BAB IV DESKRIPSI WILAYAH DAN INTEPRETASI DATA
4.2 Profil Informan
4.3.2 Bentuk Solidaritas Anak Di Asrama
Kegiatan sehari-hari yang dilakukan anak-anak di asrama Yonif 121/Macan Kumbang merupakan kegiatan rutin yang digunakan untuk beristirahat atau tidur kurang lebih hampir 8 jam dalam sehari, mereka tidur selalu teratur pada malam hari. Pada pagi hari biasanya mereka semua pergi ke sekolah. Kemudian kegiatan yang digunakan anak asrama Yonif 121/Macan Kumbang untuk bermain adalah pada saat sore hari, biasanya mereka berkelompok bermain dilapangan, tidak jarang mereka bermain sepeda, bermain sepak bola, dan berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya untuk anak SD, SMP, dan SMA, sementara anak PAUD dan TK biasanya melakukan aktifitas tidur siang pada siang hari dan disore hari bermain di sekitar rumah dengan pengawasan orangtua. Tidak banyak kegiatan yang mereka lakukan pada malam hari, karena selain dilarang orang tua peraturan di asrama Yonif 121/Macan Kumbang tidak memperbolehkan anak-anak berkeliaran dimalam hari. Pergaulan lingkungan asrama membawa mereka pada prilaku tertib dan disiplin, dimana setiap kegiatan yang mereka lakukan memiliki waktu-waktu tertentu.
Bentuk solidaritas serta faktor yang menyebabkan solidaritas sangat erat di asrama Yonif 121/Macan Kumbang, karena seringnya berkumpul menyebabkan rasa
kesetiakawanan yang erat. Mereka cenderung memiliki ciri solidaritas sosial yang mekanistik, berdasarkan kebersamaan. Sebagai contoh, bila ada pekerjaan rumah (PR) dari sekolah maka mereka akan berdiskusi dan mengerjakannya bersama-sama.
Gambar1. Anak sedang mengerjakan tugas bersama
Anak asrama tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan militer dan akrab dengan kedisiplinan, ketegasan dan peraturan ketat yang diperoleh dari aturan asrama dan didikan orang tua sehingga membuat mereka berperilaku keras. Meskipun mereka merupakan individu yang terkesan keras dan nakal karena pengaruh lingkungan dan kebiasaan hidup di asrama militer dengan aturan yang tegas rasa kebersamaan tetap ada Contohnya, bila ada seorang anak yang berkelahi dengan anak di luar asrama, mereka akan memberi bantuan seperti bersama-sama memukul anak tersebut.. Seperti yang diceritakan oleh F.G (12 thn)
‘’….aku berada di asrama udah dari kecil dan berteman sama yang lain jugak dari kecil. enggak ada jarak di antara kami, karena saling membantu dan tidak jarang kami makan dengan piring yang sama tapi juga minum dengan gelas yang
sama, selain itu kita selalu bersama dalam melawan anak di luar asrama kalau terjadi pertengkaran’’(hasil wawancara 25 September 2016)
Berbagai latar belakang anak asrama Yonif 121/Macan Kumbang dilihat dari tingkat pendidikan mayoritas didominasi oleh anak PAUD, TK, SD dan SMP sementara anak SMA tergolong sedikit dikarenakan personel tentara diasrama didominasi oleh tentara yang masih berada dalam usia muda (19-45 tahun) dengan kata lain tentara yang masih memiliki fisik yang fit untuk melakukan kegiatan militer sehingga tentara yang sudah tua (orangtua) berjumlah sedikit di asrama hal itu menyebabkan anak-anak ditingkat pendidikan SMA tergolong sedikit. Seperti hasil wawancana pada informan F.H berikut
“kami yang anak SMA nya bisa dibilang enggak begitu banyak bang, karna disini rata-rata anak personel masih kecil-kecil. Kayak aku lah, pulang sekolah langsung less di G.O pulangnya pun udah sore atau magrib mana sempat kadang main-main belum lagi capek jadi kalau pulang lama langsung pulang kerumah” (wawancara pada 25 September 2016)
Aktifitas sehari-hari anak tentara di asrama apabila dikategorikan dari tingkat pendidikan yaitu untuk tingkat pendidikan PAUD dan TK mereka menghabiskn waktu berinteraksi di sekolah yang berada di dalam asrama kemudian sepulang dari sekolah mereka akan dijemput orang tuanya dan ada juga yang pulang bersama-sama dengan temannya(anak TK), sesampainya dirumah mereka biasanya akan bermain bersama temannya yang berada disekitar rumah seperti bermain mobil-mobilan, boneka-bonekaan, kejar-kejaran ataupun bermain tembak-tembakan. Pada saat jam menunjukan pukul 12.00 mereka akan dipanggil oleh orang tuanya untuk makan siang, sesampainya kembali kerumah setelah makan siang mereka biasanya akan beristirahat siang seperti tidur, ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan anak-anak pada pendidikan PAUD dan TK dan sebagian besar anak melakukannya walaupun tak jarang ada beberapa anak yang merengek tidak mau tidur siang yang disebabkan oleh beberapa hal seperti
dimarahi orang tua karena tidak mau makan atau tidak dibelikan jajanan yang diingini oleh si anak. Pada sore hari setelah bangun dari tidur siang biasanya anak akan keluar lagi untuk bermain, masih disekitar rumah mereka mereka melakukan aktifitas bersepeda dengan sepeda yang menggunakan roda pembantu di sisi kanan dan kiri sepedanya tak jarang mereka juga bermain balap-balapan sepeda dengan temannya seolang-olah mereka adalah pembalap.
Gambar 2.Foto kegiatan olah raga perkumpulan Persit
Pada saat para ibu memiliki kegiatan dari perkumpulan Persit seperti olah raga rutin yang dijadwalkan pada tiap hari selasa dan jumat para anak akan dibawa oleh orangtua mereka masing-masing untuk ikut kelapangan. Pada saat kegiatan olahraga ibu-ibu yang berkumpul dilapangan bukan hanya para ibu dan anak saja melainkan terdapat beberapa orang yang berjualan untuk mengais rejeki walaupun jumlahnya tidak banyak.Biasanya dilapangan anak-anak melakukan aktifitas seperti jajan, bermain sepeda saling menjahili ataupun bermain fasilitas latihan tentara seperti Halang Rintang tetapi dengan pengawasan orang tua tentunya. Pada anak dengan tingkat pendidikan SD dan SMP, selain berkumpul dan bermain dilapangan pada sore hari, mereka juga pada hari libur atau hari minggu mereka juga melakukan kegiatan keluar asrama untuk bermain seperti, berenang ke kolam
berenang Pusaka Diharjo disekitaran kota Galang, touring menggunakan sepeda ke Lubuk Pakam ataupun hanya sekedar bersepeda dikampung yang berada disekitar asrama. Mereka sangat menyukai kegiatan berenang dan bersepeda, biasanya pada hari minggu mereka akan berkumpul dirumah salah satu dari mereka pada jam 8 pagi dari situ mereka menyusun rencana kegiatan apa yang akan mereka lakukan apakah berenang, touringatau ingin berkeliling-keliling disekitar asrama. Setelah mereka selesai merembukkan kegiatan apa yang ingin mereka lakukan selanjutnya mereka memasuki tahap realisasi. Hai ini seperti diungkapkan informan F.G sebagai berikut
“…kalau hari minggu pagi kami biasanya ngumpul dirumahku atau dirumah kawan-kawan yang lain untuk ngomongkan kegiatan apa yang mau dilakukan entah itu touring, berenang atau kegiatan lain, setelah sepakat dan tau tujuan kemana kamipun berangkat bang..” (hasil wawancara 23 september 2016)
Dari keterangan informan diatas, bahwa dapat disimpulkan bahwa didalam mengambil sebuah keputusan para anak terlebih dahulu melakukan penyusunan rencana bersama.
4.3.3 Faktor yang mempengaruhi Solidaritas