• Tidak ada hasil yang ditemukan

Beban Belajar

Dalam dokumen Teknik GB (Halaman 26-33)

C. Pengembangan Diri

3. Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan

2.6 Beban Belajar

a. Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar adalah rumusan satuan waktu yang dibutuhkan peserta didik dalam mengikuti kompetensi pembelajaran melalui sistem tatap muka ( TM), praktik di sekolah ( PS) dan praktik di industri ( PI ), penugasan terstruktur ( PT ) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur ( KMTT ) untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Penugasan terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik, didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian kompetensi pada kegiatan tatap muka, termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan dan percepatan. Sedangkan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian kompetensi yang waktu penyelesaiannya diatur oleh peserta didik

SMKN 1 Majalengka menggunakan pengaturan beban belajar dalam sistem paket. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum di atas.

Beban belajar SMKN 1 Majalengka meliputi kegiatan pembelajaran teori, praktik di sekolah dan kegiatan kerja praktik di dunia usaha/industri yang ekuivalen dengan 40 jam pelajaran per minggu.

Kompetensi Keahlian : Halaman 27

Teknik Gambar Bangunan

Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket di SMKN 1 Majalengka adalah maksimum 60 % dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan waktu tersebut mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.

Lebih Rinci pengaturan belajar beban belajar di SMKN 1 Majalengka, adalah sebagai berikut :

1. Pendidikan SMK diselenggarakan dalam bentuk pendidikan sistem ganda. 2. Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah 45 menit.

3. Satu jam pelajaran terdiri dari 45 menit tatap muka, 20 menit tugas terstruktur dan 7 menit kegiatan mandiri tidak terstruktur.

4. Beban belajar SMK meliputi kegiatan pembelajaran tatap muka, praktik di sekolah dan kegiatan kerja praktik di dunia usaha/industri ekuivalen dengan 36 sd. 46 jam pelajaran perminggu.

5. Beban belajar per minggu adalah (36 sd. 40) jam tatap muka, dengan perincian sibagai berikut :

ƒ Jumlah jam perminggu tatap muka teori adalah 28 jam, dan ƒ Jumlah jam perminggu pelajaran praktik adalah 18 jam

6. Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka.

7. Minggu efektif penyelenggaraan pendidikan SMK adalah 36 - 38 minggu.

8. Penghitungan jam terstruktur untuk kompetensi produktif dilakukan melalui langkah-langkah berikut :

a. Penentuan alokasi waktu mata pelajaran didasarkan hasil analisis kebutuhan waktu pada silabus yang terdiri atas jam tatap muka (TM) / teori, praktik di sekolah (PS) dan praktik industri (PI). Kolom jam untuk praktik di sekolah (PS) atau praktik di industri (PI) tidak harus selalu terisi jam, tergantung pada tuntutan waktu kebutuhan penugasan kompetensi.

b. Mengkonversi jam estimasi untuk TM, PS dan PI dengan ketentuan konversi 1 - 2 – 4.

Kompetensi Keahlian : Halaman 28

Teknik Gambar Bangunan

c. Menghitung jumlah total jam terstruktur berdasarkan rumus :

Misalnya satu Kompetensi Dasar membutuhkan jam belajar sbb : • tatap muka (TM) = 6 jam

• praktik di sekolah (PS) = 8 jam • praktik di industri (PS) = 20 jam Maka :

• Jumlah jam terstruktur : 6 + 8 + 20 = 15 jam 1 2 4

• Jumlah jam belajar di sekolah : 6 + 8 = 14 jam

• Jumlah jam di industri (dalam bentuk prakerin) = 20 jam

• Total jam belajar di sekolah dan industri (jam terjadwal) adalah : 6 + 8 + 20 = 34

9. Jumlah jam untuk praktik di industri (Prakerin) tergantung pada ketentuan yang dipersyaratkan industri dan seberapa erat hubungan sekolah dengan industri. Untuk menentukan jam Prakerin dapat dihitung dengan langkah-langkah berikut:

a. Menjumlahkan estimasi jam real untuk praktik di industri bagi setiap kompetensi yang tertuang dalam silabus,

b. Menghitung total jam praktik di industri untuk seluruh kompetensi sehingga diperoleh jumlah/angka tertentu, misalnya 800 jam.

c. Menghitung total kebutuhan waktu Prakerin (dalam bulan) sbb : Total jam PI X Bulan = ………. bulan

200 Ej TM 1 Keterangan : Ej TM = Estimasi jam TM Ej PS = Estimasi jam PS Ej PI = Estimasi jam PI Ej PS 2 Ej PI 4 + +

Kompetensi Keahlian : Halaman 29

Teknik Gambar Bangunan

800 jam X bulan = 4 bulan 200

d. Menghitung jumlah kebutuhan jam terstruktur untuk praktik di industri sbb : Total jam PI X jam = ………. jam

4

800 X jam = 200 jam 4

Jumlah jam 200 akan diambil dari jumlah jam terstruktur mata pelajaran Kompetensi Kejuruan (1044).

10 . Alokasi Jam Mata Pelajaran Program Produktif

Program Produktif terdiri dari beberapa mata pelajaran yang dikelompokkan ke dalam mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan (DKK) dan Kompetensi Kejuruan (KK), dengan alokasi jam 140 jam untuk DKK dan 1044 jam untuk KK. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mendistribusikan jam DKK dan KK dengan menggunakan tabel 4 berikut

Tabel 4. : Format Distribusi Jam Kompetensi Kejuruan

No Mata Pe-l j Standar Kompe-t i ∑ jam / per-t

per-temu- Total Jam

Alokasi Waktu Jam Ter-t kTer-t

TM PS PI

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Penjelasan Tabel tabel di atas : Kolom 1 : Diisi dengan nomor urut

Kolom 2 : Diisi dengan nama mata pelajaran (hasil analisis pengelompokan kompetensi yang ditetapkan oleh Direktorat PSMK)

Keterangan :

Nilai 200 diperoleh dari 4 x 50 (angka 4 adalah jumlah minggu/bulan; angka 50 adalah jumlah jam kerja/minggu @ 45 menit)

Kompetensi Keahlian : Halaman 30

Teknik Gambar Bangunan

Kolom 3 : Diisi dengan sejumlah stándar kompetensi mata pelajaran dimaksud (kolom 2)

Kolom 4 : Diisi dengan jumlah kebutuhan jam per pertemuan (berdasarkan empirik dan hasil analisis silabus).

Kolom 5 : Diisi dengan prediksi jumlah / frekuensi pertemuan Kolom 6 : Diisi dengan hasil perkalian kolom 4 dan 5

Kolom 7 dan 8 : Diisi dengan alokasi jam untuk TM, PS yang merupakan distribusi dari Total jam (kolom 6)

Kolom 9 : Diisi dengan estimasi jam untuk PI

Kolom 10 : Diisi dengan hasil perhitungan jam TM, PS, PI dengan perbandingan 1:2:4 Selanjutnya kolom 4 dan 5 dari tabel 3 diatas digunakan untuk menyusun jadwal pelajaran. Penyusunan jadwal kompetensi per mata pelajaran harus memperhatikan urutan kompetensi yang tertera pada diagram pencapaian kompetensi. Pelaksanaan sistem blok juga tetap dapat dilakukan karena total jam TM dan PS sudah diperoleh, tinggal membagi dengan blok waktu yang diinginkan.

Sedangkan kolom 10 merupakan alokasi jam yang akan tertera pada struktur kurikulum.

b. Strategi Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan Pembelajaran di SMKN 1 Majalengka menggunakan Kurikulum SMKN 1 Majalengka tahun 2008 untuk kelas XI dan kelas XII. Sedangkan kelas X menggunakan kurikulum SMK Negeri 1 Majalengka tahun 2010. Adapun materi pembelajaran dan durasi waktu selama 3 tahun sebagai berikut :

1. Mata pelajaran normatif diberikan selama 3 tahun ( 104 minggu ) dengan total waktu 896 JP, sehingga bobot mata pelajaran normatif sebanyak ( 986 JP : 104 minggu ) = 9, 39 JP ≈ 10 JP tiap minggu. Jadi bobot setiap mata pelajaran normatif adalah 2 JP tiap minggu.

2. Mata pelajaran adaptif diberikan selama 3 tahun ( 104 minggu ) dengan total waktu 2138 JP, sehingga bobot mata pelajaran adaptip sebanyak ( 2138 JP : 104 minggu ) = 20, 36 JP ≈ 20 JP tiap minggu. Jadi bobot setiap mata pelajaran adaptif adalah 2 JP tiap minggu. Namun sehubungan dengan SMKN 1 Majalengka menjadi SMK RSBI sehingga terjadi penambahan jam pelajaran, yaitu : Matematika menjadi 6 JP, Bahasa Inggris menjadi 4 JP dan Biologi, Fisika, Kimia masing-masing 2 JP.

Kompetensi Keahlian : Halaman 31

Teknik Gambar Bangunan

3. Mata Pelajaran Produktif kompetensi keahlian Teknik Gambar Bangunan dengan rincian sebagai berikut :

Dasar Kompetensi Kejuruan (DKK) terdiri dari 5 Standar Kompetensi yang dijabarkan menjadi 31 Kompetensi Dasar. Sedangkan Kompetensi Kejuruan (KK) terdiri dari 19 Standar Kompetensi yang dijabarkan menjadi 103 Kompetensi Dasar.

Total waktu untuk DKK sebanyak 140 JP dan total waktu Kompetensi Kejuruan 1044 JP. Jadi Mata pelajaran Produktif di Teknik Gambar Bangunan diberikan selama 3 tahun ( 104 minggu ) dengan total waktu 1184 JP, sehingga bobot mata pelajaran Produktif sebanyak ( 1184 JP : 104 minggu ) = 11, 38 JP ≈ 12 JP tiap minggu. Sedangkan untuk mengantisipasi pada Ujian Nasional Teori Kejuruan diadakan penambahan Jam untuk teori produktif 4 Jam Pelajaran. Sehingga total rata-rata bobot semua mata pelajaran adalah 42 JP tiap minggu. Sedangkan Pengembangan diri dilaksanakan di tingkat I dengan jadwal khusus di hari Jum’at, jam 13.00 – 16.30.

Pelaksanaan Proses Kegiatan Pembelajaran dalam satu minggu selama maksimal 42 jam pelajaran dengan pembagian Senin s/d Kamis dan Sabtu maksimum 10 JP untuk teori dan praktek maksimum 12 JP perhari, Jum’at maksimum 4 JP dan maksimum 12 Praktek serta kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan pada hari Jum’at siang.Waktu pembelajaran dimulai pada pukul 07.00 s/d 13.45 untuk teori dan praktek 07.30 s/d 16.00. Dengan dua kali istirahat pada pukul 10.00 selama 15 menit dan istirahat kedua pukul 11.45 s/d 12.15 untuk melaksanakan sholat dzuhur secara berjamaah.

Perhatikan distribusi waktu untuk teori dan praktek :

T P T P T P T P 1 07.00 ‐ 07.45 2 07.45 ‐ 08.30 3 08.30 ‐ 09.15 4 09.15 ‐ 10.00 10.00 ‐ 10.15 5 10.15 ‐ 11.00 6 11.00 ‐ 11.45 11.45 ‐ 12.15 7 12.15 ‐ 13.00 8 13.00 ‐ 13.45 9 13.45 ‐ 14.30 10 14.30 ‐ 15.15 11 15.15 ‐ 16.00 12 16.00 ‐ 16.45 WAKTU Ja m Ke ISTIRAHAT ISTIRAHAT

Selasa Rabu Kamis Sabtu

T P T P 0 0 7 .0 0  ‐ 0 7 .4 5 1 0 7 .4 5  ‐ 0 8 .3 0 2 0 8 .3 0  ‐ 0 9 .1 5 3 0 9 .1 5  ‐ 1 0 .0 0 4 1 0 .0 0  ‐ 1 0 .4 5 1 0 .4 5  ‐ 1 1 .0 0 5 1 1 .0 0  ‐ 1 1 .4 5 6 1 1 .4 5  ‐ 1 2 .3 0 1 2 .3 0  ‐ 1 3 .0 0 7 1 3 .0 0  ‐ 1 3 .4 5 8 1 3 .4 5  ‐ 1 4 .3 0 9 1 4 .3 0  ‐ 1 5 .1 5 1 0 1 5 .1 5  ‐ 1 6 .0 0 1 1 1 6 .0 0  ‐ 1 6 .4 5 1 2 1 6 .4 5  ‐ 1 7 .3 0 J a m  K e S e n i n Ju m 'a t IS TIR A H A T IS TIR A H A T TUB O P S IH W A K TU

Kompetensi Keahlian : Halaman 32

Teknik Gambar Bangunan

Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah nilai siswa pada mata pelajaran yang bersangkutan.

Kegiatan Pengembangan diri dilaksanakan di tingkat I dengan jadwal khusus di hari Jum’at, jam 13.00 – 16.30.

Kegiatan Pembelajaran di Industri ( Prakerin ) dilaksanakan pada semester 4 ( kelas XI ) selama 2,5 bulan dengan sistem dua paroh, yaitu setengah jumlah kelas tingkat II dilaksanakan 3 bulan pertama dan setengahnya lagi dilaksanakan 3 bulan berikutnya.

Kompetensi Keahlian : Halaman 33

Teknik Gambar Bangunan

DURASI WAKTU  ( 3 THN ) ( JP ) 1 2 3 5 6 NORMATIF 1 Pendidikan Agama 192 2 2 2 2 2 2 2 Pendidikan Kewarganegaraan 192 2 2 2 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 192 2 2 2 2 2 2 4 Penjas, Olahraga & Kesehatan 192 2 2 2 2 2 2 5 Seni Budaya 128 2 2 2 2 ADAPTIF 6 Bahasa Inggris 440 4 4 4 4 6 6 7 Matematika 516 4 4 6 6 6 6 8 Fisika 276 2 2 2 2 4 4 9 Kimia 192 2 2 2 2 2 2 10 Biologi 192 2 2 2 2 2 2 11 IPS 128 2 2 2 2 12 KKPI 202 2 2 2 2 2 2 13 Kewirausahaan 192 2 2 2 2 2 2 PRODUKTIF 14 Dasar Kejuruan 140 2 2 15 Kompetensi Kejuruan 1044 6 6 6 6 6 6

Dalam dokumen Teknik GB (Halaman 26-33)