• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Keabsahan Data

Untuk mencapai keabsahan data penelitian, peneliti memerlukan strategi validasi sehingga penelitian yang dilakukan dapat teruji keabsahannya. Dari kedelapan strategi yang ditawarkan oleh Creswell dan Miler, peneliti memilih strategi diantaranya, strategi triangulasi. Strategi ini memungkinkan peneliti menggunakan multi sumber seperti metode, penelitian lain, serta teori yang menjadi bukti penguat.

Strategi kedua dengan menggunakan klarifikasi bias peneliti, dalam hal ini pembaca harus memahami dimana posisi dari peneliti serta

memahami setiap bias serta asumsi yang dapat mempengaruhi penelitian. Dengan strategi ini peneliti berusaha untuk mengklarifikasi dan mengutarakan pengalaman masa lalu, bias, prasangka serta berbagai orientasi yang dapat memberikan pengaruh pada penafsiran dari penelitian yang dilakukan.

Selanjutnya dengan cara pemerikasaan anggota, dimana pengumpulan pandangan dari para subjek partisipan dalam rangka menilai kredibilitas temuan serta penafsiran. Teknik ini dinilai sebagai teknik yang paling kritis dalam menentukan kredibilitas dari suatu penelitian. Teknik ini melibatkan pengembalian data, penafsiran, analisis serta kesimpulan dari para subjek penelitian/partisipan dalam rangka menilai akurasi dan kredibilitas dari laporan.

52

A. Pelaksanaan Penelitian

1. Proses Penelitian a. Subjek 1 IS

Dalam proses pengumpulan data, pada awalnya peneliti menemui subjek secara langsung untuk memberitakukan bahwa peneliti tertarik untuk menjadikan IS sebagai subjek dalam penelitiannya. Kemudian peneliti menghubungi subjek penelitian kembali melalui pesan singkat WhatApps, untuk menanyakan perihal kesediaan IS menjadi subjek dalam penelitian ini. Setelah

IS mengkonfirmasi kesediaannya, kemudian peneliti

mengkorfirmasi waktu dan tempat wawancara dilaksanakan. Subjek IS bersedia untuk diwawancarai selama IS berada di Malang mengingat subjek IS hanya pada hari tertentu berada di Malang. Subjek merupakan mahasiswi aktif di Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tepatnya disemester delapan.

Subjek adalah seorang perempuan yang berusia 25 tahun dan memiliki perawakan yang sesuai dengan usianya. Dalam kesehariannya, subjek adalah sosok perempuan yang ramah dan menyenangkan. Hal tersebut terlihat ketika secara langsung peneliti

menanyakan kesediaan untuk menjadi subjek penelitian, IS menyambut dengan senang hati. Begitu juga dengan kesan pertama yang peneliti rasakan ketika wawancara pertama dilakukan. Selama proses wawancara, peneliti menjelaskan dan meminta subjek IS untuk menandatangani informed consent sebagai tanda kesediaannya. Selama proses wawancara, subjek menjawab pertanyaan yang peneliti ajukan dengan bercerita panjang lebar. Disetiap akhir wawancara peneliti menjadwalkan kembali pertemuan untuk wawancara selanjutnya.

b. Subjek 2 SKN

Pada awalnya, peneliti menghubungi subjek penelitian secara langsung ketika berpapasan di area kampus untuk memberitahu bahwa peneliti memintanya menjadi subjek penelitian. Kemudian, peneliti mengkonfirmasi kembali melalui pesan singkat Whatsapp untuk menjelaskan lebih rinci lagi tentang kapan bisa di lakukan wawancara. Karena subjek 2 sudah jarang berada di Malang, maka peneliti memutuskan untuk pergi menemui subjek 2 di kediamannya di desa Sumberagung RT 02 RW 01 Blitar tepatnya pada hari selasa tanggal 11 Februari 2019. Subjek 2 adalah mahasiswi aktif di Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah mengerjakan skripsi di semester delapan.

Saat ditemui di kediamannya, subjek tidak berada di rumah sehingga peneliti disambut oleh ibu subjek. Di rumah tersebut di huni oleh subjek, ibu subjek, kakak subjek, kakek subjek dan dua keponakan subjek sedangkan sang ayah subjek bekerja sehingga hanya dua hari sekali berada di rumah. Sekitar satu jam peneliti menunggu di rumah subjek bersama ibu subjek yang bercerita tentang subjek SKN. Kemudian, setelah satu jam menunggu subjek datang dan langsung menyambut peneliti dengan ramah. Subjek SKN dikenal sebagai pribadi yang ramah dan juga mudah bergaul dengan siapa saja. Proses wawancara berlangsung disalah satu kamar di rumah subjek untuk menghindari gangguan dari keponakan subjek.

2. Lokasi Penelitian a. Subjek 1 IS

Proses wawanacara dilakukan di kos kosan milik subjek IS, yang merupakan kosan putri dengan mayoritas dihuni oleh mahasiswi UIN Malang. Proses wawancara dilakukan di dalam kos subjek IS dengan kondisi yang cukup ramai namun tetap kondusif.

b. Subjek 2 SKN

Proses wawancara dilakukan dilakukan di rumah milik orang tua dari SKN. Rumah tersebut dihuni oleh enam orang yakni subjek SKN, ibu subjek, kakek subjek, kakak subjek dan dua

keponakan subjek. Lingkungan tempat tinggal subjek berada di desa yang cenderung sepi.

3. Waktu Penelitian a. Subjek 1 IS

Wawancara pertama yang peneliti lakukan bersama dengan subjek IS tepatnya pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2020 pada pukul 19.00-20.00 WIB. Wawancara kedua dilakukan pada hari Selasa tanggal 05 Februari 2020 pada pukul 10.10-11. WIB. Wawancara ketiga dilakukan pada hari Kamis tanggal 07 Februari 2020 pada pukul 10.00-10.40 WIB.

b. Subjek 2 SKN

Wawancara yang dilakukan oleh peneliti dilakusanakan pada hari dan tempat yang sama. Hal tersebut dikarenakan kunjungan peneliti dari Malang ke Blitar terbatas waktu. Wawancara sesi pertama dilakukan pada hari Selasa 11 Februari 2020 pada pukul 18.01-18.41 WIB. Sedangkan wawancara sesi ke dua dilakukan di hari yang sama pada pukul 19.00-20.30 WIB. Dan wawancara sesi ketiga pada hari Rabu tanggal 12 Februari 2020 pada pukul 08.00-09.00 WIB.

4. Gambaran Subjek Penelitian a. Profile Subjek 1 IS

Subjek IS adalah seorang perempuan yang berusia 25 tahun dengan status pernikahan menikah. IS saat ini berada di semester

delapan Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan tengah aktif mengerjakan tugas akhir. IS menikah dengan sang suami (NJ) yang saat ini berusia 30 tahun. Ketika IS menikah dengan NJ, ia berada disemester enam akhir dan berusia 24 tahun sedangkan sang suami berusia 29 tahun. Saat ini IS tinggal terpisah dengan sang suami ketika harus berada di Malang untuk kuliah. Sedangkan sang suami berada di Trenggalek. IS selain menjadi seorang istri dan juga berstatus sebagai mahasiswi, IS juga menjalankan sebuah bisnis online shop dibidang kecantikan.

Sedangkan, suami dari IS adalah seorang pengusaha dibidang penyedia peralatan TNI yang berada di Kota Trenggalek. Usia pernikahan IS dan sang suami belum genap satu tahun yakni baru berumur sembilan bulan dan mereka belum memiliki momongan. IS tinggal bersama dengan suami dan mertuanya ketika IS tidak berada di Malang.

b. Profile Subjek 2 SKN

Subjek 2 adalah seorang mahasiswi aktif semester 8 yang tengah menjalankan proses skripsi di Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Saat ini SKN berusia 21 tahun dan telah menjadi istri dari suaminya (D) dan menikah pada 30 Juni 2019 pada saat subjek masih duduk di akhir semester 6. Perbedaan usia antara SKN dengan suaminya terpaut 7 tahun yang saat ini suami SKN berusia 28 tahun. Suami SKN bekerja di bagian

administrasi di Dinas Kesehatan Kota Trenggalek. Subjek dan suami saat ini tinggal terpisah dimana SKN tinggal di Blitar dan suami SKN berada di Trenggalek. Pada saat peneliti melakukan wawancara SKN tengah hamil 7 bulan.

Dokumen terkait