BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.5 Definisi dan Batasan Operasional
3.5.2 Batasan Operasional
1. Daerah penelitian adalah di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.
2. Waktu penelitian tahun 2017
3. Populasi adalah mahasiswa di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara yang terdiri dari tujuh program studi, yaitu Agroekoteknologi, Agribisnis, Ilmu dan Teknologi Pangan, Peternakan, Keteknikan Pertanian, Kehutanan dan Manajemen Sumberdaya Perairan.
BAB IV
DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN
4.1. Deskripsi Daerah Penelitian 4.1.1 Keadaan Fisik dan Geografi
Penelitian dilakukan di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara. Fakultas Pertanian terletak di Universitas Sumatera Utara yang memiliki luas 120 ha yang terletak di tengah Kota Medan. Zona akademik seluas 90 ha menampung hampir seluruh kegiatan perkuliahan dan praktikum mahasiswa. Sistem pembelajaran didukung oleh fasilitas perpustakaan dan lebih dari 200 laboratorium. Perpustakaan menyediakan berbagai jenis sumber belajar baik dalam bentuk cetak maupun elektronik.
Secara administratif, Fakultas Pertanian mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatasan dengan jalan Bioteknologi Sebelah Selatan berbatasan dengan jalan Dr. A. Sofian Sebelah Timur berbatasan dengan jalan Prof.Hanafiah Sebelah Barat berbatasan dengan jalan Tri Dharma
Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara memiliki 7 jurusan yang terdiri dari: Agroekoteknologi, Agribisnis, Ilmu dan Teknologi Pangan, Peternakan, Keteknikan Pertanian, Kehutanan, dan Manajemen Sumberdaya Perairan.
4.1.2 Sejarah Singkat Fakultas Pertanian Univesitas Sumatera Utara
Yayasan Universitas Sumatera Utara yang didirikan tanggal 20 Agustus 1952 berhasil mendirikan Fakultas Pertanian USU tanggal 16 Nopember 1956 dan menyerahkannya kepada Pemerintah RI tanggal 25 Agustus 1958 sehingga resmi menjadi Fakultas Pertanian USU Negeri berdasarkan SK Menteri P dan K No.
4691/S.
Beberapa tokoh pendiri yang patut dicatat dengan tinta emas dalam sejarah Fakultas Pertanian yang telah bekerja sebagai panitia persiapan/pelaksanaan mendirikan Fakultas Pertanian USU antara lain :
Prof. Dr. A. Sofyan, J. M. D. Hutabarat, A. L. Tobing, Tan Su Teng, Ir. Tan Hong Tong, Prof. Ny. A. A. Manopo dan Ir. J. Pratasik.
Pada awalnya gedung Fakultas Pertanian USU berada di Jalan Seram 4 dan Jalan Jogja 30 (Kantor Gubernur Sumatera Utara sekarang. Sejak tahun 1967 sampai dengan 1974 menggunakan gedung bekas sekolah SMA Andalas di Jalan Cik Ditiro 8. Akhirnya sejak tahun 1974 hingga sekarang telah menempati Kampus USU Jalan Prof. A. Sofyan No. 3 Kampus USU Medan.
4.1.3 Visi, Misi dan Tujuan 4.1.3.1 Visi
Mekanisme penyusunan visi dan misi Fakultas Pertanian USU diawali dengan penyusunan draft Rencana Strategis (Renstra) FP USU pada periode 2011-2015 yang merupakan pedoman, pijakan, dasar dan arah yang akan membimbing seluruh komponen Fakultas Pertanian dalam setiap gerak dan aktifitas dalam kurun waktu tersebut. Renstra Fakultas Pertanian disusun oleh Dekan, Pembantu Dekan (I, II dan III), staf pengajar dari setiap program studi dan staf ahli.
Penyusunan renstra Faklutas Pertanian sudah merujuk kepada renstra USU tahun 2039 “ USU terus memimpin sebagai universitas barometer global dalam bidang unggulan kompetitif TALENTA”. Setelah renstra selesai disusun maka visi dan misi dirumuskan dengan melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan (instansi pemerintahan dan swasta), ahli dan narasumber untuk memperoleh masukan dan saran dalam penyusunannya. Penyusunan visi dan misi Fakultas Pertanian dilakukan dengan cara rapat ditingkat fakultas, Focus Group Discussion (FGD) dan seminar. Visi dan misi Fakultas Pertanian sudah merujuk pada visi dan misi USU. Hasil pertemuan tersebut menghasilkan visi dan misi sebagaimana tercantum dalam dokumen renstra Fakultas Pertanian 2011 – 2015.
“Menjadi lembaga pendidikan tinggi pertanian unggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumberdaya manusia dengan kompetensi utama perkebunan tahun 2015”.
4.1.1.2 Misi
Dalam mencapai visi yang telah ditetapkan maka Fakultas Pertanian USU menyusun beberapa misi yang tertuang dalam Renstra Fakultas Pertanian USU 2011 – 2015.
• Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi sebagai lembaga akademik dan/atau profesional dengan kemampuan menerapkan, mengembangkan, memperkaya ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, khususnya perkebunan.
• Menyelenggarakan pengembangan, penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan produk/jasa pendidikan, penelitian dan
pengabdian masyarakat bermutu tinggi yang dibutuhkan dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat.
• Memperluas partisipasi dalam pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat.
Misi yang ditetapkan tersebut untuk mencapai Fakultas Pertanian yang dapat menghasilkan lulusan yang berkarakter, cerdas, terampil, memajukan limu pengetahuan, teknologi dan seni baik melalui adaptasi kemajuan ipteks untuk kemakmuran bangsa, maupun melalui penciptaan inovasi yang relevan bagi pembangunan khususnya bidang pertanian. Misi yang ditetapkan juga sudah meliputi Tridharma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat).
4.1.1.3 Tujuan
• Aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, khususnya perkebunan.
• Memperluas partisipasi dalam pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan memodrenisasikan cara penyampaian pembelajaran.
• Mampu memenuhi pendanaan melalui usaha fakultas untuk mengembangkan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
• Membangun suatu pusat informasi dan teknologi komunikasi.
• Memperkuat prodi untuk mengelola disiplin silang dan antar program studi
• Menciptakan tata pamong fakultas yang baik dan profesional.
• Menciptakan pendekatan baru yang berfokus pada “ Pembelajaran Sesuai Kebutuhan”.
• Menciptakan suatu lingkungan pengajaran dan pembelajaran yang kondusif untuk menciptakan kerja kreatif.
• Menjadi perantara kecenderungan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, khususnya perkebunan baik skala nasional maupun internasional.
4.2. Karakteristik Responden
Karakteristik sampel dalam penelitian ini terdiri dari program studi, stambuk, usia, dan jenis kelamin responden. Berikut ini adalah tabulasi mengenai karakteristik responden yang berjumlah 100 orang, di distribusikan sebagai berikut :
4.2.1 Berdasarkan Program Studi
Jumlah Mahasiswa Fakultas Pertanian sebanyak 4488 jiwa. Karakteristik mahasiswa berdasarkan program studi dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Karakteristik Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Menurut Program Studi tahun 2016
No Program Studi Jumlah
Mahasiswa Persentase (%) 1 Agroekoteknologi 1495 1495 / 4488 x 100 = 33
7 Manajemen Sumberdaya
Perairan 462 462 / 4488 x 100 = 10
Jumlah 4488 100
Sumber : Wakil Dekan III, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Tabel 4.1 menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas
Sumatera Utara secara berurutan adalah program studi Agroekoteknologi dengan persentase 33,4 %, Agribisnis sebesar 19,2 %, Kehutanan sebesar 10,5 %,
Manajemen Sumberdaya Perairan sebesar 10,3 %, Keteknikan Pertanian sebesar 10,1 %, Peternakan sebesar 8,7 % dan, Ilmu dan Teknologi Pangan sebesar 7,9 %.
4.2.2 Berdasarkan Stambuk
Jumlah Responden mahasiswa di Fakultas Pertanian sebanyak 100 orang.
Karakteristik mahasiswa berdasarkan stambuk dapat dilihat pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Karakteristik Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara menurut Stambuk
Stambuk Jumlah (orang) Persentase (%)
2013 30 30
2014 35 35
2015 15 15
2016 20 20
Total 100 100
Sumber: Hasil Penelitian, data diolah (2017)
Berdasarkan data pada Tabel 4.2 diketahui bahwa dari 100 responden yang diambil pada penelitian ini, responden yang paling dominan adalah responden Stambuk 2014, yaitu sebanyak 35 responden atau sebesar 35%.
4.2.3 Berdasarkan Usia
Jumlah Responden mahasiswa di Fakultas Pertanian sebanyak 100 orang.
Karakteristik mahasiswa berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3 Karakteristik Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara menurut Usia
Usia Jumlah (orang) Persentase (%)
19 26 26
Sumber: Hasil Penelitian, data diolah (2017)
Berdasarkan data pada Tabel 4.3 diketahui bahwa dari 100 responden yang diambil pada penelitian ini, responden dengan usia 22 tahun adalah responden yang paling dominan dibandingkan responden di usia yang lain dengan persentase sebesar 27%.
4.2.4 Berdasarkan Jenis Kelamin
Jumlah Responden mahasiswa di Fakultas Pertanian sebanyak 100 orang.
Karakteristik mahasiswa berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4 Karakteristik Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara menurut Usia
Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%)
Laki-laki 57 57
Perempuan 43 43
Total 100 100
Sumber: Hasil Penelitian, data diolah (2017)
Berdasarkan data pada Tabel 4.4 diketahui bahwa dari 100 responden yang diambil pada penelitian ini, responden yang paling dominan adalah responden
yang berjenis kelamin Laki-laki dengan jumlah 57 responden atau sebesar 57%.
Hal ini menunjukkan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki lebih bersedia menjawab kuesioner dibandingkan dengan responden perempuan dengan jumlah 43 responden atau sebesar 43%.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Faktor Internal yang Mempengaruhi Niat Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Untuk Menjadi Wirausahawan
Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data primer dimana variabel bebasnya yaitu kepribadian (X1), Pengetahuan Tentang Kewirausahaan (X2) dan Keinginan (X3). Dari variabel-variabel bebas tersebut akan dilihat pengaruhnya terhadap Niat Mahasiswa (variabel terikat), dimana regresi diperoleh sebagai berikut
Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Pada Lampiran 3a, hasil uji Kolmogorov Smirnov, hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat singnifikansi KS adalah sebesar 0,921 ( > α 0,05) maka H0 diterima. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara distribusi residual dengan distribusi normal, data residual model berdistribusi normal.
2. Uji Heteroskedastisitas
Pada lampiran 3b, hasil uji Heteroskedastisitas, hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t seluruh variabel lebih besar dari nilai α (0,05) yaitu signifikansi kepribadian 0,697 > α (0,05), pengetahuan kewirausahaan 0,875 > α (0,05), keinginan 0,882 > α (0,05), maka terima H0 atau tolak H1. Sesuai dengan hipotesis apabila H0 diterima artinya tidak heteroskedastisitas pada model regresi atau model regresi merupakan homoskedastisitas.
3. Uji Multikolinearitas
Pada tabel 5.1 berikut diketahui nilai toleransi dan VIF pada masing – masing variabel. Untuk lebih jelas dapat dilihat tabel berikut :
Tabel 5.1 Nilai Toleran Variabel Independen Faktor Sikap
Model
Collinearity Statistics Kesimpulan Tolerance VIF
1 (Constant)
Kepribadian .227 4.403 Tidak terjadi Multikolinearitas Pengetahuan
Kewirausahaan
.244 4.098 Tidak terjadi Multikolinearitas Keinginan .276 3.628 Tidak terjadi Multikolinearitas
Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 1
Uji Kesesuaian Model (Test Goodness of Fit) 1. Koefisien Determinansi (R2
Pada tabel berikut ditampilkan nilai R, R )
2, Adjusted R2 dan Standart Error.
Tabel 5.2. Model Summary Faktor Sikap Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .924a .855 .850 1.54007
Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 1
Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi R2
2. Uji Serempak ( Uji F – Statistik)
(R Square) yang diperoleh adalah 0,855. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 85,5 % variasi variabel terikat wirausahawan telah dapat dijelaskan oleh variabel bebas kepribadian, pengetahuan tentang kewirausahaan, dan keinginan. Sedangkan sisanya 14,5 % dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model.
Uji F adalah uji secara serempak (simultan) signifikansi pengaruh perubahan variabel independen terhadap variabel dependen. Artinya parameter X1, X2, dan X3 secara bersamaan diuji apakah memiliki signifikansi atau tidak.
Tabel 5.3 Anova (Uji-F) Faktor Sikap
ANOVAb
Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 1
Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi F sebesar 0,000 (≤α 0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak atau H1 diterima yang berarti variabel bebas kepribadian, pengetahuan tentang kewirausahaan, dan keinginan secara serempak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat Niat Mahasiswa Untuk Menjadi Wirausahawan.
3. Uji Parsial (Uji t – Statistik)
Uji t adalah uji secara parsial pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel terikat. Taraf signifikansi (α) yang digunakan dalam ilmu sosial adalah 5%.
Tabel 5.4 Coeficient (uji – t) Faktor Sikap
Coefficientsa
Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 1
Pada bagian ini ditampilkan nilai koefisien b0 dan b1, t hitung serta tingkat signifikansi. Dari tabel diatas, di peroleh sebagai berikut.
Y = 2,949 + 0,703 X1 + 0,331X2 + 0,634 X3 Dimana : Y = Niat Mahasiswa
X1 = Kepribadian
X2 = Pengetahuan Tentang Kewirausahaan X3 = Keinginan
a. Proses Pengujian Y (Niat Mahasiswa) dengan X1 (Kepribadian)
Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t sebesar 0,000 (<α 0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa H0 di tolak atau H1 di terima yang berarti variabel bebas kepribadian secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel terikat Niat Mahasiswa.
Angka 0,703 pada Unstandardized Coeficients (B) menunjukkan koefisien regresi (parameter). Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi (parameter) variabel bebas usia bertanda positif sebesar 0,703. Hal ini menunjukkan bahwa setiap adanya kenaikkan tingkat kepribadian, maka akan terjadi kenaikan Niat Mahasiswa.
Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Sumatera Utara yang aktif mencari informasi dan memiliki keyakinan diri yang tinggi tentang sebuah kegiatan yang berkaitan dengan kewirausahaan mereka.
b. Proses Pengujian Y (Niat Mahasiswa) dengan X2 (Pengetahuan Tentang Kewirausahaan)
Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t sebesar 0,001 (<α 0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa H0 di tolak atau H1 di terima yang berarti variabel bebas Pengetahuan tentang kewirausahaan secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel terikat Niat Mahasiswa.
Angka 0,331 pada Unstandardized Coeficients (B) menunjukkan koefisien regresi (parameter). Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi (parameter) variabel bebas pengetahuan tentang kewirausahaan bertanda positif sebesar 0,331. Hal ini menunjukkan bahwa setiap adanya kenaikkan tingkat pengetahuan kewirausahaan, maka akan terjadi kenaikan Niat Mahasiswa.
Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Sumatera Utara yang memiliki pengetahuan dan informasi yang berkaitan dengan kegiatan berwirausaha.
c. Proses Pengujian Y (Niat Mahasiswa) dengan X3 (Keinginan)
Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t sebesar 0,000 (<α 0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa H0 di tolak atau H1 di terima yang berarti variabel bebas keinginan secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel terikat Niat Mahasiswa.
Angka 0,634 pada Unstandardized Coeficients (B) menunjukkan koefisien regresi (parameter). Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi (parameter) variabel bebas keinginan bertanda positif sebesar 0, 634. Hal ini
menunjukkan bahwa setiap adanya kenaikkan keinginan, maka akan terjadi kenaikan Niat Mahasiswa.
Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Sumatera Utara yang memiliki ketertarikan dan kemampuan untuk memulai suatu usaha.
5.2 Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Niat Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Untuk Menjadi Wirausahawan Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data primer dimana variabel bebasnya yaitu pola asuh keluarga (X1), peluang (X2) dan Jaringan Usaha (X3).
Dari variabel-variabel bebas tersebut akan dilihat pengaruhnya terhadap Niat Mahasiswa (variabel terikat), dimana regresi diperoleh sebagai berikut
Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Pada Lampiran 4a, hasil uji Kolmogorov Smirnov, hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat singnifikansi KS adalah sebesar 0,380 ( > α 0,05) maka H0 diterima. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara distribusi residual dengan distribusi normal, data residual model berdistribusi normal.
2. Uji Heteroskedastisitas
Pada lampiran 4b, hasil uji Heteroskedastisitas, hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t seluruh variabel lebih besar dari nilai α (0,05) yaitu signifikansi pola asuh keluarga 0,582 > α (0,05), peluang 0,873 > α (0,05), dan Jaringan Usaha 0,957 > α (0,05), maka terima H0 atau tolak H1. Sesuai dengan hipotesis apabila H0 diterima artinya tidak heteroskedastisitas pada model regresi atau model regresi merupakan homoskedastisitas.
3. Uji Multikolinearitas
Pada tabel 5.5 berikut diketahui nilai toleransi dan VIF pada masing – masing variabel. Untuk lebih jelas dapat dilihat tabel berikut :
Tabel 5.5 Nilai Toleran Variabel Independen Faktor Eksternal Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics KESIMPULAN Tolerance VIF
1 (Constant) Pola Asuh Keluarga
.268 3.730 Tidak Terjadi Multikolinearitas Peluang .191 5.233 Tidak Terjadi Multikolinearitas Jaringan
Usaha
.200 4.999 Tidak Terjadi Multikolinearitas Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 2
Uji Kesesuaian Model (Test Goodness of Fit) 1. Koefisien Determinansi (R2
Pada tabel berikut ditampilkan nilai R, R )
2, Adjusted R2 dan Standart Error.
Tabel 5.6 Model Summary Faktor EksternaL Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .888a .789 .783 1.85455
Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 2
Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi R2
4. Uji Serempak ( Uji F – Statistik)
(R Square) yang diperoleh adalah 0,789. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 78, % variasi variabel terikat wirausahawan telah dapat dijelaskan oleh variabel bebas pola asuh keluarga, peluang dan Jaringan Usaha. Sedangkan sisanya 21,1 % dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model.
Uji F adalah uji secara serempak (simultan) signifikansi pengaruh perubahan variabel independen terhadap variabel dependen. Artinya parameter X1, X2, dan X3 secara bersamaan diuji apakah memiliki signifikansi atau tidak.
Tabel 5.7 Anova (Uji-F) Faktor Eksternal ANOVAb
Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 2
Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi F sebesar 0,000 (≤α 0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak atau H1 diterima yang berarti variabel bebas pola asuh keluarga, peluang dan Jaringan Usaha secara serempak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat Niat Mahasiswa Untuk Menjadi Wirausahawan.
5. Uji Parsial (Uji t – Statistik)
Uji t adalah uji secara parsial pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel terikat. Taraf signifikansi (α) yang digunakan dalam ilmu sosial adalah 5%.
Tabel 5.8 Coefficients (Uji-t) Faktor Eksternal
Coefficientsa a. Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 2
Pada bagian ini ditampilkan nilai koefisien b0 dan b1, t hitung serta tingkat signifikansi. Dari tabel diatas, di peroleh sebagai berikut.
Y = 5.425+ 0,376 X1 + 0,520X2 + 0,868 X3 Dimana : Y = Niat Mahasiswa
X1 = Pola Asuh Keluarga X2 = Peluang
X3 = Jaringan Usaha
a. Proses Pengujian Y (Niat Mahasiswa) dengan X1 (Pola Asuh Keluarga)
Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t sebesar 0,023 (<α 0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa H0 di tolak atau H1 di terima yang berarti variabel bebas pola asuh keluarga secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel terikat Niat Mahasiswa.
Angka 0,367 pada Unstandardized Coeficients (B) menunjukkan koefisien regresi (parameter). Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi (parameter) variabel bebas usia bertanda positif sebesar 0,367. Hal ini menunjukkan bahwa setiap adanya kenaikkan tingkat pola asuh keluarga, maka akan terjadi kenaikan Niat Mahasiswa.
Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara yang menerapkan disiplin dan tanggung jawab yang telah ditanamkan sejak kecil sehingga mampu melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan kewirausahaan.
b. Proses Pengujian Y (Niat Mahasiswa) dengan X1 (Peluang)
Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t sebesar 0,038 (<α 0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa H0 di tolak atau H1 di terima yang berarti variabel bebas peluang secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel terikat Niat Mahasiswa.
Angka 0,520 pada Unstandardized Coeficients (B) menunjukkan koefisien regresi (parameter). Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi (parameter) variabel bebas kepribadian bertanda positif sebesar 0,520. Hal ini menunjukkan bahwa setiap adanya kenaikkan tingkat peluang, maka akan terjadi kenaikan Niat Mahasiswa.
Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara yang mampu melihat kesempatan dan kebutuhan disekitarnya sehingga dapat mendorong seseorang menjadi wirausahawan.
c. Proses Pengujian Y (Niat Mahasiswa) dengan X2 (Jaringan Usaha)
Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t sebesar 0,000 (<α 0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa H0 di tolak atau H1 di terima yang berarti variabel bebas Jaringan Usaha secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel terikat Niat Mahasiswa.
Angka 0,868 pada Unstandardized Coeficients (B) menunjukkan koefisien regresi (parameter). Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi (parameter) variabel bebas pengetahuan tentang kewirausahaan bertanda positif sebesar 0,868. Hal ini menunjukkan bahwa setiap adanya kenaikkan tingkat Jaringan Usaha, maka akan terjadi kenaikan Niat Mahasiswa.
Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara yang dapat melihat sesuatu menjadi mitra kerja serta mendorongnya menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam berwirausaha.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
1. Faktor Internal (Kepribadian, pengetahuan tentang kewirausahaan, dan keinginan) secara parsial berpengaruh nyata terhadap niat mahasiswa di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara untuk menjadi
wirausahawan. Faktor internal yang paling dominan pada penelitian ini adalah Kepribadian.
2. Faktor Eksternal (Pola asuh keluarga, peluang, dan Jaringan Usaha) secara parsial berpengaruh nyata terhadap niat mahasiswa di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara untuk menjadi wirausahawan. Faktor
Eksternal yang paling dominan dalam penelitian ini adalah Jaringan Usaha.
6.2. Saran
6.2.1 Kepada Pemerintah
Pemerintah seharusnya dapat membantu menciptakan program jaringan usaha yang dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat agar dapat meningkatkan jumlah wirausahawan yang berhasil.
6.2.2 Kepada Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara
Fakultas Pertanian sebaiknya dapat menciptakan kurikulum dan sistem pengajaran yang dapat meningkatkan niat kewirausahaan mahasiswa dengan fokus kepada faktor kepribadian dan membangun jaringan usaha.
6.2.3 Kepada Mahasiswa
Mahasiswa harus menciptakan kepribadian yang mampu meningkatkan niat kewirausahaannya serta aktif mencari informasi dan membangun jaringan usaha untuk menjadikannya wirausahawan yang berhasil. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbanyak praktek wirausaha.
6.2.4 Kepada Peneliti Selanjutnya
Kepada peneliti selanjutna sebaiknya melakukan pengembangan uji analisis dengan melihat hubungan antar faktor-faktor yang mempengaruhi niat mahasiswa di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
DAFTAR PUSTAKA
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50, 179-211.
Anoraga, P dan Sudantoko, D. 2002. Koperasi, Kewirausahaan, dan Manajemen Usaha Kecil. Jakarta. PT Rineka Cipta.
Badan Pusat Statististik. 2016. Statistik Indonesia. Jakarta.
Bandura, A. (1997). Social Foundation of Thought and Action. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Boyd, N. G. & Vozikis, G. S. (1994). The Influence of Self-efficacy on the Development of Entrepreneurial Intentions and Actions.
Davidsson, P. (1995). Determinants of entrepreneurial intentions. Paper presented at the RENT IX Conference, Piacenza, Italy.
Degeorge, J. M., & Fayolle, A. (2005). Is entrepreneurship intention stable through time? First insight from a sample of French students. Paper presented at IntEnt 2005 conference, Guilford, UK.
Dollinger, J.Marc. (1995). Entrepreneurship, Strategies and Resources, Australia, Richard D. Irwin, Inc., 1995.
Firdaus, Muhammad., 2011. Ekonometrika: Suatu Pendekatan Aplikatif. Edisi Kedua. Cetakan Pertama. Jakarta : Bumi Aksara.
Fishbein, M., & Ajzen, I. (1975). Belief, Attitude, Intention and Behavior: An Introduction to Theory and Research. California: Addison-Wesley Publishing Company inc.
Indarti, Nurul, dan Stein Kristiansen. (2003). Determinants of Entrepreurial Intention. The case of Norwegian Students. Gajah MadaInternational Journal of business.5.(1).79-95
Katz, J., dan W. Gartner, 1988. Properties of emerging organizations. Academy of Management Review13 (3): 429-441
Krueger, N. F., Reilly, M. D., & Carsrud, A. L. (2000). Competing Models of Entrepreneurial Intentions. Journal of Business Venturing, 15.
Madura, J. 2001. Pengantar Bisnis. PT. Salemba Empat. Jakarta.
McClelland, D. C. (1961). The achieving society. Princenton, NJ; Van Norstand.
McClelland, D. C. (1987). Pengantar Kewirausahaan. Jakarta: Intermedia.
Peterman, N. E., & Kennedy, J. (2003). Enterprise Education : Influencing Students Perceptions of Entrepreneurship. Entrepreneurship Theory and Pratice, 28(2).
Pretorius, M. (2000). A Proposed Training Method for the Transfer of Skills to Enhance Micro and Small Business Start-Ups in South Africa. Paper Presented at International Vocational Education Training Assosiation Annual Conference, Mauritius, Madagascar.
Reitan, B. (1997). Where Do We Learn That Entrepreneurship is Feasible, Desirable and / or Profitable ?. ICSB World Conference. San Francisco, California.
Sembiring, R. 2012. Kewirausahaan. Bandung. La Good’s Publishing.
Shapero, A., & Sokol, L. (1982). The Social Dimensions of Entrepreneurship. In C. A. Kent, D. L. Sexton, K. H. Vesper (Ed.), Encyclopedia of Entrepreneurship . Englewood Cliff, NJ.
Suharti, Lieli, dan Hani Sirine. 2011. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Niat Kewirausahaan (Enterpreneurial Intention) Studi Terhadap Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Jurnal Manajemen dan kewirausahaan.
Sunyoto, Dadang. 2011. Analisis Regresi dan Uji Hipotesis. Yogyakarta: CAPS.
Suryana. 2000. Kewirausahaan. Edisi-1. Salemba Empat, Jakarta.
Urdag Laurence (1985). The Basic book of Synonyms and Antonyms (new revised
Urdag Laurence (1985). The Basic book of Synonyms and Antonyms (new revised