• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. PERSIAPAN PSU DI 6 DISTRIK

6. Pengawasan Persiapan Pungut Hitung a. Deklarasi Damai

1) Bawaslu RI telah melakukan supervisi kepada Bawaslu Provinsi Papua dalam pelaksanaan pengawasan Deklarasi Damai yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Papua pada hari Selasa tanggal 12 Juni 2017 pukul 14.00 WIT di Kantor KPU Kabupaten Puncak Jaya. Deklarasi Damai antara 3 pasangan Calon, Tim sukses Pasangan Calon, KPU Provinsi Papua, Bawaslu Provinsi Papua, Dandim Puncak Jaya dan Polres Puncak Jaya, bahwa Deklarasi Damai tesebut dimaksudkan agar tercapai dan terciptanya kesepakatan damai antara ke 3 Pasangan Calon dan Tim Sukses masing-masing Pasangan Calon. Pihak Keamanan (Dandim Puncak Jaya dan Polres Puncak Jaya) juga memberikan komitmen untuk menjaga kedamaian dan kelancaran PSU di 6 distrik di Kabupaten Puncak Jaya.

2) Bahwa pada saat kegiatan Deklarasi Damai berlangsung terjadi kericuhan di sekitar Kantor KPU Puncak Jaya dan pemukulan serta perampasan terhadap barang milik pegawai Bawaslu Provinsi Papua, dengan kronologis sebagai berikut:

a) bahwa sekitar pukul 14.30 Wit terjadi pelemparan batu oleh masyarakat (simpatisan pasangan calon) kepada Kantor KPU dan pihak keamanan, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi saling lempar batu antara simpatisan pasangan calon di depan Kantor KPU Kabupaten Puncak Jaya, Aparat Keamanan berusaha untuk membubarkan masa yang melakukan pelemparan batu dengan memberikan tembakan peringatan ke udara. Kejadian tersebut berlangsung lebih kurang 20 menit;

b) pada saat peristiwa keributan di Kantor KPU tersebut Tim Supervisi Bawaslu Provinsi Papua atas nama Leo Pardede, Abini Kogoya dan Yohanes Kia Masan sedang bekerja di Kantor Sekretariat Bawaslu bergegas mengemasi barang dan meninggalkan kantor Panwas Puncak Jaya untuk menjaga agar

keributan tersebut tidak sampai meluas ke sekertariat Bawaslu sedangkan pada saat itu belum ada pengamanan dari aparat keamanan;

c) bahwa Tim Supervisi Bawaslu Provinsi Papua atas nama Leo Pardede, Abini Kogoya dan Yohanes Kia Masan meninggalkan gedung sekretariat dengan tujuan kembali ke penginapan yang jaraknya sekitar kurang lebih 1 km dari tempat kejadian.

d) bahwa setelah keluar dari Kantor Panwas Puncak Jaya menuju penginapan, Tim Supervisi Bawaslu Provinsi Papua atas nama Leo Pardede, Abini Kogoya dan Yohanes Kia Masan, dihadang oleh beberapa orang yang bersenjata berupa busur dan anak panah, dan parang. Sempat terjadi percakapan antara salah seorang dari Tim Supervisi Bawaslu Provinsi (Linus Kilungga dan Abini Kogoya) yang menyampaikan bahwa mereka bukan orang KPU tetapi mereka orang Bawaslu. Akan tetapi massa tidak menghiraukan dan semakin banyak massa yang datang mengepung Tim Supervisi Bawaslu Provinsi Papua.

e) Tim Supervisi Bawaslu Provinsi Papua, dipukul dengan batu dan ada yang ditendang dan massa saat itu juga mengancam akan membunuh Tim Supervisi Bawaslu Provinsi Papua, dengan datang mengayukan parang dan anak panah;

f) bahwa selain melakukan pemukulan terhadap Tim Supervisi Bawaslu Provinsi Papua, massa juga melakukan perampasan barang milik negara berupa Laptop dan dokumen negara dan barang milik pribadi berupa tas, dompet berisi Identitas diri, uang serta telepon seluler milik Tim Supervisi Bawaslu Provinsi Papua; g) bahwa atas peristiwa pemukulan dan perampasan barang-barang

milik negara dan barang milik pribadi Tim Supervisi Bawaslu Provinsi Papua, telah dilaporkan ke Polres Puncak Jaya (sekitar pukul 19:00 Wit) dan telah dilakukan visum kepada kepada ke 3 Tim Supervisi Bawaslu Provinsi Papua di RSUD Mulia;

h) bahwa saat ini belum ada kejelasan tindaklanjut dari laporan yang dilapor kepada Polres Puncak Jaya terkait Peristiwa Pemukulan dan Perampasan tersebut.

3) Bahwa setelah situasi kembali kondusif, rapat Deklarasi Damai di laksanakan kembali dan masing-masing Pasangan Calon menandatangani Deklarasi Damai

b. Bimtek Panwas Distrik

Bimtek Panwas Distrik dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2017 sekitar pukul 11.00 Wit yang dihadiri oleh Panwas 6 Distrik, dengan nara sumber Bawaslu Provinis Papua dan anggota Bawaslu RI Fritz Siregar. Untuk memudahkan komunikasi dengan para Panwas Distrik Bimtek dilaksanakan dalam 2 (dua) bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Daerah

c. Bimtek Terpadu PPD dan Panwas Distrik

Bimtek Terpadu PPD dan Panwas Distrik dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Juni 2017 Sekitar pukul 14.30 Wit yang dihadiri oleh PPD dan Panwas Distrik dengan narasumber KPU Provinsi Papua dan Bawaslu Provinsi Papua.

d. Penundaan Pemungutan Suara

Bahwa pada tanggal 12 Juni 2017 diadakan rapat bersama KPU Provinsi Papua, Bawaslu Provinsi Papua KPU Kabupaten Puncak Jaya guna membahas pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang yang sesuai jadwal tahapan pelaksanaannya pada tanggal 14 Juni 2016, tetapi dalam rapat kooordinasi tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan sebagai berikut:

1. Bimbingan teknis dilaksanakan oleh KPU Provinsi Papuani selaku KPU Kabupaten Puncak Jaya dan Bawaslu Provinsi Papua dilakukan pada tanggal 13 Juni 2017.

2. Pergeseran logistik PSU dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2017 dan tanggal 14 Juli 2017.

e. Rapat Penentuan Lokasi PSU untuk Distrik Molanikime

Bahwa pada tanggal 14 Juni 2017 dilaksanakan rapat bersama antara KPU Provinsi Papua selaku KPU Kabupaten Puncak Jaya dan Bawaslu Provinsi Papua selaku Panwaslih Kabupaten Puncak Jaya yang juga dihadiri oleh KPU RI, Bawaslu RI, Kapolda Papua, Kasdam, Kapolres Puncak Jaya, Dandim Puncak Jaya.

Bahwa dalam rapat tersebut membahas tentang lokasi penentuan PSU di Distrik Molanikime yang mana pada pemilihan sebelumnya dilaksanakan di kampung Mewoluk, hasil pembahasan lokasi sesuai informasi dari KPU Provinsi Papua dan Kasat Binmas bahwa di Distrik Molanikime tidak terdapat perkantoran dan hanya terdapat beberapa honai serta faktor keamanan yang tidak kondusif menghasilkan kesepakatan bahwa TPS Distrik Molanikime dilaksanakan di Kampung Belebaga dikarenakan Distrik Molanikime dikuasai salah satu pimpinanan OPM yang bernama Tengahmati Telenggen. Dan hasil Survei KPU Provinsi Papua ke lokasi distrik yang diusulkan oleh Paslon Nomor Urut 1 bahwa PSU harus dilaksanakan di Distrik Molanikime Kampung Bina Bahwa benar kampung tersebut tidak terdapat perkantoran, dan hanya terdapat beberapa honai (rumah adat), sehingga PSU tidak dapat dilaksanakan disitu.

7. Pengawasan Tahapan Pendistribusian Logistik, Pungut Hitung Dan