• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHASA SURAT 1 Bahasa Surat

Dalam dokumen MODUL PROSEDUR ADMINISTRASI (Halaman 33-35)

Melalui bahasa, manusia dapat mengkomunikasikan 3 hal yaitu buah pikiran, perasaan dan sikapnya terhadap sesuatu hal. Bahasa, termasuk ejaan dan tanda baca, merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam berkomunikasi secara tertulis. Bahasa surat yang baik dapat membuat orang lain semakin antusias untuk membaca surat.

Bahasa surat adalah bahasa tulis, dalam arti lambang yang digunakan dan komunikasi yang menggunakan media surat adalah lambang bahasa. Oleh sebab itu sebuah surat harus memenuhi syarat-syarat bahasa dan disusun dalam suatu komunikasi yang baik, agar pembicaraan mudah dipahami oleh si penerima surat. Selain itu, harus dipahami pula bahwa cara bertutur seseorang juga mencerminkan kepribadian orang tersebut. Karena itu bertutur dengan baik melalui surat merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam penulisan surat.

Dalam penulisan surat urutan setiap masalah harus dibuat sedemikian rupa sesuai dengan urutan logika. Caranya ialah:

a. Pakailah paragraf pertama sebagai pengantar masalah yang hendak dibicarakan dalam surat.

b. Kemukakan masalah pertama pada paragraf kedua.

c. Setiap masalah baru hendaklah dikemukakan pada paragraf berikutnya.

d. Apa yang sudah dibicarakan pada paragraf sebelumnya jangan diulang lagi pada paragraf berikutnya.

e. Sebaiknya apa yang akan dibicarakan pada paragraf selanjutnya jangan diuraikan pada paragraf sebelumnya.

f. Akhiri surat dengan paragraf penutup.

Suatu karangan formal, terutama karangan seperti surat, bahasanya harus jelas, lugas, dan umum (memasyarakat). Selain ketiga syarat utama itu, penulis surat hendaknya juga memperhatikan kata-kata yang baku, pemakaian ejaan yang disempurnakan secara benar. Dengan bahasa yang jelas, pesan yang akan disampaikan oleh pengirim kepada penerima akan dipahami secara efektif.

Yang dimaksud dengan bahasa yang jelas adalah bahasa yang tidak kabur, mudah dipahami oleh pembaca dan tidak memberi peluang untuk ditafsirkan secara berbeda. Bahasa dikatakan jelas jika dua orang atau lebih mempunyai penafsiran yang sama tentang suatu maksud. Bahasa yang lugas artinya bahasa yang sederhana, bersahaja (simple), langsung pada permasalahan. Kalimat yang lugas diwujudkan dengan pemakaian bahasa yang padat dan hemat, namun tetap mengandung makna yang lengkap dan jelas lengkap berarti tidak ada unsur penting yang terlupakan.

Bahasa yang umum adalah bahasa resmi yang memasyarakat; bahasa baku yang dipakai di depan umum; bahasa yang dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Ciri bahasa umum adalah pilihan katanya harus mengutamakan selera masyarakat umum. Kata yang baku, yaitu kata yang dianggap paling benar jika ditinjau dari segi penulisan dan pengucapnya. Kata yang dibakukan dianggap sepenuhnya menjadi kata bahasa Indonesia. Kata-kata itu tidak lagi terikat pada bentuk asalnya sehingga ketentuan tentang bunyi, tata bunyi, dan tata makna sepenuhnya terikat pada aturan atau kaidah bahasa Indonesia.

Ungkapan tetap (ungkapan idiomatik), yaitu ungkapan yang unsurnya terdiri atas dua kata atau lebih yang berpola tetap. Susunannya baku dan permanen sehingga unsurnya tidak boleh dipertukarkan, ditambah atau dikurang. Fungsi ungkapan tetap adalah sebagai pengkait dalam peralihan alinea agar karangan menjadi padu.

Ejaan adalah seperangkat kaidah yang mengatur bagaimana memisahkan dan menggabungkan lambang itu dalam suatu bahasa. Adapun ruang lingkupnya meliputi: pemakaian

Menentukan Tujuan Pencatatan Masalah-Masalah Yang Akan Dikemukakan

Langkah – Langkah Dalam Menyusun Surat

3. Penyusunan Masalah-Masalah Secara Sistematis Sesuai Dengan Urutannya

Menjabarkan Masalah – Masalah No. 3 Dalam Kalimat Atau Konsep Surat.

huruf, penulisan huruf kapital dan huruf miring, pemakaian kata, pemakaian unsur serapan, dan pemakaian tanda baca.

Agar surat yang dikirim mendapat tanggapan yang positif, maka penulisannya harus memperhatikan syarat-syarat berikut.

1) Pahami permasalahan yang akan ditulis dengan baik. 2) Gunakan tata bahasa yang baku.

3) Pahami peraturan-peraturan yang ada hubungannya dengan permasalahan yang akan disampaikan atau ditulis.

4) Gunakan bahasa yang sederhana dan singkat.

5) Gunakan istilah-istilah yang umum dipakai dalam surat menyurat. 6) Gunakan kata-kata yang tepat.

7) Jangan menggunakan singkatan yang tidak umum dipakai dalam surat menyurat. 8) Gunakan bahasa yang sopan dan hormat.

9) Ungkapkan isi surat secara rinci dan jelas agar tidak terjadi salah tafsir atau salah pengertian. Azas-azas penulisan surat:

1) Singkat (shortness) 2) Sederhana (simplicity) 3) Ketegasan (strength)

4) Ketulusan atau tidak palsu (sincerity) 5)

Kesalahan-kesalahan yang terdapat di dalam penulis sebuah surat pada umumnya: 1) Susunan yang rumit.

2) Kalimat yang tidak jelas dan bertele-tele.

3) Pengungkapan gagasan kurang sopan atau sebaliknya (terlalu menyanjung). 4) Tata bahasa tidak teratur.

5) Ejaan tidak sesuai dengan pedoman yang berlaku. 6) Ketikan tidak rapi.

2. Langkah-Langkah dalam Menyusun Surat

Surat dituangkan dalam kalimat-kalimat yang ditulis pada secarik kertas. Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur, yang menyatakan pengertian. Susunan kalimat yang efektif didukung oleh:

1. Kesepadanan antara stuktur bahasa dan cara atau jalan pikiran yang polos dan masuk akal. 2. Kepararelan bentuk bahasa yang dipakai untuk tujuan efektifitas tertentu.

3. Ketegasan dalam menetapkan pikiran utama. 4. Kehematan dalam pilihan kata.

5. Kevariasian dalam penyusunan kalimat.

Keterkaitan antara kalimat yang satu dengan yang lain yang saling berkaitan dalam membentuk suatu gagasan tertentu disebut alinea. Alinea yang baik memenuhi tiga persyaratan yaitu:

1. Kesatuan alinea. 2. Keterpaduan kalimat. 3. Pengembangan alinea. 3. Syarat-Syarat Surat yang Baik

Tiga hal penting yang perlu diperhatikan agar surat tersebut menjadi surat yang baik adalah sebagai berikut.

1. Surat harus disusun dengan teknis penyusunan surat yang benar, yaitu: a. penyusunan letak bagian-bagian surat

b. pengetikan yang benar, jelas, bersih, dan rapi c. pemakaian kertas yang sesuai:

 ukuran : kuarto 21 x 29 cm

 jenis : HVS untuk lembar asli (sebaiknya kertas onion) dan kertas tembus (doorslag) untuk tembusan

 warna: putih HVS untuk lembar asli, kuning untuk kertas tembus perbal, biru muda untuk kertas tembus untuk tembusan intern, dan merah muda HVS untuk surat rahasia.

2. Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. Dengan cara ini penerima surat akan memahami isi surat dengan tepat dan tidak ragu-ragu, dan pengirim surat mendapatkan jawaban secara tepat seperti yang dikehendaki.

3. Bahasa yang digunakan hendaklah bahasa yang benar dan baku sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Bahasa surat resmi haruslah logis, wajar, hemat, cermat, sopan, dan menarik.

Agar ketiga syarat tersebut dapat terpenuhi, maka dalam penulisan surat memperhatikan 6 petunjuk penulisan surat yang baik, yaitu:

1. Kumpulkan terlebih dahulu semua keterangan dan bahan-bahan yang diperlukan sebelum menulis surat.

2. jika membalas surat, surat yang diterima hendaknya disinggung dalam alenea pembuka. 3. tentukan terlebih dahulu maksud dan tujuan sebelum menulis surat.

4. Surat harus memuat satu jenis masalah saja 5. Hindari pemakaian kata-kata yang tidak lazim.

6. Gunakan tanda baca pada bagian-bagian surat dan kalimat dengan tepat. 7. Bila perlu surat dikonsep terlebih dahulu sebelum ditulis/diketik.

A.Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang ( X ) pada

Dalam dokumen MODUL PROSEDUR ADMINISTRASI (Halaman 33-35)