BAB III Hasil Penelitian Pada PT. Inalum Batu Bara
B. Organisasi Perusahaan
1. Bentuk Organisasi
PT. Indonesia Asahan Aluminium (PT. Inalum) berbentuk Perseroan Terbatas yang berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta serta didirikan pada tanggal 06 Januari 1976. Perseroan ini memperoleh status badan hukum sejak tanggal 10 Januari 1976 dan
didirikan untuk jangka waktu 75 Tahun sejak tanggal tersebut. Adapun maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dari PT. Inalum adalah sebagai berikut
a. Maksud dan tujuan perseroan ialah berusaha dalam bidang industri aluminium dan tenaga listrik.
b. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha:
1. Membangun dan mengusahakan Pabrik Peleburan Aluminium di Kuala Tanjung untuk menghasilakan, membuat dan mengelola aluminium, produk karbon dan produk lainnya yang sehubungan dengan itu dan untuk memasarkan segala produk yang dimaksud di dalam negeri serta mengekspornya.
2. Membangun dan mengusahakan Pabrik Pembangkit Listrik Tenaga Air di Paritohan untuk membangkitkan tenaga listrik dan menyalurkannya ke Pabrik Peleburan Aluminium dan prasarana lainnya yang akan dibangun oleh Perseroan.
Adapun para pemegang saham dari Perseroan ini adalah Pemerintah Republik Indonesia (Mentri Keuangan Republik Indonesia) dan Nippon Asahan Aluminium Ltd
Corporation (NAA) dengan komposisi saham Indonesia sebesar 41,12 % dan NAA
sebesar 58,88 %. NAA dibentuk oleh 12 perusahaan penanam modal Jepang yaitu
Sumitomo Chemical Company, Ltd ; Sumitomo Shoji Kaisha, Ltd ; Nippon Light Metal Company, Ltd ; C. Itoh & Co Ltd, Nissho – Iwai Co Ltd, Nichimen Co Ltd, Showa Denko K.K, Marubeni Corporation, Mitsubishi Chemical Industries Ltd, Mitsubishi Corporation, Mitsui Aluminium Company, Ltd, Mitsui & Co Ltd. Dimana saham NAA
terdiri dari 50 % milik ke 12 perusahaan penanam modal tersebut diatas dan 50 % milik lembaga keuangan Pemerintah Jepang (Overseas Economic Cooperation Fund).
2. Struktur Organisasi
Struktur organisasi perusahaan pada PT. Inalum berbentuk garis dan staff berdasarkan fungsi.
a. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
1. RUPS adalah organ perseroan yang memegang kekuasaan tertinggi. RUPS terdiri dari:
i. Rapat Tahunan yang diadakan selambat – lambatnya pada akhir bulan september setiap tahun kalender
ii. Rapat Umum Luar Biasa diadakan setiap saat jika dianggap perlu oleh Direksi dan/atau Pemegang Saham
2. Hak dan wewenang RUPS antara lain:
i. Mengangkat dan memberhentikan Komisaris dan Direksi ii. Membatasi kewenangan Komisaris dan Direksi
b. Komisaris
1. Keanggotaan
i. Komisaris terdiri dari sekurang – kurangnya 2 (dua) orang anggota, salah seorang diantaranya bertindak sebagai Presiden Komisaris
ii. Para anggota Komisaris dan Presiden Komisaris diangkat oleh RUPS dari calon – calon yang diusulkan oleh para Pemegang Saham pihak asing dan Pemegang Saham pihak Indonesia sebanding dengan jumlah saham yang dimiliki oleh masing – masing pihak dengan ketentuan sekurang –
kurangnya 1 (satu) orang anggota Komisaris harus dari calon yang diusulkan oleh Pemegang Saham pihak Indonesia.
iii. Anggota Komisaris dipilih untuk suatu jangka waktu yang berakhir pada penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang kedua setelah mereka terpilih dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberhentikan para naggota Komisaris sewaktu – waktu dan mereka dapat dipilih kembali oleh Rapat Umum Pemegang Saham. 2. Tugas dan wewenang Komisaris
i. Komisaris bertugas mengawasi kebijakan Direksi dalam menjalankan perseroan serta memberikan nasihat kepada Direksi.
ii. Komisaris dapat meminta penjelasan tentang segala hal yang dipertanyakan.
iii. Komisaris setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih anggota Direksi berdasarkan keputusan yang disetujui oleh lebih dari ½ (satu per dua) jimlah anggota Komisaris jikalau mereka bertindak bertentangan dengan anggaran dasar dan/atau undang – undang dan peraturan yang berlaku.
c. Direksi
1. Keanggotaan
i. Direksi terdiri dari sekurang – kurangnya 6 (enam) orang anggota, diamtaranya seorang sebagai Presiden Direktur
ii. Para anggota Direksi diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
iii. Para anggota Direksi diangkat dari calon – calon yang diusulkan oleh para Pemegang Saham yang dimiliki oleh masing – masing pihak dengan ketentuan sekurang – kurangnya 1 (satu) orang anggota Direksi harus dari calon yang diusulkan oleh Pemegang Saham pihak Indonesia.
iv. Tidak kurang dari 2 (dua) orang anggota Direksi termasuk seorang anggota yang dicalonkan oleh Pemegang Saham Indonesia harus berkebangsaan Indonesia.
2. Masa Jabatan
i. Para anggota Direksi dipilih untuk jangka waktu yang berakhir pada penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan kedua setelah mereka terpilih dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberhentikan para anggota Direksi sewaktu – waktu dan mereka dapat dipilih kembali oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
ii. Dalam hal terdapat penambahan anggota Direksi, maka masa jabatan anggota Direksi tersebut akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan anggota direksi lainnya yang telah ada, kecuali Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan lain.
3. Tugas dan Wewenang
i. Direksi bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya.
ii. Pembagian tugas dan wewenagn setiap anggota Direksi ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan wewenang tersebut oleh Rapat Umum Pemegang Saham dapat dilimpahkan kepada Komisaris.
iii. Direksi untuk perbuatan tertentu atas tanggung jawabnya sendiri, berhak pula mengangkat seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasa yang diatur dalam surat kuasa.
iv. Direksi berhak mewakili Perseroan di dalam atau di luar pengadilan serta melakukan segala tindakan dan perbuatan baik mengenai pengurusan maupun mengenai pemilikan serta mengikat Perseroan dengan pihak lain dan/atau pihak lain dengan Perseroan, dengan pembatasan – pembatasan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
d. Presiden Direktur
Presiden Direktur adalah seorang Direksi yang oleh karena jabatannya berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan.
e. Direktur
Direktur adalah anggota Direksi yang oleh karena jabatannya melaksanakan tugas untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan ruang lingkup tugas/fungsi masing – masing seperti tersebut dibawah ini:
1. Umum dan sumber daya Manusia 2. Perencanaan dan Keuangan 3. Bisnis
4. Produksi
5. Pembangkit Listrik 6. Koordinasi Keuangan
f. Divisi
Badan atau orang yang dibentuk/ditugaskan untuk membantu Direktur dalam menuangkan ketentuan – ketentuan yang dilaksanakan berdasarkan ruang lingkup/fungsi Direktur masing – masing. Divisi dikepali oleh General Manager.
g. Departemen
Badan atau orang yang dibentuk/ditugaskan untuk mengawasi pelaksanaan dari ketentuan – ketentuan yang telah digariskan/ditentukan oleh divisi masing – masing. Departemen dikepali oleh Senior Manager.
h. Seksi
Badan atau orang yang dibentuk/.ditugaskan untuk melaksanakan setiap kebijakan yang telah ditentukan/digariskan oleh Departemen masing – masing. Seksi dikepalai oleh Manager.
i. Auditor Internal
Auditor Internal merupakan unit organisasi yang berdiri sendiri yang bertanggung jawab atas pemeriksaan dan penilaian kegiatan Perusahaan dan melaporkan hasil pemeriksaan dan penilaian tersebut kepada Presiden Direktur. Auditor Internal dibawah pengawasan Presiden Direktur membantu anggota organisasi yang bertanggung jawab atas tugas yang mereka emban dengan cara memberikan analisis, penilaian, rekomendasi, pemberian nasihat dan informasi.
j. Wakil Manajemen untuk ISO 9001 dan ISO – 14001 (MR)
Wakil Manajemen untuk Sistem Mutu (ISO – 9001) dan Sistem Lingkungan (ISO – 14001) diangkat dan bertanggung jawab kepada Presiden Direktur
1. Memberikan arahan dan petunjuk kepada seluruh tingkatan manajemen mengenai implementasi sistem mutu dan sistem lingkungan perusahaan. 2. Sebagai penghubung antara perusahaan dengan Badan Sertifikasi Sistem
Mutu (ISO – 9001) dan Sistem Lingkungan (ISO – 14001)
3. Memberikan saran kepada Presiden Direktur untuk melakukan Tinjauan Manajemen mengenai implementasi Sistem Mutu dan Sistem Lingkungan tindakan pencagahan serta koreksi sesuai dengan Prosedur Mutu dan Lingkungan.
4. Bertanggung jawab atas fungsi jaminan mutu dan kualitas lingkungan dengan memberikan masukan – masukan kepada Presiden Direktur dan atau Direktur terkait.