Belum jatuh tempo 32.071.339.697 47.089.605.665
Jatuh tempo:
1 sampai dengan 30 hari 30.061.189.034 16.846.060.384 31 sampai dengan 60 hari 11.941.129.949 8.535.114.364 61 sampai dengan 90 hari 1.001.931.829 313.062.429
Lebih dari 90 hari 1.032.770.083 264.811.125
Jumlah 76.108.360.592 73.048.653.967
Rincian hutang usaha diklasifikasikan menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut (lihat Catatan 21):
2010 2009
Dolar Amerika Serikat (AS$7,266,694 pada tahun 2010
dan AS$6,553,259 pada tahun 2009) 66.003.377.242 67.007.074.811
Rupiah 9.670.695.021 5.602,995.890
Euro (Eur2,800 pada tahun 2010 dan Eur24,320
pada tahun 2009) 31.039.379 350.992.181
Yen Jepang (¥3,931,041 pada tahun 2010 dan
¥52.980 pada tahun 2009) 403.248.950 5.647.138
CHF Swiss (CHF8,664 pada tahun 2009) - 81.943.947
Jumlah 76.108.360.592 73.048.653.967
12. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari beban masih harus dibayar sebagai berikut:
2010 2009
Gas, Listrik, air dan telepon 2.045.785.933 3.808.043.877 Gaji dan kesejahteraan karyawan 204.109.900 198.839.704
Honorarium tenaga ahli 555.600.000 195.000.000
Bunga 360.489.416 510.051.108
Lain-lain 85.433.600 2.897.871.910
Jumlah 3.251.418.849 7.609.806.599
. Saldo kewajiban imbalan karyawan berdasarkan perhitungan beban imbalan karyawan dilakukan oleh aktuaris independen, PT Sentra Jasa Aktuaria pada tahun 2009 dan 2008 sesuai dengan laporannya masing-masing tertanggal 25 Februari 2010 dan 6 Maret 2009 sebagai berikut :
a. Jumlah yang termasuk dalam neraca konsolidasi berasal dari kewajiban Perusahaan dan Anak Perusahaan sehubungan dengan imbalan karyawan adalah sebagai berikut :
2010 2009
Nilai sekarang dari kewajiban imbalan karyawan 17.756.638.000 17.629.763.000 Biaya jasa lalu yang belum diakui (2.155.754.000) (2.583.438.000) Kerugian aktuarial yang belum diakui (292.486.000) (1.251.847.000)
Kewajiban imbalan karyawan 15.308.398.000 13.794.478.000
b. Perubahan dari kewajiban konsolidasi bersih adalah sebagai berikut :
2010 2009
Saldo awal tahun 13.794.478.000 11.770.662.000
Pembayaran imbalan kepada karyawan (499.732.000) (138.875.000) Beban imbalan karyawan 2.013.652.000 2.162.691.000
Kewajiban imbalan karyawan 15.308.398.000 13.794.478.000
14. PERPAJAKAN
Hutang pajak terdiri dari:
2010 2009 Pajak penghasilan Induk Perusahaan Pasal 21 105.089.011 30.000.000 Pasal 23 9.036.537 11.470.310 Sub-jumlah 114.125.548 41.470.310 Anak Perusahaan Pasal 21 19.818.005 25.333.693 Pasal 23 375.974.609 11.005.302 Pasal 29 2.593.269.146 4.993.268.166 Pasal 4 (2) 113.400.000 - Sub-jumlah 3.102.461.760 5.029.607.161
Pajak Pertambahan Nilai - Bersih
Anak Perusahaan - 405.787.789
Jumlah 3.216.587.308 5.476.865.260
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
Taksiran tagihan pengembalian pajak penghasilan disajikan sebagai bagian dari pajak dibayar di muka dalam neraca konsolidasi. Rincian pajak dibayar di muka adalah sebagai berikut:
2010 2009
Tagihan pengembalian pajak 2010 Perusahaan 1.096.884.751 - Anak Perusahaan 563.877.381 - 2009 Perusahaan 2.434.495.942 1.987.537.727 Anak Perusahaan - 57.473.243 2008 Perusahaan - 1.759.017.530 Anak Perusahaan - 1.820.434.055 Sub-jumlah 4.095.258.074 5.624.462.555
Pajak Pertambahan Nilai - Bersih
Perusahaan 346.234.624 249.882.366
Anak Perusahaan 7.167.864.852 1.617.085.042
Sub-jumlah 7.514.099.476 1.866.967.408
Jumlah pajak dibayar di muka 11.609.357.550 7.491.429.963
Rincian ketetapan pajak atas pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai adalah sebagai berikut: Perusahaan
Pada tanggal 21 April 2010, Perusahaan menerima ketetapan dari Kantor Pajak atas lebih bayar pajak penghasilan badan untuk tahun 2008 sebesar Rp.1.752.017.533, dan telah diterima pembayaran pada tanggal 26 Mei 2010. Perusahaan juga menerima ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 4 (2) final beserta denda sebesar Rp.8.389.920 dan telah dilakukan pemindahbukuan pada tanggal 3 Mei 2010. Pada tanggal 23 Mei 2010, perusahaan menerima ketetapan kurang bayar pajak penghasilan 21 beserta denda sebesar Rp.2.565.665, ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 23 beserta denda sebesar Rp.7.663.449, dan telah dibayar oleh perusahaan pada tanggal 10 Mei 2010.
Pada tanggal 25 Maret 2009, Perusahaan menerima ketetapan dari Kantor Pajak atas lebih bayar pajak penghasilan badan untuk tahun 2007 sebesar Rp.1.152.838.787, dan telah diterima pembayaran pada tanggal 13 April 2009. Pada tanggal 31 Maret 2009, perusahaan menerima ketetapan kurang bayar pajak penghasilan 21 beserta denda sebesar Rp.44.411.060, ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 23 beserta denda sebesar Rp.19.243.877, ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 26 beserta denda sebesar Rp.75.019.230, dan telah dibayar oleh perusahaan pada tanggal 24 April 2009.
IYJ
Pada tanggal 18 Maret 2009, IYJ menerima berbagai ketetapan pajak dari Kantor Pajak terdiri atas : ketetapan lebih pajak penghasilan badan tahun 2007 sebesar Rp.402.352.528, dan pada tanggal 3 April 2009 menerima ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 21 dan denda sebesar Rp.650.000, ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 23 sebesar Rp.346.241, dan telah menerima pembayaran pada tanggal 13 April 2009.
PS
Pada tanggal 27 April 2010, PS menerima ketetapan dari Kantor Pajak atas lebih bayar pajak penghasilan badan untuk tahun 2008 sebesar Rp.1.820.434.055, dan telah diterima pembayaran pada tanggal 25 Mei 2010 dan perusahaan menerima ketetapan kurang bayar pajak penghasilan 21 beserta denda sebesar Rp.2.614.755, ketetapan kurang bayar pajak penghasilan pasal 23 beserta denda sebesar Rp.13.031.227, dan telah dilakukan pemindahanbukuan pada 11 Mei 2010.
Pada tanggal 1 April 2008, PS menerima berbagai surat ketetapan pajak dari Kantor Pajak sehubungan dengan kekurangan bayar pajak penghasilan badan dan pasal 23 untuk tahun pajak 2006 termasuk denda sejumlah Rp.6.243.082.073. Pada tanggal 11 Juni 2008, PS mengajukan keberatan ke Direktorat Jenderal Pajak atas surat ketetapan pajak tersebut. Pada tanggal 12 Juni 2009, PS menerima surat keputuan Direktur Jenderal Pajak yang mengoreksi kurang bayar pajak penghasilan badan tahun pajak 2006 dari Rp5.954.149.740 menjadi Rp743.267.873 dan pajak penghasilan pasal 23 untuk tahun pajak 2006 dari Rp288.932.333 menjadi Rp.260.858.276.
Pada tanggal 10 Juli 2009 dan 7 September 2009, PS mengajukan permohonan banding atas keputusan Direktur Jenderal Pajak mengenai kurang bayar pajak penghasilan badan dan pasal 23 tahun pajak 2006 tersebut. Lebih bayar PPN tahun 2006 dan PPN tahun pajak 2005 telah dipindahbukukan ke kurang bayar pajak penghasilan badan untuk tahun 2006 dan pajak penghasilan pasal 23 untuk tahun pajak 2006 masing-masing sebesar Rp743.267.873 dan Rp260.858.276. Sampai dengan tanggal 31 Juni 2010, PS masih menunggu hasil keputusan atas banding pajak yang diajukan.
Pada tanggal 25 Maret 2009, PS menerima berbagai surat ketetapan pajak dari Kantor Pajak sehubungan dengan lebih bayar PPN dan pajak penghasilan badan tahun pajak 2007 masing-masing sebesar Rp.1.750.826.395 dan Rp529.394.029 yang dipindahbukukan ke pajak penghasilan badan tahun 2006. Kantor pajak juga menetapkan kurang bayar pajak penghasilan pasal 21, 23 dan 26 dan PPN untuk tahun pajak 2007 termasuk denda sejumlah Rp74.585.009 yang telah dibayar pada bulan Juni 2009.
Pada tanggal 31 Juli 2009, Direktur Jenderal Pajak menyetujui pengembalian kelebihan pembayaran pajak sejumlah Rp3.395.330.945 setelah dikurangi sanksi sebesar Rp77.781.536 yang diterima oleh PS pada bulan Agustus 2009.
Pada tanggal 30 Juli 2009 dan 13 November 2009, Direktur Jenderal Pajak memberikan imbalan bunga atas kelebihan pembayaran pajak tahun pajak 2006 sejumlah Rp398.848.369 yang telah diterima oleh PS pada tanggal 5 Agustus 2009.
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
PS (lanjutan)
Pada tanggal 4 April 2007, PS menerima berbagai surat ketetapan pajak dari Kantor Pajak sehubungan dengan kurang bayar PPN masa pajak Juli 2006 sampai dengan November 2006 dan denda bunga pasal 14 (4) sejumlah Rp180.921.836 dan lebih bayar PPN masa pajak Desember 2006 sebesar Rp1.032.722/058. Pada tanggal 18 Juni 2007, PS mengajukan keberatan pajak kepada Kantor Pajak sehubungan dengan ketetapan-ketetapan tersebut. Pada bulan Juni 2008, Kantor Pajak menolak keberatan PS atas kurang bayar PPN masa pajak Juli 2006 sampai dengan November 2006 dan lebih bayar PPN masa pajak Desember 2006.
Pada tanggal 15 Juli 2008, PS Mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Pengadilan Pajak. Pada tanggal 1 Maret 2010, Pengadilan Pajak menyetujui sebagian banding PS atas kekurangan PPN masa Juli 2006 sampai dengan November 2006 menjadi sebesar Rp1.902.962 dan seluruh lebih bayar PPN masa pajak Desember 2006 menjadi Rp1.047.187.206. Sejumlah Rp1.032.722.058 dari lebih bayar PPN masa pajak Desember 2006 telah dipindahbukukan ke pajak penghasilan badan tahun pajak 2006.
Pada tanggal 29 Desember 2006, PS menerima berbagai surat ketetapan pajak dari Kantor Pajak atas lebih bayar pajak pertambahan nilai untuk masa pajak Juni 2006 sebesar Rp.968.312.295 dan kurang bayar PPN untuk masa pajak Januari 2006 sampai dengan Mei 2006 dan denda bunga pasal 14(4) sejumlah Rp374.347.492. Pada tanggal 17 Januari 2007, PS menerima lebih bayar PPN untuk masa Juni 2006 sebesar Rp593.899.603, setelah dikurangi dengan kurang bayar PPN masa Januari 2006 sampai dengan Mei 2006. Pada tanggal 27 Maret 2007, PS mengajukan keberatan atas keputusan tersebut. Pada tanggal 26 Maret 2008, Direktorat Jenderal Pajak menyetujui lebih bayar PPN untuk masa pajak Juni 2006 sebesar Rp972.813.047 dan kurang bayar PPN masa pajak Januari sampai dengan Mei 2006 sejumlah Rp318,349,636. Pada tanggal 22 Mei 2008, PS mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas keputusan tersebut. Pada tanggal 4 Februari 2010, Pengadilan Pajak menyetujui banding PS atas lebih bayar PPN untuk masa pajak Juni 2006 menjadi Rp1.000.000.000 dan tidak ada kurang bayar PPN untuk masa pajak Januari 2006 sampai dengan Mei 2006.
Perhitungan penghasilan pajak tangguhan atas beda waktu untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009, dengan menggunakan tarif pajak maksimum sebesar 25%, adalah sebagai berikut:
2010 2009
Rugi fiskal
Perusahaan 683.193.084 (4.938.568.584)
Anak Perusahaan - 239.167.715
Penyusutan dan lain-lain - bersih
Perusahaan 957.906.449 2.131.401.974
Anak Perusahaan 1.168.004.736 1.138.224.612
Beban pajak tangguhan 2.809.104.269 (1.429.774.283)
Rincian aktiva pajak tangguhan - bersih adalah sebagai berikut:
2010 2009
Perusahaan
Aktiva Pajak Tangguhan
Rugi fiskal 6.071.723.742 4.180.855.838 Kewajiban imbalan karyawan 3.255.951.750 3.006.604.750
Jumlah 9.327.675.492 7.187.460.588
Kewajiban Pajak Tangguhan
Penyusutan dan lain-lain-bersih 4.774.755.536 5.378.449.808
Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih 4.552.919.956 1.809.010.780
Rincian kewajiban pajak tangguhan – bersih adalah sebagai berikut :
2010 2009
Aktiva Pajak Tangguhan
Rugi fiskal
PT Indo Yongtex Jaya - 239.167.715
PT Primarajuli Sukses - 784.826.840
Pesangon, penghargaan dan ganti kerugian kepada karyawan yang masih harus dibayar
PT Indo Yongtex Jaya 208.302.000 154.350.500 PT Primarajuli Sukses 362.845.750 287.664.250
Jumlah 571.147.750 1.466.009.305
Kewajiban Pajak Tangguhan
Penyusutan dan lain-lain - bersih
PT Indo Yongtex Jaya 279.398.261 1.165.946.910 PT Primarajuli Sukses 3.414.189.315 5.122.102.458
Jumlah 3.693.587.576 6.288.049.368
Kewajiban Pajak Tangguhan - Bersih 3.122.439.826 4.822.040.063
Berdasarkan penelaahan status dari aktiva pajak tangguhan pada akhir masing-masing periode, manajemen berpendapat bahwa aktiva pajak tangguhan dapat terealisasi.