• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian

A.9. Forum Mitra Amanah

B.1.1 Mekanisme Tata Kelola Kemitraan Corporate Social Responsibility PT. Semen Tonasa Dalam Penyediaan Air Bersih Di Desa Biringere Tonasa II

4. Bantuan Dana

Pada bagian ini peneliti menjelaskan pelaksanaan mekanisa tata kelola kemitraan dalam penyediaan air bersih bantuan dana. Tata kelola kemitraan penyediaan air bersih di desa Biring Ere dalam hal ini PT. Semen Tonasa bermitra dengan Forum Mitra Amanah untuk penyediaan air bersih khususnya bagi masyarakat di Desa Biring Ere yang harus membayar untuk mendapatkan air bersih.

Pembiayaan atau financing adalah pendanaan yang diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang direncanakan, dikeluarkan berdasarkan apa yang yang diinginkan atau apa yang dibutuhkan oleh masing-masing pihak yang berkerja sama melalui persetujuan atau kesepakatan pihak yang satu dengan pihak lain yang saling bekerja sama dalam jangka waktu tertentu.

Skema pembiayaan tata kelola kemitraan dalam penyediaan air bersih di Desa Biring Ere yaitu Forum Mitra Amanah membuat rincian anggaran yang langsung diawasi oleh pengawas teknik lapangan atau LCO bentukan langsung PT. Semen Tonasa, untuk diteruskan ke PT. Semen Tonasa, setelah pembiayan telah disetujui oleh PT. Semen Tonasa maka dikembalikan ke LCO untuk diteruskan ke Forum Mitra Amanah. Biaya yang diberikan PT. Semen Tonasa ke Forum Mitra Amanah yang bertindak sebagai pengelola anggaran dalam tata kelola kemitraan dalam penyediaan air bersih yaitu

Rp.95.915.000 (Sembilan Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Lima Belas Ribu Rupiah).

Menurut I selaku Supervisor CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Semen Tonasa berpendapat bahwa:

“Tata Kelola Kemitraan yang dilakukan dalam program CSR (Corporate Social Responsibility) merupakan suatu bentuk kerja sama sosial yang dimana kita mendengarkan aspirasi masyarakat yang kemudian membuat forum yang tergabung dari masyarakat sekitar yang ada di desa itu yang dinamakan forum mitra amanah (FITRAH). Setelah sudah ditemukan titik temu apa yang diingikan oleh masyarakat diteruskanlah ke PT. Semen Tonasa, disini bukan PT. Semen Tonasa yang turun langsung tapi kita ada yang namanya LCO yang akan menangani semua apa yang terjadi dilapangan. Setalah LCO sudah menyampaikan ke PT Semen Tonasa, PT Semen Tonasa akan mengkalkulasikan semua dana yang dibutuhkan dalam penyediaan air bersih setelah PT. Semen Tonasa menyetujui anggaran yang diusulkan oleh Forum selanjutnya di kembalikan lagi ke LCO untuk diteruskan ke Forum untuk melakukan program penyediaan air bersih ini.”(Hasil wawancara oleh I pada hari jumat 31 Mei 2019 pukul 08:00)

Berdasarkan dari hasil wawancara di atas dengan supervisor CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Semen Tonasa dijelaskan bahwa tata kelola kemitraan CSR (Corporate Social Responsibility) PT Semen Tonasa dalam penyediaan air bersih mengetahui tentang pembiayaan pada program CSR (Corporate Social Responsibility) dalam penyediaan air bersih yang dimana PT. Semen Tonasa bertindak sebagai penyedia anggaran pembiayaan sedangkan Forum Mitra Amanah sebagai pengelola anggaran yang di awasi langsung oleh pengawas teknik lapangan atau LCO yang merupakan bentukan dari PT. Semen Tonasa.

Pernyataan yang sama dipaparkan oleh M selaku Ketua Forum Mitra Amanah yaitu:

“Semua pembiayaan dalam penyediaan air bersih ini ditanggung sama PT. Semen Tonasa yaitu berkisar Rp.95.915.000 (Sembilan Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Lima Belas Ribu Rupiah)., setelah anggarannya sudah tersedia PT. Semen Tonasa menyerahkan kepada kami Forum Mitrah Amanah lewat LCO yang ditunjuk langsung oleh PT. Semen Tonasa. Setalah Anggaran sudah tersedia kita akan mengelolah anggaran yang diberikan ini membuat penyediaan air bersih ini, kita sebagai forum disini yang tergabung dari masyarakat hanya sebagai pengelola dana dan pemelihara jika ada kerusakan selanjutnya seperti mesin maka masyarakat lah yang akan berpartisipasi mengeumpulkan uang untuk mengganti mesin yang rusak.” (Hasil wawancara oleh I pada hari Minggu 9 Juni 2019 pukul 17:00 )

Berdasarkan pernyataan M selaku Ketua Forum Mitrah Amanah (Fitrah) bahwa pembiayaan awal kemitraan CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Semen Tonasa dalam penyediaan air bersih berdasarkan pada Sharing Cost yaitu pembiayaan masih di tanggung oleh pihak pertama yaitu PT. Semen Tonasa yang dimana total biaya yang dikeluarkan yaitu Rp.95.915.000 (Sembilan Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Lima Belas Ribu Rupiah). dan apabila ada kerusakan kecil yang terjadi maka akan ditanggung oleh Forum dan masyarakat.

Sedangkan menurut N selaku Bendahara Forum mitrah Amanah berpendapat bahwa:

“Pembiayaan dalam tata kelola kemitraan dalam penyediaan air bersih ini pada tahap awal pembangunan sampai selesai ditanggung oleh PT. Semen Tonasa setelah pembangunan selesai jikalau ada kerusakan kecil masyarakat yang akan mengumpulkan dana untuk memperbaikan kerusakan yang ada.” (Hasil wawancara oleh N pada hari Senin tanggal 10 Juni 2019 pukul 10:15)

Berdasarkan hasil wawancara dengan N selaku bendahara Forum Mitrah Amanah bahwa semua pembiayan dalam penyediaan air bersih ditanggung oleh pihak pertama yang bertindak sebagai penyedia angaran

Ditambahkan oleh informan S selaku Kepala Desa Biring Ere berpendapat bahwa:

“Pembiayaan dalam penyediaan air bersih di Desa Biring Ere semua dalam tahap pembagunan awal sampai selesai ditanggung oleh PT. Semen Tonasa selaku pihak pertama.”(Hasil wawancara oleh S pada hari Kamis tanggal 13 Juni pukul 13:30)

Dari pernyataan S menjelaskan bahwa biaya yang dikeluarka ditanggung oleh pihak pertama kemudaian diteruskan ke Forum sebagai mitranya.

Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh dari berbagai informan seperti PT. Semen Tonasa, Koordinator Forum Mitrah Amanah, Aparat Desa Biring Ere. berdasarkan pada Sharing cost. Artinya, pembiayaan ditanggung bersama oleh pihak pertama dan masyarakatsebagai pengguna.

Pada awal pelaksanaan program penyediaan air bersih di Desa Biring Ere Tonasa II Kabupaten Pangkep. Pembiayaan sepenuhnya ditanggung oleh pihak pertama yaitu PT. Semen Tonasa jika ada kerusakan kecil yang terjadi pada saat selesainya pembangunan dalam penyediaan air bersih ditanggung Forum dan masyarakat sebagai pemelihara dan penerima penyedian air bersih. Namun, biaya bahan dan material serta gaji tukang ditanggung sepenuhnya oleh PT. Semen Tonasa, Forum Mitrah Amanah hanya mengelola anggaran yang diberikan oeh PT. Semen Tonasa, sedangkan pengawasan

dilakukan oleh LCO yang merupakan bentukan dari PT. Semen Tonasa. Masyarakat sebagai penerima air bersih hanya menanggung jika ada kerusakan kecil yang terjadi pembangunan selesai dan masyarakat juga sebagai pemeliharan.

Biaya pembangunan pada penyediaan air bersih di Desa Biring Ere membutuhkan dana yang besar, besaran dana berkisar Rp.95.915.000 (Sembilan Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Lima Belas Ribu Rupiah). apabila ada kerusakan kecil selanjutnya setelah terselesaikannya pembangunan penyedian air bersih maka biayanya dibebakankan oleh masyarakat.

Sebagai penyedia anggaran, PT. Semen Tonasa hanya menanggung biaya-biaya terkait material dan peralatan pembangunan seperti pipa,selang, kerangka bak beserta baknya, katup atau keran, dan pompa air, serta biaya gaji tukang. Biaya yang sifatnya operasional pascakonstruksi ditanggung oleh pengguna/user.

Dengan adanya kemitraan berdasarkan Sharing Cost, PT. Semen Tonasa dan mitra yaitu Forum Mitrah Amanah dan masyarakat mendapatkan masing-masing keuntungan. Keuntungan dari PT. Semen Tonasa yaitu selain visi dan misi yang sama dengan Forum Mitra Amanah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat terealisasi. Sedangkan keuntungan yang diperoleh dari Forum Mitra Amanah yaitu visi dan misi dalam menciptakan energi alternatif bagi masyarakat terlaksana dengan baik, masyarakat mendapatkan air bersih serta berkontribusi terhadap kesehatan.

Dokumen terkait