BAB II: LANDASAN TEORI
B. Belajar dan prestasi belajar
1.
Pengertian BelajarBelajar adalah proses atau kegiatan yang bisa mendatangkan rasa senang dan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan begitu saja (Ambarwati:2009:8). Belajar merupakan suatu proses seumur hidup artinya belajar dapat dilakukan tanpa dibatasi oleh usia. Tujuan belajar adalah untuk mencapai suatu hasil atau prestasi, dan penanaman nilai-nilai, maka supaya prestasi dan nilai-nilai itu dapat tercapai perlu diciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Menurut Herijulianti dkk (2001:14) ”belajar merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk mengetahui, memahami dan melakukan sesuatu”. Kegiatan untuk bisa mengetahui, memahami dan melakukan sesuatu butuh suatu proses. Proses untuk mengetahui, memahami dan melakukan itu disebut proses belajar.
Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh suatu hasil, nilai atau hal yang baru. Belajar merupakan suatu proses untuk mengadakan perubahan pada orang yang melakukan pembelajaran, dari tidak tahu menjadi tahu. Menurut pandangan masyarakat belajar merupakan kegiatan yang dilakukan siswa di sekolah untuk mendapatkan pengetahuan. Cronbach dalam bukunya yang berjudul Education psychologi mengatakan bahwa belajar adalah pengalaman yang dialami oleh siswa dan yang melibatkan seluruh panca inderanya.
Hilgard (1948, p.4) mengartikan belajar sebagai proses dimana aktivitas itu berasal dan berubah melalui prosedur pelatihan dan yang tidak melalui prosedur pelatihan. Dilihat dari segi psikologi belajar merupakan proses pengembangan seluruh kepribadian yang dimiliki secara holistik
dari orang yang sedang belajar, untuk memperoleh hasil yang diingikan (Hamalik, 1994).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keempat tahun 2008, belajar merupakan suatu perubahan yang relatif dalam perilaku sebagai suatu hasil dari pengalaman yang dilakukan. Belajar menurut Prayitno (2009:203) adalah ”proses perubahan tingkah laku seseorang yang diperoleh dari pengalaman, stimulus respon, pembiasaan, meniru, pemahaman dan penghayatan, dan aktifitas dalam meraih apa yang hendak dicapai. Belajar merupakan usaha untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan usaha untuk menguasai hal yang baru.
Dari beberapa pengertian belajar diatas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan proses perubahan dalam diri siswa. Perubahan dalam diri siswa itu tampak dalam meningkatnya kualitas dan kuantitas. Peningkatan kuantitas dan kualitas tersebut bisa berupa sikap, pengetahuan, kebiasaan, cara berfikir. Peningkatan kualitas dan kuantitas belajar diperoleh melalui pengalaman, usaha yang telah dilakukan.
2.
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajarBelajar dapat berhasil atau tidak dikarenakan adanya beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya. Salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi belajar adalah lingkungan dan pribadi siswa itu sendiri. Suatu kegiatan belajar dapat berjalan dengan baik jika faktor yang mempengaruhi belajar itu diperhatikan.
Suryabrata(1984:249) mengatakan, belajar merupakan kegiatan atau aktivitas siswa yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi belajar siswa itu antara lain, faktor dari luar dan dari dalam diri sendiri.
a. Faktor yang berasal dari luar diri siswa.
Faktor dari luar adalah ha-hal yang yang mempengaruhi kegiatan belajar yang berasal dari luar dirinya. Faktor dari luar yang dapat mempengaruhi belajar siswa dibedakan menjadi dua. Dua faktor dari luar yang dapat mempengaruhi belajar siswa adalah faktor non sosial dan faktor sosial.
1). Faktor non sosial
Faktor non sosial adalah faktor dari luar diri siswa yang tidak berhubungan langsung dengan manusia. Faktor non sosial meliputi keadaan udara, cuaca, waktu tempat, alat yang mendukung pelajaran. Unsur-unsur itu perlu diatur sedemikian rupa supaya dapat mendukung proses belajar, sehingga pelajaran dapat berhasil.
2). Faktor sosial
Faktor sosial yang mempengaruhi belajar diantaranya adalah keluarga dan lingkungan masyarakat. Faktor sosial yang dapat
mempengaruhi belajar siswa adalah semua yang berhubungan dengan manusia, baik yang hadir secara langsung maupun tidak langsung. Faktor sosial dapat mempengaruhi proses belajar siswa maka perlu diatur dengan baik supaya tidak mengganggu belajar. b. Faktor dari dalam diri siswa
Faktor dari dalam diri siswa adalah faktor yang dapat mempengaruhi belajar yang berasal dalam diri siswa itu sendiri. Faktor dari dalam diri siswa yang dapat mempengaruhi belajar siswa antara lain:
1). Faktor fisiologis atau jasmani
Faktor fisiologis meliputi tonus jasmani dan keadaan fungsi jasmani. Menurut Herijulianti (2002:20), faktor fisiologis atau jasmani yang dapat mempengaruhi belajar ada dua yaitu kesehatan dan cacat tubuh. Faktor fisiologis sangat berpengaruh dalam kegiatan belajar, maka perlu dijaga dengan baik. Siswa tidak akan bisa belajar dengan baik jika dalam keadaan sakit dan kurang nutrisi yang mengakibatkan kurangnya tonus jasmani. Hasil penyelidikan Danziger, paul Lazarsfed dkk yang dikutip oleh Ch. Buhler (1950:105-112) menyatakan bahwa orang yang tonus jasmaninya kurang akan cepat ngantuk, lesu, cepat lelah dan hal ini sangat mempengaruhi belajar.Keadaan fungsi jasmani siswa terutama pada panca indera sangat berpengaruh dalam proses belajar. Suryabrata (1987:252) mengatakan bahwa panca
indera merupakan pintu gerbang masuknya pengaruh kedalam diri seseorang. Orang belajar apa saja pasti melibatkan panca indera. 2). Faktor psikologi (emosi)
Faktor psikologi atau emosi seseorang dapat mempengaruhi setiap orang. Menurut Herijulianti dkk(2001:19) faktor psikologi yang dapat mempengaruhi belajar siswa adalah inteligen, perhatian dan minat.
Frandsen (1961) mengatakan bahwa hal yang dapat mendorong siswa untuk belajar antara lain:
(a). Rasa ingin tahu yang besar
(b). Keinginan untuk selalu maju dan kreatif
(c). Keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang lain (d). Keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu (e). Keinginan untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran
(6). Adanya hukuman sebagai akhir dari pelajaran.
3. Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah hasil atau nilai yang diperoleh siswa sesuai dengan standar yang ditentukan atau melebihi standar yang ditentukan setelah melakukan kegiatan belajar. Masidjo (1995:38-40) mengartikan prestasi belajar sebagai kekhasan dari hasil proses belajar yang dilakukan secara sengaja sebagai hasil suatu pengukuran dalam proses
belajar. Prestasi belajar merupakan kemampuan aktual yang diperoleh sewaktu mempelajari suatu bahan pelajaran.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2008) “prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran yang biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai angka yang diberikan oleh guru.” Purwadarrninto (1987:767) rnenyatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai sebaik - baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal - hal yang dikerjakan atau dilakukan. “Kegiatan belajar yang menghasilkan suatu perubahan yang khas disebut prestasi belajar.”Winkel (1984:36) prestasi belajar merupakan hasil penilaian pendidikan terhadap proses belajar dan hasil belajar.
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan dari materi pelajaran yang diterimanya dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa.
4. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Prestasi balajar atau hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa diantaranya faktor dari dalam dan dari luar. a. Faktor dari dalam
Faktor dari dalam yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa antara lain IQ atau tingkat kecerdasan, motivasi, dan kepribadian siswa. IQ setiap siswa akan berbeda satu dengan yang lain. Menurut Gardner (1983) IQ atau kecerdasan manusia ada sembilan. Upaya yang perlu dilakukan guru untuk meningkatkan prestasi siswa salah satunya mengenali kemampuan, motivasi dan kepribadian siswa. b. Faktor dari luar
Prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dari luar dirinya. Faktor dari luar yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa antara lain adalah guru, lingkungan baik lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah dan metode, alat peraga yang digunakan. Lingkungan sekolah hendaknya nyaman sehingga dapat mendorong siswa untuk belajar (Ormrod, 2006).