• Tidak ada hasil yang ditemukan

Benih sumber merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam program pertanian.

Untuk mendukung pengembangan komoditas perkebunan, Puslitbang Perkebunan menghasilkan benih benih sumber varietas unggul yang dibutuhkan masyarakat melalui kegiatan Pengelolaan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) pada masing-masing Balit komoditas dan Puslitbangbun. Hasil pengelolaan selama tahun 2020 disajikan pada Tabel :

Tabel 6. Capaian benih sumber tanaman perkebunan 2020

No Komoditas Satuan Target Realisasi

1 Seraiwangi anakan 750.000 750.000

Selain menghasilkan sebelas jenis benih tersebut dalam Penetapan Kinerja, pada TA 2020, Puslitbang Perkebunan mendapat alokasi anggaran APBN-P untuk perbenihan tanaman Perkebunan untuk 2 komoditas. Target dan Realisasi benih APBN-P tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 7. Target dan Realisasi Produksi benih Perkebunan APBN-P

No Komoditas Target Realisasi %

Kelapa (Benih Kultur Jaringan)

84.000

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan tahun anggaran 2020 telah dilakukan kegiatan produksi benih yang terdiri dari :

1.1. Produksi benih G0 beberapa varietas unggul tebu melalui kultur jaringan.

Produksi benih G0 varietas unggul tebu telah dilakukan pada 11 varietas yaitu AAS Agribun, AMS Agribun, ASA Agribun, CMG Agribun, PS 862, PS 864, KK, PSJK 922, PSJT 941, PA 0281 dan BL. Perbanyakan benih G0 dilakukan melalui teknik kultur jaringan di Laboratorium Kultur Jaringan, Unit Pengelola Benih Unggul Pertanian, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) di Bogor. Metoda perbanyakan yang digunakan adalah metoda multiplikasi tunas secara tidak langsung (melalui fase kalus) dan multiplikasi tunas secara langsung melalui induksi tunas aksiler.

Gambar 64. Teknik produksi benih tebu G0 melalui kultur jaringan menggunakan metode organogenesis tidak langsung (fase kalus): a. Induksi kalus; b.

Induksi/regenerasi tunas; c. multiplikasi tunas

Gambar 65. Teknik produksi benih tebu G0 melalui kultur jaringan menggunakan metode organogenesis langsung (induksi tunas aksiler): a. Induksi tunas aksiler; b. regenerasi tunas; c. multiplikasi tunas

A

b c

a b c

Gambar 66. Aklimatisasi benih Tebu G0 di rumah kaca: a. Tanaman disungkup plastik selama 2 minggu; b. Tanaman siap dikirim ke lapang

Gambar 67. Pengiriman benih G0 dari labortorium UPBUP Bogor ke IP2TP Muktiharjo Pati Jawa Tengah: a. Penataan benih G0 menjadi dua tingkat; b. Penutupan benih dengan paranet

1.2. Produksi Benih G1 pada beberapa varietas unggul baru tebu

Benih G0 yang telah dikirim ke IP2TP Muktiharjo sebanyak 5.389 polybag terdiri atas 12 varietas. Hasil pertanaman G0 di IP2TP Muktiharjo seluas 2.200 m2 dan diperoleh benih G1 sebanyak 88.000 mata.

a b

a b

Gambar 68. Penanaman benih G0 di IP2TP Muktiharjo dengan jarak tanam 100 x 40 cm, umur 4 Minggu setelah tanam (MST).

Gambar 69. Penampilan tanaman produksi benih G1 di IP2TP Muktiharjo umur 17MST; a. varietas KK; b. varietas Bululawang; c. varietas PA 0218;

d. varietas AAS Agribun.

1.3. Produksi Benih G2 beberapa varietas unggul baru tebu

Produksi benih G2 pola A telah ditanam pada bulan Maret 2020 di IP2TP Muktiharjo seluas 3,7 Ha, tetapi dikarenakan adanya pemotongan anggaran dan penyelesaian revisi anggaran, maka luasan penanaman yang dapat didanai hanya seluas 0,15 Ha sehingga target produksi benih G2 diturunkan menjadi 60.000 mata dengan varetas yang dihasilkan adalah AAS Agribun.

a b

d

c

Gambar 70. Penampilan pertanaman produksi benih tebu G2 varietas AAS Agribun

1.3.1. Distribusi benih

Hasil perbanyakan benih tebu G2 pada tahun 2020 sebagian besar (>

75%) telah dibeli dan didistribusikan ke petani penangkar untuk pembangunan KBD. Benih dibeli oleh CV Lahan Hijau yang beralamat di Wonogiri untuk pembangunan KBD di kabupaten Rembang Jawa Tengah sesuai surat yang diajukan ke Puslitbang Perkebunan (Lampiran 9). Jumlah benih yang dibeli sebesar 968.600 mata G2 terdiri dari varietas AAS Agribun, AMS Agribun, CMG Agribun, PS 862, PS 864 dan BL. Rincian benih tebu G2 yang terjual pada masing masing varietas dapat dilihat pada Tabel 8 dan Lampiran 9.

Tabel 8. Benih Tebu G2 yang dipanen dan terdistribusi tahun 2020

No Varietas Luas

(Ha) Jumlah Benih

terdistribusi (mata) Keterangan 1. AMS Agribun 0,5 136.800

2. AAS Agribun* 0,5 223.200 APBN : 0,15 Ha = 66.960 mata

Swakelola : 0,35 Ha = 156.240 mata

3. CMG Agribun 0,5 208.200

4. BL 0,5 160.400

5. PS 862 0,7 120.000

7. PS 864 0,4 120.000

Benih AAS Agribun tersebut telah dibeli oleh CV Lahan Hijau untuk pembangunan KBD di Rembang Jateng. Hasil panen benih G2 yang terjual sebanyak 66.960 mata dengan nilai Rp. 23.436.000 (sesuai pp tarif benih tebu G2 Rp. 350/mata) dan telah disetor ke PNBP Puslitbangbun pada tanggal 4 Desember 2020 dengan nomer kode billing 820201203435441.

1.4. Teknologi Perbanyakan Benih Kelapa Melalui Kultur Jaringan.

Kegiatan dilakukan di Unit Pengelola Benih Unggul Pertanian (UPBUP), Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan di Bogor. Tahap-tahap kegiatan yang dilakukan yaitu pemilihan bahan tanam, sterilisasi bahan tanam, dan induksi kalus embriogenik. Bahan tanaman yang digunakan adalah varietas Kelapa Genjah Salak (GSK) yang diperoleh dari Kebun Percobaan Pakuwon di Sukabumi. Sumber eksplan yang digunakan berupa embrio dan jaringan daun muda (umbut).

Embrio kelapa diperoleh dari buah kelapa dengan umur bervariasi, antara 9-11 bulan. Teknik preparasi embrio kelapa diawali dengan memisahkan bagian sabut dan tempurung kelapa dengan bagian endospermnya, kemudian dibawa ke ruang tanam menggunakan keranjang plastik. Buah kelapa tanpa tempurung dibilas menggunakan air mengalir lalu disemprot menggunakan alkohol 96%. Kegiatan memisahkan embrio dari endospermnya dilakukan secara hati-hati di dalam Laminar Air Flow.

(a) (b) (c) (d)

Gambar 71. Pemilihan bahan tanam di Kebun Percobaan Pakuwon (a), letak embrio di dalam buah kelapa (b), bibit kelapa umur 1,5 tahun (c), dan umbut yang siap disterilisasi (d).

Jaringan daun muda berasal dari bibit kelapa berumur 1 sampai 2 tahun. Isolasi jaringan daun muda dilakukan dengan cara membersihkan sumber eksplan dari

batang dibersihkan hingga menyisakan bagian yang berwarna putih. Umbut dicuci dengan air mengalir kemudian disemprot menggunakan alkohol 96% dan dilanjutkan sterilisasi di dalam Laminar Air Flow.

Pada masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Puslitbang Perkebunan tahun 2020 telah menghasilkan produksi benih sebagai berikut :

1. A. Kebun induk serai wangi bersertifikat di KP Manoko (Jabar) seluas 1 Ha.

Benih serai wangi bersertifikat dengan potensi produksi + 450.000 anakan.

Gambar 72. Pembukaan lahan dan lahan sudah siap untuk ditanami serai wangi di KP Manoko

Gambar 73. Serai wangi setelah dipanen, dan serai wangi umur 11 bulan di KP Manoko

B. Kebun induk serai wangi bersertifikat di KP. Laing (Sumbar) seluas 3.0 Ha.

Benih serai wangi bersertifikat dengan potensi produksi + 1.000.000 anakan.

Gambar 74. Penampakan serai wangi tanam 2018 dan lahan yang baru dibuka November 2020 di KP Laing.

2. Produksi benih vanili sebanyak 20.000 polibag

Gambar 75. Benih vanili 8-9 daun (siap salur)

Gambar 76. Benih vanili 5-7 daun

Gambar 77. Pengiriman benih vanili

Gambar 78. Surat keterangan pemulia dan SK. Penetapan Kebun Induk Vania 1

3. Produksi benih lada 20000 polibag

Gambar 79. Benih lada siap salur

Gambar 80. Benih lada varietas natar 1 dan petaling 1 siap salur

Gambar 81. Kebun sumber benih lada di KP Sukamulya dan KP Cibinong

Gambar 82. SK. Penetapan Kebun Induk Lada Varietas Natar 1 Nomor 58/Kpts/KB.020/8/2020

4. Produksi Benih Nilam

Gambar 83. Nilam varietas sidikalang 3 BST yang terserang virus

Gambar 84. Nilam setelah dipangkas dan hasil pangkasan

Gambar 85. Nilam Varietas pachoulina 3 BST dan 1 BST

Gambar 86. Penyetekan nilam, sortasi dan kondisi tanaman setelah disetek

5. Pemurnian Dan Perbanyakan Benih Jahe

Gambar 87. Rimpang jahe hasil pemurnian benih dan lokasi tanam T.A 2020

Gambar 88. Kondisi pertanaman 1 BST di Nagrak

5. a. Inisiasi Kerjasama Produksi Benih TRO dan Pembinaan Penangkar TRO Inisiasi kerjasama/kemitraan dalam memproduksi benih TRO dilakukan dengan lembaga pemerintahan maupun swasta. Perjanjian kerjasama diwujudkan dalam bentuk MoU atau Perjanjian Kerjasama yang sudah disetujui oleh ke dua belah pihak. PPVI (Perhimpunan Petani Vanili Indonesia) terkait penyediaan benih panili Varietas Vania 1 dan Vania 2, serta dengan Bintang 7 terkait pembinaan petani jahe merah dan penyediaan benih untuk penangkar. Untuk pembinaan penangkar akan pada tahun 2020, kegiatan yang akan dilakukan baru pada tahap update/pembaharuan data penangkar yang sudah pernah menjadi binaan UPBS sebelumnya dan MoU dengan petani penangkar untuk pembangunan kebun induk.

Tabel 9. Petani penangkar binaan Balittro

No. Petani Lokasi Komoditas

1. Chevi Permadi Nagrak Jahe

2. Eko Susilo Sudarman Boyolali Jahe

3. Eko Prasetyawan Timpik Susukan Jahe

Kegiatan berupa penanaman, pemeliharaan dan pemanenan tanaman rempah dan obat yang ada di bedengan display dan di pesemaian.Pemeliharaan kebersihan di sekitar pertanaman yang mencakup luasan 7.000 m2. Penanaman benih dalam pot/polybag/ bedengan.

Pemeliharaan kebun percontohan meliputi rejuvinasi : nilam, lada, panili dan penanaman tanaman serai wangi , akar wangi dan sereh dapur serta penanaman tanaman obat (jahe, pegagan, kumis kucing dan sambiloto), pembersihan gulma di sekitar tanaman dan emplasemen, pemupukan dan pengendalian OPT.

Peremajaan tanaman induk lada dan tanaman induk vanili dengan tiang panjat mati di bedegan dengan menggunakan irigasi. 10 Varietas Unggul lada ditanam kembali serta panili varietas Vania 1 dan Vania 2.

Gambar 89. Peremajaan 10 Varietas unggul lada dengan sistim irigasi

Gambar 90. Pertanaman lada dan sereh dapur

Gambar 91. Pertanaman Sereh wangi dan akar wangi

Gambar 92. Pertanaman vanili di emplasemen UPBS

c. Penyebaran benih UPBS

Tabel 10. Penyebaran benih UPBS Januari – Desember 2020

6. Akselerasi pengembangan varietas unggul baru tebu melalui penyediaan benih sumber

6.1. Produksi benih sumber tebu kelas benih G0

Pada tahun 2020 ini target produksi benih tebu dari varietas bina yang telah dilepas oleh Balittas (2 varietas) dan Puslitbang Perkebunan (4 varietas) sebanyak 10.000 G0 dan dapat tercapai pada akhir bulan Oktober 2020 sebanyak 12.071 benih G0. Adapun stok benih dan keragaan kultur jaringan tebu Balittas per Oktober 2020 tercantum pada Tabel 11 dan Gambar 93.

Tabel 11. Data ketersediaan kalus, tunas, akar, jumlah rumpun serta hasil G0 pada bulan Oktober 2020

No Nama Varietas Bulan November 2020

eksplan

(Btl) kalus

(Btl) tunas

(Btl) akar

(Btl) Aklim 1

(rumpun) Aklim 2 (G0) 1 PSMLG 1

AGRIBUN 88 0 204 - 50 3201

2 PSMLG 2

AGRIBUN 127 141 600 272 36 5910

3 AAS AGRIBUN 79 53 128 - - 215

4 AMS AGRIBUN - - 125 69 - 643

5 ASA AGRIBUN 90 50 95 - - 1101

6 CMG AGRIBUN 134 72 46 - - 1001

JUMLAH 518 316 1198 341 86 12071

Gambar Eksplan, Kalus, Pertunasan dan Perakaran Aklimatisasi I dan II

PSMLG 1 AGRIBUN

PSMLG 2 AGRIBUN

AAS AGRIBUN

AMS AGRIBUN

ASA AGRIBUN

CMG AGRIBUN

Gambar 93. Perkembangan kalus, tunas, akar dan aklimatisasi tebu

6.2. Produksi benih sumber tebu kelas benih G1 dan G2 Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman di Balittas Malang. Adapun daftar varietas tebu G1 yang ditanam di IP2TP Asembagus disajikan pada Tabel 12.

Tabel 12. Varietas dan luasan produksi benih sumber tebu G1 di IP2TP Asembagus dan PS MLG 2 Agribun seluas 0,5 ha (Tabel 13.). Tebu ditanam dalam juringan sepanjang 8-10 m dengan jarak pusat ke pusat (PKP) 100-125 cm dan jarak dalam barisan 40 cm serta kedalaman juringan 15-20 cm.

Tabel 13. Varietas dan luas areal produksi benih sumber tebu G2 di IP2TP

Untuk produksi benih sumber, benih tebu perlu dilakukan sertifikasi benih untuk menghasilkan benih yang bermutu. Hasil pemeriksaan lapang oleh Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya memperoleh hasil taksasi tebu G2 yaitu varietas CMG Agribun diperoleh batang tebu sekitar 6.407 batang atau sekitar 55.082 mata. Pada varietas ASA Agribun diperoleh sebanyak 55.592 mata atau 7.169 batang. Varietas AAS Agribun menunjukkan sebanyak 73.485 mata atau sekitar 8.981 batang. Pada varietas AMS Agribun sebanyak 45.256 mata atau 6.495 batang dan PS MLG 2 Agribun sebanyak 53.147 mata atau 7.278 batang. Hasil taksasi tersebut secara keseluruhan menunjukkan produksi benih tebu sebanyak 282.562 mata (Tabel 14). Pertumbuhan tanaman tebu G2 umur 120 HST dapat dilihat pada Gambar 94.

Tabel 14. Produksi benih sumber tebu G2

No Varietas Jumlah Batang Jumlah Benih (mata)

1 CMG Agribun 6.407 55.082

2 ASA Agribun 7.169 55.592

3 AAS Agribun 8.981 73.485

4 AMS Agribun 6.495 45.256

5 PS MLG 2 Agribun 7.278 53.147

Jumlah G2 36.330 282.562

Gambar 94. Pertumbuhan tanaman tebu G2 umur 120 HST

Benih tebu dapat didistribusikan kepada beberapa stakeholder atau petani penangkar benih yang tergabung dalam kelompok tani di Kabupaten Situbondo.

Distribusi benih dilakukan pada 3 stakeholder di Kabupaten Situbondo sejumlah

Kab. Situbondo sebanyak 187,3 kuintal. Distribusi juga diberikan kepada bapak Teo Broma di Dinas Pertanian Kab. Situbondo sebanyak 37,8 kuintal dan bapak Ariful maksum sebanyak 88,8 kuintal. Adapun daftar distribusi benih dapat disajikan pada Tabel 15.

Tabel 15. Distribusi benih sumber tebu G2 No Nama Petani Varietas Jumlah

benih (ku) Lokasi Distribusi 1 Teri AAS Agribun 47,6 Desa Siliwung, Kec. Panji,

6.2. 1. Pembangunan kebun benih induk rami varietas Ramindo 1

Pembangunan Kebun Benih (KB) Ramindo 1 dilaksanakan di Kebun Ngemplak seluas 0,7 ha. Varietas Ramindo 1 telah dilepas tahun 2007.

Kebutuhan benih rami untuk pembangunan kebun induk sebanyak 16.000 benih, sehingga tanaman Ramindo 1 yang berada di kebun koleksi perlu dilakukan seleksi agar kemurnian benih sumber rami lebih terjamin.

Pembangunan kebun benih induk memerlukan lokasi lahan yang datar, dekat dengan sumber air dan tidak ternaungi oleh tanaman lain.

Penanaman tanaman rami di Kebun Ngemplak dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 seluas 0,3 ha menggunakan bahan tanam dari rhizome yang bersumber dari kebun benih sumber di Kebun Karangploso Malang. Benih berupa rhizoma tanaman dilakukan dengan pengairan, pengendalian gulma dan

Dalam rangka mengatasi ketersediaan bahan tanam yang berasal dari rhizome, dilakukan penyiapan bahan tanam dari setek pucuk dan setek batang tanaman rami. Batang tanaman Ramindo 1 yang digunakan berumur 2-3 bulan setelah tanam. Batang rami yang digunakan berwarna kecoklatan dan berdiameter sekitar 1-2 cm. Batang dan pucuk tanaman dipotong sepenjang 7-10 cm dan dibibitkan pada media pembibitan yang terdiri dari tanah, pupuk kandang dan arang sekam. Pembibitan setek rami kemudian disungkup dengan plastik untuk menjaga kelembaban sampai umur 1 bulan. Pemindahan bibit rami ke lapangan dapat dilakukan pada umur 1-2 bulan setelah pembibitan. Pembibitan setek rami dilakukan di Kebun Ngemplak dan IP2TP Karangploso Malang. Pembibitan stek rami sampai dengan 2 BST diperlihatkan pada Gambar 95.

(a) (b) (c)

Gambar 95. a. Pembibitan setek rami umur 0 hari, b. Umur 8 hari dan c. umur 1 dan 2 bulan

Penanaman tahap kedua seluas 0,4 ha dilaksanakan dengan melakukan pengolahan lahan terlebih dahulu. Penanaman rami dilaksanakan pada tanggal 4 November 2020 menggunakan bahan tanam dari rhizome dan setek pucuk serta serta setek batang dengan jarak tanam 100 x 50 cm (1 rhizome/benih tumbuh tiap lubang tanam). Pemberian pupuk organik dilakukan bersamaan dengan tanam.

Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan pengairan, pemupukan dan pengendalian OPT. Persiapan tanam dan tanam rami ditunjukkan pada Gambar 96.

(a) (b) (c)

Gambar 96. a. Pengolahan lahan, b. Penanaman rhizome rami dan c. Penanaman setek rami

Capaian IKU tersedianya benih sumber

Capaian IKU yang sudah ditetapkan adalah benih tebu G0 sebanyak 10.000 tanaman, benih tebu G1 sebanyak 90.000 mata, benih tebu G2 sebanyak 150.000 mata. Pada kegiatan produksi benih sumber telah terealisasi 12.071 benih G0, benih G1 telah telah tertanam dan saat ini masih ada di lapangan seluas 0,3 ha dan pada produksi benih G2 282.562 mata melebihi dari target.

7. Kegiatan Produksi Benih Sumber Kelapa Unggul

Kegiatan produksi benih sumber baru Tahun 2020 dilakukan di dua Kebun Percobaan Balit Palma adalah sebanyak 54.000 butir benih berhasil didederkan yaitu 7.000 butir benih kelapa Genjah Salak dan 47.000 butir benih kelapa Dalam Mapanget. Daya kecambah kelapa Genjah Salak 81.71% dan kelapa Dalam Mapanget 88.68%. Sesuai standard yang berlaku, jumlah yang berkecambah di atas 80% menunjukkan bahwa benih yang digunakan merupakan benih berkualitas dan baik disebarkan ke pengguna. Hasil capaian produksi benih kelapa Dalam sampai disalurkan ke petani pada tahun 2020 dapat dilihat pada Tabel 16 dan 17.

Tabel 16. Produksi Benih Kelapa Dalam dan Genjah Unggul tahun 2020 sampai disalurkan tahun 2020.

Lokasi Varietas Jumlah Benih yang

didederkan Jumlah Benih

Sulawesi Utara Genjah Salak (GSK) 7.000 5.720 3. KP Mapanget

Sulawesi Utara Dalam Mapanget

(DMT) 15.000 13.200

TOTAL 54.000 47.400

Tabel 17. Penyaluran bibit kelapa Dalam dan Genjah tahun 2020

Lokasi Penyebaran Kelapa Dalam Mapanget Kelapa Genjah Salak

Sulawesi Tenggara 6.000 2.500 Kabupaten Kota di Provinsi Sulawesi Utara tetapi juga disalurkan sampai di Provinsi Sulawesi Tenggara untuk menunjang program peremajaan kelapa Dalam unggul di provinsi tersebut. Di Provinsi Sulawesi Utara dari 13 Kabupaten Kota yang ada, penyaluran benih dilakukan di 7 Kabupaten Kota yaitu, Minahasa Induk, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Sangihe Talaud dan Kota Manado.

Kegiatan lapang sudah berjalan sesuai rencana walaupun di awal tahun dana dipotong untuk kepentingan negara. Jumlah benih yang didederkan sejumlah 54.000 butir benih kelapa Genjah Salak dan Kelapa Dalam Mapanget telah berkecambah dan tumbuh dengan baik di atas 80%. Penyaluran bibit sebanyak 40.550 kelapa Dalam dan 5.330 Kelapa Genjah telah dilaksanakan dan disalurkan

Gambar 97. Pendederan Kelapa di KP Pendederan Kelapa di KP Mapanget Kima Atas (Kiri) (kanan)

Gambar 98. Pembibitan Kelapa Dalam Pembibitan Kelapa Dalam Mapanget di KP.

Mapanget di KP. Kima Atas Mapanget (kanan) (kiri)

8. 1. Pemeliharaan Benih Kopi Arabika Produksi Tahun 2019

Benih kopi Arabika produksi tahun 2019 sebanyak 598.000 polibeg telah didistribusikan seluruhnya ke 14 kabupaten/kota pada akhir bulan Juni 2020.

Sebanyak 26.150 polibeg yang didistribusikan ke Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu (20.000), keperluan bimtek di Kabupaten Garut (150) dan ke Dinas Pangan Kota Bandung (6.000). seperti tercantum dalam Tabel 18 berikut :

Tabel 18. Distribusi Benih kopi Arabika Tahun 2019

No. Dinas Pengambil Waktu

Pengambilan Jumlah Dinas Tanhorbun Kab. Bogor Dinas Pertanian Kab. Brebes PTPN VIII (a.n Keltan) Dinas Kehutanan Kab. Cianjur Dinas Pertanian Kab. Bandung TN Gn. Cereme Kab. Majalengka Dinas Pertanian Kab. Tegal Dinas Pertanian Kab. Subang Dinas Pertanian Kab. Bandung Dinas Pertanian Kab. Brebes Dinas Pertanian Kab. Garut Dinas Pertanian Kab. Batang Dinas Pertanian Kab. Sukabumi Dinas Tanhorbun Kab. Bogor Dinas Pertanian Kab. Mojokerto Dinas Tanhorbun Kab. Bogor Dinas Pertanian KP Kab. Brebes

31 Okt' 2019

8.2. Produksi Benih Kopi Arabika (100.000 benih) Tahun 2020.

Produksi benih kopi Arabika sebanyak 100.000 polibeg yang diproduksi tahun anggaran 2020 telah disertifikasi dan siap untuk disalurkan pada awal Januari 2021. Kegiatan pemeliharaan benih dalam polibeg dilakukan setiap hari, meliputi:

penyiraman, penyulaman, pemupukan, penyiangan gulma, pengendalian OPT benih dan pengaturan drainase. Penyiraman benih dalam polibeg disesuaikan dengan kondisi kelembaban lingkungan. Penyiraman benih yang ditanam di polibeg pada fase kecambah harus dilakukan lebih intensif dibandingkan dengan yang ditanam pada fase serdadu. Gambar 99 menunjukkan pertumbuhan benih kopi Arabika saat 1 bulan setelah transplanting.

Kegiatan pemupukan lanjutan dilakukan dengan cara pupuk anorganik dengan dosis NPK 1 gram/polibeg. Untuk memicu pertumbuhan vegetatif pemberian urea dilakukan 2 minggu sekali, dengan cara urea dilarutkan dengan konsentrasi 0.2%

sebanyak 50-100ml/benih/2-minggu.

Gambar 99. Penataan polibeg yang dibagi berdasarkan nomor bedengan

Gambar 100. Benih dalam polibeg berumur 1 bulan setelah transplanting

Kegiatan pengendalian hama dan penyakit yang menyerang daun dan batang dilakukan rutin dengan menggunkan pestisida kimiawi (Gambar 101).

Pengendalian penyakit bercak daun dan busuk daun menggunakan fungisida Dithane M45, sedangkan untuk mengendalikan rayap dan hama pemakan daun menggunakan insektisida sistemik Furadan 3G.

Gambar 101. Pengendalian hama dan penyakit kopi pada perbenihan

Gambar 102 menunjukkan benih kopi Arabika sebanyak 105.000 polibeg yang telah siap untuk disertifikasi karena telah berumur 5 bulan (Juli – November 2020).

Gambar 102. Benih kopi Arabika yang telah siap untuk disertifikasi

Benih kopi Arabika sebanyak 105.000 polibeg telah diajukan untuk disertifikasi pada bulan November 2020, dan dinyatakan lulus sebanyak 100.000 polibeg, dinyatakan belum memenuhi persyaratan sebanyak 4.100 polibeg dan 900 polibeg dinyatakan tidak memenuhi standar mutu benih kopi Arabika asal generative

Tabel 19. Standar Mutu Benih Tanaman Kopi Perbanyakan Generatif

Kriteria Standar

Umur Tanaman 4 – 12 bulan

Tinggi Tanaman Minimal 15 cm

Diameter tanaman Minimal 0,8 cm

Jumlah Daun Minimal 5 pasang daun yang sudah

Ukuran polibeg Minimal 12 x 20 cm

9. Produksi Benih Kakao

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan tanggal 4 Maret 2020 oleh Pengawas Benih Tanaman (PBT) Balai Pengawasan dan Sertifikasi Perkebunan (BPSBP) Provinsi Jawa Barat menghasilkan keputusan No. 525/70/SMB/BPSBP/III/2020 tanggal 9 Maret 2020 dengan perincian hasil pemeriksaan sebanyak 13.627 batang telah didapatkan 10.350 batang yang lolos sertifikasi dan 3.277 tidak lolos sertifikasi (lampiran 1).

Dikarenakan belum ada permintaan benih kakao dari dinas terkait hingga akhir bulan februari, maka berdasarkan arahan dari Kepala Balai agar benih kakao BL50 hasil sambung pucuk sebagian ditanam di lingkungan kebun percobaan lingkup Balittri. Penanaman benih kakao di kebun percobaan digunakan sebagai kebun induk kakao BL50. Harapannya kebun induk tersebut dapat mensuplay untuk kebutuhan benih nasional di masa mendatang. Telah dilakukan penanaman kakao klon BL50 sebanyak 4.370 benih ke Kebun Percobaan Cahaya Negeri – Provinsi Lampung sebanyak 1.500 benih dan Kebun Percobaan Pakuwon sebanyak 2.870 benih. Daftar distribusi benih kakao BL50, disampaikan dalam Tabel 20.

Tabel 20. Distribusi benih kakao BL50

No Tanggal CPCL Jumlah

1 5 Maret 2020 Kebun Percobaan Cahaya Negeri 1.500 2 23 Maret 2020 Kebun Percobaan Pakuwon 1.500

Gambar 103. Pengiriman benih kakao ke Kebun Percobaan Cahaya Negeri

Gambar 104. Penanaman benih kakao BL50 di Kebun Percobaan Pakuwon (Koordinat GPS -6.829931025338655, 106.7465933509639)

Gambar 105. Penanaman benih kakao BL50 di Kebun Percobaan Pakuwon (-6.831022751206626, 106.74018850113255)

Pada benih akan mengalami penurunan kualitas seperti benih telah kadarluasa atau telah mengalami kemunduran dan apabila dignakan dalam usaha budidaya tanaman kana memberikan pertumbuhan dan hasil yang kurang optimal. Oleh sebab itu benih-benih yang demikian perlu disortir sehingga mendapatkan benih kakao yang optimal (Gambar 106). Pada tahun 2020 ini, dilakukan sortasi terhadap benih yang afkir dan kadaluarsa seperti melewati umur salur atau yang akarnya telah tembus polybag yang keberhasilan untuk tumbuhnya sangat rendah. Hasil sortasi benih didapatkan total benih sebesar 10.630 benih kakao yang afkir atau kadaluarsa. Perincian penghapusan benih dapat dilihat pada Tabel 21.

Gambar 106. Penghapusan benih kakao yang sudah kadaluarsa dan afkir

Tabel 21. Rincian penghapusan benih perbulan

Bulan Penghapusan Penghapusan

Januari 565

Februari 808

Maret 3,277

April 420

Mei 580

Juni 4,980

Total Penghapusan Benih 10.630

Dalam dokumen Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Halaman 71-103)

Dokumen terkait