HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3) Bahasa pada Buku
Perbaikan yang dilakukan pada bahasa buku yaitu penggunaan bahasa dalam penyampaian materi dan cerita anak. Penggunaan bahasa disesuaikan dengan ejaan. Penggunaan bahasa masih terlalu tinggi untuk anak-anak, sehingga perlu dilakukan perbaikan menjadi bahasa yang lebih baik, ringan, komunikatif, dan sederhana.
4) Isi Buku
Berdasarkan saran perbaikan dari ahli maupun guru, dilakukan perbaikan pada isi buku cerita anak berbasis pendidikan karakter. Perbaikan yang dilakukan yaitu dengan mengurangi materi yang bersifat teoretis diganti dengan materi yang bersifat praktis, yaitu dengan menambahkan contoh-contoh karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Hasil perbaikan yang dilakukan diharapkan untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi buku. Berikut susunan isi buku cerita anak berbasis pendidikan karakter.
(1) Panduan Membaca Cerita Anak
Panduan ini merupakan pengantar untuk memahami cerita anak dan materi pendidikan karakter. Panduan ini berisi langkah-langkah yang harus diikuti anak untuk membaca dan memahami cerita. Sebelum dilakukan perbaikan, halaman panduan membaca buku cerita anak diberi judul sub bab “Tata Tertib Membaca Buku Cerita” kemudian diubah menjadi “Panduan Membaca Buku Cerita”. Tujuannya agar anak mengerti tata cara membaca buku cerita. Anak akan lebih mudah membaca cerita yang disajikan. Perbaikan pada panduan membaca buku cerita dapat dilihat pada gambar 4.4 berikut.
(2) Materi Pendidikan Karakter
Bagian kedua ini membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi pendidikan karakter. Materi disampaikan secara komunikatif dan menggunakan bahasa sederhana. Materi disesuaikan dengan tingkatan umur sasaran pembaca. Perbaikan pada panduan membaca buku cerita dapat dilihat pada gambar 4.5 berikut.
Gambar 4.4 Materi Pendidikan Karakter Sebelum dan Sesudah Perbaikan
(3) Cerita Anak
Bagian ketiga ini disajikan cerita anak berbasis pendidikan karakter. Perbaikan yang dilakukan yaitu pada kaidah penulisan teks cerita anak dan kesalahan pada ejaan maupun penyusunan kalimat yang kurang baik. Pada bagian ini disertai gambar-gambar agar cerita yang disajikan lebih jelas. Perbaikan juga
terdapat pada penulisan contoh-contoh tindakan pendidikan karakter pada cerita anak yang disajikan. Pendidikan karakter tersebut disajikan dengan font miring dan tinta biru agar lebih jelas. Perbaikan pada panduan membaca buku cerita dapat dilihat pada gambar 4.6 berikut.
Gambar 4.4 Contoh Pendidikan Karakter Sebelum dan Sesudah Perbaikan
(4) Nilai-Nilai Pendidikan Karakter
Bagian keempat ini membahas tentang nilai-nilai pendidikan karakter di seriap cerita anak yang disajikan. Cerita ini akan mengungkap pendidikan karakter dan disertai dengan contoh-contoh perilaku pada setiap cerita. Perbaikan yang dilakukan yaitu pada penulisan kaidah ejaan yang benar.
(5) Refleksi
Bagian kelima ini membahas refleksi cerita. Pada bagian ini lebih mengutamakan renungan anak setelah membaca cerita dan tindakan yang harus dilakukan. Perbaikan yang dilakukan yaitu pada penulisan kaidah ejaan yang benar.
4.2. Pembahasan
Bagian pembahasan ini akan dibahasa mengenai kelebihan dan kekurangan pada buku cerita anak berbasis pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar tingkat tinggi telah peneliti susun. Adapun pemaparannya adalah sebagai berikut.
4.2.1 Keunggulan Buku Cerita Anak Berbasis Pendidikan Karakter bagi Sekolah Dasar Tingkat Tinggi
Buku cerita anak yang berbasis pendidikan karakter yang peneliti susun memiliki beberapa keunggulan, baik keunggulan yang dilihat dari segi bentuk fisik maupun isi buku. Berdasarkan bentuk fisik, buku cerita anak disajikan dengan ukuran yang standar dan mudah dibawa dengan ketebalan buku yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Selain itu, buku cerita ini lebih menarik dibandingkan dengan buku cerita anak yang lain karena didesain sedemikian rupa dengan perpaduan ilustrasi gambar, warna, dan tulisan yang dapat menarik minat pembaca, sehingga siswa senang dalam mempelajari buku cerita anak berbasis pendididikan karakter.
Berdasarkan isi, buku buku cerita anak berbasis pendididikan karakter memiliki keunggulan yaitu menyajikan materi pendidikan karakter dengan bahasa yang sederhana, disertai nilai-nilai pendidikan karakter, refleksi yang disampaikan berupa renungan yang harus dilakukan siswa, permainan kata yang mengasah pendidikan karakter. Permainan kata ini menjadi unggulan peneliti karena jarang sekali buku cerita yang disertai dengan permainan kata. Permainan kata bertujuan untuk mengurangi kejenuhan saat membaca cerita. Permainan kata yang disajukan bervariasi dan berbeda di setiap cerita. Bahasa yang digunakan sederhana dan komunikatif sehingga siswa diajak berbicara dengan buku yang dibaca.
Kelebihan buku cerita anak ini selain dapat digunakan oleh siswa SD, dapat juga digunakan sebagai referensi guru untuk mengajar dalam pembelajaran sastra. Namun, tidak menutup kemungkinan buku cerita anak ini pun dapat digunakan oleh pelajar secara umum maupun masyarakat umum. Dengan adanya buku cerita anak ini diharapkan siswa dapat belajar mengenai pendidikan karakter tanpa unsur paksaan.
4.2.2 Kekurangan Buku Cerita Anak Berbasis Pendidikan Karakter bagi SD Tingkat Tinggi
Selain memiliki keunggulan, buku cerita anak berbasis pendidikan karakter juga memiliki kekurangan, yaitu banyak kesalahan ejaan. Penggunaan bahasa pun masih kurang baik sehingga ada bagian-bagian tertentu yang mungkin sulit dipahami oleh siswa. Sementara itu, kreativitas peneliti yang dituangkan dalam buku cerita anak masih minim karena kurangnya pengalaman peneliti
dalam penyusunan buku. Cerita anak merupakan karangan peneliti sendiri sehingga kekurangan dan kesalahan ejaan. Setelah perbaikan diharapkan buku cerita anak ini dapat diterima siswa SD tingkat tinggi dengan baik.
4.3 Keterbasan Peneliti
Penelitian ini telah diusahakan agar sesuai dengan prosedur penelitian dan pengembangan yang peneliti lakukan. Kekurangan dan keterbatasan dalam penelitian perlu diungkapkan agar tidak terjadi salah persepsi. Keterbatasan yang dimaksud menyangkut beberapa aspek, yaitu: (1) sumber data, (2) instrumen penelitian, (3) pengujian prototipe buku cerita, (4) bahan penyerta penyusunan buku cerita, dan (5) biaya dan waktu. Uraian dari kelima aspek tersebut adalah sebagai berikut.