MATRIKS RENJA-KL DEPARTEMEN KEHUTANAN TAHUN 2009
BAPLAN, Ditjen PHKA, Ditjen
BPK, Setjen
√
- Penelaahan permohonan pinjam
pakai KH - Laporan hasil evaluasi
pinjam pakai kawasan hutan, 26 lokasi
- √
- Monitoring dan evaluasi
Penggunaan KH - Laporan hasil kegiatan monitoring dan evaluasi penggunaan kawasan hutan di 58 kab dan 21 lokasi - Laporan hasil evaluasi
pinjam pakai KH di 37 lokasi
√
- Fasilitasi penyelenggaraan
masalah penggunaan KH - Terselesaikannya permasalahan penggunaan kawasan hutan di 10 propinsi
√
- Pengkajian terpadu permohonan
penggunaan KH - Rekomendasi hasil
pengkajian dalam rangka penggunaan kawasan hutan di 10 lokasi
√
- Pengembangan basis data
penggunaan KH - Laporan penyusunan
data dan informasi penggunaan KH di 33 propinsi
- Tersedianya data dan informasi penggunaan KH yang benar dan akurat
- Terselenggaranya sistem informasi penggunaan KH, 1 paket
√
- Pengaturan kembali perubahan peruntukan/ status dan fungsi KH
- Terwujudnya kebijakan perubahan peruntukan status dan fungsi KH yang relevan
√
- Penelaahan perubahan KH pada tahap persetujuan prinsip dan SK pelepasan KH dan/TMKH
- Permohonan-permohonan pelepasan dan atau TMKH yang layak diberikan ijin diketahui
- √
- Evaluasi fungsi kawasan hutan - Rekomendasi dapat digu-nakan sebagai bahan pe-nyelesaian
√
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
perubahan fungsi KH 9. Terbangun dan
beroperasinya KPH di setiap provinsi.
18. Pembangunan Wilayah Pengolaan Kawasan Hutan
Penanggung Jawab (Kepala Pusat Wilayah Pengelolaan Kawasan Hutan, Baplan)
17. Pembangunan KPH.
- Ditetapkannya wilayah KPH di 28 provinsi;
- Terwujudnya prakondisi penetapan organisasi KPH di 28 unit; dan
- Tersusunnya rencana pengelolaan KPH sebanyak 28 unit
- Pengembangan kebijakan
pembangunan KPH - Pedoman
Pembangunan KPH - Kebijakan SDM Tk.
Provinsi dalam rangka pengelolaan KPH, 21 propinsi
BAPLAN, Setjen, Ditjen BPK, Ditjen PHKA, BALITBANG.
√
- Perencanaan strategis dan
operasional pembangunan KPH - Action plan
pembangunan KPH Tk.
Provinsi di 21 Propinsi dan 14 Kab.
- √
- Fasilitasi implementasi pembangunan KPH : Pembentukan wilayah KPH, penetapan wilayah KPH, Fasilitasi pembangunan KPH, Fasilitasi strukturisasi institusi pengelola KPH, penguatan organisasi KPH model, penyusunan rencana pengelolaan KPH, pengendalian pembangunan KPH, penyusunan sistem monitoring dan evaluasi pembangunan KPH,
pengumpulan data dan informasi KPH model
- Peta wilayah KPH provinsi yang telah disepakati.
- Keputusan Menhut tentang penetapan wilayah KPH provinsi - Jumlah provinsi yang
telah dilakukan sosialisasi, lokalatih dan koordinasi pembangunan KPH.
- Adanya proses strukturisasi institusi KPH di daerah - Peningkatan
kematangan organisasi KPH Model menuju organisasi KPH - Rencana pengelolaan
KPH jangka panjang.
- Hasil penyempurnaan rancangan
pembangunan KPH Model
- Terwujudnya sistem pengendalian KPH.
- Data dan informasi KPH Model
- Hasil monitoring dan evaluasi pembangunan KPH sebagai input penyusunan rencana dan penyempurnaan kebijakan.
√ √
10. Tercapainya pemanfaatan hasil hutan non kayu secara optimal dan lestari.
14. Pengembangan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu
Peanggung Jawab (Direktur Bina Perhutanan Sosial, Ditjen RLPS)
28. Pengembangan pemanfaatan HHBK.
- Peningkatan produksi dan nilai tambah Hasil Hutan Bukan Kayu;
- Terlaksananya pengembangan sentra-sentra HHBK (bambu seluas 3.200 ha di 12 propinsi, sutera alam seluas 160 ha, sentra rotan seluas 250 ha,
- Budidaya HHBK - Sentra-sentra HHBK
(Bambu seluas 2.605 ha di 12 propinsi, sutera alam seluas 160 ha, Sentra Rotan seluas 250 Ha, Sentra Gaharu 800 Ha, Sentra madu 12 Unit, serta Sentra HHBK Unggulan (Seedlak, Tengkawang,
Ditjen RLPS, Ditjen BPK, Ditjen PHKA.
BALITBANG.
√
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
sentra gaharu 800 ha, sentra madu 12 unit, serta sentra Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) unggulan seluas 250 ha);
Agroforestry seluas 3.200 ha di 7 propinsi;
Kemiri, Damar, Sagu, Pinus, Aren dan Tanaman Obat) seluas 250 Ha.
- Sosialisasi pengembangan usaha
pemanfaatan HHBK - Tersosialisasikannya pengembangan usaha HHBK di 33 propinsi
√
- Penguatan kapasitas
kelembagaan dan kemitraan - Penguatan kelembagaan mitra kerja/ormas dalam pengembangan HHBK
√
- Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Pemanfaatan HHBK
- Termonitornya kelemahan/kendala dan keberhasilan dalam pengembangan pemanfaatan HHBK
√
- Pengembangan Teknologi
Industri Kecil Pasca Panen - Berkembangnya inovasi produk olahan HHBK
√
- Fasilitasi Pertemuan antara Kelompok, Dinas/UPTdengan Pengusaha dalam rangka Pengembangan Agroforestry
- Terbangunnya jejaring kerjasama dan peluang usaha dalam rangka pengembangan Agroforestry
√
11. Berkembangnya model pengelolaan Hutan berbasis masyarakat.
15. Pengembangan Hutan Kemasyarakatan (Hkm)
Penanggung Jawab (Direktur Bina Perhutanan Sosial, Ditjen RLPS, Baplan)
31. Pengembangan Hutan Kemasyarakat an.
- Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan hutan kemasyarakatan.
- Penyusunan Rencana
Pembangunan HKM 5 Tahun - Tersedianya grand
strategy Hkm Pelaksana
Ditjen RLPS, BAPLAN, Setjen, Ditjen BPK
√
- Inventarisasi dan identifikasi
calon areal Hkm - Tersedianya cadangan dan penetapan areal Hkm
√
- Inventarisasi dan identifikasi
potensi usaha-usaha HKm - Terbangunnya wana tani AUK dalam rangka pengembangan Hkm
√
- Monitoring dan Evaluasi ijin usaha HKm dan IUPHKM yang telah diterbitkan
- Terfasilitasinya perijinan HKm seluas 400.000 ha di 25 propinsi dan ditetapkannya areal kerja HKm di 15 lokasi.
(lokus??)
√
- Penguatan Forum Kelembagaan
HKm - Terbangunnya
kelompok tani Hkm √
- Pengembangan Jaringan
informasi pasar dan Investasi - Terbangunnya jaringan informasi pasar dan investasi
√
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
Program : Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan SDA 12. Tersedianya bibit
yang memenuhi persyaratan untuk RHL tersedia dan tersebar di kabupaten sesuai kebutuhan.
7. Rehabilitasi Hutan dan Lahan Penanggung Jawab (Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Ditjen RLPS)
11.
Pengembang an Perbenihan.
- Pengembangan sumber benih, Informasi perbenihan, Pengendalian peredaran benih dan Kelembagaan usaha perbenihan di 6 wilayah BPTH
- Pengembangan unit pelaksana teknis (SDM) - Pengendalian pelaksanaan
kegiatan RHL
- Zonasi perbenihan dan system informasi dan peningkatan kualitas SDM
- Tersedianya aplikasi system zonasi perbenihan - Berkembangnya
networking perbenihan
Ditjen RLPS,
BALITBANG √
- Pengembangan sumber benih - Teridentifikasi dan sertifikasi sumber benih, program seed for people 1500 ha di 12 propinsi (lokus??)
√
- Pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan
- Meningkatnya kelembagaan usaha perbenihan
√
- Pengendalian peredaran
perbenihan tanaman hutan - Sertifikasi mutu benih
dan bibit √
13. Tercapainya perbaikan penutupan lahan kritis di DAS prioritas, termasuk perlindungan Daerah Tangkapan Air (DTA)
7. Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Penanggung Jawab (Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Ditjen RLPS)
26. Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).
- Gerhan seluas 1,3 juta ha
di lahan kritis DAS prioritas - Penyusunan, penyempurnaan dan sosialisasi peraturan perundang undangan
- Tersedianya peraturan bidang Rehabilitasi Hutan dan lahan
Ditjen RLPS, Ditjen PHKA, BAPLAN.
Setjen, BALITBANG
√ √
- Peningkatan kapasitas
kelembagaan RHL - Terwujudnya
kemampuan dan peran masyarakat madani dalam upaya RHL
√ √
- Penyelenggaraan rehabilitasi
kawasan hutan di DAS Prioritas - Terselenggaranya pembuatan tanaman dan bangunan sipil teknis/KT) - Terselenggaranya
kegiatan penyediaan bibit, terehabilitasinya sumber mata air
√ √
- Penyelenggaraan rehabilitasi kawasan pantai/ mangrove di DAS prioritas
- Terbangunnya areal model rehabilitasi mangrove/kawasan pantai sampai pemeliharaannya - Terselenggaranya
pemeliharaan tanaman mangrove
√ √
- Pengembangan sipil teknis dan konservasi tanah di DAS prioritas
- Terlaksananya perlindungan kiri kanan sungai
√ √
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
- Penyusunan rencana dan
evaluasi RHL - Tersusunnya RTT-RHL
tahun 2009 - Telaksananya
monitoring dan evaluasi RHL dan model/bibit
√
- Pengembangan hutan rakyat di
DAS prioritas - Terselenggaranya
pengadaan bibit HR di 10 kab/kota
√ √
- Penyelenggaraan penghijauan di
DAS prioritas - Tersedianya bibit
penghijauan - Terlaksannya monev
penghijauan swadaya - Terlaksananya Gerakan
Bina cinta Lingkungan
√ √
14. Terwujudnya kemampuan dan peran masyarakat madani dal am upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) meningkat.
7. Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Penanggung Jawab (Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Ditjen RLPS)
30. Pengembangan RHL Swadaya.
- Luas tanaman - Jumlah bibit
- Luas bangunan konstan - Jumlah dan jenis pelatihan - Kualitas dan Kuantitas
pekerjaan RHL di 33 Prpinsi
- Peningkatan kapasitas
kelembagaan RHL - Terbentuknya
kelembagaan yang mendukung penyelenggaraan RHL - Terlaksananya
pembinaan dan pemantauan pelaksanaan RHL - Terlaksananya evaluasi
kinerja pendamping kegiatan RHL
Ditjen RLPS, Ditjen PHKA, Setjen, BALITBANG, Ditjen BPK.
√
- Identifikasi kelompok
masyarakat RHL swadaya - Data dan informasi kelompok masyarakat RHL swadaya
√
15. Terkendalinya erosi, sedimentasi dan banjir di DAS prioritas
8. Pengelolaan DAS
Penanggung Jawab (Direktur Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Ditjen RLPS)
25. Pengelolaan
DAS. - Draft RUU Konservasi dibahas dengan stakeholder terkait - Tersusunnya review urutan
prioritas DAS - Tersedianya bahan
kampanye tentang UNCCD dan terselenggaranya peringatan Tahun Internasional UNCCD
- Penyusunan, penyempurnaan dan sosialisasi peraturan perundang undangan
- Tersedianya peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang pengelolaan DAS
Pelaksana Ditjen RLPS, BAPLAN, BALITBANG.
Setjen
√
- Penyusunan rencana dan evaluasi pengelolaan DAS Prioritas
- Monitoring dan evaluasi daerah rawan bencana alam (banjir, longsor, biofisik, sosek)
√
- Pengembangan model
rehabilitasi DAS - Pengembangan model
rehabilitasi DAS √
- Peningkatan kapasitas
kelembagaan - Meningkatnya
kemampuan teknis kelembagaan DAS
√
16. Tercapainya penambahan hutan rakyat dan Hutan Tanaman Rakyat .
13.Pengembangan Hutan Rakyat Penanggung Jawab (Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Ditjen
27 Pengembangan hutan rakyat dan Hutan Tanaman Rakyat.
- Terpeliharanya model hutan rakyat kemitraan 12.000 ha (60 model inti dan plasma);
- Terselenggaranya pemeliharaan hutan
- Pemeliharaan dan Pengamanan
Hutan Rakyat - Terpeliharanya model
hutan rakyat kemitraan 6.000 ha (60 model inti dan plasma);
- Terselenggaranya pemeliharaan hutan
Ditjen RLPS, Ditjen BPK, Setjen, BAPLAN √
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
RLPS) rakyat seluas 200.000 ha
di 32 propinsi;
- Terselenggaranya kegiatan pembangunan hutan rakyat seluas 100.000 ha;
- Produksi kayu dari hutan rakyat mampu mencapai 40 m3/ha;
- Masyarakat yang berusaha dalam pembangunan HR meningkat sebesar 3 % per tahun, dan kesejahteraannya meningkat sebesar 4 %;
Penyerapan tenaga kerja di bidang HR dan HTR meningkat 3 %.
rakyat seluas 200.000 ha di 32 propinsi;
- Terselenggaranya kegiatan pembangunan hutan rakyat seluas 100.000 ha;
- Produksi kayu dari hutan rakyat mampu mencapai 40 m3/ha;
Masyarakat yang berusaha dalam pembangunan HR meningkat sebesar 3 % per tahun, dan kesejahteraannya meningkat sebesar 4
%;
- Penyerapan tenaga kerja di bidang HR dan HTR meningkat 3 %.
- Fasilitasi mitra/masyarakat untuk Pengembangan HKM/HR/
Pemanfaatan HHBK
- Kelembagaan masyarakat dalam kegiatan RHL - Terselenggaranya areal
model HR - Temu usaha HR
kemitraan
- Terbinanya kelompok tani HR pasca Gerhan
√
Program : Perlindungan dan Konservasi SDA 17. Terwujudnya
pengendalian kebakaran hutan yang efektif di Kalimantan dan Sumatera
9. Pengendalian Kebakaran Hutan
Penanggung Jawab (Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, PHKA)
14.
Pengendalia n kebakaran hutan.
- Menurunnya hot spot menjadi sekitar 0-10% dari tahun 2006;
- Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan di 10 provinsi rawan kebakaran hutan;
- Meningkatnya kelembagaan pengendalian kebakaran hutan pada 10 provinsi rawan kebakaran hutan
Pencegahan, Pemadaman, Penanganan Pasca Karhut &
Penyelamatan
- Pemadaman darat dan udara di propinsi rawan (Kalimantan dan Sumatera)
- Menurunnya hot spot menjadi 0-10% dari tahun sebelumnya
Pelaksana Ditjen PHKA, Setjen, BALITBANG, Ditjen BPK, BAPLAN.
√ √
- Pelaksanaan evaluasi dalkarhut dan monitoring perkembangan areal bekas kebakaran di 11 Lokasi
- Diketahuinya kekuarangan dan kelebihan kegiatan dalkarhut
√ √
- Operasional pengendalian
kebakaran hutan DI 30 DAOPS - Terkendalinya
kebakaran hutan √ √
- Pelatihan 5 macam Penyegaran, TOT, Mekanik pompa, SPBK, Pelatihan Dasar
- Meningkatnya kemampuan teknis petugas dalkarhut
√
- Pulbaket (pengumpulan bahan
dan keterangan) di 10 lokasi - Terkumpulnya informasi bahan penyelidikan kasus kebakaran hutan
√ √
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
- Pengembangan PLTB di 10 lokasi - Berkurangnya intensitas pembukaan lahan dengan cara membakar
√
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Pengendalian Kebakaran Hutan - Pengembangan sistem informasi
peringatan dini dalkarhut di 30 Daops (daerah rawan kebakaran hutan)
- Berfungsi sistem informasi dan deteksi dini kebakaran hutan di tingkat masyarakat - Meningkatknya
kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran hutan
√ √
- Pengadaan peralatan dan pembentukan Brigdalkarhut non Daops sebanyak 10 regu
- Terbentuknya 10 regu Bridgalkarhut non Daops yang didukung dengan sarpras pengendalian kebakaran
√ √
- Pembentukan MPA di 10 lokasi - Efektifnya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan di tingkat masyarakat
√
18. Terbentuk dan beroperasinya Taman Nasional model.
10. Pengelolaan Kawasan Konservasi (Suaka Alam/Kawasan Pelestarian
Alam/Taman Buru dan Hutan Lindung) Penanggung Jawab (Direktur Konservasi Kawasan, Ditjen PHKA)
12. Pengelolaan Taman Nasional.
a. Peningkatan pengelolaan kawasan konservasi;
Terwujudnya
kelembagaan pengelolaan kolaboratif di 21 taman nasional model;
b. Terlaksananya pengembangan 3 TN dalam rangka DNS
- Koordinasi percepatan penyelesaian proses penetapan status pengukuhan di 21 Taman Nasional model.
- Terwujudnya pengelolaan kolaboratif di 21 TN Model - TN Model mampu
melaksanakan penggalangan dana dari luar pemerintah - Pemantapan zonasi 21
TN Model
Ditjen PHKA, BAPLAN, Ditjen RLPS, Setjen, BALITBANG
√
- Pembentukan 1 unit TN Mandiri - Terbentuknya 1 unit TN
Mandiri √
- Peningkatan kerjasama pengelolaan kawasan konservasi di 7 TN model
- Terbentuknya jejaring kerjasama dalam efektifitas pengelolaan kawasan konservasi di 7 TN Model
√
- Peningkatan pemanfaatan (penelitian, pendidikan, wisata) di 21 TN Model
- Efektifnya pemanfaatan
21 TN Model √
- Penyelesaian Permenhut tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan KSA/KPA/TB
- Tersedianya Permenhut pedoman penyusunan Rencana Pengelolaan TN
√
- Penyelesaian Rencana
Pengelolaan di 3 TN Model - Tersusunnya rencana pengelolaan 3 TN Model
√
- Penyelesaian Zonasi di 2 TN
model - Mantapnya zonasi di 2
TN Model √
- Peningkatan promosi dan
informasi 21 TN Model - Tersedianya data informasi peluang pemanfaatan SDH di
√
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
21 TN Model - Penilaian efektivitas pengelolaan
21 TN model - Pengelolaan 21 TN
model efektif √
19. Tercapainya Pengelolaan dan pemanfaatan kawasan KPA/KSA/TB secara efektif.
10. Pengelolaan Kawasan Konservasi (Suaka Alam/Kawasan Pelestarian
Alam/Taman Buru dan Hutan Lindung) Penanggung Jawab (Direktur Konservasi Kawasan, Ditjen PHKA)
13. Pengelolaan KSA/KPA/TB .
- Draft final revisi UUNo 5/90 - Tersedianya Pedoman
(Standar, Kriteria, Prosedur)/Juklak/ Juknis Pengelolaan KSA/KPA/
TB/HL
- Rehabilitasi pada 100 unit kawasan konservasi dan hutan lindung
- 30% kawasan konservasi yg telah ditunjuk sudah ditetapkan
- Pemanfaatan KSA/KPA/TB optimal dan terarah - Sebanyak 200 unit
kawasan konservasi telah memiliki Rencana Pengelolaan dan zoning/
blocking
- Selesainya masalah penggunaan KSA/KPA/TB - Perjanjian kesepahaman
kolaboratif pengelolaan KSA/KPA/TB dengan masyarakat/ mitra - Tersedianya database
kawasan konservasi yang lengkap dan mudah diakses oleh para pihak
- Hutan lindung memiliki rencana pengelolaan dan kelembagaan yang jelas.
- Hasil inventarisasi dan evaluasi status dan fungsi lahan untuk KSA/KPA baru - Hasil inventasisasi habitat
migrasi satwa migran dan ekosistem esensial
- Penyelesaian Rencana
Pengelolaan di 10 KPA/KSA/TB - Disahkannya 10 Rencana Pengelolaan KPA/KSA/TB
Ditjen PHKA, BAPLAN, Setjen.
BALITBANG
√
- Penyelesaian usulan PLG Kalteng
menjadi KSA/KPA - Ditetapkannya PLG Kalteng menjadi KSA/KPA
√
- Peningkatan pemanfaatan KSA/KPA/TB untuk kegiatan penelitian dan pendidikan
- Meningkatnya manfaat KSA/KPA/TB untuk kegiatan penelitian dan pendidikan
√
- Penyelesaian zonasi/ blok di 10
unit KPA/KSA/TB - Tertatanya zonasi di 10
unit KPA/KSA/TB √
- Peningkatan kerjasama pengelolaan KSA/KPA di 15 lokasi
- Terbangunnya jejaring kerjasama dalam pengelolaan KSA/KPA di 15 lokasi
√
- Evaluasi Pengelolaan KSA, 10
lokasi - Tersedianya Data dan
Informasi KSA √
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
- Fasilitasi kolaborasi pengelolaan
KSA 5 lokasi - Terbentuknya
kolaborasi pengelolaan KSA
√
- Pengembangan perdataan
pengelolaan KSA 10 provinsi - Tersedianya Data KSA
yang terstruktur √
- Penilaian usulan 5 unit kawasan
konservasi baru - Disahkan dan
ditetapkannya 5 unit kawasan konservasi baru
√
- Koordinasi percepatan proses pengukuhan di 10 KSA/KPA/TB prioritas.
- Percepatan proses pengukuhan di 10 KSA/KPA/TB prioritas
√
- Konservasi ekosistem esensial - Terlaksananya konservasi ekosistem esensial
√
20. Tercapainya peningkatan efektifitas pengelolaan dan pemanfaatan hutan lindung.
10. Pengelolaan Kawasan Konservasi (Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam/Taman Buru dan Hutan Lindung Penanggung Jawab (Direktur Konservasi Kawasan, Ditjen PHKA)
18. Pengelolaan hutan lindung.
- Lokasi dan pedoman
penataan hutan lindung - Penyusunan kriteria dan standar
Pengelolaan Hutan Lindung - Tersedianya kriteria
dan standar PHL Ditjen PHKA, Setjen, Ditjen RLPS, BALITBANG, BAPLAN
√
- - Fasilitasi, asistensi/bimtek
penyusunan tata hutan dan RPHL
- Tersusunnya tata hutan dan RPHL
Kab/Kota/Provinsi
√
- Sosialisasi pengelolaan HL - Pemahaman
pengelolaan HL √
- Penyusunan Rencana
Pengelolaan HL lintas provinsi - Rencana pengelolaan
HL lintas provinsi √
- Penyusunan kriteria dan standar evaluasi pengelolaan Hutan Lindung
- Tersedianya kriteria dan standar evaluasi pengelolaan Hutan Lindung
√
- Pengembangan perdataan Hutan
Lindung, 5 provinsi - Tersedianya data yang
terstruktur √
- Evaluasi pengelolaan HL - Data hasil evaluasi
pengelola HL √
21. Terwujudnya daerah penyangga kawasan konservasi yang berfungsi menjaga keutuhan kawasan.
10. Pengelolaan Kawasan Konservasi (Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam/Taman Buru dan Hutan Lindung)
Penanggung Jawab (Direktur Konservasi Kawasan, Ditjen PHKA)
29. Pengembangan daerah penyangga di sekitar kawasan konservasi.
- Permenhut/ SK Dirjen PHKA tentang pengelolaan kawasan penyangga
- Terwujudnya daerah penyangga kawasan konservasi yang berfungsi menjaga keutuhan kawasan
- Asistensi /bimtek
pengembangan eko produktif bagi masyarakat di sekitar KK
- Pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan
Ditjen PHKA Setjen, Ditjen RLPS, Ditjen BPK, BALITBANG
√
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
- Pembinaan pelaksanaan MDK - UPT mengetahui/
memahami program &
pelaksanaan program Pemberdayaan Masyarakat (PM) pada MDK dan daerah penyangga
√
- Monev pemberdayaan masyarakat di sekitar KPA, KSA dan TB
- Mengetahui permasalahan &
kendala pelaksanaan kegiatan PM (9 tahapan) di sekitar Kawasan Konservasi
√
- Koordinasi dan sosialisasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat di sekitar KK
- UPT memahami dan mampu
mengembangkan program yang akan /sedang disosialisaikan terkait PM
√
- Peningkatan kompetensi pengelola dalam rangka pemberdayaan masyarakat
- Meningkatnya kompetensi/kapasitas pengelola dalam rangka PM sebagai fasilitator/ pendamping
√
22. Tercapainya pengelolaan SDAH secara lestari.
11. Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Produk Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL)
Penanggung Jawab (Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ditjen PHKA)
15 . Pengelolaan keanekarag aman hayati.
- Jumlah pedoman recovery untuk 4 jenis satwa - Penambahan populasi
badak sumatera 1 ekor, jalak bali 50 ekor dan owa jawa 6 ekor
- Jumlah konflik menurun 5
% dari tahun 2007
- Pembinaan Habitat
- Terlaksananya pembinaan habitat jalak bali, badak dan owa jawa
Ditjen PHKA, Setjen, BALITBANG, Ditjen RLPS, Ditjen BPK
√
- Pengelolaan Jenis dan Genetik - Tersusunnya 2 strategi dan rencana aksi konservasi jenis - Pelepasliaran satwa liar
dilindungi
√
- Inventarisasi Tumbuhan dan
Satwa Liar - Data inventarisasi flora
fauna di 10 lokasi √
- Pembinaan, Penangkaran dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL)
- Terlaksananya pembinaan penangkaran dan peredaran TSL
√
- Recovery Populasi & Habitat TSL - Terlaksananya breeding program Badak Sumatera di Way Kambas
√
- Tersusunnya Strategi dan
Rencana Aksi - Strategi dan Rencana
Aksi (Elang Jawa, Beruang Madu, Tapir, Babi Rusa)
Rencana Alokasi Pendanaan No Sasaran
Strategis Fokus
Kegiatan/Penanggung Jawab Fokus
Kegiatan
Pokok Indikator Sasaran
Kegiatan Pokok Kegiatan Tahun 2009 Keluaran/Indikator Penanggung Jawab
P D
- Penyelamatan Satwa Liar &
Pengembangan Konservasi Ex-Situ
- Terlaksananya pembinaan pada 5 LK dalam rangka pengelolaan dan pemanfaatan
√
23. Tercapainya peningkatan pemanfaatan TSL dan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam secara optimal.
12. Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam
Penanggung Jawab (Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam, Ditjen PHKA)
19. Pemanfaatan produk TSL, Jasa Lingkungan dan Wisata Alam.
- Meningkatnya kawasan luasan hutan di daerah perkotaan (Hutan Kota);
- Peningkatan produk Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dan jasa lingkungan 2% dari tahun 2008;
- Peningkatan penyerapan tenaga kerja pada TSL dan pada pengelolaan Jasa lingkungan/wisata alam sebesar 2% dari tahun 2008,
- Terwujudnya pengelolaan TSL langka dan terancam punah (gajah, harimau, badak, komodo, orangutan, jalak bali) khususnya di 21 TN Model;
- Pengembangan budidaya, penangkaran dan nilai tambah produk Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL)
- budidaya dan penangkaran TSL - Audit unit penangkaran komersil TSL - Perluasan usaha
budidaya dan penangkaran coral, gaharu dan reptil - Selesainya review pasal
11 PP 8/1999 (Status perlindungan TSL hasil penangkaran)
Ditjen PHKA, Setjen, Ditjen RLPS.
√
- Pengembangan Produk Hilir TSL
& Peningkatan Nilai Tambah - Diversifikasi produk TSL
- Tersusunnya pedoman penetapan sistem pemanfaatan kuota
√
- Pemberdayaan masyarakat
sekitar kawasan - Terbinanya masyarakat di daerah kawasan konservasi
√
- Pengembangan Pemanfaatan
Wisata Alam - Peningkatan ekonomi
masyarakat sekitar KPA dalam wisata alam
√
- Pengembangan Bina Cinta Alam - Meningkatnya kesadaran Kader Konservasi
√
- Pengembangan Pemanfaatan
Jasa Lingkungan - Peningkatan ekonomi masyarakat sekitar KPA dalam jasa lingkungan
√
Program : Peningkatan Akses Informasi SDA dan LH 24. Tersedianya data
dan Informasi sumber daya hutan (SDH) serta informasi lokasi pemanfaatan hutan di seluruh Indonesia yang lebih berkualitas (akurat,
17. Pengembangan Sumberdaya Hutan Penanggung Jawab (Kepala Pusat Inventarisasi dan Perpetaan Kehutanan, Baplan)
1. Inventarisasi dan Perpetaan SDH.
- Inventarisasi hutan nasional;
- Pembuatan Neraca sumber Daya Hutan (SDH) ;
- Pembuatan peta-peta tematik kehutanan;
- Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan
- Pengumpulan dan pemutakhiran
data dan informasi SDH - Penyiapan bahan rencana produksi tahun 2010, 1 judul - Tersedianya data hasil
hutan bukan kayu 30 lokasi (provinsi) - Data spasial tematik
kehutanan yang telah tersinkronisasi dengan
BAPLAN,