• Tidak ada hasil yang ditemukan

elapa sawit pengantar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "elapa sawit pengantar"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

(1)

KELAPA SAWIT

KELAPA SAWIT

(2)

Sejarah Perkembangan

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis) berasal dari Afrika barat, merupakan tanaman penghasil utama minyak nabati yang mempunyai produktivitas lebih tinggi dibandingkan tanaman penghasil minyak

nabati lainnya.

(3)

Pada tahun 1853 keempat tanaman tersebut telah berbuah dan bijinya disebarkan secara gratis.

Pada pengamatan tahun 1858, ternyata keempat tanaman tersebut tumbuh subur dan berbuah

lebat. Walaupun berbeda waktu penanaman (asal Bourbon lebih dulu dua bulan), tanaman tersebut berbuah dalam waktu yang sama,

mempunyai tipe yang sangat beragam,

(4)

Setelah 10 tahun diadakan uji coba penanaman kelapa sawit pertama di Indonesia yang dilakukan di

karesidenan Banyumas 14 acre dan di karisidenan Palembang 3 acre (Sumatera Selatan).

Hasil uji coba tersebut menunjukkan bahwa tanaman kelapa telah berbuah paa tahun keempat setelah ditanam dengan tinggi batang 1,5 m, sedangkan di

negeri asalnya baru berbuah pada tahun keenam atau ketujuh.

(5)

Setelah dilakukan penelitian yang lebih lanjut

diketahui bahwa iklim daerah Palembang kurang sesuai untuk pertumbuan kelapa sawit.

Kemudian dikembangkan ke Sumatera Utara, ternyata sungguh baik.

Keunggulan kelapa sawit Sumatera Utara sudah

dikenal sejak sebelum perang dunia ke II dengan varietas Dura Deli (bahasa Inggirs: Deli Dura)

(6)

Pembudidayaan tanaman untuk tujuan komersial baru

dimulai pada tahun 1911 yang tersebar luas di Sumatera Utara, hanya 9,1% di Lampung dan 4,1 % di Aceh.

Pada masa pendudukan Belanda, perkebunan kelapa sawit maju pesat sampai bisa menggeser dominasi ekspor

Negara Afrika waktu itu. Memasuki masa pendudukan Jepang, perkembangan kelapa sawit mengalami

kemunduran. Lahan perkebunan mengalami penyusutan sebesar 16% dari total luas lahan yang ada sehingga

(7)

Pada masa pemerintahan Orde Baru, pembangunan perkebunan diarahkan dalam rangka menciptakan kesempatan keja, meningkatkan kesejahteraan

masyarakat dan sektor penghasil devisa Negara.

Pemerintah terus mendorong pembukaan lahan baru untuk perkebunan. Sampai pada tahun 1980, luas

lahan mencapai 294.560 Ha dengan produksi CPO

(Crude Palm Oil) sebesar 721.172 ton. Sejak itu lahan perkebunan kelapa sawit Indonesia berkembang pesat terutama perkebunan rakyat. Hal ini didukung oleh

(8)

Budidaya Tanaman Kelapa Sawit

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis

Jacq) memiliki taksonomi:

(9)

BATANG

Batang bulat panjang tidak bercabang,

berdiameter : 25 – 75 cm, terus bertambah tinggi selama tanaman hidup

Di Kebun Raya Bogor 140 tahun

(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)

Tahap-tahap Kegiatan Penanaman

Kelapa Sawit

• Sebelum suatu lahan dibuka utk suatu

perkebunan terlebih dahulu dilakukan studi kesesuaian lahan (tanah dan iklim)

berdasarkan syarat-syarat lingkungan tumbuh tanaman kelapa sawit (Tabel 1).

• Tingkat kesesuaian atau kelas tanah

menentukan tingkat penerapan teknik

(22)

Uraian Norma Keterangan

Tumbuh baik dengan selang suhu tersebut. Di atas atau di bawah selang suhu tersebut, produktivitas akan lebih rendah karena rendahnya proses

asimilasi, gagalnya

perkembangan bunga dan pematangan buah

Kelembaban relatif (RH)

> 75 % Kelembaban udara yang rendah memperlambat pertumbuhan dan pembentukan

bunga,sedang pada kelembaban yang tinggi, tanaman rawan

terhadap serangan penyakit

(23)

Uraian Normal Keterangan

2.000 – 2.500 mm Data curah hujan bulanan dan jumlah hari hujan sangat

penting karena berhubungan dengan sifat tanaman yang berbuah sepanjang tahun. Fluktuasi curah hujan secara langsung berkorelasi erat dengan fluktuasi hasil dari bulan ke bulan

Intensitas Cahaya

5 – 7 jam/hari Kawasan dengan curah hujan yang terlalu tinggi, akan

(24)

Tabel 2. Tingkat Kesesuaian Lahan Kelapa Sawit

Persyaratan

  S1 S2 Kelas Kesesuaian LahanS3 N

Temperatur (oC) 25-28 22-25/

28-32 20-22/32-35 < 20/> 35 Curah hujan (mm) 1700-2500 1450-1700/

2500-3500 1250-1450/ 3500-4000 < 1250 / > 4000 Defisit air (mm/thn) 0 - 150 150 - 200 250 - 400 > 400

Hari terpanjang tidak

hujan < 10 < 10 < 10 > 10

Jeluk (cm) >100 50-100 25-50 < 25

Lereng (%) < 8 8-16 16-30 > 30

pH 5,0 – 6,5 4,2 – 5,0 < 4,2

Penyinaran (jam) ≥ 6 ≥ 6 < 6 < 6

(25)

Persyaratan

Kelas Kesesuaian Lahan

S1 S2 S3 N

Topografi Datar

Datar-gelombang berbukit Curam

Lereng (%) 0-15 16-25 25-36 > 36

Solum (cm) > 80 80 60-80 < 60

Dalam air (cm) > 80 60-80 50-60 40-50

Tekstur Lp-lpli Lip-li Plp-li P

Organik (cm) 5-10 5-10 5-10 < 5

Batuan dalam dalam dalam dangkal

Erosi t.a t.a t.a sedikit

Drainase baik baik Agak baik Agak baik

Banjir t.a t.a t.a Sedikit

Pasang surut t.a t.a t.a ada

(26)

Kriteria Kesesuaian

S1: pembatas sangat kecil, tidak menurunkan

hasil nyata

S2 : ada pembatas kecil, berpengaruh

terhadap hasil, perlu input, dapat diatasi petani

S3 : faktor pembatas berat, perlu input lebih

banyak, perlu modal besar dan bantuan pemerintah

(27)

Pada Komoditas Sawit

Daya hasil (ton/ha/tahun) tandan buah segar berdasarkan kelas kesesuaian lahan:

S1 : > 24 ton/ha/th

S2 : 19-24 ton/ha/th

S3 : 13-18 ton/ha/th

(28)

BAHAN TANAMAN

Kriteria bibit kelapa sawit

Kriteria bibit yang baik meliputi.

Kualitas : Germinated Seed (GS) atau kecambah

bersertifikat yang dikeluarkan lembaga yang dipilih pemerintah yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit

(PPKS) Medan, BPP Medan dan PT. Socfindo

(29)

Varietas hibrida hasil perbanyakan secara

generatif. Dura x Pisifera atau Tenera

Sejak tahun 1990 telah mulai diuji lapangan

16 klon sebagai varietas hasil perbanyakan

(30)
(31)

Tabel 3. Sumber Bibit dan Potensi Produksi Kelapa Sawit Dalam Negeri

No. Nama Sumber

Benih

(32)

Saat ini terdapat 12 jenis alternatif bibit hasil

pengembangan teknologi pembibitan yang memiliki

potensi untuk dikembangkan secara komersial (Tabel 4). Pengembangan varietas unggul baik secara generatif

maupun secara vegetatif telah mulai digunakan teknik bioteknologi (kultur jaringan).

Produsen bibit lainnya : Sinar Mas Group, Asian Agri

(33)

Tabel 4. Deskripsi Varietas Kelapa Sawit Unggul

SOCFIN 24 28,8 28,7 7,8 1,10

Bah Was 26– 30 25 – 30 23 – 26 6,2 – 7,8

-LONSUM - 27,5 – 27,8 4,1–24,3 6,7

-AMI 24 27,07 > 25 9,7

-Keterangan : OER : Oil Extraction Rate

(34)

PEMBIBITAN

Seleksi Lokasi Pembibitan

Beberapa persyaratan yang sebaiknya dimiliki oleh calon lahan antara lain :

1. Dekat dengan sumber air dan bebas dari banjir. 2. Datar sampai agak bergelombang.

3. Dekat dengan areal untuk penanaman dan mudah dijangkau

4. Tanahnya cukup top soil, subur dan gembur.

5. Bebas dari banjir.

6. Letaknya berdekatan dengan sumber tenaga kerja.

7. Perencanaan luas bibitan disesuaikan dengan rencana penanaman.

(35)

Pembibitan Pendahuluan (Pre Nursery) dan Pembibitan Utama (Main Nursery)

Pembibitan Pendahuluan (Pre Nursery)

Petakan bedengan pesemaian/pembibitan pendahuluan berukuran 8 m x 11,2 m, dalam satu satuan naungan terdapat 4 – 6 petakan.

Setiap petakan memuat 1 000 bibit (kecambah). Kecambah ditanam dalam kantong plastik

berukuran 14 cm x 22 cm dengan tebal 0,1 mm. Sebelum kecambah ditanam kantong plastik

(36)

Tanah yang digunakan sebagai media tanam adalah tanah berasal dari lapisan atas (top soil).

Tanah tersebut terlebih dahulu disaring dengan saringan kurang lebih 1 cm. Satu hari sebelum

(37)
(38)

Pemeliharaan

Pemeliharaan meliputi penyiraman, pemupukan,

pengendalian hama dan penyakit, penjarangan naungan.

Penyiraman dilakukan dua kali satu hari jika tidak ada hujan. Pemupukan dengan menggunakan urea atau pupuk majemuk

dengan dosis 2 g/liter air.

Setelah bibit berumur 2,5 – 3 bulan naungan perlu dihilangkan, agar bibit dapat beradaptasi.

(39)
(40)

Pembibitan Utama (Main Nursery)

Pekerjaan yang perlu segera dipersiapkan di

pembibitan utama adalah penyediaan air untuk

penyiraman, pemasangan pipa saluran air 2 – 3 bulan sebelum bibit dipindahkan ke pembibitan utama.

Jarak tanam di pembibitan utama 85 cm x 85 cm x 85 cm, sistem segitiga sama sisi.

Kantong plastik yang digunakan berukuran 40 cm x

50 cm dengan tebal 0,2 mm, dibuat lubang perforasi berdiameter 0,5 cm dengan jarak 5 cm x 10 cm.

(41)

Persiapan Penanaman dan Menanam

Ukuran dan mutu polybag

Polybag yang digunakan berwarna hitam,

dengan ukuran 50 cm x 40 cm dengan ketebalan 0,2 mm.

Mutu plastik untuk polybag harus yang baik,

sehingga sampai dengan 12 bulan di lapangan

polybag masih cukup kuat, tidak pecah untuk menahan perlakuan-perlakuan selama

(42)

Membuat lubang polybag

Jumlah lubang pada setiap polybag 36 buah dengan

diameter 0,3 cm

Lubang tersusun dibuat sebagai berikut.

Setiap polybag terdiri atas 3 baris lubang yang per

baris terdiri 6 lubang.

Jarak antar baris 10 cm dan paling bawah diambil 5

cm dari tepi bawah sehingga bila polybag dibuka dan diisi tanah, lubang terbawah menjadi lubang di dasar polybag.

Jarak lubang dalam barisan 5 cm.

(43)

Penanaman dalam kantung plastik caranya

dengan membuat lubang tanam sebesar kantung plastik di pesemaian pendahuluan dengan menggunakan alat ponjo. Kantung plastik kecil diiris dengan silet pada kedua

belah sisinya , dijaga agar bulatan tanah tidak pecah. Bibit beserta tanah yang dimasukkan ke dalam lubang yang telah dibuat dan

(44)
(45)
(46)

Pemeliharaan tanaman

Penyiraman, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan

penyakit serta seleksi bibit.

Penyiraman dilakukan dua kali sehari (pagi dan sore) jika

curah hujan kurang dari 10 mm.

Penyiangan dilakukan terhadap gulma di dalam kantong

plastik dan di petakan pembibitan. Pada saat penyiangan

sekaligus dilakukan penggemburan tanah. Rotasi penyiangan

(47)
(48)

Pemupukan bibit di pembibitan utama

dilakukan dua minggu setelah pemindahan dari pembibitan pendahuluan.

Pemberian pupuk selang dua minggu, caranya

pupuk ditaburkan secara merata di atas

permukaan tanah dalam kantong plastik, pupuk jangan sampai mengenai leher batang bibit.

Rekomendasi pemupukan di pembibitan

(49)
(50)

Perhitungan Kebutuhan Bahan Tanaman.

1. kerapatan tanaman di lapang untuk 1 ha = 136 pohon/ha

2. sulaman 10 % , sehingga jumlah bibit diperlukan 150 pohon/ha

3. jumlah bibit afkir di main nursery sekitar 20 %

(serangan hama/penyakit, tumbuh kurang baik dan rusak dalam pengangkutan)

4. seleksi awal pre nursery diperkirakan

5. dalam 1 ha main nursery (pembibitan utama) menghasilkan bibit 16.400 bibit. Jumlah ini

diperkirakan cukup untuk 100 ha penanaman di

lapangan. Pengelolaan pembibitan secara berkelompok lebih menghemat lahan dan biaya pemeliharaan

(51)

Seleksi bibit

Untuk mendapatkan bibit yang baik dan mengurangi

biaya pemeliharaan di pembibitan utama.

Bibit yang diafkir (dibuang adalah bibit yang tumbuh

tegak dan kaku, sudut pelepah dengan batang kecil, pelepah muda lebih pendek dari pelepah tua, bibit tumbuh lemah, terserang penyakit dengan

intensitas berat, bentuk anak daun tidak sempurna.

Seleksi bibit dilakukan pada umur 4 – 8 bulan dan

(52)
(53)
(54)
(55)

JARAK TANAM & KERAPATAN TANAM

Pada umumnya segitiga sama sisi

Jarak Tanam ditentukan :

(56)

Secara umum jarak tanam yang dianjurkan sbb :

Pd daerah dmn serangan Ganoderma cukup tinggi dianjurkan

jarak tanam dgn kerapatan 148-150 pk/ha yg bertujuan utk mempertahankan populasi tan yg produktif sampai umur 25 thn.

Dalam barisan (m) Antar barisan (m) Kerapatan (pk/ha)

9,42 8,16 128,130

9,10 7,70 140,143

(57)

Pada areal berbukit :

Areal berbukit dan berkontour :

Arah barisan tan. mengikuti kontour, jarak antara kontour ad.proyeksi dr jarak antara barisan, jarak dalam barisan sedapat mungkin sama dgn jarak dalam barisan

sebenarnya.

Areal berbukit tanpa kontour :

(58)

PERSIAPAN PENANAMAN

Areal yg bisa ditananami adalah :

areal yg tan. penutup tnhnya (leguminosa) tlh menutup sempurna, atau min. 40%.

Rencana penanaman harian :

- rencana luas lahan yg akan ditanam

- jlh bibit yg akan ditan. setiap hari (berdsrkan areal yg dpt di tan. perhari)

- menentukan tempat penyimpanan bibit

Pengangkutan bibit ke lapangan:

Dua minggu sblm bibit diangkut ke lap, bibit diputar agar akar menembus tnh terputus dan tlh beregenerasi

Sblm diangkut bibit disiram jenuh air. Bibit yg ditanam di lap. telah

(59)
(60)

Membuat lobang tanam:

(61)

Menanam :

(62)

Teknik Menanam Kelapa Sawit

Lobang tan. yg tlh ada, diukur terlebih dulu dgn mal lobang, apakah

ukuran lobang tlh sesuai dgn yg ditentukan

Lobang tan. yg tlh tersedia ditimbun sedikit dgn tnh dan ditabur

pupuk RP sebanyak 250 gram

Dsr kantong plastik disayat lalu bibit dimskkn ke dlm lobang tanSetelah letak bibit benar2 tegak, bhgn samping polibag disayat dr

bwh ke atas, lau ditarik ke atas

Bibit ditimbun dgn top soil, dipadatkan lalu ditabur pupuk RP 250

gram

Bibit ditimbun dgn tanah bwh , dipadatkan hingga letak bibit benar2

kokoh (tegak lurus 90˚)

Piringan dibuka selebar 1,0 m, sebagai dasar pringan tan.

Polybag bekas digantung dekat bibit baru ditanam dgn bambu bekas

(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)

Tanaman Penutup Tanah

Legume (LCC=legume cover crop)

Syarat : mudah diperbanyak (biji, stek),

perakaran dangkal, pertumbuhan cepat daun banyak, tahan : pangkas, kering, naungan,

(69)

Macam Penutup Tanah

Menjalar : diantara barisan tanaman,

pelindung tebing, bersifat permanen

Pelindung perdu : di antara barisan TBM,

(70)

Jenis LCC Tipe Menjalar pada Perkebunan Kelapa Sawit

Centrosema pubescensPueraria javanica

Calopoginium mucunoidesPsopocarphus polustris

(71)
(72)
(73)
(74)

Jenis LCC Tipe Pelindung Perdu pada Perkebunan Kelapa Sawit

Flemingia congesta

Crotalaria anagyroidesTephrosia vogelii

(75)
(76)
(77)
(78)
(79)

Penanaman LCC secara campuran dari berbagai jenis

lebih menguntungkan dari pada hanya menggunakan 1 jenis LCC

Seleksi LCC: perlu dilakukan sebelum dilakukan

penanaman, seleksi dilakukan melalui pengujian daya kecambah

Tujuan seleksi LCC: mengetahui kemurnian dan

persentase pertumbuhan dari LCC sehingga akan didapatkan pertumbuhan di lahan yang baik

Tingkat pertumbuhan minimum beberapa jenis

kacangan: Calopoginium mucunoides (40%),

Calopogonium caeruleum (30%), Pueraria javanica (60%), Mucuna conchinchinensis (75%)

Apabila persentase pertumbuhan di bawah standar,

(80)

Contoh Kebutuhan Benih LCC

Pada penanaman LCC secara campuran

kebutuhan benihnya sebagai berikut:

(81)

Kegunaan LCC

Menahan pukulan hujanMenahan laju air limpasanMenambah N

Menambah BO (memperbaiki sifat fisik, kimia, biologi

tanah)

Melindungi permukaan tanah dari erosiMengurangi pencucian unsur hara

(82)

Dampak Negatif LCC

Persaingan dengan tanaman pokok

Mengganggu tanaman pokok

Sebagai tempat bersarang tikus

Kadang menjadi inang dari bakteri, virus, dan

(83)

Beberapa Perlakuan Sebelum Penanaman Benih LCC

Perendaman benih dalam air hangat: dilakukan

selama 2 jam pada suhu 750C

Direndam dalam larutan glycerin: selama 2 jam pada

suhu 600C

Direndam dalam larutan asam (asam sulfat): selama

8-15 menit

Penipisan kulit benih (skarifikasi)

Supaya pertumbuhan dan perkembangan LCC

(84)

P A N E N

Kelapa sawit telah dapat menghasilkan pada

umur 30 bulan setelah tanam.

Jumlah pohon yang dapat dipanen per hektar

sebanyak 60%.

Dipilih tandan yang buahnya sudah masak

dengan tanda adanya sejumlah buah merah yang jatuh (brondol ).

Cara panen dengan memotong tandan buah.

(85)

Pelaksanaan panen dan pengumpulan hasil

Lazimnya pemikul buah adalah pemanen yg

memotong tandan buah

Untuk memudahkan potong buah pelepah

daun di bawah buah dipotong terlebih dahulu (songgo satu atau songgo dua)

Semua brondolan dikumpulkan

Buah dan brondolan diangkut ke TPH,

Selanjutnya buah dan brondolan diangkut ke

(86)
(87)
(88)

Mutu panen

Fraksi Jumlah brondolan KematanganTingkat

(89)

Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu panen

Jenis dan umur tanaman

Iklim di lingkungan

Hama dan penyakit

Kultur teknis

Pemanenan

(90)

Hasil rendemen dan ALB akibat lamanya penginapan brondolan

Lamanya menginap

(hari) Rendemen minyak terhadap buah (%) ALB(%)

0 50,44 3,90

1 50,60 5,01

2 50,73 6,09

(91)

Prosesing

Perebusan TBS

Perontokan dan pelumatan buah

Pemerasan atau ekstraksi minyak sawit

Pemurnian dan penjernihan kelapa sawit

Pengeringan dan pemecahan biji

(92)

Produksi dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit adalah :

Tandan buah segar (TBS) merupakan bunga betina

kelapa sawit yang dipanen dan biasa juga disebut dengan tandan atau buah.

Minyak sawit kasar adalah hasil pengolahan TBS di

pabrik pengolahan yang biasa disebut dengan CPO (Crude Palm Oil)

• Inti sawit adalah hasil pengolahan TBS di pabrik

pengolahan yang biasa disebut dengan PKO (Palm Kernel Oil).

(93)
(94)
(95)
(96)
(97)

Gambar

Tabel 1. Kesesuaian Iklim untuk Kelapa Sawit
Tabel 3. Sumber Bibit dan Potensi Produksi               Kelapa Sawit Dalam Negeri
Tabel 5. Rekomendasi Pemupukan dan            Pembibitan Utama K S

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penulisan tugas akhir ini dibuat sebagai salah satu syarat kelulusan untuk dapat menyelesaikan proses pembelajaran dalam jenjang Sarjana (S-1) pada Program Studi

Hasil penelitian menunjukkan galur yang toleran tanah masam memiliki karakter ASI yang lebih kecil dan umur berbunga jantan dan betina yang lebih cepat.. Kata Kunci :

Dengan menggunakan analogi terhadap pembahasan tentang metode Euler dan metode Leap-Frog pada bab yang lalu, maka kita dapat menyimpulkan bahwa ketelitian untuk metode ini

Negara maju sudah memasuki abad informasi dengan membentuk masyarakat informasi ( information society ), bahkan lebih dari itu masyarakatnya bukan hanya informasi, namun

Data yang didapat pada pembahasan diatas kemudian di perjelas dengan penjelasan mengenai jenis-jenis kapal yang dipakai pada tiap babak sejarah kemaritiman indonesia yang nantinya

Pengembangan Desa Wisata Bahari dalam rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir (Pendampingan dan Penerapan Community Based Tourism/CBT di Pekon Tejang Pulau

Menjadikan website sebagai majelis tampaknya memang masih merupakan hal yang baru, namun ‘pembenaran’ akan hal ini setidaknya dapat dilihat dari dua sisi: pertama, PV

1) Dari segi teori, belum ada yang mengungkap aspek-aspek matematika dalam kajian ethnomathematics pada masyarakat adat Baduy, khususnya pada aktivitas