BAB III METODE PENELITIAN
3.5. Definisi dan Batasan Operasional
3.5.2 Batasan Operasional
1. Penelitian dilakukan dilakukan di Pasar Inpres Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.
2. Sampel penelitian adalah wanita pedagang sayur mayur di Pasar Inpres Kwala Bekala.
3. Waktu penelitian adalah tahun 2021.
31
BAB IV
DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK SAMPEL
4.1 Deskripsi Daerah Penelitian
Kecamatan Medan Johor merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Kota Medan Secara geografis Kecamatan Medan Johor terletak pada posisi 3,53o Lintang Utara dan 98,67o Bujur Timur dengan ketinggian berkisar 34-49 meter di atas permukaan laut.
Kecamatan Medan Johor merupakan salah satu kecamatan di Kota Medan yang mempunyai luas sekitar 16,96 km2. Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Medan Johor adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Medan Polonia Sebelah Selatan : Kabupaten Deli Serdang Sebelah Timur : Kecamatan Medan Amplas Sebelah Barat : Kecamatan Medan Tuntungan 4.2 Deskripsi Lokasi Pasar
Pasar Inpres Kwala Bekala merupakan salah satu dari 6 pasar tradisional yang berada di Kecamatan Medan Johor. Pasar ini terletak di Jl. Pintu Air IV No. 67 Kelurahan Kwala Bekala. Pasar ini berdiri pada tahun 1978. Dulunya pasar ini bermula dari warga yang berjualan di depan rumah mereka.
Adapun jenis barang yang dijual terdiri dari bahan-bahan pokok seperti sembako, sayur-sayuran, ikan, daging, bumbu dan rempah, barang kelontong, makanan, minuman, buah-buahan sampai pada kebutuhan sandang seperti pakaian, tas,
sepatu, perhiasan, barang pecah belah, dan sebagainya.Jumlah pedagang di pasar ini memiliki total keseluruhan sekitar 400 pedagang.
Aktivitas berdagang di pasar ini biasanya akan dimulai dari Pukul 06.00 pagi dan akan berakhir pada pukul 07.00 malam. Biasanya para pedagang sayur-mayur dan ikan yang akan mulai berjualan terlebih dahulu lalu diikuti oleh pedagang jenis lainnya. Pasar ini akan ramai didatangi pembeli pada pagi dan sore hari. Bentuk lapak pada pasar ini sudah didominasi bentuk kios dan lantai semen sehingga pasar ini tidak terlalu kotor kecuali untuk bagian penjual ikan, daging, serta sayur mayur.
4.3 Karakteristik Sosial Ekonomi Wanita Pedagang Sayur
Adapun karakteristik yang diambil yaitu : umur, tingkat pendidikan, pengalaman bekerja, jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan suami. Responden dalam penelitian ini adalah wanita pedagang sayur di Pasar Inpres Kwala Bekala yaitu sebanyak 27 orang dimana semua anggota populasi diambil sebagai sampel.
Tabel 2. Karakteristik Sosial Wanita Pedagang Sayuran di Pasar Inpres Kwala Bekala
No Karakteristik Range Rataan
1. Umur (tahun) 21-62 38,81
2. Tingkat Pendidikan (tahun) 9-16 12,04
3. Pengalaman Bekerja (tahun) 1-25 8,7
4. Jumlah Tanggungan Keluarga (jiwa) 0-4 2,29 5 Pendapatan Suami (rupiah) 0-5.000.000 2.212.962,963 Sumber : Data primer diolah, lampiran
Umur adalah usia responden yang diukur mulai dari responden lahir sampai penelitian ini dilakukan. Pada tabel 1 dapat dilihat bahwa range umur responden adalah 21–62 tahun maka rata-rata umur responden adalah 38,81 tahun.
Melalui pendidikan manusia mampu menambah kecerdasan dan pengetahuan
33
tawar-menawar disaat berdagang. Pada tabel 1 range lama pendidikan responden adalah 9-16 tahun. Maka dari itu rata-rata lama pendidikan responden adalah 12,04 tahun. Lama pendidikan tahun setara dengan tingkatan pendidikan SMA ( Sekolah Menengah Atas).
Pengalaman bekerja merupakan lamanya waktu yang dipakai responden dari memulai usaha sampai pada saat penelitian ini dilaksanakan. Pada tabel 1 pengalaman bekerja para responden dapat dilihat dengan range 1-25 tahun maka rata-rata pengalaman bekerja responden 8,7 tahun.
Jumlah tanggungan keluarga merupakan jumlah anggota keluarga yang masih merupakan tanggungan kepala keluarga. Pada tabel 1 range jumlah tanggungan keluarga adalah 0-4 jiwa yang berarti rata-rata jumlah tanggungan keluarga adalah 2,29 jiwa.
Pendapatan suami merupakan salah satu hal yang mendorong wanita di dalam rumah tangga untuk ikut bekerja. Besar jumlah pendapatan suami juda mempengaruhi tingkat kesejahteraan keluarga. Pada tabe 1 pendapatan suami para responden berada dikisaran Rp. 0–5.000.000. Dengan rata-rata pendapatan adalalah Rp. 2.212.962,963.
4.3.1 Umur
Umur merupakan rentang usia seseorang dari dia dilahirkan. Adapun karakteristik responden berdasarkan umur dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini.
Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur di Pasar Kwala Bekala
Berdasarkan tabel 2 diketahui sampel penelitian yang berusia 21–40 tahun berjumlah 17 orang dengan persentase yang terbesar yaitu 62,96%, yang berusia 41–60 tahun berjumlah 9 orang dengan persentase sebesar 33,33% sedangkan yang berusia > 60 tahun berjumlah 1 orang dengan persentase sebesar 3,70%.
4.3.2 Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan lamanya jenjang pendidikan formal yang diterima seseorang semasa hidupnya. Untuk melihat karalteristik responden berdasarkan tingkat pendidikannya dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini.
Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Pasar Kwala Bekala
No. Pendidikan Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 SD 1 3,70
2 SMP 2 7,41
3 SMA 18 66,67
4 Sarjana 6 22,22
Jumlah 27 100.00
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui sampel penelitian dengan pendidikan terakhir SD sebanyak 1 orang dengan persentase 3,70%, dengan pendidikan terakhir SMP sebanyak 2 orang dengan persentase sebesar 7,41% sedangkan yang Sarjana sebanyak 6 orang dengan persentase sebesar 22,22% dan sampel dengan pendidikan terakhir SMA sebanyak 18 orang merupakan sampel persentase terbesar yaitu 66,67%.
4.3.3 Pengalaman Usaha
Pengalaman usaha berupakan lamanya seseorang melakukan usaha dagangnya alam kurun waktu tertentu. Adapun karakteristik responden berdasarkan pengalaman usahanya dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini.
35
Tabel 5. Karakteristik Responden Berdasarkan Pengalaman Usaha di Pasar Kwala Bekala
No. Pengalaman Bekerja (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 1 – 10 19 70,37
2 11 – 20 6 22,22
3 21 – 30 2 7,41
Jumlah 27 100.00
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa sampel penelitian dengan pengalaman bekerja 1-10 tahun berjumlah 19 orang dengan persentase yang terbesar yaitu 70,37% dan dengan pengalaman bekerja 11–20 tahun berjumlah 6 orang dengan persentase sebesar 22,22% sedangkan dengan pengalaman bekerja dengan persentase paling rendah yaitu selama 21-30 tahun berjumlah 2 orang dengan persentase sebesar 7,41%.
4.3.4. Jumlah Tanggungan Keluarga
Jumlah tanggungan keluarga merupakan banyaknya anggota keluarga yang menjadi tanggungan kepala keluarga untuk dipenuhi kebutuhannya. Biasanya semakin banyak anggota keluarga maka semakin besar pula dorongan untuk seorang wanita untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Adapun karakteristik responden berdasarkan jumlah tanggungan keluarga dapat dilihat pada tabel 5 berikut ini.
Tabel 6. Karakteristik Sampel Berdasarkan Jumlah Tanggungan di Pasar Kwala Bekala
No. Jumlah Tanggungan (Orang) Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 0 – 1 6 22,22
2 2 – 3 18 66,67
3 4 – 5 3 11,11
Jumlah 27 100.00
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui bahwa sampel penelitian dengan jumlah tanggungan 0–1 orang berjumlah 6 orang dengan persentase 22,22%, dan dengan
jumlah tanggungan 2–3 orang berjumlah 18 orang dengan persentase terbesar yaitu sebesar 66,67% sedangkan dengan jumlah tanggungan 4–5 orang berjumlah 3 orang dengan persentase sebesar 11,11%.
4.3.5. Pendapatan Suami
Besarnya pendapatan suami dalam suatu keluarga merupakan salah satu faktor dalam mensejahterahkan keluarga. Besarnya pendapatan suami ini pula yang mendorong keinginan wanita untuk bekerja. Adapun karakteristik responden berdasarkan besar pendapatan suaminya dapat dilihat pada tabel 6 dibawah ini.
Tabel 7. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Suami
No Pendapatan Suami (Rp) Jumlah (orang) Persentase (%)
1 0 - 1.500.000 4 14,81
2 1.600.000 – 3.000.000 20 74,07
3 3.100.00 – 4.500.000 2 7,40
4 >4.500.000 1 3,70
Jumlah 27 100.00
Sumber : Data Primer, diolah pada Lampiran
Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui bahwa besar pendapatan suami responden dengan rentang Rp. 0 – Rp.1.500.000 berjumlah 4 orang dengan persentase 14,81%, untuk rentang pendapatan Rp. 1.600.000 – Rp. 3.000.000 berjumlah 20 orang dengan persentase 74,07%, sedangkan besar pendapatan dengan rentang Rp. 3.100.000 – Rp. 4.500.000 berjumlah 2 orang dengan persentase 7,40% dan untuk besar pendapatan > Rp. 4.500.000 berjumlah satu orang denga persentase 3,70%.
37
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Kontribusi Pendapatan Wanita Pedagang Sayur Terhadap Pendapatan Keluarga
Untuk mengetahui besarnya peran wanita pedagang sayur terhadap pendapatan keluarga, hal pertama yang dianalisa adalah kegiatan usaha dagang responden.
Analisa ini dapat dilihat pada tabel 7 di bawah ini.
Tabel 8. Rataan Pendapatan Per Bulan Wanita Pedagang Sayuran di Pasar Inpres Kwala Bekala
No Uraian Range Rataan
1 Penerimaan/TR Rp. 2.517.000 - Rp. 45.750.000 Rp. 11.506.185,19 2 Total Biaya/TC Rp. 2.190.166,66 - Rp. 33.375.200 Rp. 8.986.657,146 3 Pendapatan/I Rp. 326.833,34 - Rp. 11.998.000 Rp. 2.519.528,039 Sumber : Lampiran 7, data diolah
Berdasarkan tabel 3 di atas rataan penerimaan yang diperoleh responden per bulan adalah sebesar Rp.11.506.185,19 dengan range Rp. 2.517.000 - Rp. 45.750.000 per bulan. Kemudian range biaya usaha responden per bulan adalah sebesar Rp.
2.190.166,66 - Rp. 33.375.200 dengan rataan Rp. 8.986.657,146 per bulan. Dari penerimaan dan total biaya yang telah dianalisis, maka dapat diperoleh rataan pendapatan responden adalah sebesar Rp. 2.519.528,039 per bulan dengan range pendapatan Rp. 326.833,34 - Rp. 11.998.000 per bulan. Dari besarnya rataan pendapatan responden yang tertera di tabel 7 sebesar Rp. 2.519.528,039 per bulan maka dapat disimpulkan pendapatan wanita pedagang sayuran di Pasar Inpres Kwala Bekala masih dibawah UMR Kota Medan tahun 2021 yaitu sebesar Rp.
3.329.857.
Untuk melihat persentase kontribusi pendapatan per bulan responden bagi keluarganya, dapat dilihat pada tabel 8 di bawah ini .
Tabel 9. Rataan Persentase (%) Kontribusi Pendapatan Per Bulan Wanita Pedagang Sayuran di Pasar Inpres Kwala Bekala
No Uraian Range Rataan
1 Pendapatan Responden Rp. 326.833,34 - Rp. 11.998.000 Rp. 2.519.528,039 2 Pendapatan Anggota
Keluarga
Rp.1.200.00 - Rp. 5.000.000 Rp. 2.212.962,963 3 Total Pendapatan Keluarga Rp. 1.547.916,67 - Rp. 16.998.000 Rp. 4.732.491,002
4 Kontribusi Pendapatan 14,05% - 100% 52,44%
Sumber : Lampiran 8
Berdasarkan tabel 8 di atas rataan pendapatan responden per bulan adalah Rp.
2.519.528,039 dengan range Rp. 326.833,34 - Rp. 11.998.000. Kemudian rataan pendapatan anggota keluarga responden per bulan adalah sebesar Rp.2.212.962,963 dengan range Rp.1.200.000 - Rp. 5.000.000. Dan rataan total pendapatan keluarga responden per bulan adalah sebesar Rp.4.732.491,002 dengan range Rp. 1.547.916,67 – Rp. 16.998.000.
Formula yang digunakan untuk mengetahui persentase kontribusi pendapatan responden dengan membagi pendapatan responden dengan total pendapatan keluarga kemudian dikali dengan seratus persen (100%). Dilihat dari hasil perhitungan kontribusi pendapatan wanita pedagang sayur mayur terdapat 13 responden yang memiliki kontribusi pendapatan yang berada dibawah 50% dari total pendapatan keluarga. Terdapat 14 responden yang memiliki kontribusi pendapatan diatas 50% dan terdapat 2 responden yang memiliki kontribusi sebesar 100%. Dari hasil perhitungan menggunakan formula tersebut maka diperoleh persentase rataan kontribusi pendapatan responden pada tabel 8 sebesar 52,44%
dengan range 14,05 - 100%. Hal ini menyimpulkan bahwa kontribusi pendapatan responden terhadap pendapatan keluarganya adalah sedang.
39
5.2 Analisis Pengaruh Faktor - Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Wanita Pedagang Sayur Mayur.
Untuk mengetahui pengaruh dari variable-variabel umur, tingkat pendidikan, pengalaman usaha, jumlah tanggungan keluarga, dan pendapatan suami terhadap variabel pendapatan wanita pedagang sayur mayur digunakan model ekonometrika. Model ekonometrika dalam penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan bantuan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS).
Untuk memenuhi asumsi pada model maka dilakukan beberapa uji terhadap model tersebut. Uji yang dilakukan adalah uji keseuaian model ekonometrika yang meliputi uji F, uji t-statisik, dan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas. Untuk hasil pengujian pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan per bulan wanita pedagang sayur mayur yang telah dilakukan dan telah dirangkum dapat dilihat pada tabel 9 di bawah ini.
Tabel 10. Pengaruh dari Faktor - Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Per Bulan Wanita Pedagang Sayur Mayur
Variabel Koefisien Regresi
Std.Error t-hitung Signifikan
Intercept 1714360,23 2785387,072 0,615 0,545
Umur (X1) -79776,149 49435,542 -1,614 0,122
Tingkat Pendidikan (X2) 45134,993 151692,454 0,298 0,769 Pengalaman Usaha (X3) 203885,141 58603,032 3,479 0,002 Jumlah Tanggungan
Keluarga (X4)
64952,002 273415,981 0,238 0,815
Pendapatan Suami (X5) 0,634 0,312 2,032 0,055
Sumber : Lampiran 9, data diolah
Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Berdasarkan lampiran 10, hasil uji One-sample Kolmogorov Smirnov menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,626 > 0,05. Hal ini dapat menejelaskan bahwa data yang digunakan dalam penelitian adalah berdistribusi normal karena telah memenuhi asumsi uji normalitas yaitu jika nilai signifikansi lebih besar dari kesalahan yang ditolerir yaitu 5% (0,05) maka data berdistribusi normal.
Uji Multikolinearitas
Pada tabel lampiran 11 dapat dilihat masing-masing nilai koefisien VIF dan tolerance. Untuk variabel bebas umur (X1), tingkat pendidikan (X2), pengalaman usaha (X3), jumlah tanggungan keluarga (X4), dan pendapatan suami (X5) diperoleh masing-masing nilai tolerance-nya sebesar 0,644; 0,912; 0,620; 0,982;
0,871. Dan diperoleh masing-masing nilai VIF-nya sebesar 1,552; 1,096; 1,612;
1,019; 1,148. Nilai tolerance yang diperoleh masing-masing variabel bebas memiliki nilai >0,1 dan nilai VIF yang diperoleh masing-masing variabel bebas memiliki nilai <10. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pada model regresi dalam penelitian ini tidak terdapat gejala multikolinearitas.
Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan lampiran 12 uji heterokedastisitas dilakukan dengan metode scatter-plot. Hasil yang diperoleh pada grafik scatter-plot menunjukkan bahwa titik-titik yang ada pada grafik tidak membentuk pola tertentu atau tidak membentuk pola yang sistematis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan pada
41
penelitian ini adalah data homoskedastis. Atau dengan kata lain tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi .
Berdasarkan tabel 9 dapat diperoleh model persamaan regresi sebagai berikut :
Dari persamaan regresi linear berganda diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut : Nilai konstanta pada persamaan regresi linear berganda sebesar 1.714.360,232.
Dapat dijelaskan bahwa jika semua variabel bebas bernilai nol maka variabel terikat yaitu pendapatan wanita pedagang sayur mayur meningkat sebesar 1.714.360,232.
Nilai koefisien umur pada persamaan regresi linear berganda adalah sebesar -79776,149 (X1) dan bernilai negatif. Artinya apabila terjadi penambahan umut sebesar 1 tahun, maka akan terjadi penurunan pendapatan wanita pedagang sayur mayur sebesar Rp. 79.776,149 per bulan.
Nilai koefisien tingkat pendidkan pada persamaan regresi linear berganda adalah 45134,993 (X2). Artinya apabila terjadi penambahan tingkat pendidikan sebesar 1 tahun, maka akan terjadi peningkatan pendapatan wanita pedagang sayur mayur sebesar Rp. 45.134,993 per bulan.
Nilai koefisien pengalaman usaha pada persamaan regresi linear berganda adalah 203885,141 (X3). Artinya apabila terjadi penambahan pengalaman usaha sebesar 1 tahun maka akan terjadi peningkatan pendapatan wanita pedagang sayur mayur sebesar Rp. 203.885,141 per bulan.
Nilai koefisien jumlah tanggungan keluarga pada persamaan regresi linear berganda adalah 64952,002 (X4). Artinya apabila terjadi penambahan jumlah
Y = 1714360,232 – 79776,149X1 + 45134,993X2 + 203885,141X3 + 64952,002X4 + 0,634X5 + ei
tanggungan keluarga sebanyak 1 jiwa maka akan terjadi peningkatan pendapatan wanita pedagang sayur mayur sebesar Rp. 64.952,002 per bulan.
Nilai koefisien pendapatan suami pada persamaan regresi linear berganda adalah 0,634 (X5). Artinya apabila terjadi penambahan jumlah pendapatan suami sebesar Rp. 1 maka akan terjadi peningkatan pendapatan wanita pedagang sayur mayur sebesar Rp. 0,634 per bulan.
Pada tabel 9 diatas dapat diketahui Rsquare mempunyai nilai 0,509 artinya bahwa variabel bebas, yaitu: umur, tingkat pendidikan, pengalaman bekerja, jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan suami mempengaruhi variabel terikat, yaitu pendapatan dengan nilai sebesar 50,9% dan selebihnya 49,1% dijelaskan oleh variabel lain (µ) yang tidak digunakan sebagai variabel dalam penelitian ini.
Berdasarkan tabel anova pada lampiran 14 diketahui bahwa nilai signifikansi F sebesar 0,007 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.
Yang berarti secara serempak variabel bebas, yaitu: umur, tingkat pendidikan, pengalaman bekerja, jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan suami berpengaruh secara nyata (positif) terhadap variabel terikat pendapatan responden dengan taraf kepercayaan 95%.
Dalam Uji t (partial) diketahui bahwa nilai signifikansi variabel bebas secara keseluruhan 0,545 > 0,05 hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak, yang berarti secara parsial variabel bebas umur, tingkat pendidikan, pengalaman usaha, jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan suami tidak berperngaruh signifikan terhadap pendapatan wanita pedagang sayur mayur.
Nilai siginifikansi umur 0,122 > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti umur tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan wanita pedagang sayur
43
mayur pada tingkat kepercayan 95%. Sehingga walaupun bertambahnya umur pedagang maka tidak akan meningkatkan pendapatannya. Hal ini dikaitkan dengan kondisi fisik seseorang yang semakin bertambah umur maka akan semakin menurun pula performa fisiknya.
Nilai signifikansi tingkat pendidikan 0,769 > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti bahwa tingkat pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan wanita pedagang sayur mayur. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun semakin tinggi tingkat pendidikan wanita pedagang sayur namun tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan pendapatannya.
Nilai signifikansi pengalaman usaha 0,002 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa pengalaman usaha berpengaruh nyata terhadap pendapatan wanita pedagang sayur mayur. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama wanita pedagang sayur mayur dalam menjalankan usahanya maka akan semakin mengerti pula ia dalam menjalankan usahanya untuk mendapatkan keuntungan.
Nilai signifikansi jumlah tanggungan keluarga 0,815 > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti bahwa jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh terhadap pendapatan wanita pedagang sayur mayur. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun terjadi penambahan anggota keuarga namun tidak mempengaruhi kenaikan pendapatan secara signifikan.
Nilai signifikansi pendapatan suami 0,055 > 0,05, maka H0 diterima dan H1
ditolak yang berarti bahwa pendapatan suami tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan wanita pedagang sayur mayur. Hal ini menunjukkan bahwa besar
pendapatan suami tidak terlalu berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan wanita pedagang sayur mayur.
Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas dapat dibuktikan bahwa secara serempak variabel bebas umur, tingkat pendidikan, pengalaman usaha, jumlah tanggungan keluarga, dan pendapatan suami berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat pendapatan wanita pedagang sayur mayur. Namun secara parsial hanya variabel bebas pengalaman usaha yang berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat pendapatan wanita pedagang sayur mayur.
45
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari penelitian mengenai Kontribusi Pendapatan Wanita Pedagang Sayur Mayur Terhadap Pendapatan Keluarga di Pasar Inpres Kwala Bekala adalah sebagai berikut :
1. Kontribusi pendapatan wanita pedagang sayur mayur terhadap pendapatan keluarga adalah sedang. Hal ini dapat diketahui dengan melihat rataan kontribusi pendapatan responden yaitu sebesar 52,44%.
2. Secara bersama-sama (serempak) variabel bebas, yaitu: umur, tingkat pendidikan, lama usaha, jumlah tanggungan keluarga dan pendapatan suami berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat pendapatan responden. Namun variabel bebas yang mempunyai pengaruh nyata secara parsial adalah pengalaman usaha.
6.2. Saran
6.2.1. Kepada Pedagang
Disarankan kepada wanita pedagang sayur (responden) untuk lebih seksama dalam perincian biaya usaha dagang agar usaha dagang lebih teratur dan menguntungkan.
6.2.2. Kepada Pemerintah
Disarankan kepada Pemerintah untuk membuat pendataan pedagang sayur mayur yang lebih terperinci dan terbaru. Dapat memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada para pedagang agar dapat meningkatkan usaha dagangnya.
6.2.3. Kepada Peneliti Selanjutnya
Kepada peneliti selanjutnya agar lebih seksama dan terperinci dalam mewancarai responden. Lalu diharapkan untuk meneliti faktor-faktor lain yang diduga mempengaruhi pendapatan wanita pedagang sayuran sehingga dapat diperoleh informasi yang akurat.
47
DAFTAR PUSTAKA
Adler Manurung. 2006. Ke Mana Investasi? Jakarta : Kompas
Ahdiah, I. 2013. Peran-Peran Perempuan Dalam Masyarakat. Jurnal Academica Fisip Untad
Ahmadi, Abu dan Supriyono, Widodo. 2013. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta
Anggraini, S. 2007. Hubungan Motivasi Dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Dr Djasamen Saragih Pematang Siantar, Medan:
Sekolah Pasca Sarjana Universtas Sumatera Utara.
Asmie, Poniwati. 2008. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Pedagang Pasar Tradisional Di Kota Yogyakarta. Tesis.
Yogyakarata : Universitas Gajah Mada.
Azhari. 2002. Penyusunan Pola Pendidikan Bagi Petani Nelayan. Pustaka Quantum. Jakarta
Christopher, R., Chodijah, R., dan Yunistiva. 2017. Jurnal Ekonomi Pembangunan.15. hal 35-52
Fatimah. 2010. Hubungan Persepsi Anak Terhadap Keharmonisan Keluarga dan Pola Asuh Orang Tua dengan Motivasi Belajar. Studi di Prodi D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang. Universitas Sebelas Maret
Fatmawati dkk.2020. Peranan Wanita Pedagang Sayur Terhadap Pendapatan Keluarga di Pasar Tradisionak Marisa Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato.Jurnal Pertanian Berkelanjutan Fakultas Pertanian dan Ilmu Perikanan Universitas Pohuwato.
Ginting, M. 2002. Strategi Komunikasi bagi Para Penyuluh dalam Pembangunan Masyarakat Desa. USU Press. Medan
Hasibuan, P.W. 2011. Peran Wanita Pedagang Sayur Terhadap Pendapatan Dan Pengambilan Keputusan Keluarga di Perusahaan Daerah Pasar Tradisional Pasar Sore Padang Bulan Kecamatan Medan Baru. Skripsi. Universitas Sumatera Utara
Hubeis, A. 2010. Pemberdayaan Perempuan dari Masa ke Masa. IPB Press.
Bogor
Hubeis, A. 2010. Statistik Ketenaga Kerjaan Sektor Industri. Surakarta:
FAPERTA Universitas Sebelas Maret
Khoimah, S. 2018. Kontribusi Pendapatan Tenaga Kerja Wanita Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Kebun Bukit Sentang Desa Securai Utara, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat.
Skripsi.Universitas Sumatera Utara.
Marissa, R. 2013. Peranan Tenaga Kerja Wanita dalam Industri Sapu Ijuk dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Sinembah Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten deli Serdang. Universitas sumatera Utara. Medan.
Mayasari. 2017. Peran Wanita Tani Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Studi Kasus Wanita Tani Bawang Daun Di Desa Sagarahiang Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Skripsi. Universitas Padjajaran.
Nazir, M. 2005. Metode Penelitian. Bogor Selatan: Ghalia Indonesia
49
Perangin Angina, N dan Andreas Sukamto. 2014. Kontribusi Pekerja Perempuan Terhadap Pembentukan Pendapatan Keluarga. Universitas Atma Jaya.
Yogyakarta.
Priyanto, D. 2009. SPSS untuk Analisis Korelasi, Regresi dan Multivariate. Edisi 1. Gava Media. Yogyakarta
Rahardja, Prathama Dan Mandala Manurung. 2017. Teori Ekonomi Mikro: Suatu Pengantar. Jakarta: Fakultas Ekonomi UI
Sayogyo, Pudjiwati. 1983. Pola Pekerja Wanita Pedesaan dalam Pembangunan.
Yayasan Obor Indonesia. Jakarta
Silvia, M. 2015. Kontribusi Pendapatan Buruh Tani Tebu Perempuan Terhadap Pendapatan Keluarganya. Skripsi. Universitas Padjajaran
Soekartawi. 2016. Analisis Usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia
Suardiman, S.2001. Perempuan Kepala Rumah Tangga. Jendela. Yogyakarta Sugihastuti. 1999. Wanita di Mata dunia. Yayasan Adikarya, IKAPI dan The Lord
Foundation : Yogyakarta.
Sugiyono. 2006. Statistika untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung
Sukirno, S. 2016. Mikroekonomi Teori Pengantar. Ketiga. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta
Supriana, T. 2015. Diktat Kuliah Pengantar Ekonometrika. Universitas Sumatera Utara. Medan
Syamsi, I. 1989. Pengambilan Keputusan. Bina Aksara. Jakarta
LAMPIRAN
Lampiran 1. Karakteristik Responden di Pasar Inpres Kwala Bekala
No Nama Umur
RATAAN 38,8148148 8,777777778 2,2962963 12,4074074 8.118.333,333
Lampiran 2. Jumlah Pembelian Barang, Harga Beli, Jumlah Penjualan, Harga Jual per Bulan Responden di Pasar Inpres Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan
No Sampel
Jenis Komoditi Harga Beli (Rp)
Jumlah Pembelian Total (Rp) Harga Jual Jumlah Penjualan Total (Rp)
1 Kangkung 1.000 600 ikat 600.000 2.000 540 1.080.000
Bayam 5.000 300 ikat 1.500.000 6.000 300 1.800.000
Sawi Putih 6000 150 kg 300.000 8.000 145 1.160.000
Sawi Manis 15000 150 kg 225.000 16.000 145 2.320.000
Kol 6.000 150 kg 300.000 8.000 145 1.160.000
Kacang Panjang 8.000 150 kg 1.200.000 10.000 90 900.000
Total 41.000 1.500 4.125.000 50.000 1.365 8.420.000
No Sampel
Jenis Komoditi Harga Beli (Rp)
Jumlah Pembelian
Total (Rp) Harga Jual Jumlah Penjualan Total (Rp)
2 Sawi Manis 15.000 300 kg 4.500.000 18.000 270 4.860.000
Sawi Putih 6.000 150 kg 900.000 8.000 145 1.160.000
Kol 4.000 150 kg 600.000 6.000 135 810.000
Kangkung 1.000 480 ikat 480.000 2.000 480 960.000
Kacang panjang 8.000 90 kg 720.000 10.000 80 800.000
Bayam 2.500 300 ikat 750.000 4.000 300 1.200.000
Seledri 16.000 60 kg 960.000 18.000 60 1.080.000
Seledri 16.000 60 kg 960.000 18.000 60 1.080.000