BAB IV...................................................................................................................... 65
4.3 Pembahasan
Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil berupa mesin pengering keripik gendar yang baik tanpa adanya kendala dan dapat digunakan untuk membantu proses pengeringan keripik gendar di masyarakat. Dari Gambar 4.1 diagram P-h R-22 dapat disimpulkan bahwa karakteristik dari mesin pengering menggunakan siklus kompresi uap yang dipergunakan pada mesin pengering kerpik gendar yang memberikan waktu pengeringan tercepat yakni menggunakan kipas.
Sehingga diperoleh hasil besarnya kalor yang diserap evaporator (Qin) sebesar 130,27 kJ/kg, sedangkan untuk hasil besarnta kalor yang dilepas kondensor (Qout) sebesar 159,74 kJ/kg. Besarnya kerja kompresor per satuan massa refrigeran (Win) sebesar 29,47 kJ/kg. Hasil dari Ideal Coefficient of Performance (COPideal) adalah sebesar 5,76 sedangkan hasil dari Actual Coefficient of Performance (COPaktual) adalah sebesar 4,42. Efisiensi yang mampu dihasilkan sebesar 76,72%. Dan laju aliran massa refrigeran sebesar 0,044 kg/s.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa mesin pengering keripik gendar ini dapat bekerja dengan baik, dan terus menerus tanpa suatu kendala atau overheat pada saat proses pengeringan keripik gendar berlangsung, dan menghasilkan data yang baik. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.1 sampai dengan Tabel 4.2. Waktu yang dihasilkan dari mengeringkan 10 kg keripik gendar dengan menggunakan kipas memerlukan waktu 288 menit dengan massa air yang berhasil diuapkan (ΔW) dari keripik gendar sebesar 0,00252 kgair/kgudara. Sedangkan tanpa menggunakan kipas dengan berat yang sama memerlukan waktu sebesar 352 menit dengan massa air yang berhasil diuapkan dari keripik gendar
(ΔW) sebesar 0,002517 kgair/kgudara. Dari Tabel 4.1 sampai dengan Tabel 4.2 diperoleh keterangan bahwa rata-rata laju pengeringan mesin keripik gendar pada variasi tanpa kipas sebesar 0,0063 kgair/kgudara, lalu rata-rata laju pengeringan mesin keripik gendar pada variasi dengan 1 kipas sebesar 0,0074 kgair/kgudara, bahwa rata-rata laju aliran massa udara pada mesin keripik gendar pada variasi tanpa kipas sebesar 2,5115 kgair/kgudara, lalu rata-rata laju aliran massa udara pada mesin keripik gendar pada variasi dengan 1 kipas sebesar 2,2483 kgair/kgudara. pada Tabel 4.1 sampai dengan Tabel 4.2 diperoleh juga rata-rata debit aliran udara pada mesin keripik gendar pada variasi tanpa kipas sebesar 2,0920 m3/menit, lalu rata-rata debit aliran udara pada mesin keripik gendar pada variasi 1 kipas sebesar 1,8736 m3/menit.
Gambar 4.3 Grafik penurunan berat keripik gendar waktu ke waktu (tanpa kipas)
Gambar 4.4 Grafik penurunan berat keripik gendar dari waktu ke waktu (dengan kipas)
Gambar 4.5 Grafik penurunan berat keripik gendar dari waktu ke waktu
Pada Gambar 4.5 disajikan grafik penurunan berat keripik gendar dari waktu ke waktu. Dari Gambar 4.5 dapat dilihat bahwa untuk mencapai berat total keripik gendar kering tanpa kipas membutuhkan waktu selama 352 menit, sedangkan pengeringan keripik gendar dengan tambahan 1 buah kipas di dalam ruang pengering membutuhkan waktu selama 288 menit. Berat keripik gendar yang dicapai untuk kedua variasi sebesar 4,5 kg. Adanya kipas dalam ruangan pengering
berpengaruh terhadap laju pengeringan keripik gendar. Hal ini mengakibatkan, sirkulasi udara di dalam ruang pengering menjadi lebih cepat. Dengan kondisi tersebut, air yang melekat pada keripik gendar menjadi lebih cepat terambil oleh sirkulasi udara panas sehingga keripik gendar menjadi lebih cepat kering. Dapat disimpulkan bahwa pengeringan yang paling optimal yaitu menggunakan mesin pengering variasi 1 buah kipas, dimana dapat dilihat pada menit ke 288 massa keripik gendar sudah berkurang 5,67 kg dari massa awal keripik gendar 10 kg menjadi 4,33 kg. Tambahan 1 buah kipas di dalam ruang pengering menyebabkan aliran udara di ruang pengering semakin cepat. Semakin besar laju aliran massa udara panas yang mengalir maka akan semakin besar kemampuannya untuk menguapkan massa air dari keripik gendar, namun berbanding terbalik dengan suhu udara semakin menurun.
80 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Hasil penelitian mesin pengering keripik gendar dengan sistem tertutup yang telah dilakukan, diperoleh beberapa kesimpulan yaitu :
a. Mesin pengering keripik gendar hasil rakitan dapat bekerja dengan baik dan digunakan untuk membantu proses pengeringan dengan praktis, aman, ramah lingkungan dan dapat bekerja kapan saja tanpa bergantung pada waktu dan kondisi cuaca.
b. Karakteristik mesin siklus kompresi uap pada mesin pengering keripik gendar yang memberikan waktu pengeringan keripik gendar tercepat memiliki kondisi udara yang memasuki ruang pengering keripik gendar rata-rata bersuhu 48,44ᵒC.
Besarnya kalor yang diserap evaporator (Qin) sebesar 130,27 kJ/kg, sedangkan besarnya kalor yang dilepas kondensor (Qout) sebesar 159,74 kJ/kg. Besarnya kerja kompresor per satuan massa refrigeran (Win) sebesar 29,47 kJ/kg, dengan unjuk kerja sesungguhnya (COPaktual) adalah 4,42 dan unjuk kerja ideal mesin siklus kompresi uap (COPideal) adalah 5,76. Efisiensi yang mampu dihasilkan sebesar 76,72%.
c. Mesin pengering keripik gendar disaat digunakan mampu mengeringkan keripik gendar sebanyak 10 kg dengan menggunakan kipas memerlukan waktu selama 288 menit, dan sedangkan tanpa kipas memerlukan waktu selama 352 menit.
5.2 Saran
Dari hasil penelitian mesin pengering keripik gendar sistem udara tertutup memakai variasi kipas dan tanpa kipas yang telah dilakukan ada beberapa saran yang dapat dikemukakan :
a. Perlu diperhatikan untuk desain pada lemari mesin pengering dan lemari pengering, perlu disesuaikan dengan kebutuhan yang akan digunakan untuk penelitian agar tidak terjadi kesalahan saat melakukan penelitian.
b. Perlu diperhatikan saat pembentukan pada lemari mesin pengering dan lemari pengering agar semua sisi dapat tertutup rapat dan tidak ada celah agar kalor yang dihasilkan dapat maksimal dan tidak ada yang terbuang.
c. Perlu diperhatikan juga saat penempatan rak untuk objek yang dikeringkan supaya jarak rak tidak menghabiskan tempat dan udara dapat tersirkulasi dengan baik saat melewati objek keripik gendar.
d. Perlu ditambahkan kipas/fan yang berguna untuk mempercepat laju pengeringan keripik gendar dan laju aliran massa udara. Selain itu penambahan kipas ini juga berfungsi untuk membuat sirkulasi udara di dalam lemari pengering keripik gendar menjadi turbulen yang menyebabkan uap air dari keripik gendar akan lebih cepat terambil dan panas yang keluar dari kondensor dapat terdistribusi merata ke seluruh keripik gendar yang berada di dalam lemari pengering.
e. Agar suhu udara menjadi lebih dingin, maka sirip pada evaporator harus lebih dirapatkan dan suhu kerja pada evaporator diturunkan.
DAFTAR PUSTAKA
Bernando, Zakaria. dan Ambarita, Himsar., 2014, Rancang Bangun Kompresor Dan Pipa Kapiler Untuk Mesin Pengering Pakaian Sistem Pompa Kalor Dengan Daya 1 PK. Jurnal Fakultas Teknik Mesin USU, Vol 9, No 1 (2014) : jurnal e-Dinamis
http://jurnal.usu.ac.id/index.php/edinamis/article/view/9540
Senja, Johanito Dela. 2018. Mesin Pengering Briket Sistem Udara Tertutup Menggunakan Komponen Utama AC Split Dengan Variasi Kipas
Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.
Intang, Ambo dan Nursiwan. 2017, Analisa Eksergi Sistem Pompa Panas Pengering Pakaian Kapasitas 7 Kg Pada AC ¾ PK. Jurnal Teknik Mesin Fakultas Teknik. Palembang : Universitas Tamansiswa
Purwadi, PK. dan Kusbandono Wibowo., 2015, Mesin Pengering Pakaian Energi Listrik Dengan Mempergunakan Siklus Kompresi Uap. Jurnal Seminar Nasional Tahunan Teknik mesin XIV (SNTTM XIV), (2015) http://
eprints.unlam.ac.id/770/
Purwadi, PK, dkk (2018), Mengembangkan Industri Briket dengan Mempergunakan Mesin Pengering Briket Energi Listrik, Abdimas Altruis Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol. 1, No. 2, (2018), https://e-journal.usd.ac.id/index.php/ABDIMAS/article/view/1750
Purwadi, PK, dan Kusbandono, W., (2016) Pengaruh Kipas terhadap Waktu dan Laju Pengeringan Mesin Pengering Pakaian, Teknoin Jurnal Teknologi Industri, Vol. 22, No 7 (2016), Fakultas Industri UII, Yogyakarta, https://
journal.uii.ac.id/jurnal-teknoin/article/view/8086
Purwadi, PK, (2017), Mesin Pengering Kapasitas Limapuluh Baju Sistem Tertutup, Jurnal Ilmiah Widya Teknik, Vol 16, N0 2 (2017), Universitas Widya Mandala Surabaya, http://journal.wima.ac.id/index.php/teknik/about/
editorialTeam
Purwadi, PK, Wibowo Kusbandono, (2016), Inovasi Mesin Pengering Pakaian yang Praktis, Aman dan Ramah Lingkungan, Jurnal Ilmiah Widya Teknik
Volume 15 Nomor 2 (2016), Universitas Widya Mandala
Surabaya, https://www.neliti.com/id/publications/231897/inovasi-mesin-pengering-pakaian-yang-praktis-aman-dan-ramah-lingkungan
Purwadi, PK, Wibowo Kusbandono, (2017), Peningkatan waktu pengeringan dan laju pengeringan pada mesin pengering pakaian energi listrik, Prosiding
Seminar Nasional ReTII ke 11 2016,
https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/494
Wijaya, Cyrillus Adi. 2018. Mesin Pengering Pakaian Sistem Tertutup Menggunakan Komponen AC Split dengan Variasi Jumlah Kipas Yang Ada Di Ruang Pengering. Yogyakarta : Sanata Dharma.
Wijaya, Kurniandy. dan Purwadi PK., 2016, Mesin Pengering Handuk Dengan Energi Listrik. Jurnal Fakultas Teknik Mesin UNS, Vol 15, No 2 (2016) MEKANIKA Majalah Ilmiah Teknik Mesin
http://jurnal.ft.uns.ac.id/index.php/mekanika/article/view/419/178
LAMPIRAN
a. Gambar mesin pengering keripik gendar
Gambar L. 1 Mesin pengering keripik gendar
Gambar L. 2 Kondensor dan evaporator
Gambar L. 3 Diagram P-h yang memberikan pengeringan keripik gendar tercepat
Gambar L. 4 Psychrometric Chart data dengan kipas menit ke-30