• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

7. Belanja Tidak Langsung

Kelompok belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan antara lain seperti Belanja Pegawai, Belanja Bunga, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kab/Kota dan Pemdes, Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kab/Kota dan Pemdes, Belanja Tidak Terduga.

Sepanjang periode Tahun Anggaran 2008 - 2017, anggaran yang dialokasikan untuk membiayai kebutuhan belanja tidak langsung dalam lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencapai Rp. 31,60 trilyun lebih dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 17,20 persen pertahun, sementara daya serap terhadap anggaran yang dialokasikan tersebut mencapai Rp. 29,86 trilyun lebih atau 94,49 persen dengan pertumbuhan rata-rata 18,13 persen pertahun. Daya serap tertinggi

1,47 1,52 1,62 1,97 3,36 3,30 3,57 4,01 4,64 6,13

1,32 1,24 1,50 1,82 3,13 3,19 3,45 3,80 4,48 5,92

90,04

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

REalisasi (%)

Target dan Realisasi

T a h u n

Grafik - 39

Perkembangan Belanja Tidak Langsung Prov. Sulsel Tahun Anggaran 2008 - 2017

Alokasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi (Persen)

59 sepanjang periode tersebut dicapai pada tahun 2013 yakni 96,66 persen dari Rp. 3,30 trilyun anggaran yang dialokasikan pada tahun tersebut.

Gambaran perkembangan belanja tidak langsung dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2017 ditunjukkan melalui grafik - 39.

Adapun jenis belanja yang dikelompokkan kedalam kelompok belanja tidak langsung adalah :

e. Belanja Pegawai

Belanja pegawai sebagaimana merupakan belanja kompensasi, dalam bentuk gaji dan tunjangan, serta penghasilan lainnya yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Termasuk pula dalam kelompo belanja ini adalah Uang representasi dan tunjangan pimpinan dan anggota DPRD serta gaji dan tunjangan KDH dan WKDH serta penghasilan dan penerimaan lainnya yang ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam kurun waktu Tahun Anggaran 2008 - 2017, anggaran yang dialokasikan dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan untuk memenuhi kebutuhan pegawai tersebut mencapai Rp. 9,28 trilyun dengan pertumbuhan rata-rata 23,26 persen pertahun, salah satu yang menyebabkan tingginya pertumbuhan alokasi belanja pegawai tersebut adalah karena terjadinya pengalihan kewenangan Pegawai Negeri Sipil dari kabupaten/kota kepada provinsi.

60 Dilihat dari sisi daya serap alokasi anggaran, nampak bahwa sepanjang periode tersebut dapat direalisir sebesar Rp. 8,94 trilyun atau rata-rata 96,40

persen pertahun.

Apabila grafik - 40 diperhatikan, nampak bahwa baik alokasi anggaran maupun daya serap anggaran Belanja Pegawai tersebut dari tahun ke

tahun terus mengalami peningkatan, namun disisi lain pertumbuhan daya serap yang dicapai berfluktuasi walaupun cederung mengalami peningkatan yakni dari 95,20 persen pada tahun 2008 menjadi 97,48 pada tahun 2017. Gambaran lengkap tentang perkembangan Belanja Pegawai dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2017 ditunjukkan melalui grafik - 40.

f. Belanja Bunga

Belanja bunga digunakan untuk menganggarkan pembayaran bunga utang yang dihitung atas kewajiban pokok utang (principal outstanding) berdasarkan perjanjian pinjaman jangka pendek, jangka menengah, ataupun jangka Panjang.

Belanja Bunga yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam kurun waktu tahun anggaran 2008 - 2017 mencapai Rp. 103,25 milyar lebih dengan pertumbuhan rata-rata mencapai 45,92 persen pertahun, sementara daya serap terhadap anggaran yang dialokasikan tersebut mencapai Rp. 85,33 milyar lebih atau mencapai 82,64 persen.

0,43 0,52 0,52 0,63 0,73 0,76 0,88 0,96 1,00 2,85

0,41 0,48 0,50 0,61 0,71 0,74 0,85 0,91 0,94 2,78

95,20

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Realisasi (persen)

Target dan Realisasi ( milyar rp)

Tahun

Grafik - 40 Perkembangan Belanja Pegawai Prov. Sulsel Tahun Anggaran 2008 - 2017

Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Realisasi (persen)

61 Apabila grafik - 41

diperhatikan, nampak bahwa baik alokasi anggaran maupun daya serap anggaran Belanja Bunga tersebut dari tahun ke tahun cenderung mengalami

peningkatan,

demikian pula daya serap anggaran yang berhasil dicapai cenderung meningkat dari 79,57 persen pada tahun 2008 menjadi 86,42 persen pada tahun 2017. Namun demikian pada tahun 2012 anggaran yang dialokasikan sebesar Rp. 50 juta tidak dapat direalisir, sementara daya serap tertinggi yang berhasil dicapai terjadi pada tahun 2010 yakni 97,35 persen.

Gambaran lengkap tentang perkembangan Belanja Pegawai dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2017 ditunjukkan melalui grafik - 41.

g. Belanja Hibah

Belanja hibah digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk uang, barang dan/atau jasa kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya, dan kelompok masyarakat/ perorangan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, yang sifatnya tidak mengikat/tidak secara terus menerus, dan dianggarkan apabila pemerintah daerah setelah memenuhi seluruh kebutuhan belanja urusan wajib.

0,40 0,40 0,15 0,15 0,05 12,50 22,00 29,10 26,50 12,00

0,32 0,32 0,15 0,07 - 8,72 16,15 28,16 21,17 10,37

79,57

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Realisasi (persen)

Target dan Realisasi ( milyar rp)

Tahun

Grafik - 41 Perkembangan Belanja Bunga Prov. Sulsel Tahun Anggaran 2008 - 2017

Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Realisasi (persen)

62 Berbeda dengan alokasi belanja lainnya, alokasi belanja hibah dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan dialoksikan mulai pada tahun 2010, dimana hingga tahun anggaran 2017 jumlah anggaran belanja hibah yang dialokasikan mencapai Rp. 8,11 trilyun lebih dengan pertumbuhan rata-rata mencapai 50,27 persen per tahun. Dilihat dari sisi kemampuan merealisir anggaran yang disediakan nampak hingga tahun 2017 anggaran yang mampu direalisir mencapai Rp. 7,74 trilyun lebih atau 95,42 persen.

Apabila grafik - 42 diperhatikan, nampak bahwa pada tahun anggaran 2008 - 2009 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tidak mengalokasikan anggaran untuk belanja hibah. Melalui grafik tersebut tergambar pula baik alokasi anggaran maupun daya serap anggaran Belanja Hibah dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan, dimana anggaran yang dialokasikan pada tahun 2010 sebesar Rp. 0,09 trilyun lebih meningkat menjadi 1,49 trilyun lebih. Demikian pula dengan realisasi yang berhasil dicapai meningkat dari Rp. 0,08 trilyun lebih pada tahun 2010 menjadi Rp.

1,41 trilyun lebih pada tahun 2017.

Dilihat dari kemampuan dalam merealisir anggaran yang dialokasikan nampak bahwa daya serap yang dicapai berfluktuasi dari tahun ke tahun walaupun cenderung mengalami peningkatan yakni dari 91,98 persen pada tahun 2010 menjadi 4,51 persen pada tahun 2017. Gambaran lengkap tentang perkembangan Belanja

- - 0,09 0,10 1,31 1,04 0,97 1,27 1,84 1,49

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Realisasi (persen)

Target dan Realisasi ( trilyun rp)

Tahun Grafik - 42 Perkembangan Belanja Hibah

Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2017

Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Realisasi (%)

63 Pegawai dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2017 ditunjukkan melalui grafik - 42.

Secara keseluruhan, dana hibah tersebut diberikan kepada :

(1) Hibah kepada pemerintah bertujuan untuk menunjang peningkatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan di daerah.

(2) Hibah kepada perusahan daerah bertujuan untuk menunjang peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

(3) Hibah kepada pemerintah daerah Iainnya bertujuan untuk menunjang peningkatan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan layanan dasar umum.

(4) Hibah kepada badan/lembaga/organisasi swasta dan/atau kelompok masyarakat/ perorangan bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dalam penyelenggaraan pembangunan daerah.

h. Belanja Bantuan Sosial

Bantuan sosial digunakan untuk menganggarkan pemberian bantuan dalam bentuk uang dan/atau barang kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemberiannya tidak secara terus menerus/tidak berulang setiap tahun anggaran.

Untuk memenuhi fungsi APBD sebagai instrumen keadilan dan pemerataan dalam upaya peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, bantuan dalam bentuk uang dapat dianggarkan apabila pemerintah daerah telah memenuhi seluruh kebutuhan belanja urusan wajib guna terpenuhinya standar pelayanan minimum yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

64 Dalam kurun waktu Tahun Anggaran 2008 - 2017, dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan, belanja Bantuan Sosial yang dianggaran oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencapai Rp. 302,42 milyar lebih, namun pada tahun anggaran 2013 hingga tahun 2016 alokasi anggaran belanja bantuan sosial ini tidak dianggarkan.

Dalam periode tersebut anggaran dapat direalisasikan hingga mencapai Rp. 270,23 milyar atau 89,36 persen.

Seperti yang tergambar melalui grafik - 43 nampak sepanjang periode tersebut baik alokasi anggaran maupun daya serap terhadap anggaran yang dialokasikan tersebut cenderung mengalam penurunan.

Pada tahun 2008 dana yang dialokasikan untuk kebutuhan belanja bantuan sosial mencapai Rp. 151,59 milyar lebih dan seluruh anggaran tersebut dapat direalisir hingga 100 persen.

Namun pada

tahun-tahun berikutnya anggaran yang dialokasikan terus mengalami penurunan hingga dianggarkan kembaki pada tahun 2017 sebesar Rp. 0,60 milyar lebih, walaupun demikian alokasi anggaran tersebut dapat direalisir hingga 99,63 persen. Anggaran bantuan sosial yang dialokasikan pada tahun 2017 ditujukan khusus untuk bantuan bagi penderita kusta.

i. Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kab/Kota dan Pemdes Belanja bagi hasil digunakan untuk menganggarkan dana bagi hasil yang bersumber dari pendapatan provinsi kepada kabupaten/kota

151,59 87,50 27,83 33,89 1,000 - - - - 0,60

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Realisasi (persen)

Target dan Realisasi ( milyar rp)

Tahun

Grafik - 43 Perkembangan Bantuan Sosial Prov. Sulsel Tahun Anggaran 2008 - 2017

Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Realissi (persen)

65 atau pendapatan kabupaten/kota kepada pemerintah desa atau pendapatan pemerintah daerah tertentu kepada pemerintah daerah Iainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Seperti yang tergambar melalui grafik - 44, nampak bahwa alokasi Anggaran Bagi Hasil kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan dalam kurun waktu Tahun Anggaran 2008 - 2017 cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dimana pada tahun 2008 alokasi anggaran belanja ini

hanya mencapai Rp. 487,02 milyar lebih

namun pada tahun 2017 meningkat menjadi Rp.

1,57 trilyun lebih atau rata-rata meningkat 13,90 persen pertahun.

Demikian pula dengan kemampuan dalam merealisir anggaran yang tersedia mengalami peningkatan dari Rp. 423,73 milyar lebih atau 87,00 persen pada tahun 2008 menjadi Rp. 1,53 trilyun lebih atau 97,78 persen pada tahun 2017.

Sepanjang periode tersebut, daya serap tertinggi dicapai pada tahun 2016 bahkan melampauhi target yang ditetapkan yang mencapai Rp. 1,39 trilyun lebih, anggaran tersebut dapat direalisir sebesar Rp. 1,41 trilyun lebih atau mencapai 101,07 persen. Gambaran lengkap tentang perkembangan Belanja Pegawai dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2017 ditunjukkan melalui grafik - 44.

487,02 532,93 544,41 682,00 727,988 891,84 1.103,82 1.269,19 1.393,21 1.571,61

423,73 362,74 503,95 630,35 676,64 843,12 1.101,35 1.175,95 1.408,14 1.536,77

87,00

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Realisasi (persen)

Target dan Realisasi ( milyar rp)

Tahun

Grafik - 44

Perkembangan Belanja Bagi HAsil Prov. Sulsel Tahun Anggaran 2008 - 2017

Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Realisasi (persen)

66 j. Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kab/Kota dan

Pemdes

Bantuan keuangan digunakan untuk menganggarkan bantuan keuangan yang bersifat umum atau khusus dari provinsi kepada kabupaten/kota, pemerintah desa, dan kepada pemerintah daerah Iainnya atau dari pemerintah kabupaten/kota kepada pemerintah desa dan pemerintah daerah Iainnya dalam rangka pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan.

Bantuan keuangan yang bersifat umum peruntukan dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah/pemerintah desa penerima bantuan, sementara Bantuan keuangan yang bersifat khusus peruntukan dan pengelolaannya diarahkan/ditetapkan oleh pemerintah daerah pemberi bantuan.

Alokasi anggran bantuan keuangan kepada kabupaten/kota dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan dalam periode Tahun Anggaran

2008 - 2017 seluruhnya mencapai Rp. 4,54 trilyun lebih, namun demikian pertumbuhan alokasi anggaran tersebut mengalami cenderung mengalami penurunan hingga rata-rata mencapai - 7,23 persen per tahun yakni

dari Rp. 380,33 milyar lebih pada tahun 2008 mejadi Rp. 193,56 milyar lebih pada tahun 2017.

Demikian pula dengan realisasi yang dapat dicapai yakni Rp. 4,22 trilyun lebih mengalami penurunan rata-rata 6,05

persen per tahun dari Rp. 329,56 milyar lebih pada tahun 2008 berkurng menjadi Rp. 187,99 milyar lebih pada tahun 2017.

380,33 360,89 427,64 580,10 580,098 588,57 593,25 478,23 363,39 193,56

329,56 318,12 389,65 538,87 538,87 572,44 525,49 458,85 365,47 187,99

86,65

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Realisasi (persen)

Target dan Realisasi ( milyar rp)

Tahun Grafik - 45

Perkembangan Belanja Bantuan Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2017

Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Realisasi (persen)

67 Walaupun secara keseluruhan baik alokasi maupun realisasi anggaran cenderung mengalami penurunan, namun dilihat dari daya serap anggaran yang dicapai menunjukkan hasil yang menggembirakan bahkan pada tahun 2016 daya serap anggaran dapat melampauhi target hingga mencapai 100,57 persen.

Gambaran lengkap tentang perkembangan Belanja Pegawai dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2017 ditunjukkan melalui grafik - 45.

k. Belanja Tidak Terduga

Belanja tidak terduga merupakan belanja untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang tidak diperkirakan sebelumnya, termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahun tahun sebelumnya yang telah ditutup.

Kegiatan yang bersifat tidak biasa yaitu untuk tanggap darurat dalam rangka pencegahan gangguan terhadap stabilitas penyelenggaraan pemerintahan demi terciptanya keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat di daerah.

Dana yang dialokasikan untuk Belanja Tidak Terduga dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan sepanjang Tahun Anggaran

2008 - 2017 mencapai Rp. 147,39 milyar lebih

namun cenderung mengalami penurunan hingga rata-rata - 4,41 persen per tahun, yakni dari Rp. 15 milyar pada tahun 2008 berkurang menjadi Rp. 10 milyar

15,00 24,86 14,31 27,50 15,00 13,14 5,50 4,50 17,58 10,00

3,75 0,60 2,38 0,96 - 3,70 0,96 - - 0,03

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Realisasi (persen)

Target dan Realisasi ( milyar rp)

Tahun Grafik - 46 Perkembangan Belanja Tak Terduga Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2017

Alokasi Anggaran Realisasi Anggaran Realisasi (persen)

68 pada tahun 2017. Demikian pula dengan realisasi anggaran yang dapat dicapai, dimana hingga tahun 2017 total anggaran yang dapat direalisir mencapai Rp. 12,38 milyar lebih atau 8,40 persen.

Rendahnya daya serap anggaran Belanja Tak Terduga tersebut disebabkan karena penggunaan anggaran ini hanya disiapkan untuk membiayaai hal-hal yang memang tidak direncanakan atau darurat.

Seperti yang tergambar pada grafik - 46, daya serap anggaran yang dialokasikan setiap tahun tidak terealisir secara keseluruhan hal ini disebabkan realisasi anggaran ini memang hanya digunakan untuk keadaan yang tidak terencana atau darurat, bahkan pada tahun 2012, dan tahun 2015 serta tahun 2016 alokasi anggaran Belanja Tak Terduga yang disiapkan tidak terealisir mengingat pada tahun-tahun tersebut tidak terjadi keadaan yang tidak direncanakan atau yang bersifat darurat.

Dokumen terkait