proses penyembuhan luka (Dalimartha dan Triarsari, 2006). Sementara itu, vitamin C yang terdapat pada ekstrak daun sirih (Piper betle, L) bisa bekerja sebagai suatu ko-enzim dan pada keadaan tertentu merupakan reduktor dan antioksidan. Vitamin C yang pekat bersifat astrigen mengecilkan luka sariawan sehingga dapat dipakai mempercepat penyembuhan sariawan. Selanjutnya estragol memiliki sifat antibakteri memiliki sifat antiseptik, anti peradangan dan analgetik yang dapat membantu proses penyebuhan luka (Ganeswarna, 1995).
Minyak atsiri yang terkandung dalam daun sirih memiliki efek nyata dalam menghambat pertumbuhan mikroba dan penurunan akumulasi plak gigi dikarenakan minyak atsiri daun sirih efektif menekan pertumbuhan bakteri Streptococcus mutan yang sekaligus merupakan salah satu komponen utama terbentuknya plak gigi. Hal ini tercermin dari hasil penelitian yaitu menurunnya total mikroba diikuti juga dengan menurunnya nilai akumulasi plak gigi sesudah berkumur dengan ekstrak daun sirih ((Piper betle, L). Streptococcus mutans memfermentasikan sukrosa menjadi asam. Asam yang dihasilkan dapat mempercepat akumulasi plak yang berakibat turunnya pH mulut. Apabila pH mulut turun (5 s.d. 5,5) maka email gigi akan larut dan akan menimbulkan karies gigi (gigi berlubang) (Forrest, 1995).
Aktivitas ekstrak daun sirih daun sirih (Piper betle, L) tersebut diatas hanyalah menunjukkan kemampuan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroba tetapi belum mampu menjelaskan kematian yang terjadi, begitu juga
dengan menurunnya nilai akumulasi plak hanya bisa diasumsikan menurunnya total mikroba sesudah berkumur maka diikuti juga dengan menurunnya nilai akumulasi plak gigi disebabkan karena terbentuknya plak gigi dari terkolonisasinya organisme yang terdapat dalam mulut.
Pencegahan akumulasi plak diperlukan guna menghindari gigi berlubang sekaligus mencegah kesehatan rongga mulut dan halitosis (bau mulut).
Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, menggosok gigi yang teratur dengan cara yang tepat dan penggunaan obat kumur yang mengandung anti bakteri. Obat kumur memiliki kemampuan masuk ke area bawah gusi sampai beberapa milimeter sehingga dapat membersihkan dan menghambat pertumbuhan bakteri secara optimal sehingga obat kumur dikatakan efektif untuk menjaga keaadaan rongga mulut agar tetap sehat. Karena alasan tersebut, hingga saat ini obat kumur masih dianggap salah satu metode yang efektif dan efesien untuk menunjang kesehatan gigi dan mulut dan dapat mengurangi kelainan periodontal atau gigi goyang karena plak gigi (Hasim, 2003).
SIMPULAN
Berkumur dengan ekstrak daun sirih (Piper betle L) pada konsentrasi 20% dapat menurunkan total mikroba secara signifikan ( p
< 0,05 ), dimana total mikroba menurun sebesar 40,92% dan akumulasi plak gigi menurun sebesar 45,83%.
SARAN
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap penurunan total mikroba dan penurunan akumulasi plak pada konsentrasi berbeda sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan kajian untuk menentukan konsentrasi yang tepat dengan rasa yang tidak pahit atau pekat.
51
DAFTAR PUSTAKA
Bibiana, 1998 Analisis Mikroba, PT Binarupa Aksara Jakarta
Dalimartha &Triarsari, 2006, Daun Sirih Mengobati Mimisan sampai Keputihan, Jakarta.
Donna, P, 2007, Gigi Sehat Merawat Gigi Sehari-hari Penerbit Buku Kompas, Jakarta
Forrest, J.O, 1995 Pencegahan Penyakit Gigi danMulut, (terj.) Ulian Yuwono, Hipokrates, Jakarta.
Glickman, 1990. Clinical Periodontologi,Sevent Edition, WB Saunder, Company, Philadellpia :684-687
Ganeswarna dkk, 1995 Farmakologi dan Terapi Ed. Ke 4 Gaya Baru, Jakarta.
Hasim, 2003 Daun Sirih Sebagai Antibakteri Pasta Gigi,Jakarta
Moeljanto,R.D. dan Mulyono, 2003, Khasiat dan Manfaat Daun Sirih Obat Mujarab Dari Masa ke Masa, Agromedia Pustaka, Jakarta.
Roeslan, B.O, 2002 Imunologi Oral:Kelainan di Dalam Rongga Mulut, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Tarigan R, 1989, Kesehatan Gigi dan Mulut, BSC, Jakarta.
Berkumur Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Menurunkan Total Mikroba ... Suartini dan Juliasih
PENGARUH AUXIN DAN NUTRIENT TERHADAP
VIABILITAS DAN PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK BOTOL PADA LINGKUNGAN EX-VITRO.
I Gede Ketut Adiputra ... 1-9 GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPATOSIT MENCIT (Mus musculus L.)
SETELAH PEMBERIAN PERASAN UMBI SINGKONG SAO PEDRO PETRO (Manihot utilissima Pohl)
Ni Nyoman Wirasiti ... 10-17 ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA LAHAN PERTANIAN
DI PINGGIR DANAU BUYAN BALI
Ni Luh Suriani dan Ni Made Susun Parwanayoni ... 18-21 BIOREMEDIASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN CHADMIUM (Cd)
PADA AIR TERCEMAR LIMBAH INDUSTRI PENCELUPAN DENGAN TUMBUHAN AIR ( Limnocharis flava )
Ni Made Susun Parwanayoni dan Ni Luh Suriani ... 22-26 KONSUMSI SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN MEMICU EKSPRESI
GEN PENYANDI ANTIOKSIDAN MELALUI AKTIVASI
NUCLEAR FACTOR-ERYTHROID 2-RELATED FACTOR 2 (Nrf2)
I Nyoman Arsana ... 27-35 PENGARUH BEBERAPA JENIS PUPUK ORGANIK TERHADAP
PERTUMBUHAN TINGGI TANAMAN DAN JUMLAH DAUN CABAI RAWIT VARIETAS CENGEK (Capsicum frutescens L)
I Kadek Duarsa, Israil Sitepu ... 36-43 BERKUMUR EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.)
MENURUNKAN TOTAL MIKROBA DALAM MULUT DAN AKUMULASI PLAK GIGI
Ni Kadek SuartinidanNi Ketut Ayu Juliasih ... 44-51