• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bapak H Mohammad Muraz, SH, MM

Dalam dokumen PENDAHULUAN A. DASAR KUNJUNGAN SPESIFIK (Halaman 29-35)

IV. PENDALAMAN DAN MASUKAN ANGGOTA KOMISI II DPR RI

2. Bapak H Mohammad Muraz, SH, MM

 Apresiasi pada BKN Regional Jabar tidak terjadi kecurangan sebagaimana ramai permasalahan kecurangan di Wilayah Sulawesi dan Lampung, tetapi juga tanda tanya apakah betul peserta tes seleksi di Jabar jujur-jujur, karena kalua bicara tes SKD ini ada tes karekter pribadi, kejujuran pribadin, integritas dan termasuk kecintaan pada bangsa. Di Sulawesi terjadi kecurangan cukup banyak yang patut diduga yang melakukan kecurangan ini adalah peserta yang punya uang dan punya jaringan kemudian ada keterlibatan dari Panitia, BKPSDM mungkin juga yang membuat soalnya, atau orang-orang yang punya keahlian disitu.

Namun dari penjelasan saat rapat Komisi II disampaiakan, justru di BKN dan BSNN itu taunya setelah ada laporan dari masyarakat atau dari hasil peserta yang nilainya sangat fantastis, 510 dari total nilai 550 tertinggi sehingga dilakukan investigasi. Jadi apakah di Jabar ini panitia seleksinya mengawasi dengan ketata sehingga tidak terjadi kecurangan, atau memang apakah memang pesertanya jujur-jujur, tidak curang dan sebagianya.

 Tadi disampaikan nikai SKD CPNS tertinggi 494, dan lumayan sangat tinggi dan NonGuru 658. Apakah terhadap yang memperoleh nilai tertinggi ini juga dilakukan pengecekan, kalua boleh tahu yang kedua peserta tersebut lulusannya dari mana? Apakah lulusan kampusnya dari Perguruan Tinggi Negeri atau dari Perguruan Tinggi Swasta, apakah peserta tersebut memang Cumlaude Di Jabar banyak nilainya diatas 400, pd hal sebelum-sebelum nya agak susah untuk mencapai passing grade, untuk mencapai passing grade aja dulu hampir tidak ada, sehingga yang dipakai nilai tertinggi saja. Untuk nilai yang 400 keatas apakah juga dilakukan investigasi, apakah dilakukan atau tidak.

Sebenarnya perlu juga dilakukan investigasi karena bisa saja tidak ada yang lapor karena didaerah lain terjadi permasalahan kecurangan tes.

3. Bapak Ir. Endro Suswantoro Yahman, M.Sc

 Dari hasil rapat yang diikuti di Komisi II DPR RI dan membaca juga laporan yang ada, ini nampanya Kecurangan terstruktur dan sistematis memanfaatan jaringan yang luar biasa, sangat yakin bermain dimana-mana, ada yang ketahuan di Sulawesi dan Lampung, untuk di Lampung yang meremote dari Palembang dan Medan. Sedangkan di Jawa sepertinya aman-aman saja. Kalau lihat perjalanan kecurangannya sebetulnya sebaik-baik teknologi yang bermain tetap manusianya, dari temuan yang ada ternyata ada manusianya yang tidak bermoral. Untuk di Jabar ini, sejauh mana sterilisasi titik lokasi ruangan sebelum dan sesudah pelaksanaan tes, karena banyak kebocornanya ini terjadi saat sebelum pelaksanan, sterilisasi ruangan dan prangkat satu hari atau dua hari sebelumnya terintersep, bagaiman pengamanan di Jabar betul-betul bagus atau tidak, jika ini dilupakan ya maka wasslam.

4. Bapak Dr. Ir. H Sodiq Mudjahid, M.Sc

 Ketika kami Kunsfek pengawasan pelaksanaan tes CPNS di kulonprogo DIY kami sudah mengingatkan tentang kemungkinan-kemungkinan kecurangan ini. Dan dalam forum tersebut apa yang saya tanyakan menjadi kurang populer kenapa karena begitu pede nya Kepala BKN Regional DIY walau prakteknya di DIY tidak terjadi kecurangan, tetapi permalahan pola-pola kecurangan yang menjadi titik permasalahan hal yang kami ingatkan.

 Pada saat rapat dengan Menpan/RB kemarin, ada memang kecurangan-kecurangan diluar dugaan kita, permasalahan teknologi juga kecurangan peserta melaksanakan tes sangat singkat saat membaca dan menjelaskan, peserta yang tidak mau dipindahkan dari computer dimana peserta duduk ke computer yang lain dan kemudian ada peserta yang potonya berbeda dengan loksi ujian, lebih cannggihnya peserta melakukan dengan modus remote access, earphone, transmitter, dan lain-lain artinya pelanggarannya beragam.

Artinya kita harus terus melakukan kewasapadaan berbagai sector

bukan hanya saja kesiapan infrastruktur saja tetapi juga pengawasan-pengawasan yang lain untuk kedepan.

 Dalam rapat kami mengeluh, karena masyarakat banyak yang mengetahui bahwasanya kami Komisi II mitranya Menpan dan BKN banyak yang “titip-titip” dalam hal seleksi CPNS ini, kami menyampaikan ke masyarakat bahwa kami tidak bisa dititipi, kami mengawasi dan kami jamin 100% tidak aka ada kebocoran. Tetapi sekarang ketika ada kebocoran, sepertinya berbalik kepada kami Komisi II seakan-akan ada titipan. Jadi kita perbaiki in kedepannya.

 Salut untuk Jabar dari segi kejujuran dianggap lebih jujur, mohon dilihat dari sisi yang lain karena daerah lain ada kecurangan dan permasalahan dari sisi IT nya pada hal di Jabar khususnya Bandung kan cangih-cangih dan lebih menguasai Teknologi. Apakah memang tidak ada atau belum ditemuin kecurangan dan apakah pengawasan IT nya lebih hebat, tidak ditemukan kecurangan bukan berarti tidak ada karena ada penyeledikan lebih lanjut, penyeledikannya bukan atas dasar kejujuran karena Joki-joki sekarang cangih dan manipulasi IT juga cangih, memang pengawan IT Pemerintah harusnya juga lebih cangih dari IT orang yang mencoba-coba akan menyahgunakan.

 Dalam rapat, Komisi II sepakat untuk terus menjaga validasi dan validitas, dan butuh proses-proses selanjutnya sehingga tidak bertambah nanti pelangar-pelanggar. Kami bangga dengan proses ini, Putri Presiden pun tidak lulus tes CPNS dan bahkan ada putra puteri dari Pejabat ASN juga tidak lulus tes CPNS.

B. Jawaban Pendalaman Anggota Komisi II DPR RI 1. Bpk Tauchid Djatimiko, SH, M.SI

 Terkait dengan audit forensik sampling, di BKN ada Group Panselnas yang merupakan group emergency didalamnya terdiri dari Eslon 1 dan Kepala regional Se-Indonesia yang selalu up-date berbagai macam informasi di seluruh titik lokasi dan ketika terjadi kejadian dan permasalahan maka langsung melakanakan SOP IT sesuai dengan peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 tentang

Prosedur Penyelenggaraan Seleksi Dengan Metode Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara melakukan cek fisik disetiap PC yang ada digunakan dititik-titik lokasi. Alhamdulilah hasil cek yang dilakukan tidak ada indikasi kecurangan di Jawa Barat.

 Jabar memang merupakan Gudang ilmuan, mudah-mudahanan ilmuan yang jujur bukan imuan yang hacker.

 Terkait dengan PPPK NonGuru, BKN sudah koordinasi Wilayah kerja Jabar Banten, dan akan kami analisis dan setiap selesai penyelenggaraan kami evaluasi.

 Dibeberapa tempat wilayah kerja Regional Jabar kesulitan untuk tenaga dokter specialis sehingga ada formasi yang tidak terisi karena yang mendaftar saja tidak ada. Ada beberapa kelurhan dari Bupati dan Walikota terhdapa permasalahan ini apa yang menjadi penyebabnya.

 Untuk PPPK Guru kami hanya memantau saja dan tidak masuk dalam pelaksanaan.

 Seleksi CPNS di Jabar ternyata jujur-jujur, InsyaAllah begitulah yang terjadi dan mudah-mudahan tetap selalu jujur. Dan BKN secara intens melakukan koordnasi dengan Panselda Instansi, dan ada group juga dan selalu mengingatkan terkait integritas. Dan setiap melakukan penyelenggaraan kegiatan kita selalu ada arahan, baik itu dari Panitia kepada seluruh peserta dan kita selalu mengingatkan kalo ada kecurangan ada akibat dan sanksi yang tegas akan dilakukan. Terus juga kami meminta setiap Pimpinan minimal Sekretaris daerah atau pimpianan PPK untuk memberikan arahan kepada peserta termasuk juga panitia untuk membangun dan mengingatkan tentang integritas.

 Nilai tertinggi sudah dilakukan pengecekan. BKN memang bergerak dari prinsip negative thinking, tidak percaya dengan nilai yang besar yang dihasikan peserta. Alhmadulilah hasilnya tidak ada indikasi kecurangan.

 Sterlilasi ruangan melakukan dengan ketat dan melaksanakan SOP sesuai dengan peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021, setiap selesai

semua, penyerahan pendandatanganan berita acara secara bersama2 menyegel ruangan, segel ini harus dihadiri oleh Panselda dan disaksikan oleh pihak Kepolisian dan Inspektorat menyaksikan penyegelan.

 BKN Wilayah Jabar selama ini membangun komitmen bersama dengan Ombudsman, diawal-awal sebelum pemukaan tes setiap complain pelayanan maka akan diselesaikan sesuai dengan kewenangan instansinya yang bertanggug jawab, BKN atau Ombudsman yang akan menyelesaikan adanya laporan atau complain pada pelayanan BKN. Dan BKN meminta Ombudsman untuk memberitahu apa yang kurang dalam pelayanan BKN sehingga dari awal dapat mengatasi permasalahan complain terhadap pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 Permasalahan posisi duduk peserta tes CPNS memang dilakukan acak oleh Panselda, istilahnya Panselda harus menguasai tertorial cap, tidak ada satupun intervensi pada range 1 (satu), dan menjadi tanggung jawab BKN dan memberikan semangat dan dukungan kepada teman-teman yang bekerja. Sebaia Kanreg menyampaikan kepada Panselda jika ada intervensi maka segera untuk melaporkan kepada Kanreg secara langsung dan Kanreg hadapi langsung turun tangan jika da yang intervensi dan akan diselesaikan. Range 1 tidak ada yang bisa intervensi. Dan posisi duduk kita acak dan tidak urut, sehingga peserta tidak bisa memilih tempat duduknya sendiri. Dan kadang-kadang kita tempatkan untuk yang disabilitas dan Ibu Hamil didekat pintu, karena apabila ada hal-hal tertentu akan mudah untuk ditangani.

 Terhadap antisipasi kecurangan-kecurangan yang ada, pengetatan berlapis termasuk mulai dari range 3 mulai dari Satpam sampai tempat registrasi sudah ada pengetatan, Panselda selalu akan memberikan informasi terhadap angtisipasi kecurangan.

 Angka tertinggi tes CPNS di wilayah Jabar dengan nilai 494 ada di Kab Bandung, rentang nilainya tidak terlalu jauh diantara peserta lainnya. Sedangkan untu di wilayah Banten nilai tertinggi bernilai 484 terdapat di Kabupaten Tangerang.

 Untuk membuka ada di Panselnas 2. Wakil Kepala BKN, Bpk Suprnawa Yusuf

 Terkait Nilai test CPNS memang skor tertinggi tidak lagi dengan nilai 500 tetapi sudah naik menjadi nilai 550, karena ada tambahan 10 soal untuk TWK, sehingga naik nilaainya menjasi 50 karena 10 soal jika benar semua maka nilainya 10 x 5 = 50.

 Permasalahan nilai hasil tes yang besar, era sekarang ini berbeda dengan dahulu, Kebiasaan anak-anak milenial berbeda dengan anak-anak zaman dahulu, anak-anak milenial sering melaukan sharing-sharing soal ketika mereka telah selesai tes, kerena mereka punya bimbel danpunya komunitas-komunitas, sehingga semakin lama semakin lengkap dibahas dan sekarang apalagi Sekaran zamannya banyak Bimbel berbeda dengan dahulu. Jadi dari segi nilai wajar-wajar saja jika banyak nilai yang besar dan hamper rata, jika ada yang ekstrim dicurigai baru akan BKN melakukan pengecekan.

 Dengan kejadian kecurangan tes di Kabupaten Buol kemarin, BKN ada mamanya sistem yakni emergency system, dimana kecurangan tersbut berawal dari Tim BKN, bukan dari Sosmed yang utamanya, Sosmed juga akhirnya ada yang melaporkan kejangalan. Memang dalam pelaksanaan tes, kecurangan akan ada indikasi-indikasi yang agak aneh, seperti jika terjadi ada ganguan listrk padam, ternyata peserta tidak mau pindah dari Komputer dimana awalnya dia duduk, dan juga yang paling mencolok ada yang menyelesaikan soal tes dengan rata-rata waktu mencapai 7 (tujuh) detik dan akan menjadi aneh, Tetrhadap kecurangan yang terjadi dengan melibatkan ASN di BKN maka akan diaudit trail.

 Terhadap 225 orang peserta SKD yang sudah didiskualifikasi terindikasi melakukan kecurangan dari keikutsertaan pada seleksi penerimaan CPNS Tahun 2021, Panselnas BKN menyampaikan angka tersbut belum berhenti dan ada kemungkinan bertambah.

Dalam dokumen PENDAHULUAN A. DASAR KUNJUNGAN SPESIFIK (Halaman 29-35)

Dokumen terkait