PEDOMAN KULIAH
KERJA NYATA (KKN)
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN
Institut Pesantren KH. Abdul Chalim
Mojokerto
SURAT KEPUTUSAN REKTOR Nomor: 89 Tahun 2019
Tentang:
BUKU PEDOMAN PENELITIAN DAN PKM INSTITUT PESANTREN KH ABDUL CHALIM
MOJOKERTO
DENGAN RAHMAT ALLAH SWT
REKTOR INSTITUT PESANTREN KH ABDUL CHALIM MOJOKERTO Menimbang: 1. Bahwa untuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) IKHAC
Mojokerto maka diperlukan Buku Pedoman Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2. Bahwa hasil rapat pengurus LPPM IKHAC tentang Penyusunan Buku
Pedoman Kuliah Kerja Nyata (KKN) IKHAC Mojokerto
3. Bahwa oleh karena itu dalam pelaksanaannya dipandang perlu untuk diterbitkan Keputusan Rektor IKHAC Mojokerto
Mengingat: 1. Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 pasal 1 tentang Thridarma Perguruan Tinggi
2. Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
3. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4586)
4. Peraturan pemerintah Nomor 60 tahun 1999 tentang pendidikan tinggi 5. Statuta Institut Pesantren KH Abdul Chalim 2015.
6. Pedoman Akademik 2015 Nomor 20 Tahun 2015.
7. Pedoman Penelitian dan PkM LPPM IKHAC tahun 2019 MEMUTUSKAN
Menetapkan:
Pertama : Mengesahkan Buku Pedoman Kuliah Kerja Nyata (KKN) IKHAC Mojokerto sebagaimana terlampir dalam surat keputusan ini
Kedua : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kesalahan atau kekeliruan dalam penetapan ni akan diadakan perubahan dan pembetulan sebagaimana mestinya,
Ditetapkan di : Mojokerto Pada Tanggal : 04 Juli 2019 Rektor
Mauhiburrokhman, Lc., M.IRKH.
TIM PENYUSUN
Penanggung Jawab : Mauhiburrohman, Lc., M.IRKH.
Pembimbing : Muslihun, Lc., M.Fil.I Ketua : Bahrudin Zamawi, M.Ag.
Anggota : 1. Idriz, M.Th.I
2. Imam Safi’i, M.Kom.I 3. Andika Aprilianto, 4. Mohamad Toha, M.E.
Editor : Fatkhiyatus Su’adah, S.Hum., M.Ag.
KATA PENGANTAR KETUA LPPM Bismi Alla>h al-Rah}ma>an al-Rah}i>m
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai salah satu implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan kegiatan akademik yang mempunyai kaitan dengan masyarakat dan mempunyai nilai strategis.
Karena pengabdian kepada masyarakat mempunyai implikasi langsung baik untuk kepentingan akademik maupun pembinaan masyarakat, yang dilakukan oleh Mahasiswa, Dosen, dan Karyawan yang merupakan komponen civitas akademika Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto.
Alhamdulillah, sekalipun dalam bentuk yang sederhana, buku pedoman/pegangan Kuliah Kerja Nyata dengan pendekatan Asset Based Community-driven Development (ABCD) dengan Tema ”Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat melalui Pendampingan dalam Rangka Mewujudkan Masyarakat yang Transformatif, Kritis, Sehat, Agamis, Berkeadilan, Mandiri, dan Demokrati” ini dapat diterbitkan. Dalam pedoman ini memuat berbagai hal yang dapat dipergunakan oleh mahasiswa peserta KKN-ABCD IKHAC dan peraturan- peraturan yang berkaitan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata tersebut.
Disamping itu pedoman ini juga memuat keputusan Ketua LPPM IKHAC tentang petunjuk pelaksanaan KKN-ABCD IKHAC dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata tersebut.
Semoga pedoman ini akan memberikan banyak manfaat untuk pelaksanaan KKN-ABCD IKHAC, sebagai realisasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang sedang membangun di Kabupaten Mojokerto tercinta ini.
Amin.
Mojokerto, 04 Juli 2019 Ketua LPPM-IKHAC
Muslihun, Lc. M.Fil.I
KATA PENGANTAR REKTOR
Syukur alhamdulillah kepada Alah swt atas lindungan dan rahmat-Nya karena Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto kembali mampu menambah koleksi pedoman Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan pendekatan baru, yakni Asset Based Community-driven Development (ABCD). Pendekatan ini diharapkan bisa memperkaya khazanah pendekatan dan metode dalam praktik KKN yang dikembangkan kampus IKHAC Mojokerto. Semoga pencapaian ini bisa menjadi langkah baik untuk menuju kampus IKHAC Mojokerto yang semakin dekat dan berbaur dengan masyarakat sebagai community-engaged institute. Lebih lanjut semangat integrasi tri-dharma di dalam kegiatan KKN sebagaimana dalam buku panduan ini merupakan amanat Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
Buku Pedoman KKN dengan model integrative dan pendekatan ABCD ini disusun secara kolaboratif dan Bersama oleh beberapa dosen yang sebagian besar telah mendapat kesempatan belajar (capacity building) dengan tema ABCD di Banyubenning, Banyuwangi yang dilaksanakan oleh Forum Komunikasi Dosen Peneliti (FKDP) bekerjasama dengan Institut Darussalam (IAIDA) Banyuwangi.
Pendekatan ABCD yang dijabarkan dalam buku pedoman ini diharapkan akan memperkuat makna KKN dalam mengantarkan masyarakat sebagai subyek aktif dan kreatif dalam mengembangkan diri mereka menuju kehidupan sejahtera yang diidamkan. Dengan demikian kehadiran buku pedoman ini seyogyanya diapresiasi sekaligus diharapkan dapat mendiring insan-insan IKHAC Mojokerto untuk terus mengembangkan pendekatan dalam melakukan community engagement.
Ucapan terima kasih sebesarnya-besarnya saya ucapkan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IKHAC dan Tim yang telah menyusun buku pedoman ini serta semua pihak yang sdah berkenan mengorbankan waktu, perhatian, dan tenaganya untuk kemajuan IKHAC Mojokerto secara umum, dan pengembangan Program KKN di Kampus ini secara khusus.
Mojokerto, 04 Juli 2019 Rektor
Mauhiburrahman, Lc., M.IRKH.
DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Surat Keputusan ... ii
Tim Penyusun ... iii
Kata Pengantar Ketua LPPM ... iv
Kata Pengantar Rektor ... v
Daftar Isi... vi
Daftar Tabel ... viii
Daftar Gambar ... ix
Daftar Lampiran ... x
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Kuliah Kerja Nyata ... 1
B. Dasar Hukum Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ... 2
C. Visi Kuliah Kerja Nyata ... 2
D. Misi Kuliah Kerja Nyata ... 2
E. Tujuan Kuliah Kerja Nyata ... 3
F. Prinsip Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ... 4
G. Manfaat Kuliah Kerja Nyata ... 6
H. Status Kuliah Kerja Nyata ... 7
I. Bentuk Kuliah Kerja Nyata ... 8
J. Kepanitiaan Kuliah Kerja Nyata ... 9
BAB II MEKANISME PELAKSANAAN ... 10
A. Tahap Persiapan Kuliah Kerja Nyata ... 10
B. Tahap Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ... 13
C. Tahap Pelaporan dan Presentasi Hasil Kuliah Kerja Nyata ... 15
D. Penilaian dan Evaluasi Kuliah Kerja Nyata ... 15
BAB III PRINSIP Asset Based Community-driven Development ... 17
A. ABCD (Asset Based Community-driven Development)sebagai Metode KKN ... 17
B. Metode-metode (Tools) dalam ABCD (Asset Based Community-driven
Development) ... 17
C. Tahap Penerapan Metode ABCD dalam KKN ... 34
BAB IV TATA TERTIB ... 37
A. Kewajiban Peserta Kuliah Kerja Nyata... 37
B. Hak Peserta Kuliah Kerja Nyata ... 37
C. Larangan Peserta Kuliah Kerja Nyata ... 38
D. Sanksi ... 38
E. Koordinator Kelompok Kuliah Kerja Nyata ... 38
F. Tugas, Wewenang, dan Tanggung Jawab Panitia Kuliah Kerja Nyata.... 39
G. Hak dan Kewajiban Dosen Pembimbing Lapangan... 39
BAB V PENUTUP ... 40
LAMPIRAN ... 41 BIBLIOGRAFI ...
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1: Aspek Penilaian Program KKN IKHAC Mojokerto ... 16
Tabel 2.2: Standar Penilaian Program KKN IKHAC Mojokerto ... 16
Tabel 3.1: contoh hasil penelusuran wilayah (transect) ... 25
Tabel 3.2: Form Isian Institusi Masyarakat ... 26
Tabel 3.3: Pemetaan Aset Individu ... 27
Tabel 3.4: Contoh Jadwal Pelaksanaan Program Kerja Kelompok ... 36
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1: Susunan Panitia Pelaksana Program KKN IKHAC Mojokerto ... 9
Gambar 3.1: Siklus dan tahapan pengelolaan perubahan berdasarkan 4-D ... 18
Gambar 3.2: Community Mapping ... 21
Gambar 3.3: Peta Konsep Asosiasi ... 26
Gambar 3.4: Ilustrasi Sirkulasi Keuangan (Leaky Bucket) ... 28
Gambar 3.5: Ilustrasi mengambil buah yang terendah / termudah ... 32
Gambar 3.6: Ilustrasi alur pelaksanaan metode ABCD ... 34
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1: Format Cover Laporan KKN ... 41
Lampiran 2: Sistematika Penulisan dan Isi Laporan Program KKN ... 42
Lampiran 3: Sistematika dan Isi Penulisan Artikel PKM ... 49
Lampiran 4: Lembar Pengesahan Laporan Program KKN ... 50
Lampiran 5: Format Absensi Harian Peserta KKN ... 51
Lampiran 6: Format Buku Tamu... 54
Lampiran 7: Format Surat Izin Meninggalkan Lokasi KKN ... 55
Lampiran 8: Format Surat Pernyataan Mengikuti KKN bagi yang Hamil ... 56
Lampiran 9: Format Surat Keterangan telak melaksanakan KKN... 57
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kuliah Kerja Nyata
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdisipliner, institusional, dan kemitraan sebagai salah satu wujud dari tridharma perguruan tinggi. KKN dilaksanakan dengan langsung terjun ke masyarakat. Masyarakat sasaran KKN dapat berupa masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan, sekolah, masyarakat industri, atau kelompok masyarakat lain yang dipandang layak menjadi sasaran KKN.
KKN termasuk dalam proses pembelajaran mahasiswa melalui berbagai kegiatan langsung di tengah-tengah masyarakat dan mahasiswa berupaya untuk menjadi bagian dari masyarakat serta secara aktif dan kreatif terlibat dalam dinamika yang terjadi di masyarakat. Keterlibatan mahasiswa bukan saja sebagai kesempatan mahasiswa belajar dari masyarakat, namun juga memberi pengaruh positif dan aktif terhadap pengembangan masyarakat, sehingga memberi warna baru dalam pembangunan masyarakat secara positif.
KKN merupakan mata kuliah wajib, yang tercantum dalam kurikulum Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto, dan harus ditempuh oleh semua mahasiswa program strata 1 (S1). Mata kuliah KKN disiapkan dalam rangka mengembangkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman riil di masyarakat. Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mendapatkan kemampuan generatif yang berupa life skills seperti kemampuan berpikir dan bernalar secara analitik, berdasarkan sumber empirik dan realistik, agar dapat merancang dan melaksanakan program, membantu mengatasi permasalahan yang ada, bekerja sama dengan orang lain, mengatur diri sendiri, dan melatih keterampilan dalam bekerja. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan wawasan, pengalaman, dan keterampilan dalam bermasyarakat, sebagai nilai tambah selama menempuh kuliah di IKHAC Mojokerto.
Pada prinsipnya KKN merupakan salah satu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan perguruan tinggi sebagai upaya menerapkan ilmu yang diperoleh. Aplikasi hasil-hasil penelitian di bidang Ipteks untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Pelaksanaan KKN merupakan kegiatan akademik perguruan tinggi yang dimanifestasikan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada
Masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan program KKN juga harus dilaksanakan secara ilmiah, sinergis dan profesional.
KKN sebagai salah satu wahana PKM, pelaksanaannya terlebih dahulu harus dilakukan kajian secara cermat sebelum menentukan berbagai program yang akan dilaksanakan. Semua kegiatan yang dilakukan harus berdasarkan hasil observasi riil di lapangan dan kajian analitis kritis, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan sosial. Sebagai sebuah program PKM, KKN lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap potensi dan tantangan yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka, baik secara individu maupun kelompok
B. Dasar Hukum Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata
Landasan pelaksanaan KKN IKHAC Mojokerto adalah sebagai berikut:
1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi 2. Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional
Pendidikan Tinggi
3. Peraturan Menteri Agama Nomor 55 Tahun 2014 tentang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat pada Perguruan Tinggi Keagamaan
C. Visi Kuliah Kerja Nyata
Visi KKN IKHAC Mojokerto adalah Pembelajaran mahasiswa terhadap pengembangan dan pemberdayaan potensi masyarakat guna meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan dan pemberdayaan dalam hal ini dipandang sebagai proses pendidikan, pembelajaran, bimbingan, dan pendampingan kepada masyarakat untuk mengelola potensi yang dimiliki, mengurai masalah dan persoalan yang muncul, serta menemukan ide-ide baru dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam aspek ekonomi.
D. Misi Kuliah Kerja Nyata
Dengan visi KKN yang berupa pemberdayaan masyarakat, misi pengembangan haruslah dilaksanakan melalui upaya-upaya penyadaran, pemahaman, pendidikan, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat, Sehingga Misi program KKN IKHAC Mojokerto adalah sebagai berikut:
1. Menyediakan wahana bagi mahasiswa mengembangkan dan mempraktekkan kompetensinya di tengah masyarakat
2. Mendorong pengembangan kemandirian masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul dengan bekal dan keahlian mereka sendiri
3. Memberikan bantuan pikiran, tenaga, dan teknik melalui cara pemberdayaan.
E. Tujuan Kuliah Kerja Nyata
Program KKN dilaksanakan selama satu bulan sebagai wujud pengabdian diri mahasiswa kepada masyarakat. Program ini merupakan proses pengaplikasian ilmu yang telah diperoleh mahasiswa, baik itu melalui kegiatan akademik, maupun kegiatan ekstra dalam hal ini keorganisasian. Mahasiswa KKN sumber inovator dan motivator dalam mempercepat kemajuan kelurahan, desa, ataupun kecamatan. Ilmu dan dengan teknik manajemen yang baik, mahasiswa dapat menggerakkan masyarakat untuk bersama membangun kelurahan atau desanya.
KKN juga merupakan wujud kerjasama antara perguruan tinggi dalam hal ini IKHAC Mojokerto dengan pemerintah daerah setempat. Tujuan KKN secara umum yang berkaitan dengan tiga hal pokok kepentingan yaitu mahasiswa, masyarakat, dan lembaga.
1. Kepentingan Mahasiswa
Sesuai dengan pandangan Kerangka Kurikulum Nasional Indonesia (KKNI) tujuan KKN adalah memberikan kompetensi- kompetensi tertentu kepada mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan.
Secara lebih konkret kompetensi minimal yang perlu diberikan dan diperoleh mahasiswa sebagai berikut:
a. Melatih kemampuan mahasiswa menerapkan teori dan informasi ilmu pengetahuan yang telah diperoleh kepada masyarakat
b. Mengembangkan pemikiran dan wawasan mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah yang berkembang di masyarakat secara interdisipliner dan lintas sektoral
c. Menumbuhkan dan mematangkan jiwa pengabdian kepada masyarakat dan bertanggung jawab terhadap proses pembangunan dan masa depan bangsa, negara dan agama
d. Memberikan pengalaman belajar, mengembangkan kompetensi berkomunikasi, dan berhubungan langsung dengan masyarakat e. Mengembangkan kompetensi memberdayakan masyarakat
melalui pemilihan program-program yang dilaksanakan demi
peningkatan kualitas hidupnya berdasarkan temuan kebutuhan di masyarakat
f. Mengembangkan kompetensi merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi tingkat keberhasilan program yang dilaksanakan g. Memberikan kemampuan membuat laporan program kegiatan
KKN yang dilakukan secara komprehensif sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja secara ilmiah
2. Kepentingan Masyarakat
Adapun tujuan program kuliah kerja nyata ini berkaitan dengan kepentingan masyarakat yaitu:
a. Memberdayakan masyarakat untuk mengelola potensi yang ada dan dimiliki guna meningkatkan kualitas kehidupan
b. Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi untuk memanfaatkan secara optimal sumber daya yang dimiliki sehingga mampu melaksanakan pembangunan secara mandiri dan berkelanjutan
c. Memperoleh alternatif wawasan, cara berpikir, ilmu, dan teknologi dalam rangka pengembangan masyarakat
3. Kepentingan Lembaga
Sedangkan tujuan program KKN ini berkaitan dengan kepentingan lembaga adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat sehingga perguruan tinggi dapat lebih berperan serta dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pegabdiannya. Hal ini merupakan layanan bagi kebutuhan nyata masyarakat
b. Memperoleh masukan secara riil terhadap fenomena yang terjadi pada masyarakat sebagai bahan pertimbangan atau dasar dalam mengembangkan lembaga pada masa yang akan datang, sertas ebagai evaluasi keberhasilan dan kecocokan program yang selama ini telah dilakukan oleh lembaga.
F. Prinsip Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata
KKN yang dilaksanakan harus memenuhi empat prinsip, yaitu dapatdilaksanakan (feasible), dapat diterima (acceptable), berkesinambungan (sustainable), dan partisipatif (participative).
1. Dapat Dilaksanakan (Feasible)
Program yang feasible adalah program KKN yang harus disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa dan atau masyarakat sasaran. Feasible juga diartikan sebagai program yang dapat dilakukan dengan mahasiswa sebagai perantara. Program yang benar-benar tidak feasible akan memberatkan mahasiswa atau masyarakat
2. Dapat Diterima (Acceptable)
Kegiatan yang dikembangkan dalam KKN harus dapat diterima oleh masyarakat sasaran. Masyarakat harus dapat menerima dengan senang hati setiap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN.
Penerimaan masyarakat bukan saja karena kebutuhannya, tetapi juga pertimbangan kecocokan sosial (social acceptability) dan norma-norma yang berlaku di masyarakat tersebut. Mahasiswa harus menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat dan penentuan program yang akan dilaksanakan harus dikomunikasikan atau persetujuan kepada masyarakat. Masyarakat bisa saja meminta pelaksanaan program-program tertentu yang memang diperlukan selama mahasiswa mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya 3. Berkelanjutan (Sustainable)
Program KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa harus memenuhi prinsip berkelanjutan. Artinya, suatu program bukan program bersifat terminal yang berjalan sewaktu ada mahasiswa KKN, tetapi program yang bersifat developmental yang akan terus berlanjut meskipun masa kegiatan mahasiswa melaksanakan KKN telah selesai.
Program yang disusun juga harus menyesuaikan dengan program yang telah ada ataupun yang akan datang. Program jangka panjang juga dapat dikembangkan dengan cara program tersebut dilakukan oleh beberapa angkatan mahasiswa KKN dalam satu wilayah yang sama. Keberlanjutan dapat juga dilakukan dengan membentuk kader setempat yang kelak dapat menggantikan peran mahasiswa KKN, bila KKN telah selesai
4. Partisipatif (Participative)
Kegiatan KKN pada prinsipnya bukan kegiatan mahasiswa semata, tetapi kegiatan KKN merupakan kegiatan sinergis yang
menggabungkan potensi sumberdaya lokal dengan mahasiswa.
Kegiatan KKN harus dilaksanakan dengan prinsip dan atau pendekatan resiprokal. Artinya, masyarakat aktif melakukan kegiatan di lingkungan sosialnya dan perguruan tinggi aktif membantu masyarakat dalam melakukan kegiatan mereka
G. Manfaat Kuliah Kerja Nyata
KKN melibatkan tiga kelompok partisipan, yaitu mahasiswa,masyarakat bersama pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Dengan adanya KKN tiap- tiap pihak diharapkan memperoleh manfaat sebaga iberikut:
1. Manfaat bagi Mahasiswa
a. Memperdalam pengertian tentang cara berpikir dan bekerja secara interdisipiliner sehingga dapat menghayati adanya keterkaitan ilmu untuk mengatasi masalah-masalah di masyarakat serta memahami perlunya kerjasama antarsektor
b. Memperdalam pengertian dan penghayatan tentang kemanfaatan ilmu, teknologi, dan seni yang dipelajarinya bagi manusia atau masyarakat
c. Memperdalam penghayatan dan pengertian terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dan berbagai alternatif pemecahannya dalam melaksanakan pembangunan.
d. Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadap seluk- beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan masyarakat
e. Mendewasakan cara berpikir serta meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan pemecahan masalah secara ilmiah-pragmatis.
f. Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasarkan ilmu, teknologi, dan seni secara interdisipliner serta lintas sektoral
g. Melatih mahasiswa sebagai motivator, dinamisator, dan problemsolver
2. Manfaat bagi Masyarakat Sasaran dan Pemerintah Daerah
a. Memperoleh penyadaran dan pemberdayaan potensi yang dimiliki untuk peningkatan kualitas kehidupan.
b. Memperoleh pengalaman dalam menggali dan menumbuhkan potensi swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
c. Memperoleh bantuan pemikiran tenaga, ilmu, teknologi, dan seni dalam merencanakan serta melaksanakan pembangunan.
d. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan sehingga keberlanjutan pembangunan lebih terjamin.
e. Memperoleh manfaat dari bantuan tenaga dan pikiran mahasiswa dalam melaksanakan program dan proyek pembangunan yang berada di lokasi KKN
3. Manfaat bagi Perguruan Tinggi
a. Memperoleh umpan balik sebagai pengintegrasian mahasiswa dengan proses pembangunan di tengah-tengah masyarakat sehingga kurikulum, materi perkuliahan, dan pengembangan ilmu yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
b. Memperoleh berbagai sumber belajar serta menemukan berbagai masalah untuk pengembangan penelitian
c. Memperoleh masukan untuk menelaah keadaan nyata dan mendiagnosis secara tepat kebutuhan masyarakat sehingga ilmu, teknologi, dan seni yang akan diabdikan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.
d. Meningkatkan, memperluas, dan mempererat kerja sama dengan instansi dan departemen lain melalui rintisan kerjasama mahasiswa yang melaksanakan KKN
H. Status Kuliah Kerja Nyata
Sesuai dengan kurikulum IKHAC Mojokerto, program KKN dilaksanakan dengan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:
1. KKN menjadi bagian integral dari kurikulum IKHAC Mojokerto dan wajib diikuti oleh semua mahasiswa program S1.
2. KKN dilaksanakan melalui kegiatan terstruktur dengan tahap-tahap kegiatan persiapan, pembekalan, observasi, penyusunan program, pelaksanaan program di lapangan, evaluasi, pelaporan hasil, dan tindak lanjut.
3. KKN merupakan keterpaduan antara kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat interdisipliner, lintas sektoral, serta bantuan penanganan masalah masyarakat secara pragmatis dan aplikatif.
4. KKN meliputi kegiatan di kampus dan di lapangan diberi bobot akademik sebesar empat (4) sks dan wajib lulus
I. Bentuk Kuliah Kerja Nyata
IKHAC Mojokerto merupakan lembaga pendidikan tinggi yang menyiapkan tenaga kependidikan dan non-kependidikan. Oleh karena itu, sasaran KKN meliputi tiga macam masyarakat sasaran, yaitu (1) masyarakat pedesaan dan atau perkotaan, (2) sekolah, dan (3) industri (industri kecil) atau kelompok usaha.
Program KKN yang dilaksanakan IKHAC Mojokerto bersifat Reguler, dalam artian bahwa program KKN dilaksanakan oleh IKHAC Mojokerto dengan menempatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu (program studi) (interdisipliner) di lokasi atau desa dalam jangka waktu tertentu (satu bulan).
Penentuan lokasi dan pengurusan izin dilakukan oleh LPPM. Pelaksanaan kegiatan KKN selama 30 hari yang setara dengan 4 sks, dan Pengurusan mahasiswa di lokasi KKN dilakukan oleh LPPM.
Program KKN IKHAC Mojokerto fokus pada Pemberdayaan Masyarakat yang merupakan suatu bentuk kegiatan yang memadukan tri dharma perguruan tinggi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam suatu kegiatan. Sebagai kegiatan pendidikan dan pengajaran, program KKN IKHAC Mojokerto merupakan kegiatan integral dari kurikulum pendidikan strata 1 (S1).
Hal ini berarti KKN IKHAC Mojokerto merupakan program yang tidak berdiri sendiri dan tidak terpisahkan dari tujuan dan isi pendidikan lainnya, fungsi program KKN IKHAC Mojokerto sebagai pengikat dan perangkum semua isi kurikulum dan dapat menambah atau pelengkap kurikulum, merupakan pengalaman belajar yang menghubungkan konsep-konsep akademis berdasarkan realita kehidupan masyarakat.
Adapun ruang lingkup KKN IKHAC Mojokerto sebagai berikut:
1. Pendidikan
a. Pengingkatan kesadaran akan pentingnya pendidikan b. Penguatan Lembaga Pendidikan
c. Membantu memecahkan masalah anak yang tidak sekolah / melanjutkan pendidikan (wajar diknas)
d. Program keaksaraan fungsional (pemberantasan buta aksara) e. Pendidikan luar sekolah (PLS)
2. Kesehatan a. KB
b. Kesehatan ibu dan anak c. Gizi keluarga
d. Posyandu
e. Kesehatan Lingkungan
3. Wirausaha/ekonomi
a. Mendorong peningkatan ekonomi masyarakat b. Ekonomi berbasis keunggulan lokal
c. Ekonomi kreatif 4. Lingkungan Hidup
a. Pemanfaatan halaman untuk dijadikan taman gizi dan taman buah b. Penciptaan lingkungan yang sehat dan bersih
c. Kehidupan bertetangga d. Mitigasi bencana 5. Keagamaan dan Budaya
a. Mendorong IMTAK dan budi pekerti
b. Menciptakan keluarga sesuai dengan nilai-nilai budaya loKal c. Mengembangkan kearifan budaya lokal sebagai Social capital J. Kepanitiaan Kuliah Kerja Nyata
Program KKN IKHAC Mojokerto dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana yang ditunjuk secara langsung dan disahkan melalui Surat Keputusan oleh LPPM.
Adapun susunan kepanitian Program KKN IKHAC Mojokerto adalah:
1. Penanggung Jawab 2. Pembina
3. Ketua 4. Sekretaris 5. Bendahara 6. Humas
Penanggung Jawab Rektor Wakil Rektor
Pembina LPPM
Ketua
Sekretaris Humas
Bendahara
Gambar 1.1: Susunan Panitia Pelaksana Program KKN IKHAC Mojokerto
BAB II
MEKANISME PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA
A. Tahap Persiapan Kuliah Kerja Nyata
Tahap persiapan KKN merupakan pembekalan kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Peserta KKN terkait informasi dan pendaftaran KKN, pengenalan program kerja, metode yang digunakan, dan sistematika pelaporan hasil KKN. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Persyaratan
Persyaratan sebagai calon peserta KKN IKHAC Mojokerto sebagai berikut:
a. Mahasiswa program strata satu (S1) dan tidak kehilangan hak sebagai mahasiswa IKHAC Mojokerto pada saat KKN diselenggarakan
b. Telah menyelesaikan mata kuliah sampai semester 6
c. Mahasiswa tidak diperkenankan mengambil kuliah lain ketika KKN
d. Sehat jasmani dan rohani
2. Pendaftaran
Peserta KKN wajib mendaftarkan diri di Panitia Pelaksana KKN IKHAC Mojokerto. Waktu pendaftaran diatur dan diinformasikan oleh Panitia Pelaksana melalui surat edaran dan sosialisasi. Pada saat pendaftaran mahasiswa mengisi formulir dan menyerahkan beberapa kelengkapan sebagai berikut:
a. Formulir biodata yang telah diisi lengkap dan benar serta dibubuhi tanda tangan (bikin formulir pendaftaran)
b. Pas foto warna (background merah) ukuran 3x4 cm sebanyak 1 lembar
c. Bukti pembayaran KKN
d. Persyaratan lain yang ditentukan Panitia Pelaksana KKN.
3. Pengelompokan dan Penempatan
Beberapa ketentuan pengelompokan dan penempatan peserta KKN adalah sebagai berikut:
a. Lokasi untuk kegiatan KKN ditentukan oleh LPPM berdasarkan beberapa pertimbangan, kelayakan, kontinuitas program, dan lain-lain
b. Mahasiswa peserta KKN dibagi menjadi beberapa kelompok c. Jumlah anggota setiap kelompok ditentukan berdasarkan
pertimbangan kompleksitas permasalahan di lokasi.
d. Penentuan kelompok mempertimbangkan proporsi variasi program studi dan jenis kelamin
e. Pengelompokkan mahasiswa dan penempatan kelompok pada lokasi diatur oleh Panitia Pelaksana Program KKN IKHAC Mojokerto di bawah pengawasan LPPM.
4. Perizinan Lokasi
Perizinan Desa Sasaran program KKN IKHAC Mojokerto dilakukan oleh Panitia Pelaksana KKN IKHAC Mojokerto di bawah koordinasi LPPM dan Rektor.
5. Pembekalan
Penyelenggaraan pembekalan KKN merupakan upaya mempersiapkan mahasiswa agar dapat melaksanakan KKN secara efektif dan efisien. Melalui pembekalan diharapkan terjadi perubahan sikap, mental, pengetahuan, dan keterampilan sesuaidengan kebutuhan selama melaksanakan KKN. Untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang terkait dengan kegiatan KKN terutama untuk meningkatkan soft skill mahasiswa, seperti komunikasi, kerja sama (team work), kepemimpinan, dan problem solver, atau hal-hal yang akan dibutuhkan selama melaksanakan KKN. Tujuan secara terinci yang hendak dicapai melalui pembekalan KKN agar mahasiswa mempunyai kualifikasi sebagai berikut:
a. Memahami dan menghayati visi dan misi KKN
b. Memahami tata tertib pelaksanaan KKN yang berkaitan dengan hak, kewajiban, larangan, dan sanksi bagi peserta KKN
c. Memiliki informasi tentang situasi, kondisi, potensi, dan permasalahan lokasi yang akan menjadi daerah kerjanya
d. Memiliki bekal pengetahuan tentang tata krama kehidupan di lapangan
e. Memiliki bekal stimulasi pengetahuan dan keterampilan praktis agar dapat melaksanakan program dan tugas-tugasnya di lapangan dengan baik
f. Memiliki pengetahuan untuk dapat bersikap dan bekerja dalam kelompok secara interdisipliner dan lintas sektoral dalam rangka penyelesaian tugas di lapangan
g. Memiliki kemampuan menggunakan waktu secara efisien di lapangan
h. Memiliki bekal pengetahuan, sikap, dan keterampilan agar dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat sasaran
Rangkaian kegiatan pembekalan meliputi hal-hal sebagai berikut: (1) Pembekalan Metode KKN (ABCD), (2) Penyajian materi Pembekalan, dan (3) Penyusunan rancangan program kerja tentatif
a. Pembekalan Metode KKN (ABCD)
Dalam rangka pembekalan, DPL dan peserta KKN diberi pembekalan dan gambaran umum tentang salah satu metode Pengabdian Kepada Masyarakat yang digunakan oleh IKHAC Mojokerto dalam Program KKN. Metode tersebut adalah Asset Based Community-driven Development atau yang akrab dikenal dengan ABCD. Pembekalan metode ABCD dilakukan oleh LPPM dan atau Ketua Pelaksana Program KKN IKHAC Mjokerto.
b. Penyajian Materi Pembekalan
Penyajian materi pembekalan yang sifatnya umum yang relevan dengan program KKN, berasal dari dalam Ketua LPPM IKHAC Mojokerto dan atau Ketua Pelaksana Program KKN.
Sedangkan penyaji materi teknis secara khusus dibawakan oleh tiap-tiap DPL yang telah di-SK-an oleh LPPM IKHAC Mojokerto dan telah melakukan observasi lapangan. Materi pembekalan meliputi hal-hal sebagai berikut:
1) Kondisi daerah atau potensi masyarakat sasaran 2) Pemondokan
3) Biaya hidup 4) Tata tertib
5) Persiapan pemberangkatan (perlengkapan yang dibutuhkan) 6) Teknis pemberangkatan dan penarikan
7) Penyusunan Rancangan Program Kerja Tentatif 8) Teknik penyusunan laporan individu dan kelompok
9) Pemilihan koordinator, sekretaris, bendahara tingkat dusun dan atau desa.
c. Penyusunan Rancangan Program Kerja Tentatif
Penyusunan rancangan Program Kerja Tentatif KKN harus merujuk pada hasil observasi yang telah dilakukan DPL dan kemampuan mahasiswa dilihat dari segi keterampilan yang dimiliki disusun dalam bentuk matriks rancangan program kerja tentatif. Rancangan program kerja tentatif berupa Program Kerja Kelompok.
Program Kerja Kelompok adalah program yang direncanakan, dilaksanakan, dan dipertanggungjawabkan oleh seluruh anggota kelompok meskipun pada teknis pelaksanaannya program ini dapat dikerjakan oleh minimal lebih setengah jumlah anggota kelompok.
Pada prinsipnya semua program kerja harus disetujui oleh DPL dan penanggung jawab lokasi kelompok sasaran. Program kerja harus sudah selesai dalam satu minggu setelah diberangkatkan. Setelah selesai pengisian matriks, kemudian dimintakan pengesahannya kepada penanggung jawab lokasi (Kepala Dusun, Kepala Desa/Lurah, Kepala Sekolah, Pimpinan Instansi/Industri) dan DPL.
B. Tahap Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata
Tahap Pelaksanaan KKN adalah proses berjalannya Program KKN yang dilaksanakan oleh peserta di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mulai dari pelepasan hingga penarikan. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Pelepasan Peserta
Pelepasan peserta KKN ditandai dengan upacara yang diikuti seluruh peserta KKN dan DPL. Pelepasan peserta KKN secara simbolis dilakukan oleh pejabat terkait (Pimpinan IKHAC Mojokerto dan Ketua LPPM).
Pelepasan mahasiswa menuju lokasi dengan didampingi oleh DPL masing-masing. Untuk mengawali kegiatan di lokasi, dilakukan upacara serah terima mahasiswa KKN dari DPL kepada penanggung jawab lokasi, sekaligus dilakukan pembekalan dan pengarahan oleh penanggung jawab lokasi setempat. Untuk keperluan ini, DPL perlu berkoordinasi dengan penanggung jawab lokasi yang bersangkutan.
2. Pembimbingan oleh DPL
Pembimbingan kepada mahasiswa peserta KKN dimaksudkan untuk memberikan pengarahan dalam pelaksanaan program dan membantu program kerja KKN yang telah disusun dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah digariskan. Selain itu, pembimbingan dapat membantu mahasiswa mengembangkan jati dirinya sehingga setelah pulang dari lokasi KKN mahasiswa mampu mengembangkan sikap profesionalisme dan tanggung jawab sosialnya
DPL dalam melaksanakan pembimbingan terhadap mahasiswa didampingi oleh penanggung jawab lokasi (Kepala Dusun, Lurah, Kepala Desa, Kepala Sekolah, Pimpinan Industri), tokoh masyarakat, dan tuan rumah yang ditempati. DPL berperan sebagai pembimbing, pengarah, penasihat, penyuluh, motivator, pengawas, penghubung, pemberi contoh, penguji, dan penilai. Prinsip pembimbingan yang dilakukan bersifat edukatif.
Teknik pembimbingan yang baik ialah tatap muka langsung dengan mahasiswa KKN di lokasi atau di kampus, baik secara individual maupun berkelompok. Frekuensi pembimbingan sesuai dengan kebutuhan. Pembimbingan KKN wajib dilakukan 4 (empat) kali dalam satu periode KKN (di luar observasi awal).
3. Monitoring oleh Tim
Tujuan monitoring kegiatan KKN adalah untuk mengetahui secara dini adanya kelemahan dan penyimpangan dalam pelaksanaan program KKN sehingga dapat dilakukan perbaikan secara cepat sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Pemantauan dilakukan secara berkala, baik dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, maupun tindak lanjut program KKN.
Pemantauan Program KKN IKHAC Mojokerto dilakukan oleh: (a) Rektor, Wakil Rektor, Dekan, dan Kaprodi, (b) LPPM IKHAC Mojokerto, (c) Panitia Program KKN terpilih.
4. Penarikan
Menjelang kegiatan KKN berakhir, penanggung jawab lokasi diberi tahu secara lisan dan tertulis (persuratan) bahwa mahasiswa peserta KKN akan ditarik kembali ke kampus. Kemudian pada saat yang telah ditentukan mahasiswa ditarik oleh DPL masing-masing dengan ditandai upacara pamitan dengan penanggung jawab lokasi.
Untuk keperluan ini beberapa hari sebelum penarikan, DPL perlu berkoordinasi dengan penanggung jawab lokasi untuk membicarakan teknik upacara penarikan/pamitan
C. Tahap Pelaporan dan Presentasi Hasil Kuliah Kerja Nyata
Mahasiswa wajib menyusun laporan kinerja pelaksanaan KKN dan dimintakan persetujuan DPL, Penanggung jawab lokasi tempat dilaksanakannya KKN, dan LPPM. Laporan kinerja pelaksanaan KKN diserahkan ke LPPM paling lambat 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak KKN berakhir.
Program kerja yang wajib dilaporkan meliputi Program Kerja Kelompok. DPL wajib membimbing dan mengawasi peserta KKN dalam membuat Laporan Program Kerja KKN.
Selanjutnya LPPM dan Panitia Pelaksana KKN menyelenggarakan seminar hasil kinerja pelaksanaan KKN sebagai forum evaluasi dan kemungkinan rencana tindak lanjut. Setiap kelompok dengan didampingi oleh DPL mempresentasikan hasil laporannya kepada LPPM.
D. Evaluasi dan Penilaian Kuliah Kerja Nyata
Setelah KKN selesai dilaksanakan LPPM dan Panitia Pelaksana KKN akan melaksanakan Rapat Evaluasi yang mencakup dua agenda, yaitu; pertama, tingkat keberhasilan KKN yang telah selesai dilaksanakan, kedua, tingkat kepentingan penerjunan KKN Lanjutan pada lokasi yang sama, dan ketiga, laporan pertanggung jawaban Program KKN IKHAC Mojokerto.
Rapat Evaluasi ini bersifat tertutup dan disampaikan kepada Pimpinan Lembaga (Rektor dan Wakil Rektor). LPPM dan Pimpinan Lembaga memberikan penilaian terhadap setiap mahasiswa peserta KKN.
Penilaian terhadap peserta KKN berfungsi untuk mengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan KKN. Penilaian diberikan berdasar tahapan pelaksanaan KKN mulai dari Persiapan, Pembekalan, Pelaksanaan KKN, dan Laporan Akhir. Penilai program KKN adalah DPL melalui monitoring secara langsung maupun tidak langsung. Peserta KKN yang berhak mendapat penilaian adalah yang kehadirannya minimal 85% selama satu periode Program KKN.
Aspek penilaian program KKN IKHAC Mojokerto mencakup beberapa standar, yakni:
No. Aspek Penilaian Bobot
1. Kegiatan persiapan dan pembekalan 10%
2. Kontribusi dalam program kerja kelompok 20%
3. Kerjasama dengan anggota kelompok 20%
4. Keberhasilan program kerja kelompok 30%
5.
Laporan Akhir:
- Kesesuaian dengan sistematika yang ditentukan - Kelengkapan isi laporan
- Ketepatan waktu menyerahkan laporan akhir - Movie
20%
Total 100%
Tabel 2.1: Aspek Penilaian Program KKN IKHAC Mojokerto
Penilaian dilakukan dengan menjumlahkan semua aspek kegiatan yang dinilai terlebih dahulu, kemudian disesuaikan dengan bobot masing-masing.
Bobot penilaian program KKN IKHAC Mojokerto adalah:
No. Interval Nilai Nilai/Simbol Keterangan
1. 91 – 100 A+ Lulus
2. 86 – 90 A Lulus
3. 81 – 85 A- Lulus
4. 76 – 80 B+ Lulus
5. 71 – 75 B Lulus
6. 66 – 70 B- Lulus
7. 61 – 65 C+ Tidak Lulus
8. 56 – 60 C Tidak Lulus
9. 51 – 55 C- Tidak Lulus
10. < 50 D Tidak Lulus
Tabel 2.2: Standar Penilaian Program KKN IKHAC Mojokerto
BAB III
PRINISIP KKN ABCD (ASSET BASED COMMUNITY-DRIVEN DEVELOPMENT)
A. ABCD (Asset Based Community-driven Development) sebagai Metode KKN
Pelaksanaan KKN IKHAC Mojokerto menggunakan strategi pendekatan dengan prinsip-prinsip dalam pengembangan masyarakat berbasis Asset Based Comunity-driven Development atau yang akrab disebut ABCD. Poin yang perlu digarisbawahi dalam paradigma dan prinsip yang dimiliki oleh pendekatan ABCD adalah, bahwa semuanya mengarah pada konteks pemahaman dan internalisasi aset, potensi, kekuatan, dan pendayagunaan secara mandiri dan maksimal.
Masing-masing prinsip mengisyaratkan penyadaran akan keberadaan kekuatan dan energi positif yang dimiliki oleh masyarakat yang harus didentifikasi, diketahui, dipahami, diinternalisasi, untuk kemudian dimobilisasi oleh masyarakat sendiri dalam kerangka menuju peningkatan kesejahteraan dan keberdayaan semua elemen komunitas-masyarakat.
Dalam pengabdian ini akan menggunakan kemitraan, dimana kemitraan merupakan hubungan yang dibangun antara beberapa individu atau grup yang disadari oleh kerjasama dan tanggung jawab yang sama dalam menggapai tujuan tertentu. Dalam prinsip ABCD, kemampuan masyarakat untuk menemukan dan mengenali aset kekuatan, dan potensi yang mereka miliki dipandang mampu menggerakkan dan memobilisasi mereka untuk melakukan perubahan sekaligus sebagai pelaku utama perubahan tersebut.
B. Metode-metode (Tools) dalam ABCD (Asset Based Community-driven Development)
Dalam pendekatan KKN ABCD (Asset-Based Community Development) terdapat tujuh metode dan alat menemukenali dan Memobilisasi Aset. Diantara ketujuh metode tersebut adalah:
1. Penemuan Apresiatif (Appreciative Inquiry) 2. Pemetaan Komunitas (Community Mapping) 3. Penelusuran Wilayah (Transect)
4. Pemetaan Asosiasi dan Institusi
5. Pemetaan Aset Individu (Individual Inventory Skill) 6. Sirkulasi Keuangan (Leaky Bucket)
7. Skala Prioritas (Low Hanging Fruit)
Berikut adalah definisi dan tahapan pelaksanaan tools dari ABCD:
1. Penemuan Apresiatif (Appreciative Inquiry)
Appreciative Inquiry adalah cara yang positif untuk melakukan perubahan organisasi berdasarkan asumsi yang sederhana yaitu bahwa setiap organisasi memiliki sesuatu yang dapat bekerja dengan baik, sesuatu yang menjadikan organisasi hidup, efektif dan berhasil, serta menghubungkan organisasi tersebut dengan komunitas dan stakeholder-nya dengan cara yang sehat. Appreciative Inquiry dimulai dengan mengidentifikasi hal-hal positif dan menghubungkannya dengan cara yang dapat memperkuat energi dan visi untuk melakukan perubahan untuk mewujudkan masa depan organisasi yang lebih baik.
Appreciative Inquiry mendorong anggota organisasi untuk fokus pada hal-hal positif yang terdapat dalam sebuah komunitas dan bekerja dengan baik dalam organisasi. Appreciative Inquiry tidak menganalisis akar masalah dan solusi tetapi lebih konsen pada bagaimana memperbanyak hal-hal positif dalam organisasi. Adapun proses Appreciative Inquiry terdiri dari empat tahap yaitu: a.
Discovery, b. Dream, c. Design, dan d. Destiny.
Gambar 3.1: Siklus dan tahapan pengelolaan perubahan berdasarkan 4-D
Tahap Discovery-nya dalah proses pencarian yang mendalam tentang hal-hal positif, hal-hal terbaik yang pernah dicapai, dan pengalaman-pengalaman keberhasilan di masa lalu. Proses ini dilakukan dengan wawancara appresiatif. Beberapa contoh pertanyaan apresiatif yang dilakukan pada tahap ini antara lain:
➢ Ceritakan pengalaman terbaik yang pernah ada?
Dream
“What might be?”
Envisioning results Destiny
“How to empower, learn and adjust/improvise?”
Discovery
“What is the best of what is?”
Design
“What should be the ideal?”
Affirmative topic choice
➢ Hal apa yang sangat bernilai dari diri Anda?
➢ Hal-hal apa yang menjadi sumber kehidupan Anda, yang tanpa hal tersebut Anda akan mati?
➢ Sebutkan 3 harapan yang Anda miliki untuk meningkatkan kekuatan dan efektifitas Anda?
Adapun tahapan yang kedua adalah Dream, berdasarkan informasi yang diperoleh dari tahap sebelumnya, orang kemudian mulai membayangkan masa depan yang diharapkan. Pada tahap ini, setiap orang mengeksplorasi harapan dan impian mereka baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk organisasi. Inilah saatnya orang- orang memikirkan hal-hal besar dan berpikir out of the box serta membayangkan hasil-hasil yang ingin dicapai.
Selanjutnya adalah Design. Pada tahap Design ini, orang mulai merumuskan strategi, proses dan sistem, membuat keputusan dan mengembangkan kolaborasi yang mendukung terwujudnya perubahan yang diharapkan. Pada tahap ini semua hal positif di masa lalu ditransformasi menjadi kekuatan untuk mewujudkan perubahan yang diharapkan (dream).
Tahap Destiny adalah tahap dimana setiap orang dalam organisasi mengimplementasikan berbagai hal yang sudah dirumuskan pada tahap Design. Tahap ini berlangsung ketika organisasi secara kontinyu menjalankan perubahan, memantau perkembangannya, dan mengembangkan dialog, pembelajaran dan inovasi-inovasi baru.
Ada 4 langkah teknis dalam wawancara Appreciative Inquiry, diantaranya adalah:
a. Amatilah dan kenali hal-hal positif yang ada disekitar masyarakat seperti lingkungan bersih, tanaman yang subur, kehidupan warga yang rukun dan saling gotong royong, kegiatan masjid yang rutin, banyaknya pemuda desa yang aktif berorganisasi, infrastrutur desa yang tertata rapi, sukses bercocok tanam dan mengelola sumber daya alam dan seterusnya
b. Buatlah pertanyaan yang mampu menyorori hal-hal positif yang telah kamu amati di masyarakat seperti: Apa yang membuat warga desa disini selalu rukun dan guyub? Apa peran anda agar masyarakat di desa ini menjadi rukun dan suka gotong royong?
Upayakan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh warga sekitar
c. Datangi warga masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama atau kunjungi pertemuan dan perkumpulan warga dan/atau tempat berkumpul warga, dan ajukan pertanyaan apresiatif yang telah kamu buat. Dengarkan dengan seksama dan tunjukkan respon positif dan ekspresi yang apresiatif kepada mereka. Melalui Al ini, diharapkan masyarakat menjadi tersadar akan kekuatan-kekuatan yang mereka miliki yang berkontribusi pada kesuksesan masa lalu.
Dan temukan kontribusi individu warga masyarakat yang berpengaruh pada kesuksesan tersebut
d. Ajaklah masyarakat untuk memimpikan masa depan mereka.
Fokuskan pada kekuatan-kekuatan yang sudah dikenali dan diungkapkan, lalu gunakanlah temuan kekuatan tersebut untuk menggerakkan mereka melakukan perubahan.
Selain 4 langkah teknis dalam wawancara Appreciative Inquiry di atas ada juga Kata kunci dalam Appreciative Inquiry yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:
• Komunitas sudah pernah mencapai sukses atau bahwa mereka sudah melakukan hal seperti ini sebelumnya
• Memiliki rasa bangga dan percaya terhadap upayamereka sendiri;
• Memiliki contoh bagaimana merekabisa melakukan sesuatu yang lebih baik atau bagaimana mereka mampu mengatasi kesulitan- kesulitan;
• Memiliki cerita sukses yang memberikan mereka contoh baik serta menjadi inspirasi di masa depan;
• Mulai mengidentifikasi beberapa kekuatan dan asetnya; serta, Melalui proses ini komunitas menemukan energi dan kepercayaan diri untuk bisa bergerak ke masa depan yang tidak diketahuinya dan bisa jadi melampaui apa yang mereka bayangkan 2. Pemetaan Komunitas (Community Mapping)
Community Mapping adalah Pendekatan atau cara untuk memperluas akses ke pengetahuan lokal. Community Mapping merupakan visualisasi pengetahuan dan persepsi berbasis masyarakat mendorong pertukaran informasi dan menyetarakan kesempatan bagi semua anggota masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses yang mempengaruhi lingkungan dan kehidupan mereka.
Gambar 3.2: Community Mapping
Proses pemetaan ini melibatkan beberapa pihak antara lain organisasi masyarakat, asosiasi warga, organisasi nirlaba, institusi sipil lokal, dan minoritas atau kelompok khusus. Tujuan dari pemetaan ini sesungguhnya adalah komunitas belajar memahami dan mengidentifikasi kekuatan yang sudah mereka miliki sebagai bagian dari kelompok. Apa yang bisa dilakukan dengan baik sekarang dan siapa di antara mereka yang memiliki keterampilan atau sumber daya.
Mereka ini kemudian dapat diundang untuk berbagi kekuatan demi kebaikan seluruh kelompok atau komunitas.
Selain itu dalam Mapping aset ini, ada beberapa aset yang dipetakan diantaranya adalah :
1. Aset personal atau manusia. Keterampilan, bakat, kemampuan, apa yang bisa anda lakukan dengan baik, apa yang bisa anda ajarkan pada orang lain. (Kemampuan Tangan, Kepala dan Hati).
2. Asosiasi atau aset social. Tiap organisasi yang diikuti oleh anggota kelompok, kelompok - kelompok remaja masjid seperti Kelompok Kaum Muda, Kelompok Ibu; kelompok - kelompok budaya seperti Kelompok Tari atau Nyanyi; Kelompok Kerja PBB atau Ornop lain dalam komunitas atau yang memberikan pelatihan bagi komunitas. Asosiasi mewakili modal sosial komunitas dan penting bagi komunitas untuk memahami kekayaan ini.
3. Institusi. Lembaga pemerintah atau pewakilannya yang memiliki hubungan dengan komunitas. Seperti komite sekolah, komite untuk pelayanan kesehatan, mengurus listrik, pelayanan air, atau untuk keperluan pertanian dan peternakan. Terkadang institusi - institusi ini terhubung dengan Aset Sosial tetapi keduanya
mewakili jenis aset komunitas yang berbeda. Komite Sekolah, Komite Posyandu dan koperasi yang dibentuk oleh pemerintah termasuk dalam kategori ini.
4. Aset Alam. Tanah untuk kebun, ikan dan kerang, air, sinar matahari, pohon dan semua hasilnya seperti kayu, buah dan kulit kayu, bambu, material bangunan yang bisa digunakan kembali, material untuk menenun, material dari semak, sayuran, dan sebagainya.
5. Aset Fisik. Alat untuk bertani, menangkap ikan, alat transportasi yang bisa dipinjam, rumah atau bangunan yang bisa digunakan untuk pertemuan, pelatihan atau kerja, pipa, ledeng, kendaraan.
6. Aset Keuangan. Mereka yang tahu bagaimana menabung, tahu bagaimana menanam dan menjual sayur di pasar, yang tahu bagaimana menghasilkan uang. Produk - produk yang bisa dijual, menjalankan usaha kecil, termasuk berkelompok untuk bekerja menghasilkan uang. Memperbaiki cara penjualan sehingga bisa menambah penghasilan dan menggunakannya dengan lebih bijak.
Kemampuan pembukuan untuk rumah tangga dan untuk kelompok maupun usaha kecil.
7. Aset Spiritual dan Kultural. Anda bisa menemukan aset ini dengan memikirkan nilai atau gagasan terpenting dalam hidup anda. apa yang paling membuat anda bersemangat? Termasuk di dalamnya nilai - nilai penganut Muslim, keinginan untuk berbagi, berkumpul untuk berdoa dan mendukung satu sama lain. Atau mungkin ada nilai–nilai budaya, seperti menghormati saudara ipar atau menghormati berbagai perayaan dan nilai – nilai harmoni dan kebersamaan. Cerita-cerita tentang pahlawan masa lalu dan kejadian sukses masa lalu juga termasuk di sini karena hal- hal tersebut mewakili elemen sukses dan strategi untuk bergerak maju.
Untuk lebih memudahkan selanjutnya Ada beberapa langkah- langkah Community Mapping yang perlu dilaksanakan oleh anggota Tim KKN diantaranya:
• Ketua tim memperkenalkan diri kepada seluruh peserta yang hadir.
• Menjelaskan pengertian pemetaan, tujuan serta manfaat kegiatan ini.
• Menjelaskan unsur-unsur yang harus ada dalam pembuatan peta wilayah melalui sumbang saran.
• Setelah nara sumber lokal (NSL) paham, lalu peserta dan tim memulai pembuatan gambar peta wilayah. Untuk memulai dialog bisa dibuka dengan: “kita sekarang ada disini (sambil menunjuk dalam kertas yang akan digambar), kalau kita mau ke (suatu tempat di lingkungan RW setempat) dimana letak tempat tersebut berada, kalau digambarkan disini? Dan dapat meminta NSL untuk menggambar lokasinya.
• Pemandu memfasilitasi jalannya dialog dan diskusi selama proses, misalnya informasi/data apa saja yang harus dimasukkan peta, bagaimana cara menggunakan simbol-simbol dan cross check data.
• Usahakan untuk mempresentasikan hasil mapping, kepada peserta untuk menyempurnakan data apabila waktunya mencukupi.
• Review Data dilakukan setelah pemetaan selesai, pemandu meminta kepada seluruh peserta untuk melakukan triangulasi data (check dan recheck data yang sudah dikumpulkan).
3. Penelusuran Wilayah (Transect)
Untuk menemukenali aset fisik dan alam secara terperinci, transectoral atau penelusuran wilayah adalah salah satu teknik yang efektif. Transectoral adalah garis imajiner sepanjang suatu area tertentu untuk menangkap keragaman sebanyak mungkin. Dengan berjalan sepanjang garis itu dan mendokumentasikan hasil pengamatan, penilaian terhadap berbagai aset dan peluang dapat dilakukan. Misalnya, dengan berjalan dari atas bukit ke lembah sungai dan di sisi lain, maka akan mungkin untuk melihat berbagai macam vegetasi alami, penggunaan lahan, jenis tanah, tanaman, kepemilikan lahan, dan lain sebagainya. Penelusuran wilayah dilakukan berbarengan dengan pemetaan komunitas (community mapping).
Ada beberapa Teknik Pelaksanaan dalam transectoral ini diantaranya:
1. Buatlah pembagian zona wilayah untuk ditelurusi seperti daerah perbukitan, sekitar sungai, persawahan, ladang, daerah hunian warga, dst.
2. Ajaklah warga masyarakat untuk menggambarkan zona wilayah masing-masing (mulai dataran tinggi sampai dataran rendah) dari aspek kepemilikan lahan, penggunaan lahan, jenis vegetasi
tanaman dan hewan, jenis tanah, dan peluang yang bisa dikembangkan dari masing-masing zona wilayah.
3. Buatlah tabel transect untuk menggambarkan hasil penelusuran wilayah yang anda lakukan bersama warga. Ingat bahwa tugas anda sebagai fasilitator adalah menggerakkan warga untuk mengenali wilayahnya sendiri, karenanya semua alat tulis seperti kertas dan pena sebaiknya dipegang oleh warga sendiri agar proses penggambaran wilayah ini membantu mereka untuk menyadari, mengenali dan menemukan aset fisik dan alam yang ada disekitar mereka. Proses penggambaran hasil penelusuran wilayah bisa menggunakan media tulis lainnya seperti papan tulis atau laptop.
Zona Dataran
Tinggi Perbukitan Pinggiran
Sungai Sungai Pinggiran
Sungai Perbukitan Penggunaan
Lahan
Rumah, pondoka, masjid, lumbung makanan, dan peternakan hewan
Penggembalaan Padang rumput, sumber air, dan tanah lapang
Sumber air Tanah lapang, lahan hijau, lahan pisang
Rumah, pondokan, lumbung makanan, tanah lapang, lahan hijau, dan rerumputan Pohon dan
Tanaman
Parkia biglobosa (zat anti bias ular), Combretum micranthum (mengandung zat obat), Lophira lanceolate (ekstrak biji minyak)
Parkia biglobosa acacias (kayu makanan ternak), Combretum micranthum, grasses
Erythrophleum suaveolens (zat anti mikroba)
Bauhinia reticulate (tali dari kulit pohon, mengandung zat obat), pterocarpus erinaeus (kayu makanan ternak), Parkia biglobosa
Pohon buah- buahan:
manga, jeruk, papaya, kelapa Afrika, dan buah asam
Jenis Hewan Kambing, domba, hewan ternak, unggas
Kambing, domba, hewan ternak, unggas, tupai,kelinci, dan tikus tanah
Monyet, binatang jinak
Ikan Monyet,
tikus tanah
Kambing, domba, hewan ternak, unggas, dan ,kelinci Jenis Tanah Permukaan
berkerikil
Tanah rangka, mengandung
Tanah hitam (mudah
Tanah ferrallitic,
Tanah hitam
Sedikit penambahan tanah kecuali di kandang
banyak dolente dan gullying
dibentuk) mengandung tanah liat
berlumpur atau berpasir lempung
(mudah dibentuk)
Kepemilikan lahan
Area berpagar, milik individu swasta
Padang rumput akses terbuka
Akses terbuka Padang rumput milik individu swasta dan sebagian dikelola bersama
Sumber air.
Akses terbuka, manajemen komunal
Rerumputan.
Akses terbuka
Manajemen komunal
Milik individu swasta dan sebagian dikelola bersama Lahan pisang milik individu
Milik individu swasta Lapangan luar.
Sebagia milik swasta dan sebagian dikelola bersama
Peluang Kebun untuk pemenuhan dapur
Kegiatan konservasi
Hortikultura Pengeringan ikan?
Pengolahan pisang
Kebun dapur dan hortikultura
Tabel 3.1: contoh hasil penelusuran wilayah (transect)
4. Pemetaan Asosiasi dan Institusi
Asosiasi merupakan proses interaksi yang mendasari terbentuknya lembaga-lembaga sosial yang terbentuk karena memenuhi faktor-faktor sebagai berikut : (1) kesadaran akan kondisi yang sama, (2) adanya relasi sosial, (3) dan orientasi pada tujuan yang telah ditentukan. Contoh: Asosasi Dokter, Perkumpulan wasit, Asosiasi Guru. Manfaat Asosiasi antara lain mengidentifikasi kapasitas organisasi, melihat dimana “energy” dalam komunitas ini, memahami apa yang memotivasi orang untuk berani mengatur, dan mengakui kepemimpinan yang sudah ada di masyarakat.
Institusi adalah norma atau aturan mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus yang sifatnya mengikat dan relatif lama serta memiliki ciri-ciri tertentu yaitu simbol, nilai, aturan main, dan tujuan.
Institusi dapat dibedakan menjadi institusi formal dan institusi non formal.Institusi formal dapat berupa institusi pemerintah (pemerintahan desa beserta perangkat kelembagaan di bawahnya) dan institusi swasta (organisasi sosial kemasyarakatan, lembaga pendidikan swasta dan lain sebagainya). Sedangkan institusi non formal dapat berupa sekumpulan orang di warung yang hadir secara konsisten, jamaah pengajian, dan kelompok lainnya.Di beberapa desa,
contoh asosiasi asosiasi yang dibentuk di desa yaitu Komunitas Tahlilan, PKK, Karang Taruna, Klub Sepak Bola, HIPPA (Himpunan Petani Pengambil Air), dan GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani). Setelah diidentifikasi asosiasi dan institusi yang ada, maka komunitas dapat merumuskan peran asosiasi dan institusi tersebut di dalam pengembangan komunitas.
Bentuk Modal Sosial dalam Masyarakat:
Fisik (Lembaga):
1. Asosiasi 2. Institusi
Definisi Asosiasi:
Suatu Grup yang ada dalam komunitas masyarakat yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan suatu tujuan yang sama dan saling berbagi untuk suatu tujuan yang sama.
Nilai-nilai Modal Sosial:
1. Interaksi sosial 2. Kesetaraan 3. Kesamaan hak dan
tanggung jawab
Model Asosiasi biasanya berupa kegiatan yang sifatnya formal dan informal:
1. Berdasarkan kesamaan keyakinan 2. Berdasarkan kesamaan isu 3. Berdasarkan kesamaan kompetensi
Definisi Institusi:
Suatu lembaga yang mempunyai struktur organisasi yang jelas dan biasanya sebagai salah satu faktor utama dalam pengembangan komunitas masyarakat.
Model Keanggotaan Asosiasi:
1. Representasi 2. Professional 3. Sosial-Budaya 4. Pribadi
Ilustrasi gambar:
Gambar 3.3: Peta Konsep Asosiasi
Dengan melihat peranan asosiasi/institusi di dalam komunitas, maka program pengembangan masyarakat dapat dimulai dengan mengidentifikasi kekuatan kolektif yang sudah ada untuk menginisiasi perubahan di komunitasnya. Semakin besarnya peranan asosiasi, maka percepatan pengembangan masyarakat.
No.
Nama Asosiasi
/ Institusi
Nama Ketua
Jumlah Anggota Peranan di dalam Masyarakat Laki –
laki Perempuan Sangat Dominan
Cukup Dominan
Kurang Dominan
Tabel 3.2: Form Isian Institusi Masyarakat
5. Pemetaan Aset Individu (Individual Inventory Skill)
Metode/alat yang dapat digunakan untuk melakukan pemetaan individual asset antara lain kuisioner, interview dan focus group discussion (FGD). Manfaat dari Pemetaan Individual Aset antara lain:
a. Membantu membangun landasan untuk memberdayakan masyarakat dan untuk saling ketergantungan dalam masyarakat b. Membantu membangun hubungan dengan masyarakat.
c. Membantu warga mengidentifikasi keterampilan dan bakat mereka sendiri.
Pada sebuah desa di Bojonegoro misalnya, Pemetaan Aset Individu ini biasanya dikaitkan dengan keragaman pekerjaan warganya. Perhatikan paparan data berikut:
Dusun Wedegan
Dusun Ngaglik
Dusun Panjang
Dusun Tlawah
Dusun Malangbong Pembuat tikar Pembuat tikar Pembuat tikar Pembuat tikar Pembuat tikar Peternak
kambing
Peternak kambing
Peternak sapi Peternak sapi Peternak kambing Tukang selep
padi
Peternak lele Peternak lele Kripik pisang
Pembuat krupuk
Peternak ayam Peternak ayam
Pembuatan tahu Pembuatan tempe
Tabel 3.3: Pemetaan Aset Individu
Pemetaan Aset Individu Desa Panjang sendiri adalah peternak kambing, peternak sapi, peternak lele, peternak ayam, selep padi, pembuatan tahu, pembuatan tempe, dan kripik pisang. Hamper mayoritas warga Desa Panjang sendiri memiliki keterampilan individu yang dapat menambah pemasukan ekonomi untuk memenuhi kebtuhan sehari-hai. Keterampilan individu tersebut adalah keterampilan dalam membuat kerajinan tikar yang berbahan baku pandan berduri. Keterampilan tersebut merupakan keterampilan yang secara turun-temurun dari orang tua, sehingga dengan otomatis para generasi setelahnya mampu memproduksi tikar tersebut dengan sendirinya.