KONSEP ISLAM TENTANG DUSTA DAN TERTAWA
A. Konsep Islam Tentang Dusta 1. Pengertian Tentang Dusta
3. Bahaya Dari Tertawa Menurut Pandangan Islam
Islam memberikan peringatan terhadap gurauan dan juga tertawa yang dilakukan oleh seseorang. Bahwasanya para setan dan juga iblis sedang tertawa terbahak-bahak untuk melalaikan dia. Oleh karena itu Islam melarang perbuatan tersebut apabila berlebih-lebihan.Dampak yang akan timbul dari perbuatan tertawa secara berlebih-lebihan adalah: 34
a. Dicela oleh para Ulama
Tertawa dan gurauan yang berlebih-lebihan tidak disukai oleh para ulama dan orang-orang yang sopan serta memiliki akal yang sehat. Menurut pandangan para ulama bahwasanya orang-orang yang tertawa dan bercanda secara berlebih-lebihan merupakan orang yang tidak serius dalam melakukan suatu pekerjaan dan tidak memiliki jiwa bertanggung jawab.
b. Melupakan Mati dan Akhirat
Tertawa yang dilakukan secara berlebihan akan menyebabkan kita lupa akan adanya hari akhir. Ketika manusia tersebut sudah berada didalam kelalaian maka ia akan lupa akan datangnya kematian dan tidak memikirkan akhirat.
c. Berani melakukan dosa
Hati yang telah dilalaikan dengan sebuah perkara yang dapat meyenangkan dan akan mudah untuk melakukan dosa tanpa memiliki rasa takut sedikitpun, karena hatinya telah diselumuti oleh setan.
34 Abdul Majid S, Tertawa Yang Disukai Tertawa Yang Dibenci, Jakarta: Gema Insani, 2004, hal:114
d. Menanggung Dosa Orang Lain
Tertawa secara berlebihan dapat mengundang seseorang untuk ikut larut dalam tertawa tersebut.
e. Banyak menangis di Akhirat
Tertawa yang dilakukan secara berlebihan dia akan lebih sering menangis di akhirat nanti.
Setelah penulis memaparkan pembahasan diatas, maka langkah selanjutnya yang penulis lakukan adalah mengumpulkan hadis-hadis yang sesuai dengan kajian penulis ini dengan menggunakan kamus-kamus hadis.
27 A. Hadis dan Terjemahanya
Pada pembahasaan ini, penulis akan menelusuri hadis-hadis yang terkait dengan persoalan dusta dan tertawa, melakukan penelusuran dengan menggunakan metode takhrij1.Penulis melakukan kegiatan takhrij melalui kamus al-Mu’jᾶm al-Mufahras li al-Fᾶzi al-Hadῖts al-Nabawῖ dan Miftah Kunûz al-Sunnah. Dalam penelitian ini penulis hanya menghimpun hadits-hadits yang berada di dalam Sahîh al-Bukhâri, Sahîh Muslim, Sunan at-Tîrmîdzî, Sunan Abû Dawûd, Sunan Ibnu Mâjâh, dan Sunan Nasa‟î, Sunan Darimi, Musnad Imam Ahmâd dan Juga Muwatha‟ Imam Malik.
a. Hadits-Hadits Tentang Dusta
Dalam penulusuran ini penulis melakukan pencarian melalui kata ُ بِذَكلا melalui kamus al-Mu’jᾶm al-Mufahras li al-Fᾶzi al-Hadῖts al-Nabawῖ 2 dan kitab Miftah Kunûz al-Sunnah 3 maka didapatkan hadits-hadits berikut :
ِبَِأ ُنْب ُناَمْثُع اَنَ ثَّدَح َيِضَر ِوَّللا ِدْبَع ْنَع ٍلِئاَو ِبَِأ ْنَع ٍروُصْنَم ْنَع ٌريِرَج اَنَ ثَّدَح َةَبْيَش
ُوْنَع ُوَّللا ِّْبَّنلا ْنَع
يِدْهَ ي َِّبِْلا َّنِإَو ِّْبِْلا َلَِإ يِدْهَ ي َقْدّْصلا َّنِإ َلاَق َمَّلَسَو ِوْيَلَع ُوَّللا ىَّلَص
1 Takhrij adalah penunjukan terhadap tempat hadits di dalam sumber aslinya yang dijelaskan sanad dan martabatnya sesuai dengan keperluan. Takhrij hadits bertujuan untuk mengetahui sumber asal hadits yang ditakhrij. Dengan cara ini, maka kita akan mengetahui hadits-hadits yang pengutipanya memerhatikan kaidah-kaidah ulumul hadits-hadits yang berlaku sehingga hadits tersebut menjadi jelas, baik asal-usul maupun kualitasnya. (Drs..M.Agus Solahudin dan Agus Suyadi, Ulumul Hadits, (Bandung: Pustaka Setia),Hal:189-191).
2 A.J, Weinsinck, al-Mu’jᾶm al-Mufahras li al-Fᾶzi al-Hadῖts al-Nabawῖ (Leiden: Briel, 1969), Juz:5, Hal: 557.
3 Muhammad Fuad Abdul Baqi, Miftah Kunîz alSunnah(Cairo:Dar alHadits), Hal: 412 -413.
ُجَّرلا َّنِإَو ِةَّنَْلْا َلَِإ
Abdullah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga, sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta."5َرِح َنْب َّيِعْبِر ُتْعَِسَ َلاَق ٌروُصْنَم ِنَِرَ بْخَأ َلاَق ُةَبْعُش اَنَرَ بْخَأ َلاَق ِدْعَْلْا ُنْب ُّيِلَع اَنَ ثَّدَح
mengabarkan kepada kami Syu'bah berkata, telah mengabarkan kepadaku Manshur berkata, aku mendengar Rib'i bin Jirasy berkata, aku mendengar 'Ali berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Janganlah kalian berdusta terhadapku (atas namaku), karena barangsiapa berdusta terhadapku dia akan masuk neraka."7
ُنْب ُةَمَلَس ِنَِثَّدَح َلاَق ٍكْيَدُف ِبَِأ ُنْبا اَنَ ثَّدَح ُّيِرْصَبْلا ُّيّْمَعْلا ٍمّْرَكُم ُنْب ُةَبْقُع اَنَ ثَّدَح
“Telah menceritakan kepada kami Uqbah bin Mukarram Al 'Ammiyyu Al Bashari, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik ia berkata, Telah menceritakan kepadaku Salamah bin Wardan Al Laitsi
4 Muhammad bin Ismā‟il bin Ibrāhim Ju‟fî Al-Bukhārî, Ṣaḥîḥ Bukhārî(Kairo: al-Mathba‟ah al-Salafiyyah,1400 H), Kitab:Adab, Bab: Firman Allah ” Wahai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah” , Hal:1543,
5 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
6 Muhammad bin Ismā‟il bin Ibrāhim al-Ju‟fî Al-Bukhārî,Ṣaḥîḥ Bukhārî, Kitab: Ilmu, Bab : Dosa orang yang berdusta atas nama Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam, Hal: 47.
7 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
8 Muhammad Bin Yazid al-Qazwaini, Sunan Ibnu Majah(Riyadh: Baitul Afkar ad-Dauliyah), Kitab: Muqaddimah, Bab: menjauhi bid‟ah dan perdebatan, Hal: 23.
dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang meninggalkan berbohong (dan berbohong pada waktu itu sesuatu yang tidak dibenarkan) maka akan dibangunkan untuknya rumah di sekitar surga, barangsiapa yang meninggalkan perdebatan (sedang dia orang yang berhak untuk berdebat) maka akan dibangunkan untuknya rumah di tengah surga, dan barangsiapa yang memperbagus akhlaknya maka akan dibangunkan rumah untuknya di bagian yang “paling atas”.9
َأ ْنَع َةَيرِغُم ْنَع ُةَبْعُش اَنَ ثَّدَح َلاَق ٍرَفْعَج ُنْب ُدَّمَُمُ اَنَ ثَّدَح َلاَق ٍراَّشَب ُنْب ُدَّمَُمُ اَنَرَ بْخَأ
“Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata;
telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Mughirah dari Abu Wail dari Qais bin Abi Gharazah berkata, "Nabi shallallahu 'alahi wa sallam mendatangi kami saat kami sedang berada di pasar, kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya pasar ini bercampur dengan perbuatan sia-sia dan kedustaan, maka campurlah dengan sedekah."11
َةَرْ يَرُى ِبَِأ ْنَع َناَعِْسَ ِنْب ِديِعَس ْنَع ٍبْئِذ ِبَِأ ُنْبا اَنَرَ بْخَأ َرَمُع ُنْب ُناَمْثُع اَنَ ثَّدَح
"Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Umar, dia berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Sa'id bin Sim'an dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat hingga muncul banyak fitnah, kedustaan merajalela, pasar-pasar saling berdekatan, waktu semakin pendek dan banyak bermunculan Al haraj." maka ditanyakanlah kepada beliau; "Apa itu Al haraj?" beliau menjawab: "Pembunuhan."13
9 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
10Abi Abdirrahman Ahmad ibn Syuaib an-Nasa‟I, Sunan Nasa’i(Beirut: Dar el Fikr), Kitab:
Iman dan Nadzar, Bab: Senda gurau dan dusta, Hal: 915.
11 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
12 Aḥmad bin Muhammad bin Ḥanbal bin Ḥilal al-Syaybānî, Musnad al-Imam Aḥmad bin Ḥanbal(Beirut: Dar al-Kutub: 1971),Kitab : Sisa Musnad sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, Bab : Musnad Abu Hurairah Radliyallahu 'anhu ,Hal:519.
13 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
َع اَنَ ثَّدَحَو َرَمُع وُبَأ ٌْيَْجُح اَنَ ثَّدَح
Makhul dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Seorang hamba tidak dikatakan beriman dengan sepenuhnya hingga ia meninggalkan berbohong ketika sedang bergurau, dan meninggalkan berdebat meski ia benar."15ُوَّللا َيِضَر َةَشِئاَع ْنَع َةَكْيَلُم ِبَِأ ِنْبا ْنَع َرَمُع ِنْب ِعِفاَن ْنَع ٌعيِكَو اَنَ ثَّدَح َيََْيَ ِنَِثَّدَح َناَكَو َةَكْيَلُم ِبَِأ ُنْبا َلاَق ُبِذَكْلا ُقْلَوْلا ُلوُقَ تَو ْمُكِتَنِسْلَأِب ُوَنوُقِلَت ْذِإ ُأَرْقَ ت ْتَناَك اَهْ نَع
ْت
16اَهيِف َلَزَ ن ُوَّنَِلْ َكِلَذِب اَىِْيرَغ ْنِم َمَلْعَأ
Telah menceritakan kepadaku Yahya telah menceritakan kepada kami Waki' dari Nafi' bin Umar dari Ibnu Abu Mulaikah dari 'Aisyah radliallahu 'anha ketika ia membaca (firman Allah) "idz talaqqaunahu bi alsinatakum" (Ketika kalian menerima berita bohong itu dari mulut-mulut kalian"), dia berkata; "(talaqqau dari kata) al walqu artinya kedustaan." Ibnu Abu Mulaikah berkata; 'Aisyah adalah orang yang paling tahu (tentang hal itu) daripada orang lain, karena memang ayat
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Jarir telah menceritakan kepada kami Abu Raja` dari Samurah bin Jundab radliallahu 'anhu dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku tadi malam bermimpi ada dua orang yang membawaku, keduanya berkata; "Dan yang kamu lihat seseorang
14 Aḥmad bin Muhammad bin Ḥanbal bin Ḥilal al-Syaybānî, Musnad al-Imam Aḥmad bin Ḥanbal, Hal:352.
15 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
16 Muhammad bin Ismā‟il bin Ibrāhim Ju‟fî Al-Bukhārî, Ṣahîh Bukhārî (Kairo: al-Mathba‟ah al-Salafiyyah,1400 H), Kitab : Peperangan,Bab : Hadits Ifki, Hal: 1523.
17 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
18Muhammad bin Ismā‟il bin Ibrāhim al-Ju‟fî Al-Bukhārî, Ṣahîh Bukhārî, Kitab : Adab,Bab: Firman Allah "Wahai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah",Hal: 2262.
yang dirobek-robek mulutnya adalah seorang pendusta yang selalu berbicara dengan kedustaannya hingga dibawanya sampai ke ufuk (cakrawala) sana, dan ia selalu seperti itu hingga datang hari Kiamat."19
ِنْب ِرْهَش ْنَع ٍمْيَ ثُخ ِنْبا ِنَع ِنَْحَّْرلا ِدْبَع ُنْب ُدُواَد اَنَ ثَّدَح ٍّيِدْهَم ُنْب ِنَْحَّْرلا ُدْبَع اَنَ ثَّدَح
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdii telah menceritakan kepada kami Daud bin Abdurrahman dari Ibnu Hutsaim dari Syahr bin Hausyab dari Asma' binti Yazid bahwa dia telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah, kemudian beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia, apa yang mendorong kalian ikut-ikutan berdusta sebagaimana anai-anai berebut ke api, setiap perbuatan dusta akan dicatat atas anak adam kecuali tiga hal; seorang suami yang berbohong kepada isterinya supaya isterinya ridla, atau seseorang yang berdusta dalam rangka strategi perang dan
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Musa, telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dari Ma'mar dari Ayyub dari Ibnu Abu Mulaikah dari Aisyah ia berkata; Tidak ada akhlak yang paling dibenci Allah melebihi sifat dusta. 23
19 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
20 Aḥmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal al-Syaybānî, Musnad al-Imam Aḥmad bin Ḥanbal, Kitab: Musnad dari beberapa kabilah, Bab: Dari hadits Asma` binti Yazid Radliyallahu 'anha, Hal:454.
21 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
22 Hâfiz Abû „îsa Muhammad bin „îsa Al-Turmudzi,Sunan Turmudzi, (Riyadh,Bayt al-Afkâf ad-Dawliyah,9947),Kitab: Berbakti dan menyambung silaturrahim, Bab: Jujur dan bohong,Hal: 348.
23 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
ْب ِوَّللا ُدْبَع اَنَرَ بْخَأ
Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin 'Abdurrahman berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdul Malik dari Abu Wail dari Qais bin Abu Gharazah berkata,
"Kami dahulu dipanggil dengan sebutan samasirah (para calo), kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang kepada kami dan kami sedang berjualan, maka beliau pun menamakan kami dengan nama yang lebih baik daripada nama kami. Beliau bersabda: "Wahai para pedagang, sesungguhnya perdagangan ini dihadiri oleh orang yang bersumpah dan pendusta maka campurlah perdagangan kalian dengan sedekah.25 menceritakan kepada kami Yahya, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan, ia berkata; telah menceritakan kepadaku Sulaiman Al A'masy dari Sulaiman bin Mushir dari Kharasyah bin Al Hurr dari Abu Dzar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: Tiga orang yang tidak akan diajak bicara Allah pada Hari Kiamat dan Allah tidak akan melihatnya serta mensucikannya dan mereka mendapatkan adzab yang pedih yaitu; orang yang tidak memberi sesuatu melainkan ia mengungkitnya, orang yang memanjangkan kainnya hingga melebihi mata kaki, dan orang yang menjual barangnya dengan sumpah palsu."27
24 Abi Abdirrahman Ahmad ibn Syuaib an-Nasa‟I, Sunan Nasa’i(Beirut: Dar el Fikr),Kitab:
Iman dan nadzar, Bab: Sumpah dan dusta bagi yang tidak meyakini sumpah dengan hatinya, Hal:14.
25 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
26 Abi Abdirrahman Ahmad ibn Syuaib an-Nasa‟I, Sunan Nasa’i, Kitab: Jual-beli, Bab:
Melariskan dagangan dengan sumpah palsu, Hal: 5.
27 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
َةَرَُسَ ِنْب ِرِباَج ْنَع ٍْيرَمُع ِنْب ِكِلَمْلا ِدْبَع ْنَع ٌريِرَج اَنَ ثَّدَح ِحاَّرَْلْا ُنب ِوَّللا ُدْبَع اَنَ ثَّدَح
Telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibnul Jarrah berkata, telah menceritakan kepada kami Jarir dari Abdul Malik bin Umair dari Jabir bin Samurah ia berkata; Umar Ibnul Khtaththab berkhutbah di Jabiah, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berdiri di hadapan kami sebagaimana aku berdiri di hadapan kalian, lalu beliau bersabda: "Jagalah (hak) sahabatku, kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka. Setelah itu akan menyebar kedustaan, hingga seorang laki-laki bersaksi tanpa diminta untuk bersaksi, dan bersumpah tanpa diminta untuk bersumpah."29
َع َةَبْعُش ُتْعَِسَ َلاَق ٍديِعَس ُنْب ُدْيَ بُع اَنَ ثَّدَح َلَاَق ٍدَّمَُمُ ُنْب ُّيِلَعَو ٍرْكَب وُبَأ اَنَ ثَّدَح
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar dan Ali bin Muhammad keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami 'Ubaid bin Sa'id dia berkata; saya mendengar Syu'bah dari Yazid bin Khumair dia berkata; saya mendengar Sulaim bin 'Amir bercerita dari Ausath bin Isma'il Al Bajali bahwa dia mendengar Abu Bakar ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia, katanya; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah berdiri di tempat berdiriku ini pada tahun pertama." -kemudian dia menangis- dia melanjutkan; "Kalian harus berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran bersama dengan kebaikan, dan keduanya berada di surga. Janganlah kalian berdusta,
28 Muhammad Bin Yazid al-Qazwaini, Sunan Ibnu Majah(Riyadh: Baitul Afkar ad-Dauliyah),Kitab : Hukum-hukum, Bab: Larangan untuk memberikan kesaksian kepada pihak yang tidak memintanya, Hal: 791.
29 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
30 Muhammad Bin Yazid al-Qazwaini, Sunan Ibnu Majah, (Kitab: Doa, Bab: Doa untuk minta maaf dan kesehatan, Hal: 1265.
karena sesungguhnya kedustaan bersama dengan kejahatan, dan kedua-duanya berada di neraka. Memintalah kalian kepada Allah ampunan, sesungguhnya ia tidak di berikan kepada seseorang setelah keyakinan yang lebih baik daripada pengampunan, dan janganlah kalian saling hasad, jangan saling membenci, jangan saling memutus hubungan dan jangan saling bermusuhan, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara."31 berkata; Telah menceritakan kepada kami Isma'il Bin Abu Khalid dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Qais, dia berkata; " Abu Bakar berdiri lalu memuji Allah dan mensucikan-Nya, kemudian dia berkata; "Wahai manusia, sesungguhnya kalian membaca ayat ini:
"Wahai orang-orang yang beriman, kalian bertanggung jawab atas diri kalian masing-masing, tidak akan membahayakan kalian sedikitpun orang yang tersesat.. (sampai akhir ayat), dan kalian menempatkannya tidak pada tempatnya, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya jika manusia melihat kemungkaran, kemudian tidak merubahnya, maka dikhawatirkan Allah akan meluaskan adzab kepada mereka semua." Dia berkata;
"Dan aku mendengar Abu Bakar berkata; "Wahai manusia jauhilah dusta Karena sesungguhnya dusta itu menjauhkan kalian dari iman."33
31 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
32 Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal al-Syaybānî, Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal, Kitab: Musnad sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, Bab: Musnad Abu Bakr As Siddik, Hal: 198.
33 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
ْنَع كِلاَم ِنَِثَّدَح
Telah menceritakan kepadaku Malik dari Shafwan bin Sulaim berkata,
"Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; "Aku akan berbohong kepada isteriku, Wahai Rasulullah."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada kebaikan dalam berbohong" Orang itu berkata; "Wahai Rasulullah, aku berjanji kepadanya dan aku akan mengutarakannya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada dosa bagimu."35
ِبَِأ ْنَع َقَحْسِإ ِبَِأ ْنَع ّْيِدْوَْلْا َسيِرْدِإ ْنَع ٌريِرَج اَنَ ثَّدَح ٍدَّمَُمُ ُنْب ُناَمْثُع اَنَرَ بْخَأ
Telah mengabarkan kepada kami Utsman bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Jarir dari Idris Al Audi dari Abu Ishaq dari Abu Al Ahwash bahwa Abdullah memarfu'kan hadits kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya cerita yang paling buruk adalah cerita dusta, dan sebagian dusta itu tidak pantas dijadikan sesuatu yang serius dan canda. Seorang laki-laki tidak boleh berjanji kepada anaknya kemudian ia tidak menunaikan janjinya itu. Sesungguhnya kebenaran itu membimbing kepada kebajikan dan kebajikan itu membimbing ke surga. Sesungguhnya dusta itu menunjukkan pada kedurhakaan dan kedurhakaan itu membimbing ke neraka. Sesungguhnya akan dikatakan kepada orang yang jujur; Ia jujur dan bajik. Dan akan dikatakan kepada orang yang
34 Mâlik bin Anas bin Mâlik bin Abi Âmir, Muwata Malik,Dârul Farb al-Islâmî:1997, Kitab: Lain-lain, Juz: 5 Hal:1440.
35 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
36„Abdurrahman ibn‟Abdirahman ibn Fadl Ad-Darimi,Musnad Ad Darimi,(Dârul al-Basyair Al-Islamiyyah:1419H), Kitab: budak, Bab: Dusta, Hal: 388.
berdusta; Ia berdusta dan durhaka. Sesungguhnya seseorang akan berlaku jujur hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur dan berlaku dusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta."
Beliau bersabda kepada kami: "Maukah aku beritahukan kepada kalian apa itu Al 'Adlhu itu? Sesungguhnya Al 'Adlhu adalah mengadu domba yang akan menghancurkan antara manusia."37
b. Hadits-hadits tentang Tertawa
Dalam pencarian ini penulis menggunakan kitab Mu‟jam al-Mufahras38dan kitab Miftahu al-Kunuz39 dalam melakukan penelitian.
“Telah menceritakan kepada kami Bakar bin Khalaf telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Al Hanafi telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Ja'far dari Ibrahim bin Abdullah bin Hunain dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati."41
“Telah menceritakan kepada kami Musaddad bin Musarhad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Bahz bin Hakim ia berkata;
telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Bapaknya ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
37 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
38 A.J, Weinsinck, al-Mu’jᾶm al-Mufahras li al-Fᾶzi al-Hadῖts al-Nabawῖ, Juz:3, Hal: 483.
39Muhammad Fuad Abdul Baqi, Miftah Kunûz al-Sunnah, Hal: 296.
40 Muhammad Bin Yazid al-Qazwaini, Sunan Ibnu Majah, Kitab : Zuhud, Bab: Sedih dan menangis, Hal : 453.
41 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
42 Abu Daud Sulaeman Al-Sajastani, Sunan Abu Dâwud(Beirut: Dar al-Kitab al-Arabi), Kitab:Adab, Bab: Teguran Keras Dari Dusta, Hal: 539.
"Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah ia, celakalah ia.". 43
ْنَع ُوَثَّدَح ِرْضَّنلا اَبَأ َّنَأ وٌرْمَع اَنَرَ بْخَأ ٍبْىَو ُنْبا ِنَِثَّدَح َلاَق َناَمْيَلُس ُنْب َيََْيَ اَنَ ثَّدَح
telah menceritakan kepadaku Ibnu Wahb telah mengabarkan kepada kami 'Amru bahwa Abu Nadlr telah menceritakan kepadanya, dari Sulaiman bin Yasar dari Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; "Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga terlihat langit-langit dalam mulutnya, beliau hanya biasa tersenyum."45
ْنَم َلاَق ٍْيَْسُح ِنْب ّْيِلَع ْنَع َناَوْزَغ ِنْب ِلْيَضُفْلا ْنَع ٌريِرَج اَنَ ثَّدَح ٍدْيَُحْ ُنْب ُدَّمَُمُ اَنَرَ بْخَأ ِمْلِعْلا ْنِم ًةََّمُ َّجَم ًةَكْحَض َكِحَض
46
”Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Humaid telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al fudlail bin Ghazwan dari Ali bin Husain ia berkata: "Barangsiapa tertawa, lepaslah satu bagian dari ilmu". 47
“Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi
43 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
44 Muhammad bin Ismā‟il bin Ibrāhim al-Ju‟fî Al-Bukhārî, Ṣaḥîḥ Bukhārî, Kitab : Adab,Bab: Senyum dan tertawa, Hal:1543.
45 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
46 „Abdurrahman ibn‟Abdirahman ibn al-Fadl Ad-Darimi,Musnad Ad Darimi, Kitab Mukaddimah, Bab: Menjaga ilmu, Hal: 15.
47 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
48Abû „Abd.Allah Muhammad Ibn Yazîd al-Qazwînî, Sunan Ibnu Majah Kitab:
Mukadimah, Bab: Pengingkaran Jahmiyah, Hal:68.
wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tertawa kepada dua orang, salah satu dari keduanya membunuh yang lainnya, sementara keduanya tetap masuk surga. Yang satu berperang di jalan Allah dan gugur, kemudian Allah mengampuni si pembunuh. Setelah itu ia masuk Islam, kemudian berperang di jalan Allah dan gugur pula."49
َةَبْيَش ِبَِأ ُنْب ِرْكَب وُبَأ اَنَ ثَّدَح
“Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata, telah memberitakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ya'la bin 'Atho`
dari Waki' bin Hudus dari pamannya Abu Razin ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Rabb kita tertawa dengan ibadah para hamba-Nya dan besarnya kecemburuannya." Abu Razin berkata;
Aku bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah Rabb tertawa?" beliau menjawab: "Ya benar, " aku berkata: "Selamanya kita akan mendapat kebaikan apabila Rabb kita tertawa."
ْنَع اًعيَِجَ َميِىاَرْ بِإ ُنْب ُقَحْسِإَو ٍبْرَح ُنْب ُرْ يَىُز اَنَ ثَّدَح
Ibrahim seluruhnya dari Jarir. Zuhair berkata; Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Ibrahim dari Al Aswad dia berkata; "Pada suatu hari, seorang pemuda Quraisy berkunjung kepada Aisyah, istri Rasulullah, ketika ia sedang berada di Mina. Kebetulan49 Lidwa Pusaka i-Software - Kitab 9 Imam Hadist
50 Abû „Abd.Allah Muhammad Ibn Yazîd al-Qazwînî, Sunan Ibnu Majah, Hal:64.
51 Abû Husain Muslim ibn al-Hajjaj al-Qusyairî al-Naisâbûrî, Sahih Muslim, (Libanon:Dar el-Fikr), Kitab: Berbuat baik, menyambut silaturahmi dan adab, Bab:Seorang mukmin mendapat pahala karena musibah yang menimpanya, Hal:14.
saat itu para sahabat sedang tertawa, hingga Aisyah merasa heran dan sekaligus bertanya; 'Mengapa kalian tertawa? ' Mereka menjawab; 'Si fulan jatuh menimpa tali kemah hingga Iehernya (atau matanya) hampir lepas.' Aisyah berkata; 'Janganlah kalian tertawa terbahak-bahak!
Karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang Iebih kecil dari itu, melainkan akan ditulis baginya satu derajat dan akan dihapus satu kesalahannya.' 52