• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENGELOLAAN KEUANGAN

2 Belanja Langsung 94,0

1 Belanja Tidak Langsung 85,36

1.1 Belanja Pegawai 85,36

2 Belanja Langsung 94,02

2.1 Belanja Pegawai 91,8

2.2 Belanja Barang dan Jasa 93,8

2.3 Belanja Modal 97,4

Secara lebih terinci implementasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu dikaitkan dengan akuntabilitas keuangan adalah sebagai berikut :

1) Perencanaan dan Evaluasi Program/Kegiatan Penanaman Modal dan Periiznan

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai 59,7

2 Belanja Barang dan Jasa 98,98

JUMLAH 97,6

2) Forum Interaksi Investor Jawa Barat

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai 99,4

2 Belanja Barang dan Jasa 97,5

JUMLAH 97,7

3) Pengendalian Pelaksnaaan Penanaman Modal PMA/PMDN

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai -

2 Belanja Barang dan Jasa 92,75

JUMLAH 92,75

4) Penyusunan Kebijakan Penanaman Modal

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

% 1 Belanja Pegawai 99,96 2 Belanja Barang dan Jasa 95,2

JUMLAH 95,7

5) Pelaksanaan Kerjasama Investasi

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai 99,8

2 Belanja Barang dan Jasa 99,3

JUMLAH 99,3

6) Penyusunan Profil Peluang Investasi di Jawa Barat

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

% 1 Belanja Pegawai 99,96 2 Belanja Barang dan Jasa 94,7

JUMLAH 95,1

7) Penyelenggaraan Promosi dan Kerjasama Investasi

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

% 1 Belanja Pegawai 90,01 2 Belanja Barang dan Jasa 90,13

JUMLAH 90,13

8) Sosialisasi Pelayanan Perijinan di Jawa Barat

9) Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Perizinan secara Online

NO URAIAN

10) Penyelenggaraan Administrasi Perizinan pada Objek Perizinan di Lapangan

NO URAIAN

11) Forum Sinergitas Tim Teknis Perizinan

NO URAIAN

13) Layanan Perizinan di Gerai dan Layanan Site Mobile Service (SMS)

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai -

2 Belanja Barang dan Jasa 86,76

JUMLAH 86,76

14) Pengelolaan dan Publikasi Data Base Perizinan

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai 100

2 Belanja Barang dan Jasa 98,22

JUMLAH 98,26

15) Evaluasi Pelayanan Perizinan Terpadu

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai 100

2 Belanja Barang dan Jasa 84,49

JUMLAH 84,65

16) Monitoring Pelayanan Perijinan Terpadu

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai -

2 Belanja Barang dan Jasa 98,37

JUMLAH 98,37

17) Peningkatan Kemampuan Aparatur pada BPMPT

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai -

2 Belanja Barang dan Jasa 97,01

JUMLAH 96,24

18) Peningkatan Kesejahteraan dan Kemampuan Aparatur

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai 100

2 Belanja Barang dan Jasa 94,28

JUMLAH 94,34

19) Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai 98,8

2 Belanja Barang dan Jasa 94,8

JUMLAH 94,95

20) Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai 100

2 Belanja Barang dan Jasa 99,98

3 Belanja Modal 97,4

JUMLAH 97,51

21) Jasa Konsultansi Penyusunan DED pada BPMPT

NO URAIAN

1 Belanja Pegawai

2 Belanja Barang dan Jasa

22) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

% 1 Belanja Pegawai 91,75 2 Belanja Barang dan Jasa 95,6

JUMLAH 95,59

23) Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai 100

2 Belanja Barang dan Jasa 100

JUMLAH 100

24) Pembinaan dan Pendataan Penanaman Modal di Daerah Provinsi Jawa Barat

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai 98,0

2 Belanja Barang dan Jasa 93,5

JUMLAH 94,08

25) Penyusunan dan Penyajian Data dan Informasi/Statistik Penanaman Modal

NO URAIAN

CAPAIAN TARGET

%

1 Belanja Pegawai 100

2 Belanja Barang dan Jasa 96,6

JUMLAH 96,6

BAB VI PENUTUP

Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) BPMPT Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2015 disusun sebagai bagian dari perwujudan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyusunan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2015 Gubernur Jawa Barat.

LKPJ ini merupakan suatu bentuk pelaporan evaluasi yang dilakukan terhadap pertanggungjawaban organisasi perangkat daerah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dikaitkan dengan pelaksanaan rencana kerja yang telah ditetapkan selama Tahun Anggaran 2015, sebagai realisasi pelaksanaan pertanggung jawaban yang jelas, tepat dan terukur dalam rangka penyelenggaraan “Good Governance”.

Peranan Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Provinsi Jawa Barat adalah sebagai pelaku utama dalam mewujudkan peningkatan penanaman modal di Jawa Barat serta melaksanakan layanan perijinan, dimana dengan adanya misi Badan diharapkan kegiatan penanaman modal berdampak terhadap penyerapan lapangan kerja maupun kegiatan sektor ekonomi lainnya baik dalam waktu satu tahun maupun lima tahun yang akan datang serta serta meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan perijinan di Jawa Barat.

Pencapaian misi BPMPT Provinsi Jawa Barat telah direalisasikan dalam bentuk program dan kegiatan yang terukur, dinyatakan dengan tingkat capaian kinerja anggaran sebesar 90,49 %. Dalam mewujudkan Misi Kedua Provinsi Jawa Barat yaitu “Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan” dilakukan melalui pencapaian sasaran investasi yang meningkat rata-rata diatas 14%

per tahun dengan memperhatikan proyek-proyek investasi yang sudah ada, masuknya investasi baru/perluasan, dan meminimalisasi ‘Capital Flight’. Selanjutnya pencapaian kinerja BPMPT dalam mewujudkan Misi Ketiga Provinsi Jawa Barat yaitu tujuan misi “Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur dan Perluasan Partisipasi Publik” berupa meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat yang pada tahun ini mencapai 77,06 yang berati “Baik”

juga melaksanakan sinergitas, produktivitas dan akuntabilitas manajemen pemerintah daerah, telah dilakukan pencapaian sasaran yang dicapai meningkatnya efektifitas dan efisiensi pemanfaatan APBD;

meningkatnya akuntabilitas kinerja pelayanan public, meningkatnya kompetensi aparatur;

meningkatnya sinergitas antar unsur perangkat daerah dan antar tingkat pemerintahan; tertatanya kelembagaan dan rasionalisasi PNS Pemerintah Daerah; serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi salah satunya adalah investasi yang bersumber dari dunia usaha, termasuk PMA dan PMDN. Realisasi investasi PMA dan PMDN di Jawa Barat adalah sebesar Rp. 121,516 Trilyun dengan jumlah proyek sebanyak 37.213 proyek dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 349.377 orang. Sektor Tersier merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam pencapaian perkembangan investasi di Jawa Barat baik PMA maupun PMDN, yang mencapai lebih dari 80 %.

Dengan hasil itu, berarti nilai capaian visi BPMPT “Menjadi Lembaga Pelayanan Penanaman Modal dan Perijinan yang Andal dan Profesional” sudah mulai dirasakan hasilnya oleh masyarakat dan misi BPMPT Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013 – 2018 memiliki dua misi yaitu: (1) Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Aparatur dalam Pelayanan Penanaman Modal dan Perizinan (2) Meningkatkan Pelayanan Penanaman Modal dan Perizinan yang cepat, tepat, akurat, transparan, normatif dan akuntabel untuk kepuasan masyarakat (3) Meningkatkan Fasilitasi dan Koordinasi Pelayanan Penanaman dan Perizinan untuk mendorong peningkatan investasi di Jawa Barat (4) Meningkatkan sarana pelayanan serta kualitas data investasi dan perizinan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi sebagai bahan kebijakan (5) Mengembangkan sinergitas pelayanan penanaman modal dan perizinan dengan pemangku kepentingan untuk mendorong peningkatan berusaha di Jawa Barat; dalam perkembangannya telah menunjukan pertumbuhan minat para investor untuk berinvestasi di Jawa Barat, meningkatnya realisasi investasi untuk menciptakan kesempatan dalam berbagai lapangan pekerjaan.Dalam upaya meningkatkan realisasi investasi di Jawa Barat, pencapaian kinerja sebagaimana tersebut diatas merupakan perwujudan dari optimalnya aspek-aspek yang berkaitan dengan :

1. Berperan aktifnya Satgas (task force) Provinsi Jawa Barat dalam menangani permasalahan penanaman modal, dan diantara capaian pelaksanaannya antara lain tersolusikannya pemecahan masalah atas kasus-kasus yang dihadapi perusahaan dalam merealisasikan investasi;

2. Penyelenggaraan promosi dengan melibatkan berbagai unsur (stake holder terkait) di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten dan kota secara terkoordinasi.

3. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan terhadap dunia usaha PMA/PMDN dalam pelaksanaan kegiatan penanaman modal di dalam Kawasan Industri maupun Zona Peruntukkan, dan termasuk pula terhadap aparatur di Kabupaten/Kota yang menangani penanaman modal (Perangkat Daerah Kabupaten/Kota bidang Penanaman Modal/ PDKPM).

4. Peningkatan kualitas content pada Website investasi Jawa Barat guna mendukung fasilitasi dibidang informasi yang dibutuhkan oleh dunia usaha sekaligus merupakan salah satu wujud peningkatan pelayanan publik oleh pemerintah (BPMPT).

Namun, Dalam pencapaian Visi dan Misi, sering terjadi beberapa kendala yang dihadapi BPMPT Provinsi Jawa Barat secara umum adalah adanya keterbatasan kemampuan dalam mengalokasikan anggaran dalam program dan kegiatan yang telah direnacanakan.

Demikian paparan mengenai Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban BPMPT Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2015 sebagai laporan informasi penyelenggaraan pemerintahan Jawa Barat.

Dokumen terkait