GAMBARAN UMUM PADA PTPN II (PERSERO) KEBUN TANDEM HILIR
C. Bentuk-Bentuk Pertanggungjawaban Sosial Pada Perusahaan
Sehubungan dengan judul skripsi yaitu “Bentuk Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Sosial pada PTPN II (Persero) Kebun Tandem Hilir, maka dikumpulkan data dari perusahaan mengenai beberapa bentuk kegiatan perusahaan sebagai bukti keterlibatan sosialnya yang menyangkut dua indikator yaitu tanggung jawab sosial pada masyarakat lingkungan perusahaan dan tanggung jawab sosial pada tenaga kerja perusahaan (SDM)
Tanggung jawab sosial ini merupakan perangkat kebijakan yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab sosialnya (Coorporate Social Resposibility). Secara umum tujuannya adalah untuk menilai sejauh mana perusahaan menerapkan bentuk pertanggungjawaban sosial dalam mengukur dan menilai kelangsungan hidup perusahaan malalui efisiensi dan efektivitas. Dimana yang menjadi sasaran utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dalam arti adanya kemampuan manusia sebagai individu anggota komunitas untuk dapat menanggapi keadaan sosial yang ada dan dapat menikmati serta memanfaatkan lingkungan hidup termasuk perubahan-perubahan yang ada sekaligus memeliharanya.
Sesuai hasil kuesioner pada Tabel 3.1 yang ditunjukkan kepada empat responden atas 9 (Sembilan) pertanyaan, dengan bobot pernyataan`
Tidak Memadai (TM) = 1, Kurang Memadai (KM) = 2, Cukup Memadai (CM) = 3, Memadai (M) = 4, Sangat Memadai (SM) = 5 dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Dilihat dari pemberian subsidi kepada masyarakat dibandingkan dengan laba
perusahaan, jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 3,25. Berarti bahwa pemberian subsidi kepada masyarakat dibandingkan laba perusahaan masuk dalam kategori antara cukup memadai.
2. Untuk butir pertanyaan mengenai pembangunan infrastruktur kesehatan seperti klinik kesehatan pada komunitas masyarakat, jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 3,5. berarti bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan pada komunitas masyrakat cukup memadai.
3. Pemberian dukungan pada masyarakat dalam aspek pendidikan (termasuk beasiswa, kesempatan magang dan kesempatan riset) dan pemberian fasilitas pendidikan (bus buat anak sekolah), dimana jumlah dari hasil 4 jawaban responden yaitu 2,75. Berarti bahwa pemberian dukungan pada masyarakat dalam aspek pendidikan masuk dalam kategori cukup memadai.
4. Pertanyaan mengenai keterlibatan perusahaan dalam pendirian lembaga keagamaan (rumah ibadah) dan kegiatan kerohanian (perayaan hari besar), dimana jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu mencapai 4,25. Berarti bahwa bentuk keterlibatan perusahaan pada lembaga pendirian lembaga keagamaan sudah memadai.
5. Keterlibatan perusahaan terhadap perbaikan sarana pengangkutan di lingkungan masyarakat, jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu mencapai 2,75. Berarti bahwa dalam keterlibatan perusahaan atas perbaikan sarana pengangkutan di lingkungan masyarakat masuk kategori kurang memadai.
6. Untuk butir pertanyaan dilihat dari pemberian sumbangan dari perusahaan untuk kegiatan sosial masyarakat, jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 3,25. Berarti bahwa pemberian sumbangan untuk kegiatan sosial masyarakat cukup memadai.
7. Sedangkan untuk butir pertanyaan atas pemberian bantuan perusahaan pada lingkungan masyarakat atas perbaikan perumahan dan pasar, jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 2,75. Berarti bahwa pemberian bantuan perusahaan atas perbaikan rumah masuk dalam kategori kurang memadai.
8. Dilihat dari prioritas pekerjaan bagi masyarakat sekitar, dimana jumlah rata- rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 3,5. Berarti bahwa prioritas pekerjaan bagi masyarakat sekitar cukup memadai.
9. Untuk butir pertanyaan terakhir apabila dilihat dari dukungan perusahaan terhadap aspek kegiatan seni dan budaya dengan menjadi sponsor, atas pagelaran seni dan pameran, dimana jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 3,75. Berarti bentuk pertanggungjawaban terhadap kegiatan seni dan budaya masuk dalam kategori cukup memadai.
Tabel 3.1
Rekapitulasi Hasil Kuesioner Tanggung Jawab Sosial pada Masyarakat Lingkungan Perusahaan No Indikator Jawaban Kuesioner Responden Total Rata- rata APS pada masyarakat lingkungan
perusahaan 1 2 3 4
1
Pemberian subsidi pada masyarakat dibandingkan dengan laba perusahaan
3 3 4 3 13 3,25
2
Pembangunan infrastruktur kesehatan pada komunitas masyarakat seperti klinik
kesehatan 4 4 4 2 14 3,5
3
Pembangunan dukungan pada masyarakat dalam aspek pendidikan
3 3 3 2 11 2,75
4
Keterlibatan perusahaan dalam pendirian
lembaga keagamaan 5 4 5 3 17 4,25
5
Keterlibatan perusahaan terhadap perbaikan sarana pengangkutan di
lingkungan masyarakat 3 3 3 2 11 2,75
6
Pemberian sumbangan dari perusahaan
untuk kegiatan sosial masyarakat 3 3 3 4 13 3,25
7
Pemberian bantuan perusahaan pada lingkungan masyarakat atas perbaikan perumahan dan pasar
3 3 3 2 11 2,75
8
Prioritas pekerjaan bagi masyarakat
sekitar 4 4 4 2 14 3,5
9
Dukungan perusahaan terhadap kegiatan
seni dan budaya 4 4 4 3 15 3,75
Total 32 31 33 23 119 3,3
Dari Tabel 3.1 mengenai jawaban dai 4 (empat) responden dengan jumlah pertanyaan 9 (Sembilan) atas tanggung jawab sosial pada masyarakat lingkungan perusahaan, dapat dilihat bahwa total keseluruhan dari jumlah rata-rata yaitu 3,3. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial pada masyarakat lingkungan perusahaan masuk dalam kategori cukup memadai.
b. Tanggung jawab Sosial pada Tenaga Kerja Perusahaan (SDM)
Tanggung jawab perusahaan secara sosial tidak hanya terbatas pada konsep pemberian donor saja, tapi konsepnya sangat luas dan tidak bersifat statis dan pasif, hanya dikelurkan dari perusahaan, akan tetapi hak dan kewajiban yang dimiliki bersama antar tenaga kerja perusahaan (SDM). Dalam arti bahwa tanggung jawab sosial ini tidak harus dikondisikan dari faktor luar (eksternal) dan ternyata suatu faktor dalam (internal), yaitu dari dalam SDM perusahaan itu dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan kehidupan tenaga kerja perusahaan.
Sesuai dengan hasil kuesioner pada Tabel 3.2 atas pertanyaan dilihat dari : 1. Tanggung jawab perusahaan atas keselamatan kerja karyawan serta fasilitas
yang telah diberikan pada karyawan, dimana jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 4. Berarti bahwa tanggung jawab perusahaan atas keselamatan kerja karyawan serta fasilitas yang telah diberikan masuk dalam kategori memadai.
2. Dilihat dari pemberian atas fasilitas kesehatan karyawan (fasilitas berupa pendirian poliklinik yang ada di perusahaan), dimana jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 3,5. Berarti pemberian fasilitas kesehatan
karyawan sudah . Berarti pemberian fasilitas kesehatan karyawan sudah dilaksanakan secara cukup memadai.
3. Sedangkan butir pertanyaan berikutnya yakni program latihan dan bantuan pendidikan tinggi bagi karyawan, dimana jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 2,25. Berarti untuk pernyataan ini kurang memadai. 4. Dilihat dari pendirian koperasi karyawan yang ada di perusahaan, dimana
jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 4,25. Berarti bahwa pendirian koperasi karyawan yang ada di perusahaan sudah dilaksanakan mamadai.
5. Untuk butir pertanyaan dilihat dari bantuan perusahaan atas pendidikan keluarga anggota karyawan seperti beasiswa, dimana jumlah rata-rata dari hasil 4 responden yaitu 3,5. Berarti bantuan perusahaan atas pendidikan keluarga anggota karyawan cukup memadai.
6. Pemberian fasilitas peribadatan di lingkungan perusahaan, dimana jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 3,75. Berarti bahwa pemberian fasilitas peribadatan di lingkungan perusahaan cukup memadai.
7. Dilihat dari pemberian cuti karyawan yang diberikan oleh perusahaan (termasuk cuti yang diperlukan oleh pekerja wanita), dimana jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 4,75. Berarti pelaksanaan atas pemberian cuti karyawan yang diberikan perusahaan sudah memadai pelaksanaannya.
8. Untuk butir pertanyaan dilihat dari tanggung jawab perusahaan dalam memperhatikan hak-hak karyawan, dimana jumlah rata-rata dari hasil 4
jawaban responden yaitu 3,75. Berarti pelaksanaan atas tanggung jawab perusahaan dalam memperhatikan hak-hak karyawan cukup memadai.
9. Untuk butir pertanyaan terakhir mengenai kebijaksanaan perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan keluarga dan rekreasi bagi karyawan perusahaan, dimana jumlah rata-rata dari hasil 4 jawaban responden yaitu 3. Berarti kebijaksanaan perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan karyawan perusahaan cukup memadai.
Tabel 3.2
Tabulasi Hasil Kuesioner Untuk Butir Pernyataan Tanggung jawab Sosial pada Tenaga Kerja Perusahaan (SDM)
No Indikator Jawaban Kuesioner Responden Total Rata- rata
APS pada masyarakat lingkungan
perusahaan 1 2 3 4
1
Tanggung jawab perusahaan atas keselamata kerja karyawan serta fasilitas yang telah diberikan
4 4 4 4 16 4
2 Pemberian karyawan (berupa poliklinik)fasilitas kesehatan 4 4 3 3 14 3,5
3 Program pendidikan tinggi bagi karyawanlatihan dan bantuan 2 2 2 3 9 2,25
4 Pendirian koperasi karyawan yangada di perusahaan 4 5 5 3 17 3,25
5
Bantuan perusahaan atas pendidikan keluarga anggota karyawan seperti beasiswa
4 3 4 3 14 3,5
6 Pemberian fasilitas peribadatan di
lingkungan perusahaan 4 4 4 3 15 3,75
7 Pemberian cuti karyawan yangdiberikan oleh perusahaan 5 5 5 4 19 4,75 8 Tanggung jawab perusahaan dalammemperhatikan hak-hak karyawan 4 4 4 3 15 3,75
9
Kebijaksanaan perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan keluarga dan rekreasi bagi karyawan perusahaan
3 3 3 3 12 3
Total 34 34 34 29 131 3,6
Sumber : Data Karyawan PTPN II Tandem Hilir Diolah dari Hasil Kuesioner Dari Tabel 3.2 yang terdiri dari 4 (empat) responden dengan jumlah pertanyaan yaitu 9 atas tanggung jawab sosial pada tenaga kerja perusahaan (SDM) dapat dilihat bahwa total keseluruhan dari jumlah rata-rata yaitu 3,6. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial pada tenaga kerja perusahaan (SDM) masuk dalam kategori cukup memadai.
BAB IV