Beban usaha dan beban lain-lain Perusahaan terdiri dari biaya pegawai, biaya umum dan administrasi, biaya penjualan, beban keuangan serta pendapatan dan biaya lain-lain. Pembebanan biaya didasarkan atas tahun dan eks gula sisan tahun lalu.
Operating expenses and other expenses of the Company consist of personnel costs, general and administrative expenses, sales costs, financial expenses and income and other costs. Expenses charged is based on the year and former residual sugar last year.
ab. Modal saham ab. Share capital
Penyajian modal dalam laporan posisi keuangan dilakukan sesuai dengan ketentuan pada akta pendirian Perusahaan dan peraturan yang berlaku serta menggambarkan hubungan keuangan yang ada, modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal yang disetor, nilai nominal dan banyaknya saham untuk setiap jenis saham telah dinyatakan dalam laporan posisi keuangan.
Presentation of capital in the statement of financial position is done in accordance with the provisions of the deed of incorporation of the Company and applicable laws and describes financial relation that exist, the authorized, issued and paid-up capital, nominal value and number of shares for each type of stock has been stated in the statement offinancial position.
74
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies
(continued)
ac. Laba perusahaan ac. Company profit
Laba Perusahaan dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Company earnings are calculated by dividing net income by the weighted average number of outstanding shares during the year.
ad. Dividen ad. Dividend
Pembagian dividen final diakui kewajiban ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pembagian dividen interim diakui sebagai kewajiban ketika dividen disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi dan Dewan Komisaris.
Final dividend obligation is recognized when the dividends are approved by the General Meeting of Shareholders (RUPS). Interim dividend distributions are recognized as a liability when the dividends are approved by meeting decision of the Board of Directors and Commissioners.
ae. Aset dan liabilitas keuangan ae. Asset and financial liabilities
Efektif tanggal 1 Januari 2015, Perusahaan menerapkan PSAK No. 50 (revisi 2014), Instrumen Keuangan : “Penyajian”, PSAK No. 55 (revisi 2014), : “Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK No. 60 (revisi 2014) : “Instrumen Keuangan : Pengungkapan”. PSAK No. 50 direvisi sehingga hanya mengatur penyajian instrumen keuangan, sedangkan prinsip pengungkapan instrumen keuangan dipindahkan ke PSAK No. 60.
Effective 1 January 2015, the Company adopted
SFAS No. 50 (revised 2014), Financial
Instruments: "Presentation", SFAS No. 55 (revised 2014), "Financial Instruments: Recognition and Measurement" and SFAS No. 60 (revised 2014), "Financial Instruments: Disclosures". SFAS No. 50 revised so that only regulate the presentation of financial instruments, while the principle of disclosure of financial instruments were transferred to SFAS No. 60.
Revisi PSAK No. 50 tersebut tidak memberikan pengaruh bagi laporan keuangan pada saat penerapan awal, sedangkan penerapan PSAK No. 50 dan PSAK No. 60 yang direvisi tersebut memberikan pengaruh bagi pengungkapan dalam laporan keuangan.
Revised SFAS No. 50 did not impact the financial statements upon initial adoption, while the adoption of SFAS No. 50 and SFAS No. 60 which were revised to give effect to the disclosure in the financial statements.
Aset keuangan Financial asset
Pengakuan awal Initial recognition
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori : (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset tersebut pada awal pengakuannya.
The Company classifies its financial assets in the categories: (i) financial assets measured at fair value through profit or loss, (ii) loans and receivables. The classification depends on the purpose for which the financial assets. Management determines the classification of such assets at initial recognition.
75
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies
(continued)
ae Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) ae. Asset and financial liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial asset (continued)
Pengakuan awal (lanjutan) Initial recognition (continued)
(i) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif
(i) Financial assets at fair value through profit or loss
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif adalah aset keuangan yang diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika diperolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan ambil untung dalam jangka pendek. Piutang derivatif dikategorikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai lindung nilai.
Financial assets measured at fair value through comprehensive profit or loss are financial assets traded. Financial assets are classified as financial assets held for trading if its acquisition intended to be sold or repurchased in the near future and there is evidence of short-term profit taking. Derivative receivables categorized are as an asset held for trading unless they are designated as hedges.
Tidak ada aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan kecuali piutang derivatif.
There are no financial assets that are classified as financial assets held for trading except for derivative receivables.
Keuangan dan kerugian yang timbul atas perubahan yang timbul atas perubahan nilai wajar derivatif, diakui dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai bagian dari biaya keuangan atau penghasilan keuangan.
Financial and losses arising from changes arising on changes in fair value of derivatives are recognized in the statement of comprehensive income as part of the financial costs or financial income.
(ii) Pinjaman yang diberikan dan piutang (ii) Loans and receivables
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and have not quoted in an active market. At the time of initial recognition, loans and receivables at fair value plus transaction costs and subsequently measured at amortized cost using the effective interest method.
76
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies
(continued)
ae. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) ae. Asset and financial liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial asset (continued)
Pengakuan awal (lanjutan) Initial recognition (continued)
(iii) Pinjaman yang diberikan dan piutang
(lanjutan)
(iii) Loans and receivables (continued)
Pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, investasi bersih dalam sewa pembiayaan, piutang lain-lain dan aset lain-lain-lain-lain.
Loans and receivables include cash and cash equivalents, accounts receivable, net investment in finance leases, other receivables and other assets.
Penurunan nilai aset keuangan - pinjaman yang diberikan dan piutang
Impairment of financial assets - loans and receivables
Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.
At each reporting date, the Company assesses whether there is objective evidence that a financial asset or group of financial assets is impaired. Financial asset or group of financial assets is impaired and impairment losses are incurred if, and only if, there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the asset (adverse events), and events adverse impact on the estimated future cash flows of the financial asset or group of financial assets that can be reliably estimated.
Bukti obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai meliputi:
- Kesulitan keuangan signifikan yang dialami
pihak peminjam atau penerbit instrumen keuangan;
- Pelanggaran kontrak, seperti terjadi
wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;
- Pihak pemberi pinjaman, dengan alasan
ekonomi atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan (konsesi) pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
The objective evidence that a financial asset or group of financial assets is impaired includes: - Significant financial difficulty of the borrower
or issuer of financial instruments;
- Breach of contract, such as the event of default or delinquency in principal payments or interest;
- The lender, for economic or legal reasons in connection with the financial difficulties experienced by the borrower, provide debt relief (concessions) on the part of borrowers who do not may be given if the borrower did not experience such difficulties;
77
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies
(continued)
ae. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) ae. Asset and financial liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial asset (continued)
Penurunan nilai aset keuangan - pinjaman yang diberikan dan piutang (lanjutan)
Impairment of financial assets - loans and receivables (continued)
- Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam
akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya;
- Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan, atau
- Data yang dapat diobservasi mengindikasikan
adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset dimaksud, meskipun penurunannya belum dapat diidentifikasi terhadap aset keuangan secara individual dalam kelompok aset tersebut, termasuk:
i. Memburuknya status pembayaran pihak
peminjam dalam kelompok tersebut, dan
ii. Kondisi ekonomi nasional atau lokal
yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok tersebut.
- There is a possibility that the borrower will enter bankruptcy or other financial reorganization;
- The loss of an active market for that financial asset because of financial difficulties, or
- Observable data indicating a measurable
decrease in the estimated future cash flows of a group of financial assets since the initial recognition of the asset in question, although the decrease cannot be identified on individual financial assets in the asset group, including:
i. The deterioration of the payment status of borrowers in the group, and
ii. National or local economic conditions that correlate with defaults on the assets in the group.
Jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut. Nilai tercatat aset tersebut dikurangi dan jumlah kerugian diakui pada laporan laba rugi komprehensif.
The amount of the loss is measured as the difference between the carrying value of the asset to the present value of estimated future cash flows (excluding future credit losses that have not been incurred) discounted at the original effective interest rate of the asset. The carrying value of the asset is reduced and the amount of the loss is recognized in the statement of comprehensive income.
Jika pinjaman yang diberikan dan piutang memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku yang ditetapkan dalam kontrak. Sebagai panduan praktis, Perusahaan dapat mengukur penurunan terhadap nilai wajar instrumen dengan menggunakan harga pasar yang dapat diobservasi.
If a loan and receivable has a variable interest rate, the discount rate for measuring any impairment loss is the current effective interest rate determined under the contract. As a practical guide, the Company may measure impairment of the fair value of the instrument by using observable market prices.
78
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies
(continued)
ae. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) ae. Asset and financial liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial asset (continued)
Penurunan nilai aset keuangan - pinjaman yang diberikan dan piutang (lanjutan)
Impairment of financial assets - loans and receivables (continued)
Jika pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit debitur), maka pembalikan atas kerugian penurunan nilai yang sebelumnya telah diakui dicatat pada laporan laba rugi komprehensif.
If in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases and the reduction can be attributed objectively on events occurring after the impairment was recognized (such as increased debtor's credit rating), the reversal of impairment losses previously recognized is recorded in the statement of comprehensive income.
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Perseroan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya dalam kategori (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
The Company classifies its financial liabilities in the category (i) financial liabilities at fair value through profit or loss and (ii) financial liabilities measured at amortized cost.
(i) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif
(i) Financial liabilities at fair value through profit or loss
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi komprehensif adalah liabilitas keuangan yang diperdagangkan. Utang derivatif dikategorikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai lindung nilai. Tidak ada liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan kecuali hutang derivatif. Keuntungan dan kerugian yang timbul atas perubahan nilai wajar derivatif, diakui dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai bagian dari penghasilan atau biaya keuangan.
Financial liabilities at fair value through profit or loss are financial liabilities held for trading. Debt derivatives classified as financial liabilities held for trading unless designated as hedges. No financial liabilities are classified as financial liabilities held for trading except for derivative payables. Gains and losses arising from changes in fair value of derivatives are recognized in the statement of comprehensive income as part of income or financial costs.
79
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies
(continued)
ae. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) ae. Asset and financial liabilities (continued)
Liabilitas keuangan (lanjutan) Financial asset (continued)
(ii) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
(ii) Financial liabilities carried at amortized cost
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif diklasifikasikan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi antara lain hutang usaha dan hutang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, pinjaman dan obligasi.
Financial liabilities that are not classified as financial liabilities at fair value through profit or loss are classified in this category and are measured at amortized cost. Financial liabilities are measured at amortized cost include trade payables and other payables, accrued expenses, loans and bonds.
Instrumen keuangan disalinghapus Offsetting of financial instruments
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah bersihnya dilaporkan pada laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan salinghapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan.
Financial assets and financial liabilities has been offset and the net amount reported in the statement of financial position when there is a legal enforceable right to do offset on the recognized amounts and an intention to realize the asset and settle the liability simultaneously.
Instrumen keuangan derivatif dan aktifitas lindung nilai
Derivative financial statements and hedging activities
Derivatif pada awalnya diakui sebagai nilai wajar pada tanggal kontrak derivatif disepakati dan selanjutnya diukur kembali sebesar nilai wajarnya.
Derivatives are initially recognized as fair value on the date the derivative contract is agreed and subsequently measured at fair value.
af. Biaya pinjaman af. Loan expenses
Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
At the time of initial recognition, loans are recognized at fair value, net of transaction costs that occur. Subsequently, loans are measured at amortized cost using the effective interest rate method.
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan akuisisi atau konstruksi aset kualifikasian (“qualifying asset”), dikapitalisasi sehingga aset tersebut selesai secara substansial. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya.
Borrowing costs that are directly attributable to the acquisition or construction of qualifying assets ("qualifying asset"), are capitalized therefore the asset is substantially completed. Other borrowing costs are recognized as an expense in the period incurred.
80
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies
(continued)
af. Biaya pinjaman (lanjutan) af. Loan expenses (continued)
Pinjaman diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek kecuali yang akan jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan.
Loans are classified as current liabilities unless maturing in more than 12 months after the reporting period.
ag. Akuntansi hibah dan bantuan pemerintah ag. Accounting for Government grants and assistance
Perusahaan telah menerapkan kebijakan PSAK No. 61 tentang Akuntansi Hibah Pemerintah dan bantuan Pemerintah. Adapun uraian kebijakan tersebut sebagai berikut :
The Company has implemented a policy of SFAS No. 61 on Accounting for Government Grants and Government assistance. The description of the policy is as follows:
a. Hibah Pemerintah yang terkait dengan aset, termasuk hibah non moneter pada nilai wajar, disesuaikan dalam laporan posisi keuangan baik disajikan sebagai kredit dalam penghasilan ditangguhkan atau hibah pemerintah dicatat sebagai nilai tercatat aset. b. Penyajian hibah yang terkait dengan
penghasilan disajikan sebagai kredit dalam laporan laba rugi komprehensif.
c. Pembayaran kembali hibah terkait dengan penghasilan disajikan sebagai kredit dalam laporan kredit ditangguhkan yang belum diamortisasi terkait dengan hibah. Jika pembayaran kembali melebihi saldo kredit ditangguhkan atau tidak ada lagi saldo kredit ditangguhkan maka pembayaran kembali diakui dalam laba rugi.
a. Government grants related to assets, including non-monetary grants at fair value, adjusted in the statement of financial position presented as a credit in deferred income or government grants recorded as the carrying value of the asset.
b. Presentation of grants related to income are presented as a credit in the income statement. c. Repayment of a grant related to income is
presented as a credit in a credit report unamortized deferred related to the grant. If the payment exceeds the deferred credit balance or no balance, the deferred loan repayment is recognized in profit or loss.
ah. Penggunaan estimasi ah. Estimated usefulness
Penyajian laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi terhadap jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset, liabilitas dan pengungkapan liabilitas kontijensi pada akhir periode pelaporan.
Presentation of financial statements in conformity Indonesian Financial Accounting Standards requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets, liabilities and disclosure of contingent liabilities at the end of the reporting period.
81
3. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting (lanjutan) 3. Summary of significant accounting policies
(continued)
ah. Penggunaan estimasi (lanjutan) ah. Estimated usefulness (continued)
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Perseroan secara spesifik menelaah apakah telah terdapat objektif bahwa suatu aset keuangan telah mengalami penurunan nilai. Penyisihan kerugian penurunan nilai dibentuk atas akun-akun yang didefinisikan secara spesifik telah mengalami penurunan nilai.
At each balance sheet date, the Company specifically examines whether there is an objective that a financial asset is impaired. Allowance provision for impairment losses on accounts that are defined specifically has impaired.
Estimasi dan pertimbangan terus dievaluasi berdasarkan pengalaman historis dan faktor-faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi yang ada. Pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas seperti klasifikasi aset dan liabilitas, sewa, penyisihan kerugian piutang, penyisihan persediaan usang, dan lainnya.
Estimates and judgments are continually evaluated based on historical experience and other factors, including expectations of future events believed to