BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Legalitas mengenai pembuktian kepemilikan hak tanah mengandung 2 aspek pembuktian. Aspek pertama yaitu Bukti Surat yang mengatakan bukti kepemilikan yang terkuat adalah sertifikat tanah, namun itu tidaklah mutlak.
Sertifikat hak atas tanah harus memiliki 4 prinsip yang dipenuhi, adanya alas kepemilikan, identitas pemegang hak, letak luas objek tanah dan prosedur penerbitan. Aspek kedua bukti fisik bertujuan untuk memastikan bahwa orang yang bersangkutan benar-benar menguasai secara fisik tanah tersebut dan menghindari terjadi dua penguasaan hak yang berbeda yaitu hak atas (fisik) dan hak bawah (surat). Mengenai legalitas kepemilikan hak atas tanah terhadap menantu perempuan yang ditinggal mati suaminya diatur oleh pasal 832 KUHPerdata, yaitu: si menantu perempuan berhak mendapatkan harta warisan dari suaminya yang meninggal dunia sebagai orang yang hidup terlama, tetapi tanah yang menjadi obyek sengketa belum menjadi harta warisan karena si pemilik tanah (orang tua) maupun saudara almarhum suaminya masih hidup dan belum melakukan pembagian warisan sehingga tanah tersebut belum dapat dikatakan sebagai harta warisan.
2. Perlindungan hukum yang didapat bagi pemegang hak atas tanah yang bersertipikat dijelaskan pada pasal 32 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah intinya dijelaskan dimana seseorang yang tercantum namanya dalam sertipikat tersebut tidak dapat diajukan gugatan
sebagai pemilik hak atas tanah akan terus dilindungi sepanjang tanah yang diperoleh dengan itikad baik dan dikuasai secara nyata oleh pemegang hak yang bersangkutan. Intinya pemegang sertipikat hak atas tanah merupakan pemilik sah atas tanah, dan berdasarkan Pasal 1865 KUH Perdata setiap orang yang mengaku mempunyai suatu hak maka dia harus membuktikan bahwa dialah yang memiliki hak tersebut yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum yang mana pembuktiannya berdasarkan pasal 1866 KUHPerdata yang bunyinya meliputi alat pembuktian yaitu: bukti tertulis, bukti saksi, persangkaan, pengakuan dan sumpah.
3. Dalam Putusan M A Nomor 1648 K/Pdt/2015Menurut pandangan saya didalam perkara ini putusan hakim sudah benar karena harta tersebut merupakan harta bawaan suaminya (almarhum W) sehingga sang istri (KW) tidak mempunyai hak atas tanah yang sedang diperkarakan dalam putusan ini, yang mana dalam hal ini sebenarnya harta tersebut masih milik orang tua suaminya (almarhum KS dan S) yang berlandasan hukum, yang mana pada saat itu karena almahum (W) dan sang istri (KW) belum memiliki rumah, maka karena kasihan orang tua almarhum (W) membiarkan almarhum dan istrinya untuk menempati rumah yang sedang diperkarakan dalam perkara ini, sehingga menurut hukum sang istri atau menantu tidak mempunyai hak sama sekali untuk menguasai hak atas tanah tersebut.
B. Saran
1. Legalitas kepemilikan hak atas tanah dibuktikan melalui adanya bukti surat dan bukti fisik. Sertifikat hak milik atas tanah sebagai tanda bukti yang kuat
kepemilikan, identitas pemegang hak, letak luas objek tanah dan prosedur penerbitan. status setiap bangunan yang berada di atas tanah harus mempunyai status kepemilikan yang jelas baik itu dimiliki perorangan atau badan hukum, untuk itu kedepannya perlu ada pendataan tanah yang jelas dari kantor pertanahan agar dapat mengurangi sengketa di bidang pertanahan.
2. Setiap orang hendaknya tidak mengklaim atau mengakui apa yang menjadi hak milik orang lain tanpa dapat membuktikannya. Setiap orang yang mengakui hak atas tanah harus dapat membuktikan hak atas tanah tersebut melalui sistem pembuktian sebagaimana diatur dalam pasal 1866 KUH Perdata.
3. Hakim bukan hanya sebagai corong undang-undang, hakim mempunyai kewenangan menafsirkan undang-undang dan menelaah hukum yang berlaku dimasyarakat maka dari itu diharapkan kepada seluruh hakim agar berperan aktif dalam menyelesaikan perkara yang diajukan kepadanya dengan melihat hukum yang berlaku di Indonesia dan hukum yang berlaku pada masyarakat sehingga tercapainya rasa keadilan dan kepastian hukum.
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku-buku
Ali Achmad, 2002, Menguak Tabir Hukum, (Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis), Gunung Agung: Jakarta.
Ashofa Burhan, 1996, Metode Penelitian Hukum, Bhineka Cipta: Jakarta
Bungin Burhan, 2003, Analisa Data Penelitian Kualitatif, Pemahaman Filosofis dan Metodologis Kearah Penguasaan Modal Aplikasi, Raja Grafindo Persada: Jakarta.
Chamzah Ali Achmad, 2002, Hukum Pertanahan, Prestasi Pustaka: Jakarta.
Chulaemi Achmad, 1996, Hukum Agraria Perkembangan, Macam-macam Hak Atas Tanah dan pemindahannya, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro: Semarang.
Dalimunthe Chadidjah, 2000, Pelaksanaan Landreeform Di Indonesia Dan Permasalahannya, Fakultas Hukum USU Prees: Medan.
__________________, 2005, Pelaksanaan Landreform di Indonesia dan Permasalahannya, Penerbit Universitas Sumatera Utara: Medan.
Fauzi Noer, 2003, Bersaksi Untuk Pembaruan Agraria, Insist Press: Yogyakarta.
Harahap Yahya, 2003, Kedudukan Kewenangan Dan Acara Peradilan Agama,Sinar Grafika: Jakarta
Harsono Boedi, 1971, Undang-undang Pokok Agraria Sejarah Penyusunan, isi dan pelaksanaan, Jambatan: Jakarta.
_____________, 2003, Agraria Indonesia-Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya, Jilid I: Hukum Tanah Nasional, Penerbit Djambatan: Jakarta.
_____________, 2008, Hukum Agraria Indonesia, Djambatan: Jakarta.
_____________, Hukum Agraria Indonesia Sejarah Pembentuka Undang-Undang Pokok Agraria, Isi Dan Pelaksanaannya, Djambatan: Jakarta.
______________, 1999, Hukum Agraria Indonesia (sejarah pembentukan Undang-undang pokok agraria isi dan pelaksanaanya).Djambatan:
Jakarta.
_____________, 2007, Menuju Penyempurnaan Hukum Tanah Nasional, cetakan 3, Universitas Trisakti: Jakarta.
____________, 2008, Hukum Agraria Indonesia Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya, Djambatan: Jakarta.
____________, 2008, Hukum Agraria Indonesia, Djambatan: Jakarta.
Hartono Sunaryanti, 1994, Penelitian Hukum Indonesia Pada Akhir Abad ke-20, Alumni: Bandung.
Huijbers Theo, 1982, Filsafat Hukum Dalam Lintas Sejarah, Kanisus:
Yogyakarta.
Husein Syahruddin, 1998, Pengantar Ilmu Hukum, Kelompok studi Hukum Dan Masyarakat, Fakultas Hukum USU, Medan.
Hutagalung Arie Sukanti dan Gunawan Markus, 2008, Kewenangan Pemerintah Dibidang Pertanahan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Ibrahim Jhonny, 2005, Teori dan Metode Penelitian Hukum Normatif, Cetakan Pertama, Bayu Media: Malang.
Kalo Syafrudin, 2012, Himpunan Peraturan Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, PT. Soft Media: Jakarta.
_____________, 2004, Pengadaan Tanah Bagi pembangunan Untuk Kepentingan Umum, Pustaka Bangsa Press: Jakarta.
Kamello Tan, 2001, Perkembangan Lembaga Jaminan Fidusia: Suatu Tinjauan Putusan Pengadilan dan Perjanjian di Sumatera Utara, PPs-USU: Medan.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, 2007, Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Balai Pustaka.
Kartasapoetra G dkk, 1985, Hukum Tanah (Jaminan UUPA Bagi Keberhasilan Pendayagunaan Tanah), Bina Aksara: Jakarta
Lubis Yamin Muhammad, 2003, Beberapa Dimensi Filosofis Hukum Agraria, Pustaka Bangsa Press: Medan.
_____________________ dan Lubis Rahim, 2011, Pencabutan Hak, Pembebasan, dan Pengadaan Tanah, Mandar Maju: Bandung.
_________________________________, Hukum Pendaftaran Tanah, Mandar Maju: Bandung.
_________________________________, 2013, Kepemilikan Properti di Indonesia termasuk Kepemilikan Rumah Oleh Orang Asing, Mandar Maju:
Bandung.
Lubis Solly, 1994, Filsafat Ilmu dan Penelitian, Mandar Maju: Bandung.
Maria, Sumardjono SW, 2005, Kebijakan Pertanahan Antara Regulasi dan Implementasi Edisi Revisi, Buku Kompas: Jakarta.
Martukusumo Sudikno, 2012, Teori Hukum, Cahaya Atma Pusaka: Yogyakarta.
Marzuki Peter Mahmud, 2008, Pengantar Ilmu Hukum, Kencana Prananda Media Grup: Jakarta.
Moleong Lexy J, 2004, Metode Penelitian Kualitatif, Remaja RosdaKaya:
Bandung.
Muljadi Kartini dan Widjaja Gunawan, 2007, Seri Hukum Harta Kekayaan, Hak-hak Atas Tanah, Edisi 1, Cetakan 4, Kencana Prenanda Media Group:
Jakarta.
______________________________, 2008, Seri Hukum Harta Kekayaan Hak-hak Atas Tanah, edisi 1 cetakan 5, Kencana Prenanda Media Group:
Jakarta.
Mulyawan JW, 2007, Pemberian Hak Milik Untuk Rumah Tinggal, Sebuah Kajian Normatif Untuk Keadilan Masyarakat, Cerdas Pusaka Publisher:
Makasar.
Murrad Rusmadi, 1991, Penyelesaian Sengketa Atas Tanah, Alumni: Bandung.
Otto Jan Michael, 2003, Kepastian Hukum di Negara Berkembang, Terjemahan Tristam Moeliono, Komisi Hukum Nasional, Jakarta.
Parlindungan A.P, 1993, Komentar atas Undang-Undang Pokok Agraria, Mandar Maju: Bandung
Perangin-angin Efendi, 1989, Hukum agrarian di Indonesia Suatu Telaah dari sudut Pandang Praktisi Hukum, Rajawali: Jakarta.
__________________, 1993, Hukum Agraria Di Indonesia Suatu telaah Dari Sudut Pandang Praktisi Hukum, PT. Raja Grafindo , Jakarta.
__________________, Hukum Waris, Cetakan IV, Raja Grafindo Persada:
Jakarta.
Purbacakra Purnadi Halim, 1984, Sendi-sendi Hukum Agraria, Ghalia Indonesia:
Jakarta.
Rahardjo Satjipto, 2000, Ilmu Hukum, Cetakan Kelima, Citra Aditya Bakti:
Bandung.
______________, 2010, Teori Hukum, Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi, Genta Publishing: Yogyakarta.
______________, 1983, Permasalahan Hukum Di Indonesia, Alumni Bandung:
Bandung.
_______________, 2006, Ilmu Hukum, PT Citra Aditya Bakti: Bandung.
Rankuti Rahmanuddin, 2006, Pergeseran Pola Penguasaan Tanah di Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat, USU: Medan.
Santoso Urip, 2010, Hukum Agraria dan Hak-Hak Atas Tanah, Kencana: Jakarta.
___________, 2012, Hukum Agraria Kajian Komperhensif Cetakan ke 1, Kencana: Jakarta.
Sarwo Jonathan, 2006, Metode Penelitian Kuanttatif dan Kualitatif, Graha:
Yogyakarta.
Sembiring Jimmy Joses, 2010, Paduan Mengurus Sertifikat Tanah Cetakan 1, Visimedia: Jakarta.
Shaman, 2016, Hukum Agraria Indonesia, Setara Press: Malang
Siahaan Marihot Pahala, 2003, Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Teori dan Praktek, PT Raja Grafindo Persada: Jakarta.
Sidharta Bernard Arief, 2006, Refleksi Tentang Struktur Ilmu Hukum, Mandar Maju: Bandung.
Sihombing B.F, Evolusi Kebijakan Pertanahan Dalam Hukum Tanah Indonesia, Toko Gunung Agung, TBK: Jakarta.
Siregar Tampil Anshari, 2008, Undang-Undang Pokok Agraria Dalam bagan, Multi 08: Medan.
___________________, 2005, Metodologi Penelitan Hukum Penulisan Skripsi, Pustaka Bangsa Press: Medan.
Soekanto Soejono dan Mulyadi Sri, 1995, Penelitian Hukum Normatif, Raja Grafindo: Jakarta.
Soekanto Soerjono, 1986, Pengantar Penelitian Hukum, UI Press, Jakarta.
Soemitro Ronny Hanitijo, 1990, Metodologi Penelitian Hukum Dan Jurimetri, Ghalia Indonesia: Jakarta.
Soerodjo Irawan, 2003, Kepastian Hukum Hak Atas Tanah Di Indonesia, Arkola:
Surabaya.
_____________, 2003, Kepastian Hukum Pendaftaran Tanah, Arloka:
Yogyakarta.
Soimin Soedharyo, 2008, Status Hak dan Pembebasan Tanah, edisi kedua, Sinar Grafika: Jakarta.
_______________, 1994, Status Ahak Dan Pembebasan Tanah, Sinar Grafika:
Jakarta.
Subekti R dan Tjitrosudibio R, 2008, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Prandya Paramita: Jakarta.
Sumardjono Maria S. W, 2008, Pengaturan Hak Atas Tanah Beserta bangunan, Bagi Negara Asing dan badan Hukum Asing, Kompas: Jakarta.
Sunggono Bambang, 2002, Metode Penelitian Hukum, Raja Grafindo Persada:
Jakarta
Suparman Eman, 2014, Hukum Waris Indonesia Dalam Perspektif Islam, Adat dan BW, Cetakan ke 4, PT. Refika Aditama: Bandung.
Suratman dan Dillah Philips, 2013, Metode Penelitian Hukum, Alfabeta:
Bandung.
Suryasumantri Jujun, 1997, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Pustaka Sinar Harapan: Jakarta
Sutedi Adraian, 2009, Peralihan Hak Atas Tanah Dan pendaftarannya, Cetakan ke 3, Sinar Grafika: Jakarta.
____________, 2011, sertifikat Hak Atas Tanah, Sinar Grafika: Jakarta.
_____________, 2010, Peralihan Hak Atas Tanah dan Pendaftarannya, Sinar Grafika: Jakarta.
Syahdeini Sutan remi, 1993, Kebebasan Berkontrak Dan Perlndungan Yang Seimbang Bagi Para Pihak Dalam Perjanjian Kredit bank di Indonesia, Institut Bankir Indonesia: Jakarta.
Syahrani Riduan, 1999, Rangkaian Instansi Ilmu Hukum, Citra Aditya: Bandung.
Urip Santoso, 2012, Hukum Agraria: Kajian Komperhensif, Cetakan 1, kencana:
Jakarta.
Waluyo Bambang, 1996, Penelitian Hukum Dalam Praktek, Sinar Grafika:
Jakarta.
Wantu Fence, 2011, Idee Des Recht Kepastian Hukum, keadilan, dan Kemanfaatan (Implementasi dalam Proses Peradilan Perdata), Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
Wiraldi Gunawan, 2000, Reforma agrarian, Perjalanan Yang bahan berakhir, KPA: Jakarta.
Wuisman JJ. M, 1996, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Asas-asas, Fakultas Ekonomi UI: Jakarta.
B. Perundang-undangan
Peraturan Pemerintah nomor 24 Tahun 1997, Tentang Pendaftaran Tanah Undang-Undang No.5 Tahun 1960, Tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria Undang-Undang KUH Perdata
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman C. Jurnal
Aryani Ramli Tatty, 2005, Kepemilikan Pribadi Perspektif Islam, Kapitalis, Dan Sosialis, (Jurnal Volume XXI No. 1
Afrianty, 2011, Pelaksanaan Perubahan Hak Milik Atas Tanah Menjadi hak Guna Bangunan Pada Yaspendhar Medan (studi , Kampus I Jalan Imam Bonjol No. 35 medan), Tesis USU: Medan
Angga La Ode, 2016, Akibat Hukum Tidak Adanya Pengaturan Pengawasan dan Evaluasi Penataan Ruang dalam Perda RTRW Provinsi Maluku, Fakultas Hukum Universitas Pattimura, Jurnal Kajian Hukum, Vol. 1, No. 2, Ambon.
Abdullah Chairul Anam, 2008, Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Hak Atas Tanah Dalam Hal terdapat Sertipikat Ganda di Kabupaten tanggerang Propinsi Banten ( Studi Kasus Putusan Nomor: 108/PDT. G/
1999/PN/TNG ), Semarang: Universitas Diponegoro.
Barata Michael Wisnoe, 2012, Kepemilikan Hak Atas Tanah Bagi Warga Negara Asing dan Kewarganegaraan Ganda, Depok: Universitas Indonesia.
Chandraresmi Harumi, 2017, Kajian mengenai Gugatan Melawan Hukum Terhadap Sengketa Wanprestasi, Jurnal Hukum Universitas Sebelas Maret, Vol. 5, No. 1 Januari-Juni 2017: Surakarta.
Darmayanti Ni Putu Dian Putri Pertiwi, 2016, Ni Yoman Sukerti, I Wayan Novy Purwanto, Akibat Hukum Jual Beli Hak Milik Atas Tanah Kepada Orang Asing Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Jurnal Program Kekhususan Hukum Perdata Fakultas Hukum Udayana: Bali.
Felani Citra, 2014, Tinjauan Hukum tentang penyelesaian sengketa tanah Secara Mediasi Oleh Kantor Pertanahan Kota Medan, Jurnal FH USU: Medan.
Fitria Heni, 2016, Analisa Hukum Atas Sengketa Kepemilikan Tanah Kavlingan Milik Kelompok Pegawai Pensiunan Departemen Kehutanan Di Kabupaten Kampar, Jurnal Hukum: Riau.
Hanggara Aditya Christy, 2013, Pelaksanaan Konversi Hak Atas Tanah Adat (Letter C) Menjadi Hak Milik Di Kabupaten Magelang, Jurnal Universitas Atma Jaya Yogyakarta: Yogyakarta
Hasanah Ulfia , Status kepemilikan Tanah Hasil KonersiHak Barat Berdasarkan UU No.5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria Dihubungkan Dengan PP No.24 Tahun 1977 Tentang Pendaftaran Tanah, Jurnal Hukum Volume 3 No. 1: Pekan baru.
Hasanah Ulfia, Status kepemilikan Tanah Hasil Konveersi Hak barat Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1960, Jurnal Hukum Volume 2 No. 1: Pekan baru.
Halim Abdul, Kedudukan Janda Dalam Hukum Waris Adat, Perdata, Dan Islam:
Kajian Integratif, Jurnal Hukum: Yogyakarta.
Lubis Abdul Rahim, 2005, Aspek Politis Penyelesaian Masalah Pertanahan di Sumatera Utara (Studi Hukum Penyelesaian msalah Tuntutan/Garapan Rakyat Pada Areal PT. Perkebunan Nusantara II), Sekolah Pasca Sarjana USU: Medan.
Muttaqin Andi, 2010, Tinjauan Yuridis Penguasaan warga Atas Tanah Bekas Recht Van Opstal (RVO) Dengan Berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria (Studi Kasus Tanah bekas Recht Van Opstal (RVO) Nomor 222 di Kelurahan Bumi, Kecmatan Laweyan, Kota Surakarta), Tesis Magister Kenotariatan Univesrsitas Diponegoro: Semarang.
Milyani Oktavia, 2017, Kedudukan Hukum Ahli Waris Yang Mewaris Dengan Cara Mengganti Atau Ahli Waris “Bij Plaatsvervulling” Menurut Burgerlijk Wetboek Volume IX Nomor 3, Desember, Jurnal Hukum Fakultas Hukum STIP Bunga Bangsa: Palangkaraya.
Mahfiana Layyin, 2003, Sengketa kepemilikan hak Atas Tanah Di Kabupaten Ponorogo, Jurnal Hukum, Volume 7 No. 1, Ponorogo.
Ningsih Triana Rejeki, 2016, Asas Fungsi Sosial Hak Atas Tanah Pada Negara Hukum( Suatu Tinjauan Dari Teori, Yuridis dan Penerapannya Di Indonesia), Jurnal Universitas Sebelas Maret: Surakarta.
Naibaho Maria farida, Pengakuan Penguasaan Dan Pendudukan Tanah Tanpa Alas Hak Kepemilikan Yang Berakibat Sengketa: Studi Kasus Putusan MA No. 2511k/PDT/1995 Tanggal 09 September 1997, (Jurnal hukum)
Permana Gusti Agung Dwi Satya dan Sudarsana ketut Sandi, Kepsatian Hukum Serttifikat Hak Milik Atas Tanah sebagai Bukti Kepemilikan Bidang Tanah, Jurnal Hukum Bagian Hukum Bisnis Fakultas Hukum Universitas Udayana: Denpasar Bali.
Pratama Arun, 2018, Impelentasi Pencampuran harta Bersama dan Harta Bawaan Dalam Perkawinan (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Nomor:
0189/Pdt.G/2017/PA.SMG), Jurnal Ius Constituendum, Volume 3 Nomor 1.
Sugiharto Evani dan Hasni, Analisis terhadap Sengket Tanah Terkait Penerbitan Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 2849, Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 496/K/TUN/2017.
Susanti Dyah Ochtorina, 2017, Urgensi Pendaftaran Tanah, (Perspektif Untilities dan Kepsatian Hukum, Jurnal Notariil Vol. 1: Jember.
Siregar Musa Anthony, Koto Zulkarmaein, 2015, Hukum Agraria Atas keberadaan Bangunan Pada Ruang Atas Tanah, Universitas Jayabaya, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jurnal Nuansa kenotariatan, Vol. 1, No.
1 Juli Desember: Jakarta.
Setiawan Usep, 2004, Menemukan Pintu Masuk Untuk Keluar, Jurnal Analisis Sosial, Volume 9 No. 1.
Siregar Musa Anthony, Koto Zulkarmaein, 2015, Hukum Agraria Atas keberadaan Bangunan Pada Ruang Atas Tanah, Universitas Jayabaya, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jurnal Nuansa kenotariatan, Vol. 1, No. 1 Juli Desember: Jakarta.
Setiawan Usep, 2004, Menemukan Pintu Masuk Untuk Keluar, Jurnal Analisis Sosial, Volume 9 No. 1.
Susanto Bronto, 2014, Kepastian Hukum Sertipikat Hak Atas Tanah Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997, Jurnal Ilmu Hukum, Vol.
10, No. 20: Surabaya.
Turnardy Wibowo t. Turnardy, 2013, Macam-Macam Hak Penguasaan Atas Tanah, Jurnal Hukum.
T.Turnardy Wibowo, 2012, Harta Benda Dalam Perkawinan, Jurnal Hukum.
Ismail Ilyas, 2011, Sertipikat Sebagai Alat Bukti Hak Atas Tanah dalam Proses Peradilan, Banda Aceh, Jurnal Ilmu Hukum, No. 53.
Tabuni Oktovianus, 2011, Pemberian Sertipikat Hak Milik Atas Tanah Kerena peralihan Hak (Hibah) dalam mewujudkan kepastian hukum dan Perlindungan Hukum Berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997, Di Kabupaten Sleman Jurnal Hukum pertanahan dan Lingkungan Hidup: Yogyakarta.
Uway Vanesha Inka Zefanya, 2017, Kajian Terhadap Hak Milik Atas Tanah Yang Diduduki Secara melawan Hukum Vol V/No.1/Januari-Februari 2017, Jurnal Hukum.
Zulfiani, 2015, Perlindungan Hukum Terhadap Penguasaan harta Bawaan Dan Harta Bersama Setelah Perceraian Menurut UU No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Berbasis Keadilan, (Jurnal Pembaharuan Hukum, Volume II No. 3.