• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

D. Perlakuan akuntansi menurut perusahaan 1) Perlakuan akuntansi menurut PSAK No 10

3. Batasan-batasan Untuk Menerapkan ISAK No 4

Selain syarat-syarat yang telah dibahas diatas, masih ada batasan-batasan untuk menerapkan ISAK No 4, batasan-batasan itu antara lain:

1. Selain kurs yang dapat dikapitalisasi merupakan selisih kurs atas kewajiban (hutang) dalam mata uang asing baik realized maupun unrealized.

Selisih kurs realized adalah realisasi selisih kurs atas pelunasan kewajiban valuta asing selama periode tertentu. Selisih kurs unrealized adalah sisa kewajiban yang masih ada. Hal ini mengandung arti bahwa apabila suatu kewajiban telah dilunasi terlebih dahulu sebelum periode tertentu maka selisih kurs tersebut tidak dapat dikapitalisasi lagi.

Nilai tercatat suatu aktiva setelah dikapitalisasi selisih kurs tidak boleh melampui nilai terendah antara replacement cost dengan amount recoverable.

Karena syarat-syarat tersebut telah terpenuhi, maka perusahaan dapat menerapkan ISAK No 4. Untuk menerapkan ISAK No 4 kelaporan keuangan PT. PUPUK KUJANG dan PT. BUDI ACID JAYA, Tbk. diperlukan data-data yang berkaitan dengan saldo hutang akibat pembelian aktiva tetap beserta kerugian selisih kurs yang terjadi akibat pembelian aktiva tetap tersebut.

Tabel dibawah ini menggambarkan seluruh pembayaran hutang untuk pembelian aktiva tetap dengan mata uang asing beserta seluruh kerugian yang diakui oleh PT. PUPUK KUJANG dan PT. BUDI ACID JAYA, Tbk. mulai dari 1 Juni 1999 sampai dengn 31 Desember 1999.

Tabel 5.5a PT. PUPUK KUJANG

Pembayaran Kerugian Selisih Kurs Atas Pembelian Aktiva Tetap Tahun 1999 Tanggal Keterangan Rp/US $ Jumlah (Rp) Selisih Kurs

(Rp) 01/06/99 Pembelian 2 mesin = US $ 2,500,000 6.726 01/09/99 Cicilan I US $ 500,000 8.345 Rp 4.172.500.000 809.500.000 01/12/99 Cicilan II US $ 500,000 7.100 Rp 3.550.000.000 187.000.000

Tabel 5.5b

PT. BUDI ACID JAYA Tbk

Pembayaran Kerugian Selisih Kurs Atas Pembelian Aktiva Tetap Tahun 1999 Tanggal Keterangan Rp/US $ Jumlah (Rp) Selisih Kurs

(Rp) 01/07/99 Pembelian 2 mesin = US $ 6,500,000 6.875 01/09/99 Cicilan I US $ 975,000 8.685 8.467.875.000 1.764.750.000 01/11/99 Cicilan II US $ 975,000 7.425 7.239.375.000 536.250.000

Jumlah kerugian selisih kurs pada 31 Desember 1999 2.301.000.000

Berdasarkan perhitungan yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya, kriteria periode tertentu telah terpenuhi sejak tanggal 14 Agustus 1997 dan belum berakhir sampai dengan 31 Desember 1999. Berdasarkan ketentuan yang ada pada PSAK No 4 bahwa selisih kurs yang terjdi akibat transaksi pembelian aktiva tetap pada tanggal 1 Juni 1999 sampai dengan berakhirnya periode tertentu dapat dikapitalisasi atau dibebankan keperiode berjalan (optional).

Dari tabel diatas dapat terlihat bahwa PT. PUPUK KUJANG dan PT. BUDI ACID JAYA, Tbk. pada tahun 1999 telah melakukan dua kali pembayaran, masing-masing senilai US $ 500,000 dan US $ 975,000 sampai dengan 31 Desember 1999. Pada tanggal 31 Desember 1999 hutang yang masih harus dibayar PT. PUPUK KUJANG dan PT. BUDI ACID JAYA, Tbk. sebesar US $ 1,500,000 dan US $ 4.550.000. Nilai kewajiban dalam mata uang asing yang outstanding tersebut akan muncul di neraca dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 1999 yaitu US $ 1 = Rp 7.100. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Tabel 5.6a PT. PUPUK KUJANG

Perhitungan Sisa Kewajiban Dalam Mata Uang Asing Tahun 1999

Tanggal Keterangan Jumlah

01/06/99 Total kewajiban valas US $ 2,500,000

31/12/99 Jumlah yang telah dicicil (US $ 500,000 x 2)

US $ 1,000,000

31/12/99 Sisa kewajiban valas US $ 1,500,000

Tabel 5.6b

PT. BUDI ACID JAYA Tbk

Perhitungan Sisa Kewajiban Dalam Mata Uang Asing Tahun 1999

Tanggal Keterangan Jumlah

01/07/99 Total kewajiban valas US $ 6,500,000

31/12/99 Jumlah yang telah dicicil (US $ 975,000 x 2)

US $ 1,950,000

31/12/99 Sisa kewajiban valas US $ 4,550,000

Akibatnya PT. PUPUK KUJANG dan PT. BUDI ACID JAYA, Tbk. akan melaporkan besarnya hutang pembelian aktiva tetap yang berasal dari pembelian aktiva tetap sebesar Rp 10.650.000.000 (US $ 1,500,000 x Rp 7.100) dan Rp 32.305.000 ( US $ 4,550,000 x Rp 7.100).

Ayat jurnal penyesuaian yang dibuat PT. PUPUK KUJANG dan PT. BUDI ACID JAYA, Tbk untuk mengakui selisih kurs pada tanggal 31 Desember 1999 untuk sisa kewajiban valas adalah:

31/12/99 Kerugian Selisih Kurs Rp 561.000.000 Hutang Jangka Panjang Rp 561.000.000

[US $ 1,500,000 x ( Rp 7.100 – Rp 6.726)] = Rp 561.000.000]

31/12/99 Kerugian Selisih Kurs Rp 1.023.750.000 Hutang Jangka Panjang Rp 1.023.750.000

[US $ 4,550,000 x ( Rp 7.100 – Rp 6.875)] = Rp 1.023.750.000]

2. Kewajiban valuta asing tersebut timbul dari perolehan aktiva tetap atau persediaan tertentu yang dibayar dengan mata uang asing.

Untuk memenuhi syarat kapitalisasi kerugian selisih kurs yang telah terjadi (Realized) dan masuk dalam periode tertentu akan ditambahkan dengan kerugian selisih kurs yang masih unrealized yang berasal dari sisa kewajiban valas. Perhitungannya sebagai berikut:

Kerugian selisih kurs (Realized) Rp

996.500.000

Kerugian selisih kurs (Unrealized)

US $ 1,500,000 x (Rp 7.100 – Rp 6.726) Rp 561.000.000

Total Kerugian Selisih Kurs 1999

PT. PUPUK KUJANG Rp

1.557.500.000

Kerugian selisih kurs (Realized) Rp

2.301.000.000

US $ 1,500,000 x (Rp 7.100 – Rp 6.726) Rp 1.023.750.000

Total Kerugian Selisih Kurs 1999

PT. BUDI ACID JAYA Tbk Rp

3.324.750.000

Dari jumlah di atas akan dihitung besar kerugian selisih kurs yang dapat dikapitalisasi ke dalam nilai aktiva tetap yang bersangkutan.

3. Kapitalisasi harus dilakukan terhadap aktiva yang diperoleh dalam mata uang asing dengan batas minimum, yang mana yang lebih rendah antara biaya pengganti (Replacement Cost) dengan Amount Recoverable.

Replacement Cost merupakan jumlah biaya (kas) yang harus dibayar saat ini untuk memperoleh aktiva yang sama. Sedangkan Amount Recoverable (jumlah yang dapat diperoleh kembali) merupakan jumlah kas yang dapat diperoleh dari penggunaan atau penjualan aktiva. Pengukuran Amount Recoverable dapat dilakukan dengan dua cara:

a. Value in use

Dengan menggunakan nilai sekarang dari arus kas masuk (present value cash inflow) biasanya diterapkan untuk aktiva tetap yang tidak akan segera dijual tetapi digunakan untuk operasi perusahaan.

Jumlah yang dapat dikapitalisasi dibatasi sebesar jumlah terendah antara

Replacement Cost dengan Amount Recoverable. Untuk itu perlu diketahui

terlebih dahulu Replacement Cost dan Amount Recoverable tersebut:

1. Dari informasi diperoleh dapat diketahui bahwa untuk memperoleh mesin yang sejenis pada tahun 1999, PT. PUPUK KUJANG harus membayar US $ 1,500,000 untuk sebuah mesin temperature recorder sedangkan untuk PT. BUDI ACID JAYA, Tbk. harus membayar US $ 4,550,000. Kurs rupiah yang terhadap US $ pada 31 Desember 1999 adalah Rp 7.100. Dari informasi tersebut maka:

Replacement Cost kedua mesin temperature recorder dari PT. PUPUK KUJANG tersebut adalah:

= 2 x US $ 1,500,000 x Rp 7.100 = Rp 21.300.000.000

Replacement Cost mesin dari PT BUDI ACID JAYA, Tbk. tersebut adalah:

= US $ 4.550.000 x Rp 7.100 = Rp 32.305.000.000

2.Amount Recoverable

Amount Recoverable merupakan jumlah kas yang dapat diperoleh dari penggunaan penjualan aktiva. Karena timbul kesulitan untuk menghitung present value os cash inflow dari penggunaan mesin temperature recorder tersebut, maka Amount Recoverable dihitung dengan harga pasar jika mesin tersebut segera dijual. Dari informasi

yang diperoleh menunjukkan harga pasar mesin yang sejenis adalah Rp 18.022.000.000, Rp 45.750.000.000.

3. Carrying Amount aktiva yang baru tidak boleh melampai jumlah

terendah antara Replacement Cost dengan Amount Recoverable. Oleh karena itu harus dihitung terlebih dahulu Carrying Amount yang baru dengan perhitungan sebagai berikut:

Carrying Amount aktiva tetap PT. PUPUK KUJANG sebelum kapitalisasi:

= Rp 16.815.000.000 + Rp 5.000.000 = Rp 16.820.000.000

Carrying Amount aktiva tetap PT. BUDI ACID JAYA, Tbk. sebelum dikapitalisasi:

= Rp 44.687.500.000 + Rp 12.500.000 = Rp 44.700.000.000

Carrying Amount aktiva tetap setelah kapitalisasi: Carring Amount lama + Total kerugian selisih kurs 1999

PT. PUPUK KUJANG = Rp 16.820.000.000 + Rp 1.557.500.000 = Rp 18.377.500.000

PT. BUDI ACID JAYA, Tbk. = Rp 44.700.000.000 + Rp 3.324.750.000

= Rp 48.024.750.000

Replacement Cost dari kedua mesin tersebut Rp 21.300.000.000 dan Rp 32.305.000.000 sedangkan Amount Recoverable sebesar Rp

18.022.000.000 dan Rp 45.750.000.000 antara kedua angka tersebut yang lebih rendah adalah Amount Recoverable sehingga yang menjadi patokan adalah jumlah Amount Recoverable, maka:

Amount Recoverable < Carrying Amount baru < Replacement cost

Rp 18.022.000.000 < Rp 18.377.500.000 < Rp 21.300.000.000 Rp 45.750.000.000 < Rp 48.024.750.000 < Rp 32.305.000.000

Hal ini berarti PT. PUPUK KUJANG dan PT. BUDI ACID JAYA, Tbk. tidak dapat mengkapitalisasi seluruh kerugian selisih kursnya karena Carrying

Amount (nilai tercatat) yang baru melebihi jumlah Amount Recoverablenya.

Sebagian kerugian selisih kurs yang tidak dapat dikapitalisasi tersebut akan dibebankan pada periode berjalan, dengan perhitungan sebagai berikut:

Kerugian selisih kurs dibebankan:

Rp 18.377.500.000 – Rp 18.022.000.000 = Rp 355.500.000 Rp 48.024.750.000 – Rp 45.750.000.000 = Rp 2.274.750.000 Kerugian kurs yang dikapitalisasi

PT. PUPUK KUJANG = Rp 1.557.500.000 – Rp 355.500.000 = Rp 1.202.000.000

PT BUDI ACID JAYA Tbk = Rp 3.324.750.000 – Rp 2.274.750.000

= Rp 1.050.000.000

Jurnal yang dibuat oleh PT. PUPUK KUJANG dan PT. BUDI ACID JAYA, Tbk. untuk mengkapitalisasi tersebut adalah:

Kerugian Selisih Kurs Rp 1.202.000.000

31/12/99 Mesin Rp 1.050.000.000

Kerugian Selisih Kurs Rp

1.050.000.000

Akibat dari adanya kapitalisasi tersebut maka harus ada penyesuaian untuk penyusutan aktiva tetap yang bersangkutan karena adanya kenaikan nilai aktiva. PT. PUPUK KUJANG dan PT. BUDI ACID JAYA, Tbk. menggunakan metode garis lurus untuk menghitung penyusutannya.

Jurnal penyesuaian yang dibuat untuk penyusutan mesin tersebut adalah: 31/12/99 Beban Penyusutan Rp 1.802.200.000 Akumulasi Depresiasi Rp 1.802.200.000 [(Rp 16.820.000.000 + Rp 1.202.000.000) : 10] 31/12/99 Beban Penyusutan Rp 4.575.000.000 Akumulasi Depresiasi Rp 4.575.000.000 [(Rp 44.700.000.000 + Rp 1.050.000.000) : 10]

E. Membandingkan perlakuan akuntansi atas selisih nilai tukar mata uang

Dokumen terkait