• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

6. Barang dan Jasa yang tidak dikenakan PPN

Jenis barang yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai sesuai dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 pasal 4A adalah sebagai berikut:

8

1) Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya.

2) Barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak.

3) Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman yang dikonsumsi di tempat maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau catering.

4) Uang, emas batangan, dan surat berharga.

b. Jasa yang tidak dikenakan PPN

Jasa yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai sesuai dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 pasal 4A adalah sebagai berikut:

1) Jasa pelayanan kesehatan medis.

2) Jasa pelayanan sosial.

3) Jasa pengiriman surat dengan perangko.

4) Jasa keuangan.

5) Jasa asuransi.

6) Jasa keagamaan.

7) Jasa pendidikan.

8) Jasa kesenian dan hiburan.

9) Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan.

9

10) Jasa angkutan umum di darat dan air serta jasa angkutan dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan luar negeri.

11) Jasa tenaga kerja.

12) Jasa perhotelan.

13) Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum.

14) Jasa penyediaan tempat parkir.

15) Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam.

16) Jasa pengiriman uang dengan wesel pos.

17) Jasa boga atau katering.

7. Tarif PPN

Tarif PPN menurut ketentuan Undang-Undang No.42 tahun 2009 pasal 7:

a) Tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah 10% (sepuluh persen).

b) Tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 0% (nol persen) diterapkan atas:

 Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud

 Ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud

 Ekspor Jasa Kena Pajak

c) Tarif pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berubah

10

menjadi paling rendah 5% (lima persen) dan paling tinggi sebesar 15% (lima belas persen) sebagaimana diatur oleh Peraturan Pemerintah.

8. Perhitungan Pajak Pertambahan Nilai

PPN yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tariff dengan DPP atau dapat dirumuskan sebagai berikut:

Ket :

PPN : Pajak Pertambahan Nilai Tarif PPN : 10%

DPP : Dasar Pengenaan Pajak

9. Faktur Pajak

Faktur Pajak adalah bukti pemungutan pajak yang dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (Pasal 1 angka 23 Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai No.42 Tahun 2009).

Faktur Pajak dalam Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai Nomor 42 Tahun 2009 telah diubah tepatnya pada Pasal 12 ayat 7 dimana Faktur Pajak Sederhana telah dihapus. Sehingga dalam Pasal 13 ayat 1 UU No.42 Tahun 2009 dan Per-13/PJ/2010 hanya terdapat Faktur Pajak sebagai berikut:

1. Faktur Pajak Faktur Pajak adalah tagihan yang dibuat oleh PPN = Tarif PPN x DPP

11

Pengusaha Kena Pajak pada saat penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak. Faktur Pajak dibuat paling sedikit 2 (dua) rangka, yaitu:

 Lembar 1 : Bagi Pembeli Barang Kena Pajak atau yang menerima Jasa Kena Pajak sebagai bukti Pajak Masukan.

 Lembar 2 : Bagi Pengusaha Kena Pajak yang menerbitkan

atau membuat Faktur Pajak sebagai bukti Pajak Keluaran.

Dalam pembuatan Faktur Penjualan yang memuat keterangan dan pengisiannya sesuai dengan ketentuan perpajakan yaitu Pasal 13 ayat (4) dan (5) UU PPN. Faktur Pajak Standar wajib mencantumkan keterangan mengenai penyampaian BKP atau JKP yang memuat:

a. Nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang menyerahkan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak.

b. Nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pembeli Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak.

c. Jenis barang atau jasa, total harga jual atau harga pengganti dan harga diskon.

d. Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut.

e. Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut;

f. Kode nomor seri dan tanggal pembuatan faktur pajak

g. Nama, jabatan, dan tanda tangan orang yang berhak menandatangani faktur pajak.

12

10. Faktur Pajak Yang Dianggap Tidak Sah

Berdasarkan Ketentuan SE-132/PJ/2010, Faktur Pajak Dianggap Tidak Sah jika :

a. Faktur Pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya b. Faktur Pajak yang diterbitkan oleh pengusaha yang belum

dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP).

B. Kerangka Konseptual

Perhatikan Gambar Kerangka Konseptual Dibawah Ini:

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

Mengevaluasi penerapan PPN dalam suatu instansi/perusahaan kita bisa mengetahui sejauh mana penerapan PPN yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk perwujudan dari self assessment system dalam menghitung, menyetor, dan melaporkan PPN terutangnya berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009.

CV.Sany Sejahtera Evaluasi Penerapan PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

Undang-Undang No 42 Tahun 2009 Tentang PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

13

C. Metode Pelaksanaan Penelitian 1. Tempat dan Waktu Penelitian

Pelaksanaan Penelitian ini akan dilaksanakan di CV. Sany Sejahtera Jl. Talasalapang 11C, Rappocini, Makassar . Adapun waktu yang diperlukan dalam penelitian ini kurang lebih 2 bulan mulai dari bulan januari sampai bulan februari.

2. Alur Penelitian

Ada beberapa tahap yang harus dipersiapkan sebelum melakukan penelitian yaitu sebagai berikut:

Gambar 2.2 Alur Penelitian Identifiksi Masalah

Simpulan Dan Saran Pembahasan

Pengembangan Data Dan Analisanya

Mengelola Data dan Referensi Pengumpulan Data dan Bahan

Referensi

14

3. Jenis dan Sumber Data a) Jenis Data

Dalam penelitian ini digunakan jenis data kualitatif, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat, berupa dokumen dan hasil wawancara terhadap narasumber yang terkait pada objek penelitian. Sugiono (2016:14)

b) Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dengan melakukan penelitian secara langsung kepada perusahaan yang diteliti guna memperoleh atau mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini.

4. Teknik Pengumpulan Data

Berikut ini merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu :

a) Teknik Wawancara

Teknik wawancara adalah perjumpaan antara dua orang untuk bertukar informasi dan ide terkait dengan judul penelitian ini sebagai sumber informasi pendukung dalam pembuatan laporan ini.

15

b) Teknik Dokumen

Dalam teknik dokumen, pengumpulan data dilakukan melalui pengumpulan data yang berkaitan dengan penelitian dari lokasi penelitian.

5. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis hasil kajian teknik pengumpulan data dengan mengembangkan data, memilih data yang paling penting dan mana yang perlu dipelajari dan menarik kesimpulan agar mudah dipahami. Teknik analisis data yang digunakan dari penelitian ini dalam penelitian kualitatif yang digunakan oleh peneliti menurut Hubrman (Sugiyono, 2007) yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan langkah terakhir penarikan kesimpulan.

Langkah-langkah teknik analisis data adalah sebagai berikut:

1. Reduksi data

Reduksi data menggambarkan penyederhanaan yang dilakukan melalui pemilihan kata, pemfokusan, dan kebenaran data mentah dan diolah menjadi informasi yang akan dijadikan kesimpulan.

2. Penyajian data

Penyajian data dalam metode kualitatif berupa penjelasan atau narasi yang disusun secara sistematis sehingga mudah

16

dipahami oleh pembaca.

3. Menarik Kesimpulan

Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan yang berlanjut pada rumusan masalah dari data yang telah disusun kemudian dibandingkan antara satu data dengan data lainnya sehingga dapat ditarik menjadi suatu kesimpulan atau tahap akhir dari penelitian ini.

17

BAB III

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Sejarah Perusahaan

CV. Sany Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa percetakan yang didirikan pada tahun 2010, namun pada saat awal didirikan perusahaan tersebut secara legalitas belumlah lengkap. Sehingga pada tahun 2019 yakni bulan juni, direktur perusahaan memperbaharui legalitas perusahaan yakni mengadakan perubahan akta dan mengajukan PKP pada kantor KPP Pratama Makassar Selatan untuk kemudian dikukuhkan sebagai perusahaan atau pengusaha kena pajak.

Dengan perubahan legalitas tersebut, perusahaan kemudian meningkatkan area market dengan terjung sebagai perusahaan penyedia alat tulis kantor bagi instansi pemerintah di Kota Makassar hingga sampai pada detik ini. Diantara instansi pemerintah yang menjadikan CV. Sany Sejahtera sebagai mitra kerja sama dalam pengadaan ATK kebutuhan katornya adalah diantara lain Dinas Perhubungan Kota Makassar yang telah 2 (Dua) tahun terakhir ini menggandeng perusahaan sebagai mitra penyedia atk kebutuhan kantornya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar hingga Badan Penelitian dan Pengembangan Prov. Sulawesi Selatan.

Dengan selalu menjunjung tinggi prinsip kepuasan konsumen dan barang yang berkualitas, maka tidak heran dan diragukan lagi jika kedepannya CV. Sany Sejahtera mampu menjadi perusahaan jasa dan

18

penyedia ATK kebutuhan Kantor yang paling dibutuhkan oleh instansi pemerintah yang ada dikota Makassar. Prinsip pelayanan prima, barang berkualitas dan tepat waktu menjadikan perusahaan ini menjadi pilihan utama oleh beberapa instansi pemerintah kota Makassar untuk dijadikan mitra dalam pemenuhan kebutuhan kantornya.

B. Visi dan Misi

VISI

“Terwujudnya Pengadaan Barang dan Jasa yang Menerapkan Prinsip Pengadaan yang Kredibel, Profesional dan Mensejahterakan Daerah”

Adapun makna dari visi tersebut diatas adalah sebagai berikut :

Prinsip Pengadaan

Terlaksananya ketentuan / peraturan / standar yang pokok / utama / kunci / elementer yang harus / wajib dilaksanakan dalam pengadaan.

Kredibel

Berarti bahwa semua proses-proses pengadaan barang dan jasa, bisa dipercaya dalam penetapan keputusan, dengan data yang benar-benar akurat, dan dikerjakan sebaik mungkin.

19

Professional

Memiliki wawasan yang luas, kreatif, inovatif dan dapat memandang ke masa depan, memiliki kompetensi dibidangnya memiliki data saing secara jujur dan sportif serta menjunjung tinggi etika profesi.

Mensejahterahkan Daerah

Efisiensi alokasi dan mengoptimalkan anggaran yang tersedia untuk mewujudkan pengadaan dengan kualitas nilai yang baik demi kesejahteraan daerah dengan pengadaan yang berkualitas.

MISI

1. Meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka mewujudkan tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah dan dunia usaha pengadaan yang efesien efektif transparan bersaing dan akuntabel.

2. Meningkatkan sumber daya manusia pengadaan yang menjadi pembaharu pengembangan pengadaan yang inovatif dan berintegritas.

20

C. Struktur Organisasi dan Job Descriotion

Gambar 3.1 Struktur Organisasi

Job Descriotion:

a. Direktur

1) Memimpin dan bertanggung jawab dalam menjalankan perusahaan.

2) Bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin dihadapi perusahaan, juga bertanggung jawab atas keuntungan perusahaan.

3) Menentukan, merumuskan, dan memutuskan suatu kebijakan dalam perusahaan.

21

b. Tax Management

1) Menghitung pajak yang harus dibayar perusahaan dalam periode tertentu

2) Membayar dan melapor pajak dalam waktu tertentu 3) Membuat perencanaan pajak

4) Membuat laporan keuangan fiskal dan komersial 5) Mencatat data transaksi bisnis perusahaan

c. Bag. Keuangan

1) Membuat pengaturan keuangan untuk perusahaan

2) Memasukkan semua transaksi keuangan ke dalam program 3) Melakukan transaksi keuangan perusahaan

4) Melakukan pembayaran kepada pemasok

5) Menjalin hubungan dengan pihak internal dan eksternal yang terkait dengan kegiatan keuangan perusahaan

6) Mengontrol aktivitas keuangan/transaksi keuangan perusahaan

7) Membuat laporan kegiatan keuangan perusahaan 8) Menerima dokumen dari vendor internal dan eksternal

d. Design

1) Mengintegrasikan unsur seni, visual, dan bahasa dalam sebuah desain untuk menyampaikan pesan

22

2) Ciptakan desain yang komunikatif dan mudah dipahami dari tampilan visualnya

3) Menyampaikan pesan dengan cara yang unik dan kreatif, misalnya dengan menonjolkan fenomena yang terjadi di masyarakat

4) Memanfaatkan elemen desain, layout, dan proses teknis, sehingga tercipta karya desain grafis yang sesuai dengan yang diharapkan

5) Memberikan solusi atas suatu masalah yang muncul dalam lingkup tertentu, misalnya melalui iklan layanan masyarakat 6) Mengikuti perkembangan zaman sehingga tercipta inovasi

desain yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

D. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada pelaksanaannya jenis PPN yang diterapkan CV. Sany Sejahtera yaitu PPN keluaran

a. PPN Keluaran

PPN keluaran yang terdapat pada CV. Sany Sejahtera merupakan PPN atas penyerahan barang kena pajak. CV. Sany Sejahtera dalam melakukan penyerahan Barang Kena Pajak menerbitkan faktur pajak sebagai bukti pemungutan pajak. Berikut ini data penjualan atau PPN keluaran pada CV. Sany Sejahtera pada tahun 2020 dan 2021:

23

Tabel 3.1

Data Penjualan CV. Sany Sejahtera Tahun 2020

No Masa DPP PPN Keluaran

1 Januari 21.500.000 2.150.000

2 Februari 25.180.500 2.518.050

3 Maret 22.713.000 2.271.300

9 September 92.171.500 9.217.150

10 Oktober 30.120.000 3.012.000

11 November 272.138.500 27.213.850

12 Desember 67.500.000 6.750.000

Total 723.369.403 72.336.940

(Sumber data : Data Diolah, 2022)

Tabel 3.2

Data Penjualan CV. Sany Sejahtera Tahun 2021

No Masa DPP PPN Keluaran

1 Januari 20.500.000 2.050.000

2 Februari 24.180.500 2.418.050

3 Maret 23.613.000 2.361.300

9 September 130.723.731 13.072.373

10 Oktober 219.968.722 21.996.872

11 November 162.902.909 16.290.290

12 Desember 294.128.322 29.412.832

Total 1.165.921.546 116.592.151

(Sumber data : Data Diolah, 2022)

24

Tabel diatas adalah rekap penjualan pada tahun 2020 dan 2021, di dalamnya terdapat DPP dan PPN. Dimana pada tahun 2020, DPP penjualan sebesar Rp. 723.369.403 dan PPN keluaran sebesar Rp.

72.336.940 dan pada tahun 2021 DPP penjualan sebesar Rp.

1.165.921.546 dan PPN keluaran sebesar Rp. 116.592.151.

b. PPN Masukan

Adapun PPN masukan yaitu Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak karena perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak. Akan tetapi pada CV. Sany Sejahtera sendiri tidak ada PPN Masukan Karena setiap melakukan pembelian tidak menggunakan faktur pajak dalam artian pembebanan pajak sudah dibayar semua oleh rekanan atau pemerintah sebagai mitra.

2. Perhitungan PPN pada CV. Sany Sejahtera pada tahun 2020 dan 2021

Perhitungan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) yang terutang adalah dengan mengalikan tarif PPN sebesar 10% dengan Dasar Pengenaan Pajaknya (DPP). Atau dapat dirumuskan sebagai berikut:

Di bawah ini adalah perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada CV. Sany Sejahtera pada tahun 2020 dan 2021:

PPN = Tarif PPN (10%) x DPP

25

a. Berikut ini perhitungan PPN pada tahun 2020 1) Perhitungan Pada Bulan Januari

DPP : 21.500.000

PPN Keluaran : 10% x 21.500.000 : 2.150.000

2) Perhitungan Pada Bulan Februari

DPP : 25.180.500

PPN Keluaran : 10% x 25.180.500 : 2.518.050

3) Perhitungan Pada Bulan Maret

DPP : 22.713.000

PPN Keluaran : 10% x 22.713.000 : 2.271.300

4) Perhitungan Pada Bulan April

DPP : 24.620.130

PPN Keluaran : 10% x 24.620.130 : 2.462.013

5) Perhitungan Pada Bulan Mei

DPP : 21.161.273

PPN Keluaran : 10% x 21.161.273 : 2..116.127

6) Perhitungan Pada Bulan Juni

DPP : 33.918.000

PPN Keluaran : 10% x 33.918.000 : 3.391.800

26

7) Perhitungan Pada Bulan Juli

DPP : 27.770.000

PPN Keluaran : 10% x 27.770.000 : 2.777.000

8) Perhitungan Pada Bulan Agustus

DPP : 84.576.500

PPN Keluaran : 10% x 84.576.500 : 8.457.650

9) Perhitungan Pada Bulan September

DPP : 92.171.500

PPN Keluaran : 10% x 92.171.500 : 9.217.150

10) Perhitungan Pada Bulan Oktober

DPP : 30.120.000

PPN Keluaran : 10% x 30.120.000 : 3.012.000

11) Perhitungan Pada Bulan November

DPP : 272.138.500

PPN Keluaran : 10% x 272.138.500 : 27.213.850

12) Perhitungan Pada Bulan Desember

DPP : 67.500.000

PPN Keluaran : 10% x 67.500.000 : 6.750.000

27

b. Perhitungan PPN pada tahun 2021 1) Perhitungan Pada Bulan Januari

DPP : 20.500.000

PPN Keluaran : 10% x 20.500.000 : 2.050.000

2) Perhitungan Pada Bulan Februari

DPP : 24.180.500

PPN Keluaran : 10% x 24.180.500 : 2.418.050

3) Perhitungan Pada Bulan Maret

DPP : 23.613.000

PPN Keluaran : 10% x 23.613.000 : 2.361.300

4) Perhitungan Pada Bulan April

DPP : 33.918.000

PPN Keluaran : 10% x 33.918.000 : 3.391.800

5) Perhitungan Pada Bulan Mei

DPP : 131.915.941

PPN Keluaran : 10% x 131.915.941 : 13.191.594

6) Perhitungan pada bulan juni

DPP : 67.161.273

PPN Keluaran : 10% x 67.161.273 : 6.716.127

28

7) Perhitungan Pada Bulan Juli

DPP : 31.583.639

PPN Keluaran : 10% x 31.583.639 : 3.158.363

8) Perhitungan Pada Bulan Agustus

DPP : 25.532.550

PPN Keluaran : 10% x 25.532.550 : 2.532.550

9) Perhitungan Pada Bulan September

DPP : 130.723.731

PPN Keluaran : 10% x 130.723.731 : 13.072.373

10) Perhitungan Pada Bulan Oktober

DPP : 219.968.722

PPN Keluaran : 10% x 219.968.722 : 21.996.872

11) Perhitungan Pada Bulan November

DPP : 162.902.909

PPN Keluaran : 10% x 162.902.909 : 16.290.290

12) Perhitungan Pada Bulan Desember

DPP : 294.128.322

PPN Keluaran : 10% x 294.128.322 : 29.412.832

29

3. Pelaporan dan Penyetoran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada CV. Sany Sejahtera

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak CV. Sany Sejahtera terkait pelaporan dan penyetoran PPN pada tahun 2020 dan 2021, CV. Sany Sejahtera selalu tertib dalam artian tidak pernah terlambat dalam melaporkan dan menyetorkan Pajaknya sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan untuk melakukan pelaporan dan penyetoran pajak yaitu setiap tanggal 25 sampai tanggal 30 pada bulan berikutnya setelah masa pajak.

E. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian tentang penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada CV. Sany Sejahtera dapat diperoleh gambaran bahwa perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) CV. Sany Sejahtera sudah sesuai dengan Undang-Undang No 42 Tahun 2009. Dimana tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% yang dipungut kepada pelanggan, PPN yang dipungut tersebut pada saat transaksi penjualan atau penyerahan Barang Kena Pajak (BKP).

Sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak) setiap transaksi penjualan CV. Sany Sejahtera membuat atau menerbitkan faktur pajak untuk setiap penyerahan Barang Kena Pajak yang digunakan

30

sebagai bukti pemungutan pajak yang selalu disertakan dalam setiap penyerahan Barang Kena Pajak. Faktur pajak sendiri merupakan pungutan pajak yang dibuat Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak CV. Sany Sejahtera terkait pelaporan dan penyetoran PPN pada tahun 2020 dan 2021, CV. Sany Sejahtera selalu tertib dalam artian tidak pernah terlambat dalam melaporkan dan menyetorkan Pajaknya sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan untuk melakukan pelaporan dan penyetoran pajak yaitu setiap tanggal 25 sampai tanggal 30 pada bulan berikutnya setelah masa pajak.

Adapun besar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dibayar oleh CV. Sany Sejahtera selama 2 tahun yaitu dari tahun 2020 sebesar Rp. 72.336.940 dan pada tahun 2021 sebesar Rp.

116.592.151. sehingga jumlah PPN yang disetor sebesar Rp.

188.929.091.

Dengan demikian jumlah pembayaran PPN CV.Sany Sejahtera pada tahun 2020 penjualan sebesar Rp. 723.369.403 dan PPN keluarannya sebesar Rp. 72.336.940, pada tahun 2021 Rp.1.165.921.510 dan PPN keluarannya sebesar Rp. 116.592.151.

ini menunjukkan bahwa CV. Sany Sejahtra mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

31

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada CV. Sany Sejahtera dapat disimpulkan bahwa Penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada CV. Sany Sejahtera telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 mulai dari pengenaan tarif PPN sebesar 10%, penerbitan faktur pajak setiap kali ada transaksi penjualan serta penyetoran dan pelaporan pajaknya yang tidak pernah terlambat sesuai dengan tanggal yang sudah ditetapkan yaitu setiap tanggal 25 sampai tangal 30 pada bulan berikutnya setelah masa pajak.

B. Saran

Dalam sistem perhitungan serta penyetoran dan pelaporan PPN yang telah sesuai dengan UU No. 42 Tahun 2009, maka perusahaan harus sebisa mungkin mempertahankan kepatuhan terhadap peraturan dan tetap memperhatikan peraturan Perundang-Undangan perpajakan yang dapat berubah sewaktu-waktu, serta yang paling penting adalah menghindari kelalaian manusia.

32

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku dan Artikel

Erly Suandy(2016). Hukum Pajak,Edisi 7,penerbit salemba empat.

Lusiyana Sari (2014), evaluasi penerapan pajak pertambahan nilai tahun 2011 sampai 2013 pada PT. Pabolak Artautama

Miska HK (2021), Analisis Perhitungan, Penyetoran, Dan Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada PT. Sumber Cahaya Mega Bekah Ocky Agung R (2006), Evaluasi Akuntansi Pajak Pertambahan Nilai pada

penyerahan barang kena pajak dan penyajiannya di laporan keuangan fiskal PT “X” di Surabaya.

Sugiyono (2016 ), data primer merupakan data yang diperoleh peneliti melalui sumber data yang langsung memberikan data.

Sugiyono (2013), Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling stategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.

Waluyo (2011), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi di dalam negeri (di dalam daerah pabean), baik konsumsi barang maupun konsumsi jasa.

Yusuf Pandapotan Harahap (2017), analisis penerapan pajak pertambahan nilai pada CV. Megah Mandiri tanjung morowa

Sumber Undang-Undang

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 Tentang Pengertian dan Dasar Hukum Pajak Pertambahan Nilai

Republik Indonesia. Undang-Undang No. 42 Tahun 2009 pasal 3A Tentang Subjek Pajak Pertambahan Nilai

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 pasal 4A Tentang Barang dan Jasa yang tidak dikenakan PPN

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 pasal 7 Tentang tarif Pajak Pertambahan Nilai

33

Sumber Internet

http://eprints.perbanas.ac.id/454/4/BAB%20II.pdf/24 Agustus/21.38 https://www.online-pajak.com/tentang-ppn-efaktur/pajak-pertambahan-nilai-ppn/24 Agustus /22.05

https://klikpajak.id/blog/perhitungan/cara-menghitung-ppn/25Agustus /9:35

34

LAMPIRAN 1

SURAT PENELITIAN

35

36

LAMPIRAN 2

HASIL PENELITIAN

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

49

LAMPIRAN 3

DOKUMENTASI

Gambar 1 : Kantor CV. Sany Sejahtera

Gambar 2 : Kantor CV. Sany Sejahtera

50

BIOGRAFI PENULIS

Sitti Rahma, lahir pada tanggal 19 Juli 2000 di Gossing Desa Pandung Batu, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang. Penulis merupakan anak kandung dari pasangan Bapak Pama dan Ibu Diman sebagai anak ke- 4 dari 5 besaudara.

Penulis memulai jenjang pendidikan di TK Aba Aisyah pada tahun 2005 dan lulus pada tahun 2006. Setelah tamat TK, penulis melanjutkan pendidikan di SD MI GUPPI BOLONG dan lulus pada tahun 2012. Kemudian melanjutkan pendidikan di MTs-SA DARUL HIKMAH BOLONG dan lulus pada tahun 2015. Selanjutnya, melanjutkan pendidikan di MAN ENREKANG dan lulus pada tahun 2018.

Pada tahun 2018 penulis melanjutkan pendidikan pada program studi D-III Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Penulis sangat bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata‟ala yang telah memberikan kesehatan, kesempatan, kesabaran, dan umur panjang serta limpahan do‟a restu dari kedua orang tua serta saudara, kerabat maupun teman-teman, dan para dosen perpajakan yang tidak lepas dari dukungannya sehingga penulis dapat berhasil menyusun Karya Tulis Ilmiah ini. Harapan penulis semoga ilmu yang didapatkan selama pendidikan dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

51

Dokumen terkait