BAB II LANDASAN TEORI
A. BATIK
ix
6. Staff sekretariat Fakultas Sains dan Teknologi, Bapak Tukija dan Mbak Linda
beserta staff lain yang telah membantu dan memberikan kemudahan bagi
Penulis sehingga terselesainya skripsi ini.
7. Perpustakaan Universitas Sanata Dharma atas fasilitas dalam pencarian
pustaka.
8. Bapak dan Ibuku tercinta atas doa, cinta, kesabaran, dukungan dan
pengorbanan yang tiada henti-hentinya sampai terselesainya skripsi ini.
9. Mas Kuncoro, Dik Fajar dan Dik Kumala, semua yang aku sayangi atas
dukungan, doa, cinta kasih, pengorbanan yang kalian berikan buat aku.
10.Kakek, nenek, saudara, keponakan dan semua keluarga besarku yang tak
henti-hentinya selalu mendukung aku.
11.Mas Chocho dan Mas Ganis terimakasih banyak atas bantuan, doa, semangat
dan kebersamaan kita.
12.Bapak, Ibu Narkoyo dan teman-teman kosku Yanti, Eva, Mbak Dian, Vona,
Ayu dan Wulan terima kasih atas bantuan, dukungan, doa, kesediaan kalian
sebagai teman berbagi dalam keluh kesahku.
13.Teman-teman Ikom’04 yang selalu ngangeni. Seto, Willy, Adit, Steven, Fitria,
Madya, Debby, B’li Adi, Amel, Monic, Thomas, Gita, Wisnu, Mia, Hali, Beni
Damian, Trivo, Henry, Kornel, Eka, Elin, Ndari, Agung, Desy, Arum terima
kasih banyak atas bantuan kalian, suka duka, semangat, kebersamaan dan
keceriaan kita selama ini.
14.Yo, Via, Tina, Beni makasi banyak atas bantuan desain, coding dan
xiii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ... v
ABSTRAK ... vi
ABSTRACT... vii
KATA PENGANTAR ... viii
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... xi
HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH... xii
DAFTAR ISI ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xvii
DAFTAR TABEL ... xxi
DAFTAR LISTING PROGRAM... xxiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Perumusan Masalah ... .... 2 C. Batasan Masalah ... .... 2 D. Tujuan Penelitian ... .... 3 E. Manfaat Penelitian ... .... 3 F. Metodologi Penelitian ... .... 3 G. Sistematika Penulisan... .... 5
xiv
BAB II LANDASAN TEORI ... 7
A. BATIK... 7
1. Asal Mula Batik ... 7
2. Pengertian Batik ... 9
3. Macam-Macam Proses Pembatikan ... 10
4. Zat Warna dalam Pengolahan Batik ... 11
5. Motif-Motif Batik... 12
B. Konsep Dasar Sistem Informasi Berbasis Web ... 13
1. Sistem Informasi Berbasis Web ... 13
2. Karakteristik Sistem Informasi Berbasis Web ... 14
3. Desain Sistem Informasi Berbasis Web yang Baik... 14
4. Teknologi Sistem Informasi Berbasis Web ... 17
5. Arsitektur Aplikasi Sistem Informasi Berbasis Web... 18
C. Proses Pengembangan Web... 20
D. Kuesioner... 23
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN... 25
A. Deskripsi Sistem Informasi Batik Indonesia ... 25
1. Analisis Masalah ... 25
2. Analisis Kebutuhan ... 27
a. Administrator... 27
b. Pengunjung... 28
B. Perancangan Diagran Aliran Data (DAD)... 30
xv
1. Diagram E-R ... 42
2. Pemetaan Diagram Entitas Menjadi Tabel Basis Data... 43
3. Integritas Basis Data... 44
4. Kamus Data... 54
D. Desain Menu ... 59
1. Sisi Administrator... 59
2. Sisi Pengunjung... 60
E. Desain Navigasi Form... 61
1. Sisi Administrator... 61
2. Sisi Pengunjung... 61
F. Desain Antar Muka ... 62
1. Sisi Administrator... 62
a. Rancangan Tampilan Login administrator... 62
b. Rancangan Halaman Menu Administrator... 63
c. Rancangan Tampilan Update Data Propinsi ... 64
d. Rancangan Tampilan Update Data Motif ... 67
e. Rancangan Tampilan Update Koleksi ... 70
2. Sisi Pengunjung... 72
a. Rancangan Antar Muka Pengunjung Web... 72
b. Rancangan Tampilan Isi Buku Tamu ... 73
c. Rancangan Tampilan Isi Polling ... 74
d. Rancangan Tampilan Searching... 75
xvi
f. Rancangan Tampilan Agenda ... 75
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM ... 76
A. Implementasi Basis Data dan Tabel ... 76
B. Implementasi Sisi Administrator ... 88
1. Implementasi Halaman Index Administrator... 88
2. Implementasi Menu Update Data Propinsi... 92
3. Implementasi Menu Update Data Motif... 98
C. Implementasi Sisi Pengunjung... 106
1. Implementasi Halaman Index Pengunjung ... 106
2. Implementasi Halaman Buku Tamu... 107
3. Implementasi Halaman Polling ... 111
4. Implementasi Halaman Searching... 115
5. Implementasi Halaman Berita... 120
6. Implementasi Halaman Agenda ... 122
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN KUESIONER... 124
A. Pengumpulan Data ... 124
B. Sasaran Penyebaran Kuesioner ... 125
C. Form Kuesioner ... 126
D. Hasil dan Pembahasan Kuesioner ... 127
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 138
A. Kesimpulan ... 138
B. Saran... 139
xvii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1. Use case sisi Administrator ... 27
Gambar 3.2. Use case sisi Pengunjung... 29
Gambar 3.3. Diagram Konteks ... 30
Gambar 3.4. Diagram Arus Data Level 1 sisi Administrator ... 31
Gambar 3.5. Diagram Arus Data Level 2 Update data ... 33
Gambar 3.6. Diagram Arus Data Level 1 sisi Pengunjung ... 39
Gambar 3.7. Diagram E-R Sistem Informasi Batik Indonesia ... 42
Gambar 3.8. Aturan Integritas Referensial ... 53
Gambar 3.9. Desain menu sisi administrator... 59
Gambar 3.10. Desain menu sisi pengunjung ... 60
Gambar 3.11. Desain navigasi form sisi pengunjung... 61
Gambar 3.12. Desain navigasi form sisi pengunjung... 61
Gambar 3.13. Tampilan login administrator... 62
Gambar 3.14. Tampilan halaman menu admin... 63
Gambar 3.15. Tampilan update propinsi ... 64
Gambar 3.16. Tampilan tambah propinsi ... 65
Gambar 3.17. Tampilan ubah propinsi ... 66
Gambar 3.18. Tampilan update motif ... 67
Gambar 3.19. Tampilan tambah motif ... 68
Gambar 3.20. Tampilan ubah motif ... 69
xviii
Gambar 3.22. Tampilan tambah koleksi... 71
Gambar 3.23. Tampilan rancangan antar muka untuk pengunjung web... 72
Gambar 3.24. Tampilan rancangan isi buku tamu ... 73
Gambar 3.25. Tampilan rancangan lihat buku tamu ... 73
Gambar 3.26. Tampilan rancangan isi polling... 74
Gambar 3.27. Tampilan rancangan lihat hasil polling ... 74
Gambar 3.28. Tampilan rancangan pencarian ... 75
Gambar 3.29. Tampilan rancangan berita ... 75
Gambar 3.30. Tampilan rancangan agenda ... 75
Gambar 4.1. Database batik pada PHPMyAdmin ... 77
Gambar 4.2. Tabel administrator ... 77
Gambar 4.3. Tabel agenda ... 78
Gambar 4.4. Tabel alat ... 78
Gambar 4.5. Tabel batik ... 79
Gambar 4.6. Tabel batik_warna... 79
Gambar 4.7. Tabel berita ... 80
Gambar 4.8. Tabel bukutamu ... 80
Gambar 4.9. Tabel jenis_zat_warna... 81
Gambar 4.10. Tabel kabupaten ... 81
Gambar 4.11. Tabel koleksi... 81
Gambar 4.12. Tabel motif... 82
Gambar 4.13. Tabel polling ... 83
xix
Gambar 4.15. Tabel propinsi ... 83
Gambar 4.16. Tabel sejarah ... 84
Gambar 4.17. Tabel teknik_pembuatan... 84
Gambar 4.18. Tabel tips ... 85
Gambar 4.19. Tabel tp_batik ... 85
Gambar 4.20. Tabel warna... 85
Gambar 4.21. Tabel link ... 86
Gambar 4.22. Tampilan login admin ... 88
Gambar 4.23. Tampilan halaman index admin... 89
Gambar 4.24. Tampilan pesan kesalahan login admin... 89
Gambar 4.25. Tampilan pesan kesalahan ketika login... 90
Gambar 4.26. Tampilan halaman menu propinsi... 92
Gambar 4.27. Tampilan halaman tambah propinsi ... 93
Gambar 4.28. Tampilan pesan tambah propinsi ... 93
Gambar 4.29. Tampilan pesan gagal tambah propinsi ... 94
Gambar 4.30. Tampilan ubah propinsi ... 95
Gambar 4.31. Tampilan pesan ubah propinsi ... 95
Gambar 4.32. Tampilan pesan gagal mengubah propinsi ... 96
Gambar 4.33. Tampilan pesan hapus propinsi... 97
Gambar 4.34. Tampilan halaman menu motif ... 98
Gambar 4.35. Tampilan halaman tambah motif ... 99
Gambar 4.36. Tampilan halaman ubah motif ... 102
xx
Gambar 4.38. Tampilan halaman isi buku tamu ... 107
Gambar 4.39. Tampilan halaman lihat buku tamu... 109
Gambar 4.40. Tampilan halaman polling ... 111
Gambar 4.41. Tampilan halaman lihat hasil polling ... 112
Gambar 4.42. Tampilan halaman searching ... 115
Gambar 4.43. Tampilan halaman berita ... 120
Gambar 4.44. Tampilan halaman agenda ... 122
Gambar 5.1. Form kuesioner untuk pengunjung umum... 126
Gambar 5.2. Hasil kuesioner untuk Tampilan situs web... 127
Gambar 5.3. Hasil kuesioner untuk pemilihan warna ... 128
Gambar 5.4. Hasil kuesioner untuk pemilihan gambar ... 129
Gambar 5.5. Hasil kuesioner untuk pemilihan letak dan bentuk tombol ... 130
Gambar 5.6. Hasil kuesioner untuk langkah-langkah penggunaan sistem ... 131
Gambar 5.7. Hasil kuesioner untuk menu-menu yang disajikan ... 132
Gambar 5.8. Hasil kuesioner untuk pesan kesalahan ... 133
Gambar 5.9. Hasil kuesioner untuk ukuran huruf ... 134
Gambar 5.10. Hasil kuesioner untuk proses pencarian ... 135
Gambar 5.11. Hasil kuesioner untuk interaktif... 136
xxi
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Aturan Integritas Entitas untuk entitas yang berelasi ... 45
Tabel 3.2 Aturan Integritas Entitas untuk entitas yang tidak berelasi ... 45
Tabel 3.3 Aturan domain tabel propinsi... 46
Tabel 3.4 Aturan domain tabel kabupaten... 46
Tabel 3.5 Aturan domain tabel motif ... 47
Tabel 3.6 Aturan domain tabel batik... 47
Tabel 3.7 Aturan domain tabel produk... 47
Tabel 3.8 Aturan domain tabel alat ... 47
Tabel 3.9 Aturan domain tabel jenis_zat_warna ... 48
Tabel 3.10 Aturan domain tabel warna ... 48
Tabel 3.11 Aturan domain tabel teknik_pembuatan ... 48
Tabel 3.12 Aturan domain tabel koleksi ... 48
Tabel 3.13 Aturan domain tabel batik_warna... 49
Tabel 3.14 Aturan domain tabel tp_batik ... 49
Tabel 3.15 Aturan domain tabel administrator ... 49
Tabel 3.16 Aturan domain tabel agenda... 49
Tabel 3.17 Aturan domain tabel berita... 50
Tabel 3.18 Aturan domain tabel sejarah... 50
Tabel 3.19 Aturan domain tabel bukutamu ... 50
Tabel 3.20 Aturan domain tabel tips ... 50
xxii
Tabel 3.22 Aturan domain tabel link... 51
Tabel 5.1 Hasil kuesioner untuk tampilan situs web ... 127
Tabel 5.2 Hasil kuesioner untuk pemilihan warna... 128
Tabel 5.3 Hasil kuesioner untuk gambar... 128
Tabel 5.4 Hasil kuesioner untuk pemilihan letak... 129
Tabel 5.5 Hasil kuesioner untuk langkah-langkah penggunaan sistem ... 130
Tabel 5.6 Hasil kuesioner untuk menu-menu yang disajikan... 131
Tabel 5.7 Hasil kuesioner untuk pesan kesalahan ... 132
Tabel 5.8 Hasil kuesioner untuk ukuran huruf ... 133
Tabel 5.9 Hasil kuesioner untuk pencarian ... 134
Tabel 5.10 Hasil kuesioner untuk interaktif ... 135
xxiii
DAFTAR LISTING PROGRAM
Listing 4.1. Koneksi dengan database batik ... 87
Listing 4.2. listing program untuk mengecek login admin ... 90
Listing 4.3. listing program untuk menambah propinsi... 94
Listing 4.4. listing program untuk mengubah propinsi ... 96
Listing 4.5. listing program untuk menghapus propinsi ... 98
Listing 4.6. listing program untuk menambah motif ... 100
Listing 4.7. listing program untuk mengubah motif... 103
Listing 4.8. listing program untuk menghapus motif ... 105
Listing 4.9. listing program untuk mengisi buku tamu... 108
Listing 4.10. listing program untuk melihat buku tamu ... 110
Listing 4.11. listing program untuk mengisi polling ... 112
Listing 4.12. listing program untuk melihat hasil polling... 113
Listing 4.13. listing program untuk searching ... 115
Listing 4.14. listing program untuk berita ... 120
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang MasalahSejak jaman dahulu di Indonesia telah berkembang kebudayaan asli
yang beraneka ragam yang merupakan hasil dari cipta, rasa dan karsa dari
masyarakat Indonesia sendiri. Seiring dengan masuknya pengaruh
kebudayaan asing ke Indonesia menyebabkan akulturasi kebudayaan yang
pada akhirnya memunculkan kebudayaan baru.
Pada pola kehidupan orang Indonesia, segala kegiatan dan tingkah laku
sangat dipengaruhi oleh norma-norma adat yang berlaku. Pada norma-norma
adat yang berlaku tersebut mengandung ajaran-ajaran dan peraturan yang
sangat luhur sehingga dapat dijadikan pedoman cara hidup sehari-hari yang
dapat digambarkan dalam motif batik. Kekayaan intelektual di Indonesia
berupa motif-motif batik tradisional, yang jumlahnya cukup banyak,
belakangan ini banyak ditiru oleh perajin dari negara-negara lain demi
kepentingan ekonomi.
Ragam motif batik pada awalnya tidak hanya dibuat untuk sekedar
indah dilihat, tetapi juga memberi makna yang erat hubungannya dengan
falsafah kehidupan. Makna yang terkandung dalam ragam motif batik
menjadi peninggalan sejarah. Sejalan dengan perkembangan kebudayaan di
Indonesia, ragam motif batik berangsur-angsur menjadi sekedar gambar
adi luhur yang penuh nilai kesakralan di dalamnya berubah menjadi barang
seni yang memiliki nilai jual saja, terutama setelah batik digunakan bahan
busana seluruh lapisan masyarakat tidak hanya pribumi tapi juga para
pendatang.
Namun demikian masih banyak orang yang belum mengenal berbagai
macam motif batik dan makna yang terkandung dari masing-masing motif
yang terdapat di Indonesia, terutama dari kalangan remaja yang lebih
memilih busana dari katun atau denim. Dari uraian di atas, penulis akan
mencoba memberikan informasi tentang jenis-jenis batik yang beraneka
macam yang tedapat di Indonesia dan memperkenalkan kepada masyarakat
umum melalui ” Sistem Informasi Berbasis Web Tentang Batik Indonesia”.
B.
Perumusan MasalahBagaimana membangun sebuah sistem informasi yang dapat
memberikan informasi tentang batik Indonesia kepada masyarakat umum ?
C.
Batasan MasalahSistem informasi berbasis web tentang batik Indonesia yang akan
dibangun memiliki batasan-batasan sebagai berikut :
1. Sistem ini menampilkan informasi tentang batik Indonesia yang berupa
sejarah, teknik pembuatan, daerah penghasil batik beserta motifnya, alat
2. Pengunjung hanya dapat melihat informasi dan memberikan
komentar-komentar dengan mengisi buku tamu.
3. Administrator dapat mengelola data-data dan informasi-informasi yang
ada di web yaitu dengan mengedit, menambah dan menghapus data-data
dan informasi-informasi tersebut.
4. Pembuatan situs web ini hanya sampai pada tahap testing saja, tidak
membahas masalah perawatan.
D.
Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penulisan skripsi ini
adalah membangun sistem informasi yang dapat membantu memberikan
informasi tentang batik Indonesia.
E.
Manfaat PenelitianPenulisan skripsi ini dilakukan dengan harapan mampu memberikan
manfaat kepada semua pihak, yaitu:
1. Membantu masyarakat untuk memperoleh informasi tentang batik yang
ada di Indonesia.
2. Melestarikan seni batik yang terdapat di Indonesia.
F.
Metodologi PenelitianMetodologi yang digunakan penulis selama penelitian untuk membuat
1. Studi lapangan, bertujuan untuk mencari informasi langsung ke
perusahaan batik seperti mencari data nama-nama batik, pengambilan
foto-foto batik dan wawancara dengan pemilik perusahaan.
2. Studi Pustaka, dengan mencari referensi dan dasar teori dari buku-buku
atau jurnal-jurnal ilmiah.
3. Pengembangan perangkat lunak yang dipakai adalah Waterfall
(Pressman, 1992) yang mana pengerjaannya dilakukan tahap demi tahap.
Adapaun tahap-tahapnya adalah sebagai berikut :
a. Rekayasa Sistem dan Analisis
Pekerjaan dimulai dari pembentukan kebutuhan dari semua elemen
sistem. Kemudian menentukan subset-subset kebutuhan ke dalam
pembentukan Perangkat Lunak. Cakupan langkah ini adalah
pengumpulan kebutuhan pada level sistem dengan sedikit melibatkan
analisis dan perancangan.
b. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Hasil pengumpulan kebutuhan diintensifkan dan diarahkan secara
khas ke dalam Perangkat Lunak. Pembuat software harus paham
benar domain informasi, fungsi dan prosedur yang dibutuhkan, unjuk
kerja perangkat lunak, dan antar muka. Hasil analisis harus
didokumentasikan dan diberitahukan kepada pemesannya.
c. Perancangan atau desain
Perancangan adalah langkah multiproses yang memusatkan kerja
karakteristik antar muka. Proses ini akan mengubah kebutuhan di
atas menjadi sebuah gambaran perangkat lunak yang dapat
dimengerti sebelum penulisan program. Hasil rancangan ini harus
didokumentasikan dan menjadi bagian konfigurasi perangkat lunak.
d. Penulisan Program atau Coding
Hasil rancangan atau desain diterjemahkan ke dalam bentuk yang
dapat dibaca oleh mesin.
e. Pengujian atau Testing
Pengujian ini memusatkan pada logika internal perangkat lunak,
fungsi eksternal, dan mencari segala kemungkinan kesalahan.
Memeriksa apakah hasilnya sudah sesuai dengan apa yang
diharapkan.
G.
Sistematika PenulisanBAB I PENDAHULUAN
Bab ini mencakup tentang Latar Belakang, Rumusan
Masalah, Batasan Masalah, Tujuan, Manfaat, Tinjauan
Pustaka, Metodologi Penelitian dan Sistematika Penulisan.
BAB II DASAR TEORI
Bab ini menjabarkan tentang teori-teori yang berhubungan
dengan batik yang meliputi asal mula batik, pengertian
batik, macam-macam proses pembatikan, zat warna dalam
menjabarkan tentang teori-teori dalam pembuatan sistem
yang meliputi sistem informasi berbasis web, karakteristik
sistem informasi berbasis web, desain sistem informasi
berbasis web yang baik, teknologi sistem informasi berbasis
web, arsitektur aplikasi sistem informasi berbasis web,
proses pengembangan web.
BAB III ANALISIS DAN DESAIN
Bab ini berisi tentang deskripsi sistem informasi batik
Indonesia yang meliputi analisa masalah, analisa kebutuhan
dan pemodelan sistem dalam bentuk ER Diagram, Diagram
Arus Data (DAD), perancangan tabel-tabel basis data,
desain input output, desain antar muka sistem yang dibuat.
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM DAN HASIL
Bab ini berisi tentang pengimplementasian sistem yang
dibuat, analisa program dan pembahasan program.
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN KUESIONER
Bab ini berisi tentang hasil dan pembahasan kuesioner.
Kuesioner yang disebarkan bertujuan untuk menguji kinerja
sistem yang telah dibuat.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi tentang kesimpulan yang diperoleh dari
keseluruhan proses pembuatan sistem serta beberapa saran
BAB II LANDASAN TEORI
A. BATIK
1. Asal Mula Batik
Batik memiliki ketidakjelasan dari mana asal mulanya dan dimana
pertama kali diketemukan. Tetapi teknik pembuatan batik dengan cara
menahan warna yang berusia ribuan tahun telah digunakan di Afrika,
Eropa, Timur Tengah dan beberapa negara Asia seperti China, India dan
Jepang. Di Indonesia sendiri menurut beberapa pakar peneliti, batik
dibawa dan dikenalkan oleh para pelancong yang datang. Tetapi di
Indonesia lah batik memiliki perkembangan dan mencapai suatu nilai
seni yang sangat tinggi dan juga sangat populer khususnya di Pulau
Jawa. Batik menjadi sebuah tradisi yang melekat dan menjadi sebuah
kultur seni masyarakat yaitu sebagai pakaian tradisional masyarakat
Jawa saat itu. Kemudian kebudayaan ini berkembang dan meluas ke
seluruh kepulauan di Indonesia dan ke semenanjung Malay. Batik
menjadi sangat populer dan disukai oleh masyarakat Indonesia, serta
menjadi pakaian resmi nasional Indonesia. Disamping itu juga menjadi
suatu pusat industri yang sangat penting yang ikut meramaikan industri
pakaian di Indonesia dan juga di Asia (Djoko Dwiyanto,
Perkembangan batik di Indonesia sangat dominan di jaman
kerajaan Jawa, oleh karena itu pusat batik umumnya berada di Pulau
Jawa, seperti Yogyakarta, Solo, Lasem, Pekalongan, Cirebon,
Indramayu, Tuban dan lain-lain. Setiap daerah memiliki kelebihan dalam
desain, dan motif tersendiri. Pengaruh budaya luar juga sangat kental
pada desain batik, seperti masuknya pedagang dari Arab dan Cina dan
juga pengaruh dari Eropa khususnya Belanda. Ini semua dapat dilihat di
daerah pesisir pulau Jawa seperti Pekalongan dan Cirebon, desain
dengan kombinasi motif seperti burung, bunga-bunga dan pohon-pohon.
Sehingga untuk batik dari daerah pesisir dikenal dengan batik modern,
sedangkan batik dari Jawa Tengah masih kental dengan batik
tradisionalnya (Rusnadi, 1986).
Batik tradisional secara historis berasal dari zaman nenek moyang
yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar
(www.jawatengah.go.id/loader.php). Saat itu motif atau pola batik masih
didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah
perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari
corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif
abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan
sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan
seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal
Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun
corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing
daerah yang amat beragam. Budaya Bangsa Indonesia yang demikian
kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional
dengan ciri kekhususannya sendiri.
2. Pengertian Batik
Batik merupakan rangkaian dari kata ‘mbat’ dan ‘tik’. ‘Mbat’
dalam bahasa Jawa diartikan sebagai ‘ngembat’ atau melempar
berkali-kali, sedangkan ‘tik’ berasal dari kata ‘titik’. Jadi membatik berarti
melempar titik-titik yang banyak dan berkali-kali pada kain. Sehingga
lama-lama bentuk-bentuk titik tersebut berhimpitan menjadi bentuk garis
(Kuswadji Kawidrosusanto, 1994). Di dalam seni rupa, garis merupakan
kumpulan dari titik. Adalagi yang memberikan arti namun masih ada
sangkut paut pengertian yang sama dengan pendapat Kuswadji, yaitu :
batik dari kata ‘mbat’ dan ’tik’. ‘Mbat’ adalah kependekan dari
membuat, sedangkan ‘tik’ adalah titik. Membatik adalah membuat titik
pada kain dengan menggunakan peralatan canting dan sebagai bahannya
adalah malam (wak). Dua pengertian di atas memang tidak jauh berbeda
yaitu batik adalah salah satu budidaya manusia, manusia menciptakan
benda pakai ataupun benda seni dengan menggunakan canting sebagai
3. Macam-macam Proses Pembatikan a. Batik Tulis
Batik Tulis merupakan proses pembatikan yang menggunakan
tangan manusia langsung dengan menggunakan canting ke dalam kain
yang telah digambari motif untuk dibatik. Batik tulis tergolong spesial
dan mahal dibanding batik yang lain, karena didalam pembuatan batik
ini sangat diperlukan keahlian serta pengalaman, ketelitian, kesabaran
dan juga waktu yang lama untuk menyelesaikan sebuah batik tulis.
Sebuah batik tulis berukuran 2,5 m dan lebar 1,15 meter paling cepat
dapat diselesaikan selama dua minggu oleh seorang pembatik, itupun
jika cuaca yang cerah dan desain motifnya tidak terlalu rumit.
b. Batik Cetak
Batik cetak atau yang disebut juga dengan batik cap, merupakan
proses pembatikan yang menggunakan cap atau alat cetak atau stempel
yang terbuat dari tembaga dan pada cap tersebut telah terpola batik.
Proses pembatikan cetak (cap) ini jauh lebih cepat dan mudah dibanding
dengan pebuatan batik tulis. Pengerjaan batik ini dapat diproduksi secara
banyak dan hanya diperlukan waktu satu minggu untuk dapat
menyelesaikan sekitar 250 potong.
c. Batik Printing
Batik printing disebut juga dengan batik sablon, karena proses
pembatikan ini sangat menyerupai dengan proses penyablonan. Motif
sehingga sangat memudahkan pengerjaan pembatikan. Pewarnaan dapat
langsung dilakukan dengan alat itu juga. Untuk pembatikan dan
pewarnaan yang lebih kompleks digunakan lilin malam dengan alat
canting.
4. Zat Warna dalam Pengolahan Batik
Zat warna yang digunakan dalam pengolahan batik dibedakan
menjadi dua macam, yaitu :
a. Zat Warna alam
Zat warna alam merupakan suatu zat warna yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan seperti pohon nila (Indigofera), pohon soga tingi
(Ceriops Candolleana Am), pohon soga tegeran (Cudrania Javanensis),
pohon soga jambal (Peltophorun ferrugineum), pohon mengkudu
(Morinda Citrifelia), pohon gambir dan pohon pinang.
b. Zat Warna Sintetis
Zat warna sintesis merupakan zat warna buatan dari luar negeri
yang sebagian besar berasal dari Eropa. Zat warna sintetis ini dipakai,
dikarenakan semakin sulitnya mencari zat warna alam. Disamping itu zat
warna sistetis memberi banyak keuntungan dalam hal pemakaiannya
yang lebih mudah serta ketahanan warnanya yang lebih baik.
Macam-macam zat warna sintetis antara lain zat warna indigo, zat warna napthol,
5. Motif-Motif Batik
Motif batik sangat beragam macamnya, masing-masing motif
mengandung makna. Macam-macam motif batik antara lain : motif
parang, motif geometri, motif banji, motif tumbuh-tumbuhan menjalar,