• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN A. DASAR KUNJUNGAN SPESIFIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENDAHULUAN A. DASAR KUNJUNGAN SPESIFIK"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KUNJUNGAN SPESIFIK KOMISI II DPR – RI

KE KANTOR REGIONAL (KANREG) III BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (BKN) BANDUNG-JAWA BARAT TERKAIT EVALUASI PENYELENGGARAAN SELEKSI

CPNS DAN PPPK TAHUN 2021 DENGAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASA PERSIDANGAN II TAHUN SIDANG 2021 – 2022

TANGGAL 16 NOVEMBER 2021

___________________________________________________________________

I. PENDAHULUAN

A. DASAR KUNJUNGAN SPESIFIK

Komisi II DPR RI telah melakukan kunjungan spesifik ke Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bandung, Jawa Barat terkait Evaluasi penyelenggaraan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang terdiri dari seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan seleksi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) Non Guru Tahun 2021 yang diselenggarakan pada tanggal 2 September hingga 20 Oktober 2021. Kunjungan kerja spesifik Tim Komisi II DPR RI dalam rangka melaksanakan tugas konstitusional terhadap fungsi DPR RI diantaranya yakni Fungsi kontrol (pengawasan) sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang No. 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (MD3).

Adapun pengawasan Kunjungan Spesifik yang dilaksanakan oleh Komisi II DPR RI adalah pengawasan terhadap pelaksanan Undang-undang Nomor 5 Tahun 20104 tentang Aparatur Sipil Negara dan penyelenggaraan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil yang menyatakan bahwa setiap instansi pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja.

Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS tersebut dilakukan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang diperinci per-1(satu) tahun berdasarkan prioritas kebutuhan. Berdasarkan penyusunan kebutuhan tersebut, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) menetapkan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS secara nasional.

(2)

B. TIM KUNJUNGAN SPESIFIK

Tim kunjungan Komisi II DPR RI ke Provinsi Jawa Barat berjumlah 12 Orang Anggota yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yth. Bapak Saan Mustafa, M.Si/Fraksi Nasdem beserta Anggota Tim yang terdiri dari:

NO NO - A NAMA KETERANGAN

1. A-367 Saan Mustopa, M.Si

Ketua Tim Wakil Ketua Komisi

II/ F-P Nasdem

2. A-152

Ir. H. Endro Suswantoro

Yahman, M.Sc Anggota/ F-PDIP

3. A-259 Ir. Hugua Anggota/ F-PDIP

4. A-240 Drs. Cornelis, M.H Anggota/ F-PDIP 5. A-080 Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc Anggota/ F-P

Gerindra 6. A-083 Ir. Irwan Ardy Hasman Anggota/ F-P

Gerindra 7. A-366 Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh,

M.M

Anggota/ F-P Nasdem 8. A-015 H. Yanuar Prihatin, M.Si Anggota/ F-PKB 9. A-541 H. Mohamad Muraz, S.H., M.M Anggota/ F-PD 10. A-528 Rezka Oktoberia Anggota/ F-PD 11. A-428 Teddy Setiadi, S.I.Kom Anggota/ F-PKS 12. A-484 Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si Anggota/ F-PAN

SEKRETARIAT

13. --- Hani Yuliasih Kabag Set. Komisi II 14. --- Syaiful Hadi Sekretariat Komisi II 15. --- Gumilang Wiby Laksono Sekretariat Komisi II

16. --- Aniyah Sekretariat Komisi II

17. --- Anggia Michel, M.AP

Tenaga Ahli Komisi II

(3)

18. --- Abrar Amir, M.AP

Tenaga Ahli Komisi II

19. --- Arief Rahman Media Sosial

Tim kunjungan kerja didampingi oleh 2 (Dua) tenaga ahli dan 4 (empat) staf dari Sekretariat Komisi II DPR RI, dan 1 (satu) pemberitaan dari TV parlemen DPR RI.

C. TUJUAN KUNJUNGAN SPESIFIK

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI terkait evaluasi penyelenggaraan Seleksi CPNS dan PPPK Tahun 2021 adalah dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi DPR, khususnya fungsi pengawasan. Untuk itu, terkait kunjungan kerja ini secara khusus dimaksudkan untuk menampung dan menindaklanjuti aspirasi dari BKN, instansi/pemerintah daerah di Jawa Barat dan stakeholder lainnya terkait dengan proses penyelenggaraan Seleksi CPNS dan PPPK di Jawa Barat. Hal ini juga dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan seleksi CPNS 2021 dilakukan secara profesisonal, transparan, akuntabel, objektif, bebas dari praktik KKN dan memastikan tidak terjadi praktek percaloan dan penipuan.

D. WAKTU KUNJUNGAN SPESIFIK

Kunjungan spesifik dilaksanakan pada tanggal 22 September 2021. Komisi II DPR RI telah melakukan kunjungan spesifik ke Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bandung-Jawa Barat dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi dewan, dibidang pengawasan.

II. POKOK PERMASALAHAN

Pemerintah menemukan indikasi kecurangan dalam seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (SKD CPNS) tahun 2021. Terdapat indikasi kecurangan di beberapa titik lokasi mandiri. Selain kecurangan menggunakan calo, panitia seleksi nasional (panselnas) juga menemukan upaya perusakan

(4)

sistem seleksi dengan modus remote access. Masih ada temuan calo CPNS 2021. Salah satu kasus calo CPNS terungkap dari temuan penipuan perekrutan CPNS yang melibatkan nama anak penyanyi Nia Daniaty, Olivia Nathania. Olivia dan suaminya dilaporkan atas tuduhan penipuan jalur cepat tes CPNS oleh para korban. Kasus ini sekarang berada dalam tahap penyidikan oleh oleh Polda Metro Jaya. Selain itu, pemerintah menemukan kecurangan dengan modus remote access yang dilakukan oleh 225 peserta di 9 titik lokasi (tilok) mandiri. Kesembilan titik lokasi mandiri tersebut antara lain:

1. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Buol (Aula BKPSDM Buol)

Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri Kabupaten Buol berlangsung pada 14- 19 September 2021. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021. Laporan dugaan kecurangan pertama kali dibuat oleh Tim BKN pada 17 September 2021 setelah melihat pengerjaan SKD yang tidak wajar dan laporan di media sosial. Setelah dilakukan pengecekan pada seluruh PC yang ada, terdapat 2 PC di mana ditemukan aplikasi remote rutserv.

Kemudian 1 PC dibawa ke Kanreg BKN Makassar untuk dilakukan forensik oleh BSSN, pengecekan kembali dilakukan terhadap seluruh PC. Hasil forensik IT terhadap PC tersebut menunjukkan bahwa benar telah terjadi kecurangan dengan metode penggunaan aplikasi remote rutserv. Dengan aplikasi ini, orang lain di luar tilok tersebut membantu peserta mengerjakan SKD. Terdapat dugaan bahwa Kepala BKPSDM Buol terlibat dalam kecurangan ini dan telah dinonaktifkan oleh Bupati Buol. Setelah kasus Buol ini, BKN membuat aplikasi baru dengan melakukan audit trail dengan pendekatan deteksi fraud berbasis Machine Learning (ML). Dari hasil ML ini, terdapat 27 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

2. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Enrekang (Aula Kantor Bupati Enrekang)

Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri Kabupaten Enrekang berlangsung pada 30 September-3 Oktober 2021. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Teknis Keamanan Informasi Pelaksanaan Seleksi CAT BKN Nomor FRM/OPR/029.

Laporan dugaan kecurangan berasal dari laporan Tim BKN dan media daring

(5)

pada 4 Oktober 2021. Tidak dilakukan forensik terhadap PC di Enrekang karena suasana kurang kondusif. BKN telah memperoleh beberapa data berupa image chat, audio, dan video terkait. Dari hasil analisis ML, terdapat 5 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

3. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Mamuju (Gedung PKK Provinsi Sulawesi Barat)

Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri cost-sharing ini berlangsung pada 14- 25 September 2021. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Teknis Keamanan Informasi Pelaksanaan Seleksi CAT BKN Nomor FRM/OPR/029. Laporan dugaan kecurangan berasal dari laporan Tim BKN pada 23 September 2021 dan media daring yang menunjukkan pengerjaan tidak wajar. Satu PC dari tilok ini dibawa ke Kanreg BKN Makassar untuk dilakukan forensik IT oleh Tim BSSN. Hasil forensik menunjukan bahwa terdapat aplikasi remote Zoho Meeting (Zoho Assist) yang diinstall pada 12 September 2021. Aplikasi ini terbukti dipakai pada saat pelaksanaan SKD pada tanggal 16 September 2021 Sesi I dan peserta yang diduga mendapat bantuan dari pihak lain mendapat nilai tertinggal nasional, 510. Dari hasil analisis ML, terdapat 40 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

4. Tilok Mandiri BKN Lampung (Aula Makorem 043 Garuda Hitam)

Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri BKN Lampung berlangsung pada 14 September-9 Oktober 2021. Peserta di tilok ini berasal dari multi instansi, termasuk kementerian/lembaga. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Teknis Keamanan Informasi Pelaksanaan Seleksi CAT BKN Nomor FRM/OPR/029.

Kasus di tilok ini berbeda dengan yang lain. Mereka menggunakan tilok palsu.

Modusnya adalah sebagai berikut: a. Peserta melakukan registrasi, melakukan perekaman Face Recognition, dan mendapatkan PIN peserta. b. Setelah berada di tenda steril, peserta tersebut keluar dari arena tilok untuk menuju di tilok palsu. c. Di tilok palsu tersebut, PC yang digunakan diremote oleh orang lain (terdeteksi berasal dari kota Bandung dan Medan). d. Peserta ini rata-rata

(6)

tidak menggunakan masker saat mengerjakan SKD. Dari hasil audit trail, terdapat 23 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan ini.

5. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Mamasa (Aula SMKN 1 Mamasa) Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri Kabupaten Mamasa berlangsung pada 27 September- 1 Oktober 2021. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Teknis Keamanan Informasi Pelaksanaan Seleksi CAT BKN Nomor FRM/OPR/029.

Laporan dugaan kecurangan pertama kali dibuat oleh Tim BKN pada 27 September 2021 setelah melihat pengerjaan SKD yang tidak wajar. Bahkan ada peserta yang tidak mau dipindahkan walaupun PC mengalami restart. Dari hasil analisis ML, terdapat 19 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

6. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Ruang Pola Kantor Bupati Sidenreng Rappang)

Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri Kabupaten Sidrap berlangsung pada 2-5 Oktober 2021. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Teknis Keamanan Informasi Pelaksanaan Seleksi CAT BKN Nomor FRM/OPR/029. Laporan dugaan kecurangan dibuat oleh Tim BKN setelah ada peserta yang memperoleh nilai tinggi tetapi tidak kertas buram yang bersangkutan tidak terpakai sama sekali.

Salah satu PC yang dipakai dibawa ke Kanreg BKN Makassar untuk dilakukan forensik IT oleh Tim BSSN. Hasilnya ditemukan aplikasi remote Getscreen.me pada PC tersebut. Setelah dilakukan analisis melalui ML, terdapat 62 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

7. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Luwu (Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu)

Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri Kabupaten Luwu berlangsung pada 7-10 Oktober 2021. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Teknis Keamanan Informasi Pelaksanaan Seleksi CAT BKN Nomor FRM/OPR/029. Tim BSSN yang dikirim sebelum ujian berlangsung melakukan pembersihan dan sekaligus hardening terhadap PC peserta. Namun keesokan harinya terpantau aktivitas aplikasi

(7)

remote Netop dan nilai SKD beberapa peserta menjadi sangat besar. Setelah dilakukan pelacakan, terjadi rekonfigurasi PC pada malam sebelum dimulai ujian pada pukul 01.00. Ketika petugas berusaha mendapatkan log activity dari router MikroTik yang dipakai menghubungkan PC peserta dengan internet, dinyatakan bahwa log yang diminta terhapus dari sistem. Ini menimbulkan kecurigaan keterlibatan petugas Diskominfo setempat yang menangani MiroTik. Salah satu PC kemudian dibawa ke Kanreg BKN Makassar untuk dilakukan forensik IT oleh Tim BSSN. Ditemukan instalasi Netop Remote Control yang dieksekusi pada 9 Oktober 2021 pukul 00.31, padahal ruangan ujian telah disegel oleh petugas BKN. Hasil analisis melalui ML menyimpulkan bahwa terdapat 4 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

8. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Gedung Baruga Buton Selatan)

Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri Kabupaten Buton Selatan berlangsung pada 2-9 Oktober 2021. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Teknis Keamanan Informasi Pelaksanaan Seleksi CAT BKN Nomor FRM/OPR/029.

Menurut laporan petugas BKN, terdapat aplikasi remote di seluruh PC yang tidak terdeteksi pada saat pengecekan awal. Terdapat beberapa peserta dengan metode pengerjaan tidak wajar. Hasil analisis melalui ML menyimpulkan bahwa terdapat 41 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

9. Tilok Mandiri Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sulawesi selatan (Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar)

Pelaksanaan SKD CPNS di tilok mandiri Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan berlangsung pada 28 September-12 Oktober 2021. Tim BKN yang bertugas telah melakukan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan sesuai dengan Lampiran Peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 dan Petunjuk Teknis Keamanan Informasi Pelaksanaan Seleksi CAT BKN Nomor FRM/OPR/029. Pada saat berlangsung tes, tertangkap tangan 2 orang membawa HP ke dalam ruang ujian, meskipun telah dilakukan pemeriksaan dengan metal detektor. Yang bersangkutan telah melakukan foto-foto soal SKD dan kemungkinan melakukan komunikasi dengan orang luar. Di dalam HP

(8)

terdapat juga informasi 2 peserta tes yang lain yang juga diduga melakukan kecurangan serupa. Panitia telah melaporkan ke-2 peserta ini kepada pihak kepolisian setempat. Setelah kasus ini, maka panitia Kementerian Hukum dan HAM melakukan pemeriksaan tambahan berupa body checking kepada seluruh peserta. Hasil analisis melalui ML menyimpulkan bahwa terdapat 4 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

Pelaksanaan SKD CPNS tahun 2021 di titik lokasi mandiri Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat mengalami gangguan jaringan dan server down yang mengakibatkan beberapa peserta merasa stress karena kekurangan waktu untuk menjawab berbagai soal CAT.

III. HASIL KUNJUNGAN

Sambutan Bapak Saan Mustafa, M.SI, Wakil Ketua Komisi II DPR RI

Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021 telah selesai. Hasil SKD CPNS dan PPPK tahun 2021 telah disampaikan kepada para peserta melalui pengumuman di website masing-masing instansi. Saat ini peserta CPNS dan PPPK tahun 2021 sedang menunggu pengumuman dari pemerintah terkait jadwal pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) maupun persiapan seleksi PPPK guru tahap II.

Pada proses pelaksanaan SKD CPNS tahun 2021, pemerintah menemukan kecurangan yang dilakukan oleh beberapa oknum peserta di 9 titik lokasi (tilok) mandiri yang beredar di media serta berdasarkan laporan dari masyarakat.

Kecurangan yang ditemukan menggunakan modus remote access yang memungkinkan seseorang berada di lokasi berbeda mengakses komputer yang digunakan peserta saat tes berlangsung. Orang tersebut kemudian membantu peserta untuk menyelesaikan soal-soal ujian SKD. Server Computer Assisted Test Badan Kepegawaian Negara (CAT BKN) diretas sehingga pelaku kecurangan dapat mengatur bank soal yang merupakan tempat kumpulan soal-soal agar dapat mengerjakan soal dengan cepat, mudah, dan benar jawabannya.

Permasalahan ini menjadi perhatian Komisi II DPR RI mengingat pada rapat- rapat kerja dengan Menteri PANRB dan BKN tentang persiapan pelaksanaan CPNS dan PPPK tahun 2021 perihal ketersediaan sarana, prasarana, ketersediaan jaringan internet, dan keamanan server menjadi salah satu aspek

(9)

yang dijamin kesiapannya oleh pemerintah. Panselnas merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam proses pengadaan CASN tahun 2021 telah memiliki tim audit teknologi, tim pengamanan teknologi, dan tim quality assurance. Server CAT BKN yang dapat diretas menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah belum optimal dalam melakukan upaya pencegahan dan antisipasi keamanan data pada sistem CAT BKN.

Menyikapi hal tersebut, Komisi II DPR RI melakukan kunjungan spesifik terkait evaluasi pelaksanaan CPNS dan PPPK tahun 2021 ke Provinsi Jawa Barat dan dua provinsi lainnya yaitu Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Kecurangan yang terjadi bukan tidak mungkin juga terjadi di berbagai daerah lainnya. Oleh karena itu, kunjungan spesifik ini dianggap penting mengingat tahapan pelaksanaan seleksi CPNS dan PPPK tahun 2021 masih berlanjut dan pengawasan terus akan dilakukan Komisi II DPR RI hingga tahap akhir selesai.

Pemerintah harus meningkatkan sistem keamanan server CAT BKN serta berbagai upaya antisipasi agar kecurangan-kecurangan dalam bentuk apapun tidak dapat terjadi pada pelaksanaan seleksi CPNS dan PPPK yang akan datang.

Pemerintah juga harus dapat menjamin bahwa pelaksanaan seleksi CPNS dan PPPK tahun 2021 dapat berjalan dengan transparan, lancar, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ada peserta yang dirugikan dari adanya kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Sambutan Bapak Wakil Kepala BKN, Supranawa Yusuf

 Pelaksanaan seleksi CPNS dan PPPK dibutuhkan masukan, kritikan dan saran dari Anggota Komisi II DPR RI untuk semua tahapan yang berlangsung dalam rangka perbaikan pelaksanaan tes CPNS dan PPPK yang transparan dan akuntabel.

 Terhadap adanya indikasi/upaya melakukan kecurangan pada saat pelaksanaan SKD di beberapa titik lokasi CAT di Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, serta Lampung, BKN terus berupaya melakukan langkah-langkah optimal yakni Mendiskualifikasi 225 orang peserta SKD yang terindikasi melakukan kecurangan dari keikutsertaannya pada seleksi penerimaan CPNS Tahun 2021 serta melanjutkan investigasi menyeluruh sampai tuntas, untuk mengetahui siapa saja yang berperan dan terlibat praktik kecurangan. Disamping itu agar

(10)

mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap sistem seleksi CASN.

 Bagi ASN yang terlibat praktik kecurangan akan dikenakan sanksi disiplin sesuai dengan peraturanperundang-undangan yang berlaku. Mudah-mudahan kejadian kecurangan SKD menjadi pembelajaran bagi BKN untuk kedepan lebih baik lagi

Pemaparan-Pemaparan

Kepala BKN Regional III Bandung-Jawa Barat, Bpk Tauchid Djatimiko, SH, M.SI

(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat

(21)
(22)
(23)
(24)
(25)

III. PERTANYAAN DAN JAWABAN SECARA TERTULIS

Adapun beberapa pertanyaan Komisi II DPR RI tentang evaluasi penyelenggaraan Tes CPNS dan PPPK NonGuru yang dijawab oleh Kepala BKN Regional III Bandung-Jawa Barat sebagai berikut:

1. Hasil evaluasi Kantor Regional III BKN Bandung terhadap pelaksanaan SKD CPNS dan seleksi kompetensi PPPK tahun 2021 di Provinsi Jawa Barat dan kendala2 yang dihadapi serta cara mengatasinya.

Hasil evaluasi Kantor Regional III BKN Bandung terhadap pelaksanaan SKD CPNS dan seleksi kompetensi PPPK NonGuru tahun 2021, secara umum berjalan lancar, aman dan sukses sesuai ketentuan. Kendala yang dihadapi selama pelaksanaan SKD CASN tahun 2021 di Provinsi Jawa Barat serta solusinya :

a. Sarana dan Prasarana

Lokasi ujian (keterbatasan sarana ruang tunggu peserta pada awal pelaksanaan seleksi CASN) dan kondisi cuaca (hujan). Keterbatasan sarana dan prasarana diupayakan melalui permohonan untuk penambahan fasilitas di beberapa tilok sesuai kebutuhan dengan tetap mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas serta akuntabilitas pelaksanaan.

b. SDM

Keterbatasan jumlah Pranata Komputer pada Kantor Regional III BKN, sehingga penugasan sebagai Tim SCASN di lingkungan Kanreg III BKN didasarkan pada pertimbangan kesesuaian kompetensi pegawai dan penjadwalan yang efektif dan efisien. (Misal: pranata komputer ditugaskan sebagai Petugas IT, Pejabat Struktural/sub koordinator ditugaskan sebagai koordinator).

c. Pelaksanaan

Pada pelaksanaan seleksi mengalami kendala pada system cloud yang mengakibatkan penyelenggaraan seleksi tertunda beberapa saat, berkenaan dengan kendala tersebut telah dilakukan optimasi pada system cloud oleh tim teknis BKN Pusat. Selain itu pada titik lokasi Universitas Muhammadiyah Cirebon dan Tegar Beriman Bogor mengalami kendala terputusnya jaringan fiber optic (FO) internet provider karena perbaikan / penggalian jalan. Pemulihan jaringan dilakukan melalui koordinasi dengan pejabat panselda dan pejabat terkait pemerintah setempat.

(26)

2. Evaluasi pelaksanaan SKD susulan bagi peserta yang terkonfirmasi covid-19.

Jumlah peserta yang melaksanakan SKD susulan dan kendala yang dihadapi.

Pelaksanaan SKD susulan bagi peserta yang terkonfirmasi Covid-19 dijadwalkan pada hari/sesi terakhir setiap pelaksanaan SKD instansi/titik lokasi pada tempat khusus steril dengan pelayanan petugas menggunakan Standar Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19. Jumlah peserta yang dijadwalkan ulang sebanyak 94 (sembilan puluh empat) orang.

Kendala yang dihadapi terhadap penjadwalan ulang bagi peserta yang terkonfirmasi Covid-19 yang melebihi batas waktu penyembuhan 14 hari sehingga harus dijadwalkan ulang Kembali.

3. Terhadap dugaan kecurangan yang terjadi di beberapa daerah (titik lokasi mandiri), cara Kantor Regional III BKN Bandung menyikapinya dan Apa saja bentuk modus kecurangan yang terjadi selama proses pelaksanaan SKD CPNS tahun 2021.

Kantor Regional III BKN Bandung berkomitmen dan konsisten melaksanakan Peraturan BKN No. 2 Tahun 2021 tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi Dengan Metode CAT BKN dan Surat Edaran Kepala BKN No 7 tahun 2021 tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi Dengan Metode CAT BKN dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

4. Temuan Kantor Regional III BKN Bandung terhadapn dugaan kecurangan pada pelaksanaan seleksi ompetensi PPPK ktahun 2021 bagi guru maupun non guru.

Sejauh ini tidak menemukan dugaan Kecurangan di Wilayah III Regional BKN Jawa Barat.

5. Regional III BKN Bandung dalam menjamin validitas hasil SKD CPNS tahun 2021 di Provinsi Jawa Barat yang telah diumumkan merupakan hasil data yang transparan, tepat, dan akurat.

Pelaksanaan seleksi kompetensi CASN tahun 2021, hasilnya dipublikasikan secara transparan melalui live streaming YouTube, monitor computer masing-

(27)

masing peserta setelah “klik selesai” langsung menampilkan skor nilai hasil ujian dan rekon perankingan untuk masuk tahapan SKB.

6. Koordinasi dan konsolidasi yang dilakukan pemerintah daerah dengan panselnas terutama dengan tim audit teknologi, tim pengaman teknologi, dan tim quality assurance untuk mempersiapkan pelaksanaan SKB CPNS tahun 2021 serta seleksi kompetensi PPPK guru tahap 2 yang akan datang.

Melakukan rapat koordinasi untuk setiap tahapan pelaksanaan SKB CPNS tahun 2021, terutama memastikan kelayakan titik lokasi, ketersediaan jaringan internet dan kapasitas bandwith serta spesifikasi perangkat dan sarana pendukung.

7. Sejauh mana upaya Kantor Regional III BKN Bandung untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) terutama dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam rangka mencegah peretasan dan meningkatkan sistem keamanan server CAT BKN dari potensi kecurangan atau kejahatan cyber lainnya.

Melakukan dan mengikutsertakan SDM IT bimbingan teknis/sosialisasi terkait dengan cyber security.

8. Terdapat kendala listrik mati dan server down yang terjadi di beberapa daerah pada pelaksanaan SKD CPNS dan seleksi kompetensi PPPK tahun 2021, sejauhmana koordinasi BKN dengan pemerintah daerah terkait kesiapan titik lokasi mandiri yang berada di daerah, terutama dari sisi ketersediaan sarana dan prasarana, jaringan internet, serta teknis operasional.

Melakukan koordinasi dengan Panselda untuk memastikan ketersediaan sarpras, jaringan internet dan kapasitas cadangan bandwith serta teknis operasional lainnya

9. Langkah antisipasi yang dilakukan Kantor Regional III BKN Bandung agar tidak terjadi berbagai modus kecurangan lagi mengingat pelaksanaan SKB CPNS tahun 2021 serta seleksi kompetensi PPPK guru tahap 2 yang akan datang.

 Memberikan pengarahan/briefing integritas, SOP/ ketentuan dan cyber security kepada tim pelaksana SKB CPNS tahun 2021

(28)

 Tim Pelaksana CAT BKN menguasai teritorial lokasi seleksi CAT BKN.

 Memperkuat tim IT untuk melakukan pengecekan sarana prasarana secara ketat.

10. Saran dan masukan dari Kantor Regional III BKN Bandung untuk penerimaan CPNS dan PPPK yang lebih baik lagi di tahun berikutnya.

Untuk kelancaran keamanan dan kesuksesan penerimaan CPNS dan PPPK maka perlu:

 Membangun dan meningkatkan komitmen serta integritas terhadap Panselnas dan Pansel Instansi.

 Meningkatkan keamanan sistem CAT BKN dengan melibatkan instansi terkait (cyber security).

IV. PENDALAMAN DAN MASUKAN ANGGOTA KOMISI II DPR RI

Ada beberapa catatan masukan dari Anggota Komisi II DPR RI saat pendalaman materi Kunjungan spesifik antara lain sebagai berikut:

A. Pendalaman Anggota Komisi II DPR RI 1. Bapak Teddy Setiadi, S.I.Kom

 Apakah ada Audit Forensic sampling dari BKN Regional Jabar ketika ada indikasi kecurangan dalam penyelengaraan test CPNS dan PPPK, hal ini penting karena biasayanya kecurangan menggunakan komputer akan meninggalkan jejak-jejak digital didalam Komputer dan menjadi evaluasi bersama. Ketika kami mendengarkan dengar pendapat di DPR Komisi II khusunya tentang kecurangan penyelengaraan test CPNS dan PPPK terindikasi tidak alamiah dari situ akan terungkap, biasanya model-model ini akan terungkap kedepannya. Tidak ada salahnya jika BKN melalukan test sampling kekuatat CAT yang dilaksanakan.

 Terhadap permasalahan PPPK NonGuru yang tidak sesuai formasi banyak yang tidak terisi sebanyak 51, 27%. Apakah masalahnya formasi tidak diminati, atau salah dalam menenukan formasi dan apakah lemah dalam sosialisasi.

 Persoalan Honorer di Jabar khusunya Guru, sudah tes juga untuk PPK Guru, karena tes seleksi kompetensi bidang (SKB) tidak ada, ketika sudah lulus dinyatakan dan otomatis tinggal dilakukan pemberkasan

(29)

jangan sampai ini terkatung-katung seperti tahun 2019. Kenapa banyak jugan PPPK Guru sudah diminta sekolahnya untuk mengundurkan diri untuk menjadi tenaga honorer didaerah kaitan dengan penganggaran, Jika kemudian SK nya tidak muncul di tahun 2022 sementara sudah berhenti menjadi Guru honorer, PPPK guru nya belum selesai, bagaimna persoalannya.

2. Bapak H Mohammad Muraz, SH, MM

 Apresiasi pada BKN Regional Jabar tidak terjadi kecurangan sebagaimana ramai permasalahan kecurangan di Wilayah Sulawesi dan Lampung, tetapi juga tanda tanya apakah betul peserta tes seleksi di Jabar jujur-jujur, karena kalua bicara tes SKD ini ada tes karekter pribadi, kejujuran pribadin, integritas dan termasuk kecintaan pada bangsa. Di Sulawesi terjadi kecurangan cukup banyak yang patut diduga yang melakukan kecurangan ini adalah peserta yang punya uang dan punya jaringan kemudian ada keterlibatan dari Panitia, BKPSDM mungkin juga yang membuat soalnya, atau orang-orang yang punya keahlian disitu.

Namun dari penjelasan saat rapat Komisi II disampaiakan, justru di BKN dan BSNN itu taunya setelah ada laporan dari masyarakat atau dari hasil peserta yang nilainya sangat fantastis, 510 dari total nilai 550 tertinggi sehingga dilakukan investigasi. Jadi apakah di Jabar ini panitia seleksinya mengawasi dengan ketata sehingga tidak terjadi kecurangan, atau memang apakah memang pesertanya jujur-jujur, tidak curang dan sebagianya.

 Tadi disampaikan nikai SKD CPNS tertinggi 494, dan lumayan sangat tinggi dan NonGuru 658. Apakah terhadap yang memperoleh nilai tertinggi ini juga dilakukan pengecekan, kalua boleh tahu yang kedua peserta tersebut lulusannya dari mana? Apakah lulusan kampusnya dari Perguruan Tinggi Negeri atau dari Perguruan Tinggi Swasta, apakah peserta tersebut memang Cumlaude Di Jabar banyak nilainya diatas 400, pd hal sebelum-sebelum nya agak susah untuk mencapai passing grade, untuk mencapai passing grade aja dulu hampir tidak ada, sehingga yang dipakai nilai tertinggi saja. Untuk nilai yang 400 keatas apakah juga dilakukan investigasi, apakah dilakukan atau tidak.

(30)

Sebenarnya perlu juga dilakukan investigasi karena bisa saja tidak ada yang lapor karena didaerah lain terjadi permasalahan kecurangan tes.

3. Bapak Ir. Endro Suswantoro Yahman, M.Sc

 Dari hasil rapat yang diikuti di Komisi II DPR RI dan membaca juga laporan yang ada, ini nampanya Kecurangan terstruktur dan sistematis memanfaatan jaringan yang luar biasa, sangat yakin bermain dimana- mana, ada yang ketahuan di Sulawesi dan Lampung, untuk di Lampung yang meremote dari Palembang dan Medan. Sedangkan di Jawa sepertinya aman-aman saja. Kalau lihat perjalanan kecurangannya sebetulnya sebaik-baik teknologi yang bermain tetap manusianya, dari temuan yang ada ternyata ada manusianya yang tidak bermoral. Untuk di Jabar ini, sejauh mana sterilisasi titik lokasi ruangan sebelum dan sesudah pelaksanaan tes, karena banyak kebocornanya ini terjadi saat sebelum pelaksanan, sterilisasi ruangan dan prangkat satu hari atau dua hari sebelumnya terintersep, bagaiman pengamanan di Jabar betul- betul bagus atau tidak, jika ini dilupakan ya maka wasslam.

4. Bapak Dr. Ir. H Sodiq Mudjahid, M.Sc

 Ketika kami Kunsfek pengawasan pelaksanaan tes CPNS di kulonprogo DIY kami sudah mengingatkan tentang kemungkinan-kemungkinan kecurangan ini. Dan dalam forum tersebut apa yang saya tanyakan menjadi kurang populer kenapa karena begitu pede nya Kepala BKN Regional DIY walau prakteknya di DIY tidak terjadi kecurangan, tetapi permalahan pola-pola kecurangan yang menjadi titik permasalahan hal yang kami ingatkan.

 Pada saat rapat dengan Menpan/RB kemarin, ada memang kecurangan-kecurangan diluar dugaan kita, permasalahan teknologi juga kecurangan peserta melaksanakan tes sangat singkat saat membaca dan menjelaskan, peserta yang tidak mau dipindahkan dari computer dimana peserta duduk ke computer yang lain dan kemudian ada peserta yang potonya berbeda dengan loksi ujian, lebih cannggihnya peserta melakukan dengan modus remote access, earphone, transmitter, dan lain-lain artinya pelanggarannya beragam.

Artinya kita harus terus melakukan kewasapadaan berbagai sector

(31)

bukan hanya saja kesiapan infrastruktur saja tetapi juga pengawasan- pengawasan yang lain untuk kedepan.

 Dalam rapat kami mengeluh, karena masyarakat banyak yang mengetahui bahwasanya kami Komisi II mitranya Menpan dan BKN banyak yang “titip-titip” dalam hal seleksi CPNS ini, kami menyampaikan ke masyarakat bahwa kami tidak bisa dititipi, kami mengawasi dan kami jamin 100% tidak aka ada kebocoran. Tetapi sekarang ketika ada kebocoran, sepertinya berbalik kepada kami Komisi II seakan-akan ada titipan. Jadi kita perbaiki in kedepannya.

 Salut untuk Jabar dari segi kejujuran dianggap lebih jujur, mohon dilihat dari sisi yang lain karena daerah lain ada kecurangan dan permasalahan dari sisi IT nya pada hal di Jabar khususnya Bandung kan cangih-cangih dan lebih menguasai Teknologi. Apakah memang tidak ada atau belum ditemuin kecurangan dan apakah pengawasan IT nya lebih hebat, tidak ditemukan kecurangan bukan berarti tidak ada karena ada penyeledikan lebih lanjut, penyeledikannya bukan atas dasar kejujuran karena Joki- joki sekarang cangih dan manipulasi IT juga cangih, memang pengawan IT Pemerintah harusnya juga lebih cangih dari IT orang yang mencoba- coba akan menyahgunakan.

 Dalam rapat, Komisi II sepakat untuk terus menjaga validasi dan validitas, dan butuh proses-proses selanjutnya sehingga tidak bertambah nanti pelangar-pelanggar. Kami bangga dengan proses ini, Putri Presiden pun tidak lulus tes CPNS dan bahkan ada putra puteri dari Pejabat ASN juga tidak lulus tes CPNS.

B. Jawaban Pendalaman Anggota Komisi II DPR RI 1. Bpk Tauchid Djatimiko, SH, M.SI

 Terkait dengan audit forensik sampling, di BKN ada Group Panselnas yang merupakan group emergency didalamnya terdiri dari Eslon 1 dan Kepala regional Se-Indonesia yang selalu up-date berbagai macam informasi di seluruh titik lokasi dan ketika terjadi kejadian dan permasalahan maka langsung melakanakan SOP IT sesuai dengan peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021 tentang

(32)

Prosedur Penyelenggaraan Seleksi Dengan Metode Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara melakukan cek fisik disetiap PC yang ada digunakan dititik-titik lokasi. Alhamdulilah hasil cek yang dilakukan tidak ada indikasi kecurangan di Jawa Barat.

 Jabar memang merupakan Gudang ilmuan, mudah-mudahanan ilmuan yang jujur bukan imuan yang hacker.

 Terkait dengan PPPK NonGuru, BKN sudah koordinasi Wilayah kerja Jabar Banten, dan akan kami analisis dan setiap selesai penyelenggaraan kami evaluasi.

 Dibeberapa tempat wilayah kerja Regional Jabar kesulitan untuk tenaga dokter specialis sehingga ada formasi yang tidak terisi karena yang mendaftar saja tidak ada. Ada beberapa kelurhan dari Bupati dan Walikota terhdapa permasalahan ini apa yang menjadi penyebabnya.

 Untuk PPPK Guru kami hanya memantau saja dan tidak masuk dalam pelaksanaan.

 Seleksi CPNS di Jabar ternyata jujur-jujur, InsyaAllah begitulah yang terjadi dan mudah-mudahan tetap selalu jujur. Dan BKN secara intens melakukan koordnasi dengan Panselda Instansi, dan ada group juga dan selalu mengingatkan terkait integritas. Dan setiap melakukan penyelenggaraan kegiatan kita selalu ada arahan, baik itu dari Panitia kepada seluruh peserta dan kita selalu mengingatkan kalo ada kecurangan ada akibat dan sanksi yang tegas akan dilakukan. Terus juga kami meminta setiap Pimpinan minimal Sekretaris daerah atau pimpianan PPK untuk memberikan arahan kepada peserta termasuk juga panitia untuk membangun dan mengingatkan tentang integritas.

 Nilai tertinggi sudah dilakukan pengecekan. BKN memang bergerak dari prinsip negative thinking, tidak percaya dengan nilai yang besar yang dihasikan peserta. Alhmadulilah hasilnya tidak ada indikasi kecurangan.

 Sterlilasi ruangan melakukan dengan ketat dan melaksanakan SOP sesuai dengan peraturan BKN Nomor 2 Tahun 2021, setiap selesai

(33)

semua, penyerahan pendandatanganan berita acara secara bersama2 menyegel ruangan, segel ini harus dihadiri oleh Panselda dan disaksikan oleh pihak Kepolisian dan Inspektorat menyaksikan penyegelan.

 BKN Wilayah Jabar selama ini membangun komitmen bersama dengan Ombudsman, diawal-awal sebelum pemukaan tes setiap complain pelayanan maka akan diselesaikan sesuai dengan kewenangan instansinya yang bertanggug jawab, BKN atau Ombudsman yang akan menyelesaikan adanya laporan atau complain pada pelayanan BKN. Dan BKN meminta Ombudsman untuk memberitahu apa yang kurang dalam pelayanan BKN sehingga dari awal dapat mengatasi permasalahan complain terhadap pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 Permasalahan posisi duduk peserta tes CPNS memang dilakukan acak oleh Panselda, istilahnya Panselda harus menguasai tertorial cap, tidak ada satupun intervensi pada range 1 (satu), dan menjadi tanggung jawab BKN dan memberikan semangat dan dukungan kepada teman-teman yang bekerja. Sebaia Kanreg menyampaikan kepada Panselda jika ada intervensi maka segera untuk melaporkan kepada Kanreg secara langsung dan Kanreg hadapi langsung turun tangan jika da yang intervensi dan akan diselesaikan. Range 1 tidak ada yang bisa intervensi. Dan posisi duduk kita acak dan tidak urut, sehingga peserta tidak bisa memilih tempat duduknya sendiri. Dan kadang-kadang kita tempatkan untuk yang disabilitas dan Ibu Hamil didekat pintu, karena apabila ada hal-hal tertentu akan mudah untuk ditangani.

 Terhadap antisipasi kecurangan-kecurangan yang ada, pengetatan berlapis termasuk mulai dari range 3 mulai dari Satpam sampai tempat registrasi sudah ada pengetatan, Panselda selalu akan memberikan informasi terhadap angtisipasi kecurangan.

 Angka tertinggi tes CPNS di wilayah Jabar dengan nilai 494 ada di Kab Bandung, rentang nilainya tidak terlalu jauh diantara peserta lainnya. Sedangkan untu di wilayah Banten nilai tertinggi bernilai 484 terdapat di Kabupaten Tangerang.

(34)

 Untuk membuka ada di Panselnas 2. Wakil Kepala BKN, Bpk Suprnawa Yusuf

 Terkait Nilai test CPNS memang skor tertinggi tidak lagi dengan nilai 500 tetapi sudah naik menjadi nilai 550, karena ada tambahan 10 soal untuk TWK, sehingga naik nilaainya menjasi 50 karena 10 soal jika benar semua maka nilainya 10 x 5 = 50.

 Permasalahan nilai hasil tes yang besar, era sekarang ini berbeda dengan dahulu, Kebiasaan anak-anak milenial berbeda dengan anak-anak zaman dahulu, anak-anak milenial sering melaukan sharing-sharing soal ketika mereka telah selesai tes, kerena mereka punya bimbel danpunya komunitas-komunitas, sehingga semakin lama semakin lengkap dibahas dan sekarang apalagi Sekaran zamannya banyak Bimbel berbeda dengan dahulu. Jadi dari segi nilai wajar-wajar saja jika banyak nilai yang besar dan hamper rata, jika ada yang ekstrim dicurigai baru akan BKN melakukan pengecekan.

 Dengan kejadian kecurangan tes di Kabupaten Buol kemarin, BKN ada mamanya sistem yakni emergency system, dimana kecurangan tersbut berawal dari Tim BKN, bukan dari Sosmed yang utamanya, Sosmed juga akhirnya ada yang melaporkan kejangalan. Memang dalam pelaksanaan tes, kecurangan akan ada indikasi-indikasi yang agak aneh, seperti jika terjadi ada ganguan listrk padam, ternyata peserta tidak mau pindah dari Komputer dimana awalnya dia duduk, dan juga yang paling mencolok ada yang menyelesaikan soal tes dengan rata-rata waktu mencapai 7 (tujuh) detik dan akan menjadi aneh, Tetrhadap kecurangan yang terjadi dengan melibatkan ASN di BKN maka akan diaudit trail.

 Terhadap 225 orang peserta SKD yang sudah didiskualifikasi terindikasi melakukan kecurangan dari keikutsertaan pada seleksi penerimaan CPNS Tahun 2021, Panselnas BKN menyampaikan angka tersbut belum berhenti dan ada kemungkinan bertambah.

(35)

C. Closing Pimpinan Komisi II DPR RI

 Persoalan PPP Saat ini untuk Formasi PPPK Guru bukan lagi di Komisi II lagi kewenangannya tetapi kewenangannya ada di Komisi X karena PPPK Guru menjadi kewenangan KemendikbudRistek. JAdi Komisi II sudah tidak bisa lagi mengawasi dan mengontrol rekruitmen PPPK Guru dan BKN juga posisinya hanya menerima hasil saja apa yang sudah dilaksanakan oleh KemendikbudRistek, tidak terlibat proses baik masalah jumlahnya orangnya yang ikut tes sampai pada siapa pesertanya yang lulus. Walau saat ini Honorer Guru masih datang ke Komisi II untuk menyampaikan aspirasinya, Nanti akan di rapatkan Komisi II dan Komisi X, apakah kedepan Komisi II juga ikut juga terlibat, dalam proses sehingga jangan sampai Komisi II tahu hilirnya saja tetapi prosesnya tidak mengatahuinya.

 Pada prinsipnya seleksi penerimaan CPNS menganut prinsip transparansi, akuntabel dan professional. Jika terjadi permasalahan kecurangan yang terjadi pada seleksi penerimaan CPNS Tahun 2021 ini merupakan pertaruhan integritas bagi BKN. Untuk itu harus ada audit sebuah sistem sehingga keamanan dapat terjamin dan dapat dipertanggungjawabkan.

V. RESUME RAPAT

Adapun beberapa catatan Rapat kunjungan kerja spesifik ke Regional III BKN Bandung yakni:

1. Selama penyelenggaraan seleksi penerimaan CPNS Tahun 2021 di wilayah Regional III BKN Jabar dan Banten, belum ada indikasi ditemukannya kecurangan pada proses SKD. Walau belum ada indikasi kecurangan terjadi pada saat seleksi tes CPNS di Wilayah III BKN, Komisi II DPR RI berpendapat bukan berarti tidak terjadi praktik-praktik kearah kecurangan dan dimungkinkan belum terungkap dimasa sekarang ini, untuk itu Komisi II DPR RI masih meminta agar BKN tetap mengaudit forensic terutama kepada peserta dengan nilai yang tinggi dengan melihat latar belakang kelulusan dan tempat perguruan tinggi dimana peserta tersebut menempuh belajar selama ini.

(36)

2. Kedepan hendaknya, Tilok penyelenggaraan seleksi penerimaan CPNS baik dari BKN maupun Tilok Mandiri hendaknya BKN sudah memasukan syarat adanyan CCTV yang aktif diruagan ujian test.

3. Terhadap permasalahan PPPK NonGuru yang formasi banyak yang tidak terisi, Komisi II DPR RI meminta kepada BKN untuk melakukan evaluasi kembali terhadap permasalahan formasi yang dibutuhkan dari setiap daerah dan Pemerintah Daerah hendaknya melakukan sosialisasi intesif kepada public.

4. Evaluasi Komisi II DPR RI terhadap penyelenggaraan seleksi CPNS dan PPPK di Wilayah III BKN Regional Jawa Barat masih ada permasalahan ganguan pada infrastuktur teknologi antara lain yakni :

a. Jaringan Internet yakni Adanya Gangguan Massal JaSuKa yang disebabkan putusnya jalur bawah laut dan adanya Gangguan Lokal Jaringan TIK di beberapa tilok ujian.

b. Server dan Storage yakni Adanya Gangguan Database dan storage akibat meningkatnya resource CPU.

c. Keamanan TI yakni Proteksi Keamanan infrastruktur TI di tilok mandiri, berpotensi kecurangan.

Hal tersebut akan menjadi permasalahan serius yang harus dibenahi oleh BKN serta mencari solusi yang lebih baik lagi untuk pelaksanaan penyelenggaraan seleksi CPNS dan PPPK mendatang dengan melibatkan langsung peran serta Kementrian Kominfo dan BUMN Telekomunikasi.

Komisi II DPR RI juga masih melihat permasalahan ada indikasi Provider dari penyedia tidak standar yang harusnya diuji dahulu kelayakan provider nya oleh Badan/Istansi Independen.

5. Komisi II DPR RI melihat masih perlu adanya peningkatan pemahaman petugas terkait SOP pelaksanaan seleksi menggunakan CAT BKN. Selain itu juga diperlukan Peningkatan awareness petugas terkait keamanan sistem CAT pada PC client dan Jaringan TIK, serta inovasi keamanan sistem mutlak sangat diperlukan. Hal lain yang menjadi perhatian adalah Fakta Integritas Petugas sebagai kunci penyangga tingkat kepercayaan publik dalam mengamban amanah tugas bangsa.

(37)

IV. PENUTUP

Demikian laporan hasil kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bandung-Jawa Barat pada tanggal 16 November 2021. Semoga dapat ditindak lanjuti dan bermanfaat bagi semua pihak.

Kepada semua pihak yang membantu terselenggaranya kunjungan spesifik ini, kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, November 2021 KETUA TIM KUNJUNGAN KOMISI II DPR RI

SAAN MUSTAFA, M.SI

(38)

PHOTO-PHOTO KEGIATAN KUNGKER SPESIFIK KOMISI II DPR RI KE BKN REGIONAL III BANDUNG-JAWA BARAT

TANGGAL 16 NOVEMBER 2021

(39)

Referensi

Dokumen terkait

berbasis masalah realistis berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas. VII

Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Depok. Universitas Negeri Yogyakarta: Skripsi

Tujuan dari dikembangkannya aplikasi perangkat bergerak untuk tugas akhir ini adalah untuk membantu pihak kepolisian lalu lintas dalam mendapatkan data pergerakan

Dengan melakukan skrining secara rutin misalnya dengan menggunankan DDST (Denver Developmental Screening Test), maka diagnosis dini dapat segera dibuat. Demikian

Berdasarkan tabel 2 di atas, maka dapat dilihat bahwa rata-rata skor perolehan siswa pada kelompok anak yang cenderung memiliki potensi nomophobia sebesar 3,36 dengan prosentasi

berkala 3 (tiga) bulanan kepada Gubernur sesuai ketentuan peraturan

Untuk masuk ke Pengurangan Risiko Bencana dikaitkan dengan Rencana Penggunaan Lahan dan Penggunaaan Lahan saat ini kita akan melihat tingkat ancaman, kerentanan dan risiko

Analisis menggunakan difraksi sinar- X (XRD) dilakukan untuk melihat perubahan yang terjadi pada kristalinitas zeolit alam dan zeolit modifikasi hasil pengembanan