• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. PERSIAPAN PSU DI 6 DISTRIK

3. Bahwa terhadap Distrik Yambi sebagai berikut:

bahwa tidak boleh Ketua PPD mendiskualifikasi hasil pada 10 TPS karena suara masyarakat yang dijamin Undang-Undang serta dilakukan secara sepihak tanpa koordinasi dengan Panwas Distrik dan KPU sebagai Atasan; 4. Bahwa terhadap Distrik Yamoneri sebagai berikut:

bahwa proses pemilihan suara ulang di Distrik Yamoneri terganggu setelah tidak adanya kata sepakat atau saling klaim antara pendukung Pasangan Calon Nomor Urut 1, Nomor Urut 2, dan Nomor Urut 3 sehingga terjadi saling panah yang mengakibatkan beberapa masyarakat terkena panah termasuk beberapa aparat keamanan. Dimana terganggunya situasi keamanan saat proses pemilihan berlangsung adalah diluar kewenangan PPD dan KPU Provinsi yang menyebabkan korban luka termasuk 2 (dua) aparat keamanan yang menjaga Ketua Bawaslu Provinsi Papua dan Ketua KPU Provinsi Papua.

Berikut rekapitulasi penanganan pelanggaran PSU Kabupaten Puncak Jaya:

NO NOMOR DAN TANGGAL LAPORAN/ TEMUAN NAMA

PELAPOR NAMA TERLAPOR

TINDAK LANJUT KETERANGAN 1 11/lp/Bawasl u-Papua/vii/20 17 Yundius Gire

1. Tim Sukses Paslon 3 2. Palang Wonda 3. Irianto Wonda 4. Seki Wonda 5. Eringgula Womda 6. Yoti Gire 7. Leson Gire 8. Kinen Enumbi Klarifikasi, Kajian dan Kesimpulan Laporan belum cukup bukti

9. Tiragi Enumbi 10. Endison Enumbi 11. Yalingga Enumbi 12. Ne Enumbi 13. Yos Enumbi 14. Pinus Wonda 15. Gumengga Enumbi 16. Yok Telenggen 17. Menius Wonda (bukti PK- 41)

Demikian disampaikan hasil supervisi terhadap pengawasan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2017 oleh Bawaslu sebagaimana yang diperintahkan dalam Putusan Sela Mahkamah Konstitusi Nomor 42/PHP.BUP-XV/2017.

[2.2.5] Bahwa Pihak Terkait menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pemungutan

Suara Ulang (PSU) bertanggal 19 Juli 2017, yang diterima di Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi pada tanggal 21 Juli 2017, yang pada pokoknya menguraikan sebagai berikut:

I. PENDAHULUAN

Bahwa pada tanggal 4 April 2017, hari Selasa Mahkamah Konstitusi (MK), telah menjatuhkan putusannya yang tertuang dalam putusan sebelum putusan akhir atas perkara dengan Register Perkara Nomor 42/PHP.BUD-XV/2017 yang Amar Putusannya berbunyi:

1. Menyatakan Rekapitulasi Penghitungan Suara dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2017 sebagaimana termuat dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Puncak Jaya Nomor 14/Kpts/KPU-Kab-030.434166/TAHUN 2017 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2017, bertanggal 27 Februari 2017 yang tanpa mengikutisertakan 6 (enam) distrik adalah cacat hukum;

2. Menangguhkan berlakunya Keputusan KPU Kabupaten Puncak Jaya Nomor 14/Kpts/KPU-Kab-030.434166/TAHUN 2017 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2017, bertanggal 27 Februari 2017;

3. Memerintahkan kepada KPU Provinsi Papua untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2017 di semua TPS di enam distrik yaitu: Distrik Lumo, Distrik Yamoneri, Distrik Ilamburawi, Distrik Molanikime, Distrik Dagai dan Distrik Yambi;

4. Memerintahkan kepada KPU RI untuk melakukan Supervisi kepada KPU Provinsi Papua dalam Pemungutan Suara Ulang dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2017;

5. Memerintahkan kepada Bawaslu RI untuk melakukan Supervisi kepada Bawaslu Provinsi Papua dalam pengawasan Pemungutan Suara Ulang dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2017;

6. Memerintahkan kepada Kepolisian RI, untuk melakukan pengamanan dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2017;

7. Memerintahkan kepada KPU Provinsi Papua untuk melaporkan kepada Mahkamah mengenai hasil penghitungan suara dalam Pemungutan Suara Ulang dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2017 tersebut paling lama 15 (lima belas) hari kerja setelah ditetapkan;

8. Memerintahkan kepada KPU RI untuk melaporkan kepada Mahkamah hasil supervisinya terhadap KPU Provinsi Papua dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2017 tersebut paling lama 15 (lima belas) hari kerja setelah ditetapkan;

9. Memerintahkan kepada Bawaslu Provinsi Papua untuk melaporkan hasil pengawasan kepada Mahkamah mengenai hasil penghitungan suara dalam Pemungutan Suara Ulang dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2017 tersebut paling lama 15 (lima belas) hari kerja setelah ditetapkan;

10. Memerintahkan kepada Bawaslu RI untuk melaporkan kepada Mahkamah perihal hasil supervisinya mengenai pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Provinsi Papua dalam penghitungan suara dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2017 tersebut paling lama 15 (lima belas) hari kerja setelah ditetapkan;

Dan atas perintah Putusan tersebut, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua harus melaksanakan Pemungutan Suara Ulang di 6 (enam) distrik, yakni Distrik Lumo, Distrik Yamoneri, Distrik Ilamburawi, Distrik Molanikime, Distrik Dagai dan Distrik Yambi; dan KPU Provinsi Papua telah melaksanakan PSU tersebut pada tanggal 15 Juni 2017, setelah beberapa kali mengalami penundaan;

Selain itu, Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Provinsi Papua dan Polda Papua juga diperintahkan untuk terlibat dalam melaksanakan PSU, telah terlibat dengan penuh tangung jawabnya sesuai dengan perintah perundang-undangan yang berlaku.

Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pihak Kepolisian Daerah Papua (POLDA PAPUA) dan juga Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang telah mendampingi KPU Provinsi dan BAWASLU Provinsi Papua, dimana kondisi di Puncak Jaya meskipun sempat terjadi beberapa peristiwa gangguan keamanan, seperti adanya pemaksaan kehendak dari Tim Sukses Pasangan Calon Nomor Urut 1 dan Tim Sukses Pasangan Calon Nomor Urut 2 dengan menggunakan Panah dan kekerasan senjata, yang mengakibatkan 2 (dua) orang korban yang salah 1 (satunya) merupakan anggota Tim Pasangan Calon Nomor Urut 3 dan juga penembakan terhadap sebuah pesawat.

Di tengah kondisi yang menegangkan bagi semua penduduk Puncak Jaya, akhirnya pelaksanaan PSU dapat dilaksanakan. Semoga situasi keamanan dapat kembali normal lagi setelah semua pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Puncak Jaya. Karena hingga selesai pelaksanaan PSU, masih saja terjadi tindakan-tindakan anarkis di Kabupaten Puncak Jaya.

Kami k laporan ini ke Mahkamah Konstitusi, walaupun bukan suatu keharusan, namun dirasakan penting oleh kami, karena menjaga ada laporan lain yang mendiskredit Pasangan Calon Nomor Urut 3, dan membuat data lain yang tidak sesuai dengan hasil PSU di 6 distrik.