Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah,
B. Beberapa Hal yang Perlu Dilakukan terhadap Orangtua
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang anak terhadap orangtua/ibu bapak supaya ia berhasil di dunia dan di akhirat. Pendapat-pendapat beliau itu didasarkan atas Al-Qur'an dan Sunnah Rasul Saw. Di antaranya adalah:
1. Berbicaralah kepada orangtuamu dengan penuh sopan santun, jangan mengucapkan kata “ah” kepada mereka, jangan hardik mereka akan tetapi berbicaralah dengan keduanya dengan perkataan yang baik dan halus.
2. Taatlah selalu kepada kedua orangtuamu selama tidak bermaksiat kepada Allah Swt.
3. Bersikap lemah lembut terhadap keduanya, jangan bermuka masam dan jangan melihat keduanya dengan rasa marah. 4. Jagalah nama baik keduanya, jagalah kehormatannya, dan
janganlah mengambil miliknya tanpa meminta izin lebih dahulu kepada keduanya.
5. Lakukanlah hal-hal yang meringankan mereka walaupun tanpa diperintah. Seperti membantu mereka, membeli sesuatu yang mereka sukai dan kalau kamu disekolahkan maka benar-benarlah dalam mencari ilmu.
6. Selalu bermusyawarah dengan orangtua dalam setiap pekerjaanmu dan minta maaf kalau ada perselisihan paham dengan keduanya.
7. Bersegeralah memenuhi panggilan keduanya dengan wajah yang berseri-seri dengan mengeluarkan kata-kata yang lembut dan bijak.
8. Hormatilah kawan dan karib kerabat keduanya baik ketika mereka masih hidup atau ketika mereka sudah meninggal.
DUMMY
9. Jangan membantah keduanya, jangan pula menyalahkan keduanya, tetapi berusaha menjelaskan keduanya dengan sopan dan kebenaran.
10. Jangan membantah perintah keduanya dan jangan mengeraskan suaramu terhadap keduanya. Dengarlah pembicaraan keduanya, bersopan santunlah terhadap keduanya, dan jangan mengganggu saudaramu karena mungkin menyakiti hati keduanya.
11. Bangunlah jika kedua orangtuamu masuk ke tempatmu dan ciumlah kepala dan tangannya.
12. Bantulah ibumu dan ayahmu baik di rumah atau di tempat keduanya bekerja.
13. Jangan pergi sebelum ada izin dari keduanya walaupun itu penting sekali, jika pun harus pergi juga maka usahakanlah minta maaf padanya.
14. Jangan masuk ke tempat keduanya sebelum minta izin kepadanya, mungkin mereka sedang istirahat.
15. Jangan makan sebelum mereka dan jangan mencela mereka kalau ada sesuatu yang tidak kamu senangi.
16. Jangan utamakan istrimu dan anak-anakmu atas keduanya. Mintalah ridha keduanya sebelum melakukan sesuatu, karena ridha Allah terletak pada ridha keduanya, dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaannya.
17. Jangan duduk di tempat yang lebih tinggi dari keduanya, dan jangan menyelonjorkan kedua kakimu dengan congkak di depan keduanya.
18. Jangan sombong dan merasa malu akan nasib orangtuamu karena kamu seorang pejabat tinggi, usahakanlah agar tidak pernah menyakitinya walau hanya satu perkataan.
19. Jangan berlaku kikir terhadap orangtua dan infaklah hartamu kepadanya. Jangan sampai ia mengadu padamu, itu merupakan kehinaan bagimu. Dan kamu akan mendapatkan balasan dari anak-anakmu kelak. Kalau kamu berbuat baik kepada
DUMMY
kedua orangtuamu sekarang, anak-anakmu akan berbuat baik kepadamu kelak jika mereka sudah dewasa.
20. Perbanyaklah melakukan kunjungan terhadap orang tuamu, berilah mereka hadiah, dan ucapkan rasa terima kasih kepadanya atas sokongan dan bantuannya sehingga bisa menyelesaikan program pendidikanmu, atas segala bantuan-nya dan kepedulianbantuan-nya dan dalam membesarkan dan men-didikmu di waktu kecil.
21. Orang yang paling berhak mendapat penghormatan darimu adalah ibumu, kemudian ayahmu.Dan ketahuilah bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibumu.
22. Usahakanlah agar tidak menyakiti orang tumu dan melakukan sesuatu yang menyebabkan mereka marah, dan ini menyebabkan kamu merana di dunia dan akhirat. Suatu saat nanti juga kamu akan mendapat perlakuan yang sama dari anak-anakmu sebagaimana yang kamu lakukan terhadap kedua orangtuamu sekarang.
23. Jika meminta sesuatu dari orangtuamu, maka berlemah lembutlah. Berterima kasihlah atas pemberiannya, maafkanlah mereka jika menolak permintaanmu, dan jangan terlalu banyak meminta agar tidak mengganggu mereka.
24. Jika kamu mencari rezeki, maka bekerjalah dan bantulah keduanya.
25. Kedua orangtuamu mempunyai hak atas kamu, dan istrimu mempunyai hak atas kamu, maka tunaikanlah hak mereka. Jika keduanya berselisih maka damaikanlah dengan cara yang terbaik. 26. Jika kedua orangtuamu bertengkar dengan istrimu, maka
bertindaklah dengan bijaksana. Dan beritahukanlah kepada istrimu bahwa kamu berpihak ke atasnya jika ia benar, hanya kamu harus mendapatkan ridha kedua orangtua.
27. Jika kamu berselisih dengan keduanya tentang perkawinan, talak maka kembalikan kepada hukum Islam, karena hukum
DUMMY
Allah adalah hukum yang dapat memberi keputusan dalam segala hal.
28. Doa orangtua untuk kebaikan dan kejelekan diterima Allah, maka berhati-hatilah terhadap doa mereka terhadap kejelekan. 29. Berlaku sopan dan baik terhadap orang lain, karena jika tidak
berlaku sopan dan baik kepada orang lain, maka mereka akan mencaci dan mencela orangtuamu.
30. Kunjungilah kedua orangtuamu ketika masih hidup dan sesudah matinya, bersedekahlah atas nama keduanya dan perbanyaklah doa untuk keduanya.12
Tugas anak terhadap kedua ibu bapak adalah:
Seorang anak dalam keadaan bagaimanapun, tidak boleh me nyinggung orangtuanya, walaupun seandainya orangtua berbuat zalim kepada anaknya, dengan melakukan hal yang tidak semestinya, maka jangan sekali-kali si anak berbuat tidak baik, atau membalas, mengimbangi ketidakbaikan orangtua kepada anaknya. Sebab, Allah tidak meridhai seorang anak mendurhakai orangtuanya.
Menurut ukuran secara umum, si orangtua tidak sampai hati akan menganiaya anaknya. Kalaulah itu terjadi penganiayaan kepada orangtua kepada anaknya adalah disebabkan perbuatan si anak itu sendiri yang menyebabkan marah dan aniayanya orangtua kepada anaknya. Di dalam kasus demikian seandainya si orangtua marah kepada anaknya dan berbuat aniaya sehingga ia tiada ridha kepada anaknya, Allah pun tidak meridhai si anak tersebut membalas keburukan terhadap orangtuanya.
1. Berkata Halus dan Mulia Kepada Ibu dan Ayah
Segala sikap orangtua terutama ibu memberikan refleksi yang kuat terhadap sikap si anak. Dalam hal berkata pun demikian. Apabila si ibu sering menggunakan kata-kata halus kepada anaknya, si anak pun akan berkata halus kepada orangtuanya. Kalau si ibu
DUMMY
atau ayah sering mempergunakan kata-kata yang kasar, si anak pun akan mempergunakan kata-kata kasar, sesuai yang digunakan oleh ibu dan ayahnya. Sebab si anak mempunyai insting meniru yang lebih mudah ditiru adalah orang yang terdekat dengannya, yaitu orangtua, terutama ibunya. Agar anak berlaku lemah lembut dan sopan kepada orangtuanya, harus dididik dan diberi contoh sehari-hari oleh orangtuanya bagaimana si anak berbuat, bersikap, dan berbicara. Kewajiban anak kepada orangtuanya menurut ajaran Islam harus berbicara sopan, lemah-lembut dan mempergunakan kata-kata mulia.
2. Berbuat Baik Kepada Ibu dan Ayah yang Sudah Meninggal
Dunia
Bagaimana berbuat baik seorang anak kepada ibu dan ayahnya yang sudah tiada. Dalam hal ini menurut tuntunan ajaran Islam sebagaimana yang disiarkan oleh Rasulullah dari Abu Said:
Abu Said berkata,
“Kami pernah berada pada suatu majelis bersama nabi, seorang bertanya kepada Rasulullah: wahai Rasulullah, apakah ada sisa kebajikan setelah keduanya meninggal dunia yang aku untuk berbuat sesuatu kebaikan kepada kedua orangtuaku. “Rasulullah bersabda: “ya, ada empat hal: mendoakan dan memintakan ampun untuk keduanya, menepati/melaksanakan janji keduanya, memuliakan teman-teman kedua orangtua, dan bersilaturrahim yang engkau tiada mendapatkan kasih sayang kecuali karena kedua orangtua.
Hadis ini menunjukkan cara kita berbuat baik kepada ibu dan ayah kita, apabila beliau-beliau itu sudah meninggal dunia. Misalnya: a. Mendoakan ayah ibu yang telah tiada itu dan meminta ampun
kepada Allah dari segala dosa orangtua kita.
b. Menepati janji kedua ibu bapak. Kalau sewaktu hidup orangtua mempunyai janji kepada seseorang, maka anaknya harus
DUMMY
berusaha menunaikan menepati janji tersebut. Umpamanya beliau akan naik haj, yang belum sampai melaksanakannya. Maka kewajiban anaknya menunaikan haji orangtua tersebut. c. Memuliakan teman-teman kedua orangtua. Di waktu hidupnya ibu atau ayah mempunyai teman akrab, ibu atau ayah saling tolong-menolong dengan temannya dalam bermasyarakat. Maka untuk berbuat kebajikan kepada kedua orangtua kita yang telah tiada, selain tersebut di atas, kita harus memuliakan teman ayah dan ibu semasa ia masih hidup.
d. Bersilalaturrahmi kepada orang yang kita mempunyai hubungan karena kedua orangtua. Maka terhadap orang yang dipertemukan oleh ayah atau ibu sewaktu masih hidup, maka hal itu termasuk berbuat baik kepada ibu dan bapak kita yang sudah meninggal dunia.
Tetapi bagaimana jikalau kita ingin berbuat baik kepada ibu dan ayah serta patuh terhadapnya, terkadang perintah yang di berikannya tidak sesuai dengan ketentuan Islam.
Adapun cara menghadapi perintah kedua orangtua yang bertentangan dengan ajaran Islam:
a. Jika suatu saat kamu disuruh berbohong oleh ibu atau ayah, sebaiknya katakan kepada keduanya bahwasanya Allah melihat kita.
b. Jangan sekali-kali membantah perintah orangtua dengan nada kesal dan ngotot, sebab tidak akan membuahkan hasil. Akan tetapi hadapi dengan tenang dan penuh keyakinan dan percaya diri.
c. Ayah dan ibu itu manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan kekurangan. Jangan posisikan kedua orangtua seperti nabi yang tak pernah berbuat salah. Maafkan mereka, bila kita anggap cara dan perintah orangtua bertentangan dari hati nurani atau nilai-nilai yang kamu yakini kebenarannya.