• Tidak ada hasil yang ditemukan

Permen PU No 11 2013 AHSP Pekerjaan Um

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Permen PU No 11 2013 AHSP Pekerjaan Um"

Copied!
698
0
0

Teks penuh

(1)

No. 11/PRT/M/2013

tentang

Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang

Pekerjaan Umum

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

(2)

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

NOMOR: 11/PRT/M/2013

TENTANG

PEDOMAN ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN

BIDANG PEKERJAAN UMUM

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

:

a.

bahwa dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah

sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah

diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 70

Tahun 2012 diperlukan suatu pedoman analisis harga

satuan pekerjaan sebagai alat untuk menghitung harga

satuan dasar upah, alat dan bahan yang selanjutnya

menghasilkan Harga Satuan Pekerjaan;

b.

bahwa Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan

Umum telah diatur dalam Surat Edaran Menteri Pekerjaan

Umum Nomor 02/SE/M/2013 tentang Pedoman Analisis

Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Pekerjaan Umum

yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam perhitungan

harga satuan pekerjaan sehingga perhitungan harga satuan

pekerjaan menjadi lebih rasional dan objektif;

c.

bahwa Analisis Harga Satuan Pekerjaan pada

masing-masing sektor telah diterapkan tetapi sifatnya hanya sebagai

referensi, belum mengikat secara hukum;

d.

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Pedoman

Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum.

Mengingat

:

1.

Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang

Penyelenggaraan Jasa Konstruksi;

2.

Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang

Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2000 Nomor 1999, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4020);

3.

Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang

Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara

sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan

Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011;

4.

Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang

Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BAL

ada

Nomo

Nom

sa Pemerint

sa Pemerin

gan Peraturan

n Peratura

rlukan

ukan

suatu

suatu

n

n

sebagai ala

sebagai al

upah, alat

pah, alat

an Harga Satua

n Harga Satua

nalisis Harga S

nalisis Harga

telah diatur d

telah diatur

m Nomor

m N mor

02

02

/

/

rga Satuan P

rga Satuan

yang dapat d

ng dapat

h

h

harga satua

harga satua

p

pekerjaan

pekerjaan

c.

bahwa

bahwa

ah

ahwa

masin

mas

refe

ref

b

b

PU

K INDONE

INDONE

ng

baran

ba

54 T

(3)

5.

Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009;

6.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/PRT/M/2010

tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan

Umum;

7.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 07/PRT/M/2011

tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan

Konstruksi dan Jasa Konsultansi.

Menetapkan

:

MEMUTUSKAN:

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG

PEDOMAN ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN

BIDANG PEKERJAAN UMUM

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

(1)

Analisis Harga Satuan Pekerjaan yang selanjutnya disingkat AHSP adalah

perhitungan kebutuhan biaya tenaga kerja, bahan dan peralatan untuk

mendapatkan harga satuan atau satu jenis pekerjaan tertentu.

(2)

Bidang Pekerjaan Umum adalah bidang pekerjaan yang meliputi kegiatan

pekerjaan Sumber Daya Air (bendung, pintu air dan hidromekanik,

terowongan air, bangunan sungai, jaringan irigasi, bangunan lepas pantai),

Bina Marga (jalan, jembatan, jalan layang, terowongan jalan, saluran tepi

jalan, bahu jalan, trotoar), dan Cipta Karya (bangunan gedung, perumahan,

infrastruktur kawasan permukiman seperti Instalasi Pengolahan Air Minum

(IPAM), sistem perpipaan air minum dan lain-lain).

(3)

Harga Perkiraan Perencana yang selanjutnya disingkat HPP adalah

perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang dihitung secara profesional

oleh perencana yang digunakan sebagai salah satu acuan dalam

melakukan penawaran suatu pekerjaan tertentu.

(4)

Harga Perkiraan Sendiri yang selanjutnya disingkat HPS adalah

perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang dihitung secara profesional

oleh panitia dan disahkan oleh pejabat pembuat komitmen yang digunakan

sebagai salah satu acuan dalam melakukan evaluasi harga penawaran.

HPS bersifat terbuka dan tidak rahasia.

(5)

Harga Satuan Dasar yang selanjutnya disingkat HSD adalah harga

komponen dari mata pembayaran dalam satuan tertentu, misalnya: bahan

(m, m

2

, m

3

, kg, ton, zak, dan lain), peralatan (unit, jam, hari, dan

lain-lain) dan upah tenaga kerja (jam, hari, bulan, dan lain-lain-lain).

(6)

Harga satuan dasar alat adalah besarnya biaya yang dikeluarkan pada

komponen biaya alat yang meliputi biaya pasti dan biaya tidak pasti atau

biaya operasi per satuan waktu tertentu untuk memproduksi satu satuan

pengukuran pekerjaan tertentu.

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

ksud dengan:

ksud dengan:

n

n

yang selanju

yang selan

a tenaga kerja

tenaga ke

n atau

atau

satu jen

satu jen

m adalah bida

m adalah bid

Daya Air (ben

Daya Air (be

ngunan sungai

gunan sunga

n, jembatan, j

n, jembatan,

an, trotoar), da

, trotoar), d

r k

k

kawasan per

kawasan per

stem

stem

perpipaan

perpipaa

Perkiraan P

Perkiraan

an perk

an per

cana

can

(4)

tertentu.

(8)

Harga satuan dasar tenaga kerja adalah besarnya biaya yang dikeluarkan

pada komponen tenaga kerja per satuan waktu tertentu untuk

memproduksi satu satuan pengukuran pekerjaan tertentu.

(9)

Mata pembayaran adalah jenis pekerjaan yang secara tegas dinyatakan

dalam dokumen lelang sebagai bagian dari pekerjaan yang dilelang yang

dapat dibayar oleh pemilik

(owner).

(10)

Satuan pekerjaan adalah satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang

dinyatakan dalam satuan panjang, luas, volume dan unit.

(11)

Overhead

adalah biaya yang diperhitungkan sebagai biaya operasional dan

pengeluaran biaya kantor pusat yang bukan dari biaya pengadaan untuk

setiap mata pembayaran, biaya manajemen, akuntansi, pelatihan dan

auditing, perizinan, registrasi, biaya iklan, humas dan promosi dan lain

sebagainya.

(12)

Daftar kuantitas dan harga atau

Bill of Quantity (BOQ)

adalah daftar rincian

kebutuhan bahan pekerjaan yang disusun secara sistematis menurut

kelompok/bagian pekerjaan, disertai keterangan mengenai volume dan

satuan setiap jenis pekerjaan, mata uang, harga satuan, hasil kali volume

dengan harga satuan setiap jenis pekerjaan dan jumlah seluruh hasil

pekerjaan sebagai total harga pekerjaan.

(13)

Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan

bidang pekerjaan umum.

Pasal 2

(1)

Pedoman AHSP Bidang Pekerjaan Umum dimaksudkan sebagai acuan

dalam menghitung biaya pembangunan bagi pemerintah/regulator sebagai

kelengkapan dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah terkait

dengan pekerjaan konstruksi dan bangunan serta bagi kalangan penyedia

jasa konstruksi (konsultan/kontraktor).

(2)

Pedoman AHSP Bidang Pekerjaan Umum bertujuan untuk mewujudkan

transparansi, efisiensi, efektifitas dan akuntabilitas dalam proses

pengadaan barang/jasa pemerintah untuk kegiatan pembangunan bidang

pekerjaan umum.

(3)

Pedoman AHSP Bidang Pekerjaan Umum sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) dan (2) digunakan sebagai suatu dasar dalam menyusun perhitungan

HPS atau

owner's estimate (OE)

dan HPP atau

engineering's estimate (EE)

untuk penanganan pekerjaan bidang pekerjaan umum.

Pasal 3

(1)

Ruang lingkup Pedoman AHSP ini meliputi penanganan pekerjaan

preservasi atau pemeliharaan dan pembangunan atau peningkatan

kapasitas kinerja bidang pekerjaan umum, terdiri atas bidang umum,

bidang Sumber Daya Air, bidang Bina Marga, bidang Cipta Karya.

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BAL

ha

erjaan

rjaan

n.

nyelenggaraka

nyelenggaraka

Pasal 2

Pasal

ang Pekerjaan

ang Pekerjaan

g biaya pemba

iaya pem

alam proses p

lam proses

ja

ja

aan konstruk

aan konstruk

uks

s

si (konsultan

si (konsulta

n

n

AHSP

AHSP

SP Bid

B

Bida

B

ansi, efis

ansi, efis

bara

bara

PU

OQ)

OQ

ad

d

ala

ala

ecara sistem

ecara sistem

engena

engen

gan me

gan me

an,

a satua

a sat

n ju

(5)

a)

Langkah perhitungan HSD tenaga kerja

b)

Langkah perhitungan HSD bahan

c)

Langkah perhitungan HSD alat

d)

Langkah perhitungan HSP

Pasal 4

(1) Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan terbagi dalam 4 (empat) bagian,

terdiri atas:

a)

Bagian 1 : Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang

Umum

b)

Bagian 2 : Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang

Sumber Daya Air

c)

Bagian 3 : Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang

Bina Marga

d)

Bagian 4 : Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang

Cipta Karya

(2) Buku Pedoman Analisis Harga Satuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

tercantum pada lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan

dengan Peraturan Menteri ini.

BAB II

ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG PEKERJAAN UMUM

Pasal 5

(1)

Harga satuan pekerjaan terdiri atas:

a)

Biaya langsung

b)

Biaya tidak langsung

(2)

Komponen biaya langsung terdiri atas:

a)

Tenaga kerja

b)

Bahan

c)

Alat

(3)

AHSP bidang Umum yang dibahas dalam pedoman ini meliputi semua

pekerjaan yang berlaku untuk kegiatan pekerjaan bidang Sumber Daya Air,

Bina Marga dan Cipta Karya antara lain:

a)

Pekerjaan Tanah

b)

Pekerjaan Pasangan

c)

Pekerjaan Beton Bertulang

d)

Pekerjaan Baja

e)

Pekerjaan Pemancangan

f)

Pekerjaan Pengeringan air

(dewatering)

g)

Penggunaan Peralatan Kerja

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BAL

ebagaima

bagaim

pakan bagian

pakan bagi

BAB II

AB

UAN PEKERJA

UAN PEKERJA

pe

pe

ekerjaan terd

ekerjaan ter

langsu

angs

ung

ng

tidak langsu

tidak lang

l

aya

aya

PU

Pekerja

kerja

an Pekerjaan

an Pekerjaan

uan Pek

uan Pek

a di

(6)

a)

Pekerjaan Pintu Air dan Peralatan Hidromekanik

b)

Bendung

c)

Jaringan Irigasi

d)

Pengaman Sungai

e)

Bendungan dan Embung

f)

Pengaman Pantai

g)

Pengendali Muara Sungai

h)

Infrastruktur Rawa

i)

Infrastruktur Air Tanah dan Air Baku

(5) AHSP bidang Bina Marga yang dibahas dalam pedoman ini meliputi:

1)

Spesifikasi umum

a) Divisi 1 - Umum

b) Divisi 2 - Drainase

c) Divisi 3 - Pekerjaan Tanah

d) Divisi 4 - Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan

e) Divisi 5 - Perkerasan Berbutir dan Perkerasan Beton Semen

f) Divisi 6 - Perkerasan Aspal

g) Divisi 7 - Struktur

h) Divisi 8 - Pengembalian Kondisi dan Pekerjaan Minor

i) Divisi 9 - Pekerjaan Harian

j) Divisi 10 - Pekerjaan Pemeliharaan Rutin

2)

Spesifikasi khusus

a)

Beton tailing

b)

Rumput vetiver

c)

Grouting

di bawah perkerasan jalan beton

d)

Lapis pondasi pasir aspal

e)

Penanganan tanah lunak dengan beban timbunan tambahan

sementara

(surcharge)

f)

Pemeliharaan dengan aspal

seal coat

g)

Shortcrete

h)

Kerb beton untuk jalan

i)

Beton

fast track

j)

Beton kadar garam tinggi

k)

Cold mix recycling by foam bitumen base

l)

Cement treaded recycling base

dan

cement treated recycling subbase

m)

Geotextile

n)

Lapis Penetrasi Macadam Asbuton (LPMA Asbuton)

o)

Campuran beraspal panas dengan Asbuton Lawele

p)

Pemasangan kerb pracetak

q)

Slurry seal

r)

Campuran dingin asbuton emulsi

s)

Campuran hangat asbuton

t)

Campuran panas asbuton

u)

Campuran beraspal panas dengan Asbuton Lawele

v)

Perkerasan jalan beton semen pracetak-prategang

(6) AHSP Cipta Karya yang dibahas dalam pedoman ini meliputi:

a) Divisi 1

Design development

b) Divisi 2

Sitework

c) Divisi 3 Pekerjaan struktural

d) Divisi 4 Pekerjaan arsitektur

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BAL

Pekerjaa

Pekerja

aan Rutin

n Rutin

perkerasan jal

perkerasan ja

asir aspal

sir aspal

tanah lunak

anah lunak

surcharge)

urcharge)

raan dengan a

raan dengan a

ete

e

e

e

beton

beto

n untuk j

n untuk j

ton

on

fast track

fast tra

t track

tra

n kadar g

n kadar g

ix rec

ix rec

PU

n

n

n Beton Sem

n Beton Sem

n Beto

n Beto

Min

(7)

g) Divisi 7 Fasilitas eksterior bangunan

i) Divisi 8

Miscellaneous work

Pasal 6

(1)

AHSP merupakan bagian dari dokumen kontrak harga satuan dan harus

disertakan dengan rinciannya sebagai lampiran yang tidak terpisahkan serta

sebagai alat untuk menilai kewajaran penawaran.

(2)

Nilai total HSP bersifat terbuka dan tidak rahasia serta digunakan untuk

menetapkan besaran nilai tertinggi penawaran yang sah.

(3)

Kontrak harga satuan adalah kontrak pekerjaan yang nilai kontraknya

didasarkan atas HSP yang pasti dan mengikat atas setiap jenis pekerjaan

masing-masing.

(4)

Nilai kontrak adalah jumlah perkalian Harga Satuan HSP dengan volume

masing-masing jenis pekerjaan yang sesuai dengan daftar kuantitas dan

harga

(Bill of quantity, BOQ)

yang terdapat dalam dokumen penawaran.

BAB III

KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 7

Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan yang telah ada sebelum berlakunya

Peraturan Menteri ini, tetap berlaku dan dalam jangka waktu paling lama 6

(enam) bulan harus menyesuaikan dengan Peraturan Menteri ini.

BAB IV

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 8

(1)

Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata Cara Perhitungan Harga

Satuan untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan dinyatakan

masih berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri

Pekerjaan Umum ini.

(2)

Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini, Surat Edaran Menteri

Pekerjaan Umum Nomor 02/SE/M/2013 tentang Pedoman Analisis Harga

Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum dan Surat Edaran Menteri

Pekerjaan Umum Nomor 07/SE/M/2008 tentang Pemberlakuan Standar,

Pedoman, Manual Harga Satuan Pekerjaan Konstruksi Bangunan Gedung

dan Perumahan, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BAL

II

I

N PERALIHAN

PERALIHAN

Pasal 7

Pasal 7

uan Pekerjaan

an Pekerjaa

ap berlaku dan

ap berlaku da

yesuaikan deng

yesuaikan den

K

K

nal

na

PU

an HSP

an HSP

gan daftar

an daftar

dokumen pen

dokumen pen

dokume

(8)

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan

Menteri ini dengan penempatannya dalam dalam Berita Negara Republik

Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 4 November 2013

MENTERI PEKERJAAN UMUM

REPUBLIK INDONESIA,

DJOKO KIRMANTO

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal

1RYHPEHU

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA,

AMIR SYAMSUDIN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 NOMOR

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

SIA

SIA

UBLIK INDON

LIK INDON

E

PU

DJO

DJO

ttd

(9)

PEDOMAN

Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil

Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP)

Bidang Pekerjaan Umum

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

a Satuan

a Satuan

ang Peke

ang Peke

(10)

PEDOMAN

Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil

Bagian 1: AnalisisHarga Satuan Pekerjaan (AHSP)

Bidang Umum

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

ga Satuan

ga Satuan

i

i

dan

dan

g U

g U

m

m

(11)

Daftar isi

halaman

Daftar isi ... i

Prakata ... v

Pendahuluan ... vi

BAGIAN 1: ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG UMUM

1Ruang lingkup ... 1

2Acuan normatif ... 1

3Istilah dan definisi ... 1

4Struktur analisis harga satuan ... 8

5Ketentuan danPersyaratan ... 11

5.1

Umum ... 11

5.2

Harga satuan dasar (HSD) ... 11

5.2.1

HSD tenaga kerja ... 11

5.2.1.1

Umum ... 11

5.2.1.2

Kualifikasi tenaga kerja ... 12

5.2.1.3

Standar upah ... 13

5.2.1.4

Standar orang hari ... 13

5.2.1.5

Standar orang jam ... 13

5.2.1.6

Koefisien dan jumlah tenaga kerja ... 13

5.2.1.7

Estimasi harga satuan dasar (HSD) tenaga kerja ... 14

5.2.2

Harga satuan dasaralat ... 14

5.2.2.1

Masukan untukperhitungan biaya alat ... 14

5.2.2.1.1

Jenis alat ... 14

5.2.2.1.2

Tenaga mesin ... 16

5.2.2.1.3

Kapasitas alat ... 16

5.2.2.1.4

Umur ekonomi alat ... 17

5.2.2.1.5

Jam kerja alat per tahun ... 17

5.2.2.1.6

Harga pokok alat ... 17

5.2.2.1.6.1

Loko Gudang ... 17

5.2.2.1.6.2

Franco

Gudang ... 18

5.2.2.1.6.3

Free on Board

... 18

5.2.2.1.6.4

Cost, Freight, and Insurance

... 18

5.2.2.1.6.5

Nilai sisa alat ... 18

5.2.2.1.6.6

Tingkat suku bunga, faktor angsuran modal dan biaya pengembalian modal .. 18

5.2.2.1.6.7

Asuransi dan Pajak ... 19

5.2.2.1.6.8

Upah tenaga ... 19

5.2.2.1.6.9

Harga bahan bakar dan pelumas ... 19

5.2.2.2

Proses perhitungan harga satuan dasar alat ... 19

5.2.2.2.1

Biaya pasti ... 19

5.2.2.2.2

Biaya tidak pasti atau biaya operasi ... 20

5.2.2.2.2.1

Komponen biaya operasi ... 20

5.2.2.2.2.2

Perhitungan biaya operasi ... 21

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

naga kerja

naga kerja

...

..

an dasar (HSD)

an dasar (HSD

saralat

rala

...

...

kperhitungan bi

perhitungan bi

...

...

mesin

sin

...

...

asitas alat

asitas alat

...

.

ekonomi a

ekonomi a

a alat

a ala

PU

...

...

...

...

...

...

...

...

(12)

5.2.2.3

Keluaran (

output

)harga satuan dasar alat ... 22

5.2.2.4

Alat bantu ... 22

5.2.3

Harga satuan dasarbahan ... 23

5.2.3.1

Umum ... 23

5.2.3.2

Harga satuan dasar bahan baku ... 24

5.2.3.3

Harga satuan dasar bahan olahan ... 24

5.2.3.4

Harga satuan dasar (HSD) bahan jadi ... 25

5.3

Harga satuan pekerjaan (HSP) ... 26

5.3.1

Umum ... 26

5.3.2

Pekerjaan mekanis ... 26

5.3.2.1

Asumsi ... 26

5.3.2.2

Urutan pekerjaan ... 27

5.3.2.3

Faktor yang mempengaruhi analisis produktivitas ... 28

5.3.2.3.1

Analisis produktivitas ... 28

5.3.2.3.2

Waktu siklus ... 29

5.3.2.3.3

Faktor kembang susut ... 29

5.3.2.3.4

Faktor kehilangan ... 29

5.3.2.4

Koefisien bahan, alat dan tenaga kerja ... 29

5.3.2.4.1

Koefisien bahan ... 29

5.3.2.4.2

Koefisien alat ... 31

5.3.2.4.2.1

Hubungan koefisien alat dan kapasitas produksi ... 31

5.3.2.4.2.2

Kapasitas produksi alat ... 31

5.3.2.4.2.3

Kapasitas dan faktor

bucket

... 49

5.3.2.4.3

Koefisien tenaga kerja ... 49

5.3.3

Pekerjaan manual... 50

5.3.3.1

HSD tenaga kerja ... 50

5.3.3.2

HSD bahan ... 51

5.3.4

Biaya umum dan keuntungan(

overhead & profit

) ... 51

5.3.5

Mobilisasi dan demobilisasi ... 51

5.4

Rekapitulasi estimasi biaya kegiatan pekerjaan (kegiatan pekerjaan) ... 52

LAMPIRAN BIDANG UMUM ... 53

Bibliografi ... 52

BAGIAN 2: ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG SUMBER

DAYA AIR

6Lingkup AHSP Sumber Daya Air ... 59

6.1 Umum ... 59

6.2 Langkah perhitungan HSP ... 60

6.2.1 Koefisien AHSP ... 60

6.2.2Analisis harga satuan dasar (HSD) ... 61

6.2.3 Perhitungan HSP ... 67

6.3 Perkiraan (estimasi) biaya pekerjaan ... 68

LAMPIRAN BIDANG SUMBER DAYA AIR

Lampiran A ... 69

A.1 Pekerjaan tanah (T.xx) ... 69

A.2.Pekerjaan pasangan (P.xx) ... 90

A.3.Pekerjaan beton (B.xx) ... 120

A.4.Pekerjaan pemancangan (F.xx) ... 151

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

...

...

...

...

...

tas produksi

as produksi

..

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

euntungan(

ntungan(

ove

ov

emobilisasi

mobilisasi

...

..

masi biaya kegia

masi biaya kegia

UMUM

UMUM

...

...

...

...

PU

..

..

...

...

...

...

...

...

(13)

A.5.Pekerjaan

dewatering

(D.xx) ... 160

A.6Pekerjaan pintu air (H.xx) ... 164

A.7 Pekerjaan air tanah (AT.xx) ... 168

A.8 Pekerjaan lain-lain (LA.xx) ... 175

A.9.Contoh daftar harga satuan dasar tenaga kerja, bahan dan peralatan ... 184

A.10 Contoh daftar harga satuan pekerjaan hasil AHSP-SDA untuk Jawa Barat 2012 ... 194

A.11 Contoh perhitungan cara mekanis ... 201

Lampiran B - Bendung ... 222

Lampiran C - Jaringan irigasi ... 227

Lampiran D - Pengaman sungai ... 239

Lampiran E - Bendungan ... 243

Lampiran F - Pengaman pantai ... 249

Lampiran G - Pengendali muara sungai ... 270

Lampiran H - Rawa ... 277

Lampiran I - Air tanah dan air baku ... 279

Bibliografi ... 285

BAGIAN 3: ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG BINA MARGA

7 Lingkup pekerjaan untuk AHSP Bina Marga ... 287

7.1

Umum ... 287

7.1.1

Spesifikasi umum ... 287

7.1.2

Spesifikasi khusus ... 289

7.2

Analisis harga satuan dasar (HSD) ... 290

7.2.1

Langkah perhitungan HSD tenaga kerja ... 290

7.2.2

Langkah perhitungan HSD alat ... 290

7.2.3

Langkah perhitungan HSD bahan ... 291

7.3

Analisis harga satuan pekerjaan (HSP) ... 293

7.4

Mobilisasi ... 295

7.5

Estimasi biaya kegiatan (kegiatan pekerjaan) ... 295

7.5.1

Umum ... 295

7.5.2

Harga satuan pekerjaan setiap mata pembayaran ... 295

7.5.3

Volume pekerjaan ... 295

7.5.4

Harga pekerjaan setiap mata pembayaran ... 295

7.5.5

Harga total seluruh mata pembayaran ... 295

7.5.6

Pajak pertambahan nilai (PPN) ... 295

7.5.7Perkiraan (estimasi) biaya pekerjaan (kegiatan pekerjaan) ... 295

LAMPIRAN BIDANG BINA MARGA

Lampiran A Contoh analisis volume bahan ... 296

Lampiran B Contoh lembar informasi kegiatan pekerjaan ... 297

Lampiran C Contoh tarif upah dan analisis HSD upah (tenaga) per jam dan K3 ... 298

Lampiran D Contoh harga perolehan alat dan analisis HSD alat ... 300

Lampiran EContoh harga bahan baku dan analisis HSD bahan dan bahan olahan ... 306

Lampiran FContoh analisis harga satuan pekerjaan tanah (galian dan timbunan) ... 313

Lampiran G Contoh analisis harga satuan lapis pondasi agregat Kelas A (LPA-A) ... 322

Lampiran H Contoh analisis harga satuan perkerasan beton semen (per m³) ... 326

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

JAAN B

JAAN B

...

...

...

...

...

...

...

...

HSD)

HSD)

...

...

D tenaga kerja

D tenaga kerja

HSD alat

HSD alat

...

...

an HSD bahan

SD bahan

uan pekerjaan

an pekerjaa

...

...

aya kegiatan (ke

ya kegiatan (ke

...

...

an peker

an peke

aa

aa

PU

...

...

...

...

...

...

(14)

Lampiran I Contoh analisis harga satuan AC-WC (gradasi kasar/halus) ... 331

Lampiran J Analisis harga satuan pekerjaan beton ... 336

Lampiran K Contoh analisis harga satuan pekerjaan pengembalian kondisi dan pekerjaan

minor ... 346

Bibliografi ... 350

BAGIAN 4: ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG CIPTA KARYA

8Lingkup pekerjaan untuk AHSP Cipta Karya ... 351

8.1

Umum ... 351

8.2

Analisis harga satuan dasar (HSD) ... 366

8.2.1

Perhitungan HSD bahan ... 366

8.2.2

Perhitungan HSD tenaga kerja ... 366

8.2.3

Perhitungan HSD alat ... 366

8.3

Analisis harga satuan pekerjaan (HSP) ... 367

8.3.1

Analisis biaya langsung pekerjaan konstruksi ... 367

8.3.2

Biaya tidak langsung ... 367

8.4

Mobilisasi dan demobilisasi ... 368

LAMPIRAN BIDANG CIPTA KARYA

Lampiran A Koefisien tenaga kerja dan koefisien bahan ... 369

Lampiran B Contoh menghitung HSP dengan menggunakan angka koefisien ... 670

Lampiran C Menghitung rencana anggaran biaya ... 674

Bibliografi ... 678

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

an ...

...

ggunakan angk

unakan angk

ya...

...

...

...

PU

...

..

...

...

...

...

(15)

PENGANTAR

Dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan infrastruktur PU dan permukiman

yang lebih baik, lebih cepat dan lebih murah, perlu diterbitkan Pedoman Analisis Harga

Satuan Pekerjaan (AHSP) sebagai pengganti analisa BOW yang telah kadaluarsa dan tidak

relevan lagi dengan kondisi sekarang.

Pedoman AHSP ini menjelaskan prinsip-prinsip yang menjadi acuan dalam menganalisis

harga satuan tenaga kerja, bahan dan peralatan yang dapat dipakai dalam menyusun Harga

Perkiraan Perencana (HPP) atau Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Pedoman AHSP ini disiapkan oleh Panitia Teknis Teknis 91-01: Bahan Konstruksi Bangunan

dan Rekayasa Sipil pada Badan Litbang PU yang telah dibahas secara intensif dalam forum

rapat konsensus yang melibatkan para nara sumber, pakar dan lembaga terkait.

Penerapan AHSP telah dimulai dengan terbitnya Surat Edaran Menteri PU Nomor:

02/SE/M2013, tanggal 4 Maret 2013 yang ditindaklanjuti dengan proses uji publik (

public

hearing

) yang diselenggarakan di Batam, Surabaya dan Makasar dengan mengundang

perwakilan

stakeholders

dari seluruh Indonesia.

Dengan terbitnya Peraturan Menteri PU Nomor : 11/PRT/M/2013, tentang Pedoman AHSP

ini diharapkan akan diperoleh keseragaman dan kesamaan metode dalam proses

penyusunan HPP maupun HPS, baik untuk keperluan evaluasi pengadaan, maupun untuk

pelaksanaan fisik di lapangan.

Jakarta, November 2013

MENTERI PEKERJAAN UMUM

REPUBLIK INDONESIA,

DJOKO KIRMANTO

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

r : 11/PRT/M

11/PRT/M

man dan kesa

n dan kes

uk keperluan ev

k keperluan ev

PU

(16)

PENDAHULUAN

Memperhatikan Perpres Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres

Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah khususnya pada pasal

22 ayat (4) huruf c: Spesifikasi teknis perlu dirinci lebih lanjut oleh PPK sebelum

melaksanakan pengadaan dan pasal 49 ayat (1) huruf b: Metoda evaluasi berdasarkan

kualitas dan biaya adalah evaluasi penawaran berdasarkan nilai kombinasi terbaik

penawaran teknis dan biaya terkoreksi dilanjutkan dengan klarifikasi dan negosiasi teknis

serta biaya, pedoman ini memiliki nilai strategis mendukung penerapan Perpres tersebut

sebagai acuan untuk menentukan harga satuan atau biaya proyek yang didukung metode

analisis yang baku.

Pedoman ini merupakan pengembangan dari Panduan Analisis Harga Satuan (PAHS) yang

dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Nomor

008-1/BM/2008 Edisi Desember 2010, Analisis Biaya Konstruksi (ABK) yang diprakarsai oleh

Pusat Litbang Permukiman yang dikeluarkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) Tahun

2008, dan Pedoman Analisis Harga Satuan (PAHS) yang disusun Pusat Litbang Sumber Daya

Air.

Pedoman ini terdiri atas:

Bagian 1 : Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) secaraUmum

Bagian 2 : Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Sumber Daya Air

Bagian 3 : Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Bina Marga

Bagian 4 : Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Cipta Karya

Dalam pedoman ini diberikan beberapa contoh faktor konversi bahan, berat isi bahan, berat

isi campuran, faktor kehilangan bahan dan berat jenis bahan dalam suatu rentang

(range)

pada Bagian1, serta beberapa contoh analisis harga satuan untuk masing-masing bidang

pada Bagian 2, Bagian 3 dan Bagian 4.

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

n (AHS

n (AH

aan (AHSP)

an (AHSP

erjaan (AHSP)

rjaan (AHSP

Pekerjaan (AHS

ekerjaan (AHS

oh faktor konve

h faktor konve

n berat jenis b

n berat jenis b

analisis harga

analisis ha

4.

4.

PU

y

y

Nasi

Nasi

Pusat Litban

usat Litba

)

)

seca

se

(17)

Analisis harga satuan pekerjaan (AHSP)

bidang umum

1 Ruang

lingkup

Pedoman ini menetapkan langkah-langkah menghitung harga satuan dasar (HSD) upah

tenaga kerja, HSD alat dan HSD bahan, yang selanjutnya menghitung harga satuan

pekerjaan (HSP) sebagai bagian dari harga perkiraan sendiri (HPS), dapat digunakan pula

untuk menganalisis harga perkiraan perencana (HPP) untuk penanganan pekerjaan bidang

pekerjaan umum.

Penanganan pekerjaan meliputi preservasi atau pemeliharaan dan pembangunan atau

peningkatan kapasitas kinerja bidang pekerjaan umum, yaitu pada sektorSumber Daya Air,

Bina Marga dan Cipta Karya.Pekerjaan dapat dilakukan secara mekanis dan/atau manual.

Pekerjaan yang dilaksanakan secara manual, tersedia tabel indeks bahan dan indeks upah,

sementara untuk pekerjaan yang dilaksanakan secara mekanis, penetapan indeks atau

koefisien dilakukan melalui proses analisis produktivitas.

2 Acuan

normatif

Dokumen referensi di bawah ini harus digunakan dan tidak dapat ditinggalkan untuk

melaksanakan pedoman ini.

Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum Nomor

Kep.174/MEN/1986.No. 104/KPTS/1986 tentang

Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada

Tempat Kegiatan Konstruksi.

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 15/KPTS/M/2004, tanggal 17 Desember 2004,

tentang

Pelaksanaan Perhitungan Formula Sewa Peralatan, Sewa Bangunan dan Tanah

dan Sewa Prasarana Bangunan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, Nomor 09/PRT/M/2008, tentang

Pedoman Sistem

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.

3 Istilah

dan definisi

Untuk tujuan penggunaan pedoman ini, istilah dan definisi berikut digunakan:

3.1

AC

(asphaltic concrete)

atau beton aspal

3.1.1

AC-WC

(asphaltic concrete-wearing course)

perkerasan beton aspal sebagai lapis permukaan

3.1.2

AC-BC

(asphaltic concrete-binder course)

perkerasan beton aspal sebagai lapis pengisi

3.2

air tanah

air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

igunakan

nakan

dan

an

ga Kerja

Kerja

dan

d

1986 tentang

1986 tentang

K

n Umum N

Umum N

omo

omo

hitungan Formu

tungan Formu

ngunan di lingk

ngunan di lingk

Pekerjaan Umu

Pekerjaan Umu

lamatan

atan

dan

dan

Ke

Ke

definisi

definisi

PU

(18)

3.3

alat

3.3.1

harga pokok alat

harga pembelian peralatan yang bersangkutan sampai di gudang pembeli

3.3.2

nilai sisa alat

nilai harga peralatan yang bersangkutan pada saat akhir masa umur ekonomisnya

3.4

analisis harga satuan pekerjaan (AHSP)

perhitungan kebutuhan biaya tenaga kerja, bahan dan peralatan untuk mendapatkan harga

satuan atau satu jenis pekerjaan tertentu

3.4

analisis produktivitas

uraian masalah dan keadaan dalam membandingkan antara

output

(hasil produksi) dan

input

(komponen produksi: tenaga kerja, bahan, peralatan, dan waktu)

3.5

asbuton (aspal batu buton)

aspal alam berbentuk bongkahan batu dari pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Indonesia

3.6

bahan

3.6.1

bahan baku

bahan di suatu lokasi tertentu atau sumber bahan

(quarry)

dan merupakan bahan dasar

yang belum mengalami pengolahan (contoh : batu, pasir dan lain-lain), atau bahan yang

diterima di gudang atau

base camp

yang diperhitungkan dari sumber bahan, setelah

memperhitungkan ongkos bongkar-muat dan pengangkutannya

3.6.2

bahan olahan

bahan yang merupakan produksi suatu pabrik tertentu atau

plant

atau membeli dari

produsen (contoh : agregat kasar, agregat halus dan lain-lain)

3.6.3

bahan jadi

bahan yang merupakan bahan jadi (contoh : tiang pancang beton pencetak, kerb beton,

parapet beton dan lain-lain) yang diperhitungkan diterima di

base camp

/ gudang atau di

pabrik setelah memperhitungkan ongkos bongkar-buat dan pengangkutannya serta biaya

pemasangan (bila diperlukan)

3.7

bangunan gedung dan perumahan

bangunan yang berfungsi untuk menampung kegiatan kehidupan bermasyarakat

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

Buton, Sulawes

Buton, Sulawes

atau sumber

au sumbe

ngolahan (conto

olahan (co

base camp

base camp

os bongkar

bongkar

-mu

mu

p

p

PU

utput

utput

(hasil prod

(hasil pro

u)

(19)

3.8

bendung

bangunan air dengan kelengkapannya yang dibangun melintang sungai atau sudetan yang

sengaja dibuat untuk meninggikan taraf muka air atau untuk mendapatkan tinggi terjun,

sehingga air sungai dapat disadap dan dialirkan secara gravitasi atau dengan pompa ke

tempat-tempat tertentu yang membutuhkannya dan atau untuk mengendalikan dasar sungai,

debit dan angkutan sedimen

3.9

bendungan

bangunan yang berupa urukan tanah, urukan batu, beton, dan/atau pasangan batu yang

dibangun selain untuk menahan dan menampung air, dapat pula dibangun untuk menahan

dan menampung limbah tambang (

tailing

), atau menampung lumpur sehingga terbentuk

waduk

3.9.1

pelimpah

bangunan yang berfungsi untuk melewatkan debit aliran sungai secara terkendali

3.9.2

intake

bagian dari bendung yang berfungsi sebagai penyadap aliran sungai

3.10

biaya

3.10.1

biaya langsung

komponen harga satuan pekerjaan yang terdiri atas biaya upah, biaya bahan dan biaya alat

3.10.2

biaya tidak langsung

komponen harga satuan pekerjaan yang terdiri atas biaya umum

(overhead)

dan

keuntungan, yang besarnya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku

3.11

bidang pekerjaan umum

bidang pekerjaan yang meliputi kegiatan pekerjaan Sumber Daya Air (bendung, jaringan

irigasi, bendungan, bangunan persungaian, pengaman pantai, pengendali muara, rawa, air

tanah, air baku,dll), Bina Marga (jalan, jembatan, jalan layang, terowongan jalan, saluran tepi

jalan, bahu jalan, trotoar, dll.), dan Cipta Karya (bangunan gedung, perumahan, perpipaan

air minum, dll.)

3.12

Burda (laburan aspal dua lapis)

perkerasan beraspal dengan sistem penyiraman, yaitu dua lapisan agregat dengan jumlah

dan ukuran tertentu, masing-masing ditaburkan di atas aspal yang dicairkan dan disiramkan

di atas permukaan beraspal lama atau pondasi agregat, masing-masing dengan jumlah

aspal tertentu

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

yadap alira

adap alir

jaan yang terdir

jaan yang terdi

satuan pekerja

atuan pekerja

g besarnya dise

sarnya dise

n umum

n umum

an

an

PU

ngai secara t

ngai secara

(20)

3.13

Burtu (laburan aspal satu lapis)

perkerasan beraspal dengan sistem penyiraman, yaitu satu lapisan agregat dengan jumlah

dan ukuran tertentu, ditaburkan di atas aspal yang dicairkan dan disiramkan secara merata

di atas permukaan beraspal lama, dengan jumlah aspal tertentu

3.14

CBA asbuton Lawele (CBA-Asb Lawele)

campuran beraspal panas dengan asbuton dari Lawele, pulau Buton, Sulawesi Tenggara,

Indonesia

3.15

Cement Treated Base

(CTB)

beton semen pondasi atas

3.15.1

Cement Treated Subbase

(CTSB)

beton semen pondasi bawah

3.16

CMRFB

(cold mix recycled by foam bitumen)

campuran antara

reclaimed asphalt pave

ment (RAP) dan agregat baru (bila diperlukan) serta

busa aspal

(foamed bitumen)

yang dicampur di unit produksi campuran aspal atau

pencampuran di tempat

(in place),

dihampar dan dipadatkan dalam keadaan dingin

3.17

daftar kuantitas dan harga atau

bill of quantity

(BOQ)

daftar rincian pekerjaan yang disusun secara sistematis menurut kelompok/bagian

pekerjaan, disertai KETERANGAN mengenai volume dan satuan setiap jenis pekerjaan.

3.18

harga perkiraan perencana (HPP) atau

engineering’s estimate

(EE)

perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang dihitung secara profesional oleh perencana,

yang digunakan sebagai salah satu acuan dalam melakukan penawaran suatu pekerjaan

tertentu

3.19

harga perkiraan sendiri (HPS) atau

owner’s estimate

(OE)

perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang dihitung secara profesional oleh panitia dan

disahkan oleh pejabat pembuat komitmen, yang digunakan sebagai salah satu acuan dalam

melakukan evaluasi harga penawaran; HPS bersifat terbuka dan tidak rahasia

3.20

harga satuan dasar (HSD)

harga komponen dari mata pembayaran dalam satuan tertentu, misalnya: bahan (m, m², m³,

kg, ton, zak, dsb.), peralatan (unit, jam, hari, dsb.), dan upah tenaga kerja (jam, hari, bulan,

dsb.)

3.20.1

harga satuan dasar alat

besarnya biaya yang dikeluarkan pada komponen biaya alat yang meliputi biaya pasti dan

biaya tidak pasti atau biaya operasi per satuan waktu tertentu, untuk memproduksi satu

satuan pengukuran pekerjaan tertentu

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

an agregat

n agrega

di unit produk

unit produ

dipadatkan dala

dipadatkan dala

quantity

quantity

(BOQ)

(BOQ)

usun secara s

sun secara

mengenai volum

mengenai volum

(HPP) atau

HPP) atau

en

aya pekerjaan

ya pekerjaan

ai salah satu a

alah satu a

H

H

PU

(21)

3.20.2

harga satuan dasar bahan

besarnya biaya yang dikeluarkan pada komponen bahan untuk memproduksi satu satuan

pengukuran pekerjaan tertentu

3.20.3

harga satuan dasar tenaga kerja

besarnya biaya yang dikeluarkan pada komponen tenaga kerja per satuan waktu tertentu,

untuk memproduksi satu satuan pengukuran pekerjaan tertentu

3.21

harga satuan pekerjaan (HSP)

biaya yang dihitung dalam suatu analisis harga satuan suatu pekerjaan, yang terdiri atas

biaya langsung (tenaga kerja, bahan, dan alat), dan biaya tidak langsung (biaya umum atau

overhead

, dan keuntungan) sebagai mata pembayaran suatu jenis pekerjaan tertentu,

termasuk pajak-pajak

3.22

HRS

(hot rolled sheet)

atau lapis tipis beton aspal campuran panas (LATASTON)

3.22.1

HRS-WC

(hot rolled sheet wearing course)

lapis tipis beton aspal (LATASTON) untuk lapis permukaan

3.22.2

HRS-Base

(hot rolled sheet - base)

lapis tipis beton aspal (LATASTON) untuk lapis pondasi

3.23

jaringan irigasi

saluran, bangunan, dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang

diperlukan untuk penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan, dan pembuangan air

irigasi

3.24

koefisien

faktor pengali atau koefisien sebagai dasar penghitungan biaya bahan, biaya alat, dan upah

tenaga kerja

3.24.1

koefisien bahan

indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan bahan bangunan untuk setiap satuan volume

pekerjaan

3.24.2

koefisien tenaga kerja

indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan setiap satuan

volume pekerjaan

3.25

koefisien tenaga kerja atau kuantitas jam kerja

faktor yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk menyelesaikan satu satuan volume

pekerjaan, berdasarkan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

s permukaan

permukaan

untuk lapis pon

untuk lapis pon

bangunan pe

ngunan p

yediaan, pemba

diaan, pem

u koefis

u koefi

PU

(22)

3.26

lokasi pekerjaan

tempat suatu pekerjaan dilaksanakan

3.27

LPA-A (lapis pondasi agregat kelas A)

pondasi agregat untuk perkerasan jalan menggunakan gradasi kelas-A

3.28

LPPA (lapis pondasi pasir aspal)

campuran antara pasir dan aspal keras sebagai pondasi jalan, yang dicampur di unit

pencampur aspal, dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada temperatur tertentu

3.29

LPMA (lapis penetrasi Macadam asbuton)

perkerasan jalan yang terdiri atas agregat pokok dan agregat pengunci bergradasi seragam

yang diikat oleh butiran asbuton Lawele dengan cara dihamparkan di atas agregat pokok,

dipadatkan lapis demi lapis; setelah agregat pengunci dipadatkan, dihampar butiran asbuton

lawele kembali kemudian diberi agregat penutup dan dipadatkan

3.30

mata pembayaran

jenis pekerjaan yang secara tegas dinyatakan dalam dokumen lelang sebagai bagian dari

pekerjaan yang dilelang yang dapat dibayar oleh pemilik

(owner)

3.31

metode kerja

cara kerja untuk menghasilkan suatu jenis pekerjaan/bagian pekerjaan tertentu sesuai

dengan spesifikasi teknik yang ditetapkan dalam dokumen lelang

3.32

overhead

biaya yang diperhitungkan sebagai biaya operasional dan pengeluaran biaya kantor pusat

yang bukan dari biaya pengadaan untuk setiap mata pembayaran, biaya manajemen,

akuntansi, pelatihan dan auditing, perizinan, registrasi, biaya iklan, humas dan promosi, dan

lain sebagainya

3.33

pedoman

acuan yang bersifat umum yang harus dijabarkan lebih lanjut dan dapat disesuaikan dengan

karakteristik dan kemampuan daerah setempat.

3.34

pengaman pantai

upaya untuk melindungi dan mengamankan daerah pantai dan muara sungai dari kerusakan

akibat erosi, abrasi, dan akresi.

3.34.1

krib laut

bangunan yang dibuat tegak lurus atau kira-kira tegak lurus pantai, berfungsi mengendalikan

erosi yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan angkutan pasir sejajar pantai

(long

shore sand drift)

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

am dokumen le

m dokumen

pemilik

pemilik

(owner)

(owner)

u jenis pekerja

u jenis peke

apkan dalam do

pkan dalam do

n sebagai biaya

sebagai biay

a pengadaan

engadaan

dan auditing, p

dan auditing, p

PU

ci

ci

n di ata

n di ata

n, dihampar

n, dihampar

an

(23)

3.34.2

pemecah gelombang

konstruksi pengaman pantai yang posisinya sejajar atau kira-kira sejajar garis pantai dengan

tujuan untuk meredam gelombang datang

3.34.3

revetmen

struktur di pantai yang dibangun menempel pada garis pantai dengan tujuan untuk

melindungi pantai yang tererosi

3.34.4

tanggul laut

bangunan pengaman pantai yang bertujuan agar daerah yang dilindungi tidak tergenang

atau terlimpas oleh air laut; konstruksinya adalah kedap air

3.34.5

tembok laut

bangunan pengaman pantai yang bertujuan untuk melindungi kawasan di belakang tembok

laut agar pantai tidak tererosi. Konstruksinya dapat berupa dinding masif atau tumpukan batu

3.35

pengaman sungai

upaya untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya kerusakan lingkungan yang

disebabkan oleh banjir

3.35.1

krib

bangunan air yang dibuat melintang sungai mulai dari tebing sungai ke arah tengah guna

mengarahkan arus dan melindungi tebing dari penggerusan dan juga dapat berfungsi

sebagai pengendali alur

3.35.2

tanggul

salah satu bangunan pengendali sungai yang fungsi utamanya untuk membatasi penyebaran

aliran lahar, mengarahkan aliran lahar juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain

3.36

pengendali muara sungai

bangunan untuk mengendalikan muara meliputi penutupan, pemindahan dan pendangkalan

alur sungai

3.36.1

jeti

salah satu bangunan pengendali muara yang dibangun untuk stabilisasi muara sungai dan

perbaikan alur sungai

3.36.2

pengerukan

proses pengambilan tanah atau material dari lokasi di dasar air, biasanya perairan dangkal

seperti danau, sungai, muara ataupun laut dangkal, dan memindahkan atau membuangnya

ke lokasi lain

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

ngi terjadinya

gi terjadiny

tang sungai mu

ang sungai m

ndungi tebing

ndungi tebing

nan pengendali

pengendali

engarahkan alira

engarahkan alir

su

su

PU

(24)

3.37

rawa

sumber daya air berupa genangan air terus-menerus atau musiman yang terbentuk secara

alamiah di atas lahan yang pada umumnya mempunyai kondisi topografi relatif datar

dan/atau cekung, struktur tanahnya berupa tanah organik/gambut dan/atau mineral mentah,

mempunyai derajat keasaman air yang tinggi, dan/atau terdapat flora dan fauna yang

spesifik

3.38

satuan pekerjaan

satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang, luas,

volume, dan unit

3.39

waktu siklus

waktu yang diperlukan suatu alat untuk beroperasi pada pekerjaan yang sama secara

berulang, yang akan berpengaruh terhadap kapasitas produksi dan koefisien alat

4

Kegunaan dan struktur analisis harga satuan

Analisis ini digunakan sebagai suatu dasar untuk menyusun perhitungan harga perkiraan

sendiri (HPS) atau

owner’s estimate

(OE) dan harga perkiraan perencana (HPP) atau

engineering’s estimate

(EE) yang dituangkan sebagai kumpulan harga satuan pekerjaan

seluruh mata pembayaran. Analisis harga satuan dapat diproses secara manual atau

menggunakan perangkat lunak.

Yang dimaksud dengan nilai total HPS adalah hasil perhitungan seluruh volume pekerjaan

dikalikan dengan Harga Satuan ditambah dengan seluruh beban pajak dan keuntungan

Permen PU Nomor 07/PRT/M/2011.

Untuk pengadaan barang/jasa pemerintah sesuai dengan Perpres Nomor 70 Tahun 2012

(perubahan kedua atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010), nilai total HPS bersifat terbuka dan

tidak rahasia (Perpres Nomor 70 Tahun 2012, pasal 66, Ayat 3). HPS digunakan sebagai

alat untuk menilai kewajaran penawaran termasuk rinciannya, dan sebagai dasar untuk

menetapkan batas tertinggi penawaran yang sah, serta sebagai dasar untuk menetapkan

besaran nilai jaminan pelaksanaan bagi penawaran yang nilainya lebih rendah daripada 80%

(delapan puluh perseratus) nilai total HPS (ditto, Ayat 5). Penyusunan HPS dikalkulasikan

secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggung jawabkan(ditto Ayat 7).

Kontrak harga satuan adalah kontrak pekerjaan yang nilai kontraknya didasarkan atas harga

satuan pekerjaan (HSP) yang pasti dan mengikat atas setiap jenis pekerjaan

masing-masing.Nilai kontrak adalah jumlah perkalian HSP dengan volume masing-masing jenis

pekerjaan yang sesuai dengan daftar kuantitas dan harga (

bill of quantity

, BOQ) yang

terdapat dalam dokumen penawaran.

Analisis harga satuan ini menetapkan suatu perhitungan harga satuan upah, tenaga kerja,

dan bahan, serta pekerjaan yang secara teknis dirinci secara detail berdasarkan suatu

metode kerja dan asumsi-asumsi yang sesuai dengan yang diuraikan dalam suatu

spesifikasi teknik, gambar desain dan komponen harga satuan, baik untuk kegiatan

rehabilitasi/ pemeliharaan, maupun peningkatan infrastruktur ke-PU-an.

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

enyusun p

nyusun p

arga perkiraa

arga perkira

ebagai kumpula

ebagai kumpul

satuan dapat d

an dapat

adalah hasil pe

adalah hasil pe

mbah dengan

mbah dengan

pemerintah ses

merintah s

res Nomor 54 T

es Nomor 54 T

mor 70 Tahun

mor 70 Tahun

ajaran penawa

ran penawa

ertinggi penawa

ertinggi penawa

n

n

p

p

elaksanaan

elaksana

atus) nila

atus) ni

kan

kan

PU

an

n

koefisie

koefisie

(25)

Harga satuan pekerjaan terdiri atas biaya langsung dan biaya tidak langsung.Komponen

biaya langsung terdiri atas upah, bahan dan alat.Komponen biaya tidak langsung terdiri atas

biaya umum atau

overhead

dan keuntungan.Biaya

overhead

dan keuntungan belum

termasuk pajak-pajak yang harus dibayar, besarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam Gambar 1 diperlihatkan struktur analisis Harga Satuan Pekerjaan (HSP).Dalam

Gambar 2 diperlihatkan struktur analisis Harga Satuan Dasar (HSD) alat mekanis.Dalam

Gambar 3 diperlihatkan struktur analisis Harga Satuan Dasar (HSD) bahan.

Gambar 1 – Struktur analisis Harga Satuan Pekerjaan (HSP)

Analisis HSP: (A)

(Mesin/Produktivitas dan/atau Manual)

Alat Bahan

Tenaga kerja

A: BiayaLangsung

Analisis HSD

- Metode kerja, jarak ke lokasi, kondisi jln. - Spesifikasi Umum/

Khusus, RKS, K3, Gambar, dsb - Upah, transport. - Harga alat, bunga

bank, asuransi. - Harga bahan, jarak

ke lokasi, urutan kerja, dsb

B1: BiayaUmum

B2: Keuntungan

B = (B1 + B2) = Contoh maksimum:

15% A

B: BiayaTidakLangsung

Harga Satuan Pekerjaan = (A+B)

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

mbar

ar

1 –

1 –

Struk

Stru

N

N

ANG

ANG

BANG

BANG

HSP: (A) oduktivitas atau Manual)

B

B

N

(26)

Gambar 2 – Struktur analisis Harga Satuan Dasar (HSD) alat mekanis

Gambar 3 – Struktur analisis Harga Satuan Dasar (HSD) bahan

- Hargasatuanbahanbaku di quarry (m3) (RpM01)

HSD alat/jam, Rp E

Kapasitasalat (V) Faktorefisiensialat (Fa) Faktor lain (Fb, Fv, Fk) Waktusiklusproduksi (Ts)

HSD bahan di base camp/lokasi:

n

n

RpE

RpE

RpM

01

• • • •

• •1

...

- Jarakdari quarry kelokasi (L)

- Kondisijalan, Kec (v)

- Beratisibahan (D)

Kap. Prod/jam (Q)

Biayaalat/satuan pengukuran (RpEn=1ÆRpn)

Harga:

-

Upah operator/

driver

(U

1

)

-

Pembantu

operator/

driver

(U

2

)

HSD alat atau Harga

sewa alat per jam S :

(G + P), Rumus (14)

BIAYA OPERASI PER JAM

:

-

Bahan bakar, H

-

Biaya pelumas, I,

-

Biaya bengkel, J,

-

Biaya perawatan/perbaikan,K

-

Biaya operator, L,

-

Biaya pembantu operator, M,

-

BIAYA OPERASI, P,

Spesifikasi alat:

-

Tenaga mesin(Pw)

-

Kapasitas (Cp)

-

Jam kerja alat per

tahun (W)

-

Umur ekonomis

(A)

Consumables

:

-

Bahan bakar (Mb)

-

Pelumas (Mp)

-

Suku cadang

BIAYA PASTI PER JAM

-

Nilai sisa alat (C)

-

Faktor angsuran (D),

-

Biaya pengembalian modal (E),

-

Biaya asuransi (F),

-

BIAYA PASTI (G),

Investasi alat:

-

Suku bunga

(i)

-

Harga alat (B)

-

Asuransi (Ins)

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

isis

isis

Harga

arg

S

S

at

a

BAL

BAL

ku M01)

ALIT

ALIT

Jara ke

-BANG

BANG

au Harga

r jam S

P), Rumus (14)

G

G

NG

(27)

5 Ketentuan

danPersyaratan

5.1

Umum

Harga Satuan Pekerjaan (HSP) terdiri atas biaya langsung dan biaya tidak langsung.Biaya

langsung terdiri atas upah, alat dan bahan.Biaya tidak langsung terdiri atas biaya umum dan

keuntungan.Biaya langsung masing-masingditentukan sebagai harga satuan dasar (HSD)

untuk setiap satuan pengukuran standar,agarhasil rumusan analisis yang diperoleh

mencerminkan harga aktual di lapangan.Biaya tidak langsung dapat ditetapkan sesuai

dengan peraturan yang berlaku.Harga satuan dasar yang digunakan harus sesuai dengan

asumsi pelaksanaan/penyediaan yang aktual (sesuai dengan kondisi lapangan) dan

mempertimbangkan harga setempat.

Dalam penerapannya, perhitungan harga satuan pekerjaan harus disesuaikan dengan

spesifikasi teknis yang digunakan, asumsi-asumsi yang secara teknis mendukung proses

analisis, penggunaan alat secara mekanis atau manual, peraturan-peraturan dan

ketentuan-ketentuan yang berlaku, serta pertimbangan teknis (

engineering judgment)

terhadap situasi

dan kondisi lapangan setempat.

Contoh perhitungan dalam Bagian 2, Bagian 3, dan Bagian 4dapat diproses menggunakan

perangkat lunak pengolah angka (

spreadsheets)

, tetapi perlu diperhatikan bahwa perangkat

lunak ini hanya alat bantuuntuk mempercepat hasil analisis. Perangkat lunak setiap saat

dapat dimodifikasi dan dikembangkan, serta tidak mewakili kondisi untuk seluruh daerah di

Indonesia.

Dalam analisis harga satuan ini diperlukan masukan data dan asumsi yang didasarkan atas

data hasil survei, pengalaman, dan bahan yang tersedia, sehingga bila terjadi sanggahan

terhadap harga satuan yang dihitung berdasarkan asumsi dan faktor yang dirancang dalam

perhitungan ini, segala akibat yang ditimbulkan sepenuhnya adalah menjadi tanggung jawab

perencana.

5.2 Harga satuan dasar (HSD)

Berikut ini diuraikan persyaratan komponen utama harga satuan, yaitu untuktenaga kerja,

bahan dan alat, yang masing-masing dianalisis sebagai harga satuan dasar (HSD).

5.2.1 HSD tenaga kerja

5.2.1.1

Umum

Komponen tenaga kerjaberupa upahyang digunakan dalam mata pembayaran tergantung

pada jenis pekerjaannya. Faktor yang mempengaruhi harga satuan dasar tenaga kerja

antara lain jumlah tenaga kerja dan tingkat keahlian tenaga kerja. Penetapan jumlah dan

keahlian tenaga kerja mengikuti produktivitas peralatan utama.

Suatu produksi jenis pekerjaan yang menggunakan tenaga manusia pada umumnya

dilaksanakan oleh perorangan atau kelompok kerja dilengkapi dengan peralatan yang

diperlukan berdasarkan metode kerja yang ditetapkan yang disebut alat bantu(contoh:

sekop,palu,gergaji,dsb) serta bahan yang diolah.

UM DAN TIDAK UNTUK DIKOMERSIALKAN"

BALITBANG

sil an

sil a

k mew

mew

aki

ak

masukan data

masukan data

han yang terse

han yang terse

berdasarkan a

rdasarkan

ditimbulkan

ditimbulka

se

se

(HSD)

HS

persyaratan kom

rsyaratan k

g masing

masing

-

-

masin

mas

aga kerja

aga kerja

PU

ng ju

g ju

gian

gian

4

4

dapat dip

dapat d

perlu diperha

perlu diperha

sis. Per

sis.

Gambar

Gambar, dsb BALITBANG
Gambar 2 – Struktur analisis Harga Satuan Dasar (HSD) alat mekanis ke-BANGBANGP), Rumus (14)01)  Jarakdari Jaraquarry01ku isisisis (G + P), Rumus (14) ) kelokasi (L)   Kondisijalan, Kec (v)   Beratisibahan (D)  Harga argSatBALBAL Hargasatuanbahanbaku BALITBANG ) (RpMALITALITM---NG
Tabel 2 - Jenis alat-alat mekanis
Tabel 12. BALITBANG
+7

Referensi

Dokumen terkait

Adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap, untuk Setiap satuan/unsur

Kontrak Harga Satuan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan, dengan pembayaran didasarkan

(2) Penggunaan surat jaminan untuk paket pekerjaan konstruksi di atas Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah) dan jasa konsultansi di atas Rp

Kontrak pengadaan atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap untuk setiap satuan/ unsure pekerjaan

Harga satuan dasar alat adalah besarnya biaya yang dikeluarkan pada komponen biaya alat yang meliputi biaya pasti dan biaya tidak pasti atau biaya operasi per satuan

Kontrak pengadaan atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap untuk setiap satuan/ unsure pekerjaan

Merupakan kontrak jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam jangka waktu tertentu berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap untuk setiap satuan/unsur pekerjaan

Kontrak harga satuan adalah kontrak pengadaan barang/ jasa borongan atas penyelesaian selumh pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap