• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

Misi 5 : Mengembangkan Pembangunan Berbasis Kewilayahan Dengan Pendekatan (Prosperity Aproach) Berbasis Budaya, Kearfian Lokal dan Masyarakat Hukum Adat

C. REALISASI ANGGARAN TAHUN 2021

2. Belanja Daerah

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat sebagai hakekat Otonomi Daerah, maka kebijakan Belanja Daerah Kabupaten Maluku Tenggara untuk tahun 2021 adalah sebagai berikut:

1) Penekanan dan efisiensi tetap dilakukan terhadap belanja non program (Belanja Tidak Langsung) sehingga diharapkan Belanja Langsung yang mendukung pelaksanaan program-program akan mendapat alokasi yang proposional sesuai kebutuhan.

2) Penekanan dan efisiensi juga dilakukan terhadap Belanja Pegawai dalam komponen Belanja Langsung sehingga lebih banyak alokasi belanja langsung dapat diarahkan pada belanja Modal dan Belanja Barang dan Jasa.

Bab III. Akuntabilitas Kinerja

74

3) Untuk belanja program dan kegiatan senantiasa diarahkan pada kegiatan yang secara langsung menyentuh kepentingan dan kebutuhan masyarakat, terutama kegiatan penunjang dan kegiatan inti pemberdayaan masyarakat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada gilirannya akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

4) Mempertajam prioritas pembangunan daerah, berdasarkan arahan RPJMD dan RKPD untuk mencapai sasaran-sasaran peningkatan kesejahteraan rakyat.

Bertolak dari arah dan kebijakan umum belanja daerah sebagaimana yang telah diuraikan, maka strategi dan prioritas belanja daerah disamping diarahkan pada belanja tidak langsung guna menjamin kelangsungan pelaksanaan dan atau penyelenggaraan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, juga diimbangi dengan strategi dan prioritas yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui belanja langsung.

Sebelum Perubahan APBD Maluku Tenggara Tahun Anggaran 2021, total belanja dianggarkan sebesar Rp.1.074.868.551.059,00 terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.563.513.908.074,00 atau 52,42%

dari total belanja APBD tahun 2021, serta sisanya sebesar Rp.511.354.640.642.985,00 atau 47,58% dialokasikan untuk Belanja Langsung. Setelah perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 total belanja mengalami penyesuaian menjadi Rp.1.075.192.750.659,00, terjadi penambahan sebesar Rp.324.199.600,00 atau sebesar 0,03%.

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2021, angka sementara realisasi Belanja Daerah sebelum audit BPK sebesar Rp.906.423.122.137,47 atau 84,30% dari total Belanja Daerah Tahun 2021 sebesar Rp.1.075.192.750.659,00 serta dapat diurai sebagai berikut:

a) Belanja Tidak Langsung

Belanja Tidak Langsung mengalami penyesuaian dan turun menjadi Rp.525.059.433.887,00 atau terjadi pengurangan sebesar Rp.38.454.474.187,00. Sampai dengan 31 Desember 2021 terealisir sebesar Rp.519.493.233.880,68 atau 98,94%. Realisasi Belanja Tidak Langsung beserta uraian item belanja Tahun 2021 dapat dilihat pada tabel berikut:

Bab III. Akuntabilitas Kinerja

75

Tabel 3.3.6

Realisasi Belanja Tidak Langsung Tahun 2021

No URAIAN APBD 2021 APBD

563.513.908.074,00 525.059.433.887,00 519.493.233.880,68 98,94 2 . 1 . 1 Belanja Pegawai 300.298.299.632,00 259.670.246.240,00 258.434.703.440,68 99,52 2 . 1 . 4 Belanja Hibah 55.074.469.542,00 58.356.333.493,00 55.581.031.601,00 95,24 2 . 1 . 5 Belanja Bantuan Sosial 3.667.500.000,00 8.205.591.500,00 7.759.414.050,00 94,56 2 . 1 . 6 Belanja Bagi Hasil kepada

Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa

3.068.398.700,00 3.087.055.400,00 2.332.092.788,00 75,54

2 . 1 . 7 Belanja Bantuan Keuangan kepada

Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa

194.725.240,200,00 193.743.682.100,00 193.735.992.001,00 100

2 . 1 . 8 Belanja Tidak Terduga 2.000.000.000,00 756.525.154,00 750.000.000,00 99,14 Sumber: Badan Keuangan dan Aset Daerah Kab. Maluku Tenggara 2021.

* : Pra Audit BPK

b) Belanja Langsung

Belanja Langsung mengalami penyesuaian dan turun menjadi Rp.550.133.316.772,00 atau terjadi peningkatan sebesar Rp.38.778.673.787,00 atau 7,58%. Sampai dengan 31 Desember 2021, dari total Belanja Langsung terealisir sebesar Rp.386.929.888.256,79 atau 70,33%.

Rincian Belanja Langsung, uraian komponen belanja dan persentase pencapaiannya dibandingkan dengan target Tahun 2021 dilihatan pada tabel berikut:

Tabel 3.3.7

Realisasi Belanja Langsung Tahun 2021 NOMOR

2 . 2 BELANJA LANGSUNG 511.354.642.985,00 550.133.316.772,00 386.929.888.256,79 70,33

2 . 2 . 1 Belanja Pegawai - - - -

2 . 2 . 2 Belanja Barang dan Jasa 245.845.800.899,00 267.923.616.306,00 24.303.750.920,79 90,44 2 . 2 . 3 Belanja Modal 265.508.842.086,00 550.133.316.772,00 144.626.137.336,00 26,29 Sumber: Badan Keuangan dan Aset Daerah Kab. Maluku Tenggara 2021.

* : Pra Audit BPK

Bab III. Akuntabilitas Kinerja

76

3. Pembiayaan

Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya. Struktur APBD memperlihatkan bahwa komponen pembiayaan merupakan komponen yang dipergunakan untuk mengantisipasi surplus/defisit anggaran. Dalam arti bahwa komponen pembiayaan merupakan transaksi keuangan daerah untuk menutupi selisih antara pendapatan dan belanja daerah.

Kebijakan Pembiayaan daerah didasari pertimbangan bahwa setiap kewajiban yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, secara konsisten dapat dilaksanakan sesuai tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab yang diemban serta untuk menjaga kredibilitas pemerintah daerah.

Dalam Postur APBD, Pembiayaan terdiri dari Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan. APBD Tahun 2021 menganggarkan Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp.132.050.000.000,00 bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya (SiLPA). Pada Perubahan APBD Tahun 2021, Penerimaan Pembiayaan mengalami penyesuaian dan meningkat menjadi Rp.138.428.991.258,00 atau naik sebesar 10,42%.

Adapun dari sisi pengeluaran pembiayaan, APBD Tahun 2021 menganggarkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.5.500.000.000,00 untuk membiayai investasi pemerintah daerah. Pada Perubahan APBD 2021, terjadi peningkatan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.400.000.000,00 atau naik sebesar 74,58% menjadi Rp5.900.000.000,00.

Selisih antara Penerimaan Pembiayaan dengan Pengeluaran Pembiayaan menghasilkan Pembiayaan Netto. Penganggaran Pembiayaan Netto dalam APBD Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.132.528.991.258,00.

Sampai dengan 31 Desember 2021, Pembiayaan Netto telah terealisir sebesar Rp.10.028.991.258,00 atau 7.57% sebelum diaudit oleh BPK-RI dengan rincian sebagai berikut:

Bab III. Akuntabilitas Kinerja

77

Tabel 3.3.8

Realisasi Pembiayaan Daerah Tahun 2021

No URAIAN APBD 2021 APBD

PERUBAHAN

* REALISASI APBD 2021

%

3 PEMBIAYAAN DAERAH 3 . 1 PENERIMAAN

PEMBIAYAAN DAERAH

132.050.000.000,00 138.428.991.258,00 14.428.991.258,00 10,42 3 . 1 . 1 Sisa Lebih Perhitungan

Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya

8.050.000.000,00 14.428.991.258,00 14.428.991.258,00 100

3 . 1 . 4 Penerimaan Pinjaman Daerah

124.000.000.000,00 124.000.000.000,00 0,00 0 3 . 2 PENGELUARAN

PEMBIAYAAN DAERAH

5.500.000.000,00 5.900.000.000,00 4.400.000.000,00 74,58 3 . 2 . 2 Penyertaan Modal

(Investasi) Pemerintah Daerah

5.500.000.000,00 5.900.000.000,00 4.400.000.000,00 74,58

PEMBIAYAAN NETTO 126.550.000.000,00 132.528.991.258,00 10.028.991.258,00 7,57 Sumber: Badan Keuangan dan Aset Daerah Kab. Maluku Tenggara 2021.

* : Pra audit BPK

Penerimaan Pembiayaan Daerah tahun 2021, dianggarkan sebesar Rp.132.050.000.000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp.14.428.991.258,00 atau 10,42%. Jumlah Penerimaan Daerah dalam pembiayaan ini bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu sebesar Rp.28.648.507.478,96. Pada 31 Desember 2020 terealisir sebesar Rp.14.428.991.258,00 atau 100%. Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Daerah dianggarkan pada perubahan APBD tahun 2021 sebesar Rp.5.900.000.000,00, per tanggal 31 Desember 2021 terealisir sebesar Rp.4.400.000.000,00 atau 74,58%.

Bab IV. Penutup

78

BAB IV. PENUTUP

Sebagai penutup dari Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2021, secara umum dapat diketahui bahwa hasil analisis pencapaian kinerja terhadap 11 sasaran strategis yang mencakup 32 indikator kinerja, diketahui bahwa 8 Indikator Kinerja atau 25% melampaui target, 2 indikator kinerja atau 6,25% mencapai target, dan 22 indikator kinerja atau 68,75% tidak mencapai target. Rata-rata capaian kinerja mencapai 91,54% atau bermakna Baik. Jadi Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pada Tahun 2021 adalah Baik.

Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa pencapaian target terhadap beberapa indikator dalam RPJMD Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2018-2023, khususnya untuk Tahun Anggaran 2021 dapat dipenuhi. Jika terdapat indikator yang belum memenuhi target yang ditetapan, kami akui itu semata merupakan kekurangan dan kelemahan kami sebagai manusia, namun tentunya kekurangan tersebut akan menjadi motivasi agar kedepannya diperbaiki sehingga menjadi lebik baik lagi.

Langgur, 18 Maret 2022

Dokumen terkait