Pada Komoditas Sawit
BAHAN TANAMAN
Kriteria bibit kelapa sawit
Kriteria bibit yang baik meliputi.
• Kualitas : Germinated Seed (GS) atau kecambah
bersertifikat yang dikeluarkan lembaga yang dipilih pemerintah yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit
(PPKS) Medan, BPP Medan dan PT. Socfindo
Indonesia karena menyediakan bibit siap salur yang superior. Hati-hati terhadap penjualan bibit yang tidak jelas asal-usulnya atau bersertifikat palsu atau bibit sapuan dari kebun produksi.
• Varietas hibrida hasil perbanyakan secara generatif. Dura x Pisifera atau Tenera
• Sejak tahun 1990 telah mulai diuji lapangan
16 klon sebagai varietas hasil perbanyakan
Tabel 3. Sumber Bibit dan Potensi Produksi Kelapa Sawit Dalam Negeri
No. Nama Sumber
Benih Alamat Potensi Produksi/Thn (butir) 1. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Jl. Brigjen. Katamso 51 Kp. Baru Medan 20001 40.000 2. PT. Socfindo (Socfin Indonesia) Jl. KL. Yos Sudarso 106 Medan 20115 14.000 3. PT. London
• Saat ini terdapat 12 jenis alternatif bibit hasil
pengembangan teknologi pembibitan yang memiliki
potensi untuk dikembangkan secara komersial (Tabel 4). Pengembangan varietas unggul baik secara generatif
maupun secara vegetatif telah mulai digunakan teknik bioteknologi (kultur jaringan).
• Produsen bibit lainnya : Sinar Mas Group, Asian Agri Group, Sampoerna Group dll.
Tabel 4. Deskripsi Varietas Kelapa Sawit Unggul
Varietas Umum Panen
(Bulan) (ton/ha/Th)TBS OER (%) CPO (ton/ha/Th) (ton/ha/Th)PKO
SP 1 30 23 – 25 23 – 26 5,8 – 6,5 0,49 SP 2 30 24 – 27 23 – 25 6,2 – 6,7 0,51 Dolok Sinumbah 30 23 – 24 23 – 25 5,5 – 6,7 0,56 Bah Jambi 30 22 – 24 23 – 26 5,8 – 6,7 Marihat 30 24 – 25 23 – 2 5 6,2 – 6,4 0,54 RISPA 30 24 – 27 23 – 26 5,3 – 5,5 0,54 La Me 30 27 23 – 26 5,3 – 5,9 0,60 Yangambi 30 25 – 28 23 – 26 5,3 – 5,5 0,62 SOCFIN 24 28,8 28,7 7,8 1,10 Bah Was 26– 30 25 – 30 23 – 26 6,2 – 7,8 -LONSUM - 27,5 – 27,8 4,1–24,3 6,7 -AMI 24 27,07 > 25 9,7
-Keterangan : OER : Oil Extraction Rate
PEMBIBITAN
• Seleksi Lokasi Pembibitan
Beberapa persyaratan yang sebaiknya dimiliki oleh calon lahan antara lain :
1. Dekat dengan sumber air dan bebas dari banjir. 2. Datar sampai agak bergelombang.
3. Dekat dengan areal untuk penanaman dan mudah dijangkau
4. Tanahnya cukup top soil, subur dan gembur.
5. Bebas dari banjir.
6. Letaknya berdekatan dengan sumber tenaga kerja.
7. Perencanaan luas bibitan disesuaikan dengan rencana penanaman.
Pembibitan Pendahuluan (Pre Nursery) dan Pembibitan Utama (Main Nursery)
• Pembibitan Pendahuluan (Pre Nursery)
Petakan bedengan pesemaian/pembibitan pendahuluan berukuran 8 m x 11,2 m, dalam satu satuan naungan terdapat 4 – 6 petakan.
Setiap petakan memuat 1 000 bibit (kecambah). Kecambah ditanam dalam kantong plastik
berukuran 14 cm x 22 cm dengan tebal 0,1 mm. Sebelum kecambah ditanam kantong plastik
tersebut dilubangi dengan diameter 0,5 cm sebanyak 12 lubang.
Tanah yang digunakan sebagai media tanam adalah tanah berasal dari lapisan atas (top soil).
Tanah tersebut terlebih dahulu disaring dengan saringan kurang lebih 1 cm. Satu hari sebelum
waktu penanaman, kantong plastik yang telah berisi tanah disiram agar pada waktu penanaman dapat dipadatkan.
Pemeliharaan
• Pemeliharaan meliputi penyiraman, pemupukan,
pengendalian hama dan penyakit, penjarangan naungan.
Penyiraman dilakukan dua kali satu hari jika tidak ada hujan. Pemupukan dengan menggunakan urea atau pupuk majemuk
dengan dosis 2 g/liter air.
Setelah bibit berumur 2,5 – 3 bulan naungan perlu dihilangkan, agar bibit dapat beradaptasi.
Demikian pula seleksi di persemaian pendahuluan dimulai saat tanaman berumur 2,5 – 3 bulan.
Pembibitan Utama (Main Nursery)
• Pekerjaan yang perlu segera dipersiapkan di
pembibitan utama adalah penyediaan air untuk
penyiraman, pemasangan pipa saluran air 2 – 3 bulan sebelum bibit dipindahkan ke pembibitan utama.
Jarak tanam di pembibitan utama 85 cm x 85 cm x 85 cm, sistem segitiga sama sisi.
• Kantong plastik yang digunakan berukuran 40 cm x 50 cm dengan tebal 0,2 mm, dibuat lubang perforasi berdiameter 0,5 cm dengan jarak 5 cm x 10 cm.
Persiapan Penanaman dan Menanam
Ukuran dan mutu polybag
• Polybag yang digunakan berwarna hitam,
dengan ukuran 50 cm x 40 cm dengan ketebalan 0,2 mm.
• Mutu plastik untuk polybag harus yang baik,
sehingga sampai dengan 12 bulan di lapangan
polybag masih cukup kuat, tidak pecah untuk menahan perlakuan-perlakuan selama
Membuat lubang polybag
• Jumlah lubang pada setiap polybag 36 buah dengan diameter 0,3 cm
• Lubang tersusun dibuat sebagai berikut.
• Setiap polybag terdiri atas 3 baris lubang yang per baris terdiri 6 lubang.
• Jarak antar baris 10 cm dan paling bawah diambil 5 cm dari tepi bawah sehingga bila polybag dibuka dan diisi tanah, lubang terbawah menjadi lubang di dasar polybag.
• Jarak lubang dalam barisan 5 cm.
• Penanaman dalam kantung plastik caranya dengan membuat lubang tanam sebesar kantung plastik di pesemaian pendahuluan dengan menggunakan alat ponjo. Kantung plastik kecil diiris dengan silet pada kedua
belah sisinya , dijaga agar bulatan tanah tidak pecah. Bibit beserta tanah yang dimasukkan ke dalam lubang yang telah dibuat dan
Pemeliharaan tanaman
Penyiraman, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan
penyakit serta seleksi bibit.
• Penyiraman dilakukan dua kali sehari (pagi dan sore) jika curah hujan kurang dari 10 mm.
• Penyiangan dilakukan terhadap gulma di dalam kantong plastik dan di petakan pembibitan. Pada saat penyiangan
sekaligus dilakukan penggemburan tanah. Rotasi penyiangan
• Pemupukan bibit di pembibitan utama
dilakukan dua minggu setelah pemindahan dari pembibitan pendahuluan.
• Pemberian pupuk selang dua minggu, caranya pupuk ditaburkan secara merata di atas
permukaan tanah dalam kantong plastik, pupuk jangan sampai mengenai leher batang bibit.
• Rekomendasi pemupukan di pembibitan utama disajikan pada Tabel 5.
Tabel 5. Rekomendasi Pemupukan dan Pembibitan Utama K S
Umur
(minggu) Dosis (gram/pohon) Total
Campuran
Urea RP MOP Kieserite
18, 20 1,82 1,36 1,36 0,46 5,0
22, 24, 28 3,64 2,73 2,73 0,90 10,0
30, 32, 34, 36 5,45 4,09 4,09 1,37 15,0
38, 40, 42, 44 7,27 5,45 5,45 1,83 20,0
Perhitungan Kebutuhan Bahan Tanaman.
1. kerapatan tanaman di lapang untuk 1 ha = 136 pohon/ha
2. sulaman 10 % , sehingga jumlah bibit diperlukan 150 pohon/ha
3. jumlah bibit afkir di main nursery sekitar 20 %
(serangan hama/penyakit, tumbuh kurang baik dan rusak dalam pengangkutan)
4. seleksi awal pre nursery diperkirakan
5. dalam 1 ha main nursery (pembibitan utama) menghasilkan bibit 16.400 bibit. Jumlah ini
diperkirakan cukup untuk 100 ha penanaman di
lapangan. Pengelolaan pembibitan secara berkelompok lebih menghemat lahan dan biaya pemeliharaan
Seleksi bibit
• Untuk mendapatkan bibit yang baik dan mengurangi biaya pemeliharaan di pembibitan utama.
• Bibit yang diafkir (dibuang adalah bibit yang tumbuh tegak dan kaku, sudut pelepah dengan batang kecil, pelepah muda lebih pendek dari pelepah tua, bibit tumbuh lemah, terserang penyakit dengan
intensitas berat, bentuk anak daun tidak sempurna.
• Seleksi bibit dilakukan pada umur 4 – 8 bulan dan pada saat dipindahkan ke lapangan.