BAB II KAJIAN TEORI
B. Bentuk Konflik Peran Ganda
Greenhouse & Beutell (1985) menyebutkan bahwa konflik peran ganda memiliki tiga bentuk, yaitu :
1. Time based Conflict
Yakni konflik yang berbasis waktu, dimana waktu yang digunakan untuk memerankan satu peran dapat mengurangi atau berpengaruh pada pemenuhan peran lainnya. Jenis konflik ini dapat berupa jumlah waktu yang tidak sepadan atau berat sebelah, dimana waktu yang dibutuhkan untuk satu peran lebih banyak sehingga berpengaruh pada peran lainnya. Konflik ini dapat muncul ketika suatu peran tidak memberikan waktu yang fleksibel dalam pemenuhannya. Perempuan yang memiliki peran ganda sebagai seorang istri, ibu dan mahasiswi
cenderung mengalami kesulitan dalam membagi waktunya, sehingga muncul stres dan kelelahan (Luthfy, 2018).
Karena adanya tuntutan waktu dari peran peran yang saling berpengaruh konsep konsep lain yang masuk kedalam jenis konflik ini seperti, waktu bekerja pada salah satu peran terlalu berlebihan. Kurangnya waktu untuk peran sebagai istri baik untuk bersama dengan suami maupun bersama dengan anak, kemudian adanya jadwal yang tidak fleksibel pada salah satu peran (Apollo & Cahyadi, 2012).
2. Strain based Conflict
Atau adanya tekanan dari salah satu peran dapat mempengaruhi peran yang lainnya. Konflik ini terjadi karena adanya dominasi peran yang lebih kuat sehingga memberikan tekanan untuk individu melakukan peran lainnya secara maksimal. Jenis konflik ini dapat memicu terjadinya sakit fisik serta munculnya kecemasan dan ketidakseimbangan emosi. Misalnya, seorang perempuan dihadapkan pada tuntutan salah satu peran yang mendadak harus dipenuhi, maka hal tersebut dapat mempengaruhi kemampuannya dalam menjalankan peran lainnya (Luthfy, 2018).
Jenis konflik ini dapat disebabkan karena adanya stres dan kelelahan dari pemeran konflik tersebut. Stres dan kelelahan disebabkan oleh daya tahan yang lemah serta kurangnya dukungan dari lingkungan dimana seseorang tersebut memerankan peran perannya. Kurangnya dukungan dari pasangan juga dapat menjadi alasan
seseorang memiliki emosi emosi yang tidak sesuai sehingga mengganggu pemenuhan tuntutan peran perannya (Apollo & Cahyadi, 2012).
3. Behavior based Conflict
Yakni pola perilaku yang tidak sesuai dengan tujuan dari peran ganda yang diperankan. Pada konflik ini, individu dibingungkan dengan pola perilaku yang diterapkan pada satu peran ternyata tidak sesuai jika diterapkan pada peran lainnya. Sama halnya dengan seorang wanita yang berperan sebagai seorang ibu, istri sekaligus sebagai mahasiswi tidak akan efektif jika peran peran tersebut dijalankan dalam waktu bersamaan (Luthfy,2018).
Kemudian, konflik ini muncul disebabkan karena tingkah laku tertentu yang dituntut oleh sebuah peran mempersulit individu untuk memenuhi tuntutan dan tanggung jawab peran lainnya. Tuntutan tuntutan perilaku yang seharusnya di keluarga dengan tuntutan tuntutan perilaku di perkuliahan atau dunia kerja dapat memberikan sumbangan konflik jenis ini (Apollo & Cahyadi, 2012).
Sebelumnya, Mayers (1983) menyebutkan batasan konflik peran ganda atau role conflict sebagai konflik antara individu dengan peran yang dijalani yang memberikan ketegangan diantara aktivitas serta harapan dari peran individu tersebut. Diperkenalkan juga perbedaan dua jenis konflik peran sebagai berikut (dalam Andriani, 2007) :
1. Konflik antar peran atau Interole Conflict
Sebagai sebuah ketegangan yang muncul akibat adanya dua buah peran berbeda yang harus dijalankan pada saat yang bersamaan. Ketegangan ini berasal dari ketidaksesuaian harapan, tuntutan serta kebutuhan dari masing masing peran.
2. Konflik dalam peran atau Intrarole Conflict
Atau sebuah ketegangan yang muncul akibat dari harapan yang tidak sesuai dengan bagaimana suatu peran dijalankan. Konflik ini terjadi pada satu peran yang lebih spesifik mengarah pada ketidak sesuaian dalam pemenuhan dari konflik tersebut.
Kemudian, Gutek, dkk (dalam Carlson, Kacmar &Williams, 2000) menyebutkan konflik peran ganda dapat dibedakan berdasarkan arah domainnya menjadi dua bentu :
1. Work interference with family (WIF) atau peran dalam bekerja dapat mempengaruhi keluarga.
2. Family can interference with work (FIW) atau peran dalam keluarga dapat mengganggu pekerjaan.
Berdasarkan pendapat dari Greenhouse & Beutell (1985) yang mengemukakan konflik peran ganda memiliki tiga bentuk yakni time
based conflict, strain based conflict serta behavior based conflict. Serta
pendapat dari Gutek dkk yang mengemukakan konflik peran ganda berdasarkan arah domainnya dibedakan menjadi dua yakni work
interference with family dan family interference with work. Carlson,
Kacmar &Williams (2000) menggabungkan dua pendapat tersebut sehingga diperoleh aspek gabungan yang terdiri dari enam aspek diantaranya :
1. Time based work interference with family atau waktu untuk pekerjaan mengganggu waktu bersama keluarga.
2. Time based family interference with work atau waktu untuk keluarga mengganggu waktu untuk pekerjaan.
3. Strain based work interference with family atau tekanan yang terjadi di pekerjaan mengganggu peran di keluarga.
4. Strain based family interference with work atau tekanan yang ada di keluarga mengganggu pekerjaan.
5. Behavior based work interference with family atau perilaku yang ada di pekerjaan mengganggu peran di keluarga.
6. Behavior based family interference with work atau perilaku yang ada di peran keluarga mengganggu peran di pekerjaan.
Maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan terdapat tiga kategori bentuk konflik peran ganda. Pertama, konflik peran ganda berdasarkan bentuknya yakni time based conflict, strain based conflict dan
behavior based conflict. Kedua, bentuk konflik berdasarkan asalnya yakni interrole conflict dan intrarole conflict. Ketiga, bentuk konflik peran
ganda berdasarkan arah domainnya yakni work interference with family (WIF) dan family interference with work (WIF). Keempat, gabungan dua
bentuk sebelumnya dibagi menjadi 6 bentuk yakni time based work
interference with family, time based family interference with work, strain based work interference with family, strain based family interference with work, behavior based work interference with family serta behavior based family interference with work. Dalam penelitian ini, peneliti memilih
bentuk konflik peran ganda menurut pendapat dari Greenhouse & Beutell (1985) yakni time based conflict, strain based conflict dan behavior based
conflict sebagai acuan dalam mengetahui konflik peran ganda pada subjek.
Dikarenakan tiga bentuk tersebut banyak digunakan dalam penelitian terdahulu serta lebih cocok pada subjek penelitian.