• Tidak ada hasil yang ditemukan

BALITBANG Lihat Tabe

Dalam dokumen Permen PU No 11 2013 AHSP Pekerjaan Um (Halaman 41-45)

Lihat Tabe

NG

kan bahan yan bahan A, TABEL

A, TABEL A-A-3 d3 d

at dilakukan se at dilakukan se uai dengan dengan RRum

ungan nga harga saharga sa mpat

mpat sesuai desesua ahan ahan

PUUUUUUUUU

PU

PU

57

PUU

0

UUU

PU

PU

PU

0,47

PUU

0

PU

PU

PU

PU

isiensi ini ada isiensi

Tab

5.3 Harga satuan pekerjaan (HSP) 5.3.1 Umum

Harga satuan pekerjaan (HSP) setiap mata pembayaran merupakan luaran (output) dalam pedoman ini, yang diperoleh melalui suatu proses perhitungan dan masukan-masukan. Dalam hal ini, masukan yang dimaksud antara lain berupa asumsi, urutan pekerjaan, serta penggunaan upah, bahan dan alat. Harga satuan dasar upah, bahan, dan alatakanmenentukan harga satuan pekerjaan.Berdasarkan masukan tersebut dilakukan perhitungan untuk menentukan koefisien bahan, koefisien alat dan koefisien upah tenaga kerja.

Sifat pekerjaan untuk pekerjaan jalan dan jembatan pada umumnya dilaksanakan secara mekanis.Beberapa bagian pekerjaan yang volumenya relatif sedikit, atau yang sulit dijangkau oleh peralatan berat dilakukan secara manual dengan peralatan kecil dan tenaga manusia.

Faktor bahan dipengaruhi oleh jenis bahan yang digunakan danuntuk faktor alat dipengaruhi oleh tipe serta kondisi peralatan, cuaca danketerampilan tenaga kerja, sehingga besaran angka koefisien bahan, angka koefisien peralatan, dan koefisien tenaga pada setiap lokasi pekerjaan dapat berbeda. Hal ini juga dipengaruhi oleh asumsi, metode kerja, jenis bahan danberat isi bahan yang akan digunakan.

Untuk pekerjaan pembuatan bendung dan bangunan air lainnya (pekerjaan Sumber Daya

Air), pada umumnya memerlukan base campuntuk menyimpan bahan, memproduksi

campuran bahan dengan semenuntuk beton,dankantor lapangan. Lokasi pekerjaan bisa berupa titik dengan radius yang pendek tetapi mungkin juga berupa garis (sepanjang sungai). Bila pekerjaan hanya bendung yang relatif kecil, base camp dapat diusahakan yang berdekatan dengan bendung yang akan dibangun. Hampir semua pekerjaan dilakukan secara mekanis menggunakan alat beratdan sebagian secara manual.

Untuk pekerjaan konstruksi pada umumnya memerlukan base campuntukmenyimpan bahan, memproduksi campuran bahan dengan aspal atau dengan semen, dankantor lapangan. Lokasi pekerjaan adalah sepanjang jalan, termasuk pekerjaan jembatan. Bila pekerjaan hanya jembatan saja, base camp dapat diusahakan yang berdekatan dengan lokasi jembatan yang akan dibangun. Hampir semua pekerjaan dilakukan menggunakan alat berat (secara mekanis)dan sebagian kecil secara manual.

5.3.2 Pekerjaan mekanis 5.3.2.1 Asumsi

Asumsi dapat meliputi antara lain, tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut: a) Sifat pekerjaan dilakukan secara mekanis

b) Lokasi pekerjaan (untuk jalan adalah sepanjang jalan, L dengan satuan km). c) Kondisi jalan dari quarry ke base camp atau lokasi pekerjaan (baik, sedang, rusak) d) Kondisi jalan dari base camp ke lokasi pekerjaan (baik, sedang, rusak)

e) Jarak rata-rata dari base camp ke lokasi pekerjaan, L1 (km)(untuk pekerjaan jalan, lihat contoh lembar Informasi)

f) Jarak dari lokasi ke tempat pembuangan bahanuntuk pekerjaan galian dantimbunan, L2(km).

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

su

nan air lainnya n air lainny

mppuntukuntuk menyimenyi n,,dand kantor lapkantor la tetapi mungktapi mung yang relatif keciang relatif keci akan dibangun akan dibangu b

berateradanansebagseba da umu

da umummnya mya m ahan dengan aan dengan sepanjang jasepanjang ja , base campbase camp dibangun. Ham dibangun. sebagian ke sebagian k

PU

uk u faktoraktor ga kerja, seh ga kerja, se sien tenaga pa sien tenaga pa si, metode si, me

g) Jarak dari stock pile ke cold bin (untuk pekerjaan campuran beraspal) atau ke

batchplantuntuk pekerjaan campuran beton semen, L3 (km) h) Jam kerja efektif tenaga kerja, Tk(jam) (untuk pekerjaan jalan).

i) Jenis bahan

j) Faktor bahan meliputi faktor pengembangan (Fk

)

, berat isi (padat, BiP, atau lepas BiL) dalam satuan ton/m³, danberat jenis bahan (BJ),

k) Faktor konversi kedalaman galian (Fv) untukpekerjaan galian struktur pada kedalaman tertentu. Makin dalam Fv makin besar.

l) Faktor pembayaran (Fp) untuk pekerjaan galian struktur dengan kedalaman lebih dari 2 meter.

m) Informasi bahan (bahan baku, bahan olahan, bahan jadi) diterima di base camp

atau lokasi pekerjaan.

n) Tebal padat, t (tanah timbunan, agregat, campuran berbasis semen atau aspal). o) Lebar jalan, dan bahu jalan (untuk pekerjaan jalan)

p) Proporsi campuran bahan dan/atau komposisi bahan campuran: • • kadar semen, Sm;

• • kadar aspal, As; • • kadar pasir, Ps;

• • kadar agregat kasar, AgK; 5-20; 20-30 • • kadar agregat halus, AgH; 0-5

• • rasio air/semen, Wcr;

• • kadar bahan tambah aspal, AsM; • • kadar semen yang ditambahkan SmM; • • kadar bahan tambah untuk beton semen (Ad) • • jumlah air untuk beton semen, Air)

q) Dimensi agregat (ukuran maksimum, Ag)

r) Faktor kehilangan bahan berbentuk curah atau kemasan (Fh1, Fh2).

s) Pengurugan kembali dengan bahan pilihan untuk pekerjaan galian struktur, Uk (% m³).

t) Bahan penunjang (kayu) untuk pekerjaan galian struktur dengan kedalaman > 2 m. Asumsi dapat disusunpada hal-hal yang terkait dengan pekerjaan dan diperlukan.

5.3.2.2 Urutan pekerjaan

Urutan pekerjaan tergantung pada sifat pekerjaan dan pada umumnya adalah sebagai berikut:

a) Pekerjaan yang memerlukan bahan, alat dan tenaga kerja, antara lain:

1) Pemindahan bahan (memuat, menumpahkan) dengan alatExcavator, Loader, atau

Dump Truck

2) Pencampuran bahan dengan alatAsphalt Mixing Plant, Concrete Batching plantatau Concrete Mixer Plant.

3) Pengangkutan bahan atau campuran dengan Dump Truck, Truck Mixer atau Flat Bed Truck

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

5-20; 2020; 20--3030 H; 0-5 0-5 ah aspal, AsM; ah aspal, AsM ng ditambahka ng ditambahka ambah

ambah untuktukbb untukkbeton sembeton s regat (ukuran megat (ukuran m kehilangan bah kehilangan bah ugan kem ugan kem

PU

erbasis erbasis n n) ) ahan campu ahan campu

4) Penempatan bahan atau penuangan campuran dengan Dump Truck,

AsphaltFinisheruntuk campuran aspal, atau Concrete Paving Machine, Concrete Pumpuntuk campuran beton semen.

5) Pemindahan pelat beton,balok beton, pelat baja, girder jembatan, dll dengan Crane.

6) Pemadatan bahan atau campuran dengan alatSteel Wheel Roller, Vibrator Roller, atau Pneumatic Tire Rolleruntuk perkerasan beton aspal, atau Concrete Vibratoruntuk beton semen,

7) Pengecatan marka menggunakan mesin Applicatorcat marka.

8) Dibantu sekelompok pekerja untuk merapikan bahan, campuran, hamparan, produk bahan menggunakan alat bantu.

9) Pekerjaan timbunan:

(a) Menggali dan memuat bahan timbunan ke dalam truk dengan alat Excavator. (b) Untuk bahan timbunan yang distabilisasi, bahan dibawa kePlantuntuk dicampur

dengan bahan stabilisasi, kemudian dimuat ke dalam Truck dan dibawa ke lokasi pekerjaan. Bila tidak dilakukan stabilisasi, bahan timbunan dibawa langsung ke lokasi pekerjaan.

(c) Menumpahkan bahan timbunan dari Dump Truck, (d) Bahan diratakan dengan Motor Grader.

(e) Pemadatan dengan Vibro Roller.

(f) Dibantu sekelompok pekerja untuk merapikan bahan, campuran, hamparan, atau produk bahan menggunakan alat bantu.

Urutan pekerjaan dapat disusun pada hal-hal yang terkait dengan pekerjaan dan diperlukan. b) Pekerjaan yang tidak menggunakan bahan:

1) Penggalian dengan alat Excavator, Compressoratau Jack Hammer

2) Menuangkan bahan galian ke dalamtruk menggunakan Excavator, atau dimuat ke dalam truk menggunakan Wheel Loader.

3) Truck membuang bahan galian ke luar lokasi jalan dengan jarak tertentu, atau menggunakan Bulldozeruntuk menggusur hasil galian ke sekitar lokasi.

4) Pengamanan tebing untuk galian < 2 m, 5) Penebangan pohon menggunakanChain saw,

6) Dibantu sekelompok pekerja untuk merapikan bahan, campuran, hamparan, produk bahan menggunakan alat bantu.

5.3.2.3 Faktor yang mempengaruhi analisis produktivitas

Faktor yang mempengaruhi analisis produktivitas antara lain waktu siklus, faktor kembang susut atau faktor pengembangan bahan, faktor alat, dan faktor kehilangan.

5.3.2.3.1 Analisis produktivitas

Produktivitas dapat diartikan sebagai perbandingan antara output (hasil produksi) terhadap

input (komponen produksi: tenaga kerja, bahan, peralatan, dan waktu). Jadi dalam analisis produktivitas dapat dinyatakan sebagai rasio antara output terhadap inputdan waktu (jam atau hari). Bila input dan waktu kecil maka output semakin besar sehingga produktivitas semakin tinggi.

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

Truck

Truck

tuk

tu merapikan merapikan kan alat bantu.alat bantu al

al--hal yang terkhal yang t kan

kanbahanhan:

Excavatorcavatorr Com,,Com galian ke dalaalian ke da unakan nakan Wheel LWheel ang bahan ga ang bahan ga n nBulldozerBulldozeruntr bing bing unun

PU

keePP m m Truckruck i, bahan tim i, bahan tim

5.3.2.3.2 Waktu siklus

Dalam operasi penggunaan alat dikenal pula waktu siklus, yaitu waktu yang diperlukan alat untuk beroperasi pada pekerjaan yang sama secara berulang. Waktu siklus ini akan berpengaruh terhadap kapasitas produksi dan koefisien alat.Waktu siklus produksi adalah rangkaian aktivitas suatu pekerjaan dan operasi pemrosesan sampai mencapai suatu tujuan atau hasil yang terus terjadi, berkaitan dengan pembuatan suatu produk.

Contoh penentuan waktu siklus (TS) untukDump Truckyang mengangkut tanah, dihitung sejak mulai diisi sampai penuh (T1), kemudian menuju tempat penumpahan (T2) lama penumpahan (T3) dan kembali kosong ke tempat semula (T4), dan siap untuk diisi atau dimuati kembali.

Waktu siklus, Ts = T1 + T2 + T3 + T4, atau

• •

• •

• •

n n n S

T

Dalam dokumen Permen PU No 11 2013 AHSP Pekerjaan Um (Halaman 41-45)

Dokumen terkait