MATRIKS RENJA-KL DEPARTEMEN KEHUTANAN TAHUN 2009
BAPLAN, Ditjen BPK,
23. Tercapainya peningkatan pemanfaatan TSL dan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam secara optimal.
12. Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam
Penanggung Jawab (Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam, Ditjen PHKA)
19. Pemanfaatan produk TSL, Jasa Lingkungan dan Wisata Alam.
- Meningkatnya kawasan luasan hutan di daerah perkotaan (Hutan Kota);
- Peningkatan produk Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dan jasa lingkungan 2% dari tahun 2008;
- Peningkatan penyerapan tenaga kerja pada TSL dan pada pengelolaan Jasa lingkungan/wisata alam sebesar 2% dari tahun 2008,
- Terwujudnya pengelolaan TSL langka dan terancam punah (gajah, harimau, badak, komodo, orangutan, jalak bali) khususnya di 21 TN Model;
- Pengembangan budidaya, penangkaran dan nilai tambah produk Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL)
- budidaya dan penangkaran TSL - Audit unit penangkaran komersil TSL - Perluasan usaha
budidaya dan penangkaran coral, gaharu dan reptil - Selesainya review pasal
11 PP 8/1999 (Status perlindungan TSL hasil penangkaran)
Ditjen PHKA, Setjen, Ditjen RLPS.
√
- Pengembangan Produk Hilir TSL
& Peningkatan Nilai Tambah - Diversifikasi produk TSL
- Tersusunnya pedoman penetapan sistem pemanfaatan kuota
√
- Pemberdayaan masyarakat
sekitar kawasan - Terbinanya masyarakat di daerah kawasan konservasi
√
- Pengembangan Pemanfaatan
Wisata Alam - Peningkatan ekonomi
masyarakat sekitar KPA dalam wisata alam
√
- Pengembangan Bina Cinta Alam - Meningkatnya kesadaran Kader Konservasi
√
- Pengembangan Pemanfaatan
Jasa Lingkungan - Peningkatan ekonomi masyarakat sekitar KPA dalam jasa lingkungan
√
Program : Peningkatan Akses Informasi SDA dan LH 24. Tersedianya data
dan Informasi sumber daya hutan (SDH) serta informasi lokasi pemanfaatan hutan di seluruh Indonesia yang lebih berkualitas (akurat,
17. Pengembangan Sumberdaya Hutan Penanggung Jawab (Kepala Pusat Inventarisasi dan Perpetaan Kehutanan, Baplan)
1. Inventarisasi dan Perpetaan SDH.
- Inventarisasi hutan nasional;
- Pembuatan Neraca sumber Daya Hutan (SDH) ;
- Pembuatan peta-peta tematik kehutanan;
- Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan
- Pengumpulan dan pemutakhiran
data dan informasi SDH - Penyiapan bahan rencana produksi tahun 2010, 1 judul - Tersedianya data hasil
hutan bukan kayu 30 lokasi (provinsi) - Data spasial tematik
kehutanan yang telah tersinkronisasi dengan
BAPLAN, Ditjen BPK, BALITBANG, Ditjen PHKA, Setjen, Ditjen RLPS
√
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
mutakhir, dapat dipertanggung-jawabkan) sebagai bahan pengambilan kebijakan pengelolaan hutan lestari.
sistem informasi geografi dalam pengelolaan data spasial tematik kehutanan;
- Pengembangan sistem jaringan informasi kehutanan di 17 provinsi.
data dasar sebanyak 300 lembar (2 tema) - Inventarisasi hutan
nasional; Pembuatan NSDH; Pengembangan sistem jaringan informasi kehutanan di 17 propinsi; Penyiapan implementasi REDD - Penyusunan dan pengkajian
basis data SDH spasial dan non spasial
- Kondisi dan perubahan penutupan hutan, potensi SDH, pemanfaatan hutan, dan tekanan terhadap KH termonitor - Terwujudnya
komunikasi dan transportasi data spa-sial SDH antara Pusat dan Daerah
√
- Pembuatan, pengadaan dan penyempurnaan data dasar tematik kehutanan
- Tersedianya data dasar dan tematik kehutanan spasial dan non spasial yg akurat
- Data digital peta dasar tematik kehutanan skala 1 : 100.000, 750 lembar
√
- Pengaturan pembakuan dan penggunaan peta-peta kehutanan
- Pengelolaan data spasial kehutanan dilaksanakan sesuai peraturan yg berlaku di 33 propinsi
√
- Penyusunan NSDH - Buku NSDH
Daerah/Prop 30 judul dan nasional 1 judul - Tersedianya data SDA
√ √
- Inventarisasi SDH dan sosial
budaya - Data potensi tegakan
hutan dan sosial budaya masyarakat di dalam dan sekitar hutan
√
- Pemanfaatan teknologi inderaja
dan SIG - Tersedianya peralatan
pendukung serta pemeliharaan peralatan dan mesin dalam pengembangan basis data inderaja (1 jenis) - Tersedianya database
citra dari berbagai tahun dan resolusi
√
25. Tersedianya data dan Informasi sumber daya hutan (SDH) serta informasi lokasi
17. Pengembangan Sumberdaya Hutan Penanggung Jawab (Kepala Pusat Inventarisasi dan
2.
Pengembangan Sistem Informasi
- Terintegrasinya data dan informasi spasial-non spasial pusat-daerah - Jaringan LAN Pusat
berfungsi baik dan akses
- Pengembangan sistem dan
infrastruktur SIAPHUT - Tersedianya sarana komunikasi data dan sistem assesment data dan informasi kehutanan di pusat &
BAPLAN, Ditjen BPK, BALITBANG, Ditjen PHKA, Setjen, Ditjen
√
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
pemanfaatan hutan di seluruh Indonesia yang lebih berkualitas (akurat, mutakhir, dapat dipertanggung-jawabkan) sebagai bahan pengambilan kebijakan pengelolaan hutan lestari.
Perpetaan Kehutanan, Baplan) Assessment Pembangunan Kehutanan (SIAPHUT)
internet lancar.
- Buku Statistik Dephut, Buku Statistik triwulan Dephut, Buku Data informasi Kehutanan, Buku Eksekutif data strategis kehutanan dan buku statistik BPKH yg disahkan
- Data informasi hasil kerjasama dgn BPS
di daerah yg terintegrasi - Meningkatnya
kemudahan dalam pemanfaatan data spasial kehutanan dalam mendukung pengambilan kebijakan - Data spasial tematik
kehutanan yang akurat, komprehensif pusat dan daerah seluruh Indonesia (33 propinsi)
- Tersedianya infrastruktur sistem jaringan komputer pusat dan daerah sesuai perkembangan teknologi
RLPS
- Penyusunan Statistik Kehutanan
dan lingkup Baplanhut - Buku Statistik Kehutanan, Indonesia Tahun 2008, 700 eks, Statistik Baplanhut - Buku Data dan
Informasi kehutanan , 500 eks dan bidang planologi kehutanan - Tersedianya Data
Statistik kehutanan, 33 provinsi
√
- Penyajian dan pelayanan data informasi SDH, serta penyajian data dan informasi terkini
- Data informasi tersaji dalam berbagai kesempatan dan pelayanan . - Data dan informasi
pada website Dephut tersaji mutakhir
√
- Penyusunan dan penyediaan data dan informasi kerjasama dengan BPS
- Buku laporan data dan informasi kehutanan kerjasama dengan BPS, 1 judul
√
26. Terwujudnya rencana-rencana kehutanan yang menjadi acuan dalam implementasi kegiatan
pembangunan kehutanan dan sektor lain
PENDUKUNG 16. Penyusunan
Rencana Kehutanan.
- Renja-KL; Renstra-KL;
RPJP Kehu-tanan pada setiap unit organisasi tersedia
- Rencana/ Arahan pengelolaan KH wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar tersedia - Kebijakan Menhut utk
mendukung implementasi rencana kehutanan - Rencana kehutanan
diketahui para pihak, didudun sejalan dengan komitmen kehutanan
- Penyusunan rencana-rencana
pembangunan kehutanan - Dokumen Renja-KL Dephut thn 2010;
Renja Eselon I dan UPT Dephut thn 2010.
- Dokumen Renstra 2010-1014 - Dokumen RKP sektor
kehutanan thn 2010 - Rencana dan kebijakan
kehutanan daerah terdata di 33 lokasi - Dokumen RPJM dan
RPJP kehutanan propinsi
- Dokumen rencana aksi
BAPLAN, Setjen, Ditjen PHKA, Ditjen RLPS, Ditjen BPK, BALITBANG, Itjen
√
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
internasional dan menjadi acuan
- Laporan feedback dan rekomendasi pelaksa-naan rencana-rencana/
kebijakan kehutanan - Rencana Makro kawasan
hutan
- Kajian valuasi SDH - Kerjasama dan kemitraan
bidang planologi kehutanan
pembangunan kehutanan wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar
- Penyusunan rencana makro kegiatan kehutanan dan Rencana Kehutanan Nasional
- Draft Rencana Kehutanan Tingkat Nasional
√
- Fasilitasi rencana pembangunan
kehutanan dan desentralisasi - Kumpulan naskah proses desentralisasi kehutanan
√
- Sosialisasi rencana-rencana kehutanan, standar-standar dan kebijakan pemantapan kawasan hutan
- Publikasi rencana kehutanan dan kawasan hutan
√
- Monitoring dan evaluasi rencana dan pelaksanaan kebijakan, program, kegiatan dan kinerja pembangunan kehutanan
- Laporan hasil monev pelaksanaan rencana pembangunan dan rencana kawasan hutan
√
- Pengembangan kemitraan dalam
rangka perubahan iklim - Implementasi komitmen internasional bidang perubahan iklim
√
- Penyusunan PDRB HIjau - Buku PDRB Hijau √
- Fasilitasi perencanaan wilayah
Provinsi, Kabupaten/Kota - Konsep perencanaan wilayah Provinsi, Kabupaten/Kota
√
Program : Pendidikan Kedinasan 27. Terwujudnya
RISTEK Kehutanan yang menjadi acuan pembangunan nasional.
PENDUKUNG 22.
Pengemban gan DIKLAT kehutanan.
- Tersedianya tenaga teknis menengah kehutanan - Terselenggaranya
pendidikan Diploma dan Sarjana bagi aparatur kehutanan
- Terselenggaranya Pengelolaan pendidikan Pasca Sarjana (S2 dan S3) bagi aparatur kehutanan - Terselenggaranya Diklat
Prajabatan bagi CPNS - Terselenggaranya Diklat
Kepemimpinan - Terselenggaranya Diklat
Teknis Kehutanan bagi aparatur kehutanan - Terselenggaranya Diklat
Fungsional Kehutanan bagi aparatur kehutanan - Terselenggaranya Diklat
Teknis Kehutanan bagi
- Fasilitasi 360 orang untuk mengikuti pendidikan SKMA dan SMK bidang kehutanan
- Terfasilitasinya 360 orang untuk mengikuti pendidikan SKMA dan SMK bidang kehutanan
SETJEN,