• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.5 Hipotesis Penelitian

1. Ada pengaruh yang nyata antara faktor internal (kepribadian, pengetahuan dan keinginan) dengan niat mahasiswa fakultas pertanian di Universitas Sumatera Utara untuk berwirausaha dalam Bidang Agribisnis.

2. Ada pengaruh yang nyata antara faktor ekstenal (pola asuh keluarga, Jaringan Usaha, dan peluang) dengan niat mahasiswa fakultas pertanian di Universitas Sumatera Utara untuk berwirausaha dalam Bidang Agribisnis.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Metode Penentuan Daerah Sampel

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive artinya penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja.

3.2. Metode Penentuan Sampel

Populasi yang akan dijadikan objek penelitian yaitu mahasiswa Fakutas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Berdasarkan Informasi dari Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera bagian kemahasiswaan jumlah populasi Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara berjumlah 4.488 orang.

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode pengambilan sampel berstrata proporsional (proportionate Stratified Random Sampling) karena kondisi populasi heterogen dan berstrata. Kondisi populasi yang heterogen dapat dilihat dari strata masing-masing program studi yang ada di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Antara program studi Agroekoteknologi, Agribisnis, Ilmu dan Teknologi Pangan, Peternakan, Keteknikan Pertanian, Kehutanan, dan Manajemen Sumberdaya Perairan terdapat kesenjangan jumlah mahasiswa. Data dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.1 Strata Prodi di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

No Program Studi Jumlah

Mahasiswa Sampel

1 Agroekoteknologi 1495 1495 / 4488 x 100 = 33

2 Agribisnis 856 856 / 4488 x 100 = 19

3 Ilmu dan Teknologi Pangan 356 356 / 4488 x 100 = 9

4 Peternakan 392 392 / 4488 x 100 = 9

5 Keteknikan Pertanian 449 449 / 4488 x 100 = 10

6 Kehutanan 468 468 / 4488 x 100 = 10

7 Manajemen Sumberdaya

Perairan 462 462 / 4488 x 100 = 10

Jumlah 4488 100

Sumber : Wakil Dekan III, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara 3.3. Metode Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui hasil wawancara yaitu mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada mahasiswa, sampel yaitu sebanyak 100 mahasiswa dan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) yang telah disiapkan sebelumnya. Data Sekunder diperoleh dari BPS Sumatera Utara dan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

3.4. Metode Analisis Data

Untuk menganalisis identifikasi 1 dan 2 , digunakan metode regresi linear berganda. Analisis linear berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen dengan satu variabel dependen yang digunakan untuk memprediksi atau meramalkan suatu nilai variabel dependen berdasarkan variabel independen.

Persamaan regresi linear berganda yang diperoleh menggunakan rumus : Model persamaan regresi linaer berganda faktor sikap :

Keterangan :

Y = Niat Berwirausaha

21

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + €

a = Koefisien intersep

b1 – b3 = Koefisien variabel regresi X1 = Kepribadian

X2 = Pengetahuan X3 = Keinginan

= error term

Model persamaan regresi linaer berganda faktor sikap :

Keterangan :

Y = Niat Berwirausaha a = Koefisien intersep

b1 – b3 = Koefisien variabel regresi X1 = Pola Asuh Keluarga X2 = Peluang

X3 = Jaringan Usaha

= error term

Uji Kesesuaian Model (Test of Goodness of Fit) 1) Koefisien Determinasi (R2

Koefisien determinasi R

)

2 merupakan suatu nilai statistik yang dihitung dari data sampel. Koefisien ini menunjukkan persentase variasi seluruh variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh perubahan variabel bebas (explanatory variables).

Koefisien ini merupakan suatu ukuran sejauh mana variabel bebas dapat merubah variabel terikat dalam suatu hubungan (Firdaus, 2011).

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + €

Nilai koefisien determinasi (R2) berkisar antara 0 < R2 < 1, dengan kriteria pengujiannya adalah R2

2) Uji F (Uji Pengaruh Variabel Secara Serempak)

yang semakin tinggi (mendekati 1) menunjukkan model yang terbentuk mampu menjelaskan keragaman dari variabel terikat, demikian pula sebaliknya.

Uji F adalah uji secara serempak (simultan) signifikansi pengaruh perubahan variabel independen terhadap variabel dependen. Artinya parameter X1, X2, X3, dan X4 hingga Xn bersamaan diuji apakah memiliki signifikansi atau tidak (Firdaus, 2011).

Kriteria pengujian:

Jika sig. F ≤ 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Jika sig. F > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak.

Jika H0 diterima artinya X1, X2, X3, dan X4 secara serempak tidak berpengaruh nyata terhadap Y (pendapatan usahatani jagung).

Jika H1 diterima artinya X1, X2, X3, dan X4

3) Uji t (Uji Pengaruh Variabel Secara Parsial)

secara serempak berpengaruh nyata terhadap Y

Uji t adalah uji secara parsial pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel terikat. Taraf signifikansi (α) yang digunakan dalam ilmu sosial adalah 5% (Firdaus, 2011).

Kriteria Pengujian:

Jika sig. t ≤ 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Jika sig. t > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak.

Jika H0 diterima artinya X1, X2, X3, dan X4 secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap Y

Jika H1 diterima artinya X1, X2, X3, dan X4

1) Uji Normalitas

secara parsial berpengaruh nyata terhadap Y.

Uji Asumsi Klasik

Pengujian normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang digunakan telah terdistribusi secara normal. Uji normalitas dapat dilakukan dengan uji Kolmogorov Smirnov, dengan melihat nilai signifikansi.

Sig.KS > 0,05 = Data berdistribusi normal Sig.KS ≤ 0,05 = Data tidak berdistribusi normal

Uji Kolmogorov Smirnov digunakan untuk menguji null hipotesis suatu sampel atas suatu distribusi tertentu (Firdaus, 2011).

2) Uji Multikolinieritas

Uji asumsi klasik jenis ini diterapkan untuk analisis regresi berganda yang terdiri atas dua atau lebih variabel bebas atau independent variable, dimana akan diukur tingkat asosiasi (keeratan) hubungan/pengaruh antar variabel bebas tersebut melalui besaran koefisien korelasi (R). Dikatakan terjadi multikolinieritas jika koefisien korelasi antar variabel bebas lebih besar dari 0,60 (pendapat lain : 0,50 dan 0,90). Dikatakan tidak terjadi multikolinieritas jika kefisien korelasi antar variabel bebas lebih kecil atau sama dengan 0,60 (r ≤ 0,60) (Sunyoto, 2011).

3) Heteroskedastisitas

Dalam persamaan regresi berganda perlu juga diuji mengenai sama atau tidak varians dari residual dari observasi yang satu dengan observasi yang lain. Jika residualnya mempunyai varians yang sama disebut terjadi homokedastisitas, dan jika variansnya tidak sama atau berbeda disebut terjadi heterokedastisitas.

Persamaan regresi yang baik adalah jika tidak terjadi heterokedastisitas (Sunyoto, 2011).

Penelitian ini menggunakan uji Glejser sebagai penguji heterokedastisitas, dengan melihat nilai signifikansi.

Sig. > 0,05 = Homokedastisitas (tidak terjadi masalah heterokedastisitas) Sig. ≤ 0,05 = Heterokedastisitas

3.5. Definisi dan Batasan Operasional

Untuk menghindari kesalahpahaman dan kekeliruan dalam menafsirkan penelitian ini, maka perlu dibuat definisi dan batasan operasional sebagai berikut

3.5.1 Definisi

1. Wirausahawan adalah seorang pembuat keputusan mengenai usaha tani padi sawah yang membantu terbentuknya sistem ekonomi usaha yang bebas.

2. Niat Kewirausahaan adalah keinginan seseorang untuk melakukan aktivitas usaha yang bersifat perorangan dengan keberanian mengambil resiko.

3. Faktor internal adalah faktor dari diri mahasiswa yang mempengaruhi niat kewirausahaannya meliputi Kepribadian, Pengetahuan dan Keinginan berwirausaha.

4. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri mahasiswa yang mempengaruhi niat kewirausahaannya meliputi pola asuh keluarga, Jaringan Usaha, dan peluang yang ada diluar diri mahasiswa.

5. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan

mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

6. Niat Kewirausahaan adalah keinginan seseorang untuk melakukan aktivitas usaha yang bersifat perorangan dengan keberanian mengambil resiko.

7. Kepribadian adalah faktor yang ada di dalam diri setiap individu, Ada beberapa karakter atau kepribadian yang diperlukan agar seorang wirausaha berhasil.

8. Pengetahuan kewirausahaan adalah kemampuan untuk mengenali atau menciptakan peluang dan mengambil tindakan untuk sesuatu yang perlu diketahui mengenai kewirausahaan yang diperoleh dari sumber-sumber informasi.

9. keinginan memiliki persamaan kata dengan rencana, tujuan, harapan, rancangan, arah, atau obyek, dimana adanya keinginan untuk melakukan sesuatu melalui ekspresi diri dan dengan kemandirian.

10. Pola Asuh Keluarga akan dengan mudah mengenalkan sekaligus mewariskan tradisi atau kebiasaan kepada anak dan keturunannya, merupakan

lingkungan yang paling dekat dan dengan mudah memberi pengaruh terhadap diri seseorang.

11. Peluang usaha adalah melihat peluang usaha adalah melihat dan mencari kebutuhan dari masyarakat.

12. Jaringan Usaha merupakan inti keberhasilan atau kegagalan dari mitra usaha dan menjadi keberanian untuk berwirausaha,

3.5.2 Batasan Operasional

1. Daerah penelitian adalah di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

2. Waktu penelitian tahun 2017

3. Populasi adalah mahasiswa di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara yang terdiri dari tujuh program studi, yaitu Agroekoteknologi, Agribisnis, Ilmu dan Teknologi Pangan, Peternakan, Keteknikan Pertanian, Kehutanan dan Manajemen Sumberdaya Perairan.

BAB IV

DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN

4.1. Deskripsi Daerah Penelitian 4.1.1 Keadaan Fisik dan Geografi

Penelitian dilakukan di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara. Fakultas Pertanian terletak di Universitas Sumatera Utara yang memiliki luas 120 ha yang terletak di tengah Kota Medan. Zona akademik seluas 90 ha menampung hampir seluruh kegiatan perkuliahan dan praktikum mahasiswa. Sistem pembelajaran didukung oleh fasilitas perpustakaan dan lebih dari 200 laboratorium. Perpustakaan menyediakan berbagai jenis sumber belajar baik dalam bentuk cetak maupun elektronik.

Secara administratif, Fakultas Pertanian mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah Utara berbatasan dengan jalan Bioteknologi Sebelah Selatan berbatasan dengan jalan Dr. A. Sofian Sebelah Timur berbatasan dengan jalan Prof.Hanafiah Sebelah Barat berbatasan dengan jalan Tri Dharma

Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara memiliki 7 jurusan yang terdiri dari: Agroekoteknologi, Agribisnis, Ilmu dan Teknologi Pangan, Peternakan, Keteknikan Pertanian, Kehutanan, dan Manajemen Sumberdaya Perairan.

4.1.2 Sejarah Singkat Fakultas Pertanian Univesitas Sumatera Utara

Yayasan Universitas Sumatera Utara yang didirikan tanggal 20 Agustus 1952 berhasil mendirikan Fakultas Pertanian USU tanggal 16 Nopember 1956 dan menyerahkannya kepada Pemerintah RI tanggal 25 Agustus 1958 sehingga resmi menjadi Fakultas Pertanian USU Negeri berdasarkan SK Menteri P dan K No.

4691/S.

Beberapa tokoh pendiri yang patut dicatat dengan tinta emas dalam sejarah Fakultas Pertanian yang telah bekerja sebagai panitia persiapan/pelaksanaan mendirikan Fakultas Pertanian USU antara lain :

Prof. Dr. A. Sofyan, J. M. D. Hutabarat, A. L. Tobing, Tan Su Teng, Ir. Tan Hong Tong, Prof. Ny. A. A. Manopo dan Ir. J. Pratasik.

Pada awalnya gedung Fakultas Pertanian USU berada di Jalan Seram 4 dan Jalan Jogja 30 (Kantor Gubernur Sumatera Utara sekarang. Sejak tahun 1967 sampai dengan 1974 menggunakan gedung bekas sekolah SMA Andalas di Jalan Cik Ditiro 8. Akhirnya sejak tahun 1974 hingga sekarang telah menempati Kampus USU Jalan Prof. A. Sofyan No. 3 Kampus USU Medan.

4.1.3 Visi, Misi dan Tujuan 4.1.3.1 Visi

Mekanisme penyusunan visi dan misi Fakultas Pertanian USU diawali dengan penyusunan draft Rencana Strategis (Renstra) FP USU pada periode 2011-2015 yang merupakan pedoman, pijakan, dasar dan arah yang akan membimbing seluruh komponen Fakultas Pertanian dalam setiap gerak dan aktifitas dalam kurun waktu tersebut. Renstra Fakultas Pertanian disusun oleh Dekan, Pembantu Dekan (I, II dan III), staf pengajar dari setiap program studi dan staf ahli.

Penyusunan renstra Faklutas Pertanian sudah merujuk kepada renstra USU tahun 2039 “ USU terus memimpin sebagai universitas barometer global dalam bidang unggulan kompetitif TALENTA”. Setelah renstra selesai disusun maka visi dan misi dirumuskan dengan melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan (instansi pemerintahan dan swasta), ahli dan narasumber untuk memperoleh masukan dan saran dalam penyusunannya. Penyusunan visi dan misi Fakultas Pertanian dilakukan dengan cara rapat ditingkat fakultas, Focus Group Discussion (FGD) dan seminar. Visi dan misi Fakultas Pertanian sudah merujuk pada visi dan misi USU. Hasil pertemuan tersebut menghasilkan visi dan misi sebagaimana tercantum dalam dokumen renstra Fakultas Pertanian 2011 – 2015.

“Menjadi lembaga pendidikan tinggi pertanian unggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumberdaya manusia dengan kompetensi utama perkebunan tahun 2015”.

4.1.1.2 Misi

Dalam mencapai visi yang telah ditetapkan maka Fakultas Pertanian USU menyusun beberapa misi yang tertuang dalam Renstra Fakultas Pertanian USU 2011 – 2015.

Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi sebagai lembaga akademik dan/atau profesional dengan kemampuan menerapkan, mengembangkan, memperkaya ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, khususnya perkebunan.

Menyelenggarakan pengembangan, penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan produk/jasa pendidikan, penelitian dan

pengabdian masyarakat bermutu tinggi yang dibutuhkan dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Memperluas partisipasi dalam pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Misi yang ditetapkan tersebut untuk mencapai Fakultas Pertanian yang dapat menghasilkan lulusan yang berkarakter, cerdas, terampil, memajukan limu pengetahuan, teknologi dan seni baik melalui adaptasi kemajuan ipteks untuk kemakmuran bangsa, maupun melalui penciptaan inovasi yang relevan bagi pembangunan khususnya bidang pertanian. Misi yang ditetapkan juga sudah meliputi Tridharma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat).

4.1.1.3 Tujuan

Aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, khususnya perkebunan.

Memperluas partisipasi dalam pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan memodrenisasikan cara penyampaian pembelajaran.

Mampu memenuhi pendanaan melalui usaha fakultas untuk mengembangkan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

Membangun suatu pusat informasi dan teknologi komunikasi.

Memperkuat prodi untuk mengelola disiplin silang dan antar program studi

Menciptakan tata pamong fakultas yang baik dan profesional.

Menciptakan pendekatan baru yang berfokus pada “ Pembelajaran Sesuai Kebutuhan”.

Menciptakan suatu lingkungan pengajaran dan pembelajaran yang kondusif untuk menciptakan kerja kreatif.

Menjadi perantara kecenderungan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, khususnya perkebunan baik skala nasional maupun internasional.

4.2. Karakteristik Responden

Karakteristik sampel dalam penelitian ini terdiri dari program studi, stambuk, usia, dan jenis kelamin responden. Berikut ini adalah tabulasi mengenai karakteristik responden yang berjumlah 100 orang, di distribusikan sebagai berikut :

4.2.1 Berdasarkan Program Studi

Jumlah Mahasiswa Fakultas Pertanian sebanyak 4488 jiwa. Karakteristik mahasiswa berdasarkan program studi dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Karakteristik Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Menurut Program Studi tahun 2016

No Program Studi Jumlah

Mahasiswa Persentase (%) 1 Agroekoteknologi 1495 1495 / 4488 x 100 = 33

7 Manajemen Sumberdaya

Perairan 462 462 / 4488 x 100 = 10

Jumlah 4488 100

Sumber : Wakil Dekan III, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Tabel 4.1 menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas

Sumatera Utara secara berurutan adalah program studi Agroekoteknologi dengan persentase 33,4 %, Agribisnis sebesar 19,2 %, Kehutanan sebesar 10,5 %,

Manajemen Sumberdaya Perairan sebesar 10,3 %, Keteknikan Pertanian sebesar 10,1 %, Peternakan sebesar 8,7 % dan, Ilmu dan Teknologi Pangan sebesar 7,9 %.

4.2.2 Berdasarkan Stambuk

Jumlah Responden mahasiswa di Fakultas Pertanian sebanyak 100 orang.

Karakteristik mahasiswa berdasarkan stambuk dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Karakteristik Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara menurut Stambuk

Stambuk Jumlah (orang) Persentase (%)

2013 30 30

2014 35 35

2015 15 15

2016 20 20

Total 100 100

Sumber: Hasil Penelitian, data diolah (2017)

Berdasarkan data pada Tabel 4.2 diketahui bahwa dari 100 responden yang diambil pada penelitian ini, responden yang paling dominan adalah responden Stambuk 2014, yaitu sebanyak 35 responden atau sebesar 35%.

4.2.3 Berdasarkan Usia

Jumlah Responden mahasiswa di Fakultas Pertanian sebanyak 100 orang.

Karakteristik mahasiswa berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3 Karakteristik Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara menurut Usia

Usia Jumlah (orang) Persentase (%)

19 26 26

Sumber: Hasil Penelitian, data diolah (2017)

Berdasarkan data pada Tabel 4.3 diketahui bahwa dari 100 responden yang diambil pada penelitian ini, responden dengan usia 22 tahun adalah responden yang paling dominan dibandingkan responden di usia yang lain dengan persentase sebesar 27%.

4.2.4 Berdasarkan Jenis Kelamin

Jumlah Responden mahasiswa di Fakultas Pertanian sebanyak 100 orang.

Karakteristik mahasiswa berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4 Karakteristik Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara menurut Usia

Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%)

Laki-laki 57 57

Perempuan 43 43

Total 100 100

Sumber: Hasil Penelitian, data diolah (2017)

Berdasarkan data pada Tabel 4.4 diketahui bahwa dari 100 responden yang diambil pada penelitian ini, responden yang paling dominan adalah responden

yang berjenis kelamin Laki-laki dengan jumlah 57 responden atau sebesar 57%.

Hal ini menunjukkan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki lebih bersedia menjawab kuesioner dibandingkan dengan responden perempuan dengan jumlah 43 responden atau sebesar 43%.

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Faktor Internal yang Mempengaruhi Niat Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Untuk Menjadi Wirausahawan

Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data primer dimana variabel bebasnya yaitu kepribadian (X1), Pengetahuan Tentang Kewirausahaan (X2) dan Keinginan (X3). Dari variabel-variabel bebas tersebut akan dilihat pengaruhnya terhadap Niat Mahasiswa (variabel terikat), dimana regresi diperoleh sebagai berikut

Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Pada Lampiran 3a, hasil uji Kolmogorov Smirnov, hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat singnifikansi KS adalah sebesar 0,921 ( > α 0,05) maka H0 diterima. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara distribusi residual dengan distribusi normal, data residual model berdistribusi normal.

2. Uji Heteroskedastisitas

Pada lampiran 3b, hasil uji Heteroskedastisitas, hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t seluruh variabel lebih besar dari nilai α (0,05) yaitu signifikansi kepribadian 0,697 > α (0,05), pengetahuan kewirausahaan 0,875 > α (0,05), keinginan 0,882 > α (0,05), maka terima H0 atau tolak H1. Sesuai dengan hipotesis apabila H0 diterima artinya tidak heteroskedastisitas pada model regresi atau model regresi merupakan homoskedastisitas.

3. Uji Multikolinearitas

Pada tabel 5.1 berikut diketahui nilai toleransi dan VIF pada masing – masing variabel. Untuk lebih jelas dapat dilihat tabel berikut :

Tabel 5.1 Nilai Toleran Variabel Independen Faktor Sikap

Model

Collinearity Statistics Kesimpulan Tolerance VIF

1 (Constant)

Kepribadian .227 4.403 Tidak terjadi Multikolinearitas Pengetahuan

Kewirausahaan

.244 4.098 Tidak terjadi Multikolinearitas Keinginan .276 3.628 Tidak terjadi Multikolinearitas

Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 1

Uji Kesesuaian Model (Test Goodness of Fit) 1. Koefisien Determinansi (R2

Pada tabel berikut ditampilkan nilai R, R )

2, Adjusted R2 dan Standart Error.

Tabel 5.2. Model Summary Faktor Sikap Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .924a .855 .850 1.54007

Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 1

Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi R2

2. Uji Serempak ( Uji F – Statistik)

(R Square) yang diperoleh adalah 0,855. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 85,5 % variasi variabel terikat wirausahawan telah dapat dijelaskan oleh variabel bebas kepribadian, pengetahuan tentang kewirausahaan, dan keinginan. Sedangkan sisanya 14,5 % dipengaruhi oleh variabel bebas atau faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam model.

Uji F adalah uji secara serempak (simultan) signifikansi pengaruh perubahan variabel independen terhadap variabel dependen. Artinya parameter X1, X2, dan X3 secara bersamaan diuji apakah memiliki signifikansi atau tidak.

Tabel 5.3 Anova (Uji-F) Faktor Sikap

ANOVAb

Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 1

Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi F sebesar 0,000 (≤α 0,05).

Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak atau H1 diterima yang berarti variabel bebas kepribadian, pengetahuan tentang kewirausahaan, dan keinginan secara serempak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat Niat Mahasiswa Untuk Menjadi Wirausahawan.

3. Uji Parsial (Uji t – Statistik)

Uji t adalah uji secara parsial pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel terikat. Taraf signifikansi (α) yang digunakan dalam ilmu sosial adalah 5%.

Tabel 5.4 Coeficient (uji – t) Faktor Sikap

Coefficientsa

Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 1

Pada bagian ini ditampilkan nilai koefisien b0 dan b1, t hitung serta tingkat signifikansi. Dari tabel diatas, di peroleh sebagai berikut.

Y = 2,949 + 0,703 X1 + 0,331X2 + 0,634 X3 Dimana : Y = Niat Mahasiswa

X1 = Kepribadian

X2 = Pengetahuan Tentang Kewirausahaan X3 = Keinginan

a. Proses Pengujian Y (Niat Mahasiswa) dengan X1 (Kepribadian)

Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t sebesar 0,000 (<α 0,05).

Hal ini menunjukkan bahwa H0 di tolak atau H1 di terima yang berarti variabel bebas kepribadian secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel terikat Niat Mahasiswa.

Angka 0,703 pada Unstandardized Coeficients (B) menunjukkan koefisien regresi (parameter). Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi (parameter) variabel bebas usia bertanda positif sebesar 0,703. Hal ini menunjukkan bahwa setiap adanya kenaikkan tingkat kepribadian, maka akan terjadi kenaikan Niat Mahasiswa.

Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Sumatera Utara yang aktif mencari informasi dan memiliki keyakinan diri yang tinggi tentang sebuah kegiatan yang berkaitan dengan kewirausahaan mereka.

b. Proses Pengujian Y (Niat Mahasiswa) dengan X2 (Pengetahuan Tentang Kewirausahaan)

Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t sebesar 0,001 (<α 0,05).

Hal ini menunjukkan bahwa H0 di tolak atau H1 di terima yang berarti variabel bebas Pengetahuan tentang kewirausahaan secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel terikat Niat Mahasiswa.

Angka 0,331 pada Unstandardized Coeficients (B) menunjukkan koefisien regresi (parameter). Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi (parameter) variabel bebas pengetahuan tentang kewirausahaan bertanda positif sebesar 0,331. Hal ini menunjukkan bahwa setiap adanya kenaikkan tingkat pengetahuan kewirausahaan, maka akan terjadi kenaikan Niat Mahasiswa.

Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Sumatera Utara yang memiliki pengetahuan dan informasi yang berkaitan dengan kegiatan berwirausaha.

c. Proses Pengujian Y (Niat Mahasiswa) dengan X3 (Keinginan)

Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t sebesar 0,000 (<α 0,05).

Hal ini menunjukkan bahwa H0 di tolak atau H1 di terima yang berarti variabel bebas keinginan secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel terikat Niat Mahasiswa.

Angka 0,634 pada Unstandardized Coeficients (B) menunjukkan koefisien regresi (parameter). Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi (parameter) variabel bebas keinginan bertanda positif sebesar 0, 634. Hal ini

menunjukkan bahwa setiap adanya kenaikkan keinginan, maka akan terjadi kenaikan Niat Mahasiswa.

Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Sumatera Utara yang memiliki ketertarikan dan kemampuan untuk memulai suatu usaha.

5.2 Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Niat Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Untuk Menjadi Wirausahawan Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data primer dimana variabel bebasnya yaitu pola asuh keluarga (X1), peluang (X2) dan Jaringan Usaha (X3).

Dari variabel-variabel bebas tersebut akan dilihat pengaruhnya terhadap Niat Mahasiswa (variabel terikat), dimana regresi diperoleh sebagai berikut

Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Pada Lampiran 4a, hasil uji Kolmogorov Smirnov, hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat singnifikansi KS adalah sebesar 0,380 ( > α 0,05) maka H0 diterima. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara distribusi residual dengan distribusi normal, data residual model berdistribusi normal.

2. Uji Heteroskedastisitas

Pada lampiran 4b, hasil uji Heteroskedastisitas, hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat signifikansi t seluruh variabel lebih besar dari nilai α (0,05) yaitu signifikansi pola asuh keluarga 0,582 > α (0,05), peluang 0,873 > α (0,05), dan Jaringan Usaha 0,957 > α (0,05), maka terima H0 atau tolak H1. Sesuai dengan hipotesis apabila H0 diterima artinya tidak heteroskedastisitas pada model regresi atau model regresi merupakan homoskedastisitas.

3. Uji Multikolinearitas

Pada tabel 5.5 berikut diketahui nilai toleransi dan VIF pada masing – masing variabel. Untuk lebih jelas dapat dilihat tabel berikut :

Tabel 5.5 Nilai Toleran Variabel Independen Faktor Eksternal Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics KESIMPULAN Tolerance VIF

1 (Constant) Pola Asuh Keluarga

.268 3.730 Tidak Terjadi Multikolinearitas Peluang .191 5.233 Tidak Terjadi Multikolinearitas Jaringan

Usaha

.200 4.999 Tidak Terjadi Multikolinearitas Sumber : Hasil Olahan, Lampiran 2

Uji Kesesuaian Model (Test Goodness of Fit) 1. Koefisien Determinansi (R2

Pada tabel berikut ditampilkan nilai R, R )

2, Adjusted R2 dan Standart Error.

Tabel 5.6 Model Summary Faktor EksternaL

Tabel 5.6 Model Summary Faktor EksternaL

Dokumen terkait