• Tidak ada hasil yang ditemukan

FUNGSI HATI LEUKOSIT TEKANAN DARAH

METODE PENELITIAN III.1. TEMPAT DAN WAKTU

III.3. BATASAN OPERASIONAL

1. Stroke adalah episode disfungsi neurologis akut yang disebabkan oleh iskemik atau perdarahan, berlangsung ≥ 24 jam atau meninggal, tapi tidak memiliki bukti yang cukup untuk diklassifikasikan (Sacco dkk,2013).

2. Stroke Iskemik adalah suatu episode disfungsi neurologis yang disebabkan oleh infark serebral fokal, spinal, atau retinal (Sacco dkk, 2013). Penegakan stroke iskemik dengan Head CT Scan merk Hitachi seri W 450.

3. Stroke Hemoragik adalah disfungsi neurologis yang berkembang dengan cepat yang disebabkan oleh perdarahan di parenkim otak atau sistem ventrikel yang tidak disebabkan oleh trauma (Sacco

dkk, 2013). ). Penegakan hemoragik dengan Head CT Scan merk Hitachi seri W450.

4. Stroke fase akut adalah jangka waktu antara awal mula serangan stroke berlangsung sampai satu minggu (Jauch dkk, 2013).

5. Batang otak terletak di ventral dari serebelum dan terdiri dari midbrain, pons dan medula oblongata (Waxman, 2010).

6. Pemeriksaan Fungsi Hati adalah sekelompok tes darah yang memberikan informasi tentang keadaan hati pasien (Bajwa dkk, 2010). Pada penelitian ini fungsi hati yang diperiksa meliputi bilirubin total, bilirubin direct, bilirubin indirect, SGOT, SGPT dan ALP. Fungsi hati diperiksa pada hari pertama saat pasien masuk rumah sakit dengan menggunakan alat Architect Plus.

7. Kadar bilirubin total serum adalah nilai normal bilirubin total serum adalah 0,2-1,0 mg/dl (Chiasera dan Xu, 2013). Pada penelitian ini akan ditetapkan:

 Rendah apabila kadar bilirubin total <0,2 mg/dl.

 Normal apabila kadar bilirubin total 0,2-1,0 mg/dl.

 Tinggi apabila kadar bilirubin total >1,0 mg/dl.

Skala ukur: kategorik ordinal.

8. Kadar bilirubin direct serum adalah nilai normal bilirubin direct serum adalah 0,0-0,2 mg/dl (Chiasera dan Xu, 2013). Pada penelitian ini akan ditetapkan:

 Normal apabila kadar bilirubin direct 0,0-0,2 mg/dl.

 Tinggi apabila kadar bilirubin direct >0,2 mg/dl.

Skala ukur: kategorik ordinal.

9. Kadar bilirubin indirect serum adalah nilai normal bilirubin indirect serum adalah 0,2-0,8 mg/dl (Chiasera dan Xu, 2013). Pada penelitian ini akan ditetapkan:

 Rendah apabila kadar bilirubin indirect <0,2 mg/dl.

 Normal apabila kadar bilirubin indirect 0,2-0,8 mg/dl.

 Tinggi apabila kadar bilirubin indirect >0,8 mg/dl.

Skala ukur: kategorik ordinal.

10. Kadar SGOT serum adalah nilai normal SGOT serum adalah <35 U/L pada pria dan <31 U/L pada wanita (Arneson dan Brickell, 2007). Pada penelitian ini akan ditetapkan:

 Normal apabila kadar SGOT <35 U/L (pria) dan <31U/L (wanita).

Tinggi apabila kadar SGO 35 U/L (pria) dan 31 U/L (wanita).

Skala ukur: kategorik ordinal.

11. Kadar SGPT serum adalah nilai normal SGPT serum adalah <45 U/L (pria) dan <34 U/L (wanita) (Arneson dan Brickell, 2007). Pada penelitian ini akan ditetapkan:

 Normal apabila kadar SGPT <45 U/L (pria) dan <34 U/L (wanita)

 Tinggi apabila kadar SGPT 45 U/L (pria) dan 34 U/L (wanita).

Skala ukur: kategorik ordinal.

12. Kadar ALP serum adalah nilai normal ALP serum adalah 53-128 U/L (pria) dan 42-98 U/L (wanita) (Arneson dan Brickell, 2007).

Pada penelitian ini akan ditetapkan:

 Rendah apabila kadar ALP <53 U/L (pria) dan <42 U/L (wanita).

 Normal apabila kadar ALP 53-128 U/L (pria) dan 42-98 U/L (wanita).

 Tinggi apabila kadar ALP >128 U/L (pria) dan >98 U/L

(wanita).

Skala ukur: kategorik ordinal.

13. Gangguan fungsi hati adalah gangguan mengenai hati yang bisa terjadi karena faktor genetik atau disebabkan oleh berbagai faktor yang merusak hati seperti virus atau penggunaan alkohol (Mayo Clinic, 2014). Penegakan diagnosis gangguan hati berdasarkan anamnesis.

14. Keganasan hati adalah suatu penyakit pada hati yang menyerang dan menghancurkan jaringan dimana ia berasal dan memilki kecenderungan untuk menyebar ke tempat lain melalui darah atau sistem limfe (Bajwa dkk, 2010). Penegakan diagnosis keganasan hati berdasarkan anamnesis.

15. Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah tidak dapat mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Dikatakan anemia apabila konsentrasi hemoglobin <13,0 g/dl pada pria, <12,0 g/dl pada wanita yang tidak hamil dan <11 g/dl pada wanita hamil (WHO, 2011). Penegakan diagnosis berdasarkan pemeriksaan laboraturium hari pertama menggunakan alat Sysmex 2000.

16. Alkohol adalah senyawa organik yang dibentuk ketika grup hidroksil disubstitusikan pada atom hydrogen pada gugus hidrokarbon (Bajwa dkk, 2010). Konsumsi alkohol yang diminum diukur dalam satuan unit. Unit adalah suatu cara sederhana untuk menyatakan kuantitas alkohol murni dalam minuman, menunjukkan perbandingan standar volume alkohol murni diantara minuman beralkohol. Satu unit sama dengan 8 gram alkohol murni, yang sebanding dengan 10 ml etanol murni (alkohol) (Insitutes Alcohol Studies, 2013). Penegakan diagnosis riwayat konsumsi alkohol berdasarkan anamnesis.

17. Gagal ginjal kronik adalah abnormalitas struktur dan fungsi ginjal berlangsung lebih dari 3 bulan dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus (Lukela dkk, 2014). Penegakan diagnosa gagal ginjal kronik pada penelitian ini berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan penunjang.

18. Obat anti inflamasi non steroid adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengobati rasa sakit, kemerahan, bengkak, dan

panas (inflamasi) dari kondisi medis seperti berbagai jenis arthritis, kram saat menstruasi dan jenis nyeri jangka pendek lainnya Penegakan riwayat penggunaan obat anti inflamasi non steroid berdasarkan anamnesis (US Food and Drug Administration, 2007).

19. Infeksi adalah adalah invasi jaringan tubuh organisme oleh agen penyebab penyakit, kemudian mengadakan multiplikasi, dan reaksi jaringan inang terhadap agen infeksius dan racun yang mereka hasilkan (Bajwa dkk, 2010). Penegakan riwayat infeksi dalam penelitian ini berdasarkan anamnesis.

20. Pneumonia adalah peradangan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit) (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2003). Pada penelitian ini penegakan pneumonia berdasarkan gambaran klinis (anamnesis dan pemeriksaan fisik) dan pemeriksaan penunjang (radiologis dan laboraturium).

21. Penyakit keganasan darah adalah suatu penyakit pada darah yang menyerang dan menghancurkan jaringan dimana ia berasal dan memilki kecenderungan untuk menyebar ke tempat lain melalui darah atau sistem limfe (Bajwa dkk, 2010). Penegakan diagnosa penyakit keganasan darah dalam penelitian ini ditegakkan berdasarkan anamnesis.

22. Kadar Gula Darah Yang Meningkat adalah kadar gula darah diatas nilai normal yaitu KGD sewaktu (darah vena) >140 mg/dl

(Redjeki dkk, 2018). Pada penelitian ini pemeriksaan kadar gula darah ditegakkan berdasarkan pemeriksaan laboraturium pada hari pertama dengan menggunakan Cobas 6000.

23. Penyakit autoimun adalah penyakit yang berasal ketika sistem imunitas dalam tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh sendiri (NIAMS, 2016). Penegakan diagnosa penyakit autoimun pada penelitian ini berdasarkan anamnesis.

24. Kadar leukosit serum adalah nilai normal leukosit darah adalah 4.000-11.000/µL (Freeman V dan Arneson W, 2007). Pada penelitian ini, pemeriksaan leukosit dilakukan pada hari pertama penderita masuk kerumah sakit dengan menggunakan alat Sysmex 2000. Pada penelitian ini akan ditetapkan:

 Rendah apabila kadar lukosit <4.000/µL

 Normal apabila kadar leukosit 4.000-11.000/µL

 Tinggi apabila kadar leukosit >11.000/µL

Skala ukur: kategorik ordinal.

25. Tekanan darah adalah tekanan yang ditimbulkan oleh darah terhadap dinding pembuluh darah yang tergantung dari volume darah dalam pembuluh darah, compliance, atau daya regang dinding pembuluh darah (seberapa mudah mereka dapat diregangkan) (Sherwood, 2010). Tekanan darah normal menurut JNC-8 adalah <120 mmHg (sistol) dan <80 mmHg (diastol) (Bell dan Twigg, 2015). Pemeriksaaan tekanan darah pada penelitian ini

dilakukan saat hari pertama penderita masuk kerumah sakit dengan menggunakan sphygmomanometer merk Riester dan stetoskop merk Litmann.

Cara pengukuran tekanan darah adalah

1. Pemeriksaan dilakukan pada posisi duduk atau berbaring 2. Manset diletakkan pada lengan atas (kiri maupun kanan)

diatas siku. Stetoskop diletakkan diatas arteri brakialis disekitar lipatan siku dan dibawah manset.

3. Pompalah udara kedalam manset dengan di atas tekanan 140/90 mmHg.

4. Saat udara dalam manset dilepaskan perlahan, suara yang pertama kali didengar menunjukkan tekanan darah sistol.

Tekanan manset terendah dimana suara terakhir yang dapat terdengar menunjukkan tekanan darah diastol. (Bajwa dkk, 2010).

Pada penelitian ini akan ditetapkan:

 Normal apabila tekanan darah <120 mmHg (sistol) dan <80 mmHg (diastol).

 Prehipertensi apabila tekanan darah 120-139 mmHg (sistol) atau 90-99 mmHg (diastol).

 Hipertensi stage I apabila tekanan darah 140-159 mmHg (sistol) atau 90-99 mmHg (diastol).

 Hipertensi stage II apabila tekanan darah 160 mmHg (sistol) atau 100 mmHg (diastol).

Skala ukur: kategorik ordinal.

26. Luaran fungsional pada penelitian ini diukur dengan menggunakan NIHSS dan mRS pada awal masuk dan hari ke 14.

NIHSS adalah suatu skala penilaian yang dilakukan pada pasien

stroke untuk melihat kemajuan hasil perawatan fase akut (akibat impairment). Nilai NIHSS adalah 0-42. Pada penelitian ini akan ditetapkan: nilai NIHSS <4: stroke ringan, nilai antara 4-15: sedang, dan nilai >15: berat (PERDOSSI, 2009). Skala ukur: kategorik ordinal.

mRS adalah suatu alat pengukuran keterbatasan fungsional pasca

stroke yang bersifat global dengan validitas dan reabilitas yang cukup baik. Hasil penilaiannya secara umum terdiri dari 5 angka yaitu keterbatasan berat, keterbatasan berat sedang, keterbatasan sedang, keterbatasan ringan, dan keterbatasan tak bermakna.

Pada penelitian ini akan ditetapkan: nilai mRS ≤ 2 dikategorikan sebagai luaran baik dan nilai mRS >2 dikategorikan sebagai luaran buruk (Kim dkk, 2013). Skala ukur: kategorik ordinal.

Dokumen terkait