• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN TANAMAN

Dalam dokumen elapa sawit pengantar (Halaman 28-55)

Pada Komoditas Sawit

BAHAN TANAMAN

Kriteria bibit kelapa sawit

Kriteria bibit yang baik meliputi.

Kualitas : Germinated Seed (GS) atau kecambah

bersertifikat yang dikeluarkan lembaga yang dipilih pemerintah yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit

(PPKS) Medan, BPP Medan dan PT. Socfindo

Indonesia karena menyediakan bibit siap salur yang superior. Hati-hati terhadap penjualan bibit yang tidak jelas asal-usulnya atau bersertifikat palsu atau bibit sapuan dari kebun produksi.

Varietas hibrida hasil perbanyakan secara generatif. Dura x Pisifera atau Tenera

• Sejak tahun 1990 telah mulai diuji lapangan

16 klon sebagai varietas hasil perbanyakan

Tabel 3. Sumber Bibit dan Potensi Produksi Kelapa Sawit Dalam Negeri

No. Nama Sumber

Benih Alamat Potensi Produksi/Thn (butir) 1. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Jl. Brigjen. Katamso 51 Kp. Baru Medan 20001 40.000 2. PT. Socfindo (Socfin Indonesia) Jl. KL. Yos Sudarso 106 Medan 20115 14.000 3. PT. London

Saat ini terdapat 12 jenis alternatif bibit hasil

pengembangan teknologi pembibitan yang memiliki

potensi untuk dikembangkan secara komersial (Tabel 4). Pengembangan varietas unggul baik secara generatif

maupun secara vegetatif telah mulai digunakan teknik bioteknologi (kultur jaringan).

Produsen bibit lainnya : Sinar Mas Group, Asian Agri Group, Sampoerna Group dll.

Tabel 4. Deskripsi Varietas Kelapa Sawit Unggul

Varietas Umum Panen

(Bulan) (ton/ha/Th)TBS OER (%) CPO (ton/ha/Th) (ton/ha/Th)PKO

SP 1 30 23 – 25 23 – 26 5,8 – 6,5 0,49 SP 2 30 24 – 27 23 – 25 6,2 – 6,7 0,51 Dolok Sinumbah 30 23 – 24 23 – 25 5,5 – 6,7 0,56 Bah Jambi 30 22 – 24 23 – 26 5,8 – 6,7 Marihat 30 24 – 25 23 – 2 5 6,2 – 6,4 0,54 RISPA 30 24 – 27 23 – 26 5,3 – 5,5 0,54 La Me 30 27 23 – 26 5,3 – 5,9 0,60 Yangambi 30 25 – 28 23 – 26 5,3 – 5,5 0,62 SOCFIN 24 28,8 28,7 7,8 1,10 Bah Was 26– 30 25 – 30 23 – 26 6,2 – 7,8 -LONSUM - 27,5 – 27,8 4,1–24,3 6,7 -AMI 24 27,07 > 25 9,7

-Keterangan : OER : Oil Extraction Rate

PEMBIBITAN

Seleksi Lokasi Pembibitan

Beberapa persyaratan yang sebaiknya dimiliki oleh calon lahan antara lain :

1. Dekat dengan sumber air dan bebas dari banjir. 2. Datar sampai agak bergelombang.

3. Dekat dengan areal untuk penanaman dan mudah dijangkau

4. Tanahnya cukup top soil, subur dan gembur.

5. Bebas dari banjir.

6. Letaknya berdekatan dengan sumber tenaga kerja.

7. Perencanaan luas bibitan disesuaikan dengan rencana penanaman.

Pembibitan Pendahuluan (Pre Nursery) dan Pembibitan Utama (Main Nursery)

Pembibitan Pendahuluan (Pre Nursery)

Petakan bedengan pesemaian/pembibitan pendahuluan berukuran 8 m x 11,2 m, dalam satu satuan naungan terdapat 4 – 6 petakan.

Setiap petakan memuat 1 000 bibit (kecambah). Kecambah ditanam dalam kantong plastik

berukuran 14 cm x 22 cm dengan tebal 0,1 mm. Sebelum kecambah ditanam kantong plastik

tersebut dilubangi dengan diameter 0,5 cm sebanyak 12 lubang.

Tanah yang digunakan sebagai media tanam adalah tanah berasal dari lapisan atas (top soil).

Tanah tersebut terlebih dahulu disaring dengan saringan kurang lebih 1 cm. Satu hari sebelum

waktu penanaman, kantong plastik yang telah berisi tanah disiram agar pada waktu penanaman dapat dipadatkan.

Pemeliharaan

Pemeliharaan meliputi penyiraman, pemupukan,

pengendalian hama dan penyakit, penjarangan naungan.

Penyiraman dilakukan dua kali satu hari jika tidak ada hujan. Pemupukan dengan menggunakan urea atau pupuk majemuk

dengan dosis 2 g/liter air.

Setelah bibit berumur 2,5 – 3 bulan naungan perlu dihilangkan, agar bibit dapat beradaptasi.

Demikian pula seleksi di persemaian pendahuluan dimulai saat tanaman berumur 2,5 – 3 bulan.

Pembibitan Utama (Main Nursery)

Pekerjaan yang perlu segera dipersiapkan di

pembibitan utama adalah penyediaan air untuk

penyiraman, pemasangan pipa saluran air 2 – 3 bulan sebelum bibit dipindahkan ke pembibitan utama.

Jarak tanam di pembibitan utama 85 cm x 85 cm x 85 cm, sistem segitiga sama sisi.

Kantong plastik yang digunakan berukuran 40 cm x 50 cm dengan tebal 0,2 mm, dibuat lubang perforasi berdiameter 0,5 cm dengan jarak 5 cm x 10 cm.

Persiapan Penanaman dan Menanam

Ukuran dan mutu polybag

• Polybag yang digunakan berwarna hitam,

dengan ukuran 50 cm x 40 cm dengan ketebalan 0,2 mm.

• Mutu plastik untuk polybag harus yang baik,

sehingga sampai dengan 12 bulan di lapangan

polybag masih cukup kuat, tidak pecah untuk menahan perlakuan-perlakuan selama

Membuat lubang polybag

Jumlah lubang pada setiap polybag 36 buah dengan diameter 0,3 cm

Lubang tersusun dibuat sebagai berikut.

Setiap polybag terdiri atas 3 baris lubang yang per baris terdiri 6 lubang.

Jarak antar baris 10 cm dan paling bawah diambil 5 cm dari tepi bawah sehingga bila polybag dibuka dan diisi tanah, lubang terbawah menjadi lubang di dasar polybag.

Jarak lubang dalam barisan 5 cm.

• Penanaman dalam kantung plastik caranya dengan membuat lubang tanam sebesar kantung plastik di pesemaian pendahuluan dengan menggunakan alat ponjo. Kantung plastik kecil diiris dengan silet pada kedua

belah sisinya , dijaga agar bulatan tanah tidak pecah. Bibit beserta tanah yang dimasukkan ke dalam lubang yang telah dibuat dan

Pemeliharaan tanaman

Penyiraman, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan

penyakit serta seleksi bibit.

Penyiraman dilakukan dua kali sehari (pagi dan sore) jika curah hujan kurang dari 10 mm.

Penyiangan dilakukan terhadap gulma di dalam kantong plastik dan di petakan pembibitan. Pada saat penyiangan

sekaligus dilakukan penggemburan tanah. Rotasi penyiangan

Pemupukan bibit di pembibitan utama

dilakukan dua minggu setelah pemindahan dari pembibitan pendahuluan.

Pemberian pupuk selang dua minggu, caranya pupuk ditaburkan secara merata di atas

permukaan tanah dalam kantong plastik, pupuk jangan sampai mengenai leher batang bibit.

Rekomendasi pemupukan di pembibitan utama disajikan pada Tabel 5.

Tabel 5. Rekomendasi Pemupukan dan Pembibitan Utama K S

Umur

(minggu) Dosis (gram/pohon) Total

Campuran

Urea RP MOP Kieserite

18, 20 1,82 1,36 1,36 0,46 5,0

22, 24, 28 3,64 2,73 2,73 0,90 10,0

30, 32, 34, 36 5,45 4,09 4,09 1,37 15,0

38, 40, 42, 44 7,27 5,45 5,45 1,83 20,0

Perhitungan Kebutuhan Bahan Tanaman.

1. kerapatan tanaman di lapang untuk 1 ha = 136 pohon/ha

2. sulaman 10 % , sehingga jumlah bibit diperlukan 150 pohon/ha

3. jumlah bibit afkir di main nursery sekitar 20 %

(serangan hama/penyakit, tumbuh kurang baik dan rusak dalam pengangkutan)

4. seleksi awal pre nursery diperkirakan

5. dalam 1 ha main nursery (pembibitan utama) menghasilkan bibit 16.400 bibit. Jumlah ini

diperkirakan cukup untuk 100 ha penanaman di

lapangan. Pengelolaan pembibitan secara berkelompok lebih menghemat lahan dan biaya pemeliharaan

Seleksi bibit

Untuk mendapatkan bibit yang baik dan mengurangi biaya pemeliharaan di pembibitan utama.

Bibit yang diafkir (dibuang adalah bibit yang tumbuh tegak dan kaku, sudut pelepah dengan batang kecil, pelepah muda lebih pendek dari pelepah tua, bibit tumbuh lemah, terserang penyakit dengan

intensitas berat, bentuk anak daun tidak sempurna.

Seleksi bibit dilakukan pada umur 4 – 8 bulan dan pada saat dipindahkan ke lapangan.

Dalam dokumen elapa sawit pengantar (Halaman 28-55)

Dokumen terkait