• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

A. Kajian Teori 1. Minat

2. Belajar dan Prestasi Belajar a. Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang

keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi

dengan lingkungannya (Slameto, 2003:2). Sedangkan menurut Gora

(2010:15) belajar adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu

untuk memperoleh penguasaan kompetensi baru secara permanen,

sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi

dengan lingkungannya. Dua pendapat ahli terkait pengertian belajar

tersebut memiliki persamaan, yaitu bahwa belajar sebagai hasil dari

pengalaman sendiri/ individu dalam berinteraksi dengan

lingkungannya.

Pendapat lain terkait pengertian belajar dikemukakan oleh

Sudjana (2004:28) belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan

adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari

proses belajar dapat ditunjukan dengan berbagai bentuk, seperti dalam

bentuk pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku,

keterampilan, kecakapan, dan kemampuan, daya kreasi, daya

penerimaan, dan lain–lain yang ada atau terjadi pada individu tersebut. Selain itu, belajar adalah suatu perilaku menurut pandangan Skinner

dalam (Dimyati, 2006:9). Pada saat orang belajar, maka responnya

menjadi lebih baik. Dalam belajar ditemukan seperti ditemukannya

kesempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respons

pembelajar selain itu respon si pembelajar dan konsekuens yang

bersifat menguatkan respons tersebut. Pemerkuat terjadi pada stimulus

Pengertian belajar menurut ahli yang lain, belajar adalah suatu

proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi,

emosi, dan faktor–faktor lain berdasarkan pengalaman–pengalaman sebelumnya, Galloway dalam Gora (2010:1). Dari keempat pendapat

terkait hakekat belajar tersebut dapat diketahui bahwa belajar adalah

suatu perubahan yang terjadi pada internal diri seseorang yang

mencakup adanya perubahan perilaku dan menguasai kompetensi baru

sebagai hasil dari pengelaman sebelumnya yang pernah diperoleh.

b. Ciri–Ciri Belajar

Dimyati (2006:8) menguraikan sembilan unsur yang

melingkupi ciri–ciri belajar. Unsur tesebut meliputi pelaku, tujuan, proses, tempat, lama waktu, syarat terjadi, ukuran keberhasilan,

faedah, dan hasil. Unsur pelaku yang dimaksud adalah siswa yang

bertindak belajar atau pebelajar. Unsur kedua yaitu terkait tujuan

belajar yang berupa memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup.

Proses belajar yang terjadi pada internal pada diri siswa. Tempat

belajarnya adalaha pada sembarang tempat. Dalam hal ini siswa dapat

belajar dimanapun tak hanya dikelas. Lama waktu belajar yaitu

berlangsung sepanjang hayat.

Salah satu syarat terjadinya belajar adalah motivasi belajar

yang kuat. Ukuran keberhasilan belajar adalah ketika pembelajar

dapat memecahkan masalah. Faedah atau dapat disebut manfaat yang

yang diperoleh pembelajar adalah sebagai dampak pengajaran dan

pengiring.

Belajar memiliki tiga ciri–ciri menurut Morgan dalam Winastwan Gora (2010:1) yaitu meliputi perubahan tingkah laku,

perubahan terjadi karena latihan dan pengalaman, bukan karena

pertumbuhan, perubahan tersebut harus bersifat permanen dan tetap

ada untuk waktu yang cukup lama.

Dari dua pendapat terkait ciri–ciri belajar tersebut dapat diketahui persamaannya yaitu ciri–ciri pada aspek perolehan hasil belajar/pengalaman hidup. Hasil belajar yang menyangkut perubahan

tingkah laku terjadi oleh sebab pengalaman dan latihan dan sifat dari

perubahan adalah permanen.

c. Prinsip–Prinsip Belajar

Suprijono (2009:4-5) memaparkan tiga prinsip, prinsip belajar

tersebut meliputi:

1) Prinsip belajar adalah perubahan perilaku. Perubahan perilaku

sebagai hasil belajar memiliki ciri–ciri sebagai hasil tindakan rasional instrumental yaitu perubahan yang disadari, kontinu atau

berkesinambungan dengan perilaku lainnya, fungsional atau

bermanfaat sebagai bekal hidup, positif atau berakumulasi, aktif

atau sebagai usaha yang direncanakan dan dilakukan, permanen

atau tetap, bertujuan dan terarah, mencakup keseluruhan potensi

2) Belajar merupakan proses. Belajar terjadi karena didorong

kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Belajar adalah proses

sistemik yang dinamis, konstruktif, dan organik. Belajar

merupakan kesatuan fungsional dari berbagai komponen belajar.

3) Belajar merupakan bentuk pengalaman. Pengalaman pada

dasarnya adalah hasil dari interaksi antara peserta didik dengan

lingkungannya.

Prinsip–prinsip belajar menurut Dimyati (2006:42-50) adalah perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung/

berpengalaman, pengulangan, tantangan, balikan dan penguatan, dan

perbedaan individual. Perhatian dari seorang siswa akan muncul

apabila siswa merasa bahwa bahan pelajaran tersebut adalah sesuai

dengan kebutuhannya.

Keaktifan dalam proses belajar itu diperlukan oleh seorang

siswa selaku pebelajar. Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat

Dewey (1916) dalam Dimyati (2006:44) yang mengemukakan bahwa

Belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk

dirinya sendiri, maka inisiatif harus datang dari siswa sendiri.

Keaktifan dapat berupa kegitan fisik seperti membaca, menulis,

berlatih keterampilan maupun kegiatan psikis.

Keterlibatan langsung memungkinkan siswa untuk belajar

melalui pengalaman langsung. Dalam hal pengalaman langsung siswa

melakukan pengamatan, penghayatan, terlibat dalam suatu perbuatan,

siswa menyangkut keterlibatan fisik, mental emosional, kegiatan

kognitif dan pembentukan sikap. Pengulangan akan mengembangkan

daya mengamat, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan,

berpikir, dan sebagainya. Dalam belajar memerlukan suatu latihan

suapaya hasil belajar dapat selalu dikembangkan.

Tantangan selalu ada di dalam proses belajar untuk mencapai

suatu tujuan tertentu. Untuk dapat melalui tantangan atau hambatan itu

diperlukan motif yang akan membantu untuk mencapai tujuan belajar.

Tantangan dapat menjadikan siswa belajar lebih giat guna

menyelesaikan tantangan tersebut. Perbedaan individual nampak pada

setiap siswa mulai dari perbedaan fisik, psikis, kepribadian, dan juga

sifat–sifatnya. Perbedaan tersebut dapat memberi pengaruh terhadap cara serta hasil belajar siswa.

Dari prinsip–prinsip belajar yang telah dikemukaan tersebut, dapat dikatakan bahwa prinsip–prinsip belajar adalah perubahan tingkah laku yang menyangkut pengulangan dan perbedaan individual,

belajar merupakan proses yang menyangkut perhatian, motivasi,

keaktifan, tantangan, balikan dan penguatan, belajar merupakan

bentuk pengalaman yang menyangkut keterlibatan langsung.

d. Prestasi Belajar

Menurut Winkel (1984:64) prestasi adalah bukti usaha yang

dapat dicapai. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2008)

dijelaskan bahwa prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan,

kegiatan belajar di sekolah atau perguruan tinggi yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian.

Dari dua pengertian diatas terkait dengan pengertian prestasi belajar memiliki persamaan yang terletak pada prestasi adalah sesuatu

yang telah dicapai. Sedangkan Darsono (2000:110) mengemukaan

bahwa prestasi belajar siswa merupakan perubahan–perubahan yang berhubungan dengan pengetahuan/kognitif, keterampilan/psikomotor,

dan nilai sikap/afektif sebagai akibat dari interaksi aktif dengan

lingkungan.

Ketiga pengertian tentang prestasi belajar tersebut dapat

disimpulkan menjadi prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai

oleh seseorang dari suatu perubahan yang terjadi pada diri seseorang

yang terkait dengan pengetahuan, keterampilan, nilai sikap yang

merupakan akibat dari interaksi secara aktif dengan lingkungan.

3. Metode Investigasi Kelompok

Dokumen terkait