BAB II KAJIAN PUSTAKA
B. Pendidikan Agama Islam
3. Bentuk Perilaku Keagamaan
sangat penting dalam proses pendidikan anak, khususnya dalam bidang penanaman keagamaan. Misalkan memberi nama yang baik, mengajarkan mengaji al Qur’ an, membiasakan shalat dan lain-lain.
2) Lingkungan Institusional
Sekolah juga berpengaruh pada perilaku keagamaan anak, sebab melalui pembelajaran yang disampaikan. Pada prinsipnya perkembangan jiwa keagamaan tidak dapat dilepaskan dari pembentukan kepribadian yang luhur. Seperti halnya pembiasaan pada anak, meningkatkan ketekunan, menumbuhkan perilaku jujur dan lain-lain merupakan pembentukan sifat-sifat tersebut menjadi bagian dari program pendidikan agama di sekolah.
3) Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat memiliki norma dan tata nilai yang berpengaruh besar terhadap perilaku keagamaan pada anak.maka dari itu agar tercapai masyarakat perlu menjunjung tinggi tatanan yang telah tertata rapi. Bukan hanya berasal dari orang tua, namun anak-anak serta remaja juga ikut berpartisipasi dengan baik.
3. Bentuk Perilaku Keagamaan
Pada dasarnya manusia memilki kecenderungan keberagamaan sejak ia lahir, dan perkembangan yang dimiliki seseorang tergantung
33
dengan lingkungan dan pembelajaran yang didapatkannya. Maka dari itu orang tua sebagai lingkungan belajar pertama bertugas mendidiknya sejak dini. Perubahan perilaku dengan seiring perkembangannya akan bertambah melalui pembiasaan dan pengalaman yang diterimanya. Adapun perilaku keagamaan dibagi menjadi dua, diantaranya sebagai berikut:
a. Hablum Minallah 1) Shalat
Secara harfiah kata Shalat berasal dari bahasa arab,
yaitu kata kerja “shalla” yang artinya “berdoa”
sembahyang (Mahmud Yunus, 1975: 220). Shalat menurut istilah semua ucapan dan perbuatan yang bersifat khusus yang dimulai dengan takbir dan ditutup dengan salam, serta harus memenuhi beberapa syarat yang ditentukan (Ali Hasan, 2000: 19). Bahwasanya shalat merupakan rukun Islam sebagai salah satu pencegah dari perbuatan munkar sebagaimana firman Allah SWT Q. S Al Ankabut: 45)
.. ىرىكْنُمْلاىوِء ۤاىشْحىفْلا ِْىع ىىهْ نى ت ىةٰوىََّصلا َِّّإ..
Artinya:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan
34 2) Puasa
Puasa adalah menahan makan dan minum serta yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. (Slamet Abidin dan Muh Suyono, 1998: 241). Puasa merupakan rukun Islam yang diwajibkan atas setiap muslim diantaranya puasa ramadhan dan puasa nadzar. Selain puasa wajib umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah seperti puasa senin-kamis, puasa arafah (9 Dzulhijah), puasa hari Asyyura (10 Muharram), puasa 6 hari bulan Syawal, puasa Daud dan puasa tiga hari pertengahan bulan Qomariyah.
Puasa merupakan ibadah untuk melatih kedisiplinan dan kejujuran pada diri sendiri. Selain itu, melatih seseorang untuk membatasai dan mengendalikan nafsu terhadap makanan dan dorongan seksual yang biasanya menjadi sebab terjadinya pelanggaran (maksiat). Banyak manfaat yang diperoleh dari berpuasa itu sendiri seperti yang tertera dalam Firman Allah Q. S Al Baqarah: 184.
ىّوُمىَْعى ت ْمُتْ نُك ِّْإ ىَص ْمُكَّلٌرْ يىخ اوُمْوُصىت ّْىأىو .. “ Barang siapa mengerjakan kebajikan (puasa),maka itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”
35 3) Zakat
Menurut bahasa zakat berarti bersih, suci atau bertambah subur. Sedangkan menurut istilah zakat berarti kadar harta tertentu yang diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan syarat dan rukun tertentu (Lamuddin, 1995: 145). Mengeluarkan zakat hukumnya wajib bagi setiap muslim yang memiliki harta dan telah mencapai nishab (batas minimal yang dikeluarkan zakatnya). Sebagaimana firman Allah dalam Q. S Al Baqarah(2): 110
َّنِإ ىلق ِ ّلل َدنْ ِع ُهوَُ ِج ت ٍردي خ دنِم دمُكِسُفدن ِلِ لوُم َِّ قُت ا م و ج ىةاىكَّزلا اوُتﺁ ىو ىة ىلََّصلااوُمْيِق ىأ ىو ( ٌردي ِص ب ن دوُل مدع ت ا مِب ّلل ۰ ۱۱ )
“Dan dirikan lah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala Nya pada sisi Allah. Sungguh Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”
4) Membaca Alqur’an
Membaca Alqur’an merupakan perilaku keagamaan yang barang siapa membacanya mendapatkan pahala serta mendapatkan ketentraman dalam dirinya. Nabi Muhammad
SAW bersabda yang artinya: “sesungguhnya orang yang di
dalamnya tidak ada sedikitpun al Qur’an maka laksana rumah yang roboh.” (HR. At Tarmidzi)
36
5) Membaca Dzikir dan Do’a
Dzikir dan do’a merupakan kebisaaan yang dilakukan setiap muslim setelah melaksanakan ibadah shalat. Dengan membaca doa atau wirid tersebut akan menambah keyakinan atas apa yang diharapkan kepada Allah SWT. Allah memerintahkan kepada kita untuk berdo’a kepadaNya sebagaimana tertera dalam Q. S Al Mu’min:60.
ىّْوَُخْدىيىس ىِتىداىبِع ْْىع ىّْو ُِبْكىتْسىي ىْْيِذَّلا َِّّإ ج ْمُكىل ْب ِجىتْسىأ ۤ ِنِْوُعْدُا ُمُكُّبىر ىلاىقىو ﴿ ىْْيرِخاىد ىمَّنىهىج ۰۰
﴾
Artinya: “dan Tuhanmu berfirman: berdoalah kepada-Ku, niscaya akan keprkenankan bagimu. Sesungguhnya orangorang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina”.
b. Hablum Minannas 1) Sedekah
Seorang yang meninggal duniayang dibawa hanya amal perbuatannya. Sedekah merupakan investasi di akhirat kelak sebagai bekal amal seseorang. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya: “Jika manusia telah mati, maka putuslah amal-amalnya, kecuali tiga amal, yaitu
37
shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya.”(H. R. Muslim) 2) Muamalah
Menurut bahasa muamalah berasal dari bahasa arab “al muamalah” yang berarti perlakuan atau hubungan kepentingan. Sedangkan menurut istilah muamalah adalah aturan-aturan hukum Allah SWT untuk mengatur manusia dalam kaitannya dengan urusan duniawi dalam pergaulan sosial (Hendi Suhendi, 2010: 1)
Adapun bentuk muamalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a) Perilaku terhadap Orang Tua/ Guru
Orang tua maupun guru merupakan seorang yang mendidik dan membimbing kita dalam mencapai manusia yang ihsan baik dari perilaku maupun kecerdasan. Maka dari itu kita diwajibkan untuk menghormati dan patuh terhadap perintahnya. Sebagaimana tertera dalam firman Allah SWT Q. S Al Isra : 24 َّ بىر اىمىك اىمُهْىحْْرا ِ بىر ْلُقىو ِةىْحَّْرلا ىِْم ِ ل ُّذلا ىحاىنىج اىمُىلْ ْضِفْْىو ا رْ يِيىص ِي اىي ٤٢ ] Artinya:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai
38
Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.” (Departemen Agama, 1978)
b) Perilaku terhadap teman
Seorang siswa yang berada dalam lembaga sudah tentu memilki hubungan dengan siswa lainya. Dalam menciptakan pertemanan yang baik perlu menjaga perilaku dari masing-masing. Dengan demikian saling mengingatkan dan menasehati satu dengan yang lainnya.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q. S Al Ashr: 1-3. ِرْصىعْلاىو ۱ ٍرْسُخ ْيِفىل ىّ اىسْن ِْلْا َِّّإ ] ۲ َّلِّإ ] ِِاىِلْ اَّصلا ُلِمىعىو اْوُ نىمىأ ىْْيِذَّلا اىوى تىو ِْبَّصلِبِ اْوىص اوىتىو ِ قىْلِْبِ اْوىص ٣ ] Artinya:
“Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, dan beramal shalih, dan saling menasehati dalam kebenaran, dan (saling menasehati) dalam kesabaran.”
c) Partisipasi dalam kegiatan sosial keagamaan
Siswa adalah seorang pemuda yang aktif dalam kegiatan, baik berupa fikir ataupun fisik. Peran pemuda sangat dibutuhkan dalam pengembangan suatu kegiatan.
39