• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bentuk Kuliah Kerja Nyata

Dalam dokumen PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) (Halaman 18-0)

BAB I PENDAHULUAN

H. Status Kuliah Kerja Nyata

I. Bentuk Kuliah Kerja Nyata

IKHAC Mojokerto merupakan lembaga pendidikan tinggi yang menyiapkan tenaga kependidikan dan non-kependidikan. Oleh karena itu, sasaran KKN meliputi tiga macam masyarakat sasaran, yaitu (1) masyarakat pedesaan dan atau perkotaan, (2) sekolah, dan (3) industri (industri kecil) atau kelompok usaha.

Program KKN yang dilaksanakan IKHAC Mojokerto bersifat Reguler, dalam artian bahwa program KKN dilaksanakan oleh IKHAC Mojokerto dengan menempatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu (program studi) (interdisipliner) di lokasi atau desa dalam jangka waktu tertentu (satu bulan).

Penentuan lokasi dan pengurusan izin dilakukan oleh LPPM. Pelaksanaan kegiatan KKN selama 30 hari yang setara dengan 4 sks, dan Pengurusan mahasiswa di lokasi KKN dilakukan oleh LPPM.

Program KKN IKHAC Mojokerto fokus pada Pemberdayaan Masyarakat yang merupakan suatu bentuk kegiatan yang memadukan tri dharma perguruan tinggi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam suatu kegiatan. Sebagai kegiatan pendidikan dan pengajaran, program KKN IKHAC Mojokerto merupakan kegiatan integral dari kurikulum pendidikan strata 1 (S1).

Hal ini berarti KKN IKHAC Mojokerto merupakan program yang tidak berdiri sendiri dan tidak terpisahkan dari tujuan dan isi pendidikan lainnya, fungsi program KKN IKHAC Mojokerto sebagai pengikat dan perangkum semua isi kurikulum dan dapat menambah atau pelengkap kurikulum, merupakan pengalaman belajar yang menghubungkan konsep-konsep akademis berdasarkan realita kehidupan masyarakat.

Adapun ruang lingkup KKN IKHAC Mojokerto sebagai berikut:

1. Pendidikan

a. Pengingkatan kesadaran akan pentingnya pendidikan b. Penguatan Lembaga Pendidikan

c. Membantu memecahkan masalah anak yang tidak sekolah / melanjutkan pendidikan (wajar diknas)

d. Program keaksaraan fungsional (pemberantasan buta aksara) e. Pendidikan luar sekolah (PLS)

2. Kesehatan a. KB

b. Kesehatan ibu dan anak c. Gizi keluarga

d. Posyandu

e. Kesehatan Lingkungan

3. Wirausaha/ekonomi

a. Mendorong peningkatan ekonomi masyarakat b. Ekonomi berbasis keunggulan lokal

c. Ekonomi kreatif 4. Lingkungan Hidup

a. Pemanfaatan halaman untuk dijadikan taman gizi dan taman buah b. Penciptaan lingkungan yang sehat dan bersih

c. Kehidupan bertetangga d. Mitigasi bencana 5. Keagamaan dan Budaya

a. Mendorong IMTAK dan budi pekerti

b. Menciptakan keluarga sesuai dengan nilai-nilai budaya loKal c. Mengembangkan kearifan budaya lokal sebagai Social capital J. Kepanitiaan Kuliah Kerja Nyata

Program KKN IKHAC Mojokerto dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana yang ditunjuk secara langsung dan disahkan melalui Surat Keputusan oleh LPPM.

Adapun susunan kepanitian Program KKN IKHAC Mojokerto adalah:

1. Penanggung Jawab 2. Pembina

3. Ketua 4. Sekretaris 5. Bendahara 6. Humas

Penanggung Jawab Rektor Wakil Rektor

Pembina LPPM

Ketua

Sekretaris Humas

Bendahara

Gambar 1.1: Susunan Panitia Pelaksana Program KKN IKHAC Mojokerto

BAB II

MEKANISME PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA

A. Tahap Persiapan Kuliah Kerja Nyata

Tahap persiapan KKN merupakan pembekalan kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Peserta KKN terkait informasi dan pendaftaran KKN, pengenalan program kerja, metode yang digunakan, dan sistematika pelaporan hasil KKN. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:

1. Persyaratan

Persyaratan sebagai calon peserta KKN IKHAC Mojokerto sebagai berikut:

a. Mahasiswa program strata satu (S1) dan tidak kehilangan hak sebagai mahasiswa IKHAC Mojokerto pada saat KKN diselenggarakan

b. Telah menyelesaikan mata kuliah sampai semester 6

c. Mahasiswa tidak diperkenankan mengambil kuliah lain ketika KKN

d. Sehat jasmani dan rohani

2. Pendaftaran

Peserta KKN wajib mendaftarkan diri di Panitia Pelaksana KKN IKHAC Mojokerto. Waktu pendaftaran diatur dan diinformasikan oleh Panitia Pelaksana melalui surat edaran dan sosialisasi. Pada saat pendaftaran mahasiswa mengisi formulir dan menyerahkan beberapa kelengkapan sebagai berikut:

a. Formulir biodata yang telah diisi lengkap dan benar serta dibubuhi tanda tangan (bikin formulir pendaftaran)

b. Pas foto warna (background merah) ukuran 3x4 cm sebanyak 1 lembar

c. Bukti pembayaran KKN

d. Persyaratan lain yang ditentukan Panitia Pelaksana KKN.

3. Pengelompokan dan Penempatan

Beberapa ketentuan pengelompokan dan penempatan peserta KKN adalah sebagai berikut:

a. Lokasi untuk kegiatan KKN ditentukan oleh LPPM berdasarkan beberapa pertimbangan, kelayakan, kontinuitas program, dan lain-lain

b. Mahasiswa peserta KKN dibagi menjadi beberapa kelompok c. Jumlah anggota setiap kelompok ditentukan berdasarkan

pertimbangan kompleksitas permasalahan di lokasi.

d. Penentuan kelompok mempertimbangkan proporsi variasi program studi dan jenis kelamin

e. Pengelompokkan mahasiswa dan penempatan kelompok pada lokasi diatur oleh Panitia Pelaksana Program KKN IKHAC Mojokerto di bawah pengawasan LPPM.

4. Perizinan Lokasi

Perizinan Desa Sasaran program KKN IKHAC Mojokerto dilakukan oleh Panitia Pelaksana KKN IKHAC Mojokerto di bawah koordinasi LPPM dan Rektor.

5. Pembekalan

Penyelenggaraan pembekalan KKN merupakan upaya mempersiapkan mahasiswa agar dapat melaksanakan KKN secara efektif dan efisien. Melalui pembekalan diharapkan terjadi perubahan sikap, mental, pengetahuan, dan keterampilan sesuaidengan kebutuhan selama melaksanakan KKN. Untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang terkait dengan kegiatan KKN terutama untuk meningkatkan soft skill mahasiswa, seperti komunikasi, kerja sama (team work), kepemimpinan, dan problem solver, atau hal-hal yang akan dibutuhkan selama melaksanakan KKN. Tujuan secara terinci yang hendak dicapai melalui pembekalan KKN agar mahasiswa mempunyai kualifikasi sebagai berikut:

a. Memahami dan menghayati visi dan misi KKN

b. Memahami tata tertib pelaksanaan KKN yang berkaitan dengan hak, kewajiban, larangan, dan sanksi bagi peserta KKN

c. Memiliki informasi tentang situasi, kondisi, potensi, dan permasalahan lokasi yang akan menjadi daerah kerjanya

d. Memiliki bekal pengetahuan tentang tata krama kehidupan di lapangan

e. Memiliki bekal stimulasi pengetahuan dan keterampilan praktis agar dapat melaksanakan program dan tugas-tugasnya di lapangan dengan baik

f. Memiliki pengetahuan untuk dapat bersikap dan bekerja dalam kelompok secara interdisipliner dan lintas sektoral dalam rangka penyelesaian tugas di lapangan

g. Memiliki kemampuan menggunakan waktu secara efisien di lapangan

h. Memiliki bekal pengetahuan, sikap, dan keterampilan agar dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat sasaran

Rangkaian kegiatan pembekalan meliputi hal-hal sebagai berikut: (1) Pembekalan Metode KKN (ABCD), (2) Penyajian materi Pembekalan, dan (3) Penyusunan rancangan program kerja tentatif

a. Pembekalan Metode KKN (ABCD)

Dalam rangka pembekalan, DPL dan peserta KKN diberi pembekalan dan gambaran umum tentang salah satu metode Pengabdian Kepada Masyarakat yang digunakan oleh IKHAC Mojokerto dalam Program KKN. Metode tersebut adalah Asset Based Community-driven Development atau yang akrab dikenal dengan ABCD. Pembekalan metode ABCD dilakukan oleh LPPM dan atau Ketua Pelaksana Program KKN IKHAC Mjokerto.

b. Penyajian Materi Pembekalan

Penyajian materi pembekalan yang sifatnya umum yang relevan dengan program KKN, berasal dari dalam Ketua LPPM IKHAC Mojokerto dan atau Ketua Pelaksana Program KKN.

Sedangkan penyaji materi teknis secara khusus dibawakan oleh tiap-tiap DPL yang telah di-SK-an oleh LPPM IKHAC Mojokerto dan telah melakukan observasi lapangan. Materi pembekalan meliputi hal-hal sebagai berikut:

1) Kondisi daerah atau potensi masyarakat sasaran 2) Pemondokan

3) Biaya hidup 4) Tata tertib

5) Persiapan pemberangkatan (perlengkapan yang dibutuhkan) 6) Teknis pemberangkatan dan penarikan

7) Penyusunan Rancangan Program Kerja Tentatif 8) Teknik penyusunan laporan individu dan kelompok

9) Pemilihan koordinator, sekretaris, bendahara tingkat dusun dan atau desa.

c. Penyusunan Rancangan Program Kerja Tentatif

Penyusunan rancangan Program Kerja Tentatif KKN harus merujuk pada hasil observasi yang telah dilakukan DPL dan kemampuan mahasiswa dilihat dari segi keterampilan yang dimiliki disusun dalam bentuk matriks rancangan program kerja tentatif. Rancangan program kerja tentatif berupa Program Kerja Kelompok.

Program Kerja Kelompok adalah program yang direncanakan, dilaksanakan, dan dipertanggungjawabkan oleh seluruh anggota kelompok meskipun pada teknis pelaksanaannya program ini dapat dikerjakan oleh minimal lebih setengah jumlah anggota kelompok.

Pada prinsipnya semua program kerja harus disetujui oleh DPL dan penanggung jawab lokasi kelompok sasaran. Program kerja harus sudah selesai dalam satu minggu setelah diberangkatkan. Setelah selesai pengisian matriks, kemudian dimintakan pengesahannya kepada penanggung jawab lokasi (Kepala Dusun, Kepala Desa/Lurah, Kepala Sekolah, Pimpinan Instansi/Industri) dan DPL.

B. Tahap Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata

Tahap Pelaksanaan KKN adalah proses berjalannya Program KKN yang dilaksanakan oleh peserta di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mulai dari pelepasan hingga penarikan. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:

1. Pelepasan Peserta

Pelepasan peserta KKN ditandai dengan upacara yang diikuti seluruh peserta KKN dan DPL. Pelepasan peserta KKN secara simbolis dilakukan oleh pejabat terkait (Pimpinan IKHAC Mojokerto dan Ketua LPPM).

Pelepasan mahasiswa menuju lokasi dengan didampingi oleh DPL masing-masing. Untuk mengawali kegiatan di lokasi, dilakukan upacara serah terima mahasiswa KKN dari DPL kepada penanggung jawab lokasi, sekaligus dilakukan pembekalan dan pengarahan oleh penanggung jawab lokasi setempat. Untuk keperluan ini, DPL perlu berkoordinasi dengan penanggung jawab lokasi yang bersangkutan.

2. Pembimbingan oleh DPL

Pembimbingan kepada mahasiswa peserta KKN dimaksudkan untuk memberikan pengarahan dalam pelaksanaan program dan membantu program kerja KKN yang telah disusun dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah digariskan. Selain itu, pembimbingan dapat membantu mahasiswa mengembangkan jati dirinya sehingga setelah pulang dari lokasi KKN mahasiswa mampu mengembangkan sikap profesionalisme dan tanggung jawab sosialnya

DPL dalam melaksanakan pembimbingan terhadap mahasiswa didampingi oleh penanggung jawab lokasi (Kepala Dusun, Lurah, Kepala Desa, Kepala Sekolah, Pimpinan Industri), tokoh masyarakat, dan tuan rumah yang ditempati. DPL berperan sebagai pembimbing, pengarah, penasihat, penyuluh, motivator, pengawas, penghubung, pemberi contoh, penguji, dan penilai. Prinsip pembimbingan yang dilakukan bersifat edukatif.

Teknik pembimbingan yang baik ialah tatap muka langsung dengan mahasiswa KKN di lokasi atau di kampus, baik secara individual maupun berkelompok. Frekuensi pembimbingan sesuai dengan kebutuhan. Pembimbingan KKN wajib dilakukan 4 (empat) kali dalam satu periode KKN (di luar observasi awal).

3. Monitoring oleh Tim

Tujuan monitoring kegiatan KKN adalah untuk mengetahui secara dini adanya kelemahan dan penyimpangan dalam pelaksanaan program KKN sehingga dapat dilakukan perbaikan secara cepat sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Pemantauan dilakukan secara berkala, baik dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, maupun tindak lanjut program KKN.

Pemantauan Program KKN IKHAC Mojokerto dilakukan oleh: (a) Rektor, Wakil Rektor, Dekan, dan Kaprodi, (b) LPPM IKHAC Mojokerto, (c) Panitia Program KKN terpilih.

4. Penarikan

Menjelang kegiatan KKN berakhir, penanggung jawab lokasi diberi tahu secara lisan dan tertulis (persuratan) bahwa mahasiswa peserta KKN akan ditarik kembali ke kampus. Kemudian pada saat yang telah ditentukan mahasiswa ditarik oleh DPL masing-masing dengan ditandai upacara pamitan dengan penanggung jawab lokasi.

Untuk keperluan ini beberapa hari sebelum penarikan, DPL perlu berkoordinasi dengan penanggung jawab lokasi untuk membicarakan teknik upacara penarikan/pamitan

C. Tahap Pelaporan dan Presentasi Hasil Kuliah Kerja Nyata

Mahasiswa wajib menyusun laporan kinerja pelaksanaan KKN dan dimintakan persetujuan DPL, Penanggung jawab lokasi tempat dilaksanakannya KKN, dan LPPM. Laporan kinerja pelaksanaan KKN diserahkan ke LPPM paling lambat 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak KKN berakhir.

Program kerja yang wajib dilaporkan meliputi Program Kerja Kelompok. DPL wajib membimbing dan mengawasi peserta KKN dalam membuat Laporan Program Kerja KKN.

Selanjutnya LPPM dan Panitia Pelaksana KKN menyelenggarakan seminar hasil kinerja pelaksanaan KKN sebagai forum evaluasi dan kemungkinan rencana tindak lanjut. Setiap kelompok dengan didampingi oleh DPL mempresentasikan hasil laporannya kepada LPPM.

D. Evaluasi dan Penilaian Kuliah Kerja Nyata

Setelah KKN selesai dilaksanakan LPPM dan Panitia Pelaksana KKN akan melaksanakan Rapat Evaluasi yang mencakup dua agenda, yaitu; pertama, tingkat keberhasilan KKN yang telah selesai dilaksanakan, kedua, tingkat kepentingan penerjunan KKN Lanjutan pada lokasi yang sama, dan ketiga, laporan pertanggung jawaban Program KKN IKHAC Mojokerto.

Rapat Evaluasi ini bersifat tertutup dan disampaikan kepada Pimpinan Lembaga (Rektor dan Wakil Rektor). LPPM dan Pimpinan Lembaga memberikan penilaian terhadap setiap mahasiswa peserta KKN.

Penilaian terhadap peserta KKN berfungsi untuk mengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan KKN. Penilaian diberikan berdasar tahapan pelaksanaan KKN mulai dari Persiapan, Pembekalan, Pelaksanaan KKN, dan Laporan Akhir. Penilai program KKN adalah DPL melalui monitoring secara langsung maupun tidak langsung. Peserta KKN yang berhak mendapat penilaian adalah yang kehadirannya minimal 85% selama satu periode Program KKN.

Aspek penilaian program KKN IKHAC Mojokerto mencakup beberapa standar, yakni:

No. Aspek Penilaian Bobot

1. Kegiatan persiapan dan pembekalan 10%

2. Kontribusi dalam program kerja kelompok 20%

3. Kerjasama dengan anggota kelompok 20%

4. Keberhasilan program kerja kelompok 30%

5.

Laporan Akhir:

- Kesesuaian dengan sistematika yang ditentukan - Kelengkapan isi laporan

- Ketepatan waktu menyerahkan laporan akhir - Movie

20%

Total 100%

Tabel 2.1: Aspek Penilaian Program KKN IKHAC Mojokerto

Penilaian dilakukan dengan menjumlahkan semua aspek kegiatan yang dinilai terlebih dahulu, kemudian disesuaikan dengan bobot masing-masing.

Bobot penilaian program KKN IKHAC Mojokerto adalah:

No. Interval Nilai Nilai/Simbol Keterangan

1. 91 – 100 A+ Lulus

2. 86 – 90 A Lulus

3. 81 – 85 A- Lulus

4. 76 – 80 B+ Lulus

5. 71 – 75 B Lulus

6. 66 – 70 B- Lulus

7. 61 – 65 C+ Tidak Lulus

8. 56 – 60 C Tidak Lulus

9. 51 – 55 C- Tidak Lulus

10. < 50 D Tidak Lulus

Tabel 2.2: Standar Penilaian Program KKN IKHAC Mojokerto

BAB III

PRINISIP KKN ABCD (ASSET BASED COMMUNITY-DRIVEN DEVELOPMENT)

A. ABCD (Asset Based Community-driven Development) sebagai Metode KKN

Pelaksanaan KKN IKHAC Mojokerto menggunakan strategi pendekatan dengan prinsip-prinsip dalam pengembangan masyarakat berbasis Asset Based Comunity-driven Development atau yang akrab disebut ABCD. Poin yang perlu digarisbawahi dalam paradigma dan prinsip yang dimiliki oleh pendekatan ABCD adalah, bahwa semuanya mengarah pada konteks pemahaman dan internalisasi aset, potensi, kekuatan, dan pendayagunaan secara mandiri dan maksimal.

Masing-masing prinsip mengisyaratkan penyadaran akan keberadaan kekuatan dan energi positif yang dimiliki oleh masyarakat yang harus didentifikasi, diketahui, dipahami, diinternalisasi, untuk kemudian dimobilisasi oleh masyarakat sendiri dalam kerangka menuju peningkatan kesejahteraan dan keberdayaan semua elemen komunitas-masyarakat.

Dalam pengabdian ini akan menggunakan kemitraan, dimana kemitraan merupakan hubungan yang dibangun antara beberapa individu atau grup yang disadari oleh kerjasama dan tanggung jawab yang sama dalam menggapai tujuan tertentu. Dalam prinsip ABCD, kemampuan masyarakat untuk menemukan dan mengenali aset kekuatan, dan potensi yang mereka miliki dipandang mampu menggerakkan dan memobilisasi mereka untuk melakukan perubahan sekaligus sebagai pelaku utama perubahan tersebut.

B. Metode-metode (Tools) dalam ABCD (Asset Based Community-driven Development)

Dalam pendekatan KKN ABCD (Asset-Based Community Development) terdapat tujuh metode dan alat menemukenali dan Memobilisasi Aset. Diantara ketujuh metode tersebut adalah:

1. Penemuan Apresiatif (Appreciative Inquiry) 2. Pemetaan Komunitas (Community Mapping) 3. Penelusuran Wilayah (Transect)

4. Pemetaan Asosiasi dan Institusi

5. Pemetaan Aset Individu (Individual Inventory Skill) 6. Sirkulasi Keuangan (Leaky Bucket)

7. Skala Prioritas (Low Hanging Fruit)

Berikut adalah definisi dan tahapan pelaksanaan tools dari ABCD:

1. Penemuan Apresiatif (Appreciative Inquiry)

Appreciative Inquiry adalah cara yang positif untuk melakukan perubahan organisasi berdasarkan asumsi yang sederhana yaitu bahwa setiap organisasi memiliki sesuatu yang dapat bekerja dengan baik, sesuatu yang menjadikan organisasi hidup, efektif dan berhasil, serta menghubungkan organisasi tersebut dengan komunitas dan stakeholder-nya dengan cara yang sehat. Appreciative Inquiry dimulai dengan mengidentifikasi hal-hal positif dan menghubungkannya dengan cara yang dapat memperkuat energi dan visi untuk melakukan perubahan untuk mewujudkan masa depan organisasi yang lebih baik.

Appreciative Inquiry mendorong anggota organisasi untuk fokus pada hal-hal positif yang terdapat dalam sebuah komunitas dan bekerja dengan baik dalam organisasi. Appreciative Inquiry tidak menganalisis akar masalah dan solusi tetapi lebih konsen pada bagaimana memperbanyak hal-hal positif dalam organisasi. Adapun proses Appreciative Inquiry terdiri dari empat tahap yaitu: a.

Discovery, b. Dream, c. Design, dan d. Destiny.

Gambar 3.1: Siklus dan tahapan pengelolaan perubahan berdasarkan 4-D

Tahap Discovery-nya dalah proses pencarian yang mendalam tentang hal-hal positif, hal-hal terbaik yang pernah dicapai, dan pengalaman-pengalaman keberhasilan di masa lalu. Proses ini dilakukan dengan wawancara appresiatif. Beberapa contoh pertanyaan apresiatif yang dilakukan pada tahap ini antara lain:

➢ Ceritakan pengalaman terbaik yang pernah ada?

Dream

“What might be?”

Envisioning results Destiny

How to empower, learn and adjust/improvise?”

Discovery

“What is the best of what is?”

Design

“What should be the ideal?”

Affirmative topic choice

➢ Hal apa yang sangat bernilai dari diri Anda?

➢ Hal-hal apa yang menjadi sumber kehidupan Anda, yang tanpa hal tersebut Anda akan mati?

➢ Sebutkan 3 harapan yang Anda miliki untuk meningkatkan kekuatan dan efektifitas Anda?

Adapun tahapan yang kedua adalah Dream, berdasarkan informasi yang diperoleh dari tahap sebelumnya, orang kemudian mulai membayangkan masa depan yang diharapkan. Pada tahap ini, setiap orang mengeksplorasi harapan dan impian mereka baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk organisasi. Inilah saatnya orang-orang memikirkan hal-hal besar dan berpikir out of the box serta membayangkan hasil-hasil yang ingin dicapai.

Selanjutnya adalah Design. Pada tahap Design ini, orang mulai merumuskan strategi, proses dan sistem, membuat keputusan dan mengembangkan kolaborasi yang mendukung terwujudnya perubahan yang diharapkan. Pada tahap ini semua hal positif di masa lalu ditransformasi menjadi kekuatan untuk mewujudkan perubahan yang diharapkan (dream).

Tahap Destiny adalah tahap dimana setiap orang dalam organisasi mengimplementasikan berbagai hal yang sudah dirumuskan pada tahap Design. Tahap ini berlangsung ketika organisasi secara kontinyu menjalankan perubahan, memantau perkembangannya, dan mengembangkan dialog, pembelajaran dan inovasi-inovasi baru.

Ada 4 langkah teknis dalam wawancara Appreciative Inquiry, diantaranya adalah:

a. Amatilah dan kenali hal-hal positif yang ada disekitar masyarakat seperti lingkungan bersih, tanaman yang subur, kehidupan warga yang rukun dan saling gotong royong, kegiatan masjid yang rutin, banyaknya pemuda desa yang aktif berorganisasi, infrastrutur desa yang tertata rapi, sukses bercocok tanam dan mengelola sumber daya alam dan seterusnya

b. Buatlah pertanyaan yang mampu menyorori hal-hal positif yang telah kamu amati di masyarakat seperti: Apa yang membuat warga desa disini selalu rukun dan guyub? Apa peran anda agar masyarakat di desa ini menjadi rukun dan suka gotong royong?

Upayakan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh warga sekitar

c. Datangi warga masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama atau kunjungi pertemuan dan perkumpulan warga dan/atau tempat berkumpul warga, dan ajukan pertanyaan apresiatif yang telah kamu buat. Dengarkan dengan seksama dan tunjukkan respon positif dan ekspresi yang apresiatif kepada mereka. Melalui Al ini, diharapkan masyarakat menjadi tersadar akan kekuatan-kekuatan yang mereka miliki yang berkontribusi pada kesuksesan masa lalu.

Dan temukan kontribusi individu warga masyarakat yang berpengaruh pada kesuksesan tersebut

d. Ajaklah masyarakat untuk memimpikan masa depan mereka.

Fokuskan pada kekuatan-kekuatan yang sudah dikenali dan diungkapkan, lalu gunakanlah temuan kekuatan tersebut untuk menggerakkan mereka melakukan perubahan.

Selain 4 langkah teknis dalam wawancara Appreciative Inquiry di atas ada juga Kata kunci dalam Appreciative Inquiry yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:

• Komunitas sudah pernah mencapai sukses atau bahwa mereka sudah melakukan hal seperti ini sebelumnya

• Memiliki rasa bangga dan percaya terhadap upayamereka sendiri;

• Memiliki contoh bagaimana merekabisa melakukan sesuatu yang lebih baik atau bagaimana mereka mampu mengatasi kesulitan-kesulitan;

• Memiliki cerita sukses yang memberikan mereka contoh baik serta menjadi inspirasi di masa depan;

• Mulai mengidentifikasi beberapa kekuatan dan asetnya; serta, Melalui proses ini komunitas menemukan energi dan kepercayaan diri untuk bisa bergerak ke masa depan yang tidak diketahuinya dan bisa jadi melampaui apa yang mereka bayangkan 2. Pemetaan Komunitas (Community Mapping)

Community Mapping adalah Pendekatan atau cara untuk memperluas akses ke pengetahuan lokal. Community Mapping merupakan visualisasi pengetahuan dan persepsi berbasis masyarakat mendorong pertukaran informasi dan menyetarakan kesempatan bagi semua anggota masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses yang mempengaruhi lingkungan dan kehidupan mereka.

Gambar 3.2: Community Mapping

Proses pemetaan ini melibatkan beberapa pihak antara lain organisasi masyarakat, asosiasi warga, organisasi nirlaba, institusi sipil lokal, dan minoritas atau kelompok khusus. Tujuan dari pemetaan ini sesungguhnya adalah komunitas belajar memahami dan mengidentifikasi kekuatan yang sudah mereka miliki sebagai bagian dari kelompok. Apa yang bisa dilakukan dengan baik sekarang dan siapa di antara mereka yang memiliki keterampilan atau sumber daya.

Mereka ini kemudian dapat diundang untuk berbagi kekuatan demi kebaikan seluruh kelompok atau komunitas.

Selain itu dalam Mapping aset ini, ada beberapa aset yang dipetakan diantaranya adalah :

1. Aset personal atau manusia. Keterampilan, bakat, kemampuan, apa yang bisa anda lakukan dengan baik, apa yang bisa anda ajarkan pada orang lain. (Kemampuan Tangan, Kepala dan Hati).

2. Asosiasi atau aset social. Tiap organisasi yang diikuti oleh anggota kelompok, kelompok - kelompok remaja masjid seperti Kelompok Kaum Muda, Kelompok Ibu; kelompok - kelompok budaya seperti Kelompok Tari atau Nyanyi; Kelompok Kerja PBB atau Ornop lain dalam komunitas atau yang memberikan pelatihan bagi komunitas. Asosiasi mewakili modal sosial komunitas dan penting bagi komunitas untuk memahami kekayaan ini.

3. Institusi. Lembaga pemerintah atau pewakilannya yang memiliki hubungan dengan komunitas. Seperti komite sekolah, komite untuk pelayanan kesehatan, mengurus listrik, pelayanan air, atau untuk keperluan pertanian dan peternakan. Terkadang institusi - institusi ini terhubung dengan Aset Sosial tetapi keduanya

mewakili jenis aset komunitas yang berbeda. Komite Sekolah, Komite Posyandu dan koperasi yang dibentuk oleh pemerintah termasuk dalam kategori ini.

4. Aset Alam. Tanah untuk kebun, ikan dan kerang, air, sinar matahari, pohon dan semua hasilnya seperti kayu, buah dan kulit kayu, bambu, material bangunan yang bisa digunakan kembali, material untuk menenun, material dari semak, sayuran, dan sebagainya.

5. Aset Fisik. Alat untuk bertani, menangkap ikan, alat transportasi

5. Aset Fisik. Alat untuk bertani, menangkap ikan, alat transportasi

Dalam dokumen PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) (Halaman 18-0)

Dokumen terkait