• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

10. Pengeluaran Pembiayaan

Pengeluaran pembiayaan adalah seluruh pengeluaran Rekening Kas Daerah. Pengeluaran pembiayaan meliputi pemberian pinjaman kepada pihak ketiga, penyertan modal pemerintah, pembayaran

84 kembali pokok pinjaman dalam periode tahun anggaran tertentu dan pembentukan dana cadangan.

Pengeluaran pembiayaan dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan sepanjang periode tahun anggaran 2008 - 2017 secara keseluruhan mencapai Rp. 555,64 milyar lebih dan secara keseluruhan rencana pengeluaran tersebut dapat direalisir hingga Rp. 558,52 milyar lebih atau 51,44 persen.

Seperti yang digambarkan pada grafik - 61, nampak pengeluaran pembiayaan cenderung

peningkatan yakni dari Rp. 3,20 milyar lebih pada tahun anggaran 2008 menjadi Rp. 136,00 milyar lebih pada tahun anggaran 2018 atau rata-rata meningkat sebesar 51,68 persen per tahun.

Sepanjang periode

tersebut, pengeluaran pembiayaan tertinggi terjadi pada tahun anggaran 2016 yakni Rp. 195,00 milyar lebih yang secara keseluruhan dapat direalisir hingga 100 persen, sementara pada Tahun Anggaran 2012 dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan tidak teralokasi Pengepuaran pembiayaan.

3,20 3,26 17,85 11,70 - 1,63 51,00 136,00 195,00 136,00

3,25 6,60 17,85 11,70 - 1,13 51,00 136,00 195,00 136,00

101,43

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Pertumbuhan (%)

Target dan Realisasi

T a h u n Grafik - 61

Perkembangan Pengeluaran Pembiayaan Derah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2016

Alokasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi (Persen)

85 Apabila rencana pengeluaran pembiayaan tersebut diperhatikan dari tahun ketahun seperti yang dibambarkan melalui grafik - 62, terlihat bahwa baik rencana pengelauaran maupun realisasi yang dicapai berfluktuasi dari tahun ketahun. Pertumbuhan tertinggi dicapai pada

tahun 2014 dimana pertumbuhan rencana pengeluaran mencapai 3.028,83 persen yakni dari Rp. 1,63 milyar lebih pada tahun 2013 meningkat menjadi Rp.

51 milyar pada tahun 2014, sementara realisasi yang dicapai sebesar 4.413,27 persen yakni dari Rp. 1,13 milyar lebih pada tahun 2013 menjadi Rp. 51 milyar lebih pada tahun 2014.

Adapun komponen pengeluaran pembiayaan dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 -1017 adalah sebagai berikut :

g. Penyertaan Modal (Investasi) Daerah

Penyertaan Modal atau Investasi merupakan penggunaan aset yang diharapkan memberi manfaat ekonomis seperti; bunga, deviden, royalti, manfaat sosial dan/atau manfaat lainnya sehingga dapat meningkatkan kemampuan pendanaan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Penyertaan Modal atau Investasi Pemerintah Daerah ini digunakan untuk menganggarkan kekayaan pemerintah daerah yang diinvestasikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

1,92

2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Pertumbuhan Target dan Realisasi (%)

T a h u n Grafik - 62

Pertumbuhan Target dan Realisasi Penerimaan Pembiayaan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2016

Alokasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi Angg. (Trilyun Rp.)

86 Walaupun sepanjang periode tahun anggaran 2008 - 2017 tidak setiap tahun tersedia anggaran untuk penyertaan modal, namun dalam kurun waktu tersebut total penyertaan modal yang telah dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencapai Rp. 144,78 milyar.

Pada tahun anggaran 2008 dan 2009 anggaran yang disiapkan untuk penyertaan modal tidak dapat direalisir, sementara pada tahun anggaran 2012, 2015 dan 2017 anggaran untuk penyertaan modal nampak tidak teralokasi.

Alokasi anggaran yang tidak terealisir pada tahun 2008 dan 2009 ditujukan untuk Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi pada Bank Sulselbar, sementara

pada tahun 2010 alokasi anggaran untuk penyertaan modal sebesar Rp. 17,50 milyar ditujukan pada Bank Sulselbar dan Perusahaan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, sementara

pada pada tahun anggaran 2011 modal yang disertakan hanya pada kepada Bank Sulselbar mencapai Rp. 11,00 milyar yang seluruhnya dapat direalisir.

Pada tahun anggaran 2013 alokasi Penyertaan modal Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai Rp. 1,63 Milyar ditujukan pada Perusahaan Daerah Agribisnis dan PT. Askrida, namun hanya dapat direalisir hingga Rp. 1,13 milyar atau 69,33 persen.

Pada tahun anggaran 2014 alokasi Penyertaan Modal yang mencapai Rp. 51 milyar yang ditujukan pada PT Bank Sulselbar,

2,50 2,50 17,15 11,00 - 1,63 51,00 - 59,00 -- - 17,15 11,00 - 1,13 51,00 - 59,00

-100,00

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Realisasi (persen)

Target -Realisasi (milyar Rp.)

T a h u n Grafik - 63 Perkembangan Penyertaan Modal APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008 - 2017

Target (milyar rp) Realisasi (milyar rp) Realisasi (%)

87 PT. Jamkrida dan Perusahaan Daerah Ageribisnis dapat direalisir hingga 100 persen.,

Demikian pula alokasi anggaran penyertanaan modal yang mencapai Rp. 59 milyar pada tahun aggaran 2016 yang ditujukan pada Perusahaan Daerah Agribisnis dan PT. Bank Sulselbar dapat ddirealisir hingga 100 persen.

Adapun perkembangan Penyertaan Modal atau Investasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam kurun waktu Tahun Anggaran 2008 - 2017 digambarkan melalui grafik - 63.

h. Pembayaran Pokok Utang

Pembayaran Pokok Utang digunakan untuk menganggarkan pembayaran kewajiban atas pokok utang yang dihitung berdasarkan perjanjian pinjaman baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.

Pokok Utang yang dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sepanjang tahun anggaran 2008 - 2017 mencapai Rp.

410,86 milyar.

Dimana pada tahun anggaran 2008 hingga tahun anggaran 2011 yang masing - masing mencapai Rp. 700 juta per tahun merupakan pembayaran pokok pinjaman atas Pembiayaan Sarana Air Bersih Kota Makassar oleh Overseas Economic Coorpoeration Fund (OECF).

Sementara pembayaran pokok utang yang dilakukan pada tahun anggaran 2015 hingga tahun anggaran 2017 yang masing-masing

2,50 2,50 0,70 0,70 - - - 136,00 136,00 136,00

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Realisasi (persen)

Target -Realisasi (milyar Rp.)

T a h u n Grafik - 61

Perkembangan Pembayaran Pokok Utang APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008 - 2017

Alokasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi (Persen)

88 mencapai Rp. 136 milyar per tahun merupakan pembayaran pokok utang atas pinjaman dana untuk penyediaan infrastruktur jalan dan jemban yakni 7 (tujuh) ruas jalan dan 1 (satu) buah jembatan di Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar oleh PT. Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Gambaran lengkap perkembangan Pembayaran Pokok Utang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam kurun waktu Tahun Anggaran 2008 – 2017 ditunjukkan melalui grafik - 63.

4.6. Pembiayaan Daerah APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 -2017

Pembiayaan Daerah adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah daerah baik berupa penerimaan maupun pengeluaran yang perlu dibayar atau akan diterima kembali, yang dalam penganggaran pemerintah daerah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit dan atau memanfaatkan surplus anggaran.

Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan tersebut dianggarkan dalam RKA - SKPD pada SKPKD.

Jika dalam hal APBD diperkirakan defisit, ditetapkan pembiayaan untuk menutup defisit tersebut yang bersumber dari penerimaan pembiayaan. Selisih antara penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan akan menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran tahun berkenaan (SILPA).

Defisit APBD merupakan selisih kurang antara Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah pada tahun anggaran yang sama. Defisit terjadi bila jumlah pendapatan lebih kecil daripada jumlah belanja.

Apabila APBD mengalami defisit, maka defisit tersebut dapat dibiayai dengan penerimaan pembiayaan, termasuk dalam penerimaan pembiayaan

89 tersebut misalnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya, penggunaan cadangan, penerimaan pinjaman, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan penerimaan kembali pemberian pinjaman atau penerimaan piutang. SILPA merupakan dana milik daerah yang bersangkutan, sehingga tidak menimbulkan risiko fiskal seperti halnya pinjaman.

Surplus APBD merupakan selisih lebih antara Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah pada tahun anggaran yang sama. Surplus terjadi bila jumlah pendapatan lebih besar daripada jumlah belanja.

Apabila APBD mengalami surplus tidak selalu berarti daerah tersebut memiliki kelebihan kas,

namun hal tersebut terjadi karena anggaran pendapatan daerah lebih besar dari anggaran belanja daerah.

Surplus anggaran pendapatan tersebut dapat dianggarkan oleh daerah untuk pembayaran pokok utang, penyertaan modal (investasi) daerah,

pemberian pinjaman kepada pemerintah pusat/daerah lain, dan pembentukan dana cadangan.

Walaupun pendapatan daearah dari tahun ketahun sepanjang tahun anggaran 2008 - 2017 terus mengalami peningkatan namun mengingat target program/kegiatan yang ditetapkan juga terus berkembang mengakibatkan pendapatan yang direncanakan tidak dapat mengimbangi kebutuhan anggaran pembangunan, hal ini berdampak terjadinya defisit anggaran dalam APBD Prvinsi Sulawesi Selatan.

2.134,80 2.254,70 2.493,62 3.106,90 4.665,22 4.996,50 5.650,58 6.445,78 7.358,71 9.292,96

2.339,83 2.455,56 2.706,43 3.385,71 4.877,55 5.330,07 6.084,92 6.619,51 7.293,66 9.322,76

(205,03)

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Surplus/DEvisit (persen)

Pendapatan -Belanja (milyar Rp.)

T a h u n Grafik - 55

Surplus / Devisit APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008 - 2017

Pendapatan (trilyun) Belanja (trilyun) Surplus Devisit (milyar)

90 Seperti yang digambarkan melalui Grafik - 55, pada tahun anggaran 2008 APBD Provinsi Sulawesi Selatan mengalami defisit anggaran sebesar Rp.

205,03 milyar lebih yang diakibatkan belanja yang ditargetkan sebesar Rp.

2,33 trilyun lebih tidak diimbangi dengan pendapatan yang direncanakan yang hanya mencapa Rp. 2,13 trilyun lebih. Demikian pula pada tahun 2017, pendapatan ang direncanakan sebesar Rp. 9,29 trilyun lebih tidak dapat memenuhi rencana kebutuhan anggaran pembangunan yang mencapai Rp. 9,32 trilyun lebih sehingga menimbulkan devisit anggaran sebesar Rp. 29,80 milyar lebih.

Pada tahun 2016, terjadi surplus anggaran sebesar Rp 56,04 milyar lebih yang diakibatkan pendapatan daerah yang direncanakan sebesar Rp.

7,35 trilyun lebih sementara rencana anggaran belanja sebesar Rp. 7,29 trilyun lebih.

Untuk menutup defisit dan ataupun memanfaatkan surplus anggaran yang terjadi sepanjang periode tersebut, maka Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggarkan pembiayaan daerah. Seperti yang tergambar pada grafik - 56,

nampak bahwa untuk menutupi devisit yang terjadi pada tahun anggaran 2008 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan APBD merencanakan penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 208,23 milyar lebih sementara pengeluaran

208,23 204,12 230,67 290,51 212,34 335,20 485,34 309,73 129,96 165,80

3,20 3,26 17,85 11,70 - 1,63 51,00 136,00 195,00 136,00

205,03

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Surplus/DEvisit (persen)

Pendapatan -Belanja (milyar Rp.)

T a h u n Grafik - 56

Penerimaan/Pengeluaran Pembiayaan APBD Prov. Sulsel Tahun 2008 - 2017

Penerimaan (milyar) Pengeluaran (milyar) Pembiayaan (milyar)

(205,03)

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Surplus/DEvisit -Pembiayaan (milyar rp)

T a h u n Grafik - 57

Surplus / Devisit dan Pembiayaan Netto APBD Prov. Sulsel Tahun 2008 - 2017

Devisit Anggaran Surplus Anggaran

91 pembiayaan sebesar Rp. 3,20 milyar lebih dengan demikian devisit yang terjadi pada tahun tersebut dapat diimbangi dengan pembiayaan sebesar Rp. 205,03 milyar lebih. Sementara pada tahun 2017 untuk menutupi devisit yang terjadi maka penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp.

165,80 milyar lebih sementara pengeluaran pembiayaan ditargetkan sebesar Rp. 136 milyar lebih, sehingga diperoleh pembiayaan sebesar Rp.

29,80 milyar lebih.

Untuk mengimbangi surplus anggaran yang terjadi pada tahun 2016, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 129,96 milyar lebih sementara pengeluaran pembiayaan ditetapkan sebesar Rp. 195,00 milyar lebih.

Gambaran tentang upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menutup defisit dan atau memanfaatkan surplus anggaran yang terjadi sepanjang periode tahun anggaran 2008 - 2017 ditunjukkan melalui grafik - 57.

11. Penerimaan Pembiayaan

Penerimaan pembiayaan adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya yang dapat digunakan untuk menutup devisit.

Target penerimaan pembiayaan dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan dalam periode tahun anggaran 2008 - 2017 yang tergambar pada grafik - 58 mencapai Rp. 2,57 trilyun lebih namun cenderung

208,23 204,12 230,67 290,51 212,34 335,20 485,34 309,73 129,96 165,80

208,26 183,71 230,45 290,51 212,34 149,80 339,68 309,74 129,96 165,80

100,01

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Pertumbuhan (%)

Target dan Realisasi

T a h u n Grafik - 58

Perkembangan Penerimaan Pembiayaan Derah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2016

Alokasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi (Persen)

92 mengalami penurunan hingga rata-rata - 2,05 persen per tahun, yakni

dari Rp. 208,23 milyar lebih pada tahun anggaran 2008 menjadi Rp. 165,80 milyar lebih pada tahun anggaran 2017.

Sementara dilihat dari sisi pencapaian target nampak bahwa dalam periode tersebut daya serap yang dapat dicapai sebesar Rp. 2,20 trilyun lebih atau 86,33 persen dari target yang ditetapkan. Melalui grafik tersebut tergambar pula bahwa pada tahun 2013 terjadi pertumbuhan daya serap terendah yakni 44,69 persen.

Apabila grafik - 59 yang menggambarkan pertumbuhan target penerimaan diperhatikan nampak bahwa pertumbuhan target tersebut berfluktuasi dari tahun ketahun. Pertumbuhan tertinggi yang berhasil dicapai dalam periode tersebut pada tahun 2013 yakni mencapai 57,86 persen namun pada tahun 2016 pertumbuhan target tersebut menurun hingga - 58,04 persen.

Kemampuan dalam merealisir target penerimaan dalam periode tersebut nampak tidak jauh

berbeda dengan target yang telah ditetapkan, dimana apa yang dicapai cenderung pula mengalami penurunan hingga rata-rata - 2,50 persen per tahun, yakni dari Rp. 208,26 milyar lebih pada tahun anggaran 2008 menjadi Rp. 165,80

milyar lebih pada tahun anggaran 2017.

Adapun sumber - sumber penerimaan pembiayaan dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2017 mencakup :

-1,98

2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Pertumbuhan Target dan Realisasi

T a h u n Grafik - 59

Pertumbuhan Target dan Realisasi Penerimaan Pembiayaan Prov Sulsel Tahun Anggaran 2008 - 2016

Alokasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi Angg. (Trilyun Rp.)

93 n. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SILPA)

Sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya (SILPA) mencakup pelampauan penerimaan PAD, pelampauan penerimaan dana perimbangan, pelampauan penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah, pelampauan penerimaan pembiayaan, penghematan belanja, kewajiban kepada fihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan, dan sisa dana kegiatan lanjutan.

SILPA dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan seperti yang tergambar pada grafik - 60 menunjukkan dalam kurun waktu tahun anggaran 2008 - 2017 berfluktuasi dari tahun ke tahun baik dilihat dari target penerimaan yang direncanakan maupun realisasi yang dicapai dan cenderung mengalami penurunan yakni dari Rp. 208,23 milyar lebih pada tahun anggaran 2008 menjadi Rp. 165,80 milyar lebih pada tahun 2017.

Target SILPA tertinggi yang direncanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam kurun waktu tersebut terjadi pada tahun anggaran 2011 yakni Rp. 290,51 milyar lebih sementara target terendah diperoleh pada tahun 2013 yakni Rp. 42,65 milyar lebih.

Walaupun demikian, jika dilihat dari kinerja yang berhasil dicapai nampak bahwa rencana penerimaan SILPA tersebut telah diperkirakan dengan baik, hal ini terlihat pada tingkat realisasi yang dicapai setiap tahun sepanjang tahun anggaran 2008 - 2017

208,23 204,12 230,67 290,51 212,34 42,65 92,05 191,45 129,96 165,80

208,23 183,23 230,45 290,51 212,34 42,65 92,05 191,46 129,96 165,80

100,00

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Realisasi (persen)

Target -Realisasi (milyar Rp.)

T a h u n Grafik - 60

Perkembangan SIPLA APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008 - 2017

Target (milyar rp) Realisasi (milyar rp) Realisasi (%)

94 yang hampir seluruhnya terealisir 100,00 persen, kecuali pada tahun anggaran 2009 yang hanya mencapai 89,77 persen dan pada tahun 2010 sebesar 99,90 persen.

o. Penerimaan Pinjaman Daerah

Penerimaan pinjaman daerah digunakan untuk menganggarkan penerimaan pinjaman daerah termasuk penerimaan atas penerbitan obligasi daerah yang akan direalisasikan pada tahun anggaran berkenaan.

Dalam kurun waktu tahun anggaran 2008 – 2017, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerima Pinjaman Daerah dan menggarkannya dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan selama 3 (tiga) tahun. Kesepakatan pinjaman tersebut dilakukan pada tahun 2012 namun penyalurannya dilakukan pada Tahun Anggaran 2013 hingga 2015, sementara pembayaran pokok pinjaman dilakukan pada Tahun Anggaran 2015 hingga 2018 dan pembayaran bunga pinjaman dilakukan pada Tahun 2013 hingga 2018.

Pinjaman yang diterima pada tahun anggaran 2013 sebesar Rp.

292,55 milyar lebih, dan tahun anggaran 2014 sebesar Rp. 393,30 milyar lebih, serta pada tahun anggaran 2015 mencapai Rp. 118,29 milyar lebih. Pinjaman yang diterima tersebut secara keseluruhan digunakan untuk membiayaai pembangunan infrastruktur yakni 7 (tujuh) ruasa jalan dan 1 (satu) buah jembatan di Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar.

Pinjaman daerah yang diterima dalam kurun waktu 3 tahun tersebut merupakan tahapan penyaluran pinjaman yang diterima Pemerintah Provinsi dari PT. Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang pada saat ini telah berganti nama menjadi Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Secara keseluruhan pembayaran baik pokok

95 pinjaman maupun bunga pinjaman telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi sesuai perjanjian yang telah disepakati.

12. Pengeluaran Pembiayaan

Pengeluaran pembiayaan adalah seluruh pengeluaran Rekening Kas Daerah. Pengeluaran pembiayaan meliputi pemberian pinjaman kepada pihak ketiga, penyertan modal pemerintah, pembayaran kembali pokok pinjaman dalam periode tahun anggaran tertentu dan pembentukan dana cadangan.

Pengeluaran pembiayaan dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan sepanjang periode tahun anggaran 2008 - 2017 secara keseluruhan mencapai Rp. 555,64 milyar lebih dan secara keseluruhan rencana pengeluaran tersebut dapat direalisir hingga Rp. 558,52 milyar lebih atau 51,44 persen.

Seperti yang digambarkan pada grafik - 61, nampak pengeluaran pembiayaan cenderung

peningkatan yakni dari Rp. 3,20 milyar lebih pada tahun anggaran 2008 menjadi Rp. 136,00 milyar lebih pada tahun anggaran 2018 atau rata-rata meningkat sebesar 51,68 persen per tahun.

Sepanjang periode

tersebut, pengeluaran pembiayaan tertinggi terjadi pada tahun anggaran 2016 yakni Rp. 195,00 milyar lebih yang secara keseluruhan dapat direalisir hingga 100 persen, sementara pada Tahun Anggaran 2012 dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan tidak teralokasi Pengepuaran pembiayaan.

3,20 3,26 17,85 11,70 - 1,63 51,00 136,00 195,00 136,00

3,25 6,60 17,85 11,70 - 1,13 51,00 136,00 195,00 136,00

101,43

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Pertumbuhan (%)

Target dan Realisasi

T a h u n Grafik - 61

Perkembangan Pengeluaran Pembiayaan Derah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2016

Alokasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi (Persen)

96 Apabila rencana pengeluaran pembiayaan tersebut diperhatikan dari tahun ketahun seperti yang dibambarkan melalui grafik - 62, terlihat bahwa baik rencana pengelauaran maupun realisasi yang dicapai berfluktuasi dari tahun ketahun. Pertumbuhan tertinggi dicapai pada

tahun 2014 dimana pertumbuhan rencana pengeluaran mencapai 3.028,83 persen yakni dari Rp. 1,63 milyar lebih pada tahun 2013 meningkat menjadi Rp. 51 milyar pada tahun 2014, sementara realisasi yang dicapai sebesar 4.413,27 persen yakni dari Rp. 1,13 milyar lebih pada tahun 2013 menjadi Rp. 51 milyar lebih pada tahun 2014.

Adapun komponen pengeluaran pembiayaan dalam APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008-2017 adalah sebagai berikut :

i. Penyertaan Modal (Investasi) Daerah

Penyertaan Modal atau Investasi merupakan penggunaan aset yang diharapkan memberi manfaat ekonomis seperti; bunga, deviden, royalti, manfaat sosial dan/atau manfaat lainnya sehingga dapat meningkatkan kemampuan pendanaan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Penyertaan Modal atau Investasi Pemerintah Daerah ini digunakan untuk menganggarkan kekayaan pemerintah daerah yang diinvestasikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

1,92

2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Pertumbuhan Target dan Realisasi (%)

T a h u n Grafik - 62

Pertumbuhan Target dan Realisasi Penerimaan Pembiayaan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 - 2016

Alokasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi Angg. (Trilyun Rp.)

97 Walaupun sepanjang periode tahun anggaran 2008 - 2017 tidak setiap tahun tersedia anggaran untuk penyertaan modal, namun dalam kurun waktu tersebut total penyertaan modal yang telah dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencapai Rp. 144,78 milyar.

Pada tahun anggaran 2008 dan 2009 anggaran yang disiapkan untuk penyertaan modal tidak dapat direalisir, sementara pada tahun anggaran 2012, 2015 dan 2017 anggaran untuk penyertaan modal nampak tidak teralokasi.

Alokasi anggaran yang tidak terealisir pada tahun 2008 dan 2009 ditujukan untuk Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi pada Bank Sulselbar, sementara

pada tahun 2010 alokasi anggaran untuk penyertaan modal sebesar Rp. 17,50 milyar ditujukan pada Bank Sulselbar dan Perusahaan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, sementara

pada pada tahun anggaran 2011 modal yang disertakan hanya pada kepada Bank Sulselbar mencapai Rp. 11,00 milyar yang seluruhnya dapat direalisir.

Pada tahun anggaran 2013 alokasi Penyertaan modal Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai Rp. 1,63 Milyar ditujukan pada Perusahaan Daerah Agribisnis dan PT. Askrida, namun hanya dapat direalisir hingga Rp. 1,13 milyar atau 69,33 persen.

Pada tahun anggaran 2014 alokasi Penyertaan Modal yang mencapai Rp. 51 milyar yang ditujukan pada PT Bank Sulselbar,

2,50 2,50 17,15 11,00 - 1,63 51,00 - 59,00 -- - 17,15 11,00 - 1,13 51,00 - 59,00

-100,00

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Realisasi (persen)

Target -Realisasi (milyar Rp.)

T a h u n Grafik - 63 Perkembangan Penyertaan Modal APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008 - 2017

Target (milyar rp) Realisasi (milyar rp) Realisasi (%)

98 PT. Jamkrida dan Perusahaan Daerah Ageribisnis dapat direalisir hingga 100 persen.,

Demikian pula alokasi anggaran penyertanaan modal yang mencapai Rp. 59 milyar pada tahun aggaran 2016 yang ditujukan pada Perusahaan Daerah Agribisnis dan PT. Bank Sulselbar dapat ddirealisir hingga 100 persen.

Adapun perkembangan Penyertaan Modal atau Investasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam kurun waktu Tahun Anggaran 2008 - 2017 digambarkan melalui grafik - 63.

j. Pembayaran Pokok Utang

Pembayaran Pokok Utang digunakan untuk menganggarkan pembayaran kewajiban atas pokok utang yang dihitung berdasarkan perjanjian pinjaman baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.

Pokok Utang yang dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sepanjang tahun anggaran 2008 - 2017 mencapai Rp. 410,86 milyar. Dimana pada tahun anggaran 2008 hingga tahun anggaran 2011 yang masing - masing mencapai Rp.

700 juta per tahun merupakan pembayaran pokok pinjaman atas Pembiayaan Sarana Air Bersih Kota Makassar oleh Overseas Economic Coorpoeration Fund (OECF).

Sementara pembayaran pokok utang yang dilakukan pada tahun anggaran 2015 hingga tahun anggaran 2017 yang masing-masing mencapai Rp. 136 milyar per tahun merupakan pembayaran pokok

2,50 2,50 0,70 0,70 - - - 136,00 136,00 136,00

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Realisasi (persen)

Target -Realisasi (milyar Rp.)

T a h u n Grafik - 61

Perkembangan Pembayaran Pokok Utang APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008 - 2017

Alokasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi Angg. (Trilyun Rp.) Realisasi (Persen)

99 utang atas pinjaman dana untuk penyediaan infrastruktur jalan dan jemban yakni 7 (tujuh) ruas jalan dan 1 (satu) buah jembatan di Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar oleh PT. Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Gambaran lengkap perkembangan Pembayaran Pokok Utang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam kurun waktu Tahun Anggaran 2008 – 2017 ditunjukkan melalui grafik - 63.

4.7. Perkembangan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2008 -2017

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang penetapannya melalui proses persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Tahun anggaran APBD meliputi masa satu tahun, mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terdiri atas:

Dokumen terkait