• Tidak ada hasil yang ditemukan

dari Sumber Tidak Bergerak

URAIAN SINGKAT CAPAIAN KINERJA :

3.7. AKUNTABILITAS KEUANGAN

3.7.2. Belanja Tidak Langsung

Anggaran belanja tidak langsung BLHD Kab. Tanah Bumbu TA. 2016 adalah sebesar Rp. 3.525.231.615,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 3.357.323.077,- atau 95,24 %.

Dari tabel belanja langsung dan belanja tidak langsung di atas, akuntabilitas keuangan BLHD Kab. Tanah Bumbu secara keseluruhan TA 2016 dengan realisasi anggaran mencapai Rp. 6.628.992.562,- (92,86%) dari total keseluruhan anggaran TA. 2016 (meliputi belanja langsung dan belanja tidak langsung) sebesar Rp. 7.138.448.665,-

Terlihat dalam penggunaan anggaran terjadi peningkatan yang diimbangi juga peningkatan realisasi fisik kegiatan. Dari sisi efisiensi terlihat juga adanya penghematan penggunaan dana pada input dalam menghasilkan output kegiatan Dengan demikian efisiensi anggaran belanja (belanja langsung dan tidak langsung) BLHD Kabupaten 509.456.103,00

Berarti sangatlah jelas keberhasilan kinerja yang telah dicapai BLHD Kab. Tanah Bumbu tahun 2016 sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

LAKIP BLHD KAB. TANAH BUMBU TAHUN 2016 3.7.3. PENDAPATAN

Realisasi pungutan atau penerimaan asli daerah pada Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tanah Bumbu s.d. 14 Desember tahun 2016 adalah sebesar Rp. 3.006.794.992,- (berasal dari Retribusi Izin Gangguan (HO) dan Retribusi Kekayaan Daerah (Laboratorium). Berikut uraian target dan realisasi penerimaan BLHD Tahun Anggaran 2016:

Tabel 3.11. Realisasi Penerimaan Daerah pada BLHD Kab. Tanah Bumbu 2016

No. Jenis Penerimaan Target (Rp.) Realisasi (Rp.) Prosentase

1. Retribusi Izin Gangguan (HO) 2.250.004.887,- 1.712.046.192 76,09%

2. Retribusi Kekayaan Daerah (Laboratorium)

1.500.783.000,- 1.523.548.700 101,52%

JUMLAH 3.750.787.887,- 3.235.594.892 86,26%

Sumber : Bendahara Penerima BLHD Kabupaten Tanah Bumbu

Jika dbandingkan pada tahun sebelumnya, realisasi penerimaan HO tahun 2016 juga tidak mencapai target. Sedangkan Retribusi Kekayaan Daerah melebihi target yang telah ditetapkan. Berikut perbandingan target dan realisasi pendapatan dari tahun 2015 dan 2016 :

Tabel 3.12 Perbandingan Target dan Realisasi PAD Tahun 2015 dan 2016

Uraian Target Tahun Realisasi pada Tahun ke- (Rp.) Rasio antara Realisasi

dan Target Tahun ke-

2015 2016 2015 2016 2015 2016 1 2 3 4 5 6 7 Pendapatan Asli Daerah - HO 2.500.000.000 2.250.004.887 1.917.946.006 1.712.046.192 76,71% 76,09% - Retribusi Kekayaan Daerah (Laboratorium) 900.004.000 1.500.783.000 1.339.797.700 1.523.548.700 148,86% 101,52% TOTAL 3.400.004.000 3.750.787.887,- 3.257.743.706 3.235.594.892 95,51% 86,26%

Sejak tahun 2012 – 2016, jenis penerimaan pada BLHD Kab. Tanah Bumbu hanya bersumber dari Retribusi HO saja, sedangkan jenis penerimaan lainnya pada tahun 2011 yaitu Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair yang terealisasi sebesar Rp.60.000.000,- (55% dari target penerimaan Rp. 120.000.000,-), Retribusi Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 yang terealisasi sebesar Rp. 42.000.000,- ( 52,50% dari target penerimaan Rp. 80.000.000,-), Retribusi Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) yang terealisasi sebesar Rp. 3.000.000,- (50% dari target penerimaan Rp. 6.000.000,-) tidak dapat ditarik lagi retribusinya. Hal tersebut sangatlah beralasan dikarenakan beberapa faktor yaitu :

LAKIP BLHD KAB. TANAH BUMBU TAHUN 2016 1. Perda No. 06 Tahun 2008 tentang Retribusi yang menjadi dasar penarikan Retribusi Izin

Pembuangan Limbah Cair, Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 dan Pemanfaatan LCPKS pada tahun 2011 tidak berlaku lagi karena adanya PP No. 29 Tahun 2009 tentang Retribusi Limbah Cair dimana didalamnya mengatur tentang jenis-jenis penarikan retribusi. Dari beberapa jenis retribusi, 3 retribusi tersebut tidak terdapat pada PP No. 29 Tahun 2009.

2. Faktor lain yang menjadi alasan tidak ditargetkannya penerimaan dari 3 retribusi tersebut tahun 2012 dan 2015 yaitu terbitnya Perda No 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum di Kabupaten Tanah Bumbu dimana didalam salah satu pasalnya yaitu pasal 58 ayat 1 menyebutkan bahwa objek retribusi pengolahan limbah cair adalah pelayanan pengolahan limbah cair rumah tangga, perkantoran, dan industri yang disediakan, dimiliki, dan/atau dikelola secara khusus pleh Pemerintah Daerah dalam bentuk instalasi pengelolaan limbah cair. Kendala utama adalah belum adanya instansi khusus yang menangani pengelolaan limbah cair di Kab. Tanah Bumbu.

3. Faktor tersebut di atas yang menjadikan alasan tidak adanya penarikan retribusi limbah cair, penyimpanan limbah B3 dan LCPKS pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2016, sehingga tidak ada realisasi penerimaan dari 3 sumber retribusi tersebut dan hanya retribusi HO yang dapat ditargetkan dan terealisasi.

4. Dasar hukum penarikan retribusi HO di tahun 2012 dan 2014 yaitu Perda No. 03 Tahun 2012 tentang Retribusi Ijin Gangguan Keramaian/HO yang merupakan perubahan atas Perda No. 02 Tahun 2005 tentang Retribusi Ijin Gangguan Keramaian/HO.

Sedangkan pada tahun 2012 s.d. 2016 sumber penerimaan BLHD selain bersumber dari HO, juga bersumber dari Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah yaitu tarif pemeriksaan sampel uji kualitas lingkungan pada Laboratorium Lingkungan BLHD Kab. Tanah Bumbu yang sudah terakreditasi (parameter air) dimana pelaksanaannya berdasarkan Perda Kabupaten Tanah Bumbu No.03 Tahun 2014 Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Dari tabel 3.16 dapat dilihat perbandingan antara target dan realisasi pendapatan.

Dari sektor HO, tahun 2015 hanya terealisasi sebesar 76,71% dan tahun 2016 juga belum mencapai target yaitu sebesar 76,09% dikarenakan ada beberapa kegiatan/usaha yang tidak ada kegiatan (tidak aktif) seperti stockpile dan pelabuhan batubara sehingga tidak melakukan perpanjangan izin HO. Dari sektor retribusi kekayaaan daerah, tahun 2015 DAN 2016 realisasinya melebihi target, hal ini dikarenakan UPT Laboratorium LH Kab. Tanah Bumbu merupakan Lab. LH dengan parameter terbanyak yang terakreditasi di Kalimantan sehingga hal tersebut menjadi salah satu faktor utama peningkatan jumlah pengujian sampel air dari berbagai kegiatan baik itu oleh pelaku usaha, masyarakat umum dan instansi dari Kab. Tanah Bumbu ataupun luar Kab. Tanah Bumbu.

LAKIP BLHD KAB. TANAH BUMBU TAHUN 2016 3.8. ANALISA PERMASALAHAN

Selama tahun 2016, pelaksanaan kegiatan pada BLHD Kab.Tanah Bumbu umumnya sudah berjalan dengan baik dalam arti mengarah kepada kesesuaian Standard Pelayanan Minimal (SPM) bidang lingkungan hidup dan IKK Bidang LH .

Upaya yang dilakukan dalam rangka terwujudnya visi dan misi BLHD Kab.Tanah Bumbu adalah mengevaluasi kembali usulan – usulan dana untuk menunjang Program dan kegiatan yang ada pada Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tanah Bumbu agar hasil yang diharapkan berhasil guna dan tepat waktu.

Permasalahan lain yang dihadapi oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tanah Bumbu pada Tahun Anggaran 2016 yaitu menyangkut peningkatan / pengembangan baik secara kualitas maupun kuantitas untuk menunjang aktifitas operasional dinas dan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. Hal tersebut di atas erat kaitannya dengan keterbatasan sumber daya manusia pengelola lingkungan hidup dan alokasi dana/penganggaran APBD. Ini lebih disebabkan karena makin meningkatnya tuntutan pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat.

Berikut diuraikan permasalahan yang menjadi kendala dalam pencapaian kinerja BLHD Kab. Tanah Bumbu :

2. Sekretariat Permasalahan :

a. Kurangnya SDM yang berkualitas

b. Kurangnya kualitas SDM melalui pelatihan dan bimtek c. Kurangnya jaringan internet dan sempitnya ruang kerja Solusi :

a. Perlunya penambahan SDM yang berkualitas & handal

b. Perlunya peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dan bimtek c. Penambahan jaringan internet dan memperluas ruang kerja d. Mengikutsertakan staf di bagian sekretariat dalam segala kegiatan

2. Bidang Pengawasan dan Penanggulangan Pencemaran Permasalahan :

a. Kurangnya alat transportasi ( mobil operasional terbatas ) b. Peningkatan SDM yang handal & berkualitas

c. Fasilitas penunjang terkait telekomunikasi & informatika d. Ruang kerja kurang layak ( terlalu sempit )

Solusi :

a. Penambahan alat transportasi ( sarana ) b. Mengikuti Diklat

LAKIP BLHD KAB. TANAH BUMBU TAHUN 2016 d. Memperluas ruang kerja

3. Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Permasalahan :

a. Mobil operasional kegiatan tidak ada

b. Kurangnya jumlah personil laki – laki dan tenaga untuk administrasi Sekretaris Komisi AMDAL

c. Terbatasnya jumlah personil yang memiliki sertifikat penilai AMDAL d. Ruang penyimpanan dokumen sudah melebihi kapasitas /

Solusi :

a. Penyediaan mobil operasional Bidang PDL

b. Penambahan pegawai laki – laki ( lapangan ) & perempuan ( administrasi ) c. Mengikutsertakan staf PDL untuk pelatihan penilai AMDAL ( S 1 )

d. Penambahan ruang dokumen / memindah ruang dokumen ketempat yang lebih memadai

4 Bidang Analisis Pengelolaan Kualitas Lingkungan Permasalahan :

Permasalahan :

a. Minimnya sarana penunjang dalam melaksanakan kegiatan di bidang seperti kurangnya alat ( kamera, PC, printer, UPS, kendaraan roda 2 / Trail, APD )

b. Kurang personil yang memiliki kemampuan dan kompetensi dalam melaksanakan kegiatan pemantapan kualitas lingkungan

Solusi :

a. Adanya penambahan sarana penunjang ( PC, printer, UPS, Kendaraan roda 2 )

b. Penambahan personil yang memiliki kemampuan dan kompetensi untuk melaksanakan kegiatan pemantauan kualitas lingkungan

5. Laboratorium Lingkungan Hidup Permasalahan :

a. Kurangnya sumber daya manusia ( analis dan PPC ) b. Bangunan gedung kurang memadai

c. Pihak ke 3 : pengukuran limbah B3 kurang respon

d. Dengan pertambahnya ruang lingkup pengujian harus di tunjang dengan alat yang maksimal e. Kurangnya diklat peningkatan SDM

f. Kurangnya jaminan kesehatan personil Lab g. Anggaran pengadaan bahan sangat kurang

h. Kerusakan alat di pertengahan tahun atau mendadak tidak bisa diperbaiki karena biaya perbaikan alat tidak ada

LAKIP BLHD KAB. TANAH BUMBU TAHUN 2016 Solusi :

a. Penambahan personil Lab b. Penambahan gedung analis Lab c. Penambahan alat Lab. yang memadai

d. Penambahan dikalt baik eksternal maupun internal e. Penambahan surplemen kesehatan

f. Cek kesehatan per- 6 bulan sekali

Jika ditinjau dari pelaksanaan kegiatan prioritas pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu, ada beberapa hal yang menjadi kendala meskipun dalam pencapaiannya, kegiatan tersebut terealisasi 100%. Kendala dan permasalahan tersebut diantaranya adalah :

1. Kegiatan Koordinasi Penilaian Kota Sehat Adipura : Permasalahan :

a. Kurangnya perbaikan kondisi fisik titik pantau secara kontinyu artinya penanggung jawab menangani titik – titik pantau adipura masih belum maksimal

b. Tim ADIPURA yang termuat dalam SK Bupati Tanah Bumbu belum bekerja secara maksimal c. Adanya tambahan kriteria dari Kementerian LH dan Kehutanan tentang penilaian adipura yaitu

nilai rata – rata TPA titik pantau minimal 74,00 dengan nilai kumulatif tahun pemantauan ( Tahap I dan Tahap II ) minimal 75,00

d. TPST skala kabupaten yang menjadi titik pantau ADIPURA masih belum sinkron Solusi :

a. Perbaikan kondisi fisik titik pantau dengan memperbanyak koordinasi secara berjenjang dan peninjauan titik pantau secara berkala yang dihadiri oleh anggota Tim ADIPURA kabupaten b. Pemantapan tim adipura tingkat kabupaten melalui rapat koordinasi dihadiri oleh pemegang

kebijakan di SKPD penanggung jawab adipura dan surat menyurat

c. Memberikan masukan saat rakor adipura tingkat provinsi agar kriteria adipura jangan berubah – ubah

d. Koordinasi dengan SKPD terkait tentang penetapan TPST skala kabupaten

2. Kegiatan Pembinaan ADIWIYATA : Permasalahan :

a. Masih ada beberapa sekolah atau guru tidak mengerti cara mengintegrasikan materi adiwiyata kedalam matpel, karena RPP PLH bisa terintegrasi atau monolitik

b. BLHD sebagai unit kerja yang berbentuk badan mengakibatkan kurang lincah dalam bergerak, dimana tidak bisa membantu secara fisik kepada sekolah, misalnya; pembuatan jalan bagus menuju sekolah, penambahan jumlah WC di sekolah, sapras, diharapkan kondisi ini bisa diatasi di tahun 2017 ketika BLHD akan berubah nomenklatur menjadi Dinas Lingkungan Hidup.

LAKIP BLHD KAB. TANAH BUMBU TAHUN 2016 Solusi :

a. Meminta data sekolah yang respon terhadap adiwiyata melalui UPK sebagai perpanjangan Disdik di tingkat kecamatan

b. Pembinaan sekolah yang belum pernah ikut dalam lomba adiwiyata dan yang belum lolos di tingkat kabupaten tahun 2016

c. Sosialisasi adiwiyata melalui pertemuan bulanan guru ( KKG, MGM, MKKS, atau kegiatan lainnya )

d. Aplikasi adiwiyata akan tersebar luaskan dengan bantuan sekolah yang sudah meraih Adiwiyata Tingkat Nasional dan Tim Pengembangan Adiwiyata

e. Berusaha memperbaiki dokumen adiwiyata supaya bisa maju ketingkat Nasional maupun Mandiri

f. Bantuan sapras bagi sekolah adiwiyata yang akan diusulkan ke tingkat Provinsi tahun berjalan akan difasilitasi oleh BLHD se SKPD terkait dan pihak ketiga

3. Kegiatan Pengembangan Data dan Informasi Lingkungan : Permasalahan :

a. Infomasi pelaksanaan juknis kegiatan MIH dan SLHD belum dapat diterima secara akurat b. Masih minimnya anggaran dalam penyusunan kegiatan MIH dan SLHD untuk mendapatkan

hasil yang maksimal (Rapat koordinasi dan Perjalanan dinas dalam rangka pengumpulan data) c. Kurangnya peran serta dinas/instansi terkait dalam rangka pemenuhan data sekunder, sehingga

ada beberapa data yang tidak dapat terisi Solusi :

a. Perlu adanya konsultasi langsung mengenai juklak dan juknis pelaksanaan penyusunan MIH dan SLHD Ke BLHD provinsi dan KLHK

b. Perlu adanya penambahan anggaran untuk mendapatkan hasil yang maksimal

4. Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan (Pemantauan DAS/Sungai dan pelaksanaan SPM Bidang LH) :

Permasalahan :

a. Transportasi ( mobil yang ada kondisinya yang kurang maksimal dan jumlahnya kurang ) Solusi :

a. Penambahan mobil baru

5. Kegiatan Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup Pembinaan dan Pengawasan Pelaku Usaha)

Permasalahan :

a. Parameter insitu ( Ph , debit air ) b. Perlengkapan safety sesuai SNI

LAKIP BLHD KAB. TANAH BUMBU TAHUN 2016 c. Kamera , GPS

Solusi :

a. Pengadaan alat ukur Ph, debit air b. Pengadaan perlengkapan safety c. Pengadaan kamera , GPS

Penyelesaian Perijinan Bidang Lingkungan Hidup : Permasalahan :

a. Belum adanya sosialisasi Perundang – undangan terbaru mengenai perizinan limbah cair dan limbah B3

b. Belum adanya perlengkapan APD yang memadai untuk tim peninjau lapangan c. Belum adanya alat pengukur kualitas air limbah dan limbah B3

d. Dari sisi pelau usaha, kendala yang ada adalah permohonan yang masuk sebagian belum dilengkapi syarat administrasi, sebagian permohonan yang ditindak lanjuti belum melakukan saran perbaikan teknis/BAP

e. Sebagian permohonan perizinan yang masuk masih dalam proses di Bupati f. Sebagian perusahaan sudah memiliki izin yang berlaku

Solusi :

a. Perlu adanya sosialisasi teknis pelaksanaan Perundang – undangan terbaru mengenai perizinan limbah cair dan limbah B3 baik itu kepada instansi maupun pelaku usaha

b. Perlu adanya pengadaan perlengkapan APD yang memadai untuk tim peninjau lapangan c. Perlu adanya pengadaan alat pengukur kualitas air limbah dan air limbah B3

Evaluasi AMDAL/UKL-UPL : Permasalahan :

a. Mobil operasional kegiatan b. Jumlah personil laki - laki Solusi :

a. Penambahan mobil operasional PDL b. Penambahan personil laki – laki 6. Akreditasi Laboratorium Lingkungan

Permasalahan :

a. Kendala dengan pihak ke 3 : KAN yang tidak sesuai rencana / mengikuti jadwal KAN b. Kalibrasi alat Lab. harus di kirim ke Pulau Jawa

Solusi :

LAKIP BLHD KAB. TANAH BUMBU TAHUN 2016

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pengukuran pencapaian kinerja sasaran dan kinerja kegiatan menunjukkan hasil bahwa BLHD Kab. Tanah Bumbu sudah berupaya dengan optimal dan dapat dikatakan berhasil dalam melaksanakan program dan kegiatan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya, meskipun dalam pelaksanaannya beberapa kegiatan yang dilaksanakan untuk pencapaian indikator sasaran ada yang tidak dapat terealisasi sepenuhnya dikarenakan kondisi anggaran/defisit anggaran. Namun secara keseluruhan, prosentase tingkat pencapaian target sasaran dengan nilai 92% dari 3 (tiga) sasaran dan 5 (lima) indikator sasaran yang direncanakan, serta dapat dilihat pula pada prosentase pencapaian target indikator kegiatan yang pada dasarnya dengan penilaian berkategori sangat baik untuk 3 (tiga) program dan 29 (duapuluh sembilan) kegiatan.

B. Saran

Permasalahan utama yang dihadapi oleh BLHD Kab. Tanah Bumbu pada Tahun Anggaran 2016 yaitu adanya keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang lingkungan hidup yang seharusnya memerlukan adanya pendidikan dan latihan khususnya bidang lingkungan hidup.

Untuk mengoptimalkan peningkatkan kinerja BLHD Kab. Tanah Bumbu berdasarkan dari hasil pengukuran dan evaluasi kinerja pencapaian sasaran dan kegiatan, saran-saran yang dapat dilakukan sebagai masukan antara lain adalah :

1. Pembangunan yang berwawasan lingkungan dan tertib perlu dijadikan prioritas unggulan pembangunan di Kabupaten Tanah Bumbu disaat ini maupun di masa mendatang.

2. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung dalam rangka peningkatan kemampuan operasional pengelolaan lingkungan hidup.

3. Pengembangan kemampuan dan keterampilan SDM yang ada melalui diklat / pelatihan teknis serta kesesuaian penempatan SDM dari segi latar belakang pendidikan dalam tugasnya adalah prioritas utama untuk mendukung optimalisasi pencapaian program. 4. Mengusulkan penambahan pegawai BLHD Kab. Tanah Bumbu pada BKD Kab. Tanah

Bumbu yang mempunyai latar belakang pendidikan sesuai kebutuhan.

5. Ketersediaan anggaran untuk memaksimalkan kinerja dalam rangka peningkatan capaian program/kegiatan

LAKIP BLHD KAB. TANAH BUMBU TAHUN 2016 Untuk poin 2 dan 3 di atas, diperlukan kontinuitas pembinaan, jumlah dana yang memadai dan ketersediaan anggaran.

Dokumen terkait