beserta laporan auditor independen
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
H. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - Medium Term Notes II
I. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan surat perjanjian kredit No. 45, tanggal 28 November 2012, Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman KI dengan limit Rp255.497.000.000. Fasilitas KI ini digunakan untuk pembiayaan pembangunan kebun kelapa sawit Perusahaan. Pinjaman dikenakan bunga sebesar 10,00% per tahun, sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangka waktu fasilitas adalah 120 bulan sejak penandatanganan akta. Pinjaman ini dijamin dengan beberapa bidang tanah dengan sertifikat HGU, beserta tanaman dan bangunan di atasnya.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
51
22. MODAL SAHAM
Komposisi pemegang saham Perusahaan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 dan 2014:
Jumlah Persentase Jumlah
Nama pemegang saham saham kepemilikan modal disetor
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) 926.764 90% 926.764.000.000 Pemerintah Republik Indonesia 102.974 10% 102.974.000.000
Total 1.029.738 100% 1.029.738.000.000
Tujuan utama pengelolaan modal Kelompok Usaha adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Pengelolaan Modal
Selain itu, Kelompok Usaha dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan.
Kelompok Usaha mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Kelompok Usaha dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014.
Kebijakan Kelompok Usaha adalah mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.
Cadangan Umum
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 20 Mei 2015, pemegang saham menyetujui pengalihan saldo laba untuk cadangan umum untuk tahun 2015 sebesar Rp11.569.988.676.
23. PENDAPATAN
a. Rincian pendapatan Kelompok Usaha berdasarkan komoditi adalah sebagai berikut:
31 Desember 2015 31 Desember 2014
Penjualan:
Produk kelapa sawit 2.189.651.953.928 2.919.043.018.796
Produk karet 222.231.587.663 147.445.091.437
Pendapatan jasa 19.837.168.467 14.501.399.331
Total 2.431.720.710.058 3.080.989.509.564
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
52
23. PENDAPATAN (lanjutan)
b. Rincian pendapatan menurut daerah geografis adalah sebagai berikut:
31 Desember 2015 31 Desember 2014 Dalam negeri 2.367.282.689.260 3.051.738.421.214 Luar negeri 64.438.020.798 29.251.088.350 Total 2.431.720.710.058 3.080.989.509.564
Seluruh penjualan untuk produk sawit dilakukan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (pihak berelasi) yang dibentuk oleh perusahaan Perkebunan Nusantara milik Negara. c. Penjualan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan dilakukan kepada pelanggan berikut:
31 Desember 2015 31 Desember 2014
PT Bina Karya Prima 1.677.718.756.714 1.975.510.549.394
24. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Rincian beban pokok pendapatan adalah sebagai berikut:
2015
Beban Pokok Pendapatan Kelapa sawit Karet Lain-lain Total
Pembelian bahan baku 1.107.950.628.013 36.662.928.482 - 1.144.613.556.495
Biaya langsung
Biaya tanaman
Pemupukan dan pemeliharaan 213.549.587.254 10.024.977.829 - 223.574.565.083
Panen dan pengangkutan 212.137.387.769 66.255.497.451 - 278.392.885.220
Gaji dan tunjangan karyawan 15.135.182.581 3.109.127.679 - 18.244.310.260
Total biaya tanaman 440.822.157.604 79.389.602.959 - 520.211.760.563
Biaya pabrik
Biaya pengolahan 110.123.900.483 13.479.526.158 - 123.603.426.641
Pemeliharaan mesin dan instalasi 78.987.308.976 993.250.763 - 79.980.559.739
Gaji dan tunjangan karyawan 19.324.072.552 1.214.120.006 - 20.538.192.558
Biaya pengemasan 5.178.712.914 402.282.121 - 5.580.995.035
Lain-lain 25.896.253.300 12.152.105.698 - 38.048.358.998
Total biaya pabrik 239.510.248.225 28.241.284.746 - 267.751.532.971
Penyusutan dan amortisasi 118.683.961.050 40.706.001.740 - 159.389.962.790
Biaya pengolahan - 6.409.664.399 - 6.409.664.399
Total biaya langsung 1.906.966.994.892 191.409.482.326 - 2.098.376.477.218
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
53
24. BEBAN POKOK PENDAPATAN (lanjutan)
Rincian beban pokok pendapatan adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2015 (lanjutan)
Beban Pokok Pendapatan Kelapa sawit Karet Lain-lain Total
Biaya tidak langsung
Gaji dan tunjangan karyawan 44.944.899.224 9.938.181.735 5.482.009.806 60.365.090.765
Keamanan 18.041.332.263 5.225.515.616 - 23.266.847.879
Pajak bumi dan bangunan, retribusi
dan sewa tanah 9.245.681.486 2.552.183.762 - 11.797.865.248
Listrik dan penerangan 28.769.254.422 1.794.398.593 - 30.563.653.015
Pengangkutan dan perjalanan 8.923.648.956 859.442.818 - 9.783.091.774
Pemeliharaan bangunan 5.814.134.959 1.072.507.894 - 6.886.642.853
Biaya air 5.478.054.492 140.723.703 5.618.778.195
Pemeliharaan jalan, jembatan dan
saluran air 6.108.385.299 327.507.901 - 6.435.893.200
Lain-lain 2.036.611.273 1.113.479.965 1.285.299.595 4.435.390.833
Total biaya tidak langsung 129.362.002.374 23.023.941.987 6.767.309.401 159.153.253.762
Persediaan barang jadi - awal 163.905.601.536 115.922.841.765 - 279.828.443.301
-
Persediaan barang jadi - akhir (Catatan 8) 173.504.352.555 37.161.994.083 - 210.666.346.638
Total beban pokok pendapatan 2.026.730.246.247 293.194.271.995 6.767.309.401 2.326.691.827.643
2014
Beban Pokok Pendapatan Kelapa sawit Karet Lain-lain Total
Pembelian Produk 1.621.848.150.115 39.728.563.298 - 1.661.576.713.413
Biaya langsung
Biaya tanaman
Panen dan pengangkutan 211.775.185.448 73.271.065.349 - 285.046.250.797
Pemeliharaan dan pemupukan 306.646.185.062 16.690.374.538 - 323.336.559.600
Gaji dan tunjangan karyawan 16.214.755.668 3.984.584.900 - 20.199.340.568
Total biaya tanaman 534.636.126.178 93.946.024.787 - 628.582.150.965
Biaya pabrik
Biaya pengolahan 139.469.389.412 23.717.048.915 - 163.186.438.327
Pemeliharaan mesin dan instalasi 91.584.100.726 1.696.353.765 - 93.280.454.491
Gaji dan tunjangan karyawan 9.078.672.558 1.626.830.764 - 10.705.503.322
Biaya Pengemasan 6.629.031.146 1.056.829.512 - 7.685.860.658
Lain-lain 48.439.570.311 15.330.263.694 - 63.769.834.005
Total biaya pabrik 295.200.764.153 43.427.326.650 - 338.628.090.803
Penyusutan dan amortisasi 109.021.030.030 32.253.668.408 - 141.274.698.438
Biaya pengolahan - 3.439.007.564 - 3.439.007.564
Total biaya langsung 2.560.706.070.476 212.794.590.707 - 2.773.500.661.183
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
54
24. BEBAN POKOK PENDAPATAN (lanjutan)
Rincian beban pokok pendapatan adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2014 (lanjutan)
Beban Pokok Pendapatan Kelapa sawit Karet Lain-lain Total
Biaya tidak langsung
Gaji dan tunjangan karyawan 46.371.083.941 12.198.941.596 3.143.591.967 61.713.617.504
Keamanan 17.865.713.394 6.491.125.899 - 24.356.839.293
Pajak bumi dan bangunan, retribusi
dan sewa tanah 8.337.687.364 829.151.347 - 9.166.838.711
Listrik dan penerangan 33.502.325.059 1.912.309.297 - 35.414.634.356
Pengangkutan dan perjalanan 10.611.598.388 1.319.836.041 - 11.931.434.429
Pemeliharaan bangunan 8.509.963.643 1.216.949.502 - 9.726.913.145
Biaya air 5.761.925.402 169.857.569 - 5.931.782.971
Pemeliharaan jalan, jembatan dan
saluran air 8.509.963.643 539.565.110 - 9.049.528.753
Lain-lain 2.785.232.603 1.179.984.881 4.202.615.527 8.167.833.011
Total biaya tidak langsung 142.255.493.437 25.857.721.242 7.346.207.494 175.459.422.173
Persediaan barang jadi - awal 56.946.908.071 106.785.560.094 - 163.732.468.165
Persediaan barang jadi - akhir (Catatan 8) 163.905.601.536 115.922.841.765 - 279.828.443.301
Total beban pokok pendapatan 2.596.002.870.448 229.515.030.278 7.346.207.494 2.832.864.108.220
25. BEBAN PEMASARAN DAN PENJUALAN
Rincian beban pemasaran dan penjualan adalah sebagai berikut:
31 Desember 2015 31 Desember 2014
Pengangkutan ke pelabuhan 51.511.563.822 63.457.319.537
Gaji dan tunjangan sosial 6.254.748.087 5.076.936.429
Beban pemasaran dan promosi 5.499.840.666 7.666.417.909
Klaim mutu dan analisa mutu 3.936.614.129 3.540.750.764
Biaya pelabuhan (handling fee) 1.681.201.008 1.452.626.319
Penyusutan aset tetap 1.436.697.960 1.823.324.060
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar) 6.076.015.167 7.088.313.447
Total 76.396.680.839 90.105.688.465
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
55
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
31 Desember 2015 31 Desember 2014
Gaji, tunjangan dan biaya sosial 67.887.406.637 89.033.664.950
Beban manfaat karyawan 75.140.479.000 46.146.580.861
Transportasi, pengangkutan dan perjalanan 31.327.977.992 23.068.973.389
Pensiunan karyawan 19.051.245.805 22.304.171.298
Penyusutan aset tetap 8.265.223.064 7.528.383.884
Biaya konsultan dan tenaga ahli 5.494.116.586 2.858.460.132
Biaya corporate social responsibility dan sumbangan 4.542.230.314 4.115.579.351
Biaya keamanan 4.486.904.480 3.595.706.621
Pemeliharaan rumah dan bangunan 3.898.243.914 5.650.820.273
Beban kantor penghubung/perwakilan 3.574.041.753 1.359.865.731
Biaya listrik dan penerangan 2.295.938.734 1.886.206.569
Biaya asuransi 2.244.347.849 2.243.123.485
Pendidikan dan latihan 1.550.984.849 6.455.903.576
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar) 25.092.180.823 19.860.609.715
Total 254.851.321.800 236.108.049.835
27. PENDAPATAN OPERASI LAIN
31 Desember 2015 31 Desember 2014
Pendapatan atas penerimaan lebih bayar pajak 36.279.215.928 1.238.897.952
Pendapatan atas pembangunan plasma 2.684.260.558 4.575.241.677
Pendapatan cadangan tantiem dan bonus 2.107.512.500 -
Pendapatan biaya pembangunan kebun kelapa sawit 1.467.934.000 -
Pendapatan penjualan cangkang inti sawit 646.150.000 3.587.052.340
Pendapatan premi mutu 323.343.213 1.361.736.695
Pendapatan selisih kurs 169.683.496 1.724.433.190
Penjualan aset tetap - 213.913.888.396
Pendapatan atas revaluasi penyertaan aset
entitas anak - 2.141.502.817
Pendapatan penjualan TBS - 1.765.919.230
Pendapatan penjualan sapi - 1.631.925.000
Pendapatan hasil penjualan biodiesel - 1.576.815.066
Penjualan aset tetap tidak produktif - 709.857.401
Penjualan bibit - 903.420.271
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp500 juta) 6.430.714.071 7.699.150.758
Total 50.108.813.766 242.829.840.793
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
56
28. BEBAN OPERASI LAIN
31 Desember 2015 31 Desember 2014
Beban penurunan nilai 61.257.394.960 1.012.135.430
PPN yang tidak dapat dikreditkan 7.345.012.489 -
Beban atas pengolahan karet 7.198.781.102 9.666.815.530
Beban pengurusan plasma 4.889.213.638 2.566.390.939
Biaya operasional pabrik yang tidak mengolah 7.645.777.413 1.643.869.191
Beban penghapusan persediaan - 75.313.340.717
Biaya jasa profesional - 9.201.838.248
Tantiem - 2.107.512.500
Pengadaan / pemeliharaan sapi - 1.934.629.942
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 10.099.870.462 8.187.030.577
Total 98.436.050.064 111.633.563.074 29. BEBAN KEUANGAN 31 Desember 2015 31 Desember 2014 Beban bunga: Utang bank 328.258.780.048 249.212.761.879
Kapitalisasi ke aset tanaman belum
menghasilkan (Catatan 10) (181.831.648.235) (185.554.177.919)
Kapitalisasi ke aset tetap - aset dalam
penyelesaian (Catatan 11) (3.984.829.910) (7.428.731.290)
Lain-lain 2.545.753.330 -
Total 144.988.055.233 56.229.852.670
30. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
Liabilitias imbalan kerja karyawan terdiri dari:
31 Desember 2015 31 Desember 2014
Dana Pensiun 62.235.650.000 65.822.497.000
Imbalan jasa masa kerja lainnya 370.813.747.542 300.017.293.493
Total 433.049.397.542 365.839.790.493
Nilai wajar aset dan liabilitas manfaat dana pensiun serta liabilitas imbalan jasa masa kerja lainnya Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2015 didasarkan pada penilaian aktuaris independen PT Binaputera Jaga Hikmah dalam laporannya tanggal 2 Maret 2016 dengan enggunakan metode ”Projected Unit Credit”.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
57
30. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) Dana pensiun
Perusahaan dan Entitas Anak tertentu menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk seluruh karyawan tetap yang dihitung berdasarkan gaji pada tahun tertentu dan masa kerja karyawan. Dana Pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. Kep-344/KMK/17/1999.
Pendanaan Dapenbun berasal dari kontribusi karyawan sebesar 6% dan bila terdapat saldo defisit antara aset dan liabilitas dana pensiun akan ditanggung oleh Perusahaan dan Entitas Anak tertentu. Asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam penghitungan adalah sebagai berikut:
31 Desember 2015 31 Desember 2014
Tingkat diskonto 8,98% 8,09%
Tingkat kenaikan gaji pokok rata-rata 2,5% 2,5%
Sisa rata-rata masa kerja
- Karyawan pimpinan 9,72 tahun 9,50 tahun
- Karyawan pelaksana 10,42 tahun 10,90 tahun
Usia pensiun normal
- Karyawan pimpinan 56 tahun 56 tahun
- Karyawan pelaksana 55 tahun 55 tahun
Tingkat cacat 10% 10%
Tingkat pengunduran diri 6% untuk karyawan berumur kurang dari 30 tahun dan turun secara linier sampai dengan 0% pada karyawan berumur 56 tahun
Tingkat mortalita Tabel Mortalita Indonesia III - 2011 (TMI – 2011) (untuk karyawan aktif) dan Group Annuity Mortality Table 1971 (GAM-1971) (untuk pensiunan) Mutasi saldo liabilitas
31 Desember 2015 31 Desember 2014
Saldo awal 322.973.884.000 320.317.742.000
Perubahan yang diakui dalam laba rugi
Biaya jasa kini 6.329.600.000 7.132.621.000
Biaya bunga 25.352.649.000 28.828.596.000
Kerugian (keuntungan) aktuarial yang timbul dari:
Pengaruh perubahan asumsi keuangan (12.531.092.000 ) -
Penyesuaian pengalaman (17.584.111.000 ) (15.946.466.000 )
Pembayaran manfaat (19.182.649.000 ) (17.358.609.000 )
Nilai kini kewajiban 305.358.281.000 322.973.884.000
Nilai wajar aset program (243.122.631.000 ) (257.151.387.000 )
Saldo akhir 62.235.650.000 65.822.497.000
Mutasi saldo aset program
31 Desember 2015 31 Desember 2014
Saldo awal 257.151.387.000 240.859.255.000
Perubahan yang diakui dalam laba rugi:
Expected Rate of Return on Plan Assets pada awal periode 22.581.453.000 18.978.786.000
Pengukuran kembali aset program yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain (25.235.121.000 ) 9.840.618.000
Pembayaran manfaat (19.182.649.000 ) (17.358.609.000 )
Pembayaran iuran 7.807.561.000 4.831.337.000
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
58
30. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) Imbalan jasa masa kerja lainnya
Asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam penghitungan adalah sebagai berikut:
31 Desember 2015 31 Desember 2014
Tingkat diskonto 8,98% 8,09%
Tingkat kenaikan gaji pokok rata-rata 2,5% 2,5%
Sisa rata-rata masa kerja
- Karyawan pimpinan 9,72 tahun 9,50 tahun
- Karyawan pelaksana 10,42 tahun 10,90 tahun
Usia pensiun normal
- Karyawan pimpinan 56 tahun 56 tahun
- Karyawan pelaksana 55 tahun 55 tahun
Tingkat cacat 10% 10%
Tingkat pengunduran diri 6% untuk karyawan berumur kurang dari 30 tahun dan turun secara linier sampai dengan 0% pada karyawan berumur 56 tahun
Tingkat mortalita TMI – 2011 (untuk karyawan aktif) dan GAM-1971 (untuk pensiunan) Mutasi saldo liabilitas
31 Desember 2015 31 Desember 2014
Saldo awal 300.017.293.493 292.767.110.084
Perubahan yang diakui dalam laba rugi
Biaya jasa kini 18.147.595.699 17.160.665.414
Biaya bunga 22.349.530.000 13.179.489.000
Pengakuan kerugian aktuaria 29.304.885.000 3.655.330.000
Pengukuran kembali liabilitas program yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain
Kerugian (keuntungan) aktuarial yang timbul dari:
Pengaruh perubahan asumsi keuangan 30.464.338.000 -
Penyesuaian pengalaman 35.723.917.000 24.873.548.000
Pembayaran manfaat (65.193.811.650 ) (51.618.849.005 )
Saldo akhir 370.813.747.542 300.017.293.493
Analisa sensitivitas
Asumsi Utama Kenaikan/(Penurunan)
(Penurunan)/Kenaikan Liabilitas Imbalan Kerja Neto (dalam jutaan Rupiah)
31 Desember 2015
Tingkat diskonto tahunan 1%/(1%) (39.615)/19.491
Tingkat kenaikan gaji tahunan 1%/(1%) 2.636/(54.262)
Analisa sensitivitas di atas dihitung menggunakan metode ekstrapolasi atas pengaruh terhadap kewajiban imbalan kerja sebagai hasil dari perubahan yang beralasan atas asumsi utama yang mungkin terjadi pada tanggal pelaporan.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
59
30. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)
Pembayaran manfaat dari kewajiban imbalan kerja pada periode mendatang adalah sebagai berikut: 31 Desember 2015
Dalam 12 bulan mendatang 61.660.800.000
Antara 1 sampai 2 tahun 68.866.084.000
Antara 2 sampai 5 tahun 168.205.002.000
Di atas 5 tahun 207.718.375.000
Total 506.450.261.000
Beban imbalan kerja karyawan dibebankan ke beban umum dan administrasi.
31. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Kelompok Usaha, melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, yaitu dengan beberapa bank yang dikendalikan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, beberapa asosiasinya perusahaan perkebunan, beberapa koperasi karyawan berupa penempatan giro, deposito, fasilitas kredit modal kerja, dan fasilitas kredit investasi.
Saldo-saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
a. Kas dan kas di bank (Catatan 4)
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, saldo kas dan kas di bank yang ditempatkan pada entitas berelasi dengan Pemerintah masing-masing sebesar 99,10% dan 98,74% dari total kas dan kas di bank.
b. Piutang usaha (Catatan 5)
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, saldo piutang usaha dengan entitas berelasi dengan Pemerintah masing-masing sebesar 2,55% dan 0% dari total piutang usaha.
c. Piutang lain-lain (Catatan 6)
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, saldo piutang usaha dengan entitas berelasi dengan Pemerintah masing-masing sebesar 9,33% dan 8,98% dari total piutang lain-lain.
d. Utang bank jangka pendek (Catatan 15)
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, akun ini merupakan pinjaman utang bank jangka pendek pada entitas berelasi dengan Pemerintah.
e. Utang lain-lain (Catatan 17)
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, akun ini merupakan utang lain-lain dengan entitas berelasi dengan Pemerintah.
f. Utang jangka panjang (Catatan 21)
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, akun ini merupakan utang jangka panjang pada entitas berelasi dengan Pemerintah.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
60
31. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Rincian pihak berelasi, sifat hubungan dan jenis transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Nama Pihak berelasi Hubungan Sifat transaksi
PT Perkebunan Nusantara I Entitas dalam pengendalian bersama Biaya sawit nusantara award PT Perkebunan Nusantara II Entitas dalam pengendalian bersama Biaya pengobatan karyawan
pensiunan
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Pemegang saham Pinjaman Modal Kerja, biaya pengobatan dan biaya rapat PT Perkebunan Nusantara IV Entitas dalam pengendalian bersama Biaya pengobatan dan biaya
penutupan pembangunan kebun Kubu Raya
PT Perkebunan Nusantara V Entitas dalam pengendalian bersama Biaya sawit nusantara award PT Perkebunan Nusantara VI Entitas dalam pengendalian bersama Biaya pengobatan dan biaya sawit
nusantara award PT Perkebunan Nusantara VII Entitas dalam pengendalian bersama Biaya sewa kendaraan
PT Perkebunan Nusantara VIII Entitas dalam pengendalian bersama Biaya pengobatan dan biaya rapat PT Perkebunan Nusantara IX Entitas dalam pengendalian bersama Biaya pengobatan karyawan
pensiunan
PT Perkebunan Nusantara X Entitas dalam pengendalian bersama Biaya pengobatan karyawan pensiunan
PT Perkebunan Nusantara XI Entitas dalam pengendalian bersama Biaya pengobatan dan penjualan aset eks pabrik gula pelaihari PT Perkebunan Nusantara XII Entitas dalam pengendalian bersama Biaya pengobatan karyawan
pensiunan
PT Perkebunan Nusantara XIV Entitas dalam pengendalian bersama Biaya sawit nusantara award PT Rajawali Nusantara Indonesia Dikendalikan oleh Pemerintah Republik
Indonesia
Biaya sawit nusantara award dan biaya rapat
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dikendalikan oleh Pemerintah Republik Indonesia
Penempatan giro dan deposito, bunga atas deposito, fasilitas kredit modal kerja dan investasi PT Pertamina (Persero) Dikendalikan oleh Pemerintah Republik
Indonesia
Pembelian bahan bakar minyak BPJS Kesehatan Pihak berelasi lainnya Penjualan jasa perobatan dan iuran
jaminan
PT Pupuk Kalimantan Timur Pihak berelasi lainnya Penyertaan saham pada entitas anak Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu Pihak berelasi lainnya Penyertaan saham pada entitas anak Koperasi Karyawan Sejahtera PT Perkebunan
Nusantara XIII
Pihak berelasi lainnya Penyertaan saham pada entitas anak PT Kalimantan Agro Nusantara Entitas Anak Penyertaan saham
PT Nusantara Batulicin Entitas Anak Penyertaan saham dan biaya pengolahan bahan olah karet PT Kalimantan Medika Nusantara Entitas Anak Penyertaan saham dan biaya
pengobatan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Dikendalikan oleh Pemerintah Republik
Indonesia
Penempatan giro dan fasilitas kredit modal kerja dan investasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Dikendalikan oleh Pemerintah Republik
Indonesia
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
61
31. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Rincian pihak berelasi, sifat hubungan dan jenis transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Nama Pihak berelasi Hubungan Sifat transaksi
Hamburg Indonesische Import GmbH Pihak berelasi lain Penyertaan saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga
(Persero)
Pihak berelasi lain Penempatan giro dan kredit modal kerja dan investasi
PT Bank Syariah Mandiri Pihak berelasi lain Penempatan giro dan kredit modal kerja
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat
Pihak berelasi lain Penempatan giro Lembaga Pendidikan dan Pelatihan
Yogyakarta
Pihak berelasi lain Biaya pendidikan dan biaya pengobatan
PT Asuransi Jasa Tania Tbk Pihak berelasi lain Penagihan klaim asuransi Pusat Penelitian Kelapa Sawit Pihak berelasi lain Biaya pembelian kecambah kelapa
sawit dan biaya analisis daun Pusat Penelitian Karet Medan Pihak berelasi lain Biaya analisa daun dan analisa
pemupukan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Medan Pihak berelasi lain Biaya pendidikan
PT Kantor Pemasaran Bersama Nusantara Pihak berelasi lain Biaya pemasaran dan biaya pengangkutan
PT Riset Perkebunan Nusantara Pihak berelasi lain Biaya penelitian di Kebun Danau Salak
PT Sri Pamela Medika Nusantara Pihak berelasi lain Biaya pengobatan karyawan pensiunan
Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) Pihak berelasi lain Dana pensiun
32. KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Perusahaan
Gugatan Perdata No.6/Pdt.G/2004/PN/ Buntok, Tanggal 6 Juli 2004 oleh Kumpi Ipai dkk dengan Objek Tanah di Kebun Tambarangan seluas 56,5 Ha. Melalui Gugatan Perdata No 6/Pdt.G/2004/PN/Buntok 6 Juli 2004, Perusahaan dituntut oleh Kumpai Ipai dkk yang merupakan warga desa Baruyan, kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah dengan objek tanah berdasarkan surat kepemilikan tanah dari kepala desa serta nilai ganti kerugian atas wanprestasi Perusahaan sebesar Rp3.680.000.000. Atas gugatan tersebut Pengadilan Negeri Buntok pada tanggal 14 Februari 2005 memutuskan memenangkan Kumpi Ipai dkk dan mengharuskan Perusahaan untuk membayar ganti rugi. Atas kemungkinan timbulnya kerugian dari tuntutan tersebut Perusahaan telah mencadangkan kerugian sebesar Rp3.680.000.000 pada tahun 2007.
Atas putusan tersebut Perusahaan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Palangka Raya melalui perkara perdata No 14/Pdt/2005/PTPR dan pada tanggal 24 Februari 2006 mengeluarkan keputusan yang menguatkan keputusan Pengadilan Negeri Buntok. Atas putusan Pengadilan Tinggi tersebut Perusahaan selaku tergugat telah mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 16 Juli 2006 dan keputusan Kasasi memenangkan Kumpi Ipai dkk. Perusahaan mengajukan peninjauan kembali atas keputusan tersebut. Mahkamah Agung melalui keputusan No 446 PK/PDT/2012 menyatakan bahwa permohonan peninjauan kembali Perusahaan tidak diterima.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
62
32. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
Perusahaan melalui Kejaksaan Tinggi Propinsi Kalimantan Barat telah mengajukan peninjauan kembali kedua tanggal 14 Juli 2014 dan mengajukan pelaporan atas dugaan tindak pidana penggunaan dan pembuatan surat kuasa palsu oleh kuasa hukum penggugat. Hingga saat penyelesaian pelaporan keuangan, peninjauan kembali tersebut masih dalam proses di Mahkamah Agung.
33. TUNTUTAN DAN PERKARA HUKUM YANG SIGNIFIKAN
Perusahaan
Areal unit usaha di Kebun Sintang dan pengembangan Perusahaan yang bermasalah dengan masyarakat dan masih dalam proses penyelesaian adalah sebagai berikut:
Perkara No. 08/Pdt.G/2014/PN.Stg tanggal 10 Maret 2014
Para Pihak : Saudara Yordan Redan, dkk sebagai Penggugat dan PTPN XIII sebagai Tergugat.
Objek : Penolakan perpanjangan dan atau pembaharuan HGU dengan Sertifikat
No. 9/Ng. Jentak/1985 atas tanah seluas 540 Ha, yang telah berakhir pada tanggal 17 Mei 2010.
Status : Penggugat mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung dan hingga saat penyelesaian
laporan keuangan perkara masih dalam proses di Mahkamah Agung. Entitas Anak
Areal Perusahaan yang bermasalah dengan masyarakat dan masih dalam proses penyidikan perkara pidana adalah sebagai berikut:
Perkara No.LP/K/256/X/2015/Polda Kaltim/SPK I tanggal 28 September 2015
Para Pihak : PT Kalimantan Agro Nusantara dengan Saudara Ir. Togar Simanjuntak.
Objek : Tanah seluas ±244 Ha, yang berada di lahan Ijin Usaha Perkebunan
PT Kalimantan Agro Nusantara No. 188.4.45/083/Eko.1-IX/2011.
34. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Desember 2015, Kelompok Usaha mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:
15 April 2016
(Tanggal
Dalam mata 31 Desember 2015 Penyelesaian
uang asing (Tanggal Pelaporan) Laporan Keuangan)
Aset:
Kas dan kas di bank AS$ 6.129,73 84.559.615 80.704.025 Piutang usaha AS$ 100.469,09 1.385.975.883 1.322.776.039
Total aset moneter dalam mata uang asing 1.470.535.498 1.403.480.064
Aset moneter neto 1.470.535.498 1.403.480.064
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2015 dan untuk
Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
63
35. INSTRUMEN KEUANGAN
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Penjelasan lebih lanjut diberikan pada paragraf-paragraf berikut:
Instrumen keuangan dengan nilai tercatat yang kurang lebih sebesar nilai wajarnya
Nilai wajar didefinisikan sebagai jumlah di mana instrumen tersebut dapat dipertukarkan di dalam transaksi kini antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang memadai melalui suatu transaksi yang wajar, selain di dalam penjualan terpaksa atau penjualan likuidasi.
Nilai tercatat instrumen keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan kurang lebih sebesar nilai wajarnya.
Nilai tercatat (berdasarkan jumlah nosional) kas dan kas di bank, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang petani plasma KKPA, utang usaha, utang lain-lain, biaya masih harus dibayar dan, utang bank jangka pendek kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut berjangka pendek.
Nilai tercatat liabilitas jangka panjang dengan suku bunga tetap dan mengambang besarnya kurang lebih sama dengan nilai wajarnya karena dinilai ulang secara berkala.
36. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama dari instrumen keuangan Kelompok Usaha adalah risiko suku bunga, risiko mata uang, risiko harga komoditas dan risiko kredit. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing risiko tersebut yang dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut:
Risiko Suku Bunga atas Nilai Wajar dan Arus Kas
Risiko suku bunga Kelompok Usaha terutama timbul dari piutang jangka panjang seperti piutang petani plasma KKPA dan pinjaman untuk modal kerja dan investasi. Pinjaman pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada Kelompok Usaha. Tidak terdapat pinjaman Kelompok Usaha yang dikenakan suku bunga tetap.
Saat ini, Kelompok Usaha tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga. Analisis sensitivitas untuk risiko tingkat suku bunga
Pada tanggal 31 Desember 2015, jika tingkat suku bunga Kelompok Usaha sebesar 10% lebih rendah/tinggi, dengan semua variabel lain konstan, rugi sebelum manfaat pajak penghasilan sebelum kapitalisasi beban keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut adalah sebesar Rp30.030.527.796 lebih tinggi/rendah.