BAB III METODE PENELITIAN
2. Basis data kondisi sosial dan ekonomi petani
No. soal Jawaban Berta mbah Tidak Berta mbah
Sebelum mengikuti kelas belajar Setelah mengikuti kelas belajar
1 Mengairi sawah menggunakan aliran sungai mas sama air hujan
Kalau sekarang dengan sistem irigasi dan menggunakan
dam atau bendungan
2 disebar di lahan atau leleran sawah, dan di semai Disebar di lahan atau leleran sawah dan di semai
3 Kalau sudah tua dan berwarna hijau tua. Ada 18- 21 hari alasannya malah lebih baik bibit yang tidak terlalu tua supaya cepat nglilir.
4 Urea, ponska Za, npk,sp-36, organik
5 Untuk hama selain tikus ya di semprot, kalau tukus di gropyok
ada, untuk tikus di asapi dan yang sedang tren
menggunakan burung hantu mas
6 cangkul Traktor
7 Tangki semprot Alat pengasapan
8 Dulu ya ani-ani, arit dan gepyok Ada tresher onthel, tresher mesin, kombe
9 Ya dengan cara di ani-ani kemudian di arit dan digepyok Ada, masih pake arit cuma mesinnya beda dulu digepyok
sekarang pake tresher
10 Di jemur di bawah sinar matahari Di jemur di bawah sinar matahari
11 Di masukkan ke karung, di taruh di gudang Tidak ada
12 Ke pengepul atau tengkulak mas Tidak ada
13 Menggunakan cangkul membutuhkan waktu lebih dari satu hari mas untuk 100 ubinnya.
Menggunakan traktor, untuk 100 ubin 3 jam selesai, pada saat awal penggunaan ya bisa 4 jam untuk 100 ubin
1
2
5
14 Menggunakan tangki semprot mas, untuk 100 ubin bisa membutuhkan waktu 1 jam mas
Masih menggunakan tangki semprot namun waktu yang dibutuhkan lebih singkat yaitu sekitar 30 menit untuk menyemprot 100 ubin
15 Menggunakan arit dan gepyokan menggunakan arit dan mesin tresher, untuk 100 ubin di
arit sekitar 3 jam dan di mesin sekitar 1 jam
16 Mengalirkan air langsung dari aliran sungai, dengan cara membuka pematang-pematang sawah.
Gotong royong di jadwal penggunaan aliran irigasi
dari dam
17 Saya menggunakan bibit yang tua kebih dari 25 hari supaya kuat dan tidak dimakan keong
Penggunaan bibit dengan umur 20-25 hari dengan satu lubang di isi 2 bibit dengan sistem jejar legowo 18 Yang saya pilih bibit yang sudah tua warnanya hijau tua Kalau sekarang saya memilih bibit yang masih muda
dengan unur sekitar 20-25 hari
19 Di sebar namun komposisi antara urea dan ponska hanya perkiraan saja
Tetap disebar menggunakan tangan, namun komposisi ikut arahan PPL dengan di tambah penggunaan pupuk organik
20 Untuk hama selain tikus saya pake semprotan mas, untuk hama tikus biasanya di gropyok bersama warga yang lain
Untuk hama selain tikus menggunakan obat pembasmi hama dengan cara di semprotkan, untuk hama tikus di asapi
21 Di olah menggunakan cangkul mas dengan cara membalik permukaan tanah bekas panen dengan permukaan tanah bagian bawah
Tetap menggunakan cangkul mas, karena belum lihai
menggunakan traktor
22 Saya melaksanakan kegiatan pertanian di sawah atas dasar pengalaman dan ajaran dari orang tua saya
Setelah mengikuti kelas belajar banyak ketrampilan baru yang saya dapatkan seperti penggunaan alat-alat pertanian berupa tresher, dll
23 Tidak melaksanakan Tidak melaksanakan
1
2
6
25 Dulu saya menggunakan ani-ani kemudian digepyok, lalu menggunakan ari lalu di gepyok dan membutuhkan waktu seharian untuk memanen padi 100 ubin
Tetap menggunakan arit namun tidak digepyok melainkan menggunakan treser onthel dan sekarang menggunakan yang mesin, membutuhkan waktu kira-kira 3 jam untuk memanen padi 100 ubin
26 Dikelola setelah panen dijemur di bawah sinar matahari setelah kering di masukkan ke dalam karung lalu di simpan di gudang
Masih tetap sama seperti sebelum mengikuti kelas belajar
27 Supaya awet dulu hasil panen saya jemur sampai kering Masih sama caranya seperti sebelum mengikuti kelas
belajar
28 Cara saya mengolah lahan pasca panen itu lahan yang masih ada airnya di cangkul namun apabila sawah pasca panen tidak ada airnya biasanya disiapkan untuk tanaman palawija
Kalau sekarang lahan yang masih ada airnya langsung di traktor untuk persiapan tanam selanjutnya, namun apabila tidak ada airnya biasanya di siapkan untuk palawija
29 Dulu dengan cara tanam yang saya dapatkan dari orang tua untuk 100 ubin keluar maksimal 8 kwintal
Sekarang dengan sistem penggarapan yang baik itu bisa mencapai 1 ton untuk 100 ubin dalam satu kali tanam
30 Kalau di rata-rata hasil panen musim penghujan dan kemarau dalam satu tahun kurang lebih 1 ton setengah mas untuk 100 ubin
Kalau sekarang itu bisa mencapai 1 ton 8 kwintal atau bisa mencapai 2 ton dalam satu tahun untuk 100 ubin
31 Harga padi 1 kwintal 400 ribu x 8 kwintal hasilnya 3.200.000 untuk sekali tanam dalam 100 ubin
Kalau setelah mengikuti kelas belajar hasile 10 kwintal dengan harga 1 kwintal 400 ribu maka diperoleh 4.000.000 dalam 100 ubin
32 Tinggal dikurangi aja mas. Pendapatan kotor 100 ubin 3.200.000 dikurangi total biaya produksi sebesar 300.000 untuk penggarapan padi 100 ubin menjadi 2.900.000
Kalau sekarang saya bisa mendapatkan pendapatan bersih sebesar 3.700.000 untuk 100 ubin.
1 2 7 No Jawaban Berta mbah Tidak Berta mbah
Sebelum mengikuti kelas belajar Setelah mengikuti kelas belajar
1 Mengairi sawah menggunakan air yang disedot dengan mesin disel
Masih sam acara yang digunakan sebelum mengikuti kelas belajar karena sumber air disini susah di jadikan irigasi mas
2 disebar di lahan atau leleran sawah, dan di semai Disebar di lahan atau leleran sawah dan di semai
3 Lebih dari 25 hari mas supaya tua dulu. Ada, yaitu sekitar 20-25 hari alasannya malah lebih baik bibit yang tidak terlalu tua supaya cepat nglilir.
4 Urea atau mes mas Ponska, organik, NPK
5 Untuk hama selain tikus ya di semprot, kalau tikus di gropyok
ada, untuk tikus di asapi dan yang sedang tren
menggunakan burung hantu mas
6 cangkul Traktor
7 Tangki semprot Alat smoker mas
8 Dulu ya arit dan gepyok Ada, menggunakan gleser onthel, tresher onthel
9 Ya dengan cara di arit terlebih dahulu baru kemudian digepyok
Ada, masih pake arit cuma mesinnya beda dulu
digepyok sekarang pake tresher onthel
10 Di jemur di bawah sinar matahari Di jemur di bawah sinar matahari
11 Di masukkan ke karung, di taruh di gudang Tidak ada
12 Ke pengepul atau tengkulak mas Tidak ada
13 Menggunakan cangkul membutuhkan waktu lebih dari satu hari mas untuk 100 ubinnya.
Menggunakan traktor, untuk 100 ubin 4 jam selesai, pada saat awal penggunaan ya bisa 5 jam untuk 100 ubin
1
2
8
14 Menggunakan tangki semprot mas, untuk 100 ubin bisa membutuhkan waktu 1 jam mas
Masih menggunakan tangki semprot namun waktu yang dibutuhkan lebih singkat yaitu sekitar kurang lebih 30 menit untuk menyemprot 100 ubin
15 Menggunakan arit dan gepyokan menggunakan arit dan mesin tresher, untuk 100 ubin di
arit sekitar 3 jam dan di mesin sekitar 1 jam
16 Mengalirkan air langsung dari aliran sungai, dengan cara menyedot dengan mesin disel
Paling-paling yang bisa dilakukan sekarang pengaturan
pengaliran air untuk tiap-tiap petani
17 Saya menggunakan bibit yang tua kebih dari 25 hari supaya kuat dan tidak dimakan keong
Penggunaan bibit dengan umur 20-25 hari dengan satu lubang di isi 2 bibit dengan sistem jejar legowo 18 Yang saya pilih bibit yang sudah tua warnanya hijau tua Kalau sekarang saya memilih bibit yang masih muda
dengan unur sekitar 20-25 hari
19 Di sebar namun komposisi antara urea dan ponska hanya perkiraan saja
Tetap disebar menggunakan tangan, namun komposisi ikut arahan PPL dengan di tambah penggunaan pupuk organik
20 Untuk hama selain tikus saya pake semprotan mas, untuk hama tikus biasanya di gropyok bersama warga yang lain
Untuk hama selain tikus menggunakan obat pembasmi hama dengan cara di semprotkan, untuk hama tikus di asapi
21 Di olah menggunakan cangkul mas dengan cara membalik permukaan tanah bekas panen dengan permukaan tanah bagian bawah
Kalau sekarang menggunakan traktor yang pertama tanah di balik dulu dengan garu, kemudian di buat leleran.
22 Saya melaksanakan kegiatan pertanian di sawah atas dasar pengalaman dan ajaran dari orang tua saya
Setelah mengikuti kelas belajar banyak ketrampilan baru yang saya dapatkan seperti penggunaan alat-alat pertanian traktor, tresher, dll
23 Tidak melaksanakan Tidak melaksanakan
1
2
9
25 Dulu saya menggunakan arit kemudian digepyok dan membutuhkan waktu seharian untuk memanen padi 100 ubin
Tetap menggunakan arit namun tidak digepyok melainkan menggunakan treser onthel dan sekarang menggunakan yang mesin, membutuhkan waktu kira-kira 3 jam untuk memanen padi 100 ubin
26 Dikelola setelah panen dijemur di bawah sinar matahari setelah kering di masukkan ke dalam karung lalu di simpan di gudang
Masih tetap sama seperti sebelum mengikuti kelas belajar
27 Supaya awet dulu hasil panen saya jemur sampai kering dan kadar airnya berkurang
Masih sama caranya seperti sebelum mengikuti kelas
belajar
28 Cara saya mengolah lahan pasca panen itu lahan yang masih ada airnya di cangkul namun apabila sawah pasca panen tidak ada airnya biasanya disiapkan untuk tanaman palawija
Kalau sekarang lahan yang masih ada airnya langsung di traktor untuk persiapan tanam selanjutnya, namun apabila tidak ada airnya biasanya di siapkan untuk palawija
29 Dengan cara tanam yang saya dapatkan dari pengalaman untuk 100 ubin keluar maksimal 7 kwintal
Sekarang dengan sistem penggarapan yang baik itu bisa mencapai 9 kwintal untuk 100 ubin dalam satu kali tanam
30 Kalau di rata-rata hasil panen musim penghujan dan kemarau dalam satu tahun kurang lebih 1 ton 3 kwintal itu pun kalau hasil kemarau juga bagus mas untuk 100 ubin
Kalau sekarang itu bisa mencapai 1 ton 8 kwintal atau bisa mencapai 2 ton dalam satu tahun untuk 100 ubin
31 Harga padi 1 kwintal sekitar 400 ribu x 7 kwintal hasilnya 2.800.000 untuk sekali tanam dalam 100 ubin
Kalau setelah mengikuti kelas belajar hasile 9 kwintal dengan harga 1 kwintal 400 ribu maka diperoleh 3.600.000 dalam 100 ubin
32 Pendapatan kotor 100 ubin 2.800.000 dikurangi total biaya produksi sebesar 450.000 untuk penggarapan padi 100 ubin menjadi 2.350.000
Kalau sekarang saya bisa mendapatkan pendapatan bersih sebesar 3.150.000 untuk 100 ubin dengan total biaya produksi sebesar 450.000.