GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.7.1. Standar Mutu Bahan/Produk
2.7.2.3. Bahan Tambahan
Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi dan berfungsi meningkatkan mutu produk serta merupakan bagian dari produk akhir. Bahan tambahan yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Kotak kecil digunakan untuk mengemas sarung tangan
2. Karton digunakan untuk mengemas kotak kecil sebelum diekspor 3. Isolatip digunakan untuk menutup karton
4. Lakban digunakan untuk menguatkan kemasan karton pada saat pengapalan dan penyimpanan di gudang.
Tabel 2.1. Jenis dan Spesifikasi Produk Sarung Tangan PT Latexindo Toba Perkasa
No. Spesifikasi Keterangan Lateks Pre Powdered Lateks Powder Free
PP M-5.0 PPNW PPHW PF M-5.0 PFNW
1 Dimensi Lebar (mm) X-Small Small Medium Large X-Large XX-Large 70 – 75 80 – 85 90 – 95 100 – 105 110 – 115 115 – 117
Panjang (mm) All Sizes 240 (min)
Ketebalan (mm) Cuff Palm Finger 0,07 ± 0,01 0,09 ± 0,01 0,11 ± 0,01 0,08 ± 0,01 0,10 ± 0,01 0,13 ± 0,01 0,09 ± 0,01 0,11 ± 0,01 0,14 ± 0,01 0,07 ± 0,01 0,09 ± 0,01 0,11 ± 0,01 0,08 ± 0,01 0,10 ± 0,01 0,13 ± 0,01 Berat (gr) X-Small Small Medium Large X-Large 4,1 ± 0,2 4,5 ± 0,2 5,0 ± 0,2 5,4 ± 0,2 5,9 ± 0,2 4,7 ± 0,2 5,1 ± 0,2 5,7 ± 0,2 6,1 ± 0,2 6,5 ± 0,2 5,2 ± 0,2 5,6 ± 0,2 6,2 ± 0,2 6,6 ± 0,2 7,0 ± 0,2 4,1 ± 0,2 4,5 ± 0,2 5,0 ± 0,2 5,4 ± 0,2 5,9 ± 0,2 4,8 ± 0,2 5,3 ± 0,2 5,8 ± 0,2 6,2 ± 0,2 6,6 ± 0,2 2 Tensile Properties
Before Aging Tensile Strength Elongation at Break
18 Mpa (min) 650% (min)
After Aging Tensile Strength Elongation at Break
14 Mpa (min) 500% (min)
V-63
2.7.3. Uraian Proses
Uraian proses pembuatan sarung tangan PT Latexindo Toba Perkasa antara lain:
1. Proses Pencampuran (Compounding)
Tahap ini adalah tahap dimana lateks yang telah diterima oleh perusahaan dan tahap melewati pengujian mutu yang dilakukan oleh departemen Quality Assurance, akan dicampur di dalam tangki compound dengan bahan-bahan
disperse antara lain sulfur, pigmen, senyawa zinc, dan anti oksidan serta air. Setelah dimasukan ke dalam tangki compound, campuran akan diaduk selama 24 jam. Untuk pembuatan bahan-bahan dispersi, bahan yang terdiri dari sulfur, senyawa zinc, pigmen, dan anti oksidan serta air dimasukan ke dalam
ball mill dan diputar selama 48 – 72 jam. Lateks pekat 60% dialirkan dari tangki penyimpanan lateks ke tangki pencampuran sampai tangki berisi 4 ton lateks. Selanjutnya bahan dispersi dicampurkan ke dalam lateks dan diaduk selama 24 jam. Hasil campuran compound ini dialirkan ke bak di bagian produksi dengan selang untuk digunakan pada pembentukan sarung tangan. 2. Proses Pencetakan Sarung Tangan
Pembuatan sarung tangan terdiri dari beberapa tahap dimana pada setiap tahap atau proses, cetakan dipindah dengan menggunakan conveyor
mengikuti aliran yang telah ditentukan. Tahap-tahap pencetakan sarung tangan adalah sebagai berikut :
a. Acid Washing
Cetakan (former atau mold) sarung tangan dicelupkan ke bak yang berisi larutan HNO3 untuk mencuci cetakan dari kotoran-kotoran atau kerak-kerak kotoran yang ada berupa sisa tepung dan zat kimia lainnya. Suhu pada tangki sekitar 500 – 700C.
b. Alkali Cleaning
Cetakan selanjutnya dibersihkan dengan cara dicelupkan pada bak yang berisi alkali untuk menetralisir keasaman nitrid acid (HNO3)
c. Rinsing
Cetakan dibersihkan dengan mencelupkannya ke dalam air bersih untuk membersihkan cetakan dari larutan kimia pada proses sebelumnya. pH air pada rinsing tank harus tetap terjaga pada skala 7, dan dijaga kebersihannya.
d. Coagulant Dipping
Cetakan dicelupkan ke dalam bak yang berisi larutan coagulant, yaitu kalsium karbonat CaCO3 dan kalsium nitrat Ca(NO3)2. Tahap ini bertujuan untuk membuat lapisan pertama pada pembuatan glove agar hasilnya mudah dicabut dan juga sebagai pengikat lateks. Ketinggian dari permukaaan koagulan ini diatur secara otomatis dengan hidrolik. e. Drying I
Proses drying dilakukan dengan menggunakan coagulant oven. Fungsi
coagulant oven adalah sebagai pengering bahan kimia yang terdapat pada cetakan setelah dicelupkan ke dalam coagulant tank. Suhu standar pada
coagulant oven adalah 1000-1400C. Setelah cetakan sarung tangan dikeringkan pada coagulant oven, suhu cetakan harus diturunkan hinga 600 – 700C dengan menggunakan kipas angin. Penurunan suhu ini dimaksudkan agar cetakan tidak terlalu panas ketika dicelupkan ke dalam lateks tank. Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan sarung tangan yang dicetak bocor.
f. Lateks Dipping
Pencelupan dilakukan pada bak yang berisi larutan lateks (Lateks tank) yang dihasilkan pada proses I (compounding). Pemeriksaan suhu dan tinggi permukaan lateks di lateks tank harus diperhatikan terus menerus karena sangat mempengaruhi kualitas sarung tangan. Temperatur lateks dijaga dalam suhu yang stabil, yaitu sekitar 200 – 330 C dengan cara mengontrol suhu pada electronic reading balance toledo oven.
g. Drying II
Cetakan yang telah dicelupkan pada larutan compound dikeringkan dengan menggunakan oven. Bahan bakar yang digunakan adalah gas LNG dengan suhu sekitar 2000 – 300 0C.
h. Leaching
Proses leaching adalah proses pencucian sarung tangan dengan air pada suhu sekitar 450 – 650 C untuk mengurangi kadar protein, lemak dan sisa-sisa karbonat pada sarung tangan.
i. Drying III
Sarung tangan dikeringkan lagi dengan menggunakan oven pada suhu sekitar 1000– 1500 C.
j. Beading Roll
Proses beading adalah proses pembentukan pergelangan sarung tangan dengan cara memutar bagian bawah cetakan dan juga terdapat beading roll dai atas yang memutar ke depan.
k. Curing (Drying IV)
Proses curing adalah proses pematangan sarung tangan dengan oven. Prosesnya sama dengan proses pengeringan sebelumnya, yaitu pada suhu 1000 – 150 0C.
l. Powdering
Powdering merupakan proses pemberian tepung pada sarung tangan dengan tujuan agar sarung tangan tidak lengket dan memudahkan pencabutan.
m. Drying V
Proses ini dilakukan dengan menggunakan oven sebagai proses pengeringan terakhir sebelum sarung tangan dilepaskan dari cetakan. n. Stripping
Stripping adalah proses pelepasan sarung tangan dari cetakan secara manual dan memasukkannya ke dalam keranjang yang telah diberi label sesuai dengan mutunya. Proses ini harus dilakukan dengan cermat
sehingga pada saat pelepasan, sarung tangan tidak koyak dan cacat. Ini merupakan proses terakhir pada proses pencetakan sarung tangan.
3. Proses Finishing
Tahap pada proses finishing adalah sebagai berikut : a. Proses Tumbling drying
Proses tumbling adalah proses pembersihan sarung tangan dari tepung dan juga untuk mengeringkan sarung tangan hingga kering atau tidak mengandung air lagi. Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin
tumble dryer selama 45 menit pada temperatur 700 C dengan kapasitas 36 kg.
b. Inspection
Pemeriksaan kualitas sarung tangan diatur oleh bagian QC (Quality Control) untuk memisahkan sarung tangan berdasarkan mutunya. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan tes angin, yaitu dengan menghembuskan angin pada sarung tangan dengan menggunakan kompressor.
c. Proses packing
Setelah sarung tangan diperiksa dan dinyatakan bermutu baik oleh bagian QC, sarung tangan selanjutnya dikemas ke dalam kotak kecil dengan isi 100 buah per kotak kecil kemudian dikemas lagi ke dalam karton dengan isi 10 kotak kecil per karton. Bagian packing juga melakukan pemeriksaan terhadap produk yang akan dikemas dengan cara sampling. Jika terdapat produk yang cacat, produk tersebut akan dikembalikan ke
bagian Quality Control untuk ditindak lanjuti. Sarung tangan yang telah dikemas disimpan ke gudang bahan jadi untuk menunggu proses pengiriman.
2.8. Mesin dan Peralatan
2.8.1. Mesin
Mesin produksi adalah semua mesin yang yang secara langsung berperan dalam proses produksi. Beberapa mesin yang digunakan oleh PT Latexindo Toba Perkasa yaitu :
1. Pearl Mill merupakan mesin pengaduk semua bahan pembuat sarung tangan. Gambar Pearl Mill dapat dilihat pada Gambar 2.3.
Gambar 2.3. Pearl Mill
Spesifikasi Mesin : Merek : Bosch 06 F
Ukuran : 1000 x 800 x 1050 mm Daya : 2 HP, 220 V, 50 Hz
Asal : Jerman Jumlah : 4 unit
Kapasitas : 1 ton per pengolahan Putaran : 40 putaran per menit
2. Mesin dipping line untuk mencetak sarung tangan lateks secara otomatis. Gambar mesin dipping line dapat dilihat pada Gambar 2.4.
Gambar 2.4. Mesin Dipping Line
Spesifikasi Mesin :
Kapasitas : 2000 – 4500 mold dalam 1 unit Daya : 10 HP
Jumlah : 14 Unit
3. Tumble Dryer ialah mesin pengering yang berfungsi untuk membersihkan dan mengeringkan sarung tangan.
Spesifikasi mesin : Model : LF 21 c/w
Daya : 10 HP Jumlah : 20 unit
4. Mesin kompresor yang berfungsi untuk mendapatkan kekuatan udara dalam proses pengecekan atau inspeksi.
Spesifikasi Mesin :
Merek : Ingersoll Rand Model : 71T2, 7100 Ukuran : 182,88 x 73,66 x 144,78 cm Voltase : 230 Volt AC Daya : 15 HP Kapasitas : 11 KW 2.8.2. Peralatan
Peralatan yang digunakan oleh PT Latexindo Toba Perkasa adalah sebagai berikut:
1. pH meter untuk mengukur pH cairan yang digunakan.
2. Viscosity cup untuk mengukur viskositas atau kekentalan bahan. 3. Stopwatch untuk menghitung waktu pengurangan suhu cairan. 4. Thermometer untuk mengukur suhu cairan.
5. Mistar untuk mengukur ukuran sarung tangan. 6. Beaker glass untuk mengukur cairan sampel.
7. Tensile strength instrument digunakan untuk menentukan kekuatan tarik dan regangan dari sarung tangan lateks.
8. Tangki Asam Nitrat yang berfungsi sebagai tempat larutan asam nitrat dan memiliki kapasitas 300 L dengan penggunan berjumlah 2 unit.
9. Tangki KOH yang berfungsi sebagai tempat larutan KOH dengan kapasitas 300 L dan jumlah sebanyak 2 unit.
10. Tangki Air yang berfungsi sebagai penyimpanan air dengan kapasitas 200 L dan jumlah sebanyak 1 unit.
11. Lateks Storage Tank yang berfungsi sebagai tempat untuk menimbun lateks yang dibawa dari perkebunan – perkebunan dengan kapasitas 1000 ton dan jumlah sebanyak 6 unit.
12. Tangki Compound yang berfungsi sebagai tempat untuk mencampurkan lateks dengan bahan dispersi dan memiliki kapasistas sebanyak 40 ton.
13. Pearl Mill yang berfungsi sebagai tempat untuk mencampur dan mengaduk bahan-bahan dispersi dan memiliki kapasitas 4 ton.
14. Timbangan digital yang berfungsi sebagai penimbang bahan baku pada saat penerimaan bahan baku di laboratorium.
15. Timbangan duduk ialah peralatan yang berfungsi untuk menimbang sarung tangan yang telah dimasukan ke dalam kotak produk.
16. Trolley ialah alat yang berfungsi sebagai material handling untuk produk di pabrik.
17. Forklift ialah alat yang juga berfungsi sebagai material handling untuk bahan baku di pabrik.