• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan (Rohani

Adapun jenis dan bentuk kegiatan ekstrakurikuler keagamaan (Rohani Islamiyah) yang dilaksanakan oleh para pembina dan anggota

ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Gowa Kabupaten Gowa. Adapun wawancara dengan salah satu siswa (Zakira Denita) dan merupakan anggota dari ekstrakurikuler (Rohani Islamiyah) :

“Banyak bentuk kegiatan kak yang biasa kami lakukan tapi kegiatan yang paling aktif kami lakukan seperti Ibadah shalat dhuhur setiap hari dimushollah, Kajian Jum’at yang didalamnya sudah belajar (bahasa arab, fiqhi dan akhlak), Adanya pengajian tadarrus al-qur’an selama jam istirahat atau hanya sekedar diskusi saja, Pendirian posko putih abu-abu sesaat sebelum pengumuman kelulusan sebagai tempat bagi siswa yang ingin mendonasikan pakaian bekas layak pakai untuk disumbangkan ke panti asuhan, Aksi menyerukan islam, dan Dakwah dikelas”.53

Menurut para guru dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler keagamaan (Rohani Islamiyah) siswa dapat lebih dalam lagi mempelajari tentang keagamaan agar mengetahui mana yang hak dan yang bathil menjalani kehidupan sehari-hari sehingga menjadi siswa yang agamis. Adapun siswa yang belum mampu mengaji atau menghafal surat-surat pendek di kegiatan Ekstrakurikuler ini mereka bisa mempelajari dan mengamalkannya dalam kehidupannya sehari-hari.

Kegiatan Keagamaan (Rohani Islmaiyah) ini memang sudah lama berdiri di SMA Negeri 1 Gowa sejak angkatan ke 84 tetapi masih belum banyak kegiatan yang mereka laksanakan dan masih belum adanya Pembina. Penuturan pak Muh. Arsyad selaku kepala sekolah.54

53

Hasil Wawancara Denita Zakira, anggota Ekstrakurikuler Keagamaan (Rohani Islamiyah), pada hari selasa 22 mei 2018.

54

Hasil Wawancara Muh Arsyad, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gowa Kabupaten Gowa, pada hari selasa 22 mei 2018.

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan pembinaan akhlak siswa SMA Negeri 1 Gowa ini di bimbing oleh guru pendidikan agama islam. Beberapa kegiatan ekstrakurikuler Keagamaan (Rohani Islamiyah) dalam rangka memberi pelajaran atau materi tentang akhlak seperti apa yaitu : forum rohani islam, seni baca tulis al-qur’an, fiqhi, akhlak, shalat berjamaah di mushollah. Untuk lebih jelasnya penulis akan menjelaskannya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu nurhayati selaku Guru Pendidikan Agama Islam, beliau menyatakan:

Di SMA Negeri 1 Gowa Kabupaten Gowa ini, kami para guru pai memberikan alternatif kepada seluruh siswa dengan diadakannya ekstrakurikuler keagamaan (Rohani Islamiyah) kami harap mereka semua bisa masuk yang mana diantaranya yang berpengaruh terhadap Akhlak dan tingkah laku mereka setiap harinya seperti baca tulis al-qur’an, kajian jum’at yang didalamnya mereka sudah belajar fiqhi,Akhlak dan bahasa arab, sholawatan.

Kegiatan rohis itu dilaksanakan pada setiap hari jum’at dan jam istirahat. Seperti kajian dan belajar akhlak, fiqhi, bahasa arab itu dilaksanakan bila selesai shalat jum’at sedangkan sholawatan dilaksanakan ketika jam istirahat55.

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memberikan alternative pengajaran diluar mata pelajaran pendidikan agama islam dengan dibentuknya kegiatan ekstrakurikuler keagamaan (Rohani Islamiyah) yang melibatkan siswa secara langsung untuh menambah wawasannya.

55

Hasil Wawancara Nurhayati, guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Gowa Kabupaten Gowa, pada hari Selasa 22 Mei 2018.

Kegiatan ini sudah aktif berjalan kurang lebih 3 tahun dek ide kegiatan ini berkat semua dukungan dari semua pihak baik kepala sekolah,Alumni dan para guru lainnya yang selalu mendukung56.

Pernyataan guru pendidikan agama islam menambahkan bahwa tidak hanya guru PAI saja yang berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler ini, namun guru mata pelajaran lain juga ikut mendukung. Sehingga kegiatan ekstrakurikuler ini mampu berjalan hingga sekarang.

Pada awal perkembangan ilmu pengetahuan, sekolah merupakan satu-satunya sarana atau lembaga untuk menimba ilmu pengetahuan, namun saat ini lembaga pendidikan formal tersebut bukan lagi satu-satunya, hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh ibu Nurhayati selaku Guru:

“Sekolah bukanlah satu-satunya tempat memperoleh pendidikan atau memperoleh nilai, sikap kecerdasan pengetahuan dan keterampilan57”.

Berdasarkan dari pernyataan di atas untuk meningkatkan sikap kecerdasan, pengetahuan dan keterampilan demikian pula menyangkut peningkatan prestasi belajar siswa untuk itu kepada pihak yang berwenang dalam suatu lembaga pendidikan harus memadukan antara kegiatan intrakurikuler dengan kegiatan ekstrakurikuler karena keduanya mempunyai korelasi.Oleh karena itu pada prinsipnya kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan motivasi belajar siswa untuk memperoleh prestasi belajar, namun perlu diketahui bahwa untuk

56 Hasil Wawancara Nurhayati, guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Gowa Kabupaten Gowa, pada hari Selasa 22 Mei 2018.

57

Hasil Wawancara Nurhayati, Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Gowa Kabupaten Gowa, pada hari Selasa 22 Mei 2018.

mengukur tingkat belajar siswa tidak mudah, karena prestasi belajar merupakan variabel yang dapat diukur dengan tes prestasi belajar. Dalam proses belajar mengajar yang baik dan sistematis sehingga dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan baik oleh pengajar atau individu yang belajar, tidak lain hanyalah dimaksudkan untuk mendapatkan atau memperoleh prestasi belajar yang maksimal.

Selanjutnya bahwa setiap kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan membutuhkan banyak fasilitas dalam hal sarana dan prasarana. Di SMA Negeri 1 Gowa Kabupaten Gowa sarana dan prasarananya menurut pengamatan penulis yaitu berupa peralatan maupun sumber daya manusia yang menjadi pengelola dan pembina. pemenuhan sarana dan prasarana masi minim, terlihat hanya sedikit yang bisa dimanfaatkan atau dipakai. Tapi, lain pula yang dikatakan oleh Kepala Sekolah bahwa sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Gowa sudah terpenuhi dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gowa Kabupaten Gowa Muh. Arsyad kepada penulis bahwa:

Dari setiap kegiatan ekstrakurikuler kami berusaha memenuhi kebutuhannya baik itu dari segi sarana maupun prasarana, karena hal itu merupakan kewajiban kami selaku pihak pengelola sekolah.58

Kegiatan ekstrakurikuler telah memberi dampak yang positif terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Gowa. Hal ini dapat

58

Hasil Wawancara Muh. Arsyad, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gowa Kabupaten Gowa, pada hari Selasa 22 Mei 2018.

dilihat bahwa siswa yang terpilih sebagai ketua dalam ekstrakurikuler adalah orang yang aktif di kelasnya dan mendapatkan peringkat kelas.

Melalui kegiatan dakwah yang ada di sekolah, para pengurus memahami konsep, visi misi dan karaterisitik dari setiap ekstrakurikuler seperti rohis. Dengan demikian siswa, siswa mampu membentuk karakter dan memahaminya agar sepaham dengan tujuan rohis, menumbuhkan aspek-aspek kepribadian dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga akan tercipta regenerasi yang berjalan bersama untuk mencapai tujuan bersama. Anggota ekstrakurikuler adalah upaya yang dilaksanakan dengan tujuan agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, agar di kemudian hari mampu ikut serta dalam memajukan rohis.

Kunjungan dan santunan anak yatim pada saat hari kelulusan adalah hal yang paling di tunggu ole setiap anggota ekstrakurikule keagamaan (Rohani Islamiyah). Karena mereka merasa senang bertemu dengan adik-adik yang bahagia bila mereka datang. Kegiatan ini upaya meningkatkan pemahaman tentang Islam kepada para siswa. Musdhalifah selaku siswa dan anggota ekstrakurikuler, mengatakan bahwa .

kegiatan dalam bentuk kunjungan dan santunan anak yatim, yaitu berupa kegiatan berbentuk pakaian yang disalurkan kepada orang yang membutuhkan.59

Kunjungan ini, dilakukan di panti asuhan yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Para siswa dan pembina melakukan kunjungan dan santuna anak yatim di panti asuhan. Melalui kegiatan kunjungan dan

59

Hasil Wawancara Musdhalifah, anggota ekstrakurikuler keagamaan (Rohani Islamiyah), pada hari Selasa 22 Mei 2018.

santunan anak yatim merupakan aktivitas yang tentunya memiliki tujuan tersendiri dari orang yang melaksanakan kunjungan dan santunan tersebut.

Diharapkan dengan adanya kunjungan dan santunan anak yatim dapat membantu anak yatim untuk memenuhi kebutuhan mereka setiap hari, juga diharapkan agar pengunjung dan anak yatim menjalin silaturahmi atau interaksi yang baik tanpa memandang adanya perbedaan status sosial diantara mereka. Melihat dampak yang didapatkan siswa ketika telah melaksanakan kegiatan ini adalah siswa mulai peduli terhadap anak yatim dan menyadari bahwa menyantuni anak yatim akan meringankan bebannya, dan tentunya mendapatkan pahala dari Allah swt. serta meyakini bahwa dengan menyantuni anak yatim, akan semakin dengan Allah swt. karena telah melaksanakan perintahNya. Selain itu, siswa mulai terbiasa menyisihkan sebagian pakaiannya untuk diinfaqkan kepada anak yatim.

Tantangan dalam kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan (Rohani Islamiyah) juga banyak salah satunya mengajak teman-teman bergabung dengan kami, apalagi diajak dalam hal kegiatan keagamaan. Penuturan dari adek Musdhalifah selaku siswa dan anggota Ekstrakurikuler Keagamaan.60

C. Pembinaan Akhlak Siswa SMA Negeri 1 Gowa Kabupaten Gowa

Dokumen terkait