• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN TEORITIS

B. Larangan Tabarruj

1. Bentuk-bentuk menghilangkan bulu alis

a. Cara pembuatan alis dengan cara dicukur dan dicabut

Membuat alis yan rapi dan indah memang memerlukan cara tersendiri untuk melakukannya. Ada beberapa cara dalam mencukur alis agar terlihat rapi dan indah, baik dilakukan secara alami maupun

22Artikel http://zonapencarian.blogspot.co.id/2012/07/hukum-menipiskan-alis-mata-dalam.html, diakses pada hari Kamis, 10 Desember 2015.

`23 Syaikh Muhammad bin Ibrahim asy-Syaikh, dkk, Fatwa-Fatwa Tentang Wanita. Jilid 3, Penerjemah Ahmad Amin Sjihab, (Jakarta: Darul Haq, 2001), h.74.

27

menggunakan alat khusus. Untuk mencukur alis, sebaiknya menggunakan alat yang mudah dan nyaman untuk digunakan, misalnya menggunakan silet dengan syarat silet itu tidak berkarat ataupun tumpul. Selain itu bisa juga merapikan alis dengan cara mencabutnya menggunakan pinset dengan syarat pinset itu harus kering dan tidak licin.24

b. Cara pembuatan alis tanpa dicukur

Salah satu cara membuat alis tanpa dicukur yaitu dengan menyikat alis ke arah dahi dengan sikat khusus untuk tata rias. Hal ini juga bisa membuat alis terlihat lebih natural karena dapat mengurangi efek alis yang terlalu tebal dengan pensil alis. Selain itu, bisa ditambahkan dengan maskara agar alis yang telah dibuat tidak mudah luntur.

c. Sulam alis

Demi meningkatkan kepercayaan diri, wanita rela menghabiskan waktu dan uang untuk pergi ke salon melakukan beragam perawatan.

Salah satunya adalah menyulam alis. Sulam alis adalah proses pengaplikasian tinta herbal yang berfungsi untuk mengisi bagian-bagian yang kosong pada alis, menyisipkannya pada rambut alis dan membuatnya terlihat lebih tebal dan alami.

24 Bacaterus.com, “4 Langkah Cara Mencukur Alis Dengan Benar”, artikel diakses pada 22 Maret 2016 dari http://bacaterus.com/cara-mencukur-alis-mata/

28

Teknik sulam alis menggunakan alat khusus (embroidery machine), pada ujung alat tersebut telah diaplikasikan tinta khusus yang terbuat dari bahan-bahan alami dan berfungsi sebagai pewarna.25 2. Bahaya Mencukur Alis

Dr. Wahbah Ahmad Hassan, dosen Fakultas kedokteran, Universitas Iskandaria mengatakan, “Mencukur alis mata dengan cara apapun, lalu membuat garis-garis pada alis dengan make up kulit, memiliki dampak yang sangat buruk pada alis. Sebab, bahan-bahan make up tersebut mengandung unsur-unsur berat seperti timah dan mercury26 yang dilebur dalam bahan-bahan dari minyak. Di samping itu, dalam zat-zat pewarnanya juga dimasukkan sedikit dari unsur minyak bumi. Semua bahan tersebut merupakan persenyawaan dari berbagai unsur zat yang sangat berbahaya bagi kulit. Jika pori-pori kulit menyerap zat-zat tersebut, maka akan dapat menyebabkan infeksi dan alergi.27

Mencukur alis mata juga dapat menimbulkan cacat pada kulit mata, sehingga sel-sel kulit semakin banyak. Jika pencukuran dihentikan, maka alis mata akan tumbuh lebat. Kalau diperhatikan, alis mata yang asli pasti serasi dengan rambut, dahi, dan bentuk wajah.28

25 Fitisme, “Tentang Pengertian Sulam Alis Untuk Wanita”, artikel diakses pada tanggal 22 Maret 2016.

26 Merkuri adalah satu-satunya jenis logam yang berbentuk cair. Merkuri berbentuk toksik sehingga berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh mannusia. Keracunan dapat terjadi apabila merkuri terhirup, termakan, disuntikkan, atau terserap lewat permukaan kulit. Keracunan merkuri dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf, pencernaan dan ginjal. Pada wanita hamil, merkuri dapat melewati plasenta dan mencapai janin, dimana janin lebih mudah terkena efek samping merkuri daripada orang dewasa.

27 Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Shahih Fikih Sunnah Penerjemah: Amru Harahap, Faisal Saleh (Jakarta: Pustaka Azzam, 2007), h.95.

28 Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Shahih Fikih Sunnah, h.95

29

Dr. Nadia Abdul Hamis Shaleh, seorang konsultan penyakit mata menyatakan, “Sebenarnya bahan-bahan make up yang digunakan untuk mata mengandung bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan mata, merontokkan bulu mata, menimbulkan infeksi dan bisul pada kelopak mata. Di samping itu, bahan-bahan make up tersebut juga dapat menyebabkan kegemburan pada kulit kelopak mata, sehingga membuat mata menjadi cepat lelah dana menimbulkan warna hitam di sekitar kelopak mata.

Dr. Nadia mengingatkan agar jangan memakai alat-alat make up mata secara bergantian dengan orang lain. Sebab, pemakaian alat-alat make up ini secara bergantian dapat menularkan penyakit mata kepada orang lain.29

Para dokter mengatakan bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk make up bulu mata terdiri dari bahan seperti garam nikel/logam putih. Bahan ini dapat menyebabkan infeksi pada kelopak mata dan merontokkan bulu mata.30

D. Analisis

Islam tidak memperbolehkan wanita untuk mencukur alis karena sama dengan mengubah anugerah Allah Swt. Allah Swt. menciptakan setiap anggota badan manusia, tentu mempunyai fungsi masing-masing, begitu juga dengan alis.

Menurut para ilmuwan kesehatan, rambut alis berfungsi untuk menjaga mata dari kelembababan ketika berkeringat atau terkena air hujan. Meskipun yang dimiliki tipis, alis tetap berfungsi dengan baik.

Bentuk lengkungan alis berfungsi untuk menahan keringat atau air masuk ke dalam mata dan mengalihkannya ke samping wajah sehingga mata akan tetap

29 Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Shahih Fikih Sunnah Penerjemah: Amru Harahap, Faisal Saleh (Jakarta: Pustaka Azzam, 2007), h.96.

30 Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Shahih Fikih Sunnah, h.96.

30

kering dan berfungsi dengan baik. Ini karena mata manusia sangat sensitif, terlebih terhadap cairan seperti keringat atau air. Alis yang sengaja dicukur pasti akan menghambat kerja organ tubuh, terutama mata. Terganggunya mata juga akan mengganggu fungsi dari organ tubuh lain. Sedangkan untuk manusia yang dilahirkan tidak mempunyai alis sebagian ilmuwan berpendapat, “Biasanya, orang yang dilahirkan tidak memiliki bulu alis, memiliki bulu mata yang tebal atau tulang tengkorak di atas mata menonjol.” Maka, kelembaban mata tetap terjaga dari keringat ataupun air hujan.31

Allah anugerahkan kepada umat manusia, dan menjadikan puncak keindahan-keindahan itu adalah wanita. Allah memulai dengannya karena banyaknya kecenderungan jiwa laki-laki padanya, dan karena wanita adalah jerat-jerat setan dan fitnah (ujian) bagi kalangan laki-laki.

Oleh sebab itulah, sebagai kepedulian terhadap wanita untuk menegakkan agamanya dan menghapuskan dosa darinya, maka hendaknya dia tidak menjadi penyebab tergodanya dan terjerembabnya kaum laki-laki ke dalam fitnah, maka hendaknya wanita tidak berdandan kecuali dengan berhias yang sesuai dengan syariat. Dan harus diketahui bahwa hiasan itu ada dua. Hiasan yang haram dan hiasan yang mubah. Sebagaimana berhias yang mubah pun memiliki aturan-aturan yang harus dipenuhi oleh wanita. Yakni hendaknya berdandannya itu tidak dilihat kecuali oleh suaminya, oleh mahramnya atau wanita mukminah.32

31 Azizah Nur Yusuf, Wasiat-Wasiat Rasulullah Bagi Kaum Wanita, (Yogyakarta: Diva Press, 2015), h. 107.

32 Syaikh Imam Zaki Al-Barudi, Tafsir Wanita Penjelasan Terlengkap Tentang Wanita Dalam Al-Quran, Penerjemah Samson Rahman, (Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 2003), h. 148.

31 BAB III

Dokumen terkait